CROSSGEN

Author : Dyororooo

Main pair : KaiSoo/KaiDO, with other EXO member in each part of this story, and of course our spesial OC/? Do Kyung Ri as Kyung Soo's sister.

Rate : T (15)

Genre : Romance, Comedy

Warning : Yaoi (BoysXBoys), OOC, gaje, typos, ga mengenal ejaan, aneh, dll.

a/n : please read the warn before you read!

The chara belongs to God and this fic belongs to me

Chapter 1

Kyung Soo adalah seorang laki-laki dengan ciri-ciri berambut pendek lurus berwarna brunette, mata bulat dan besar (untuk ukuran orang Korea), dan bibir merah tebal berbentuk hati. Tingginya sekitar 173cm, dia tidak terlalu gemuk namun juga tidak terlalu kurus. Hanya kurang berbentuk.

Dia tinggal berdua bersama kakak perempuannya yang bernama Do Kyung Ri. Mereka berdua sudah lama ditinggalkan orang tua mereka. Bukan, orang tua mereka tidak meninggal atau menelantarkan mereka. Tetapi karena urusan pekerjaan yang mengharuskan orang tua mereka meninggalkan mereka berdua.

Lagipula, Kyung Ri dan Kyung Soo sudah sama-sama tumbuh besar. Kyung Ri yang sekarang kuliah di salah satu universitas jurusan manajemen bertanggung jawab atas adiknya Kyung Soo yang masih duduk di sekolah menengah.

Maka dari itu, mau tidak mau Kyung Soo harus patuh pada Kyung Ri. Perlu diberi penekanan? MAU TIDAK MAU KYUNG SOO HARUS PATUH untuk SEMUA yang Kyung Ri lakukan padanya.

Hari itu di bulan Desember, Kyung Ri terus saja mengeluh kalau ia susah mendapatkan pacar. Dan itu membuat Kyung Soo gusar karena Kyung Ri selalu masuk tanpa izin ke kamar Kyung Soo dan langsung saja bercerita seenaknya.

Bukannya Kyung Soo tidak sayang pada kakaknya itu, hanya saja ia bosan mendengar keluhan kakaknya.

Pernah Kyung Soo sekali memberikan pendapat namun Kyung Ri keras kepala dan tidak mau mendengar.

Dan hari ini, selepas dari pulang kuliahnya Kyung Ri kembali datang ke kamar Kyung Soo.

CKLEK

Kyung Soo menoleh dengan tatapan malas lalu kembali pada stick PSnya.

"Noona, bisakah kau berhenti datang ke kamarku? Kau punya kamar sendiri dan kamarmu lebih luas daripada kamarku"

"Hm"

Yeoja itu langsung saja lompat dan berbaring di tempat tidur Kyung Soo sambil memainkan handphonenya.

Lagi Kyung Soo melirikkan matanya pada kakak perempuannya itu. Aneh sekali hari ini, biasanya dia akan segera berkicau lagi tentang nasibnya yang tidak bisa mendapatkan pacar. Tapi, kali ini mulutnya bungkam.

Tak lama kemudian, terdengar suara cekikikan yang membuat dahi Kyung Soo mengerut. Karena penasaran, Kyung Soo mempause gamenya sejenak.

"Jadi ceritakan padaku kenapa hari ini kau bisa tertawa seperti itu?"

Kyung Ri menoleh dengan wajah berseri-seri, "Kyung Soo, kau tahu?" Kyung Ri bangun untuk duduk menghadap Kyung Soo "Beberapa hari yang lalu aku menemukan situs menarik. Semacam pacar virtual. Aku hanya tinggal membuat akun dan memasang fotoku di profil dan POF! Banyak namja yang mendekatiku"

Kyung Soo memutar bola matanya, "Aku tidak tahu harus senang atau kasihan"

"Wae?"

"Karena jika para namja itu tahu sifat aslimu seperti apa, aku yakin mereka akan segera berlarian ketika melihat batang hidungmu"

"Ayolah Kyung Soo, dukung noonamu ini untuk mendapatkan seorang pendamping! Atau kau iri karena kau juga belum mendapatkan pacar huh?" goda Kyung Ri.

"Aku tidak ingin terlibat dalam suatu hubungan dulu noona. Banyak yang harus aku kejar selain wanita" Kyung Soo membalikkan badannya dan kembali melanjutkan gamenya tadi.

"Kyung Soo, untuk apa kau memikirkan nilai-nilaimu itu? Nilai itu tidaklah penting, yang penting kau mengerti dan bisa mengaplikasikan apa yang kau dapatkan di sekolah"

"Ya ya ya... jadi jika kau sudah merasa bahagia silakan pergi dari kamarku karena kau sangat berisik!"

"Kasar sekali, baiklah aku akan pergi"

BLAM

Kyung Soo bernafas lega setelah Kyung Ri akhirnya bisa ia usir dari kamarnya.

x

Keesokan harinya ketika aktivitas pagi harus memaksa mereka untuk segera bangun. Kyung Soo sedang mengoleskan mentega di atas roti panggangnya saat Kyung Ri baru saja turun ke bawah untuk ikut sarapan bersama.

Kyung Soo melihat kakaknya yang sepertinya tidak bisa lepas dari handphonenya semenjak dia terdaftar di situs itu. Siang dan malam dia terus menatap layar handphonenya, memainkan jarinya di tombol keyboard untuk mengetikkan sebuah pesan entah pada siapa.

Bunyi renyah dari roti panggang itu memecah keheningan. Tak lama Kyung Ri terlihat menghela nafas dan mengenyampingkan handphonenya. Terlihat frustasi.

"Ada apa noona? Kenapa wajahmu seperti itu?"

"Aku lelah dengan pacar virtualku ini Kyung Soo, dia itu lama-lama menyebalkan"

Kyung Soo mengunyah rotinya sambil menatap polos.

"Aku ingin memutuskannya tapi aku tidak tega, jadi aku memutuskan untuk menduakannya"

"Kau jahat sekali"

"Biar saja" celoteh Kyung Ri sambil mengoleskan selai coklat pada rotinya.

Beberapa saat keadaan kembali hening sampai Kyung Ri tiba-tiba berhenti mengoleskan selainya untuk menatap Kyung Soo.

Sebuah sunggingan terlukis diwajahnya. Senyuman devil itu seolah ingin memakan namja polos dihadapannya.

"Kyung Soo-ah"

"Hum?"

"Kau ingin membantuku kan?"

Kyung Soo menyerinyitkan alisnya. Biasanya jika Kyung Ri sudah meminta tolong, ia akan meminta Kyung Soo melakukan hal yang gila.

"Aku tidak akan meminta yang macam-macam, aku bersumpah" ucap Kyung Ri sambil membentuk jarinya menjadi angka dua.

"Apa yang kau inginkan?"

"Bisakah kau berpura-pura menjadi aku dan mengurus akunku?"

"MWO!?"

Kyung Ri nyengir. Kyung Soo masih menatap kakaknya dengan kaget dan mulut menganga.

"Begini Kyung Soo, sebenarnya pertama kali aku membuat akun itu dengan menggunakan namamu, tapi dibalik" ucap Kyung Ri santai dan memakan rotinya.

Rasanya tubuh Kyung Soo seperti mau hancur, ia ingin sekali melempar kakaknya itu dengan kursi dan mengacak-acak meja itu sekarang juga. Kyung Soo merutuki kenapa kakaknya.

"Dan kau tahu? Kau ternyata cukup cantik juga kalau menjadi seorang wanita. Aku memasang fotomu yang sudah ku edit sedemikian rupa dan hampir beratus-ratus pria langsung mendekatiku" lanjut Kyung Ri sambil menunjukkan hasilan editan foto Kyung Soo.

Mata Kyung Soo berdenyut sebelah. Mengurus akunnya dan berpura-pura menjadi kakaknya masih ia pertimbangkan. Tapi menggunakan namanya? Oh sungguh! Harga diri Kyung Soo serasa merosot ditambah dia dengan seenak jidatnya memakai foto Kyung Soo.

Kyung Ri memang gila, itulah yang dipikirkan Kyung Soo.

"Noona kenapa kau begitu jahat padaku? Setidaknya mintalah izin jika kau mau menggunakan nama dan foto orang lain!"

"Kalau pun aku meminta izin kau tidak akan memberikannya Kyung Soo"

"Aish noona bisakah kau berhenti bersikap konyol dengan aku sebagai taruhannya?"

"Aku tidak bersikap konyol Do Kyung Soo, aku hanya mencari kesenangan. Lagipula, wajahmu dan wajahku tidak terlalu berbeda kan?"

"Tetapi kenapa kau memakai fotoku?"

"Aku tidak terlalu percaya diri untuk memasang fotoku, jadi aku menggunakan fotomu" Kyung Ri memberi jeda dengan memakan rotinya, "Tapi sekarang aku memiliki akun asli dan memasang fotoku sendiri, hasilnya aku mendapatkan tipe pria yang aku inginkan"

"Kau egois! Kenapa kau tidak deactive saja akun yang itu?"

"Sudah kubilang Kyung Soo aku tidak bisa meninggalkan Kai"

"Siapa itu Kai?"

"Pacarku di akun itu"

Kyung Soo menepuk jidatnya, "Aku tidak mau! Kalau seperti itu aku merasa seperti berhubungan sesama jenis"

"Ayolah Kyung Soo, adikku tersayang, lakukan demi noonamu ini ne?"

"Tidak! Aku kasihan padanya dan pada diriku sendiri! Kau itu punya perasaan atau tidak? Dia pasti akan merasa sakit hati jika diperlakukan seperti itu! Lebih baik kau bicara padanya terus terang"

"Tidak mau"

"Noona berpikirlah lebih dewasa"

Perdebatan antara adik dan kakak itu semakin memanas. Jika Kyung Soo sudah mulai meninggikan nadanya, Kyung Ri akan segera lari dari permasalahan.

Dan benar saja, Kyung Ri dengan cepat menghabiskan rotinya lalu menyambar tasnya dan berangkat kuliah.

"Yak! Kita belum selesai membahas ini!"

"Passwordnya adalah tanggal lahirmu!"

Kyung Soo mendecak kesal. Ia mengacak-acak rambutnya hingga berantakan, rotinya dilahap dengan kasar. Kyung Soo lagi-lagi harus menderita karena kakaknya.

x

"Huaaaa Kyung Soo!"

Baekhyun, salah satu teman yang merangkap sebagai sahabat Kyung Soo di kelas itu segera berlari menghampiri Kyung Soo ketika pelajaran pertama berakhir.

"Ada apa Baekhyun? Nilaimu anjlok lagi?" tebak Kyung Soo dan Baekhyun mengiyakan.

"Lagi-lagi aku harus ikut remedial"

"Itu karena kau tidak pernah serius dalam belajar"

Baekhyun mengerucutkan bibirnya sementara Kyung Soo menghela nafasnya. Sejenak Baekhyun heran saat melihat Kyung Soo nampak tidak bersemangat hari ini.

"Ada apa dengan helaan nafas tadi Kyung Soo? Apa nilaimu juga jelek?"

Kyung Soo mendelik, "Tentu saja tidak tuan Bacon! Aku akan selalu mendapat nilai sempurna dan itu mutlak"

"Tapi rankingmu disekolah masih dibawah Joon Myeon"

"Aish diamlah! Jangan membuat kepalaku semakin terbebani Baek"

"Lalu kenapa? Apa yang membuatmu terbebani?"

"Kau bisa menebaknya sendiri"

"Kyung Ri noona?"

Kyung Soo hanya mengacungkan jempolnya pada Baekhyun dengan posisi wajah yang dibenamkan pada meja.

"Apa lagi yang dia lakukan padamu?"

"Dia membuat akun di salah satu situs pacar virtual dengan aku sebagai objeknya"

Jika Baekhyun sedang menengak minuman, bisa dipastikan Baekhyun menyembur Kyung Soo saat itu juga.

"MWO? Ah.. tapi ada bagusnya juga Kyung Soo, kau bisa mendapatkan pacar"

"Maksudmu mendapatkan pacar seorang namja? Kau tahu Baek? Dia menjadikan aku perempuan di situs itu! Bahkan sekarang ini dia tengah berpacaran"

"..."

"Arrghh" Kyung Soo kembali membenamkan wajahnya, "Aku benar-benar ingin pensiun menjadi adiknya"

"Um... bersabarlah Kyung Soo aku yakin semua akan indah pada waktunya" Baekhyun menepuk-nepuk punggung Kyung Soo, bermaksud menghiburnya walaupun sedikit.

"Jadi apa sekarang kau mau ke kantin?" tanya Kyung Soo.

"Apa? Kau mau memintaku membelikan roti melon dan jus strawberry lagi?"

Kyung Soo menunjukkan deretan giginya sementara Baekhyun hanya bisa menghela nafas. Dan menurut.

x

Sepulang sekolah, Baekhyun ikut pulang ke rumah Kyung Soo. Katanya dia ingin Kyung Soo membantunya belajar untuk kelas remedial nanti. Baekhyun memang agak sulit untuk mencerna apa yang sonsaengnim jelaskan, makanya terkadang ia meminta bantuan Kyung Soo.

"Nah, aku sudah menjelaskan tentang rumusnya dan memberikan contoh soal, sekarang kau coba kerjakan soal ini"

"Ayay saem!"

Baekhyun mulai berkutik dengan soalnya, Kyung Soo tinggal menunggu hasil yang dikerjakan Baekhyun. Setelah itu ia bertaruh kalau ia akan kembali mencoret semua hasil kerja Baekhyun dan memberikan soal yang sama.

Entah apa yang membuat Kyung Soo menjadi kepikiran tentang apa yang didebatkannya dengan Kyung Ri tadi pagi. Kyung Soo membuka handphonenya dan segera mencari situs yang dimaksud Kyung Ri.

Username dan password selesai dimasukkan, gambar masih loading. Kyung Soo melemparkan handphonenya ke kasur. Untuk apa juga dia membuka situs itu?

Tiba-tiba...

PING! PING! PING! PING! PING! PING! PING! PING! PING! PING! PING! PING! PING! PING!

"Uwaaaaaaaaa" teriak Kyung Soo dan Baekhyun bebarengan.

"Apa itu Kyung Soo? Siapa yang menchatmu sampai sebanyak itu?" tanya Baekhyun.

Kyung Soo segera mengambil handphonenya yang sama sekali tidak mau berhenti berdering. Pesan demi pesan terkirim ke handphone Kyung Soo sampai yang punya kewalahan menunggu hingga handphone itu diam.

Selang beberapa menit, Kyung Soo segera membuka pesan-pesan yang masuk tadi.

"Ige mwoya!?"

Baekhyun ikut-ikutan kepo.

"Baek selesaikan dulu pekerjaanmu"

"Aish..."

Benar-benar tidak dapat dipercaya oleh Kyung Soo. Banyak sekali pesan masuk dari orang yang bernama Kai di akunnya. Kyung Soo tidak habis pikir, sebenarnya apa yang ada di dalam otak orang ini.

KAI : Noona

KAI : Soo Kyung noona

KAI : Noona selamat pagi

KAI : Noona selamat pagi menuju siang

KAI : Noona selamat siang

KAI : Noona selamat petang

KAI : Noona selamat malam

KAI : Noona selamat tengah malam

...

KAI : Noona kau dimana?

KAI : Noona aku rindu padamu

KAI : Noona aku serius, aku merindukanmu, balaslah pesanku

Ada empat sudut siku-siku di pelipis Kyung Soo. Pantas saja Kyung Ri tidak ingin berhubungan dengannya lagi, Kyung Soo sudah menemukan alasannya dan alasan itu terpampang sangat jelas di depan matanya.

Kyung Soo melihat akun orang yang bernama Kai itu untuk lebih spesifiknya. Tidak ada yang istimewa, hanya namja biasa. Namun Kyung Soo tidak dapat melihat wajahnya dengan jelas karena orang itu mengatur brightnessnya dengan sangat terang. Sehingga yang terlihat hanya bola mata dan rambutnya saja. Menyeramkan.

Kyung Soo ingin membalas pesan-pesan itu, tetapi dia bingung mau bicara apa. Menjadi seorang Soo Kyung atau Kyung Ri bukanlah hal yang mudah, ia takut kalau orang yang bernama Kai itu akan mencurigainya karena gaya bicara yang berbeda.

"Kyung Soo aku selesa-"

BRAK

"Noona pulang adikku tersayang!"

Suara menggelegar yang hampir membuat jantung Kyung Soo dan Baekhyun loncat dari tempatnya. Bahkan Baekhyun tadi sempat melemparkan kertas soalnya.

"Oh ada Baekhyun rupanya, kalau begitu aku tidak jadi mengganggumu Sooie" ucap Kyung Ri sambil melengos pergi.

"Noona tunggu dulu!" cegah Kyung Soo.

"Nde? Ada apa? Ah... kau sudah membuka akunnya?"

"Ya dan apa maksudnya ini? Orang bernama Kai itu terus menerus memberiku pesan, sampai-sampai tadi handphoneku sempat ngehang. Sebenarnya apa yang kau lakukan padanya?" tanya Kyung Soo to the point.

"Dia hanya sedang merindukan Soo Kyung. Dia akan seperti itu jika kau tidak membalas pesannya barang sedetikpun. Lagi, aku tidak melakukan apapun padanya, dia hanya terobsesi pada Soo Kyung"

"Apa maksudmu?"

"Itu artinya orang yang bernama Kai itu terobsesi padamu Kyung Soo" celetuk Baekhyun tiba-tiba.

"Jangan mengajariku Baek"

"Huh" Baekhyun mengerucutkan bibirnya.

"Kau tinggal membalas pesannya saja apa susahnya?"

"Tapi caraku mengobrol itu berbeda denganmu noona!"

"Tenang saja, aku menirukan gayamu yang dingin. Tidak terlalu dingin, hanya saja aku membuat sosok Soo Kyung itu menjadi lembut, ramah, anggun dan feminim"

"Ugh... ini benar-benar menjijikan"

"Tidak semenjijikan itu, lakukan demi noonamu tercinta ini ne?" ucap Kyung Ri sambil mengerlingkan matanya. Kyung Soo hampir muntah ditempat.

"Jangan lupa Kyung Soo, lembut dan feminim"

Kyung Soo meniup poni rambutnya yang pendek. Sungguh ia ingin sekali menendang kakak perempuannya itu.

Kyung Soo kembali menutup pintu kamarnya. Dilihatnya Baekhyun yang senyum-senyum sendiri kearah pintu.

"Kenapa kau?"

"Kyung Ri noona itu cantik, dia seperti dirimu tetapi versi wanita"

"Baekhyun aku tahu kau frustasi dengan soal-soal ini, maafkan aku, kau boleh istirahat sejenak"

"Kau selalu tahu apa yang aku inginkan Kyung" jawab Baekhyun dengan cengirannya yang khas.

x

Sore hari selepas ia selesai mengajari Baekhyun. Akhirnya Kyung Soo bisa relaksasi di dalam bath tub berisi air hangat.

Perlu diketahui, mengajari Baekhyun itu ibarat sedang mengajari bayi gajah. Sangat rewel dan berisik. Kyung Soo sampai kewalahan mengajari soal yang sama selama 5 kali berturut-turut.

Merasa sudah cukup rileks, Kyung Soo segera keluar dari bath tub dan memakai handuknya.

Kyung Soo baru saja masuk ke kamar dan tiba-tiba ia kembali dikagetkan dengan kakaknya yang sedang mengotak-atik handphonenya diatas kasur.

"Yak noona! Apa yang kau lakukan dengan handphoneku?"

"Kau belum membalas pesan orang ini?"

"Memangnya kenapa?"

"Aniya, aku pikir kau harus segera membalasnya Kyung Soo, dia akan sangat khawatir"

"Dia sudah sangat khawatir noona, bahkan lebih dari itu"

Kyung Ri mengedikkan bahunya dan menyimpan handphone Kyung Soo kembali. Kyung Soo berjalan untuk mengambil pakaiannya dilemari sampai tiba-tiba Kyung Ri menarik handuk yang melingkar di pinggang Kyung Soo dan beringsut keluar kamar.

"NOONAAA!" teriak Kyung Soo sambil menutupi bagian istimewanya dengan wajah memerah.

"Punyamu kecil Sooie!" balas Kyung Ri berteriak.

Kyung Soo menggembungkan pipinya karena malu. Ia menendang pintu kamarnya dengan keras.

"Lain kali aku akan memasang gembok" gerutunya.

x

Kyung Soo menjatuhkan badannya di kasur setelah makan malam. Matanya kemudian melirik kearah handphonenya di atas meja. Terngiang Kyung Soo oleh perkataan kakaknya yang bawel harus segera membalas pesan orang itu.

"Kai..." gumamnya lalu mengambil handphone itu.

Dia kembali membuka situsnya, dan

PING! PING! PING! PING! PING! PING! PING! PING! PING! PING! PING! PING! PING! PING!

"Huwaaaaaa" Kyung Soo kembali terkejut dengan semua pesan masuk yang dikirim orang itu. Lagi-lagi handphonenya hampir ngehang gara-gara banyaknya pesan yang diterima.

Isinya tidak jauh berbeda dengan yang tadi. Kyung Soo berpikir orang ini sama gilanya dengan kakak perempuannya, hanya mungkin dalam konteks yang berbeda.

Tetapi Kyung Soo mencoba berpikir hal positifnya. Orang ini benar-benar setia pada Soo Kyung. Dia pasti sangat mencintai sosok Soo Kyung.

Kyung Soo menghela nafasnya. Ia memutuskan untuk mencoba membalas pesan orang itu.

...

Soo Kyung : Kai

(beberapa detik kemudian)

KAI : Noona!

"Cepat sekali membalasnya" gumam Kyung Soo.

Soo Kyung : Kai maaf aku tidak membalas pesanmu seharian ini, aku sibuk mengerjakan tugas

KAI : Begitukah? Apa sekarang tugasnya sudah selesai noona?

Soo Kyung : Nde, sudah Kai

KAI : Syukurlah, aku benar-benar merindukanmu noona. Kau tahu? Aku terus memikirkan keadaanmu

GLEK

Kyung Soo benar-benar sweatdrop menghadapi orang ini. Tipe lelaki macam apa dia?

Soo Kyung : Benarkah? Mianhae sudah membuatmu khawatir Kai

KAI : Sudahlah tidak apa-apa noona yang penting sekarang kau ada untukku. Kau sudah makan malam noona?

Soo Kyung : Nde, sudah Kai

KAI : Dengan apa?

TWITCH

"Perlukah dia bertanya hal ini? Dan perlukah aku menjawab?" ucap Kyung Soo.

Soo Kyung : Eum... sup kimchi

KAI : Sup kimchi? Apa pedas? Atau terlalu masam? Aigoo noona, malam-malam jangan makan yang seperti itu, nanti kau sakit perut dan tidak bisa tidur!

Kyung Soo tersenyum getir, orang ini bahkan lebih bawel dari noonanya sendiri. Namun disisi lain Kyung Soo merasa diperhatikan.

Soo Kyung : Ani, tidak terlalu pedas Kai, aku tidak akan sakit perut dan pasti aku bisa tidur dengan nyenyak

KAI : Aku pegang janjimu noona, oh ya ngomong-ngomong apa kau sudah sikat gigi?

Kyung Soo membenamkan wajahnya dibantal, apa semalaman ia harus chatting dengannya seperti ini? Atau setiap hari? Kyung Soo bisa gila! Dia bukan selebriti yang sedang naik daun, tidak patut diwawancarai sedetail ini.

Akhirnya mau tidak mau Kyung Soo membalas pesan-pesan dari Kai. Dan itu berlanjut hingga tengah malam. Mata Kyung Soo sudah sangat berat, berkali-kali ia meminta izin untuk tidur dan Kai mengizinkannya. Namun selang beberapa detik Kai berkata

KAI : Ah ne noona selamat malam

KAI : Selamat tidur noona

KAI : Mimpi yang indah

KAI : Jika kau bermimpi buruk pikirkanlah aku, aku akan datang untuk mengusir mimpi burukmu

KAI : Jaljayo noona

KAI : Sweet dream

KAI : I love you noona

KAI : Saranghae noona

...

Terus menerus hingga satu jam kedepan. Wajah Kyung Soo sudah benar-benar kusut mendengar nada dering di telinganya, sampai ia akhirnya mematikan handphone dan menutupi kepalanya dengan bantal.

TBC

a/n.

Annyeong readers! Bagaimana kelanjutannya? Bagi yang penasaran awalnya kenapa, semoga bisa menemukan jawabannya disini/?

Sebenernya chapter ini dipotong karena saya pikir akan terlalu panjang nantinya. Tadinya saya mau bikin ff ini kurang dari 10 chapter, tapi takut jadi kecepetan alurnya. Atau mungkin lebih baik dipanjang-panjangin aja/?

Makasih juga buat sarannya Kydo-nim muamua/? xD

Kalau ada pertanyaan silakan tanyain aja

And please give your comments, opinion, critics etc. to help me make this ff better

Always love KaiSoo

Thanks for review

ViraaHee, Guest, GYUSATAN, ohmydeer, Kyungra26, Viyomi, hanachoco, Kaisoo32, taufikunn9, yongchan, jl25, NHAC, Byul Hun.K, ajib4ff, dokydo91, Taman Coklat, kkaissoo, Re. Tao

And readers who also read, follow, favorite this story and author

XOXO

-dyororooo-