YOU ARE STILL MY HERO chap 2 [ Skuel My Hero]
By : Kimyhoney
Rated : T
Cast : Yesung, Ryeowook, Kyuhyun, Sungmin, Siwon, Heechul, dll.
Genre : Romance, Humour, Family.
Warning : Typo bertebaran, Gaje dan sebagianya.
Summary : Ryeowook berencana mencari Jesica untuk memberinya pelajaran karena telah mengganggunya kemarin, namun niatnya ia urungkan karena sesuatu.
"Mianhe daddy, aku tidak bisa menjaga Ryeowook hingga kejadian ini terjadi. Ryeowook berkelahi dengan Jesica, karena Jesica dan teman-temannya merusak laptop milik Wook-ie." jelas Jongwoon.
"Tidak apa-apa, apa kesalahan Wook-ie, sehingga Jesica sangat membencinya?" tanya Siwon.
"Mollayo daddy, dulu ketika SMU, Jesica tidak berani mengganggu Wook-ie lagi karena ada Heechul hyung. Aku heran mengapa dia bisa muncul dikampus kami?" jawab Jongwoon. "Besok aku akan mencarinya daddy." sambung Jongwoon lagi.
Pagi hari dikediaman keluarga Choi, sudah dikejutkan dengan seorang namja mungil yang tengah duduk manis di meja makan dengan dandanan yang rapi. Ini adalah hal yang mustahil dilakukan oleh Ryeowook, karena biasanya ia baru bangun menjelang keberangkatannya ke kampus.
"Bibi! Aku minta tambah makanannya!" pinta Ryeowook, "Aku butuh tenaga yang banyak hari ini!"
"Memang apa kegiatanmu hari ini eoh? Semangat sekali, sampai-sampai bibi terkejut kau bangun sepagi ini." ujar bibi Shin sambil menuangkan bubur kacang hijau pada mangkuk Ryeowook.
"Pokoknya aku ingin melakukan sesuatu bibi, dan tolong buatkan bekal juga!" pintanya lagi.
"Baiklah, bibi siapkan dulu."
Dengan penuh semangat Ryeowook menghabiskan bubur yang disiapkan bibi Shin, bahkan minta tambah pula. Hal yang langka pula bagi Ryeowook makan sampai menambah porsi.
"Baby!" Siwon memanggil Ryeowook, ia kaget kerena melihat anaknya sudah berada di meja makan dengan pakaian yang rapi. "Akhirnya baby daddy bisa bangun pagi, hebat!" puji Siwon.
"Ne daddy, ternyata menyenangkan bangun pagi itu, bisa menikmati sarapan dengan tenang, tidak terburu-buru. Mulai besok aku mau bangun pagi daddy." oceh Ryeowook sambil memasukkan makanan kedalam mulutnya.
"Daddy dukung itu sayang, baby mau berangkat sendiri atau menunggu di jemput Jongwoon, atau bersama Kyu?" tanya Siwon
"Aku berangkat sendiri daddy, Kyu sepertinya masih tidur." balas Ryeowook.
"Baiklah hati-hati ne."
"Ne, daddy . . . aku ingin dibelikan laptop." pinta Ryeowook dengan senyum mengembang dan mata bulatnya yang lucu.
"Nanti baby mampir ke kantor daddy saja, ada beberapa laptop baru yang kebetulan belum dipakai, baby ambil saja satu."
"Wah Jinja? Gomawo daddy, daddy-ku memang yang terbaik sedunia. . . Muachh~~" Ryeowook mencium pipi Siwon, "Bye bye daddy~~ love you~~." pamit Ryeowook sebelum berangkat ke kampus.
Ryeowook sengaja berangkat pagi bukan karena ada jadwal kuliah pagi, ia akan mencari Jesica yang telah membuat gara-gara dengannya kemain. Ia ingin sedikit membalas perlakuan Jesica kemarin, bukan karena ingin balas dendam tetapi supaya Jesica jera dan tidak suka mengganggu orang lain.
Ryeowook membutuhkan waktu lumayan lama untuk menemukan keberadaan Jesica, setelah tanya kesana kemari akhirnya ia menemukan keberadaan Jesica.
Dengan penuh percaya diri, Ryeowook memasuki cafe tempat Jesica berada, alangkah kagetnya Ryeowook, Jesica berada di cafe bukan untuk berkumpul dengan teman-temannya, melainkan bekerja sebagai pelayan cafe.
"Rye-Ryeowook!" kaget Jesica, tidak menyangka kalau ia bertemu dengan Ryeowook disini, tempat yang seharusnya tidak boleh diketahui oleh siapapun.
"Hei Jes, bisa kita bicara sebentar?" tanya Ryeowook.
"Oh ne, aku ijin dahulu."
Ryeowook mengukuti Jesica kemana ia akan membawanya untuk bicara berdua.
"Apa yang akan kau bicarakan padaku? Ingin mengejekku?" sinis Jesica.
"Bisakah kau bicara lebih santun?" Ryeowook tidak habis pikir bagaimana kehidupan Jesica? Apa dia tidak dididik dengan benar oleh orang tuanya? Tidak tahu sopan santun sama sekali. "Kau tahu? Aku mencarimu karena ingin kau bertanggung jawab atas apa yang kau lakukan padaku kemarin, aku sudah menyiapkan tenagaku untuk menghadapimu dan anak buahmu, ternyata . . ." Ryeowook tidak melanjutkan perkataannya.
"Ternyata tidak seperti yang kau kira, bukan begitu?" tanya Jesica.
"Benar, hidup seseorang siapa yang tahu. Kau jauh seperti yang aku perkirakan, dan apa untungnya kau selalu bertindak arogan seperti itu? Yah, terutama kepadaku? Apa kau mendapat keuntungan dari itu?" tanya Ryeowook balik.
"Pengakuan, kau tahu aku bukan berasal dari keluarga berada yang hidup bahagia, karena kuat maka aku bisa mendapatkan pengakuan itu, dan bisa bertindak semauku, mendapatkan apa yang ku mau dengan begitu mudah." terang Jesica.
Ryeowook mendengarkan omongan Jesica dengan seksama, "Aku adalah orang paling bahagia dalam hidup, sebetulnya ada cara lain untuk mendapat pengakuan selain berbuat arogan." ucap Ryeowook. "Berbuat baik kepada orang lain adalah hal yang paling membahagiakan menurutku, dan aku yakin kau pasti belum pernah melakukannya." sindir Ryeowook.
Jesica hanya bisa diam, tidak bisa membalas perkataan Ryeowook. Benar, selama ini ia tidak pernah berbuat baik pada orang lain, ia selalu memaksakan kehendaknya pada orang lain.
"Hah . . Aku pergi dulu, aku ada kuliah, ingat berbuat baiklah supaya kau bahagia." teriak Ryeowook sambil berlalu meninggalkan Jesica.
"Tunggu!" panggil Jesica pada Ryeowook.
Ryeowook menghentikan langkahnya, "Wae?" tanyanya.
"Tolong jangan katakan pada mereka jika aku bekerja disini, hemm . . . sebetulnya aku mengganggumu karena aku iri padamu. Kau hanya anak pungut, tapi kau mendapatkan segalanya." ungkap Jesica.
"Baiklah, Ya . . . aku memang anak pungut yang sangat beruntung, tapi intinya bukan disitu, tapi disini." Ryeowook memegang dadanya.
Ryeowook tersenyum puas, ia tidak perlu berkelahi dengan Jesica. Apalagi ia berhasil menasehati Jesica untuk merubah sifatnya. Entah akan berhasil atau tidak itu terserah Jesica. 'Ternyata ia hanya iri denganku saja.' batin Ryeowook.
Jongwoon mencari Ryeowook di kampusnya, sejak tadi ia belum bertemu dengan kekasih mungil-nya itu. Jongwoon mencari hingga kedalam ruang kuliah Ryeowok namun ia tidak menemukan keberadaannya. Ia mencoba menghubungi ponselnya tetapi tidak aktif, kekhawatiran mulai menyelimuti pikiran Jongwoon.
Jongwoon mencoba mencari Ryeowook ke segala tempat yang biasa ia datangi, akan tetapi hasilnya nihil. Jongwoon hendak menelpon Siwon untuk menanyakan keberadaan Ryeowook, sampai sesiang ini ia belum melihat kehadiran Ryeowook di kampus, apa ia sakit setelah inseden kemarin.
Baru saja Jongwoon hendak memencet tombol panggilan untuk Siwon, suara cempreng yang ia rindukan menyapa pendengarannya.
"Hyunggg~~~" panggil Ryeowook manja.
"Baby . . . kamu kemana saja? Hyung mencarimu dari tadi, untung hyung belum telpon daddy."
"Aku tadi ada urusan sedikit hyung." jawab Ryeowook
"Urusan apa? Boleh hyung tahu?"
"Rahasia . . .hehehehe." sahut Ryeowook sambil nyengir.
Jongwoon meraih tangan Ryeowook dan membawanya dalam pelukannya. "Hemm sudah berani main rahasia sama hyung ne, minta digelitik ya?" tangan Jongwoon menggerayangi tubuh Ryeowook untuk menggelitiki tubuh kekasihnya.
"Hahahaha . . . ampun hyung." pinta Ryeowook smabil meronta agar lepas dari dekapan Jongwoon.
"Ck ada Kura-kura dan Jerapah mesum tidak tahu tempat." intrupsi seorang namja berjulukan Evil tepat didepan Jongwoon dan Ryeowook.
Jongwoon menghentikan aksinya menggelitik Ryeowook karena mendengar suara Kyuhyun. "YA! Apa kau bilang? Dasar Evil!" dumel Jongwoon.
"Kalian juga, peluk-pelukan di kampus." imbuh Sungmin yang berada di samping Kyuhyun.
"Jongwoon hyung main peluk seenaknya sendiri." tambah Ryeowook, pura-pura sebal pada kekasihnya.
"Itu karena baby main rahasia sama hyung," ujar Jongwoon sambil mencubit gemas pipi Ryeowook.
"Rahasia apa Wook?" tanya Kyuhyun penasaran.
"Nah, ayo ceritakan pada kami." bujuk Sungmin.
"Ahh, baiklah! Aku menyerah, aku memang tidak bisa menyimpan rahasia dari kalian bertiga." pasrah Ryeowook akhirnya. "Aku menemui Jesica tadi."
"MWO! Apa kau bilang? Kau tidak dilukai oleh Jesica-kan?" panik Jongwoon sambil meneliti detail tubuh Ryeowook.
"Aku tidak apa-apa, hyung tidak perlu khawatir, aku tidak berkelahi dengan Jesica, padahal aku sudah mempersiapkan diri jika Jesica menyerangku." kata Ryeowook.
"Pantas saja kau bangun pagi tadi. Ternyata ada maksudnya." sahut Kyuhyun.
"Lalu apa saja yang kau bicarakan baby?" tanya Jongwoon lagi.
"Banyak hyung, dan yang membuat aku kaget Jesica itu pelayan cafe."
"Mwo? Pelayan cafe? Tidak sesuai dengan kelakuannya." Sungmin berpendapat yang diangguki oleh ketiganya.
"Kata Jesica dia berbuat seperti itu supaya di hormati oleh teman-temannya." Ryeowook menceritakan semua yang ia bicarakan tadi dengan Jesica.
"Jadi dia tidak akan mengganggumu lagi baby?" tanya Jongwoon seraya mencium pucuk kepala Ryeowook, sementara dua namja yang didepan mereka membuang mukanya, merasa sebal dengan kelakuan Jongwoon dan Ryeowook yang selalu bermesraan dimanapun berada.
"Sepertinya kalian juga ingin melakukannya." sindir Jongwoon pada pasangan Kyumin.
"Kita tinggalkan saja pasangan aneh ini bunny." dumel Kyuhyun sambil menarik tangan Sungmin untuk meninggalkan Jongwoon dan Ryeowook.
"Dasar Kyuhyun." sunggut Ryeowook. " Hyung, antarkan aku ke kantor daddy ne, aku ingin mengambil laptop yang ditawarkan daddy pagi tadi." pinta Ryeowook.
"Oke, hyung juga ingin bertemu dengan daddy, kemarin-kan tidak jadi karena kejadian dengan Jesica."
"Kita berangkat sekarang hyung?"
"Ne, hyung ambil motor dahulu, kau tunggu disini." Jongwoon meninggalkan Ryeowook untuk mengambil motornya yang berada di tempat parkir.
Sesampainya di kantor Siwon, Ryeowook segera menuju ruang daddy-nya. Pegawai disana sudah sangat hafal dengan anak majikannya yang sering sekali bertandang ke kantor atasannya. Ryeowook selalu menyapa karyawan Siwon yang dilewatinya, atau kebetulan berpapasan dengannya. Jongwoon yang berada di belakang Ryeowook juga melakukan apa yang dilakukan oleh kekasihnya sambil sedikit membungkukkan badannya.
"Bibi. . . Apa daddy ada di dalam?" tanya Ryeowook pada sekertaris daddy-nya yang berada di depan ruang daddy-nya.
"Tunggulah sebentar, tuan Choi sedang meninjau proyek bersama rekan bisnisnya, mungkin sebentar lagi sampai kantor. Tunggulah di dalam." ujar bibi Yoon, sekertaris Siwon. "Mau minum apa Ryeowook-ie?" tawar bibi Yoon.
"Hemm, jus aja bibi, gomawo."
Ryeowook menarik tangan Jongwoon untuk masuk ke dalam ruang milik Siwon. "Ayo hyung kita tunggu daddy di dalam saja."
Ryeowook mendudukkan dirinya di sofa yang ada di dalam ruangan Siwon, disusul Jongwoon duduk disamping Ryeowook. Ryeowook merebahkan tubuhnya menggunakan paha Jongwoon sebagai bantalnya. "Woah capeknya . . ." keluh Ryeowook sambil menguap.
"Tidurlah! Sambil menunggu daddy." Jongwoon mulai mengusap rambut Ryeowook supaya namja mungil-nya tertidur.
Jongwoon menghentikan usapannya pada Ryeowook setelah memastikan Ryeowook tertidur. Jongwoon mengeluarkan buku dari dalam tasnya kemudian membacanya. Jongwoon yang sekarang tidak akan menyia-yiakan waktunya untuk hal yang tidak berguna, ia harus banyak belajar sekarang demi masa depannya. Apalagi Siwon sudah menyuruhnya untuk membantu di perusahaan kelak.
Klek
Pintu ruangan terbuka, menampakkan sesosok namja yang gagah dan tampan dengan balutan stelan jas. Namja tersebut adalah Siwon, pemilik perusahaan sekaligus ayah dari namja yang bernama Ryeowook dan calon mertua dari namja yang bernama Jongwoon.
"Sudah lama menunggu Jongwoon-ah?" sapa Siwon begitu memasuki ruangannya, sekertaris yang berada di depan ruangannya memeberitahu jika anaknya sudah menunggunya didalam.
"Belum begitu lama daddy, tapi sudah cukup membuat Ryeowook tertidur." jawab Jongwoon.
"Anak itu dimanapun bisa tertidur dengan cepat." ucap Siwon seraya melangkah mendekati Ryeowook, lalu mencium keningnya.
Siwon kemudian berjalan menuju lemari di sudut ruangannya, mengambil sesuatu yang berwarna merah yang terlihat sangat empuk.
"Pakailah ini untuk bantal Ryeowook." Siwon menyerahkan bantal berwarna merah pada Jongwoon untuk dipakaikan pada Ryeowook.
Jongwoon menerima bantal tersebut, dengan hati-hati ia mengangkat kepala Ryeowook dan mengganti pahanya dengan bantal merah dari Siwon lalu meletakkan kembali kepala Ryeowook dengan hati-hati.
"Kemarilah!" Siwon memerintahkan Jongwoon untuk duduk didepan mejanya. "Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan." jelas Siwon.
"Ne daddy." jawab Jongwoon.
"Begini Jongwoon-ah, ada karyawan daddy yang sedang cuti melahirkan, dia ada di divisi keuangan, daddy ingin kau membantu disana jika tidak ada jam kuliah, sekalian belajar." perintah Siwon.
"Benarkah daddy? Apa tidak menyusahkan nantinya? Pengetahuanku tentang keuangan masih sangat sedikit." ujar Jongwoon.
"Ne benar, untuk itu kau bisa belajar secara langsung disana, dan itu lebih baik."
"Baiklah daddy aku bersedia, mulai kapan aku bisa bekerja daddy?" tanya Jongwoon.
"Besok kau kuliah jam berapa?" tanya Siwon balik.
"Besok kuliah siang daddy."
"Baguslah, besok kau bisa masuk pagi, daddy akan memperkenalkanmu pada divisi keuangan."
"Ne daddy, gomawo." jawab Jongwoon sambil tersenyum gembira.
"Satu lagi yang ingin daddy sampaikan. . . sesuai pembicaraan daddy dan eomma-mu tempo hari, kami sepakat akan menikahkan kalian bulan depan." kata Siwon.
"MWO! Bu-bulan depan daddy?" jawab Jongwoon dengan sedikit berteriak mendengar perkataan Siwon.
"Daddy ~~ Hyung~~ Apa yang kalian bicarakan? Seru sekali." kata Ryeowook yang terbangun dari tidurnya karena mendengar teriakan Jongwoon.
TBC^.^
Hallo~~~ menunggu kelanjutan FF ini-kah? Jika iya, mianhe updatenya lama. Nah, silahkan baca jangan lupa kasih komentar ya. Maaf jika ceritanya semakin tidak jelas begini dan banyak typonya. Terima kasih semuanyaaa . . . byeeee
