WORDS MAZE!
FanFiction © Amano Akira
"Arcobaleno Reborn…" Sapa seseorang saat Reborn berjalan melewati jalanan sepi.
"Siapa itu?" Tanyanya curiga.
"Kau mau ikut bermain?"
"Apa"
"….."
"Hey—hey!"
BUAAKHH
DUUUGH
"Reborn lama…" Tsuna menengadah ke langit. Langit sore yang kemerahan terasa hangat. Burung-burung terbang cepat kembali ke sarang, bersiap untuk istirahat menjelang gelapnya malam. Tsuna masih asyik duduk di teras, menunggu kepulangan Reborn dan yang lainnya.
5 menit. Belum ada yang pulang.
10 menit. Masih sepi.
15 menit. Sepi.
Tsuna mulai curiga. Ia melirik jam dinding lagi. Jam 6 lebih 15 menit. Harusnya mereka sudah pulang, tapi kenapa mereka belum juga pulang?
Akhirnya Tsuna bergerak dari tempatnya, lalu menulis memo untuk ditempel dipintu kulkas. Ia lalu melangkah pergi meninggalkan rumah. Tak lupa ia mengunci pintu.
Ia masih berpikir kira-kira permainan apa yang ada di kuil? Lagipula, kira-kira apa hadiahnya?
"Apa mungkin hadiahnya adalah uang? Wah, kalau begitu keren sekali…" Tsuna mulai membayangkan uang yang melimpah menjadi miliknya.
Selagi menunggu jam 8, Tsuna berkeliling kota. Ia pergi ke rumah teman-temannya sekedar berkunjung. Namun tidak ada satupun dari mereka yang ada dirumah. Tsuna mencari mereka disegala tempat, mulai dari taman, sekolah, hingga di toko. Mereka tidak ada.
"Mungkin mereka sedang jalan-jalan…" Desah Tsuna.
Jam 7 20 menit. Tsuna sudah sampai didaerah kuil. Nampak sepi, tidak ada siapapun disana, hanya bunyi gemerisik dedaunan yang tertiup angin.
"Vongola Jyuudaime, Sawada Tsunayoshi…" Sapa seseorang.
Dari balik pepohonan, muncul seseorang berpakaian jubah hitam. Kerudung yang menutupi hampir seluruh wajahnya menambah kemisteriusannya.
"Siapa kau?" Tsuna berdelik.
"Senang sekali kau mau ikut bermain…" Orang itu tersenyum simpul.
"Mana yang lain? Apa aku terlambat?" Tsuna menoleh ke sekeliling.
"Tidak, kau datang disaat yang tepat, Vongola Jyuudaime.." Lanjut orang itu.
"….!"
Saat Tsuna mengedipkan matanya, orang itu sudah tidak ada. Secara misterius Tsuna sudah ada ditempat lain. Lebih tepatnya, sebuah labirin.
"Kau harus melewati setiap petunjuk yang ada dilabirin ini, Vongola Jyuudaime…" Suara orang itu terdengar menggema.
"…jika kau gagal, maka mereka akan menghilang…, selamat mencoba.." Kemudian suara itu tidak terdengar lagi.
Tsuna menatap jalanan lurus didepannya. Ia masih belum mengerti hal apa yang akan ia temui didepan sana. Hingga ia mendengar suara…
"GAAAHH!"
"…!" Tsuna terkejut. Ia sangat mengenali suara itu.
"Go—Gokudera-kun!" Tsuna yang terkejut langsung berlari menyusuri labirin.
Setelah beberapa menit menyusuri labirin mengikuti suara jeritan itu, sampailah ia didepan sebuah tembok rerumputan.
"Gawat, jalan buntu!" Desah Tsuna panik.
Tiba-tiba dari tembok itu muncul tulisan.
Menurutmu siapa yang ada di balik tembok ini?
Tsuna bengong. Apa ia harus menjawab pertanyaan itu?
"Itu…Gokudera-kun!" Seru Tsuna yakin.
Tulisan lain muncul kembali.
Menurutmu kata atau kalimat apa yang sering ia sebutkan?
Tsuna terkejut. Kalimat apa yang sering disebutkan Gokudera?
Tsuna nampak tidak bisa berpikir jernih. Ia bingung dan panik. Ditengah kepanikan itu, terdengar seuara menggema.
"Jika kau gagal, nyawa orang dibalik tembok ini akan hilang!"
Tsuna semakin panik. Ia tidak tahu apa yang sering dikatakan Gokudera padanya. Di tengah keputus asaan, terdengar rintihan dari balik tembok itu.
"Jyuu—jyuu…"
Jyuu? Tsuna mendelik
"Aku tahu!" Seru Tsuna.
"Jyuudaime! Itu kata yang sering Gokudera-kun sebutkan!"
Angin ribut muncul tiba-tiba. Setelah angin itu reda, tembok rerumputan itu sudah hilang. Didepan Tsuna, Gokudera terkapar tak berdaya dan darah tergenang disekitarnya.
"Gokudera-kun!" Tsuna menghampiri Gokudera.
"Jyuu—Jyuudaime…" Gokudera merintih memanggil Tsuna.
"Ada apa ini?! Apa yang terjadi?!" Tsuna panik melihat temannya itu berlumuran darah.
"Ja—jangan pedulikan aku…Jyuudaime.., yang lain…selamatkan yang lain…" Rintih Gokudera. Tsuna mengangguk, lalu membaringkan Gokudera ke tanah.
"Aku pergi dulu…" Lalu Tsuna berlari menyusuri labirin lagi.
Beberapa lama menyusuri labirin ditengah kegelapan malam, Tsuna melihat seseorang berdiri didepannya.
Tsuna terkejut bukan main.
"Ka—kau…"
