Harvest Moon © Natsume Inc.
Title : Sudah Malam, atau Sudah Tau?!
.
Author : mikukiku a.k.a DanicaAgate
.
Genre : Horor, Mystery, Friendship.
.
Warning : typo, OOC, kata-kata agak membingungkan, rada serem, maybe?.
.
Summary : akibat rumor hantu yang beredar dikampus Claire dan Mary dihantui! Apa yang sebenarnya terjadi. Part 2 ini khusus Mary POV. And akhir kata Cekidot~
.
~Happy Reading, RnR, NO COPAST~
# Part 2 ^^
Mary Pov
= Taman Belajar in Sunny University=
Dengan sabar aku menemani Claire yang sedang galau karena tugas pemogramannya yang entah apa itu. Kami duduk disalah satu meja yang memang di persiapkan untuk mahasiswa yang ingin mengerjakan tugas disini. Kulirik meja lain, banyak mahasiswa yang sedang asik menekuni tugas masing-masing.
Oh iya, Kemarin sore sehabis mata kuliah akuntansi dasar. Aku mendengar beberapa teman sekelasku sedang membicarakan rumor hantu yang menghebohkan di kampus. Yang aku dengar dari mereka, banyak mahasiswa dan senior yang pulang malam diganggu hantu tersebut. Hantu itu dikabarkan akan menunjukkan wujudnya yang tak berkaki. Jujur saja, aku paling takut dengan cerita yang seperti itu. Aku tak akan berani pulang malam. Langsung saja aku memberi tahu Claire tentang rumor hantu itu.
"hey Claire, kau sudah dengar rumor hantu yang mengganggu mahasiswa yang pulang malam?," tanya ku sedikit bergidik.
"Ya, aku sudah mendengar rumor murahan itu. Tapi Mary, kita ini hidup di zaman modern. Aku tak percaya dengan yang namanya hantu. Yang aku percaya keberadaannya adalah malaikat, setan, dan iblis. Seperti yang dikatakan Mr Carter kemarin saat matakuliah agama," Jawab Claire panjang lebar, sambil tetap fokus pada tugas pemogramannya yang tak kunjung selesai.
Huft, si Claire memang seperti itu. Dia takkan percaya dengan yang namanya hantu. Lihat saja jika dia melihat hantu sungguhan. Apakah dia akan seberani ini? Ah entahlah. Akupun sejujurnya tak pernah melihat hantu sungguhan. Memikirkannya saja aku sudah merinding T_T
"kau tak percaya Claire? Bahkan senior kita saja sudah banyak yang diganggu. Ah pokoknya aku tak berani jika pulang terlalu malam," aku memasang wajah kesalku didepan Claire.
"Mary, maaf kalau aku membuatmu kesal. Tapi, tetap saja aku tak mempercayainya. Itu mungkin hanya trik senior untuk menakuti kita saja. Oh ya, bagaimana kalau kau membantuku menyelesaikan tugas matakuliah pemograman c ini. Aku sudah frustasi -_-," ujar Claire memelas.
WHAT?! Baiklah, untuk urusan Claire tak percaya dengan rumor hantu itu tak masalah. Tapi yang benar saja -_- , membantunya mengerjakan tugas pemograman? Bahkan aku tak tahu pemograman itu bagaimana. Wah si Claire memang benar-benar.
"aduh Claire, aku bukan mahasiswa teknik mekatronika. Aku ini mahasiswa jurusan akuntansi. Kau ingat? Dan melihatmu dan laptopmu saja aku sudah pusing," aku mengingatkan.
"ah, kau benar Mary. Huft, sudahlah kita pergi makan saja dulu," ajak Claire sembari membereskan laptop dan binder.
Aku pun membereskan binder dan buku panduan akuntansi dasar yang tergeletak dimeja. *aku belum sempat membaca buku panduannya. Keburu bergosip sama Claire :3 #plak
mikukiku
Still Mary Pov
= Canten=
"aku pesan spagethi sama jus sirsak ya," ujar Claire pada ku yang akan memesan makanan.
"sip bos" sahut ku sambil berjalan untuk memesan makanan.
"untung antrian tak panjang ^^," gumamku pada diri sendiri.
Setelah memesan makanan, akupun berjalan menuju meja dimana Claire sedang menunggu. Dan aku melihat disana sudah ada Skye. Skye Lautner. Yah dia salah satu senior kami. Dan dari apa yang aku amati. Dia sepertinya menyukai Claire. Hihi
"Hai Skye lama tak bertemu," sapa ku pada Skye.
"Hai Mary, iya lama tak berjumpa,"
Kami bertigapun ngobrol dengan santai sambil menikmati makan siang yang telah kami pesan. Ditengah-tengah obrolan kami, Claire mengeluh tentang tugas pemograman yang tidak dapat dikerjakannya. Dan Skyepun memberi solusi pada Claire. Aku hanya mendengarkan sambil tetap memakan chesse cake ku.
"Bagaimana kalau aku membantumu untuk mengerjakan tugasmu?," tawar Skye pada Claire.
"Kau mau membantuku?," sahut Claire dengan mata berbinar.
"Ya, tentu saja aku akan membantumu," Skye tersenyum manis menampakkan deretan gigi rapinya.
"Kapan kita akan mengerjakannya? Dimana? Jam berapa?," tanya Claire antusias.
"Wah Claire, kau sudah tak sabar rupanya. Hehe. Kita kerjakan nanti sore saja sekitar jam 5, di taman belajar. Bagaimana?"
"oke"
Bukannya aku cemburu atau apa, tapi aku muak dengan ini -_- helloooo… bisa-bisanya mereka pacaran -sebenarnya mereka tak benar-benar pacaran, tapi aku berharap mereka segera pacaran- didepan mataku. Ah aku dianggap obat nyamuk kali ya? Tapi, apa kata Skye? Mereka akan mengerjakan tugas jam 5 di taman belajar? Oh tidak…
"Eh, tunggu dulu. Tapi kalian berdua harus ingat, jangan pulang malam. Jangan lupa dengan rumor hantu yang beredar," aku mengingatkan Skye dan Claire.
"aku tak percaya dengan rumor hantu itu" ucap Skye dan Claire bersamaan.
Ah, lihat itu. Mereka memang pasangan yang dapat dikatakan sehati. Mungkin. Lalu kamipun tertawa dan melanjutkan makan kembali.
Oh ya, Claire Swift, dia adalah sahabat baikku dari JHS dulu hingga sekarang. Claire adalah anak yang menarik. Dia energik, ramah, kadang sedikit bawel. Aku merupakan salah satu murid yang pemalu. Jika Claire tak mendekati ku terlebih dahulu, mungkin aku tak akan bisa dekat dengannya. Sebenarnya aku termasuk orang yang terbuka, namun hanya pada beberapa orang saja. Seperti pada Claire, Skye –si senior aneh dengan rambut silvernya, dan Gray. Hanya sekadar pemberitahuan, aku menyukai Gray sejak pertama kali melihatnya. Sikap dinginnya, sikap cueknya, dan terkadang dia juga bisa perhatian.
Gray Parker, dialah yang menyemangatiku untuk menulis. Hobi menulis ku ini mungkin diturunkan oleh bakat ayahku. Ayahku 'Mr Basil', seorang peneliti tumbuhan dan penulis buku. Dan sekarang aku sedang mengerjakan proyek pembuatan novel. Aku memang memilih untuk masuk jurusan akuntansi. Namun tetap saja aku tak bisa lepas dari mimpiku untuk menjadi seorang penulis terkenal. Gray yang selalu mengkritik isi novelku, dia yang selalu memberi masukan apa saja yang kelihatan menarik untuk dimasukkan.
mikukiku
Author Pov
=Mary's Room=
Pukul 5 PM
Saat ini Mary terlihat sibuk mengetik, ide dikepalanya mengalir dengan deras. *emang air sungai apa mengalir dengan deras? #plak, di gaplok Mary. Hari ini, Mary lagi semangat banget buat melanjutkan novel yang sedang dalam proses pengerjaan.
Author mau sedikit cerita, Mary dan Claire ini tinggal di asrama kampus. Nah, berhubung ini asrama baru, dan yang tinggal disini sedikit. Jadi beberapa mahasiswa bisa menempati satu kamar sendiri. Nah, Mary dan Claire memilih kamar yang bersebelahan. Mereka memilih tinggal di paviliun Edelweis. Asrama ini memiliki beberapa paviliun, dan mahasiswanya boleh memilih dimana ia akan tinggal (enak banget -_- miku juga mau kalau kayak gini). Paviliun Edelwish memiliki 10 kamar memiliki fasilitas 2 tempat tidur, 2 meja belajar, 1 meja rias, 1 kamar mandi didalam, 1 ruang tamu, 1 ruang santai untuk nonton TV bersama, 1 meja makan besar untuk makan sekitar 20 orang, dan 1 dapur yang luas untuk semua penghuni paviliun. Asrama ini, memiliki aturan yang fleksibel. Itulah yang membuat Mary dan Claire memilih untuk mencoba hidup mandiri di asrama ini.
Back to Mary~
Sekarang sudah pukul 6 PM.
Mary sedang asik mengetik. Tiba-tiba handphone disampingnya bergetar. Segera Mary melirik ke arah handphonenya. 1 Message received. Langsung saja ia membuka smsnya. Mary senyum-senyum gaje. Kenapa? Tentu saja karena Gray-lah sang pengirim sms tersebut.
My Gray :
'Mary, kau sedang apa? Sudah makan?'
.
Bagaimana Mary tak senang? Hihi, lihat saja muka Mary sudah merah kayak udang rebus. Gray sangat perhatian.
Mary Cantique :
'aku sedang mengerjakan novelku Gray. Inspirasi baru saja muncul. Aku belum makan. Mungkin sebentar lagi aku akan masak.'
.
Mary mematikan laptopnya, segera ia mengambil mie instan dan telur di lemari makanannya. Sepertinya Mary lagi ingin makan mie instant. Buat para Author, jangan banyak makan mie instant. Nanti bisa sakit loh. Ketika akan melangkah keluar kamar, handphone Mary bergetar lagi. Langsung saja Mary melihat balasan sms dari Gray.
My Gray :
'kau sedang mengerjakan novelmu? Ah aku ingin segera melihatnya. Bagaimana kalau aku nanti mampir ke asramamu? Aku akan membaca dan mengkritik. Bagaimana? Kau harus segera makan Mary. Aku tak mau jika melihatmu sakit.'
.
"Ah Gray, kau manis sekali. Betapa aku sangat menyukai perhatianmu yang seperti ini. Gray, kau membuat jantungku berdetak 2 kali lebih cepat dari biasanya," celoteh Mary girang. Mary segera membalas sms Gray.
Mary Cantique:
'kau ingin mampir? Tentu saja boleh. Datang saja kesini jam 7 atau jam 8. Aku akan sangat senang. Iya, ini aku juga akan makan.'
.
Marypun bersenandung kecil sambil berjalan menuju dapur. Segera Mary menyiapkan alat yang akan digunakan untuk memasak. Dengan gaya ala Master Chef-nya *halah, masak mie instant aja -_-" . Sambil terus bersenandung, Mary memasak mie instantnya. Dimasukkannya air, tunggu sampai mendidih. Dan dimasukkannya telur dengan ditambah minyak tanah sedikit. *Mary mau masak, atau apa sih? Kok pakai minyak tanah. Ah lupakan soal minyak tanah. Singkat cerita Mary sudah selesai memasak mie instantnya. Dibawanya mie instantnya kemeja makan. Lalu diambilnya lagi botol a**a dan buah apel dari dalam kulkas. Ketika dia akan duduk dimeja makan. Di meja sebrang sudah ada seseorang yang duduk disana. Namun sepertinya Mary tak pernah sekalipun melihatnya. Dia duduk 6 kursi di sebrang dari tempat duduk Mary saat ini.
'dia siapa? Bukannya hari ini tak ada orang selain aku di asrama?' batin Mary bertanya-tanya.
mikukiku
Mary Pov
=Kitchen=
Aku terus saja bersenandung tak jelas. Aku senang sekali saat Gray mengirimkan pesan padaku. Ah Gray. Aku sangat menyukaimu. Lalalalala~ Ah mie-nya sudah selesai. Saatnya makan….
Aku taruh mie instant ku di meja makan, dan aku pergi lagi mengambil sebotol a**a, ah sebut saja aqua. Dan sebuah apel. Ketika aku kembali lagi ke meja makan. Aku melihat seorang wanita berambut panjang duduk di salah satu kursi di sebrang kursiku. Dia terlihat sedang membaca buku. Ah siapa dia? Mahasiswi yang tinggal disini juga? Atau seorang tamu dari mahasiswi yang tinggal disini? Tapi seingatku, sore ini aku tinggal sendirian. Karena yang lain punya acara masing-masing. Apa lebih baik aku sapa saja? Ah, rambut panjangnya itu membuatku bergidik seram. Aku memberanikan diri untuk menyapanya.
"hai, kamu anak baru atau teman dari salah satu yang tinggal di paviliun ini? Atau kau anak paviliun lain?" tanyaku mencoba seramah mungkin.
Orang yang aku sapa tadi melihat ke arahku. Oh My Lord. Lihat mukanya. Pucat. Namun terlihat wajah cantik disana. Dia tersenyum. Tapi dimataku, itu terlihat seperti senyum yang menyeramkan. Dia menjawab.
"aku anak paviliun melati, aku hanya iseng main kesini. Bolehkan?" jawabnya dengan suara yang lembut.
Paviliun melati? Itu kan paviliun yang paling ujung. Lumayan jauh juga. Itu paviliun para senior. Dan lagi, paviliun melati itu sebenarnya agak menyeramkan. Sudah berada ditempat yang paling ujung. Ditambah pula dengan suasana koridor yang cukup menyeramkan. Jika malam hari kalau kau keluar asrama sendirian, mungkin saja kau merasa ada seseorang yang mengikuti dibelakang. Paviliun di Sunny University dihubungkan dengan koridor-koridor yang cukup panjang layaknya koridor yang berada di rumah sakit. Karena pada dasarnya aku orang yang penakut, jadi aku tak pernah sekalipun keluar paviliun sendirian. Mulai jam 7 malam, sudah banyak para mahasiswa yang sudah berada didalam paviliun masing-masing.
"ah, tentu saja boleh. Tak ada peraturan yang melarang anak paviliun lain untuk main disini. Perkenalkan, namaku Mary. Kau siapa?," tanyaku padanya.
"namaku Aja, salam kenal Mary," jawab Aja datar.
Oh, nama anak itu Aja. Nama yang unik, tapi aku belum pernah mendengar nama itu sebelumnya. Tapi yasudahlah. Siapapun itu namanya, aku harap dia bisa jadi temanku. Dengan perlahan aku memakan mie yang masih panas. Duh, kenapa aku tak menawarkan pada Aja -_- betapa tak sopannya aku ini.
"namamu unik Aja. Oh ya, apa kau ingin makan mie juga?," tanyaku pada Aja yang masih saja sibuk dengan bukunya.
Dia hanya menggelengkan kepalanya. Jika dia sedang menunduk sambil membaca buku seperti itu, entah kenapa itu membuatku semakin merinding. Ah apa yang sedang aku pikirkan. Rasanya aku ingin segera kembali ke kamar. Dan aku ingin secepatnya Gray datang kesini.
Dengan perlahan tapi pasti aku memakan mie dihadapan ku. Sambil sesekali melirik pada Aja. Walau mie ini agak panas namun ku paksakan saja untuk segera masuk ke mulut. Ah panas~ langsung saja aku membuka tutup botol air minumnya. Dan langsung meminumnya. Huft untung aku sudah persiapkan minumnya.
Ketika aku mengambil tutup botolnya, tanpa sengaja menyenggol buah apel yang tadi aku siapkan untuk pencuci mulut. Aduh, apa sih yang aku lakukan. Itukan apel yang akan ku makan. Dengan malas aku berjongkok untuk mengambil apel yang ada dibawah meja. Tapi dimana apelnya? Ku perhatikan lagi, tak ada juga. Huh. Dimana sih? Tanpa sengaja aku melihat ke sisi depan meja makan. Tak kulihat kaki Aja disana. Apa Aja sudah pulang. Langsung saja berdiri untuk memastikan. Tapi yang kulihat Aja masih duduk di kursi makan, dan sambil membaca bukunya.
'ini tak mungkin kan?! Aku pasti lelah,' batinku menenangkan.
"dimana ya apel ku?" tanya ku dengan suara agak kuat.
Dengan perlahan aku jongkok kembali, sambil memastikan apa yang aku lihat barusan. GLEK, kakinya benar-benar tak ada…
'BAGAIMANA INI'
Dengan cepat aku bangkit, segera aku ambil mangkok dan botol air yang ada diatas meja.
"Aja, aku tinggal dulu ya. Sudah malam nih….." ujar ku takut-takut. Aduh, kenapa aku pake pamitan segala sih? Apa yang ada di kepala ku sebenarnya? Udah ah pergi aja.
Baru aku mau melangkah, Aja berkata dengan menyeramkannya,
"sudah MALAM, atau sudah TAU?"
Kyaaaaaaaaaaa, kok dia ngomong gitu sih? Langsung saja aku berlari ke dapur. Tapi tiba-tiba kaki ku seperti ada yang menahannya. Ternyata….
"KYAAAAA, APA YANG KAU LAKUKAN AJA? Aku tak berniat untuk mengganggumu. Tolong lepaskan. Kenapa kau menahan kakiku?" teriakku ketakutan sambil menahan air mata agar tak keluar.
"kaki yang indah" ujar Aja sambil melihat kearah ku.
Dengan sekuat tenaga aku berusaha untuk lepas dari Aja. Tapi sia-sia. Lalu tiba-tiba Aja menarikku dengan kasar. Aku terseret. Mangkok yang tadi ku pegang pecah. Botol aqua yang ku bawa mengelinding entah kemana.
"Aja, kenapa kau lakukan ini?" tanyaku sambil memberontak.
Aja tetap menarik kakiku, dan….
DUAK
Kepalaku kejedot tembok didapur. Kepalaku pusing. Dan akhirnya GELAP.
mikukiku
TO BE CONTINUED
HOLA miku datang lagi ^^
Ini dia 'Sudah Malam, atau Sudah Tau?!' Part 2. Nyahahaha *devil smirk
Semoga para readers suka
Maaf ceritanya masih datar banget -_-
Miku kan newbie kemarin sore .
Part 3 nyusul ya~
Rencana lain, miku bakal buat cerita horor lagi. Sama mau buat cerita drama gitu ^^
Gimana? Apa para readers setuju?
Mohon kritik dan sarannya~
Dan terimakasih buat yang sudah meninggalkan review. Merci Boucoup ^^
Kritik yang membangun sangat miku harapkan ^^
With Love
Mikukiku a.k.a DanicaAgate
