Super Duper Star

.

.

.

Chapter 2 (Awalys Beside You)

Warning : YAOI, BL, Homo

Cast : Chanbaek, and Other

{CB}

Italic = flashback

Sebuah mobil Mercedes-Benz seri AMG G65 terparkir dengan acak di salah satu club malam di Seoul. Seorang lelaki berkaki jenjang turun dari sana. Menyugar rambut nya dramatis, sedangkan tangannya yang bebas di pakai untuk membuka kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya. Chanyeol berjalan terburu memasuki club 'Exordium'. Dua lelaki dengan perawakan tinggi besar menggunakan suit hitam yang berjaga di pintu masuk hanya memaklumi tingkah member VIP nya itu. Chanyeol sudah terdaftar menjadi member VIP di club 'Exordium' sejak 3 tahun lalu. Saat di rasa jadwal nya semakin padat, dengan waktu libur yang sangat terbatas. Ditambah lagi ocehan Siwon tentang 'Jangan terlalu sering menampakkan diri di depan publik', membuat Chanyeol melampiaskan semua kekesalannya di sini. Sedikit meneguk alkohol, setidaknya akan membuat lupa semua masalah.

"Hai, sedang suntuk ?" Sapa salah satu bartender yang sudah cukup lama di kenal Chanyeol, Kim Minseok.

"Beri aku tequila satu botol."

"Huh ? Kau yakin ? Biasanya kau hanya meminum wine Chanyeol ?"

"Ck, jangan banyak bicara!"

"Baiklah, baiklah. Kau sepertinya sedang ingin melayang lebih jauh. Apa ini karena kau tidak berhasil membawa pulang piala sebagai selebriti paling bersinar di tahun ke-enam mu ?"

"Apa maksud mu ? Aku masih jadi yang paling bersinar Kim!"

Minseok hanya menutup mulutnya rapat-rapat, Chanyeol yang berapi seperti ini memang harus dihindari atau akan habis terbakar. Emosi nya masih sama, tak terkendali dan berbahaya.

{CB}

Debuman musik yang berasal dari piringan DJ tidak mengubah apapun. Suasana hati Chanyeol masih tetap kacau. Pilihan nya untuk meminum tequila juga bukan solusi. Buktinya yang di rasakan sekarang hanya hantaman yang menakutkan di bagian dalam kepalanya. Pusing, dengan ingatan-ingatan rancu di hari lalu yang semakin membuat nya meringis kesakitan. Chanyeol terduduk di sofa ruang VIP yang di sediakan club. Duduk di deretan paling belakang, sendiri. Ingatan tentang masalalu nya yang buruk. Tentang satu persatu orang yang hadir dalam hidupnya. Tentang bagaimana orang-orang bersikap terhadapnya. Ditengah ketidak sadarannya karena efek alkohol, Chanyeol diam-diam merintih. Hati nya ngilu saat menyadari tidak ada satupun yang menganggapnya manusia. Orang sekitar nya hanya menganggap Chanyeol adalah seorang artis. Semua perlakuan mereka hanya sebuah formalitas, tidak ada yang benar-benar menyayanginya. Tidak Ada. Selintas senyum menawan yang sangat di kenal Chanyeol ikut masuk kedalam dimensi khayalannya. Senyum yang sangat menyenangkan, senyum yang selalu terukir tulus. Bibir tipisnya akan melengkung ke atas diikuti mata bulan sabit nya yang terangkat. Chanyeol tau itu siapa, senyuman yang sudah di abaikan selama lima tahun terakhir. Chanyeol luput dalam hal mengamati, ia tidak sadar bahwa lima tahunnya adalah sia-sia dengan mengabaikan hal seindah itu.

"Baekhyun, Byun Baekhyun…" Chanyeol berbisik sangat lirih. Berbisik untuk dirinya sendiri, mengingatkan dirinya sendiri bahwa pernah ada yang benar-benar tulus mendampinginya.

"Kau marah padaku ? Huk. Apa aku sudah keterlaluan ? Huk. Aku hanya kesepian selama ini, Huk. Aku terlambat menyadari bahwa lima tahun ini ternyata aku tidak sendiri, Huk. Kau satu-satunya yang pernah menganggap aku manusia. Kembalilahhh kumohoonn. Hiks." Chanyeol merosot ke lantai, tangisannya sangat menyayat hati. Bahkan di situasi paling sedih seperti ini dia masih tetap sendiri. Chanyeol benar-benar sendiri, ini sangat menakutkan. Ia butuh Baekhyun, butuh Byun Baekhyun.

{CB}

"Halo aku Byun Baekhyun." Lelaki mungil itu mengulurkan tangannya dengan senyum mengembang.

"Chanyeol, ini Baekhyun. Dia yang akan menjadi manajer selama masa debut mu nanti." Siwon menengahi, karena Chanyeol hanya menunduk malu sedari tadi.

"Tak apa, kau belum terbiasa. Aku akan mengajari mu menjadi percaya diri di depan orang banyak." Baekhyun yang semula berdiri kini sedikit berjongkok untuk menyamakan wajah nya dengan wajah Chanyeol yang duduk tertunduk.

"Aku yakin kau sangat berbakat, dan pasti memiliki banyak fans. Mari bekerja sama Chanyeol." Chanyeol memberanikan diri mengangkat wajahnya. Sedetik kemudian ia tertegun, melihat wajah manis lelaki yang akan menjadi manajernya itu. Dia lelaki, tapi memiliki wajah cantik, jari lentik, dan tubuh mungil. Wajah nya menyiratkan keteduhan, senyumannya umpama angin yang memberi kedamaian. Tapi saat itu Chanyeol masih terlalu naif.

Baekhyun menepati janji nya, bekerja sangat keras bersama Chanyeol. Membentuk kepercayaan diri sesorang dengan masa lalu buruk adalah pekerjaan yang sangat berat. Tapi Baekhyun dengan sabar mengangkat Chanyeol dari keterpurukannya. Perlahan namun pasti mengenalkan Chanyeol dengan dunia gemerlap yang syarat akan kemewahan. Dunia yang sudah membuat Chanyeol hampir tak bisa mengenali dirinya sendiri. Dunia yang sudah mengubah Chanyeol menjadi semakin arogan. Dunia yang sudah membuat Chanyeol menjadi sangat asing bagi Baekhyun. Setau Baekhyun Chanyeol yang pemalu sudah berkembang menjadi Chanyeol yang sombong.

"Aku menemukan Chanyeol di salah satu panti asuhan kumuh. Beberapa kali aku melihatnya menyanyikan sebuah lagu di persimpangan jalan dengan sebuah gitar usang. Aku kira itu potensi besar. Terbukti dia menjadi sangat tampan dengan sedikit polesan. Yang membuat ku lega dan tidak akan pernah menyesal pernah memungut nya adalah, dia itu ternyata multitalent." Baekhyun memicingkan matanya jengkel dengan ucapan Siwon. Siwon berperan penting dengan perubahan sifat drastis yang di alami Chanyeol. Baekhyun menyesal pernah membantu Chanyeol menjadi lebih percaya diri. Karena Siwon telah mengasah dan menyalahgunakan kerpercayaan diri Chanyeol menjadi mesin uang untuknya. Chanyeol tidak pernah mendapat jadwal libur, waktu istirahat yang sangat minim membuat nya melampiaskan semua melalui dunia malam. Dan pada saat itu diam-diam Baekhyun mulai kecewa.

"Tapi Chanyeol itu tetap manusia tuan Choi, anda tidak bisa memperlakukannya seperti robot non stop. Dia sekarang mulai mengenal dunia malam sebagai pelampiasan jenuhnya."

"Baekhyun, asal kau tau. Chanyeol umpama mesin atm untuk agensi kita. Dia menyumbang hampir 80% kekayaan agensi."

"Tapi dia semakin tidak terkendali tuan. Aku hampir tidak mengenali nya. Aku juga ragu dia bisa mengenali dirinya sendiri. Dia bukan Chanyeol yang ku kenal, Chanyeol yang pemalu dan sangat lembut. Dia sekarang menjadi kasar dan arogan. Aku khawatir itu akan berdampak buruk pada mentalnya. Jika dia tidak bisa mengendalikan diri, aku takut simpati orang-orang dan fans juga ikut hilang."

"Kau terlalu sensitif tuan Byun, berlaku lah seperti manajer biasa jangan menggunakan hatimu. Aku tau apa yang terbaik untuk artis ku." Baekhyun kehabisan kata, seharusnya Baekhyun menyadari dari awal. Jika berdebat dengan Siwon akan berakhir sia-sia.

{CB}

"BRENGSEK! LEPASKAN AKU BAJINGAN!" Chanyeol meronta-ronta diantara apitan tubuh-tubuh kekar. Beberapa menit lalu Chanyeol baru selesai mengamuk di sela mabuknya. Menghajar salah satu pengunjung club yang tidak tau apa-apa. Jelas itu mengundang emosi para bodyguard yang berjaga di sana. Minseok menyesal sudah memberi sebotol tequila kepada Chanyeol. Ini pasti akan berdampak buruk besok pagi. Pasti artikel tentang kejadian malam ini akan segera mengudara. Sementara Chanyeol masih menendang-nendang udara dengan mata setengah terpejam. Emosi nya belum tuntas. Chanyeol tidak tau harus menyelesaikan nya dengan cara apa ? Secara tidak sadar ia menghampiri orang tadi dan menghajarnya hingga tersungkur.

"Chanyeol, kau gila ?!" Minseok kualahan memapah tubuh Chanyeol untuk masuk ke mobil nya. Minseok harus merelakan jam kerja nya berkahir lebih awal karena tidak mau mengambil resiko dengan kekacauan yang lebih parah lagi.

"Baekhyuuuunnnn"

"Ck, dalam keadaan mabuk pun mulut mu tidak bisa diam."

"Minseok, Huk."

"APA ?"

"Apa aku terlalu jahat ? apa sifat ku terlalu buruk ? aku terlalu lama sendiri. Bahkan orang tua ku juga tidak menginginkan ku. Aku hanya takut kehilangan orang-orang sekitarku lagi. Maka dari itu aku terus mencari perhatian dengan bersikap kasar. Tapi-" Chanyeol berhenti sejenak dari celotehan teler nya. "Tapi- hiks.. Baekhyun malah meninggalkan ku." Minseok diam bukan tidak paham. Orang mabuk di sampingnya ini tengah mengungkapan apa yang mengganjal di hati nya. Yang tidak akan pernah bisa tersampaikan tanpa perantara alkohol. Bodoh. Memang Chanyeol bodoh, tapi Minseok tidak akan mengadilinya dengan kata itu. Chanyeol yang selama ini di kenal sangat tampan dengan kharismanya, ternyata tidak lebih dari seorang pecundang yang takut sendirian. Chanyeol yang selama ini di kenal dengan sifat angkuhnya, ternyata tidak lebih dari seorang anak kecil yang rindu perhatian. Chanyeol, Minseok tiba-tiba ingin sekali bertemu dengan seseorang yang bernama Baekhyun. Minseok tiba-tiba ingin sekali memohon kepada Baekhyun untuk menyelamatkan pelanggan club nya ini dari keterpurukan. Nyatanya popularitas tidak benar-benar menjadikannya bahagia dan dilimpahi kasih sayang.

"Kau tidak buruk Chanyeol, kau hanya tidak bisa menunjukkan dengan cara yang lebih baik."

{CB}

10 Headline News!

1) Super star Multitalent 'Park Chanyeol' berulah lagi! Membuat keributan di sebuah Club.

2) 'Park Chanyeol' masih betah dengan sifat arogan nya dam kembali membuat masalah!

3) Penggemar membuat petisi untuk memboikot 'Park Chanyeol' !

[Klik untuk halaman selanjutnya]

Baekhyun membanting ponselnya ke atas sofa melihat trending topik di internet pagi ini. Apa pedulinya ? Chanyeol sudah bukan artisnya lagi. Mereka sudah tidak memiliki urusan apapun. Mustinya Baekhyun masa bodoh, tapi nyata nya ? sebagian hatinya ikut merasa marah dengan artikel murahan itu. Walaupun sebenarnya dia sendiri tau jika artikel itu benar adanya.

"Hyung ?" Baekhyun tersentak dari lamunannya.

"Eh ? Kau akan berangkat sekolah ?" Sehun mengamati penampilannya sendiri dari atas sampai bawah saat mendengar pertanyaan kakak nya. Apa dia terlihat seperti akan pergi bermain dengan seragam sekolah lengkap begini ? Tapi Sehun tidak mau ambil pusing. Mungkin kakaknya hanya lupa model seragam sekolahnya. Karena selama ini, sebelum pagi datang kakaknya sudah meninggalkan flat untuk memulai aktivitasnya sebagai manajer Chanyeol.

"Kau sudah sarapan hyung ? apa kau ada acara hari ini ?"

"Belum, tapi aku sudah memasak kimbap. Sarapan lah dulu. Mungkin hari ini aku akan berpamitan secara resmi ke agensi, dan mencari pekerjaan lain yang mungkin cocok untukku."

Sehun hanya mengangguk dan berlalu ke meja makan, sekedar menyantap masakan sang kakak.

"Sehun ?" Baekhyun bergumam masih di tempat semula, di sofa. Namun gumamannya masih bisa di tangkap telinga Sehun mengingat flat mereka yang sempit tanpa sekat. Sehun mengalihkan atensi nya, mengabaikan kimbap nya sejenak dan fokus menatap Baekhyun.

"Jika kau marah pada keadaan, apa yang akan kau lakukan ?"

"Huh ?"

"Saat kau tidak memiliki seseorang pun untuk membagi bebanmu. Apa yang akan kau lakukan ?"

"Tapi aku punya kau Hyung."

"Ya, kau benar." Mendengar jawaban Sehun, Baekhyun segera bangkit dari acara duduknya. Menyambar ponsel dan hoodie yang tergantung di balik pintu untuk melesat pergi. Seolah mendapatkan jawaban atas kegundahan hati nya semalam. Baekhyun akhirnya tau, jika pergi dari Chanyeol adalah perbuatan yang salah. Jika ia ingin mendapatkan kembali Chanyeol yang pemalu dan lembut, ia hanya perlu bekerja keras. Sama kerasnya saat Baekhyun membantu mendapatkan kepercayaan diri Chanyeol. Seharusnya ia tidak perlu melakukan ini, tapi sama seperti saat membaca artikel pagi tadi. Ada sebagian hatinya yang ikut berperan.

{CB}

"Baekhyun ?" Kyungsoo berlari dari meja resepsionis di depan kantor agensi, untuk menghampiri Baekhyun yang sudah berdiri di pintu masuk. Baekhyun masih mengatur nafas karena berlari dari gerbang utama sampai ke sini.

"Chanyeol mana ?" Baekhyun langsung pada inti tanpa berbasa-basi. Kyungsoo membolakan mata nya karena kaget mendengar pertanyaan Baekhyun. Kyungsoo berpikir jika kedatangannya kesini untuk mengajukan pengunduran diri secara resmi seperti yang diucapkan semalam.

"Kyungsoo jawab aku, aku tau hari ini dia ada jadwal ke agensi untuk makesure kontrak dengan produk parfume." Kyungsoo hanya terdiam dan itu membuat Baekhyun mengerang frustasi. Ia baru mengundurkan diri semalam, dan masih segar di ingatannya untuk semua jadwal-jadwal Chanyeol hingga tiga bulan kedepan.

"B-Baek-"

"KYUNGSOO JAWAB AKU !" Baekhyun meninggikan nadanya, mengundang tatapan bertanya-tanya dari semua orang yang berlalu lalang di lobby agensi.

"C-Chanyeol-"

"Kenapa Chanyeol Kyung ?"

"D-dia…. Tuan Siwon sudah memutus kontrak kerja sepihak dengan Chanyeol. Petisi pemboikotan nya sudah di tanda tangani lima belas ribu lebih hanya dalam waktu empat jam saja. Tuan Siwon harus memilih, kehilangan Chanyeol atau investor. Karena jika investor pergi, maka saham agensi akan turun."

"APA ?!" Baekhyun tidak bisa merespon apapun selain terkejut. Apa yang dilakukan Choi Siwon sebenarnya ? Bukankah dia sendiri yang berkata jika Chanyeol menyumbang hampir 80% kekayaan agensi ? Apa ini yang dilakukan jika mesin uang sudah tidak bisa seproduktif dulu ? Menendang pergi ? Menyingkirkan ? Bukankah dia sudah bersumpah akan selalu berada dipihak Chanyeol dalam keadaan apapun ? Apa ini aksi agensi ketika artisnya tersandung masalah ? Baekhyun menelan mentah semua pertanyaan itu. Ini bukan saat yang tepat untuk menuntut jawaban. Ia hanya perlu mengangkat kaki nya dari gedung agensi dan mencari Chanyeol. Apa anak itu baik-baik saja ?

"ARGHHHH!" Baekhyun semakin mengerang hebat memikirkan kondisi Chanyeol saat ini.

"Kondisi nya sangat buruk Baek." Baekhyun bisa mendengar sayup-sayup ucapan Kyungsoo, pikirannya melayang. Membayangkan Chanyeol sendiri, kehilangan sebagian jiwanya karena semua orang sedang berusaha menghilangkannya dari hati. Membayangkan Chanyeol yang biasanya berjalan dengan dada membusung dan hanya tersisa Chanyeol yang berjalan tertunduk kehilangan kepercayaan dirinya.

"Katakan dimana dia sekarang Kyung"

"Ak-aku tidak tau Baek, apartemennya sudah di tarik agensi." Baekhyun bisa saja terjatuh kelantai jika Kyungsoo tidak sigap memegangi lengannya. Apa lagi ini ? Kenapa semua datang bertubi-tubi ? Baekhyun tau Chanyeol tidak akan baik-baik saja dengan kondisinya saat ini. Dia sendirian, dan pasti ketakutan ? Lima tahun bersama tidak ada yang lebih paham dengan Chanyeol melebihi dirinya.

"Antarkan aku mencari nya Kyung" Baekhyun bergumam lirih, sedangkan Kyungsoo hanya mengangguk dengan tangan yang tetap menopang tubuh Baekhyun.

{CB}

Seorang lelaki dengan rambut berantakan, baju mahal yang sudah kusut, mata berkantung dengan lingkaran hitam, duduk di atas kap depan mobil mewahnya. Menerawang jauh menghadap ke jurang dengan pemandangan yang indah. Deretan pegunungan, awan yang biru, kicauan burung. Tidak mengubah suasana hati nya. Sifat buruknya benar menjadi boomerang untuk dirinya sendiri. Seharus nya dia mencari cara yang lebih baik agar tidak kehilangan perhatian orang sekitar yang nyatanya tidak ada yang benar-benar memperhatikannya. Ia mencari perhatian dengan cara dan kepada orang-orang yang salah. Dunia yang di pijaknya selama ini hanya sebuah sandiwara. Sejak kecil di buang orang tua, tinggal di panti asuhan kumuh, hingga di pungut boss agensi. Chanyeol kira penderitaannya akan berakhir dengan kepopuleran yang di raih. Ternyata prediksinya salah. Dunia kini sudah membuang nya, tidak ada Super Star yang bernama Park Chanyeol. Yang ada hanya mantan artis sombong yang arogan. Chanyeol menertawakan dirinya sendiri. Sampai di saat seperti ini pun harus di lalui sendiri. Untuk berharap Baekhyun datang dan memberi nya pelukan serta semangat seperti saat pertama Chanyeol mencari kepercayaan diri pun di rasa terlalu berlebihan. Seandainya dia tidak terlambat menyadari hal-hal buruk yang sudah di lakukan, pasti Baekhyun masih bersamanya. Menjadi manajer nya, atau mungkin menjadi teman hidup ?

"Baek-" Chanyeol menangis, bukan karena pengaruh alkohol. Dia sangat sadar untuk memanggil nama itu, nama yang telah di abaikan selama lima tahun ini.

"Baek Aku takut, aku sendiri… Hiks" Chanyeol menangis, kakinya menekuk menenggelamkan wajahnya. Jeritan dan isakannya sangat menyakitkan.

{CB}

Next Chap :

Baekhyun hampir menyerah, mencari Chanyeol selama tiga minggu ini. Dia bagai hilang di telan bumi. Wartawan dan pihak kepolisian pun kehilangan jejaknya. Chanyeol hilang, bersama kesedihannya, bersama ketakutannya, bersama kesendiriannya.

"Tolong kembali Chanyeol, kau tidak sendiri. Aku akan selalu dan terus berada di sampingmu. Pulang lah, rumahmu adalah aku… Hiks-"

Otte ?

Next kah ?

Terima kasih yang sudah baca, fav, follow, LOVE U SO MUCH GUYS :)

Thankseu - Salam CBHS