Kuroshitsuji Part 2

Author : Anu...uhuk...uhuk...*baru kembali dari rumah sakit* saya akan melanjutkan FanFict ini...walaupun baru keluar dari rumah sakit...tapi...saya...

Ciel : Jangan banyak bac*t lo! cepetan lanjutin!

Author : Oke...saya lanjutkan...*mulai mengetik Fanfic dgn pelan-pelan*

Ciel : Lama amat sih?

Author : Maaf...

Tmn author : *tiba-tiba muncul* Ciel! kau tak boleh seenaknya gitu ama Author! masih untung dapet peran!

Ciel : Mw apa lo? ini urusan gw ama ni author!

Tmn Author : Tapi...!

Author : Udah! dari pada lama-lama mending gw lanjut! oke...silahkan menikmati~~~ uhuk...uhuk...

"Oke, ayo semuanya! kita ngumpul lagi! kali ini yg jadi kucingnya Ciel!" tereak Alois, lantang.

Mereka pun langsung pada ngumpul...

"Sayang...bukan aku lagi yg jd kucingnya...kita kan jadi tak bisa maen kejar-kejaran lagi...iya kan? My honey Sebastian?" ucap Grell, genit.

'Menjijikan...' batin Sebastian dalam hati.

"Baiklah...ayo kita mulai...one..two...three! okay! mulai!" Alois langsung lari-lari dgn Claude yg berada di sampingnya.

"Hem...akan ku kejar kalian dgn mudah! Sebas...! UPH!" Ciel langsung menutup mulutnya sendiri. 'Ini kan permainan, masa aku minta bantuan Sebastian? Lagi pula dy jg menjadi sasaranku! Dan ketiga orang itu jg! (Finnian, Meirin, dgn Bard) masa minta bantuan Tanaka?' batin Ciel, dan langsung melirik ke arah Tanaka.

"Ho...ho...ho..." seperti biasa, Tanaka masih duduk disamping sambil meminum teh ala Jepang itu.

"Tak bisa diharapkan..." gumam Ciel. =="

'Huh...apa yg akan kau lakukan Ciel? aku penasaran..." bati Alois, sambil tersenyum puas melihat Ciel kebingungan.

"A...aku...TAK AKAN KALAH!" toa Ciel kayak orang gila *dezigh*

"Hmm...tunggu dulu sebentar...aku akan merubah peraturannya..." tiba-tiba Alois berhenti, dan semua orang yg ada di dapur itu melirik ke arahnya.

"Kalau didapur terus, sempit tuh...nggak leluasa, bagaimana kita ubah radiusnya (?) jadi kita boleh berlarian di seluruh mansion phantomhive ini! jangan hanya di dapur...-,-" jelas Alois.

"Uh yeah! baiklah! aku duluan yg keluar!" Bard langsung keluar dapur, disusul oleh Finnian dan Meirin.

"Licik! dasar kau lidah setannnn!" Ciel sambil menunjuk Alois.

"Hmm...bagaimana ya? apa aku licik...?...jawabanya...TIDAK. hahahahaha! Ayo tangkap kita, kalau tak bisa kau kalah loh!" Alois pun berlari keluar, disusul Claude, Grell, dan Sebastian yg terakhir.

"Ayo tuan muda! kau pasti bisa!" setelah berkata begitu, Sebastian pun ngacir pergi entah kemana.

"Ngomong gampang, ngelakuinnya susah tau!" Ciel pun berlari keluar, dilihatnya Finnian sedang berputar-putar di teras.

'Tampaknya aku akan tangkap si Finnian saja...biar aku nggak jadi kucing terus...' batin Ciel, sambil melewati pintu masuk ke mansion phantomhive, dia mengendap-ngendap ke arah Ciel, dan langsung..."Ha! kena kau!" teriak Ciel sambil melompat ke arah Finnian.

"Wuahhhh!" dan tanpa sengaja Finnian mengambil pot bunga yg berada di dekatnya dan langsung melemparnya ke arah Ciel.

BUUUKKKK! PRANGGG!

"ARGH!" Ciel mengeluh kesakitan sambil memegangi kepalanya yg terkena lemparan indahnya (?) Finnian.

"Akh! tuan muda! tunggu dulu...aku tak boleh membantu dia, dia kan sedang menjadi kucing...lebih baik aku lari saja!" Finnian pun lari menuju ke dalam Mansion.

"Sial! bocah sialan! (perasaan bocahan elu deh...-,-) aduh kepalaku pusing sekali..." Ciel memegangi kepalanya...dan..."ngg...apa ini basah...basah...hmm...DARAHHH!" Ciel shock ampe nggak bisa gerak *buakgh* maksudnya shock biasa aja...

"Finnian! Kau tak akan dapat jatah makan selama 2 hari! INGAT ITUUUUUUUUUUUUUU!" Ciel berlari masuk ke dalam mansion sambil sempoyongan.

Dan begitu masuk, dilihatnya Meirin sedang berlari menuju ke lantai atas, namun sialnya dia terjatuh. 'Aha, dy aja...dy kan ceroboh pasti mudah tuh...' Ciel melakukan hal yg sama seperti yg dilakukannya kepada Finnian. "Kali ini kau kena!"

"Hem?" dan dengan secepat kilat, Meirin berbalik ke belakang dan mengambil sebuah pistol dari balik roknya (?) dan langsung menembaki Ciel, yg beruntngnya, tak mengenai Ciel sedikit pun.

"Ah..." Ciel bener-bener SHOCK sekarang, dan akhirnya...

GUBRAAAKK...GLUTUK...GLUTUK...BUGHHHHHH...

Ciel terjatuh dari tangga...(malang amat nasibnya...)

"Ah! Tuan Muda! gawat..." Meirin cemas, langsung luntang-lantung nggak jelas gitu.

"Ada apa ini?" tiba-tiba Sebastian muncul di samping Ciel dan di Sebastian di temani oleh Grell yg dari tadi nggak mau jauh dari Sebastian.

"Ukh..." Grell, menyentuh tubuh Ciel menggunakan ujung sepatunya. "Tampaknya dia sudah mati..." (TIDAKKK! CIEL T_T)

"Tak mungkin..." gumam Sebastian tak percaya, dan langsung terduduk di sebelah Ciel dengan muka yg sendu. "Tidak...jangan mati! TUAN MUDAAA!" (perasaan mendramatisir bgt y? ah...sudahlah...)

"Sudahlah Sebastian, dia tak akan kembali lagi ke dunia ini..." gumam Grell, menenangkan Sebastian.

"Tapi...tapi...hiks...hiks...hiks...T_T" Sebastian pun menangis. (Jangan menangis Sebastian, nanti gantengnya ilang...:P)

"Enak aja! AKU BELOM MATI TAHUU!" tiba-tiba Ciel terbangun dan membuat Sebastian dan Grell kaget.

"Hiyeee! mayat hidup! mayat hidup!" Grell ketakutan langsung bersembunyi di balik Sebastian.

"Kamu ini Shinigami penakut amat! Tapi...bener juga ya...Hantu! Hantu tuan muda!" jerit Sebastian Histeris.

"Aku masih hidup! TAHU!" gerutu Ciel.

"Tidak! dia akan mengambil tubuh kita! bagaimana ini sebastian?" tanya Grell ketakutan.

"Hii...aku nggak sudi tubuhku diambil bocah kecil macam dia!" Sebastian sambil nunjuk-nunjuk wajah Ciel, TEPAT di depan wajah Ciel.

GRAUUUKKKK...!

"Auwwwww~!: Sebastian langsung terlompat kaget begitu menyadari jari telunjuknya digigit oleh seseorang. " Tidak! aku terkena virusnya! aku akan berubah menjadi zombieee!" Sebastian ngocar-ngacir sambil ngeliatin jari telunjuknya.

"GUE. MASIH. HIDUUUUUUUUUUUUUUUUPPPP!" toa Ciel benar-benar kesal, sambil mukul-mukul dadanya gitu, kayak gorila...*ditendang Ciel*

"Gyaaaaa!" tereak Grell seperti cewek. " Mayat ngamuk! Kaburrrr!" sambil narik-narik Sebastian gitu. (lo shinigami kok gitu...-,-)

"Aih...arghhhhhhhhh!" Seabastian pun kabur tanpa perlu di tarik-tarik lagi. (Eh! Sebastian tak mungkin melakukan itu! Kalau Ciel mati kan berarti jiwanya Ciel untuk Sebastian...tapi kok...?)

"Kurang ajar mereka berdua...nanti Sebatian tak akan ku kasih gaji (?) lagiiiiii!" Ciel pun marah dan langsung menaiki tangga melewati Meirin yg lagi pingsan.

Lantai Dua...

"Huh, dimana sih mereka, seenaknya aja lari-lari di mansion phantomhive yg suci ini! *cuihhh!* udah tahu mansion ini gede...kan jadi susah ngejarnya...jahat banget sih...Alois..." gerutu Ciel, dengan mata berkaca-kaca seperti mau nangis. (idih...Ciel cengeng...gitu aja nangis...*dihajar fans Ciel*

Tiba-tiba di ujung koridor lantai 2, Ciel melihat bayangan hitam yg sedang kasak-kusuk *plak* i...i mean, sedang memegang sebuah benda yg panjang. Siapa kah itu?

Ciel pun mendekati sosok itu...(horror bgt ya...) dengan hati yg dag-dig-dug karena lampu koridor itu remang-remang...(siang woy!) dan tirai jendela pun ditutup dengan rapat sekali...(ooh...) jadi gelap deh! *plak*

"Kau..." desis Ciel, tiba-tiba saja sosok itu membalikan tubuhnya, dengan matamerah yg menyala-nyala *plak* dia menatap Ciel, dan ternyata orang itu adalah...

"BARDDD?" pekik Ciel. " Kenapa...kau ada disini? Serem amat...apa yg kau pegang itu?" Ciel mendekati Bard, berpura-pura ingin mengetahui apa yg Bard pegang, padahal niat aslinya ingin mengenai Bard, biar dia nggak jadi kucing lagi. (picik amat ya, Ciel *dihajar Ciel*)

"Jangan bergerak tuan muda!" ancam Bard sambil mengarahkan benda itu ke Ciel, yg ternyata adalah, Senapan!

"Dari mana kau dapatkan itu?" tanya Ciel, panik gitu, soalnya kan tadi habis ditembak Meirin walaupun tidak kena, itu malah membuat Ciel shock berat.

"Kau pasti ingin mengenaiku kan tuan muda? Jadi aku siapkan senapan ini untuk berjaga...jaga..." jelas Bard, sambil memutari Ciel. "Jadi...Sayonara!" Bard pun kabur, melesat dengan kecepatan cahaya (?) dan menghilang dari hadapan Ciel.

"Apa? Dasar sialan! Malah kabur lagiiiiiiiiii!" Ciel ngamuk-ngamuk, kayak banteng yg lepas dari kandangnya. *dezigh*

To Be Continued...

Author : Uhuk...uhuk...akhirnya selesai juga...uhuk...uhuk...

Tmn Author : Bagus...bagus...

Ciel : APA INI?

Author : Kenapa? *mendekati Ciel dengan tertatih-tatih* (kasian...DX)

Ciel : Kenapa gw yg paling sengsara di antara yg laen? Kenapa gw yg jadi sasarannya?

Author : Katanya ingin muncul lebih banyak di part kedua ini...

Ciel : Tapi bukan gini juga kaleee! Sebastian!

Sebastian : Yes?

Ciel : Hajar dia sampai dia kapok! *nunjuk Author*

Sebastian : Yes my lord...

Author : Ti...dak...

Dezigh! Duarrr! Jeder! Buakgh! Plak! Plok! Pranngggg! Nguingg(?)

Tmn Author : Kau...kejam sekali...

Ciel : Hahahahaha! Ini baru menarik...

Author : To...tolong...

Sebastian : Saya belum selesai...

Dan petarungan (?) itu pun berlanjut...