Arigatouu buat yang udah liat ff pertamaku ini dan udah review

MillatiJS : Hai' sebelumnya aku udah buat 2 chapter kok jadi bisa langsung ngepost lanjutannya. dan makasih banyak udah ngereview ^^

Asharinchan : Makasih sarannyaaaaa Ini aku nyadar senyadarnyaa kok kalo ini ff pendek banget :' waktu aku baru selesai bikin 1 chapter itu aku kira udah bikin lebih dari 5k.. Dan aku kaget banget kalo ini bahkan kurang dari 1k :' /curhat ceritanya/ Ntar aku usahain bikin lebih panjang kok... tapi enggak janji '-' takutnya kalo udah bilang bakal manjangin ffnya tapi tau2 jadi buntu nggak punya ide kan ntar boong jadinya : untuk yang chapter ini, kayaknya masih pendek ffnya, soalnya ini aku bikinnya bareng sama pembuatannya chapter 1. Um.. Asha bisa manggil Azunyan aja kok w Terus juga makasih banyak udah ngereview ^^

Chapter 2

Deg

Deg

Deg

Kazune berjalan semakin mendekat ke arah Karin. Ia berjalan dengan wajah datarnya dan menatap mata Karin. Kazune kini makin dekat. Dan-

Kazune berhenti dan ia berbelok arah menuju bangku lain.

Kazune kini berada tepat di depan bangku Kazusa. Tepat di sebelah kanan bangku Karin.

Hei apa-apaan itu tadi? Sudah jelas kalo Kazune tadi berjalan menuju ke bangku ku dan ia juga menatap ke arahku? Pikirku yang tidak habis pikir dengan sikapnya.

Kazusa. Kujyou Kazusa. Itu adalah nama lengkap pemilik bangku yang kini sedang dihinggapi oleh Kazune(?)

Aku melihat mereka. Mereka seperti sedang membicarakan sesuatu. Sesuatu hal yang samar-samar kudengar karena mereka berbicara dengan volume tidak terlalu keras. Mereka juga tampak akrab. Mereka terlihat seperti….

Seperti sepasang kekasih.

Ya, mereka terlihat seperti sepasang kekasih. Lalu, apa peduliku? Apa urusannya denganku? Tentu tidak ada kan? Jadi biarkan saja, toh aku juga bukan siapa siapanya, Eh?

*sepulang sekolah*

Mungkin karena ini hari pertama, jadi sekolah hanya berlangsung setengah hari. Hari ini aku berencara langsung pulang ke rumah.

"Ne, Karin-san… mau pulang denganku? Kita bisa lebih dekat nantinya, dan aku juga akan kukenalkan pada teman temanku.. ne mau ya?" Tanya Kazusa tiba tiba.

"Um… etto…. Baiklah tapi-" Tanpa menunggu aku selesai berbicara Kazusa langsung menarik tanganku.

"Matte yo Kazusa! Aku hampir saja terjatuh karena kau meraikku tiba-tiba… hosh.. hosh…" Omelku saat Kazusa sudah berhenti menarikku. Dan aku pun seketika sadar bahwa disini tidak hanya ada aku dan Kazusa saja.

"Ne minna! Ini teman baruku, namanya Karin." Kazusa memperkenalkanku kepada semua teman temannya, dan dia juga memanggilku… "teman".

"Karin ini namanya Michi," Ucap Kazusa sambil menunjuk seseorang yang bernama Michi.

"Hai' Karin, yoroshiku ne."

"Yoroshiku mo Michi-san.." Jawabku dengan sopan.

"Iie, Michi saja." Balasnya lagi sambil tersenyum padaku.

"Nah, yang ini namanya Himeka.." Kazusa mengenalkan lagi.

"Yoroshiku ne Karin-chan.." Sapa Himeka dengan wajah cerianya. Ia terlihat cantik dan lemah lembut yang tentunya berbeda jauh sekali dengan kepribadianku. Sudahlah jangan bahas itu.

"Kalo yang ini Jin.."

"Jin. Jin Kuga. Yoroshiku…"

"Dan yang di sana itu orang menyebalkan yang bernama Kazune." Ucap Kazusa lagi sambil menunjuk ke arah Kazune dengan wajah mengejek. Tetapi Kazune tidak terpancing dengan ledekan Kazusa. Dia hanya memberi wajah datarnya itu. Kazusa memang benar. Jadi tidak salah lagi, orang itu memang menyebalkan. Benar benar menyebalkan.

"Jaa… mau sampai kapan disini? Apa kalian mau menginap di sekolah?"

Kazune pun memecah keheningan dengan kalimatnya itu.

*bersambung*