"Wah wah wah, sedang bersantai rupanya."

Tiba-tiba terdengar sebuah suara berat dari arah ruang belakang tribun yang mereka duduki. Dengan refleks semua yang ada disitu membalikkan badannya menatap asal suara yang mengagetkan mereka itu.

"Ini bukan tempat buat bersantai setelah berlari dari kejaran satpam tau." lanjut orang bersuara berat itu, dengan perlahan berjalan kedepan dan mulai terlihat siapa sebenarnya dirinya.

"Su-suara ini.." Naruto berkata, wajahnya terlihat tegang. Begitu juga Sasuke yang duduk disebelahnya. Membuat para anggota ANBU yang lain dan para gadis penasaran apa Naruto dan Sasuke mengenal sosok itu atau tidak.

Dan setelah sosok tersebut telah terlihat dengan jelas...

"Ka-kau..."

.

.

.

"ANBU and The Girls : University"

Disclaimer : Naruto Belongs to Masashi Kishimoto, ide dalam cerita ini milik author.

Rate : T

Genre : Romance, Friendship, Drama and a little Humor.

Pairing : NaruHina, SasuSaku, dan beberapa yang lainnya.

Warning! : AU, OOC, TYPO(s), Gaje

_Happy Reading_

.

.

.

Seorang pria misterius itu pun menunjukan dirinya. Terlihatlah pria bersurai orange dengan model jabrik, dengan warna kulit sedikit pucat, dan yang lebih mengerikan adalah terdapat beberapa tindikan di wajahnya, sosok itu terlihat menakutkan.

Suasana menegangkan. Para ANBU dan gadis lain terheran melihat keadaan ini. Bagaimana tidak, bahkan pasangan friend-enemy, yaitu sang ketua Naruto, yang bahkan dirinya itu tidak pernah bisa diam #plakk, dan si pantat ayam #bletak, maksudnya Sasuke, kini tengah menegang ditempatnya. Tak bergerak sedikitpun, hanya sejintik keringat dingin yang menetes di pipi mereka.

Pikiran aneh pun mulai merangsek masuk ke kepala mereka, 'apa ini ? apa dia orang jahat ?' kira-kira begitulah batin semua orang disitu. Bahkan situasi seperti ini membuat para ANBU yang terkenal keren itu gemetaran, oh minus Shikamaru yang masih tertidur rupanya. (Ini anak kerjanya tidur mulu yah #plakk)

Perlahan namun pasti, sang sosok tersebut melangkah pelan menuju sekumpulan remaja itu, seringai nya tampak jelas.

Setelah sampai tepat di depan sang ketua ANBU, sosok tersebut berhenti. Wajahnya berubah datar, jika dilihat dari dekat, sosok ini ternyata terlihat cukup tampan. Warna mata coklatnya, dilengkapi bibir tipis, juga beberapa tindikan di wajahnya membuat kesan cool padanya. Bagi beberapa gadis pasti sosok tersebut merupakan pria idaman mereka.

"Kau.. tidak berubah yah" kata sosok tersebut singkat, dengan suara khas berat miliknya. Sementara yang disapa masih menegang, dengan mulut sedikit ternganga, ingin mengatakan sesuatu.

"Pa-Pain..."

Gumam Naruto. Sosok tersebut kembali memperlihatkan seringainya, kembali kesan yang terlihat darinya, tampan namun terlihat sedikit aura yang menakutkan.

1 detik

2 detik

3 detik

Hening, semua disana hanya terdiam. Benar-benar suana yang membingungkan. Hanya Naruto, Sasuke, dan sosok bernama Pain tersebut yang tahu ada apa sebenarnya. Oh dan tentu saja sang author juga tahu #plakk. (*Readers : Jangan ngelawak disaat seperti ini –deathglare-, *Author; O-oke, gomenasai)

"Ngh..." sementara disalah satu kursi tribun, sang nanas atau yang lebih kita kenal Shikamaru perlahan membuka matanya. Setelah tersadar sepenuhnya, dirinya bingung. 'Ada apa ini ? kenapa suasananya menegangkan begini ?' begitulah batinnya berkata, mempertanyakan apa gerangan yang terjadi disini.

'Ah sepertinya merepotkan...' sepersekian detik setelahnya, Shikamaru sudah kembali membaringkan badannya bersiap memasuki alam mimpinya kembali. (Astaga, dia tidur lagi-_-)

"Sasu-"

"Pain-san" suara teriakan kecil Naruto membuat Sakura yang hendak berbicara terpotong.

Mereka kembali dibuat kaget, pasalnya Naruto sekarang tengah menampilkan senyum lebar, dengan wajah yang berbinar-binar. Begitu juga Sasuke di sebelahnya, sekarang wajah datar tanpa ekspresi khasnya yang terpampang dimukanya.

'Apa ini ? kenapa suasana tiba-tiba berubah begini ?' batin semua orang disana, '..apa kami sedang di acara TV yang suka mengerjai orang itu ?' kembali batin mereka melanjutkan, menanyakan apa mereka sedang dijebak seolah dalam acara TV kegemaran para remaja jaman sekarang, bernama 'Jebakan Superman' tersebut.

"Lama tak berjumpa, Naruto" sosok yang menjadi dalang dari semua ini berkata, menampilkan senyuman tulusnya. Ya, senyuman tulus. Entah kemana ekspresi tadi yang membuat dirinya terlihat menakutkan. Yang sekarang terlihat hanyalah sosok tampan dengan senyuman manisnya. Percayalah jika kalian para gadis melihat wajahnya sekarang, kalian pasti akan langsung jatuh cinta dibuatnya. Huh, dasar wanita #buagh.

"Huum" jawab Naruto, sambil mengangguk dengan semangatnya. "Kau juga kuliah disini ? kenapa tidak menghubungiku ?" lanjut Naruto bertanya dengan antusias.

"Hmm, karena kupikir kau akan kuliah ke luar negri, jadi kurasa tidak perlu" jawab Pain, terlihat senyuman yang masih terpampang diwajahnya.

'Sebenarnya apa ini ?' kembali untuk kesekian kalinya para ANBU yang lain dan para gadis mereka membatin. Sempat sweatdrop saat melihat ekspresi sang ketua yang bisa berubah secepat itu, dari tegang menjadi semangat seperti biasanya.

"Tapi setidaknya berutahu aku."

Kembali, sifat kekanak-kanakan Naruto muncul. Bibir dikerucutkan, tangan dilipat, dan wajah yang dibuang ke lain arah seolah sedang marah. Walau Naruto sudah dewasa seperti itu, namun jika sudah memperlihatkan sifat seperti, dia malah terlihat sangat menggemaskan. Membuat seorang gadis lavender merona merah, terpesona oleh wajah sang kekasih (Astaga-_-)

"Maaf-maaf" jawab Pain, dengan senyuman dia pun membatin 'Dia benar-benar tidak berubah'.

"A-ano... Naruto-kun ?" Uwwaahhh, akhirnya putri kita turun tangan pemirsa-pemirsa #plakk. Mungkin merasa terabaikan, atau merasa tidak suka pada sosok tersebut yang sedari tadi senyum-senyum melihat kekasihnya, (Oh ayolah, dia itu laki-laki-_-).

"Oh Hina-chan, maafkan aku." jawab Naruto, dirinya sedikit merasa bersalah karena mengabaikan teman-temannya, dan tentu saja pacarnya. Namun, disisi lain Hinata malah merona merah mendengar panggilan dari kekasihnya tersebut. 'Hina-chan ? kyaaaaa' batin Hinata menggila, mendengar panggilan yang menurutnya 'imut' itu.

"Pain-san, perkenalkan ini teman-temanku."

"Yang itu Inuzuka Kiba, bersama pacarnya Yumi." menunjuk pasangan KibaYumi disana, keduanya sedikit membungkuk tanda hormat.

"Kalau yang itu Shimura Sai, dan dan yang menggandengnya adalah pacarnya Yamanaka Ino." pasangan SaiIno yang sedang bergandengan tersenyum hangat. Pain pun membalasnya dengan senyuman juga.

"Mereka berdua yang sedang bermain game disana itu adalah Sabaku Gaara dan Matsuri, mereka merupakan pasangan pecinta game" oke pasangan yang ini tidak sopan karena bukannya merespon malah asik bermain game. Kau membuatku sebagai author merasa malu T_T #buagh.

"Kalau yang sedang tidur itu Nara Shikamaru, dan yang sedang memangkunya adalah pacar Shikamaru, Sabaku Temari." mendengar status mereka yang dikatakan secara langsung membuat Temari merona, langsung membuang wajahnya setelah sempat memberi salam singkat.

"Cieeeee Cieeeee" oke abaikan ketua kita yang kelebihan aktif itu #bletak.

"Kalau rambutnya panjang kayak cewek itu Hyuuga Neji..." Naruto melanjutkan perkenalan sambil menunjuk Neji, mengindahkan Neji yang tidak terima dibilang kayak cewe. Neji pun berdiri dan menghampiri Pain, langsung berjabat tangannya dan memperkenalkan dirinya dengan sopan. Wah, ternyata ada juga katakter yang normal dan sopan disini #plakk. "... dan yang disana itu pacarnya, Tenten." lanjutnya sambil menunjuk Tenten, diikuti Tenten yang memberi salam.

"Dan yang ini Sakura-chan.." Sakura tersenyum ramah, "..dan apa kau tahu Pain-san ? dia adalah pacar Sasuke." lanjut Naruto membuat Sakura merona seketika, yah reaksi yang wajar.

"Wah, ternyata kau sudah dewasa heh ? Uchiha kecil ?" sambil tekekeh Pain menjahili Sasuke.

"Urusai" jawab Sasuke singkat, namun terlihat sedikit rona merah tipis dipipinya, langsung dengan cepat membuang wajahnya kearah lain. Seorang UCHIHA MERONA pemirsa-pemirsa #buagh (*Readers cewek : Kyaaaaa Sasuke-kun, *Author : Urusai-_-) yah abaikan saja author yang sebenarnya hanya iri ini-_-

"Hehe." Naruto memperlihatkan cengirannya, seolah tidak merasa berdosa sedikitpun membuat seorang Uchiha disana merona.

"Hmm Naruto ? kalau gadis ini ?" Pain bertanya sambil arah tatapannya menunjuk Hinata, yang menurutnya tidak diperkenalkan oleh Naruto.

"Oh dia Hyuuga Hinata, adik sepupu dari Neji..." Naruto menambahkan, Hinata dengan ramahnya membungkuk sambil tersenyum.

"...tapi dia itu bukan temanku."

DEG

Serasa runtuh sudah dunia, seolah ada sebuah pedang tak kasat mata yang menebas langsung tubuh Hinata. Sakit, namun tak berdarah. Perih, namun tak tampak. Sedih tentu saja, pria yang paling dicintainya, alasan dia selalu merona saat menatapnya, bahkan sampai beberapa kali pingsan saking malunya berasa disamping sang pria. Namun baru saja pria yang menjadi alasan itu semua dengan terang-terangan, didepan seluruh teman-temannya, mengatakan hal yang membuatnya dapat menangis saat itu juga. Sebuah tetes air mata mulai muncul diujung iris amethys nya, siap kapan saja menetes.

Sampai-sampai para ANBU dan para gadis pun tersentak dibuatnya, bahkan Neji sudah bersiap-siap akan menghajarnya.

"Karena dia itu kekasihku"

1

2

3

POOOOFFFF

"Hehe" Naruto menampilkan senyuman lebarnya, yah Hinata itu kekasih tercintanya.

Mengindahkan fakta bahwa kepulan asap baru saja mengepul keluar dari kepala sang gadis indigo. Hah ? apa yang terjadi ? mari kita intip.

Wajahnya memerah, bahkan sampai ke telinganya. Bahkan Hinata sudah tidak tahu lagi bagaimana keadaan wajahnya saking malunya. Perasaaan sedih dan kecewa yang sempat memenuhi pikirannya hilang begitu saja. Naruto... yah. Pria itu memang kekasihnya, satu-satunya alasan kenapa dirinya bisa dibuat 'mendidih' seperti ini. Oke mari kita doakan tuan putri kita ini agar tidak pingsan #plakk.

Sementara para ANBU dan para gadis cengok seketika, 'apa-apaan itu ?' batin mereka, apa yang terjadi sampai ketua mereka yang menurut mereka bodoh ini dapat mengeluarkan kata-kata yang walau sangat simpel namun romantis seperti itu.

Neji yang sempat emosi pun hanya tersenyum. Lelaki itu, lelaki yang dia dan teman-temannya mempercayakan status 'Ketua' kepadanya. Sungguh dia benar-benar kagum akan pria yang satu ini.

"Wah, kau sudah punya pacar ? tak kusangka kau sudah tumbuh besar Naruto." jawab Pain setelah sebelumnya sempat dibuat kaget oleh pengakuan Naruto. Sang ketua hanya menampilkan cengirannya, tanpa tahu bahwa sang kekasih sedang berusaha mati-matian agar tidak pingsan disana (Astaga Hinata-_-).

"Oh dan teman-teman, dia ini adalah Pain Nagato." setelah situasi 'hot' tadi, Naruto kembali berbicara. Memperkenalkan sang sosok yang sedari tadi membuat suasana disini berubah-ubah. Pain membungkuk hormat, sambil mengucapkan salam.

"Dia adalah senpai, sekaligus teman masa kecilku dan juga Sasuke. Dulu saat aku dan Sasuke bermain ke rumah Jiraya-jii-chan, kami bertemu dengan Pain-san yang waktu itu bertetangga dengan Jii-chan." semua disana ber-oh ria, jadi mereka sudah saling kenal sejak dulu.

Yah, kira-kira beberapa tahun lalu saat Naruto masih kelas II SD, dia mengajak Sasuke bermain kerumah Jiraya. Saat itulah mereka bertemu dengan Pain Nagato yang waktu itu juga baru saja pindah kerumah di sebelah rumah Jiraya. Karena sikapnya dulu yang cukup pemalu, Pain pun selalu menyendiri. Sampai pada akhirnya dua orang anak mengajaknya bermain, walau umur mereka terpaut 2 tahun, tapi mereka cepat akrab dan berteman.

"Kalian teman-teman Naruto yah ? maaf kalau Naruto selalu merepotkan kalian." kata Pain, para ANBU dan yang lain hanya tertawa kecil, sementara Naruto hanya memasang wajah polosnya.

"Tapi Pain-san..." potong Naruto, dirinya menatap lekat wajah Pain. "..kenapa kau berdandan seperti itu ?" tanya Naruto kemudian, sambil tetap menatap wajah Pain.

"Oh ini ? tunggu sebentar." Pain meraba saku celananya, kemudian mengeluarkan sesuatu dari dalamnya.

"Aku ingin menjadi seperti dia." lanjut Pain, sambil menunjukkan sebuah komik. Di sampul komik tersebut terdapat karakter yang sangat mirip seperti Pain. Rambut orangenya, kulit pucatnya, dan oh jangan lupa tindikan di sekitar wajahnya, sangat mirip dengan Pain. Yang berbeda hanya matanya, karakter itu memiliki mata abu-abu keunguan, dengan pola seperti spiral.

Para ANBU dan gadis langsung sweatdrop dibuatnya. 'Ternyata dia aneh juga' batin mereka, hilang sudah pandangan mereka pada Pain yang baik hati, murah senyum, dan sopan itu.

Komik tersebut merupakan komik yang memang terkenal dikalangan remaja, sama halnya seperti komik yang sangat disukai Sasuke, juga Naruto. Tentang seorang anak yang bercita-cita menjadi seorang pemimpin di desanya yang biasa dipanggil Hokage.

Pain benar-benar mengidolakan salah satu karakter di komik ini, walaupun karakter itu seorang antagonis, namun Pain sangat terkagum dengan sifat karakter itu yang sangat menjunjung tinggi perdamaian, dan berusaha selalu menegakkannya, walaupun jalan yang ia pilih itu salah.

Pain bahkan pernah berpikir untuk melakukan oprasi pada matanya agar dapat terlihat mirip dengan karakter tersebut, dengan anggapan bahwa dia bisa mendapatkan kekuatan seperti karakter tersebut yang merupakan salah satu kekuatan terkuat di komik itu. Namun sayang itu tidak mungkin karena Pain hanya manusia biasa, akhirnya dia mengurungkan niatnya tadi. (Astaga, ini orang maniak bener-_- #bletak)

"Tapi tak kusangka kau akan kuliah disini juga Naruto." kembali Pain berkata setelah menceritakan tentang hobi anehnya #plakk.

"Hehe, teman-temanku semuanya kuliah disini jadi aku memutuskan kuliah disini juga." Naruto menjawab bersemangat. Yah salah satu alasan dia memilih KU sebagai tempat melanjutkan pendidikan adalah karena dia tidak mau berpisah dari teman-temannya, oh dan tentu saja pacar tercintanya.

Para ANBU dan para gadis disitu sedikit tersenyum, entah sudah berapa kali mereka dibuat kagum oleh penuturan ketua mereka ini. Walau terlihat bodoh, selalu bertingkah kekanak-kanakan, tapi kalau sudah bicara tentang persahabatan, dialah yang terbaik.

Pain hanya tersenyum, beginilah Naruto. Bahkan sejak dulu saat dia masih kecil saja, persahabatan sangat dia junjung tinggi, salah satu alasan Pain sangat menghormati sosoknya.

.

"Nagato-kun ?"

Sebuah teriakan dari arah lain menginterupsi acara reunian mereka. Semua dengan kompaknya menoleh ke asal suara.

Disana, terlihat seorang gadis bersurai biru keunguan pendek sebahu, dengan sebuah aksesoris berbentuk bungan mawar yang ia pakai di rambutnya. Wajahnya terlihat cantik, matanya berwarna orange tua, benar-benar indah. Dirinya sedang menoleh ke kanan-ke kiri, mencari sosok yang sedari tadi ia cari.

"Oh Nagato-kun" dan setelah menemukan orang yang dicarinya, sang gadis langsung berlari kecil menuju sang pria.

"Mou, Nagato-kun. Dari mana saja kau ? dari tadi aku mencarimu tahu."

Kata gadis itu setelah tepat berdiri di depan sang pria. Sementara si pria hanya tersenyum sambil menggumamkan permohonan maafnya.

"Wah, Konan-san." Naruto menginterupsi, merasa namanya dipanggil sang gadis langsung saja menoleh.

"Eh ? Naruto ?" ekspresi kaget terpatri diwajahnya, melihat sosok kuning #plakk, didepannya.

"Hehe, lama tak berjumpa."

"Kau kuliah disini ? wah sepertinya akan menyenanghkan." jawab gadis yang sepertinya bernama Konan tersebut dengan ramah.

"Oh Konan-san, perkenalkan teman-temanku. Kiba, Sai, Gaara, Neji, Shikamaru, Yumi, Ino, Matsuri, Tenten, Temari, dan Sakura." memperkenalkan teman-temannya diikuti dengan para ANBU dan gadis-gadis yang memberi salam dengan hangat.

"Dan yang ini Hinata, pacarku." Hinata yang masih belum terbiasa dengan suasana ini kembali merona, sambil memainkan kedua jari telunjuknya. Ah dia benar-benar manis.

"Wah, kau sudah punya pacar ? hebat sekali kau Naruto" Naruto hanya memberikan cengirannya.

"Oh, Sasuke ? ternyata kau juga disini ?" kata Konan setelah menyadari kehadiran si bungsu Uchiha disana.

"Hn"

"Haha, kau benar-benar tidak berubah" Konan menambahkan, melihat sikap Sasuke yang sedari dulu memang tidak terlalu tertarik akan sesuatu.

"Dan teman-teman, dia adalah Konan. Sama seperti Pain-san, dia teman masa kecilku bersama Sasuke. Dia dulunya sekelas dengan Pain-san" Konan membungkuk sopan.

"Tapi Konan-san, kau benar-benar berubah dari sewaktu kecil dulu. Kau sudah benar-benar terlihat cantik sekarang."

Semburat merah menghiasi pipinya, mengucapkan terima kasih pada salah satu teman masa kecilnya ini.

Tak menyadari bahwa gadis lavender disana langsung 'panas' dibuatnya. Para ANBU dan gadis pun bergidik ngeri. Hinata yang pemalu nya minta ampun itu, namun saat marah, apalagi cemburu, bisa sangat berbahaya. (Woahh, Hinata cemburu mode : on)

"Oh Konan itu pacarku." Dengan tiba-tiba Pain menambahkan, membuat Konan langsung memerah. Langsung menundukkan wajahnya.

"Wah, Pain-san. Jadi akhirnya perasaanmu tersampaikan." Naruto kembali berkata, Pain mengangguk antusias. Yah, perasaannya telah tersampaikan. Perasaaan sejak dulu yang sudah ia simpan cukup lama. Sejak kelas IV SD Pain memang sudah memendam perasaannya pada Konan. Tapi dirinya yang pemalu tak pernah bisa menyampaikannya. Barulah saat kelas XII ia mampu mengutarakannya. Dan betapa kagetnya dia, Konan ternyata memiliki perasaan yang sama pada dirinya. Sejak saat itu, mereka pun menjalin hubungan dan sekarang sudah sekitar 3 tahun lebih berjalan.

Seorang gadis lavender disana pun lega mendengarnya. Ya, dia tak perlu cemburu lagi. Lagipula senpai mereka itu sudah berpacaran. Betapa leganya dalam dirinya yang telah menyimpulkan bahwa pangeran kuningnya itu akan selalu menjadi miliknya. (Astaga-_-)

"Oh Nagato-kun ? jam pertama kita akan segera dimulai. Kita harus segera masuk kelas." Konan pun berkata, dengan mengatakan tujuan nya mencari pacarnya sendiri a.k.a Pain yang sepertinya tadi sempat ia lupakan.

"Oh, begitu. Kalau begitu ayo kita segera masuk kelas." Pain menjawabnya, dia sendiri lupa kalau sudah dari tadi mengobrol disini dan melupakan kalau mereka ada kelas pagi ini.

"Oke kalian semua, kami pergi dulu. Kalau ada kesempatan mari kita ngobrol-ngobrol lagi" pamit Nagato pada para ANBU dan para gadis disitu. Mereka mengangguk ramah menjawabnya.

"Jadi sayang, ayo kita pergi." Kata Nagato pada Konan, sedikit menggoda pacarnya itu.

"Mo-Mou Nagato-kun,.." dengan sedikit cemberut dan rona merah diwajah, Konan menyeret Pain, oh lebih tepatnya menggandengnya dan berjalan bersama (Wah, gadis ini malu-malu tapi mau #plakk.)

Dan setelah pamit mereka berdua pun berlalu meninggalkan para remaja berjumlah 14 orang itu.

"Hmm, mereka senpai yang benar-benar baik." Sakura memulai pembicaraan diantara mereka, diikuti anggukan semuanya.

"Yah, dia benar-benar baik padaku dan Sasuke dulu. Aku senang dapat kuliah ditempat yang sama dengan mereka." Naruto berkata, dengan cengirannya.

Dan di pagi hari yang cerah ini. Para anggota ANBU dan gadis-gadis mereka menjalani hari pertama layaknya seorang mahasiswa. Mereka pun melanjutkan pembicaraan mereka. Ada yang cuman mengobrol, menggoda pacarnya, bermain game, bahkan ada yang tidur sambil pangku-pangkuan bersama pacarnya, jangan tanya siapa karena kalian pasti sudah tau.

.

.

Teman baru. Sepertinya hari-hari kedepan akan lebih menyenangkan.

.

.

"Hei, kudengar para lelaki tampan itu juga kuliah disini loh."

"Hmm ? siapa ?"

"Masa kau tidak tau ? itu loh, ANBU."

"Heeehh ? Maksudmu grup yang berisikan 7 pria tampan itu?"

"Tentu saja, bahkan ada rumor yang mengatakan mereka ber-7 akan kuliah disini loh."

"Heh ? benarkah ? wahh aku ingin cepat-cepat melihat mereka."

"Tapi tadi saat upacara penerimaan sepertinya mereka tidak ada kan ?"

"Yah, atau mungkin saja itu hanya sekedar rumor."

"Aku harap itu benar dan bukan hanya rumor."

"Yah, aku juga berharap seperti itu."

Terlihat lorong kampus ini lumayan berisik. Di Konoha University, beredar rumor bahwa para ANBU, grup yang beranggotakan 7 pria tampan itu akan kuliah di salah satu Universitas paling populer di Konoha ini. Para gadis sangat kegirangan karenanya, karena dari rumor yang beredar, ketampanan mereka layaknya seorang pangeran. Yah, mungkin itu sedikit berlebihan. Tapi tahu sendiri kan, gadis-gadis yang mendengar kata 'tampan' langsung saja heboh tanpa tahu rumor itu benar atau tidak.

Ternyata grup ANBU ini sudah banyak dikenal orang-orang. Bukan hanya ketampanan mereka, tapi juga sifat mereka yang mudah bersosialisasi, baik pada sesama, dan tentu saja hal itu membuat semua gadis berharap bisa melihat mereka.

Bahkan beberapa gadis yang mengaku berasal dari SMA yang sama dengan mereka yaitu Namikaze High School pun mengatakannya. Betapa tampannya mereka, baik hati, humoris, bahkan dengan kelebihan mereka yang seperti itu, mereka tidak pernah sombong sama sekali. Begitulah rumor yang beredar di Universitas ini.

Apalagi banyaknya para gadis yang berstatus masih single di universitas ini. Setelah mendengar rumor itu, betapa kegirangannya mereka. Berharap bahwa mereka dapat menggaet salah satu dari ke-7 pria tersebut.

Namun kembali para gadis harus dibuat kecewa. Dari rumor lain yang beredar, mengatakan kalau mereka ber-7 sudah memiliki pacar. Entah berapa ratus gadis-gadis single di universitas ini kecewa. Namun rasa ingin tahu mereka tidak hilang, mereka masih tetap penasaran akan sosok dari ke-7 pria ini.

Dan seminggu belakangan ini, seluruh gadis-gadis di universitas ini tengah heboh-heboh membicarakannya.

"Cih lagi-lagi. Seminggu ini tidak pernah lepas dari rumor yang tak jelas seperti itu." bibir tipisnya bergerak bergumam. Entah sudah berapa kali dia mendengar segerombolan gadis yang selalu membicarakan topik yang itu-itu saja. Ya, ANBU ANBU dan ANBU. Sampai jengkel sendiri dibuatnya. Dirapikan sedikit surai berwarna merah itu ke belakang telinga. Mata yang warnanya senada dengan rambutnya itu menoleh kesal.

"Sudahlah, Karin. Abaikan saja." suara lain terdengar. Lebih halus dari sebelumnya. Fokus pada sebuah buku yang dihadapannya, tak terlalu ambil pusing dengan rumor-rumor itu. Toh dia juga tidak peduli. Termasuk tatapan pria-pria yang sedari tadi melihat mereka berdua. Surai pirang pucatnya, terlihat indah. Terurai hingga bagian belakang pinggangnya. Dan jangan lupakan iris ungu nya itu. Benar-benar menawan di mata para pria.

"Tapi, Shion. Apa kau tidak jengkel mendengar rumor yang setiap hari dibicarakan itu ?" dengan jengkel dirinya berkata. Sosok yang sepertinya bernama Karin ini menampilkan wajah dinginnya.

"Tidak. Walau memang keributan nya membuat aku jadi terganggu membaca buku." jawab gadis satunya bernama Shion. Tanpa mengalihkan fokusnya dari buku yang tengah dibacanya.

"Kau memang maniak membaca yah." dengan sweatdrop Karin merespon, temannya yang satu ini memang tidak peduli pada hal-hal lain selain membaca buku.

"Lagipula, memangnya setampan apa para lelaki yang tengah dibicarakan itu, pasti mereka akan klepek-klepek (?) saat melihatku." dengan kepercayaan diri yang luar biasa besarnya, Karin menambahkan.

"Yaya, kau memang yang tercantik." jawab Shion dengan sedikit nada malas. Sudah tau betapa besaranya ke-PD-an temannya yang satu ini. Walau memang tidak ia pungkiri kalau Karin memang sangat cantik.

Mereka berdua ini sedang mengobrol sambil melalui lorong di kampus ini. Entah sudah berapa kali mendengar bisikan disana-sini mengenai grup bernama ANBU ini. Sedang berjalan menuju ruang kelas mereka, karena sedikit lagi kelas pagi mereka akan segera dimulai.

"Kalau tidak salah ruang kita itu, didepan sana belok kanan kan ?"

"Iya"

"Okelah"

Sedikit mempercepat langkah mereka, saat sampai di pertigaan koridor, langsung dengan cepat berbelok ke kanan dan-

BRUUUKKKK

.

"Kyaaaaaa, itu Naruto-kuuuunnn..."

"Sasuke-kuuuunnn..."

"Kyaaaaa dimana ? dimana ?"

"Itu dia, kyaaaa Naruto-kuuunnn."

"Kyaaaa, Sasuke-kuuun"

"Kyaaaaa"

Di sebuah lorong, di universitas ini, terlihat dua orang sedang berlari dengan terburu-buru. Kenapa ? yah, mereka melupakan kalau pagi ini merupakan pagi dimana mereka akan memulai kelas pertama mereka. Salah mereka sendiri, terlalu asik menghabiskan waktu dengan teman-teman mereka, membuat sekarang mereka harus berlari-lari kedua kalinya karena terlambat.

"Cih, semua ini karena kau dobe!"

"Enak saja kau, teme. Memangnya siapa yang dari tadi asik membaca komik hah?!"

"Hah ? Kau keberatan dengan itu ?"

"Tentu saja"

"Ngajak berantem yah ?"

"Kau pikir aku takut hah ?"

Dan ditengah-tengah suasana seperti ini, mereka malah bertengkar. Tak mempedulikan sorak sorai dari banyak mahasiswa bergender perempuan yang sedari tadi terdengar. Terlalu takut untuk terlambat dan membuat masalah di hari pertama mereka.

"Tunggu, kelas kita. Didepan sana itu, lalu belok kiri kan ?" kata pria berambut pirang jabrik ini.

"Hn" dijawab singkat oleh temannya yang berwajah stoic itu.

"Yosshh. Ayo cepat."

Sesampainya di pertigaan lorong itu, tanpa pikir panjang lagi mereka langsung berbelok ke kiri dengan cepat. Tentu saja masih dengan keadaan berlari, dan-

BRRRUUUKKKK

.

.

"I-ittai..." Naruto memegang kepalanya yang terbentur ke lantai dengan cukup keras setelah menabrak sesuatu tadi.

"Oi Naruto, apa kau tidak apa-apa ?" tanya Sasuke khawatir. Yah, khawatir. Naruto itu sahabatnya sedari kecil, bahkan sudah ia anggap saudara sendiri. Walau hampir setiap hari mereka berdua ini terlihat tidak akur satu sama lain, namun Sasuke tentu saja tak ingin Naruto kenapa-kenapa. (cieee cieee NaruSasu #bletak.)

"Nghh.. " suara lain terdengar, halus, seperti nya suara seorang gadis. Naruto melihat sekelilingnya, dirinya menagkap sesosok gadis didepannya. Gadis dengan rambut pirang pucat itu tengah memegang kepalanya juga. 'Ah pasti dia yang kutabrak tadi.' batin Naruto berkata, yah itu saja kesimpulan yang dapat ia tarik.

"Hei, Shion. Apa kau tidak apa-apa ?" tanya seorang gadis lain berambut merah, terlihat khawatir pada temannya yang langsung terjatuh setelah tertabrak tadi.

"HOOOII, APA KAU TIDAK PUNYA MATA HA-"

DEG

Baru saja ia ingin menyembur seorang yang menabrak temannya ini, namun semua niatan itu terhenti saat ia melihatnya.

Mata onyx, wajah dingin, dan rambut bermodel raven seperti itu. Benar-benar membuat dirinya terpaku melihat sosok didepannya. Entah kemana sumpah serapah yang baru saja ingin dikatakannya.

"Aku tidak apa-apa" gadis bernama Shion ini menjawab, dengan perlahan ia membuka matanya, dan-

DEG

Tubuhnya menegang. Mata blue saphire, kulit tan, rambut bermodel jabrik dengan warna yang hampir mirip seperti rambutnya sendiri, hanya saja lebih terang. Dan apa itu ? 3 buah garis halus di masing-masing pipinya. Sungguh sosok didepannya ini mebuatnya terpaku.

"Sudah kubilang hati-hati, bodoh." Sasuke berkata pada sahabatnya ini, yang di katai masih sedikit meringis kesakitan, namun pada akhirnya dia berdiri.

"Hei, apa kau tidak apa-apa ?" kata Naruto pada gadis yang masih terduduk(?) didepannya ini, sambil mengulurkan tangannya, menawarkan bantuan. Tentu saja merasa tidak enak setelah menabrak seseorang karena dirinya yang kurang hati-hati.

Shion hanya mengangguk kecil, matanya masih terpaku pada sosok didepannya yang tengah mengulurkan tangannya pada dirinya. Perlahan ia menerima uluran tangan itu, dan dengan sedikit bantuan dari pria itu, Shion pun berhasil berdiri.

"Maaf yah, kami sedang terburu-buru."

Setelah mengatakan itu, Naruto dan Sasuke langsung kembali berlari. Yah tentu saja, mereka mungkin sudah terlambat sekarang. Tapi, walaupun begitu mereka masih saja adu mulut sepanjang lari mereka. (Astaga-_-)

Di lorong ini, dua gadis remaja sedang terdiam. Menatap kedua sosok yang baru saja mereka lihat. Bahkan sampai lupa kalau mereka berdua juga sedang ada kelas pagi ini. Diam disana, hingga beberapa saat.

"Siapa dia ?"

Dengan kompak bersuara bersamaan, masih menatap kedua sosok yang makin lama makin hilang di telan jarak.

.

.

.

Benar, hari-hari kedepannya, akan semakin menyenangkan.

.

.

To Be Continued.

.

.

Yossshhhh minna-san, lama tak berjumpa. BUAGH DUGHH BLETAK PLAKK GEBUGH

*Readers : Dari mana saja kau selama ini hah ?

*Author : Ma-maafkan saya.

Oke, saya Maulvi a.k.a Tanaka #plakk, sebelumnya ingin mengajukan permintaan maaf saya, baik itu kepada readers sekalian, maupun bagi para reviewers.

Ya, saya hiatus sampai hampir 2 tahun. Bahkan saya pernah berpikir bahwa akan berhenti menulis fic lagi. Banyaknya kegiatan saya di dunia nyata, baik itu kehidupan saya disekolah, menghabiskan waktu dengan hobi saya, membuat saya sangat lama sekali tidak bisa membuka akun FFn saya ini.

Dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus- #bletak. Ehem, dan oleh sebab itu, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidak-hadiran saya di FFn selama hampir 2 tahun ini.

Dan untuk itu, disini saya kembali dengan chapter baru dari cerita saya berjudul ANBU and The Girls : University ini. Dan yah, setelah sekian lama, akhirnya saya menyelesaikannnya juga. Dan langsung saya update. Perlu diketahui bahwa sebelum saya hiatus, chapter ini terlantar dengan hanya berisi 698 words didalamnya. Saya menyelesaikan chapter ini beberapa hari kemaren, tentu saja saya ngebut. Dengan hanya satu alasan, tidak ingin menambah kekecewaan para readers lagi, ceileeeehhh #plakk.

Dan dengan begitu, bagaimana menurut kalian tentang chapter ini ? Apa kurang bagus ? apa romance nya kurang nge-feel ? apa komedinya kurang kocak ? atau friendshipnya yang kurang ngena ?. Jadi gimana ? pokoknya saya meminta maaf untuk segala kekurangan yang ada pada chapter kedua kali ini.

Oke, mari kita lanjut. Tapi sebelum saya lanjut memaparkan omong kosong saya disini #duagh, saya akan membahas seuatu tentang seri AnTG University ini.

Beberapa reviewers, bertanya kepada saya, terkait dengan kemiripan seri ini dengan cerita lain berjudul The Girl in KuroKumo Vol.2 karya dari Hyuuga Eng. Saya sendiri tidak tahu, apa yang me-review seperti ini sudah membaca seri pertama dari cerita ini, yaitu "ANBU and The Girls" atau belum. Tapi disini saya akan meng-konfirmasi agar tidak terjadi salah paham.

Oke, The Girl in KuroKumo (TGiK) karya Hyuuga Eng. Pertama, Hyuuga Eng merupakan salah satu author favorite saya. Banyak cerita-cerita karya nya yang sudah saya baca dan menjadi favorite saya juga.

Kedua, TGiK merupakan salah satu cerita favorite saya dari berbagai cerita yang saya sukai di FFn.

Nah ide untuk pembuatan AnTG karya saya, memang terispirasi dari karya Hyuuga Eng tersebut. Namun hanya satu konsep yang saya ikuti, yaitu penggunaan grup dalam cerita (Saya ANBU, Hyuuga Eng KuroKumo).

Nah di AnTG seri pertama sudah jelas sekali, tidak ada kesamaan sama sekali selain penggunaan grup di dalam cerita. Baik tokoh, watak, tempat, alur, plot, bahkan genre nya saja berbeda.

Nah untuk seri kedua (AnTG University) kesamaan beberapa adegan memang terlihat, tapi saya disini tidak bermaksud menjiplak/menyontek/ atau dll. Saya mengatur seri kedua ini sebagaimana rupa untuk mendukung kelanjutnya. Jadi memang sudah seperti itulah ide yang saya pikirkan, dan langsung saja saya tulis.

Jadi untuk itu, saya mohon maaf bagi pihak-pihak yang tidak suka ataupun membenci saya karena hal ini. Jika ada yang ingin disampaikan, silahkan PM akun saya ini, atau langsung saja review cerita saya ini. Saya menerima apapun itu, tapi yang sudah saya jelaskan di atas, saya membuat cerita ini dengan ide saya sendiri, dengan tujuan menghibur bagi siapapun yang mebacanya. Tidak ada maksud lain selain itu. Jadi sekali lagi saya minta maaf, dan jika anda ingin flam saya karena hal ini, silahkan. Saya menerimanya, hanya saja tolong hargai tujuan saya, jika tidak suka dengan saya, atau membenci saya, ya sudah jangan baca cerita saya. Saya rasa kita semua dapat berpikiran dewasa disini, saya sama sekali tidak ada maksud aneh-aneh dalam pembuatan cerita ini. Terima Kasih.

.

.

Yosh, kita sudahi pembicaraan serius kita diatas. Rahang mulut saya tegang saking seriusnya #plakk.

Oke lanjut, saya hanya memberi informasi tentang chapter ini, atau pada umumnya seri saya ini. Pada chapter 1 dan juga 2 ini, saya hanya berfokus pada perkenalan karakter. Baik itu karakter lama, maupun karakter yang baru muncul. Selain itu di seri ini, saya akan memakai konsep cerita yang sedikit berbeda dari seri sebelumnya. Kalian sudah liat sendiri dengan membaca chapter 2 diatas kan ? nah. Jika seri pertama berfokus pada Romace, Comedy, dan Friendship. Nah diseri kedua ini saya tambahkan genre drama, dan tentu saja itu untuk mengembangkan cerita ini agar lebih menarik lagi.

Dan selama hampir 2 tahun ini saya sama sekali tidak membuka FFn, jadi saya tidak tahu arus FFn yang sekarang. Maksud saya, saya tidak tahu apa readers-readers sekalian masih seperti dulu ? baik itu antusiasnya dalam membaca, atau pun dalam mereview. Jujur saya sendiri kaget setelah melihat chapter 1 dari seri saya ini yang review juga fav dan follow nya menembus angka lebih dari 50. Apa anda tahu ? saya sangat kegirangan karena hal itu XD, yah saya merasa sangat senang akan hal itu, dibandingkan seri pertama yang chapter 1 nya tidak lebih dari 15 orang yang mereview (Disitu saya merasa sedih), oke lupakan-_-

Jadi, saya ingin menyampaikan. Di chapter ke-2 ini, silahkan berikan review anda agar saya bisa melihat antusias anda. Dalam bentuk apa pun itu. Kritik, saran, masukan, ataupun flame saya terima. Bahkan jika anda semua hanya memberi tanda dengan memberikan review anda, itu akan membuat saya sangat senang. Dan itu menjadi dukungan tersendiri untuk melanjutkan cerita saya ini.

Untuk chapter kali ini, saya tidak bisa me-reply review dari chapter sebelumnya. Karena saya lihat, rata-rata isinya komplain yang mengatakan agar saya update lebih cepat.

Jadi untuk itu, saya sekali lagi memohon maaf sebesar-besarnya untuk keterlambatannya dalam update seri ini, karena saya sudah mengecewakan anda para reviewers.

Terakhir, saya berterima kasih sekali lagi bagi para readers yang sudah me-review, fav maupun follow cerita saya ini maupun fic-fic saya yang lain. Sungguh terima kasih banyak.

Sebenarnya untuk edisi hari ini, saya ingin sekali update langsung 2 chapter, seperti yang disarankan salah satu reader. Tapi mohon maaf, chapter 3 nya belum selesai. Pembuatannya baru berjalan 40%. Dan untuk chapter selanjutnya bakal saya usahakan cepat, namun karena sedikit lagi saya akan menghadapi Ujuan Sekolah, jadi mohon bersabar.

Oke mari kita sudahi omong kosong ini #bletak, saya Maulvi, mohon pamit. Jaa nee~

Tanaka-kun desu~~~