MY SUMMER

Cast :

Cho Kyuhyun

Lee Sungmin

Note : Cerita ini berdasarkan sebuah film anime jepang tapi banyak yang author rubah kkk :p

Di chapter 2 ini sudut pandang dilihat dari Sungmin ^^

FF ini akan dibuat dari berbagai sudut pandang

Chapter 2

"Tidak apa bukan jika aku hanya menyentuh topengnya? Tidak masalah bukan? Toh aku tidak menyentuh Kyunnie secara langsung"

Aku berjongkok tepat diatas kepala Kyuhyun, sungguh rasanya aku ingin tau seperti apa wajah yang Kyuhyun sembunyikan dibalik topeng yang selama ini selalu ia gunakan. Aku selalu menerka-nerka selama ini apa kah karena wajahnya sangat mengerikan sampai ia tak pernah melepaskan topengnya dihadapan ku? Dengan keberanian dan rasa penasaran yang semakin membuncah dan berbaur menjadi satu, ku arahkan tangan ku untuk menyentuh topeng itu dan membukanya, ragu dan terbata sudah pasti tapi kedua rasa itu terkalahkan dengan rasa keingin tahuan ku yang besar.

Tepat saat aku berhasil mengangkat topeg itu sepenuhnya, jantungku mendadak berhenti berdetak sesaat dan sesaat kemudian kembali berdetak dengan begitu kencang. Apa lagi saat tiba-tiba mata yang terpejam milik Kyuhyun terbuka dan saat itulah untuk kali pertama kami saling berpandangan satu sama lain secara lagsung tanpa terhalang topeng itu.

Sontak wajah ku memerah, sungguh wajah Kyuhyun jauh dari kata mengerikan dan menakutkan bahkan … Kyuhyun sangatlah tampan. Dengan mata hazel coklat yang tergaris sangat tajam, hidung yang sangat bangir, bibir tebal yang berwarna merah dan sekarang bibir itu tersenyum! Oh tuhan dia tersenyum menatap ku!

"Kenapa diam Minnie? Wajahku tidak menakutkan bukan?"

"Aa..I..itu…ka-kau tampan"

Kata terakhir ku ucapkan dengan nada gugup dan malu secara bersamaan. Ya tapi Kyuhyun memanglah sangat tampan. Menakutkan ? bahkan yang menakutkan dari Kyuhyun hanyalah ketampananya, oh ya tuhan kenapa selama ini Kyuhyun menutupi wajahnya dengan topeng itu? Aku kira selama ini wajah Kyuhyun tak mempunyai mata atau berlumuran darah sehingga ia selalu saja mengenakan topeng itu.

"Hei, benarkah aku tampan? Apa kau jatuh cinta pada ku sekarang?"

"Kau menyebalkan Kyunniee!"

Kekehan kecil yang menyebalkan menyapa telinga ku, huh! Hanya membuat wajahku semakin memerah saja. Dengan kesal ku tutup kembali topeng itu ke wajahnya dengan sedikit keras dan setelahnya yang terdengar bukan lagi kekehan melainkan ringisan kesakitan.

"Aish! Kau sudah membukanya diam-diam dan sekarang menutupnya dengan kencang sekali, dasar Chibi!"

"Hehe .. Mianhe ne, tetapi kenapa Kyunnie memakai topeng? Kau sungguh seperti manusia"

Kyuhyun terdiam, lalu ia memposisikan tubuhnya duduk dihadapan ku dan melepas topengnya memandangku sendu.

"Kau bilang jika aku tanpa topeng ini akan terlihat seperti manusia biasa pada umumnya bukan? Itulah alasan mengapa aku menggunakan topeng ini. Aku bukanlah manusia, walau wajah dan tubuh ku semua sama seperti manusia pada umumnya tapi sebenarnya aku sungguh berbeda dengan kalian"

"Mengapa? Apa yang berbeda?" aku ingin tahu! Ya sangat ingin tahu tentang Kyuhyun lebih dan lebih dalam lagi.

"Aku dulu memang seorang manusia, manusia yang dibuang oleh kedua orang tuanya didalam hutan. Roh-roh penjaga hutan ini menemukanku, menangis ditengah hutan karena kedinginan dan kelaparan, kau tau? Saat itu aku hanyalah seorang bayi kecil. Entah kenapa orang tua ku amat sangat tidak menginginkan ku sehingga mereka membuangku. Setelahnya roh-roh penjaga hutan memberikan ku sebuah kekuatan untuk tetap hidup tetapi dengan batasan aku tidak boleh meninggalkan hutan ini juga tidak boleh bersentuhan dengan manusia, jika sampai aku melanggar maka itulah akhir hidupku. Karena Aku tidak lagi hidup namun juga belum mati"

Pandangan Kyuhyun kosong, aku melihat kesedihan, rasa sakit, juga kesepian yang benar-benar tersirat Dari bola mata hazel itu. Peluk! Aku sangat ingin memeluknya saat ini. memberikan sebuah kehangatan yang belum pernah ia rasakan sama sekali, membanyangkan menjadi Kyuhyun yang beratus-ratus tahun seorang diri, mengetahui dirinya dibuang oleh kedua orang tuanya karena tidak di inginkan, lalu menggantun antara kehidupan dan kematian, juga terkurung didalam hutan.

Tanpa sadar air mata perlahan menetes sekali lagi, rasa sakit dan kesepian yang Kyuhyun rasakan seakan tersampaikan kepadaku. Apa kehidupan ini tidak bisa diputar ulang lalu diperbaiki? Apa aku tidak bisa bertemu Kyuhyun.. Kyuhyun yang manusia. Seandainya kedua orang tua Kyuhyun tidak membuangnya apa takdir akan menemukan ku dengan Kyuhyun yang dapat ku sentuh juga ku peluk? Apa mungkin ?

"Jangan Menangis Min, aku memang kesepian tapi sekarang tidak lagi. Kau memberikan apa yang tidak pernah aku dapatkan, Kasih sayang, Senyum, Tawa, Kehangatan bahkan karena kehadiran mu aku merasa jika memang aku harus menghilang aku akan baik-baik saja asal aku bisa memeluk dan menyentuhmu… setidaknya sekali saja aku ingin melakukanya.

Wajah Kyuhyun menyiratkan sebuah keseriusan namun disana senyum tulus juga terlukis dengan indah. Kata-kata yang ia ucapkan berhasil memacu kerja jantungku 100x lebih cepat. Bahagia dan takut kedua hal itu sontak memenuhi rongga dadaku. Aku bahagia karena kehadiranku sangat berarti bagi Kyuhyun, aku bahagia karena aku bisa memberikan apa yang belum pernah Kyuhyun rasakan dan aku sangat bahagia karena ternyata bukan hanya aku yang sangat ingin bersentuhan tetapi Kyuhyun juga menginginkanya, tapi sayang aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi walau hanya sekalipun. aku .. aku tak ingin kehilangan Kyuhyun . sangat takut kehilanganya .

"Aku tidak mau kau pergi atau menghilang"

Kyuhyun hanya tersenyum mendengar keinginanku, ia kembali memakai topeng itu dan bangun dari duduknya.

"Sudah sore Min, Kau harus pulang sebelum matahari terbenam karena akan sangat menyeramkan disini"

Dan sepeti sebelumnya ia pun memberikan ku ranting pohon dan memintaku untuk memegang ujung ranting pohon itu. Aku memegangnya dan kami berjalan tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Tak ada jawaban apapun dari Kyu atas apa yang aku ucapkan. Apa aku terlalu egois menginginkan Kyuhyun tetap ada? Demi tuhan ! bukan hanya Kyuhyun yang mempunyai keinginan untuk dapat memeluk, tetapi aku juga!

Ranting pohon ini tidak bisa lagi memuaskan rasa inginku untuk menggengam tangan Kyuhyun. Aku ingin menggengam nya langsung tanpa perantara ranting bodoh ini, aku ingin memeluknya erat sampai rasa sesak akan keinginan menyentuh ini hilang dan terpuaskan lalu tidak akan kulepaskan lagi pelukan itu, tapi aku bisa apa? Aku terlalu takut untuk membanyangkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Tidak ada kepastian seperti apa nanti kami dan aku benar-benar berharap bertemu dengan Kyuhyun ditakdir yang berbeda tetapi dengan perasaan yang sama.

.

.

.

Siang ini terasa sangat panas, tetapi biasanya sepanas apapun tak akan menyulutkan semangat ku untuk berlari kehutan dan bertemu dengan Kyuhyun, tetapi tidak dengan hari ini. tubuhku seperti enggan bergerak kerana terlalu banyak yang menggangu fikiran kecil ku. Berbaring di beranda rumah ajhusi menjadi pilihan ku untuk menenangkan benang-benang kusut yang runyam dikepala ku.

"Minnie-ah ajhusi membawakan mu semangka, kemarilah" suara berat ajhusi membuat ku tersadar dari lamunan dan perlahan bangun untuk menghampirinya yang berada di beranda rumah. Aku duduk disamping ajhusi dan mengambil sepotong semangka merah yang terlihat sangat manis lalu memakanya dalam diam.

"Musim panas kali ini sangat panas, pasti musim dingin nanti akan lebih dingin dari sebelumnya"

"Maksud ajhusi?"

"Kau tau bukan? Daerah disini ditutupi oleh pegunungan dan sangat jauh dengan pantai , maka dari itu jika musim panas disini terasa sangat panas , musim dingin yang akan datang sebentar lagipun akan menjadi musim dingin yang bahkan bisa membekukan roh roh penjaga hutan disana "

Ah aku mengerti apa yang ajhusi katakan dan sontak perkataan ajhusi membuat fikiranku kembali ke sosok Kyuhyun. Apakah Kyuhyun selalu memalui musim dingin seorang diri? Dimana ia akan tinggal untuk menghangatkan tubuhnya? Apa Kyuhyun menggukan pakaian hangat? Apa ia memiliki syal? Apa Kyuhyun tidak akan kedinginan? Semua pertanyaan itu berputar dikepala ku. Ya semua tentang Kyuhyun.

"Ajhusi, apa ajhusi percaya pada roh penunggu hutan? Apa menurut ajhusi mereka benar-benar ada?"

Ajhusi nampak terdiam sesaat lalu menatapku dan tersenyum. Berfikir sebentar sebelum akhirnya ia kembali membuka suaranya.

"Ajhusi percaya Minnie , bahwa didalam hutan memang ada roh roh penjaga hutan disana , merekalah yang melindungi hutan dari orang orang jahat yang ingin merusaknya , dulu sebelumnya hutan yang disebut hutan terlarang itu sering sekali dikunjungi oleh warga karena disana lah warga dapat mencari kayu bakar atau buah buahan lainya , tetapi setiap tahunya manusia selalu tak pernah puas hingga hampir merusak hutan itu , saat itu warga yang sering mendatangi hutan itu satu persatu mulai diganggu oleh roh roh menakutkan yang sepertinya marah sampai mereka takut dan mengatakan bahwa hutan itu sangat mengerikan dan terlarang "

"Apa ajhusi pernah bertemu salah satu dari mereka ?"

"Tidak, ajhusi tidak pernah bertemu dan ajhusi rasa ajhusi tidak punya niat ataupun keinginan untuk bertemu dengan mereka, karena mungkin saat itu juga ajhusi akan jatuh pingsan"

Ajhusi tertawa namun tidak dengan ku, ya karena aku telah melihat bagaimana macam-macam wujud dari roh-roh penjaga hutan itu.

"Aku pernah bertemu dengan roh penjaga hutan disana dan ia sangat tampan ajhusi"

Ucapan ku yang memang benar hanya membuat Ajhusi tertawa semakin keras, bukan kah aku jujur? Kyuhyun memang sangatlah tampan dan sangat berbeda dengan roh-roh penjaga hutan lainya yang pernah Sungmin temui.

"Jangan bercanda Minnie, kau ini ada-ada saja sudahlah habiskan semangka mu"

Ajhusi bangun dan mengacak-acak rambutku lalu berlalu meninggalkan ku yang tetap berfikir hal-hal rumit yang berada dikepala ku. Wajah Kyuhyun selalu berhasil menyita penuh fikiran kecilku.

Bagaimana wajah itu akan tetap sama tiap tahunya dan hanya akulah yang akan berubah. Dengan begitu bukan kah kelak akan datang saatnya aku menjadi lebih tua dibandingkan Kyuhyun? Sedangkan Kyuhyun akan tetap dengan keadaan yang sama seperti saat pertama kali kami bertemu.

"Kyunnie.."

Nama itu lolos begitu saja dari bibir ku, sungguh dunia ku sekarang benar-benar tersita sepenuhnya oleh Kyuhyun yang bahkan bukan seorang manusia dan tidak dapat ku sentuh. Hei apa ini pertanda akan …Cinta?

.

.

.

Tetapi sekali lagi, tidak ada yang bisa aku lakukan untuk merubah takdir yang sedang berjalan ini. tidak aku maupun juga kalian karena kita hanya bisa menikmati waktu yang diberikan tanpa bisa mengulang atau bahkan meminta waktu itu untuk berhenti sesaat. Kita hanyalah seorang pemain sedangkan takdir adalah seorang penulis naskah mutlak yang menentukan bagaimana berjalanya sebuah cerita dan akhir dari kisah yang sedang kita perankan ini. Tetapi tidak ada salahnya bukan jika kita berdoa untuk lain kesempatan? Entah pada kehidupan yang keberapa dikemudian hari . untuk dipertemukan dalam keadaan yang lebih baik dari ini .

"Kyu, sebentar lagi musim panas akan berakhir dan rasanya setiap hari dan tiap tahun berlalu sangat cepat"

Ya rasanya waktu berjalan sangat cepat, satu hari yang ku lalui hanya terasa seperti sesaat lalu kemudian tanpa sadar aku sudah berada pada penghujung hari dan begitu seterusnya hari-hari dimusim panasku. waktu yang aku lalui tiap kali bersama Kyuhyun akan terasa amat sangat cepat . bertemu denganya saat matahari baru beranjak naik tetapi selangkah kemudian tanpa terasa matahari sudah mulai menghilang kembali ketempatnya pulang .

"Sebentar lagi musim dingin Kyu, apa kau akan baik-baik saja?"

Aku menatapnya yang kemudian membuka topengnya lalu menatap kembali ke arahku secara lansung. Manik hazel itu menyiratkan berjuta perasaan yang tidak bisa aku tangkap dengan baik. Bibir miliknya tertarik dan tersenyum lembut dan kemudian sebuah kata yang lolos dari bibirnya seakan penuh kebohongan bagiku.

"Aku akan baik-baik saja Min"

Hei Kyu jelaskan padaku bagaimana kau akan baik-baik saja? Disaat kau melalui semuanya seorang diri, disaat kesepian mengurungmu, disaat musim dingin membuatmu merasa semakin tenggelam dan terkubur dalam kesendirian dan tidak ada kehangatan. Bagaimana kau bisa baik-baik saja? Jika aku berada di posisi mu mungkin aku sudah sejak lama memilih melanggar kedua hal yang roh hutan katakan padaku. Aku akan lebih memilih mati dibandingkan terkurung dalam kesendirian yang sepi dan dingin.

"Aku ingin cepat dewasa Kyu, lalu aku akan bekerja disini dan menghabiskan waktu lebih banyak bersama mu, bukan hanya dimusim panas tetapi juga disaat musim dingin atau bahkan musim semi.. ya aku ingin bersama mu lebih dan lebih lama lagi"

Semua tidak lagi cukup untuk ku Kyu, beremu dengan mu hanya dimusim panas lalu aku harus menunggu tahun berikutnya untuk kembali bertemu denganmu, sungguh aku tidak ingin seperti itu karena sekarang aku sadar itu hanya membuat waktu yang kita miliki untuk bersama semakin berkurang.

"besok aku akan kembali ke rumah dan itu artinya kita harus sama sama menunggu lagi untuk musim panas tahun depan ,tapi .. aku membuatkanmu ini, aku merajutnya sendiri dan kupastikan bahan

yang aku gunakan adalah bahan terhangat, kau harus menggunakanya saat musim dingin tiba, dan … berjanjilah akan tetap menunggu ku pada musim panas berikutnya"

"Aku akan menunggu saat itu Min, aku akan selalu menunggu mu"

Kata-kata Kyuhyun membuat air mata ku mengalir tanpa bisa tertahan, sekarang tiap perpisahan seakan sangat menyeskan dan menakutkan. Aku tidak akan tahu apa yang akan terjadi selama setahun saat aku tidak ada disamping Kyuhyun. Apa kau akan benar-benar menunggu ku Kyu? Ya ku harap penatian kita akan selalu bersambut.

"Kau tidak perlu khawatir karena aku akan menunggumu dengan senyum disaat matahari musim panas pertama mu disini selalu Sungmin "

Aku menghapus air mata yang masih mengalir dan tersenyum kemudian mengangguk dengan mantap. Aku percaya bahwa Kyuhyun tidak akan berbohong. Dia akan menunggu ku seperti apa yang dia ucapkan tadi.

"kau juga harus kembali Sungmin , aku sudah berjanji pada diriku sendiri Kalaupun aku harus menghilang karena seorang manusia menyentuhku,dapat ku pastikan manusia itu adalah kau "

.

.

.

Bulatan bulatan kecil bewarna putih yang mengkristal dan Nampak indah namun dingin sudah mulai turun dari langit sejak 3 hari yang lalu . sebagian jalan sudah tertutup dengan warna putih dan bahkan beberapa jalan menjadi sangat licin karena berubah menjadi es. Musim dingin sudah tiba, semua orang Nampak sibuk berjalan dengan cepat dengan pakaian yang berlapis lapis untuk sekedar mengurangi dingin yang menusuk . Dan disinilah aku sekarang berdiri dengan mantel hangat tebal yang membungkus tubuhku, syal berwana pink yang melingkar dileher ku dan tas ransel yang berada dipunggungku.

Aku berjalan dengan perlahan sambil terus berfikir apa yang sedang Kyuhyun lakukan saat ini? apa kah ia menggunakan syal yang ku berikan? Apa ia tidak kesepian ? Seakan menerawang jauh fikiran ku pun seperti melayang tidak berada ditempat.

"Yaa! Lee Sungmin Awaa!"

Seseorang menahan tangan ku sekaligus membuyarkan seluruh lamunanku tentang Kyuhyun. Ia menatap ku kesal dan hei apa yang sudah ku perbuat sampai ia kesal seperti itu huh?

"Kau mau mati Hah? Kenapa melamun? Kau hampir saja menyebrang disaat lampu penyebrangan berwarna merah Bodoh!"

Namja berambut hitam dihadapanku nampak frustasi karena aku menampakan wajah polos yang lebih mengarah kebodoh. Oh sungguh aku tidak tau jika langkah kaki ku sudah berada di penyebrangan. Sungmin berhenti melamun atau kau akan mati sebelum memenuhi janjimu pada Kyuhyun untuk kembali pada musim panas yang akan datang.

"Mianhe Zhoumi-ssi, aku melamun dan tidak sadar tetapi terimakasih" aku membungkukan badan ku sebagai tanda permohonan maaf dan ucapan terimakasih.

"Ck! Kau ini pagi-pagi sudah melamun! Ayo lebih baik kau pergi sekolah dengan ku"

Zhoumi mengulurkan tanganya ke arah ku , membuat ku diam dan memandangi tangan besar yang mengambang diudara meminta persetujuan ku untuk menggandengnya. Perlahan ku sambut uluran tangan itu dan pertama kali yang aku rasakan adalah perasaan hangat. Apa kah akan sama hangatnya jika tangan Kyuhyun yang menggengam erat tangan ku atau malah sebaliknya terasa begitu digin ? tangan Kyuhyun juga pasti sangat pas seakan tangan Kyuhyun memang diciptakan untuk melengkapi setiap sela sela jemari ku. memikirkan dan membayankanya saja sudah membuat bibir ku tertarik membentuk sebuah senyum kecil dan melupakan , bahwa yang mengandeng erat tangan ku saat ini bukan lah Kyuhyun melaikan orang lain .

Sesampainya disekolah ternyata kelas masih sangat kosong dan hal itulah yang amat sangat ku sukai, saat dimana aku bisa menghabiskan waktu sebelum pelajaran dimulai dengan sesi menghayal yang belakangan ini menjadi kesenangan ku tersendiri.

"Kau masih saja melamun, apa yang menggangu pikiran mu Minnie? Akhir-akhir ini aku lihat kau sering sekali melamun sambil menatap keluar jendela"

"Hanya merindukan seseorang .."

"Yaa! Apa kau sendang jatuh cinta? Dengan siapa? Kau tidak pernag mengatakan atau becerita kepada ku Lee Sungmin!"

"Aissshhh kau berisik sekali gege! Iya aku sedng jatuh cinta dan dengan siapa aku jatuh cinta tentu saja itu R.A.H.A.S.I.A. Kau ini cerewet sekali"

Aku mengacak rambut ku frustasi! Sungguh rasanya aku ingin menjambak namja tinggi cina satu ini karena senang sekali membuyarkan lamunan ku dengan berteriak. Sungguh merusak acara khidmat ku tiap paginya.

"Kau menyebalkan lee sung min , yasudha aku mau kekatin saja ! " Zhoumi mendengus kesal lalu bangun dari kursinya dan meninggalkan ku yang nampak acuh dan kembali ke kegiatan awalnya . Melamun.

Aku menatap Kristal salju yang terus berjatuhan diluar sana, salju semakin menumpuk dan pepohonan pun nampak bersembunyi agar bisa menghindar dari rasa dingin. Bagaimana dengan Kyuhyun? Apakah Kyuhyun baik-baik saja?

"Aku merindukan mu Kyu… aku merindukn mu"

Ku tenggelamkan kepalaku dikedua lipatan tangan dan tanpa disadari air mata perlahan mengalir membasahi kedua pipiku. Tepat setalah musim panas berakhir aku sadar jika perasan yang menyergap masuk kedalam hatiku bukan lagi perasaan biasa, tetapi lebih dari itu. Rasanya saat ini aku sangat ingin berlari ke tempat Kyuhyun. Aku merindukanya dan sangat ingin menemuinya, rasa itu sangat besar dan membuat sesak memenuhi relung hatiku dan yang aku bisa lakukan selanjutnya menangis.

Pertemuan musim panas tidak lagi cukup untuk ku, setiap hari dan setiap menit keinginan ku untuk terus berada disamping Kyuhyun semakin dan semakin besar. Tetapi sebesar apapun keinginan yang aku rasakan aku tetap tidak bisa, karena aku harus benar-benar menunggu sampai saat dimana aku bisa memutuskan jalan hidup ku sendiri.

"Aku mencintai mu Kyu… Aku … ingin menyentuhmu"

TBC