I Don't Care
Cast: Kim Jongin, Do Kyungsoo, Park Chanyeol dan Byun Baekhyun
Pairing: Kaisoo
Genre: YAOI, Romance, Hurt/Comfort
Rating: T (mungkin)
Warning: OOC, typo, bahasa berantakan, alur yang terlalu cepat, bisa menyebabkan sakit mata dan mual-mual. Waspadalah!
Disclaimer: Maunya sih mereka itu punya saya, tapi fakta yang ada mutlak mengatakan kalau mereka itu punya Tuhan. Tapi cerita ini hasil dari otak saya sendiri. Jangan ditiru apalagi ngaku-ngaku. Kalau mau buat cerita pakai otak masing-masing. Intinya jangan nyakitin perasaan orang lain dengan tindakan yang tidak bertanggung jawab!
Summary: Do Kyungsoo akan tetap berusaha—walaupun sosok yang dicintainya tak pernah mempedulikannya.
.
.
Chapter 2
.
.
Selamat membaca ;)
.
.
.
.
.
Masih ada waktu satu jam lagi sampai bel pelajaran pertama berbunyi. Namun, sosok mungil dengan parasnya yang manis itu sudah terlihat duduk dengan nyaman di tempat duduknya. Kepalanya ia benamkan dilipatan tangannya yang berada di atas meja dengan mata yang terpejam dan napas yang teratur. Besar kemungkinan sosok mungil itu sedang tertidur.
Pergerakan meja yang berada di sebelahnya sukses membuat Kyungsoo mengerang tak suka. Dengan gerakan yang malas, Kyungsoo membuka matanya dan mendongakkan kepalanya guna melihat orang yang sudah mengganggu tidurnya. Dan indera penglihatannya melihat sosok namja tampan yang saat ini tengah tersenyum bodoh ke arahnya.
Kyungsoo mendengus kesal sebelum kembali membenamkan wajahnya dilipatan tangannya.
" Jika kau masih ingin tertidur, kau tidak harus datang sepagi ini Kyungsoo…" ucap sosok itu.
" Aku suka suasana kelas yang tenang, jadi biarkan aku tertidur sampai bel berbunyi" sahut Kyungsoo.
Sosok yang menjadi lawan bicara Kyungsoo hanya mencibir ketika mendengar jawaban yang terlontar dari bibir Kyungsoo.
" Aku bahkan tidak pernah mengerti dengan kebiasaan anehmu yang satu ini," ucap sosok itu lagi.
Kyungsoo memutuskan untuk kembali mendongakkan kepalanya dan mata bulatnya ia gunakan untuk menatap tajam sosok yang saat ini berada di sebelahnya.
" Lebih baik tutup mulutmu jika hanya ingin protes dengan kebiasaanku!" balas Kyungsoo ketus.
" Dasar aneh!" gumam sosok itu.
" Aku mendengarmu Park Chanyeol!"
Sosok yang Kyungsoo panggil Park Chanyeol hanya melakukan gerakan memutar pada kedua bola matanya. Merasa jengah dengan kebiasaan aneh teman sekelasnya itu.
" Kyungsoo.." panggil Chanyeol.
Namun tidak ada respon apapun yang Kyungsoo berikan untuk Chanyeol.
" Kyungsoo.." panggil Chanyeol sekali lagi.
Tetap tak ada respon.
Tak terima dirinya diabaikan oleh Kyungsoo, Chanyeol dengan segera mendekatkan wajahnya ke samping kepala Kyungsoo. Menarik napas dalam, sebelum—
" DO KYUNGSOO!"—berteriak dengan keras tepat di telinga Kyungsoo.
Kyungsoo dengan segera mendongakkan kembali kepalanya setelah mendengar teriakan yang sangat memekakkan telinga. Menoleh ke samping dan menatap Chanyeol dengan tatapan horrornya.
Chanyeol hanya mampu memberikan senyum tak berdosanya ketika dirinya lagi-lagi berhasil membuat Kyungsoo kesal.
" AKU TIDAK TULI PARK CHANYEOL BODOH! JADI KAU TIDAK PERLU BERTERIAK DI TELINGAKU!" sembur Kyungsoo marah.
" Salahmu sendiri kenapa tidak menjawab ketika kupanggil?" sahut Chanyeol santai.
" Kau mengganggu tidurku Chanyeol.." ekspresi marah yang terlukis di wajah manis Kyungsoo telah menguap dan berganti dengan ekspresi merajuknya.
" Maaf Kyung.." ucap Chanyeol lembut seraya mengacak pelan helaian rambut Kyungsoo.
" Kau selalu begitu sih.." keluh Kyungsoo dengan bibir yang mengerucut. Tangan mungilnya tidak lupa ia gunakan untuk memukul bahu Chanyeol cukup keras yang menghasilkan sebuah ringisan keluar dari bibir Chanyeol.
" Sudah lupakan hal yang tadi. Sekarang aku ingin bertanya sesuatu padamu Kyung.." ucap Chanyeol seraya menatap wajah Kyungsoo dengan serius.
" Apa?" jawab Kyungsoo dengan kening yang berkerut samar.
Chanyeol terlihat ragu untuk menanyakan hal yang sejak tadi memang ingin ia tanyakan pada Kyungsoo.
" Apa… Kau mempunyai makanan di dalam tasmu Kyung?" tanya Chanyeol dengan suara pelan.
Dan Kyungsoo sukses terlongo seperti orang bodoh ketika mendapat pertanyaan seperti itu dari Chanyeol.
" Park Chanyeol sialan! Jika ingin meminta makanan kau tinggal mengatakannya padaku tanpa harus membuatku kesal!" sembur Kyungsoo. Tangannya dengan segera mengambil sebungkus roti dan sebotol susu cokelat dari dalam tasnya kemudian memberikannya pada Chanyeol.
Chanyeol terlihat memberikan senyum bodohnya pada Kyungsoo dengan tangan yang menerima makanan dan minuman pemberian Kyungsoo.
" Terimakasih Kyungsoo sayang.." ucap Chanyeol dan dengan cepat mengecup pipi berisi Kyungsoo yang sebelah kanan.
Kyungsoo hanya bisa pasrah ketika Chanyeol sudah memulai kebiasaan anehnya—mencium pipinya jika ia sudah memberikan sesuatu pada Chanyeol.
.
.
Ryeoby Rin
.
.
.
.
Kyungsoo memutar-mutar pulpen yang ada di salah satu tangannya dengan gerakan malas. Ia merasa bosan dengan pelajaran yang saat ini tengah berlangsung. Fokus matanya pun bukan tertuju pada sang guru yang ada di depan kelas, melainkan tertuju pada sosok yang ada di pojok kelas yang tengah sibuk mencatat berbagai penjelasan yang tengah diberikan oleh sang guru.
Tidak jarang belahan heart shaped lips Kyungsoo terulas senyum manis ketika indera penglihatannya melihat sosok yang tengah diperhatikannya tertawa dengan pelan. Namun tidak jarang juga Kyungsoo menggembungkan pipinya saat indera penglihatannya melihat interaksi yang dilakukan Jongin dengan orang yang duduk di sampingnya yang sialnya orang itu adalah Byun Baekhyun—saingan terberatnya.
Terkadang Kyungsoo merasa iri dengan Baekhyun. Namja mungil dengan mata sipitnya itu bisa dengan mudah berdekatan dengan sosok tampan seperti Kim Jongin. Terlebih lagi Jongin sendiri yang mendekatinya. Bukan seperti dirinya yang harus bersusah payah agar bisa berdekatan dengan Jongin. Sekali pun Kyungsoo sudah berhasil berada dalam jarak yang sangat dekat dengan Jongin, namja tampan itu dengan segera menyambut Kyungsoo dengan bentakannya. Walaupun sudah terbiasa, Kyungsoo tidak bisa berbohong jika hatinya mulai sakit ketika dirinya menerima bentakan-bentakan yang terlontar dari bibir namja tampan itu, padahal orangtuanya tidak pernah melakukan hal itu pada Kyungsoo.
Menghembuskan napas pelan, Kyungsoo memilih untuk membenamkan wajahnya di atas lipatan tangannya dan menutupi kepalanya dengan Coat yang ia bawa. Entah kenapa, untuk kali ini Kyungsoo merasakan sesak di dadanya.
.
.
Ryeoby Rin
.
.
.
.
Semua murid yang berada di kelasnya masing-masing bergegas keluar kelas ketika indera pendengaran mereka mendengar bunyi bel panjang—pertanda waktu istirahat sudah tiba. Dengan berbagai ekspresi yang terlukis di wajah para murid tersebut, mereka terlihat berjalan menyebar. Menuju tempat-tempat yang biasa mereka kunjungi jika waktu istirahat tiba.
Kyungsoo melangkahkan kaki mungilnya dengan santai menuju kantin. Tangannya yang sebelah kanan terlihat tengah menggenggam sebuah kotak bekal berbentuk tokoh kartun kesayangannya—Pororo. Belahan heart shaped lips miliknya terus saja mengembangkan senyum manis ketika otaknya membayangkan bagaimana reaksi orang yang ia cintai setelah mencoba bekal yang Kyungsoo buatkan untuknya.
Ya.. Kyungsoo membuat bekal khusus untuk Jongin dan Kyungsoo sangat berharap jika Jongin suka dengan bekal yang ia buat.
Sedikit berjinjit, Kyungsoo lantas mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kantin. Bibirnya terkadang mengerucut lucu ketika penglihatannya harus terhalangi oleh orang –orang yang bahkan jauh lebih tinggi darinya. Dan Kyungsoo terus-menerus mengumpat di dalam hati ketika suasana kantin yang semakin ramai dan orang-orang yang berada di dalamnya memiliki tinggi yang melebihi dirinya.
Satu pertanyaan untuk hal ini. Tubuh Kyungsoo yang terlalu mungil atau memang tubuh mereka yang terlalu tinggi?
Masih dalam posisi berjinjit, Kyungsoo terus saja melihat orang-orang yang berada di dalam kantin. Dan mata bulatnya berbinar cerah ketika menangkap siluet sosok yang memang sejak tadi ia cari. Dengan senyum yang terkembang di bibirnya, Kyungsoo dengan segera melangkah menuju salah satu tempat duduk yang ada di kantin—yang terdapat sosok Jongin dan Baekhyun (tentu saja).
" Hai Jongin.." sapa Kyungsoo dengan riang seraya melambaikan tangannya pada Jongin, mengabaikan satu sosok lain yang ada di depan Jongin.
Jongin yang awalnya tengah tertawa bersama Baekhyun langsung melenyapkan tawanya ketika melihat sosok Kyungsoo yang saat ini duduk di sebelahnya.
" Apa kau membawa bekal Jongin?" tanya Kyungsoo ketika melihat sebuah kotak bekal yang ada di hadapan Jongin dengan isi yang tersisa setengah.
Jongin hanya menatap datar wajah manis Kyungsoo tanpa berniat menjawab pertanyaan Kyungsoo.
" Aku yang membawakannya untuk Jongin," dan Baekhyun-lah yang menjawab pertanyaan Kyungsoo.
" Aku tidak bertanya padamu Byun Baekhyun!" ketus Kyungsoo dengan mata yang menatap tajam sosok Baekhyun.
Baekhyun hanya memutar kedua bola matanya ketika mendengar nada bicara Kyungsoo yang selalu seperti itu padanya.
Mengalihkan pandangannya dari Baekhyun, Kyungsoo dengan segera mengambil kotak bekal milik Baekhyun dan menggantinya dengan kotak bekal yang ia bawa. Menaruhnya di hadapan Jongin dan segera membuka tutupnya—memperlihatkan makanan yang sudah Kyungsoo buatkan khusus untuk Jongin.
" Makanlah! Aku sudah membuatkannya khusus untukmu Jongin.." ucap Kyungsoo dengan senyum manisnya.
Jongin menatap datar makanan yang diberikan Kyungsoo padanya kemudian berdiri dari duduknya. Tangannya ia gunakan untuk menggapai salah satu tangan Baekhyun dan menggenggamnya dengan erat.
" Ayo Baek!" ajak Jongin dan segera melangkah pergi meninggalkan area kantin.
Kyungsoo buru-buru berdiri dari duduknya dan segera mencegah kepergian Jongin dengan menggenggam salah satu tangan Jongin yang tidak menggenggam tangan Baekhyun.
" Kenapa Jongin ingin pergi?" tanya Kyungsoo heran.
Jongin menatap tajam tangan Kyungsoo yang menggenggam tangannya, kemudian menatap wajah manis Kyungsoo dengan sinis. Tatapannya seolah menegaskan jika Jongin tidak suka Kyungsoo menyentuhnya.
Kyungsoo dengan segera melepaskan genggamannya dari tangan Jongin.
" M—maaf.." ucap Kyungsoo terbata dengan kepala yang menunduk.
" Ayo duduk lagi! A—aku ingin Jongin mencicipi makanan buatanku—"
" J—jongin tenang saja, a—aku tidak menaruh hal yang aneh-aneh dalam makanan itu.." lanjut Kyungsoo masih dengan suaranya yang terbata.
Jongin tidak bergeming dari posisinya. Tubuh tinggi dan tegapnya masih saja membelakangi Kyungsoo tanpa berniat untuk menghadap ke arah Kyungsoo dan menatap wajah manis tersebut.
" J—jongin…"
" Nafsu makanku hilang sejak kau datang Do Kyungsoo.." ucap Jongin dingin dengan posisi tubuh masih membelakangi Kyungsoo, kemudian segera beranjak dari tempatnya dengan Baekhyun yang berjalan di sebelahnya—dengan tangan yang masih saling menggenggam.
Kyungsoo melengkungkan bibirnya ke bawah dengan mata bulatnya yang memerah saat lagi-lagi Jongin tak mempedulikannya. Hatinya berdenyut nyeri ketika indera penglihatannya selalu melihat bagaimana Jongin memperlakukan sosok Baekhyun dengan lembut. Berbanding terbalik dengan sikap yang Jongin tunjukkan padanya.
Menundukkan kepalanya dalam, Kyungsoo lantas memejamkan kedua mata bulatnya. Sedikit menghembuskan napas lelah, sebelum buliran bening itu mengalir dengan lancar di kedua pipi berisinya.
—Kyungsoo tidak tahu…. Jika ada sosok lain yang terluka di dalam kantin tersebut.
.
.
.
" Kyungsoo…" gumam sosok itu dengan senyuman miris yang terulas di bibirnya.
.
.
.
To Be Continued…
.
.
.
Hai ^^
Aku datang membawa chapter 2 untuk ff inih. Semoga suka dan gak mengecewakan yah :*
Ahh yah, aku minta jangan ada yang protes yah kalo tiap chapternya ituh pendek -_- aku masih belajar untuk buat ff yang berchapter. Karena jujur, aku merasa lebih sulit buat ff berchapter daripada oneshot. Terus juga aku minta maaf banget kalo misalnya ff inih tuh aneh, ngaco dan lain sebagainya. Percayalah, aku ajah bingung harus buat kaya apa lanjutan ff inih soalnya idenya datang tengah malam waktu aku lagi insomnia -_- dan aku perkirakan ff inih gak akan memiliki banyak chapter.
Satu lagi, jika nanti aku udah mulai update dalam jangka waktu yang (mungkin) lama, aku harap kalian bisa ngerti yah*senyummanis* soalnya aku juga akan sibuk sama kuliahku nanti. Yah doain ajah yah sebelum tanggal 22 ff inih udah selesai, jadi aku gak punya hutang ff sama kalian.
Terakhir—
Yang berkenan dan ikhlas..
Bisa memberikan reviewnya untukku?
Kritik dan saran diterima dengan lapang dada dan tangan terbuka :*
.
.
.
Terimakasiiiiiiiiiiiih ^^
