Memory ch.2
Ket.
Italic : ingatan Hyuk atau flashback.
"Aahh .. akhirnya,aku bisa pulang ke rumahku tercinta ini ! Kyaaaa !." Histeris Hyuk saat dirinya sudah sampai di rumahnya -juga Taekwoon- dan langsung menjatuhkan dirinya di sofa ruang tamu dan menghentak hentakkan kakinya sambil berteriak/?.
"Kau terlalu berlebihan,Hyuk-a ." Ucap Taekwoon sambil menyimpan tas berisikan pakaiannya selama Hyuk dirumah sakit.
"Hahaha ... Taekwoon hyungieee.. aku lapaaarr !." Ucap Hyuk dengan bumbu aegyo di wajahnya yanh sudah imut itu/?.
"Makan." Ucap Taekwoon dengan sesingkat-singkatnya.
"Buatkan aku makanan ne.. aku kan baru sembuh .." ucap Hyuk -masih dengan mode aegyo nya-
"Baiklah,tapi .. bahan makanan di kulkas sedang habis. Temani aku membelinya ke supermarket." Ucap Taekwoon meminta.
"Baiklah,kajja !." Ucap Hyuk bersemangat -namun dia memikirkan sesuatu di pikirannya-
.
.
Memory
.
.
"Hyungiee ! Aku ingin eskrim yang inii !." Ucap Hyuk sambil menunjukkan sebuah eskrim ditangannya pada Taekwoon yang sedang memilih beberapa bahan makanan.
"Sirheo,kau baru sembuh dan kau ingin makan eskrim ?."
"Tapi,aku sudah lebih baik,Hyung !." Ucap Hyuk sambil mempoutkan bibirnya.
'Aisshh.. apa dia tidak sadar umur ?.' Pikir Taekwoon.
"Sekali tidak. Tetap tidak! Cari saja yang lain. Tidak untuk eskrim." Ucap Taekewoon final.
"Baiklah.. apa hyung sudah selesai memilih bahan makanannya ?."
"Sudah,kajja."
.
.
"Hyung,aku ingin coklat,bolehkah ?." Tanya Hyuk.
"Boleh,ambilah yang kau suka." Ucap Taekwoon.
Saat Hyuk sedang sibuk memilih coklat,Taekwoon tak sengaja mendengar suara-suara yang menurutnya sangat familiar,dan saat Taekwoon membalikkan tubuhnya. Dilihatnya seorang namja tampan dan seorang namja manis yang tengah berdebat.
"Chagiya.. aku ingin coklat ituu.." ucap seorang namja manis itu.
"Tidak sayang.. coklat hanya akan membuat gigimu sakit." Jawab namja tampan disampingnya.
"Tapi aku ingin coklat.. pokoknya,sebelum aku mendapatkan coklat itu,aku tidak akan beranjak dari sini !." Ucap sang namja manis lagi -lebih tepatnya merajuk-.
"Kamu inii.. kebanyakan makan coklat akan membuatmu gemuk!." Rayu namja tampan itu.
Merasa terus dipandangi,namja tampan tadi melihat ke arah Taekwoon dan menyadari namja tampan tadi akan melihatnya,secepatnya Taekwoon membalikkan tubuhnya ke arah menutupi Hyuk.
"T..Tttaekw..woon.. hyung?." Kaget namja tampan itu. Menyadari keberadaannya diketahui oleh si namja tampan Taekwoon dengan segera menarik tangan Hyuk yang tengah dilema memilih salah satu coklat di kedua tangannya.
"Hyung,kenapa tiba-tiba menarik tanganku ? Kenapa kita berlari ? Aku belum menyimpan salah satu dari coklat ini ?!." Ucap Hyuk.
"Aku lupa mematikan air. Dan untuk masalah coklat itu,tak apa .. ambil saja keduanya." Ucap Taekwoon sambil mengambil kedua coklat tersebut dan membayarnya di kasir tanpa mengambil kembaliannya. Beruntung bahan makanan yang tadi Taekwoon beli sudah dibayar sebelumnya,jadi tak memakan banyak waktu supaya namja itu tak mengejarnya.
.
Other side
'Aish .. kemana perginya Taekwoon hyung ? Tunggu ! Aku lihat dia menarik seseorang. Apa itu kau,Hyukkie ?.' Gumam namja tampan itu.
.
"Hyung,tadinya aku hanya akan memilih salah satu coklat dari kedua coklat ini. Tapi kau malah langsung menarik tanganku,ada apa sebenarnya ? Aku yakin kau berbohong tentang air yang belum dimatikan itu." Tanya Hyuk.
"Sebenarnya ... sebenarnya .." ucap Taekwoon mencari cari alasan agar Hyuk percaya padanya.
"Sebenarnya apa ?." Tanya Hyuk menuntut.
"Sebenarnya tadi ada salah seorang musuhku saat SMA dulu,daripada aku bertengkar disana dan membuat kekacauan. Lebih baik aku pergi. Sudah percaya ?." Ucap Taekwoon.
"Setahuku kau anak baik-baik,hyung ?." Ucap Hyuk.
"Itu hanya yang terlihat didepan kau,Eomma dan Appa." Ucap Taekwoon sedikit tersenyum.
'Sebenarnya,orang yang kupercayai menjadi musuhku.' Batin Taekwoon.
.
.
Memory
.
.
'Hyungiee ! .' Panggil Hyuk dengan ceria pada seorang namja tampan yang dia panggil "hyung"
'Ahh.. Hyukkie-yaa .. kau sudah lelah berlarian ?.' Tanya namja tampan itu sambil menarik Hyuk ke pangkuannya dan memeluknya.
'Ne,apa yang kau lihat di handphone-mu itu hyung ? Sampai kau serius sekali ?.' Tanya Hyuk.
Selintas ide jahil muncul di pikiran namja tampan tersebut.
'Aku sedang melihat sesuatu yang sangat menarik !.'
'Apa lebih menarik dariku ?.'
'Ya,ini sangat menarik !.'
'Yak! Hyung! Beritahu aku ? Apa yang lebih menarik dariku ?!.' Paksa Hyuk.
'Kau cemburu ne,chagiya ?.'
'Yaaa hyungieee !.' Ucap Hyuk dengan wajahnya yang sudah memerah.
'Baiklah baiklah,aku membaca artikel ini, menarik kan ?.'
Hyuk pun mulai membaca judul artikel tersebut.
"Fobia dapat disembuhkan juga oleh orang yang kita sayangi".
'Hyung,kau membaca ini ?.' Tanya Hyuk.
'Ne,dengan rasa sayangku,aku akan berusaha untuk menyembuhkanmu dari fobiamu itu..' ucap namja tampan itu dengan senyuman tulusnya.
'G..ggumawo.. hyung.' Ucap Hyuk dengan air mata dipipinya.
'Saranghae ..'
'Nado saranghae ..'
.
"Huaaa ! Mimpi macam apa ini ?." Ucap Hyuk saat terbangun dari tidurnya dengan keringat dingin muncul dari dahinya.
"Siapa namja itu ? Apa aku mengenalnya ?." Tanya Hyuk.
Pukul 01:25 AM.
"Ini masih malam,sebaiknya aku tidur lagi." Putusnya.
.
Keesokan harinya ..
"Hyuk-a .. turunlah dan sarapan !." Panggil Taekwoon.
"Ne !." Ucap Hyuk sambil berlari menuruni tangga dan mengahampiri Taekwoon di ruang makan.
"Aishh.. jangan berlari di tangga Sanghyuk! Kau bisa jatuh dan terbentur !." Ucap Taekwoon mengingatkan Hyuk.
"Hehe .. mian hyungie.." ucap Hyuk dengan 'v sign' nya.
"Ne,cepatlah makan !." Ucap Taekwoon.
"Waahh .. apa yang kau masak Hyung ? Harum sekalii !."
"Aku hanya membuat Omurice dan kimchi,cepat makan!"
setelahnya,hanya suara sendok dan piring saja yang bersuara,Taekwoon melarang Hyuk untuk makan sambil berbicara. Setelah sarapan selesai Hyuk mulai bertanya.
"Hyung,apa aku dulu memiliki fobia ?." Ucap Hyuk,membuka percakapan.
"Apa ?! K..kau ! Dapat itu darimana ?!." Tanya Taekwoon kaget.
"Entahlah, aku bermimpi aku disebuah taman,dengan seseorang dan dia bilang akan menyembuhkan fobiaku dengan sayangnya. Aku yakin,dia orang yang kukenal dulu." Yakin Hyuk.
Hyuk tau,sangat tahu kalau dia mengalami hilang ingatan karena kecelakaan dan sayangnya,dulu yang dia ingat hanya Taekwoon hyungnya dan orang tuanya.
"Mungkin itu aku .." ucap Taekwoon.
"Hyungie ? Tidak mungkin kau memanggilku 'chagiya'."
"Jangan terlalu dipikirkan, nanti kepalamu sakit lagi." Ucap Taekwoon.
"Nanti saja kupikirkan.. aku pergi ke kerja dulu ne,hyung .." pamit Hyuk.
"Ne .. hati hati."
.
.
Memory
.
.
"Hyukkie ! Kau sudah sembuh ?!"
"Bagaimana itu bisa terjadii ?!." Tanya dua orang yang berwajah sama,Youngmin dan Kwangmin.
"Eh? Bagaimana kalian bisa tahu?." Tanya Hyuk.
"Taekwoon hyung meminta izin pada manager,lalu kami bertanya kemana dirimu. Trus,Taekwoon hyung bilang kau sakit .." ucap Youngmin dan diangguki Kwangmin.
"aisshhh .. Taekwoon hyung ituu-." Saat Hyuk akan melontarkan umpatan pada Taekwoon,salah seorang koki memanggil Hyuk. Beruntunglah kau Taekwoon .
"Maknae ! antar pesanan ini ke meja 7. Ppali !." Ucap sang koki.
.
"Pesanan untuk anda tuan .. apa ada yang ingin dipesan lagi ? Bila membutuhkan bantuan, silahkan panggil kami .." ucap Hyuk dengan sopan pada seorang namja tampan dan seorang namja manis.
"Tidak. Terima kasih .." ucap namja manis itu.
Namja tampan yang sibuk memainkan ponselnya pun segera berhenti saat dia mendengar suara Hyuk.
"Hyuk-a ..." ucap namja tampan tersebut.
"Eh? Anda .. tahu.. namaku ?." Tanya Hyuk.
DEG !
"Kkk..kkau.. tidak .. mengenalku ?."
.
.
.
.
.
.
TBC
Author's Note :
Kyaa ! La udah lanjut nih.. sama chapter 2 nya !
Thanks ya buat reviewnya ..
Buat beberapa waktu mungkin La hiatus dulu karna MOPD :'(
Buat yang minta LeoHyuk,aku dah jabanin. Tapi cuman jadi adek-kakak.. walaupun aslinya nggak '-'.
Thanks for Reading yaa .. ^.^
Mind for Review ?
