Tittle : LITTLE LU

Author : Swaggerexo

Rated : M-Preg

Length : CHAPTER

Cast : Oh Sehun & Xiao Luhan

OC : RANDOM

Genre : Romance & Comedy

Warning : Summary gagal, Cerita pasaran, Yaoi, Mature Content, Typo(s), alur berantakan, Cerita abal-abal.

Desclimer: Cast milik TUHAN semata, Cerita milik Author semata.

.

.

.

.

Prolog sudah, sekarang kita menginjak Chapter 1 semoga kalian suka ya~~ dan semoga FF ini bisa laku kaya kacang rebus wkwkwkwk makasih uang udah selalu dukung FF author tanpa lelah :* i love you guys so much, nah yang nulis review nanti author bales di bawah ya.

MAKASIH BUAT WANG YUAN DI RP YANG UDAH KASIH SARAN, yup readers gak terlalu suka yang berbelit-belit maka, kita akan langaung ke inti /? kkkkh hayooo pada mikir apaa hayooo hihihihi oke deh happy reading.

DL DR

.

.

.

.

Mungkin kalian belum mengenal siapa Tuan Wu, Tuan Wu adalah sahabat karib Ayah Luhan sejak kecil, Ia mempunyai tiga orang anak laki-laki bernama Wu Yi Fan, Wu Chanyeol dan Wu Sehun. lalu jika Tuan Wu dalam bisnis restoran berbintang maka Ayah Luhan berada dalam bisnis otomotif, tetapi utang membelit keluarga Luhan hingga Ayah Luhan terkena serangan jantung dan menutup usianya pada umur empat puluh lima tahun. meninggalkan Luhan yang masih di sekolah dasar dan Ibu Luhan yang akhirnya saat Luhan menginjak kelas dua di sekolah dasar, Ibu Luhan meninggal dalam keadaan lemas menjuntai di udara.

.

.

.

Luhan kecil sedang berjalan pelan menuju rumah kontrakan milik Ibu dan dirinya. rumah itu tidak terbilang besar dan tidak terbilang kecil jadi cukup untuk dua orang dirinya dan Ibunya.

ckrek, Luhan membuka pintu tersebut dan seperti biasa Ia menjerit "Mama, Luhan pulaaangg!" hening. Luhan berteriak sekali lagi. tetap tidak ada jawaban.

Luhanpun memberanikan dirinya berjalan mendekati sebuah pintu kayu tua tersebut. entah kenapa perasaan Luhan kecil begitu buruk terhadap apa yang ada di dalamnya, perlahan Luhan memegang kenop pintu kayu tua itu dan membukanya.

"Mama~ Lu-" Iris matanya terpaku pada sosok Ibunya yang sudah lemas terkulai terkatung-katung diudara dengan tangan memegang sebuah kertas, air mata Luhan meledak turun bak hujan deras, bibirnya kelu melihat pemandangan tersebut.

Setelah selesai mengkremasi Ibu Luhan dan membuang ke laut, Luhan dan Pamannya Zhoumi telah berada di depan sebuah panti asuhan, karna itu adalah suruhan Ibu Luhan sendiri, Luhan harus pindah.

'Kepada Lulu yang Manis.

Luhan sayang, Ibu dan Ayah minta maaf telah mengecewakanmu. Ibu yakin Luhan bisa jadi orang yang pintar dan sukses di masa depan. Shusu Zhoumi akan mengantarmu di panti asuhan di Guangzhou dan bersekolah di sana. tetaplah semangat dan jangan pernah putus asa ya, sayang. Ibu dan Ayah mencintaimu.

Pesan Tambahan : Jangan pernah berfikir bahwa kami meninggalkanmu karna kami tidak peduli padamu. kami sangat peduli tetapi Ibu sangat mencintai Ayahmu jadi, Ibu ingin menyusul Ayah. semalam Ayah datang di mimpi Ibu mengajak Lulu dan Ibu pergi bersama tetapi Ibu tahu kau masih punya masa depan yang panjang jadi, Ibu harap kau mengerti itu Lulu.

Wo Ai Ni.'

semenjak itu Luhan harus pindah sekolah ke pinggiran China karna tak jauh dari tempat panti asuhannya. dan saat Ia menginjak kelas tiga di bangku SMA, Luhan di tawari beasiswa ke Korea. Luhan benar-benar sangat senang karna itu impian Luhan sejak Ia masih di bangku SMP bisa berada di negri gingseng.

Tetapi sangat di sayangkan, Luhan harus berjuang begitu keras untuk menghidupinya. tanpa kenal lelah dan mengeluh dengan sabar Luhan bekerja untuk mendapatkan gaji sekitar 30.000 sampai 50.000 won per minggu.

"Lu.." Luhan membuyarkan lamunan abstraknya itu membuat air matanya menetes tanpa permisi Luhan tersenyum kecil pada Sehun.

"Maafkan aku" Sehun berjalan mendekati Luhan dan tiba-tiba mendekapnya erat, Luhan membulatkan matanya saat kehangatan tiba-tiba menyelimutinya. Sehun tersenyum dalam pelukan tersebut, sungguh Ia sangat merindukan rusa kecilnya ini.

BRAKKK!

Luhan terkaget saat mendengar bantingan pintu yang cukup keras dan suara gaduh dari pintu utama, membuat Sehun berdecak sebal pasti itu ulah kakak tertuanya yang tak punya hati itu.

"Hun, itu apa?" ucapan polos berhasil lolos dari bibir kecil Luhan, Sehun melonggarkan pelukannya dan menatap Luhan "sebaiknya kau tidur, ini sudah larut malam. aku tidak mau sesuatu terjadi padamu" Sehun segera mengajak Luhan berjalan melalui taman belakang dan masuk ke kamar Sehun. "jangan keluar kamar. jangan mengintip ataupun bersuara dengan keras. jika kau lapar ada makanan ringan di kulkas itu" Sehun menunjuk sebuah kulkas besar berwarna putih di samping lemari lalu mengecup dahi Luhan dan keluar dari kamar mewah itu meninggalkan Luhan yang mengrenyit bingung.

tak lama setelah Sehun keluar, Luhan mendengar suara erangan, desahan, rintihan, teriakan, tangisan serta gertakan seseorang yang bukan berasal dari Sehun. ya, suara itu berasal dari Wu Yi Fan, kakak tertua mereka yang membawa pulang seorang pria hasil pembeliannya tadi.

Lelaki itu bersurai hitam dengan mata tajam dan kantung mata panda alami serta bibir peach tipis lengkap dengan darah di sudut bibirnya, lebam di beberapa titik tubuhnya. tangannya terikat kuat hingga terdapat goresan kasar di pergelangan tangannya.

terlihat seorang lelaki dengan jas serba merah darah mengkilap, blazer bulu rubah yang tebal menutupi bahunya, celana jeans hitam, surai putih gading dengan topi pesulap berlidah lebar, bahu tegap, mata elang dengan kacamata hitam dan tangan yang dihiasi jam merk, cincin perak, gelang perak motif rantai serta tongkat kecil dengan tengkorak bermata rubi merah diatasnya memberi kesan glamor pada pria yang sedang menggeret paksa sang peliharaan barunya itu kedalam kamar pribadi sekaligus kamar utama di dalam mansion mewah itu.

setelah sampai di depan kamar miliknya, Ia mengangkat tangannya sedikit mengisyaratkan para bodyguard untuk meninggalkannya dengan mainannya ini.

"masuk" Pria itu berkata ketus, tetapi lelaki di sampingnya tetap berdiri di sampingnya dengan wajah tertunduk, "hah.. kau harus aku kasari ya?" lelaki itu mendekatkan wajahnya dan segera menjambak surai itu dengan sangat kasar. "masuklah kucing kecil~ MASUK!" Ia menarik dan mendorong badan lelaki tersebut hingga terhuyung masuk ke dalam kamar super besar dan mewah bergaya modern tersebut, pria itu melepas segala sesuatu yang berada di tangan, kepala dan bahunya. lalu menatap lelaki bertubuh lebih ramping dan mungil itu berdiri mematung dengan wajah tertunduk.

"kau mau permen coklat tidak?" tanya pria itu mengambil sebuah permen dengan bungkus berwarna ungu, membukanya dan mendekati lelaki panda yang menggeleng kuat itu. "ahaha! lihat! kau tidak bisa kabur Tao. dan ku sekarang peliharaanku! turuti apa kata mastermu! MAKAN!" Lelaki itu menjejali lelaki panda bernama Tao itu dengan sebuah permen coklat dengan kadar obat perangsang super tinggi dan heroin di dalamnya.

tak butuh waktu lama, lelaki itu sudah mengucurkan keringat. seringaian licik muncul di balik bibir tipis pria itu, Ia mendekati Tao dan mendorong lelaki itu hingga memantul di atas ranjang triple king size tersebut dan menindihnya.

Iris panda yang sayu tersebut bertubrukan dengan mata elang Yifan. dengan tergesa-gesa, Yifan membuka ikatan yang berada di tangan Tao lalu mencubui pria itu dengan liar dan kasar.

"nggh hhhh" reflek tangan Tao berada di dada pria tersebut mencoba untuk mendorong lelaki itu sekuat tenaganya, tetapi Yifan lebih kuat dari dirinya. Yifan merobek kaos abu-abu yang melekat pada Tao hingga memperlihatkan tubuh sexynya yang berbalut keringat membuat libido Yifan meningkat hingga ke ubun-ubun.

"fuck!" umpat Yifan, Ia mendorong Tao hingga Ia terlentang lalu membuka jas, kemeja, celana dan dalamannya melemparnya ke sembarang arah, menampakkan kejantanannya yang begitu panjang dan besar sehingga dapat membuat nafas pria kecil itu tertahan.

"aku ingin kau mastrubasi! di depanku! SEKARANG!" Tao tersentak dengan perkataan Yifan. dengan takut-takut lelaki itu merangkak dan terduduk di depan Yifan Ia membuka celananya dan melemparnya kesembarang arah, Tao mulai meraba badannya sendiri lalu turun hingga kejantanannya yang mungil Tao mengusapnya lalu mengocoknya perlahan.

"n-ggh" Tao mendongakkan kepalanya, terkadang Ia menggigit bibir bawahnya karena kenikmatan yang Ia terima dari dirinya sendiri, Tao membalikkan badannya dan menungging di depan Yifan menampakkan pantatnya yang sintal lalu ketiga jarinya di masukkan ke dalam lubang ketat berwarna merah muda miliknya dengan perlahan Tao menggerakkan ketiga jari tersebut.

"nng ahhh sshh mmhh yeeah" suara kecipak yang di timbulkan oleh cairan yang keluar dari lubang anal Tao membuat Yifan semakin mengang, dengan langkah lebar Yifan menghampiri Tao dan menarik pinggangnya, menanamkan kejantanannya itu di dalam lubang Tao, dan mehujamnya secara kasar dan brutal.

"ooh ohh aaah ahhh sa-saakit aahhh" PLAKKK! Yifan menampar pantat sintal Tao dan menghujaminya dengan begitu kejam dan liarnya hingga kasur triple king size itu dapat perderit kencang.

"ngggh~~ t-tuaan sa-sakittt aaahhh aaaahh yaahh haahh t-theree" Yifan tak memperdulikan erangan Tao lalu menusuk tepat di daging prostat Tao hingga Tao menekuk badannya ke belakang, melenguh keenakan.

"Panggil aku master! teriakkan namaku slutry bitch!" Tangan Yifan tak tinggal diam Ia menarik, memutar hingga memilin nipple kecoklatan milik Tao hingga keduannya menegang sempurna "Aaah! MASTER!~~~ a-aku i-ingin keluarrr aaah~~" mendengar hal tersebur Yifan menaruh jarinya di lubang penis Tao dan memelankan gerakannya.

"hhhh.. hhhh" setelah dirasa reda, Yifan menghentakkan kembali penisnya di dalam lubang Tao hingga dirasa Ia akan mencapai Klimaksnya, Yifan memegang kedua pinggang Tao dan "MA-STERRRNGHHH!~~"

craashhh!

keduanya mencapai klimaks yang pertama, sperma Yifan yang ada di dalam Tao terlalu banyak hingga meluber keluar menetes di paha mulus Tao. Yifan tak selesai di situ, kegiatan mereka terus dan terus berlanjut hingga Tao kewalahan harus memuaskan Yifan seperti apa lagi.

.

.

.

Mendengar kegaduhan tersebut, Luhan menutup telinganya dan menutup matanya erat-erat. sedangkan Sehun masih berada di dalam kamar mandi, benar-benar menjengkelkan! berani-beraninya mereka mengotori pikiran polos Luhan uh?

Ckrek..

Luhan membangunkan dirinya dan melihat Sehun keluar dari kamar mandi dengan handuk melingkar di pinggangnya sembari menggosokkan handuk yang lebih kecil ke rambutnya yang basah. terlihat bintik-bintik coklat menghiasi pipi bagian atas Sehun, memberi kesan berbeda dalam diri Luhan

"Lu Hyung belum tidur?" Luhan menggelengkan kepalanya pelan. Luhan mendudukkan dirinya menampakkan Luhan hanya memakai kemeja putih kedodoran milik Sehun hingga mengekspos bahu putih mulus tanpa tandanya juga bawahan tanpa celana panjang hanya celana dalam miliknya. menampakkan sedikit paha mulus Luhan.

"Lulu tidak bisa tidur~ Lulu ingin tidur sambil di peluk atau Lulu minum obat tidur sajalah. suara diatas berisik sekali, mengganggu Lulu tidur!" Luhan mempotkan bibirnya tepat saat Sehun membalik badannya sambil memakai Kaos tanpa lengan berwarna hitam. senyuman kecil di wajah Sehun mengembang, setelah memakai Boxernya Ia mendekati Luhan dan memeluk Luhan dengan erat.

"Tidurlah, little Lu" panggilan yang baru di loloskan Sehun berhasil membuat pipi putih Luhan merona. "mereka sedang apa sih, Hun?" tanya Luhan dengan begitu polosnya. "mereka hanya main catur" balas Sehun seadanya saat Luhan membalik badannya lalu memposisikan kepalanya berada tepat di bahu Sehun.

"Catur? benarkah? ayo kita lakukan juga~" suara Luhan makin pelan, sembari memainkan kaos Sehun, Pria di samping Luhan hanya bisa tertawa perlahan lalu melihat Luhan sudah terlelap dalam mimpinya. "kau tidak pernah berubah, dan aku tetap mencintaimu. aku ingin memilikimu tetapi masih belum waktunya aku bisa memilikimu.. Little Lu" Sehun mengecup dahi lelaki beriris rusa itu dan ikut menyusul ke alam mimpi.

.

.

.

.

.

To Be Continued...

Waaah terimakasih! walaupun yang ngeriview masih sedikit tapi gak papa lah kalian masih niat baca cerita abal-abal milik author. makasih banyak sudah mau dukung author! terimakasih banyak dan emang sih kemarin mau lihat reaksi readers gimana kalo banyak yg baca, bnyk yg minat dan banyak yang minta lanjut gak di delete hehehe ternyata banyak yg mibta lanjut. so, author lanjutkanlah /? baiklah! saatnya menjawab review kalian :3

Seravin509

Lanjut next chapnya,,

Di tunggu kelanjutannya..

- BAIKLAH CANTIK! Follow & Fav jgn lupa udah di lanjut kan sekarang wkwkwk jangan lupa baca loh! awas gak di baca *ngancem*digaplok*

NoonaLu

nextt

- siapp :3

LisnaOhLu120

Lanjuuuuuuttttt :)

- Sudah di lanjuuuuuuuuuuttttt :)

masayrey

Ih-Ih-Ih

KEREENN(?)

Ga tau kenapa ini ff kereenn~~

Aaa~~~

Lophyu Author-nim

- Ih-Ih-Ih (kok serem ya) MAKASIHHHH (?) JINJJA? AHAHAHA MAKASIH LOHH ADUH JADI TERHARU MMMH /? AAAA LOPH YU TU READERS-NIM :*

Arifahohse

n

e

x

t

- b

a

i

k

l

a

h

winter park chanchan

wahhh next thor.. ku kepo ama hunhannya nih... end sapa aja

sehun bersaudara

- waaah udah di next nih jgn lupa baca loh ya! hayo mau nc hunhan opo ora /?

ajib4ff

itu tadi lulu pingsan di depan rumah nya sehun apa gimana?

see u...gomawo...sht sll...trs bkrya...

- iyaaaa bener sekali kamuhhhh

see u tooo... cheonmanhaeyo...terimakasih..

ChikasikiHunHan947

Wahh hunhan new ff lagi~~~

Lanjuuuttt

seruuu nihh

Fighting and keep writing

- Waahhh wkwkwk iya, pengen kaya innocent lu tapi ini little lu /? gak plagiat kok tenang ae /? udah di lanjut ya beybh. pasti nye seru! ;) Hwaiting! gomawoooo mwah :*

Ishee

thor thor.. ternyata bukan aku orang yg kalau nulis

berchapter suka ilang ide sendiri #curhat ..coba aja baca

referensi cerita lain sapa tau dpt ide biar gk ngegantung

hhihi btw, ini dilanjut kan? dilanjut dong? luhan kapan

hamilnya yhhehet :p

- opo opo? CIEEE SAMAAN. JGN" KITA JOM...BLO :P udah kok. baca di commuity hunhan minute pengen jadi salah satu FF yg masuk list di sana :"D *cita" anak soleh*prett* iyeee nih di lanjut nih jgn lupa baca lu jgn lupa follow ama fav ye hahaaai. tenang Luhan pasti hamilmya ;) tunggu ae hohohoho /ketawa sinterklas/

BAIKLAH SEKIAN. KALIAN BISA TUNGGU CHAP DUA.

MAAF JIGA ADEGAN NC KURANG MEMUASKAN, AUTHOR BUKAN AUTHOR BINAL /? IMAJINASI KOTOR AUTHOR LAGI NYANDET HM. /plak/