.

Love in Mixi © Hezlin Cherry

.

Inspired by That Guy was Splendid

(Guiyeoni)

.

RATE : M (For Save)

.

Sasuke Uchiha X Sakura Haruno

.

Romance, Hurt / comfort

.

NARUTO © MASASHI KISHIMOTO

.

.

.

Summary : Karena keisengannya mengomentari status seseorang dari Sekolah lain di sosmed 'Mixi', Haruno Sakura harus berurusan dengan Uchiha Sasuke si ketua Geng Taka. Hingga suatu hari ia juga tak sengaja mencium bibir sang Uchiha, membuatnya semakin jauh terjebak dalam masalah, kala ketua Geng Taka tersebut meminta pertanggung jawaban lebih padanya. Sejak saat itu pula, hidup Sakura menjadi penuh kejutan.

.

.

.

WARNING: Alur muter2 gajeness, AU, OOC, TYPO, gak sesuai EYD!?

.

.

Don't like? Don't read!

.

.

.

(^▽^)↗Happy Reading↖(^▽^)↗

.

.

.

'U-Uchiha Sasuke?'

'Uchiha Sasuke?'

'Uchiha Sasukeeeeeee?'

Sakura masih terus menggumamkan nama itu di dalam kepalanya. Saat ini jantungnya masih berdetak kencang menatap pria tampan yang sialnya terlihat menahan amarah tersebut.

"Huh, ternyata kau hanyalah seorang gadis aneh berkepala gulali!" Pria yang bernama Uchiha Sasuke itu mendengus kasar setelah melihat gadis pink yang pernah memaki dan menghinanya di Mixi.

Mereka masih bertatapan lama dengan posisi, Sasuke berdiri tegak di belakang Sakura sambil menahan kepala pink itu dan mendongakkannya ke atas agar bisa melihat wajahnya.

Glek!

Sakura merasa menelan saliva pun begitu susahnya. "Mau apa kau?" Ia memberanikan diri bertanya.

Sasuke menyeringai, diikuti oleh kedua temannya yang berambut kuning jabrik dan seorang lagi yang berambut abu-abu bias kebiruan dengan gigi runcing yang memperhatikan dengan seringaiannya.

"Sudah lama sekali aku menantikan hari seperti ini." Desis Sasuke semakin mendekat ke arah Sakura tanpa melepaskan kontak mata di antara mereka berdua.

Sakura berjengit ingin mundur tapi tak bisa, wajahnya dan kepalanya tertahan hingga susah untuk bergerak itu hanya bisa tertawa canggung.

"Haha... A-aku pikir, masalah itu sudah lama dan ... Sudah selesai...hihi~" Sakura membuat wajahnya tersenyum dan terlihat semanis mungkin agar pria dihadapannya melunak dan melupakan kejadian sebelum ini.

"Hem, hanya kaulah satu-satunya gadis yang berani memaki Sasuke lho~" Bisik pria bergigi runcing yang juga belum tahu namanya tersebut membuat kulit putih Sakura mendadak bergidik ngeri menerima bisikan aneh itu.

'Apaan sih orang ini? Hii menyebalkan!' Dengus Sakura sebal dalam hati.

"Suigetsu! Menjauhlah, jangan membuatnya semakin ketakutan, haha~" Naruto berseru agar temannya itu juga tak mengganggu aktivitas introgasi Sasuke. Dan dibalas decihan pelan oleh Suigetsu.

"Kau pikir, aku bisa melupakannya begitu saja, eh?" Balas Sasuke tajam semakin merunduk dan mendekatkan wajahnya untuk mengeliminasi jarak di antara mereka dan hanya sisa beberapa centimeter sebelum suara pekikan wanita yang baru saja datang, menginterupsinya.

"Hei! Apa yang kau lakukan pada anak gadisku!?"

Sentak Wanita paruh baya berambut pirang kuncir dua yang masih tampak cantik dan sexy di usianya yang tak lagi muda itu baru saja keluar dari balik pintu membawa beberapa botol minuman.

'Oh I love my mommmm! Kau datang di saat yang tepat! Yeaahh~' Inner Sakura menjerit senang melihat bala bantuan datang. Pastinya sang ibu tak akan membiarkan putri semata wayangnya diganggu oleh pria asing tampan ini.

Sasuke berdecih sambil bergumam tak jelas ingin menanggapi perkataan wanita pemilik Bar ini sebelum wanita tersebut kembali berujar.

"Jadi kau ingin menggoda anakku, hah!?" Sergah Tsunade lagi seraya mendekati mereka.

Naruto dan Suigetsu sudah mengkeret melihat tatapan sangar pemilik Bar yang ternyata adalah ibu dari gadis yang mereka pojokkan sedari tadi.

Sakura mengangguk setuju, 'sedikit lagi, habis kau Uchiha Sasukeeee!' batinnya memekik senang.

"Bukan begitu caranya!" Kau harus lebih romantis lagi, bocah tampan~" Lanjut Ibu dua anak itu lagi sambil tersenyum aneh dan sukses membuat mereka semua yang terlibat di sini sweatdrop.

Lebih-lebih Sakura yang tak menyangka sang ibu justru berpikiran kalau dia sedang digoda, hei! Dia sedang diancam dan dipojokkan! Bukan digoda! Payah.

"Che! Merayu apanya! Aku tak sudi menggodanya!" Balas Sasuke tajam.

Membuat Tsunade berjengit geram mendengarnya. "Kau bilang apa hei anak muda!?"

Sakura merasa atmosfer mulai memanas dan di saat bersamaan dia merasa cengkraman tangan besar Sasuke merenggang, ini kesempatannya!

Set!

Dengan cepat Sakura berdiri dan kabur dari pria onyx menawan tersebut. Hal itu membuat Sasuke tersentak kaget dan berdecak kesal. Ia telah lalai.

"Ah, sudahlah Kaa-san~ tak usah meladeni orang tak penting seperti mereka!" Ujar Sakura yang kini telah berdiri di sebelah sang ibu sambil menjulurkan lidah mengejek Sasuke yang terlihat geram menahan amarah, "kali ini aku akan ikut membantu Kaa-san di belakang yaa~?" Lanjutnya lagi dengan nada memohon dan dibalas anggukan oleh sang ibu yang akan berbalik pergi ke belakang tempat yang cukup aman bagi Sakura.

Sebelum berbalik mengikuti sang ibu, lagi-lagi gadis pinky itu menjulurkan lidah ke arah Sasuke seraya menggumamkan kata "bye, bokong sapi~ ups bokong ayam~"

"Che! Sialan! Dia menjadikan ibunya sebagai tameng!"

"Hmmpphh-!"

Naruto dan Suigetsu mendengus menahan tawa mendengar ejekan Sakura pada ketua gengnya sebelum keduanya dihadiahi deathglare dari sang ketua dan membuat mereka bungkam seketika.

"Ehm," pria berambut kuning jabrik berdehem sejenak, "lalu, apa yang akan kita lakukan selanjutnya teme?"

"Apa kita akan menunggu si pinky itu keluar?" Suigetsu turut menimpali.

"Hn, kita akan menunggunya!" Tegas Sasuke seraya meraih botol wine pesanannya kasar dan menuangnya ke gelas lalu meneguknya cepat.

Tanpa mereka ketahui, ternyata Sakura memang memiliki niat lain. Ia ikut sang ibu ke belakang tak lain dan tak bukan adalah untuk melarikan diri. Bar milik keluarganya ini memiliki pintu keluar rahasia dan dapat digunakan kalau-kalau terjadi sesuatu yang penting seperti sekarang.

Malam ini Sakura benar-benar beruntung masih bisa kabur. Bar keluarganya ini telah diketahui oleh pria bernama Sasuke tadi. Jadi Sakura harus lebih berhati-hati jika akan kemari. Itulah yang saat ini ada dipikirannya. Bahkan sekarang ini dirinya tengah berlari sekuat tenaga membelah jalanan gelap nan sepi karena memang ini sudah memasuki tengah malam dan kubangan air tergenang yang terinjak oleh kakinya pun tak ia pedulikan lagi. Yang ada dibenaknya sekarang adalah ia harus segera sampai rumah sebelum gerombolan pria itu menemukannya bahkan mengejarnya.

Sakura sampai di rumah dalam waktu 7 menit -yang sebenarnya butuh 15 menit untuk menempuhnya jika dengan berjalan kaki biasa. Dengan napas terengah Sakura segera mencuci tangan dan kakinya untuk segera tidur di kamarnya tercinta. Dalam tidur pun ia bermimpi dikejar-kejar oleh pria tampan berambut mencuat tersebut yang sedang membawa-bawa semprotan pembunuh nyamuk. Kali ini tidurnya benar-benar tak nyenyak.

.

.

.

.

Waktu berlalu dalam damai. Sakura benar-benar bersyukur karena sejak kejadian malam itu, hidupnya berjalan tenang seperti biasanya tanpa ada ancaman dan ketakutan membayanginya. Sepertinya pria tersebut telah menyerah terhadapnya dan melupakannya begitu saja -mungkin.

Tak mau ambil pusing, gadis berhelai serupa dengan kelopak bunga kebangsaan Jepang itu mencoba kembali fokus dengan obrolan kedua sahabatnya. Ya, mereka bertiga sedang berkumpul membentuk bundaran kecil di dalam kelas sambil menunggu wali kelas baru mereka di kelas yang juga baru ini.

Sebenarnya Sakura juga masih mengantuk, ia kurang tidur semalam karena tidurnya terganggu oleh sang kakak yang menyuruhnya memasak nasi goreng special tengah malam. Naas baginya karena stok nasi telah habis, jadi ia harus menanaknya dulu selama kurang lebih sejam agar bisa mendapatkan nasi yang pulen dan enak dan itu mengharuskannya menunggu alias begadang.

Salahkan dirinya yang kalah taruhan bermain game poker online dengan Sasori dan menyebabkan dirinya harus memasakkan nasi goreng kesukaan sang kakak kapanpun dia memintanya sebanyak 10 kali. Tak lagi-lagi ia menerima ajakan bermain game bersama kakak tengilnya yang memang maniak game itu kalau ia hanya akan jadi bulan-bulanan sang kakak untuk memasak nasi goreng, che!

"Hoaammm~" Dan lagi-lagi ia menguap.

"Forehead, seorang gadis kalau menguap tak boleh terlalu lebar dan harus menutup mulutnya dengan tangan!" Desis Ino jengah menatap sahabat pinkynya yang sedari tadi hanya menguap saja kerjaannya.

Sakura langsung refleks mengatupkan bibirnya rapat dan bergumam sekilas menanggapinya.

Sementara Karin memperhatikan kedua sahabatnya malas dan seketika teringat dengan obrolan ketua OSIS mereka saat di perpustakaan.

"Ah, sepertinya aku tahu sedikit informasi tentang Uchiha Sasuke." Perkataan Karin sukses membuat manik emerald dan aquamarine dihadapannya beralih menatapnya cepat.

Terlebih Sakura yang sempat menegang mendengar sahabatnya membuka kembali pokok pembicaraan dengan nama tak lazim yang paling ingin ia hindari sepanjang masa tersebut. Tapi tatapan mata Sakura seolah berbicara pada Karin untuk menceritakan info yang ia tahu.

"Hem, dia adalah ketua Geng Taka dari KHS..." Jelas Karin kalem sambil menaikkan kacamatanya sejenak setelah bercermin.

"APA?" Sakura dan Ino memekik bersamaan.

"G-Geng Taka yang itu... Yang paling ditakuti di KHS itu...?" Tanya Sakura kalut dan Karin mengangguk meng'iya'kan.

Bayangkan saja, Geng Taka adalah Geng yang terkenal dengan 5 anggota tampan dan berandal di KHS (Konoha High School). Mereka berlima tak akan segan-segan ikut tawuran antar pelajar jika ada yang menghina maupun membuat masalah dengan mereka. Entah itu murid sekolahnya sendiri atau murid dari sekolah lain. Dibawah kepemimpinan Uchiha Sasuke yang angkuh, dingin, arogan dan kejam -menurut kabar burung- Geng itu benar-benar menakutkan. Belum lagi kabarnya mereka juga sebenarnya memiliki puluhan anak buah di luar Geng Taka itu sendiri. Dan itulah yang membuat nama geng mereka terkenal bahkan ditakuti oleh sebagian pelajar di kota ini.

"Pantas saja namanya tak asing..." Gumam Ino, "yang penting, kau tak bermasalah dengannya lagi setelah insiden Mixi itu 'kan forehead?" Tukas Ino lagi dan langsung mengena plus menancap di hati Sakura.

Gadis Haruno itu mengangguk ragu, "Hem, yah~ kurasa begitu..." Walaupun dalam hatinya menjerit dan merutuki kebodohannya yang telah menghina sang Uchiha terlebih kejadian di Bar malm itu, 'Arrrggghh!' Innernya menjerit frustasi.

"Tapi, kau tahu itu semua dari mana Karin?" Tanya Ino penasaran dan Sakura pun sama.

Karin menatapnya sekilas lalu meletakkan cermin yang ia pegang sedari tadi ke dalam laci dan meraih jadwal pelajaran hari ini sebelum menjawabnya.

"Aku tak sengaja mencuri dengar pembicaraan ketua OSIS kita -Sabaku Temari- saat di perpustakaan tadi yang ternyata memiliki kekasih salah satu anggota Geng Taka." Jelasnya panjang lebar sambil mengamati jam pelajaran pada hari ini.

Sakura dan Ino mengangguk, mereka memang tahu jika sahabat merahnya ini hobby ke perpustakaan dari pada pergi ke kantin seperti mereka tadi. Pantas saja. Dan mereka tak mentangka jika ketua OSIS yang galak itu memiliki kekasih. Terlebih anggota Geng Taka yang ditakuti tersebut. Bahkan jika pasangan itu berniat menguasai dunia, pasti sangat menakutkan! Batin Ino dan Sakura bergidik membayangkannya.

"Apa kau juga tahu siapa saja anggota Geng Taka itu?" Kali ini Sakura yang bertanya.

"Kalau tidak salah dengar tadi itu ada Uchiha Sasuke sebagai ketua, lalu Naruto, Suigetsu, Shikamaru, dan Gaara." Ujar Karin dan seketika tersentak kaget melihat jadwal pelajaran yang sedari tadi diamatinya itu, "hei, hari ini kita ada jam tambahan sepulang sekolah!"

"Ck, sial!" Ino berdecak kesal mendengarnya.

"Apa? Kenapa di hari pertama sekolah sudah ada jam pelajaran tambahan, sih? Bolos saja, yuk! Ya-ya-ya?" bujuk Sakura.

Ino dan Karin langsung memandang Sakura mempertimbangkan ajakan sahabat pinkynya tersebut.

Namun seketika ditolak mentah-mentah oleh Karin, "aku tak bisa! Kalian tahu 'kan sebelum liburan kemarin nilaiku sempat menurun..." Ujar Karin seraya menghela napas malas, "jadi aku harus mengikuti pelajaran tambahan kali ini~" Lanjutnya.

Tak heran, Karin memanglah yang paling peduli masalah nilai diantara ketiganya. Karena Ino dan Sakura selalu cuek tentang nilai dan menganggap kalau mereka hanya perlu menjalaninya seperti mengikuti arus sungai yang mengalir.

"Yah~ kau tak seruuu!" Cibir Sakura, "lalu, bagaimana denganmu pig? Ayolah kita bolos aja dan bisa langsung pulang ke rumah~ aku ngantuk~" Sakura merengek dan mengeluarkan jurus puppy eyesnya membuat Ino tak sanggup menolak.

"Uh~ sialan kau forehead! Kau berhasil menghasutku!"

"Hehehe~" Sakura hanya bisa nyengir kuda menanggapinya.

"Oke, deh. Setelah jam pelajaran ini, ya?" Sahut Ino semangat.

Sakura mengangguk antusias. Begitu mudahnya menghasut sahabat pirangnya ini, batinnya senang.

Dan begitulah, akhirnya mereka berduapun memutuskan kabur dari jam pelajaran tambahan siang ini tanpa Karin.

.

.

Gadis merah muda dan pirang itu mengendap-endap keluar dari sebuah ruangan 5 menit sebelum bel pulang sekolah dibunyikan. Mereka akan menjalankan rencananya untuk membolos pelajaran tambahan di hari pertama ini dengan posisi Sakura yang berada di depan dan memperhatikan kondisi bagian depan sedangkan Ino yang bertugas mengawasi bagian belakang. Keduanya sudah seperti agen FBI yang sedang ingin menyergap musuh jika mengendap begitu.

Sakura terus menatap awas keadaan koridor sekolah yang akan dilewatinya. Kini meteka telah berhasil keluar dari gedung sekolah dengan aman tanpa dicurigai. Sekarang yang harus dilakukan adalah berjalan ke gerbang depan dan bersikap seolah keduanya tak memiliki jam tambahan jika lewat di pos security nanti.

Namun sedetik kemudian emeraldnya membulat sempurna saat melihat beberapa pria yang sedang berkerumun di depan pos satpam yang entah kemana penjaganya itu. Karena yang lebih mengagetkan lagi adalah ia melihat sosok pria berambut kuning jabrik yang juga sedang melihat ke arahnya dan menunjuk-nunjuk dirinya.

'Ah! Kenapa mereka di sini?! Ini gawat!' Batin Sakura panik kala merasa dirinya seperti sengaja ditunggu oleh sekawanan pria asing tersebut.

Dengan cepat Sakura bebalik arah tanpa menghiraukan Ino yang sedang berlari ke arahnya bingung.

"Hei forehead! Kenapa berbalik!?" Pekik Ino saat menyadari adanya keanehan.

"Ada Geng Uchiha Sasuke di sana!"

Ino terkejut dan turut berbalik arah mengejar Sakura yang sudah cukup jauh darinya. "Apa!? Sialan kau! Kenapa tak bilang dari tadi!" Pekiknya geram.

"..."

Sakura tak menyahut lagi melainkan fokus berlari menuju pintu belakang.

Hosh... Hosh...

"Tu-tunggu aku forehead...!" teriak gadis pirang Yamanaka itu dengan suara yang terputus-putus.

"Kalau tak mau ketahuan dan terkena hukuman, ayo cepat pig!" Jawab Sakura. 'Harus lewat pintu belakang... Ah, Gawat! Dikunci!' batinnya kalut saat mendapat pintu yang akan mereka gunakan untuk keluar alias kabur alias membolos itu terkunci rapat. Dia mulai memikirkan cara lain. 'Sial, kalau begitu...' batinnya lagi.

"Gadis kejam! Teganya kau meninggalkan teman sendiri Hah!" Protes Ino ketika telah berhasil mengejar Sakura.

Gadis musim semi itu masih berlari dengan kecepatan penuh menyusuri gerbang belakang sekolahnya ini sembari mencari celah. "Maaf, pig... Akan kubayar kesalahanku ini nanti!" Jawabnya sambil menoleh ke belakang, "sekarang bukan saatnya bertengkar!" Sambungnya.

"Lalu, bagaimana caranya kita keluar?" tanya Ino dengan suara semakin meninggi, tanda ia mulai marah.

"Aku juga sedang berpikir! Geng Uchiha Sasuke sudah melihatku. Entah kenapa mereka bisa sampai di sekolah ini. Selain itu, tidak ada jalan lagi untuk keluar dari sini." jawab Sakura panjang lebar pada Ino yang kelihatannya sudah mulai panik. "Kalau begitu, tak ada cara lain lagi. Kita harus keluar dengan melompati dinding pagar sekolah ini." sambung Sakura sambil mengamati dinding besar setinggi 2 meter dihadapannya.

Ini merupakan dinding yang lebih rendah dari dinding lain yang mencapai tinggi 3 meter yang baru saja mereka telusuri.

"Apa? Yang benar saja!? Kau gila ya?" tanya Ino yang kaget mendengar jawaban Sakura.

"Mau bagaimana lagi? Terpaksa demi kelangsungan hidup kita!"

"Che! Kau 'kan yang membawaku dalam masalah ini!" Cerocos Ino kesal, "terus kalau kita lompat pagar, gimana turunnya? itu'kan sangat mengerikan kau tahu!?"

"Lebih baik daripada dihukum." Sahut Sakura final seraya mempersilahkan sahabat pirangnya untuk memanjat duluan karena dia akan mengawasi kondisi sekitar sebelum gilirannya.

HUP!

Dengan terpaksa Ino memanjat dinding yang mengelilingi sekolah mereka sambil mengeluh. "Ugh... Pertunjukan macam apa ini!? kenapa aku harus memanjat dinding untuk kabur dan sekaligus sembunyi dari orang-orang yang mengejarmu sih? Aku 'kan tak tahu apa-apa tentang masalahmu dengan mereka!" Gerutuan tak jelas dari Ino mengiringi proses melarikan diri mereka.

"Hehehe... Maaf ya pig~ Kau 'kan sahabatku~" Cengir Sakura sambil garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal dan memperhatikan sahabat blondenya yang telah berhasil memanjat puncak pagar dengan susah payah, lalu akan turun ke seberang sana sebentar lagi.

BRUK!

"Wuaaaah~...!" Pekik Ino di seberang dinding sambil merintih.

Teriakan sahabat pirangnya itu membuat Sakura kaget dan bertanya pada Ino yang ada di seberang. "Apa yang terjadi pig? Kau tidak apa-apa!?" Tanyanya khawatir.

"..."

Tak ada jawaban dari Ino. Sakura sudah mulai gelisah kalau-kalau sahabat pirangnya itu jatuh dengan posisi berbahaya seperti kepalanya duluan yang terjatuh menyentuh tanah? Mungkin. Entahlah, semoga saja tidak!

"Pig...?"

"Ah, ti-tidak apa-apa kok, forehead~" Jawab Ino dari seberang.

Sakura bernapas lega mendengarnya. "Yup... Bagus! Sekarang giliranku~" Ujarnya yang sudah siap memanjat dinding itu semangat seraya mengambil ancang-ancang untuk melompat meraih puncak pagar lalu memanjatnya.

Beberapa saat kemudian, Sakura yang telah berhasil memanjat dinding itu bermaksud untuk lompat turun dengan memejamkan kedua matanya erat. Tapi dia tidak pernah menyangka bahwa itu adalah kesalahan terbesar yang pernah dia lakukan.

Tap!

DUK!

BRUKK!

Lalu, adegan ini! Perbuatan paling ceroboh dalam hidupnya!

CUUUUPPP~!

'Cuupp? Apa ini? Kenapa tubuhku tidak sakit? Dan sepertinya aku menyentuh sesuatu! Kenapa bibirku terasa lembut? Hah? Bibir?'

Sakura membuka matanya dan kaget ketika melihat apa yang sedang terjadi.

Saat ini dirinya sedang mengalami kejadian yang sangat memalukan. Dia jatuh menimpa seseorang dan tidak sengaja berciuman dengan orang itu. Dan yang lebih parahnya lagi, ternyata orang itu adalah Uchiha Sasuke. Catat! Uchiha Sasuke!

GLEK!

Gadis manis Haruno itu menegup ludah berat. Emeraldnya membulat sempurna menyadari kalau ia telah menimpa pria yang justru harus ia hindari ini.

"UWOOOOOOO~"

"OH MY GOODDD!"

"ASTAGAAAA!"

"SUIT-SUIT~"

Terdengar berbagai macam sorak sorai dari kerumunan anak buah Geng Taka yang tengah berdiri melingkari mereka berdua. Ino juga ada dalam kerumunan itu sedang menatap sahabat pinkynya dengan mata melotot dan mulut menganga akibat aksi konyol sahabat dari kecilnya tersebut.

"Menyingkir dari tubuhku!" Bentak Sasuke sambil mendorong Sakura sejauh yang ia bisa.

"Ma-maaf, aku tak sengaja." Kata Sakura bergegas bangkit, lalu segera membalikkan badannya dan bermaksud pergi dari sana.

"Mau ke mana kau?" tanya Sasuke sambil menarik tangan Sakura tiba-tiba.

"A-aku 'kan sudah minta maaf... Tadi itu tak disengaja!" Sakura keukuh dengan perkataannya, pokoknya sebisa mungkin ia harus segera pergi dan kabur dari hadapan pria tampan mengerikan ini, pikirnya.

"Kau harus bertanggung jawab!"

Tiba-tiba Sasuke berseru lantang dengan pernyataan yang sungguh-sungguh konyol menurut Sakura. Bahkan menurut seluruh anggota gengnya yang juga berada di sini menyaksikan adegan lovey dovey ketua mereka yang langka ini.

"Hah!? Apa?" Sakura terkejut tak percaya dengan apa yang didengarnya.

"Kau yang pertama menyentuhkan bibir ke bibirku! Tanggung Jawab!" Sasuke masih dengan sabar mengulangi perkataannya walaupun ia paling tidak suka mengulang sesuatu untuk meyakinkan seseorang.

Dan saat itu juga seluruh anggota geng Taka yang memiliki helai dan warna rambut berbeda maupun Ino langsung sweatdrop, terkejut, terlonjak, terguling dan terkaget dengan versinya masing-masing saat mendengar perkataan Sasuke.

"Apa ucapan itu bisa dipercaya? Kenapa tak sekalian saja bilang 'aku hamil'...!" Sakura benar-benar kesal dan bingung, 'apa-apaan pria ini? Hanya sebuah ciuman dan dia minta pertanggung jawaban? Che, konyol! Apakah ini modus model baru?' Batinnya.

"Serius, tuh. Sasuke tak akan menyentuh tanganmu kalau bukan mau menikah denganmu~" Seorang pria yang identik dengan gigi runcingnya datang menghampiri Sakura dan berbisik padanya.

'Ugh, cowok menyebalkan ini lagi!' batin Sakura. 'Tapi, apa benar yang ia katakan? benar-benar tak masuk akal! Dengan tampang yang bisa membuat gadis menangis dan bahagia dalam satu waktu ini ... mana mungkin dia tak pernah menyentuh wanita, 'kan?'

"Ba-bagaimana ... aku harus bertanggung jawab?" Akhirnya Sakura memberanikan diri bertanya.

"Kita Menikah!" Titah Sasuke final.

"Eeeehhhhh!?"

.

.

~to be continued~

.

.

Hei minaaaa,,,

Hezlin lagi semangat nih buat nulis fict ini... Hehe tapi setelah ini akan kembali fokus lanjutin fated to love u kok, jadi tenang aja, Hezlin gk akan melupakan FF yg satu itu ╮(╯▽╰)╭

Okey. Sebelumnya makasih ya atas respon kalian trhadap FF ini. Memang cerita tak akan sama persis seperti yg di komik...Yah walaupun garis besarnya akan mirip~ tapi akan Hezlin tambah-tambahin adegannya. Seperti adegan Saku yang ketemu Sasu di Bar, itu 'kan di komiknya mereka ketemu di Salon, tapi Hezlin ubah di Bar keluarga Saku ketemunya hehe ╮(╯3╰)╭

.

Sekali lagi makasih yaa untuk kalian yang udh mendukung diriku, dan juga yang udah RnR, fav dan follow ╮(╯▽╰)╭

Special thanks to:

wind-chan, mikahiro-shinra, Tachibana Koyuki, pinktomato, bandung girl, OntokkiRoyLee, hanazono yuri, Eunike Yuen, , Gue, SHL7810, poetri-chan, azhuichan, GaemSJ, Sleepy Gizibe, azizaanr, GaemCloud347, Laras921, okeyoon98, syauQy-chan, Furinkzn, phaniechan98, flashesfox, pink blue sichiru, KimYuzZ, Harukichi629, Kakaru S.S, misakiken, NethyTomatocherry, ayuniejung, respitasari, Yukiyamada, hanna, sami haruchi 2, ToruPerri, bgw, Dark heiji, Guest, Nami, SashUchiha, Sakura's lover, Yuie, Saysay, Wsf, achi, kana, lala-chan, Guest, guest, anna, hani salsa, uchi-chan, pink cherry, uchiha lovers, aihara, yukarina.

.

Saatnya Hezlin balas review not login dulu ya, utk review yg login udh Hezlin balas via PM, cekidot (^^)

hanna : Makasih ya udh suka fic ini dan RnR...ini udh lanjut kok, moga suka ya~

sami haruchi 2 : aa Makasih ya sami-chan udh suka fic ini dan RnR...ini udh lanjut kok, moga suka ya~hehe iya ini fic yg Hezlin bilang wktu itu dan baru smpet publish skrg. Btw sami-chan slalu jeli ya soal typo hehe makasih diingatkan. ╮(╯3╰)╭

ToruPerri : hehe tenyata Toru-chan suka jg ma komiknya ya? Keren sih versi komikx mkx Hezlin cb buat ffnya, yaah tapi dibeda-bedain dikit heheh... Btw Makasih ya udh suka fic ini dan RnR...ini udh lanjut kok, moga suka ya~

bgw : Makasih ya udh RnR...ini udh lanjut kok, moga suka ya~

Guest: hehe Makasih ya udh RnR dan menyukai FF ini..oh ya udh lanjut kok, moga suka ya~

Nami: Iya Sasu ketemu Saku nih, yaa gitu deh yg terjadi hehe Makasih ya udh RnR...ini udh lanjut kok, moga suka ya~

Yuie: Makasih ya udh RnR...ini udh lanjut kok, moga suka ya~ tapi kykx chox bklan panjang deh, hehe tpi Hezlin usahakn spya bisa updte cpet...

Saysay: Makasih ya udh RnR...ini udh lanjut kok, moga suka ya~

Wsf: hehe Makasih ya udh RnR...ini udh lanjut kok, moga suka ya~

achi: Makasih ya udh RnR...ini udh lanjut kok, moga suka ya~

Kana: Sasu kykx gk bisa kasar2 kok ke saku. Kan istrinya trcinta hihi... Btw Makasih ya udh RnR...ini udh lanjut kok, moga suka ya~

Lala-chan: wahh makasih trnyata lala-chan suka baca komiknya juga ya? Heheh Makasih ya udh RnR...ini udh lanjut kok, moga suka ya~

Guest: hemm novel korea? Wah Hezlin kurang tau juga ya kalo tentang novelnya, soalx gk pernah baca novelnya dan hanya punya komiknya aja nih dgn judul That Guy was Splendid gitu... Btw Makasih ya udh RnR...ini udh lanjut kok, moga suka ya~

guest: Makasih ya udh RnR...ini udh lanjut kok, moga suka ya~

Anna: Makasih ya udh RnR...ini udh lanjut kok, moga suka ya~

Hani-salsa: Makasih ya udh RnR...ini udh lanjut kok, moga suka ya~

Uchi-chan: Makasih ya udh RnR...ini udh lanjut kok, moga suka ya~

Pink-cherry : iya ini dah updte kilat, gimana? Heheh btw Makasih ya udh RnR...ini udh lanjut kok, moga suka ya~

Uchiha lovers: Itu bala bantuan datang hehe Makasih ya udh RnR...ini udh lanjut kok, moga suka ya~

Aihara: Makasih ya udh RnR...ini udh lanjut kok, moga suka ya~

Yukarina: hehe iyaa karakter cowox Eunsung yg ganteng dan sifatnya yg nyebelin gimanaaa gitu memang persis bnget sma Sasuke, heheh btw Makasih ya udh RnR...ini udh lanjut kok, moga suka ya~

Yosh itu dulu balasan review dari Hezlin... Jangan lupa RnR lagi yaa? Kritik dan Saran kalian, Hezlin tunggu

(╯▽╰)╭

.

Sampai jumpa di chap selanjutnya

(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯