YA.. SEPERTI YANG KU KATAKAN SEBELUMNYA..
"LOVE Is Sacrifice.."
Chap 2
Cast : - Park Ji Rim
- Choi Yong Jae
- Kim Dong Soo
- Song Eun Ra
- And Other Cast
NO COPAS!
Review please *bbuing bbuing*
Don't Like? Don't Read~
~~X.A
Happy reading ^^
Ji Rim keluar dari kelas dan bergegas menuju taman belakang sekolah yang terdapat banyak pohon. Ji Rim duduk di bawah salah satu pohon besar
Tanpa di sadari dari jauh terdapat dua namja yang sedang berbisik-bisik dan menunjuk-nunjuk kearah Ji Rim yang sedang duduk dan memejamkan matanya
CHAP 2
"Bagaimana menurutmu yeoja yang ada di bawah pohon itu?" tanya namja berambut coklat sambil menunjuk kearah Ji Rim
"Biasa saja" jawab namja yang berambut hitam
"Mungkin kau harus pergi ke dokter mata Jae" orang yang disebut namanya hanya menatap datar teman yang ada di sebelahnya
Ya.. mereka berdua adalah Kim Dong Soo dengan rambut coklat dan Choi Yong Jae dengan rambut hitam legamnya. Mereka terlihat seperti orang yang akan menculik seorang gadis -_-"
"Ya lalu apa yang akan kita lakukan? Kita hanya membuang waktu berharga kita, pabo!" Yong Jae melangkahkan kakinya untuk menjauh dari taman belakang sekolah
"Ya! Tunggu! Setidaknya kau bantu aku mendapatkan dia" Dong Soo mengejar Yong Jae yang semakin mempercepat langkahnya menjauhi Dong Soo
~~X.A
Ji Rim memasang headset ke telinganya dan memutar lagu kesukaannya. Ia menutup kedua matanya dan merasakan angin yang menerpa kulit putihnya
Ji Rim berusaha untuk menenangkan fikirannya
"ANNYEONG..!" suara yeoja yang melengking itu membuat Ji Rim terlonjak kaget
Suara yeoja itu lebih keras dari suara headset yang Ji Rim gunakan
"Eun Ra-Ya! Berhenti membuat gendang telinga ku pecah! Aku ingin menikmati ketenangan ku. Jadi pergilah!" tiba – tiba Ji Rim kehilangan mood nya
"Hehehe.. jangan marah begitu.. nanti cantik mu hilang.. aku kan hanya bercanda. Ayolah.. aku tau kau tidak sejahat itu. Kau mau kan mengantarku berjalan-jalan? Aku juga akan mentraktir mu jika kau mau. Ayolah.." yeoja berkepang dua ini terus merajuk kepada sahabatnya
"…" Ji Rim masih diam tak bergeming
"Ayolah…" Eun Ra menarik lengan sahabatnya yang sedang dalam mood yang sangat buruk
Ji Rim menatap kedua mata Eun Ra. Dan tidak lama kemudian ia menghembuskan nafas beratnya..
"Ne, arraseo.. kajja" Ji Rim mulai berdiri dan menggandeng tangan Eun Ra
Ji Rim tidak akan pernah bisa marah kepada sahabatnya ini. Mereka sudah bersahabat sejak mereka masih kecil. Menurutnya, walau pun Eun Ra kadang menyebalkan tetapi Eun Ra sangat baik kepadanya. Dan hanya dia yang paling mengerti perasaannya.
"Eun Ra.. ku dengar namja sialan itu sedang bolos?" Ji Rim menatap layar ponselnya
"Heung? Namja sialan? Nugu?" Eun Ra hanya menatap aneh teman di sebelahnya
"Aku lupa namanya. Jadi aku panggil dia namja sialan. Siapa sih itu.. ehmm.." Ji Rim berusaha mengingat nama 'namja sialan' itu
PLETAKK
"Aish.. jinjja pabo! Namanya adalah Choi Yong Jae! Panggil dia Jae oppa!" Eun Ra menjitak kepala Ji Rim sambil mem pout kan bibirnya
"Separah itu kau menjadi fansnya? Aish.. Arraseo! JAE OPPA.. puas kau?" Ji Rim kembali memfokuskan pandangannya ke layar ponsel ditangannya
"Hmm.. iya aku mendengar berita itu juga dari Jae fans club. Kata mereka, Jae oppa bolos dari kelasnya karena mengikuti seorang yeoja. Aku tidak tau siapa yeoja itu. Dan kudengar lagi Jae oppa bolos dari kelasnya bersama Dong Soo oppa" Eun Ra menjelaskan gossip yang ia dengar
"Dong Soo?" Ji Rim tiba-tiba menghentikan langkahnya
"Ahh.. apa kau juga tidak mengenalnya.. dia itu adalah.." belum sempat Eun Ra menjelaskan, tiba-tiba Ji Rim memotong pembicaraannya
"Stop.. iya aku tau dia. Tidak usah repot-repot menjelaskannya untuk ku" Ji Rim kembali melanjutkan langkahnya
"Eh.. bagaimana bisa? Aku kira kau tidak tau tentang dia" Eun Ra mengikuti Ji Rim dibelakangnya
"Oh.. iya. Kemarin dia menabrak ku dan dia bilang jika dia sahabat Jae dan dia juga bilang kepada ku jika dia adalah model terkenal dan fotonya ada di setiap majalah. Kata-kata darinya yang tidak akan pernah ku lupakan adalah saat dia bilang bahwa aku hidup di gua batu. Itu sungguh membuat ku jengkel. Tapi kau tau apa reaksinya? Dia hanya tertawa terpingkal-pingkal" Ji Rim menceritakannya panjang lebar
"…" Eun Ra hanya diam tak bergeming sedikit pun
"Hey.. kenapa kau hanya terdiam?" Ji Rim menatap mata sahabat disebelahnya yang jauh lebih pendek darinya
"Kau sungguh beruntung.. dia adalah orang yang pendiam. Tetapi mengapa dia bisa seakrab itu saat berbicara dengan mu? Setahuku dia akan banyak bicara hanya kepada orang yang telah dekat dengannya saja" Eun Ra menatap Ji Rim kagum
"Maksudmu hanya dengan Jae?" Ji Rim mengedarkan pandangannya ke sekitarnya
"Tidak tau. Tapi aku dengar mereka adalah 4 bersahabat. Tapi yang terkenal hanyalah Jae oppa dan Dong Soo oppa. Dua yang lainnya tidak seberapa terkenal disini karena mereka bersekolah di KIARA high school. Mungkin saja mereka berdua terkenal di sana. Tetapi ini aneh.." Eun Ra menatap kosong jalan di depannya
"Aneh? Aneh apanya? Itu kan normal saat kita memiliki sahabat di beda sekolah.. jadi menurut ku tidak ada yang aneh" Ji Rim menatap wajah Eun Ra yang masih memandang kosong ke arah jalan di depannya
Tiba –tiba Eun Ra menarik tangan Ji Rim menuju ke taman. Mereka duduk di salah satu bangku taman di sana.
"Kenapa disini?" Ji Rim masih bingung dengan Eun Ra yang berubah
"Ahh.. tidak papa. Hanya saja akan lebih nyaman jika kita berbicara di tempat yang nyaman seperti ini. Iya kan?" Eun Ra memaksakan senyumannya
"Ah ok. Jadi, tadi kau bilang jika ini aneh? Apa maksudnya itu?" Ji Rim mulai tertarik dengan cerita ini
"Eumb.. menurut ku ini aneh. Jae fans club dan Dong Soo fans club selalu mengikuti kemana pun mereka pergi. Mereka selalu mencari tau apa makan favorit, minuman favorit, nama kelarga mereka dan semuanya tentang mereka. Tetapi mereka selalu takut dan tidak mau mencari tau tentang siapa sahabat mereka di KIRA high school. Tidak kah itu aneh? Setiap aku bertanya kepada salah satu member Jae fans club tentang siapa nama kedua sahabat Jae oppa yang bersekolah di KIRA high school, mereka tidak pernah menjawabnya dan malah langsung pergi" Eun Ra terlihat sedih
"Mengapa kau tidak mencari taunya?" Ji Rim mulai kasihan kepada Eun Ra
"Bagaimana caranya? Tentu saja aku tidak akan bisa. Aku terlalu takut untuk mencari taunya" Eun Ra membuang nafasnya berat
"Takut kenapa" Ji Rim menatap wajah sahabatnya
"Karena aku sendiri"
JLEBB
Kata itu berhasil membuat jantung Ji Rim hampir berhenti. Sejahat itukah dia? Setelah di ingat-ingat, dari dulu hingga sekarang Ji Rim tidak pernah perduli dengan Eun Ra. Padahal Eun Ra selalu ada di sampingnya saat dia kesusahan. Bahkan hanya Eun Ra yang menghiburnya saat dia sedih. Tetapi inikah balasan Ji Rim untuk Eun Ra?
Bahkan Eun Ra pun kini telah sadar bahwa ia akan melewati semua masalah nya sendiri. Dan Eun Ra juga yakin jika Ji Rim pasti tidak akan perduli kepadanya dan kepada semua masalah yang dimiliki oleh Eun Ra
"Ehh.. pabo. Tentu saja aku akan membantu mu. PASTI!. Mulai saat ini jika ada masalah, ceritakan saja kepada ku. Aku berjanji akan membantu mu sebisa ku" Ji Rim kini telah menyadari semuanya
"Benar kah?" mata Eun Ra berkaca-kaca
Ji Rim hanya tersenyum. Senyumnya kali ini sangat tulus..
"Kajja.. aku akan menraktir mu ice cream.. kau boleh mengambil sepuasnya" Ji Rim menarik tangan Eun Ra menuju ke kantin sekolah
"Jinjja? Gomawo.. kyaaaaaa.. saranghae.. jeongmal saranghae.." Eun Ra terlihat bahagia
Typo bertebaran..
Delete or continue?
Review, Kritik, dan saran please…
Ini FF nista, FF yang gak akan ketebak alur ceritanya (masa sih) XD
FF Gaje.. FF aneh..
Alur berantakan.. ga sesuai EYD -_-
FF ini murni hasil buatan Author yang rada somvlak ini..
NO COPAS!
See u next Chap *maybe*
X.A~
