Bedded By The Boss
.
gyumingracle present
.
KyuMin FanFiction!
Warn; GenderSwitch, Typo(s)
Disclaimer; KyuMin belongs to each other
A/N; Ini FF Remake dari Novel Bedded By The Boss karya Lynda Chance
.
.
.
BAB 1
Sungmin menyeimbangkankan sepatu hak tinggi di kursi dan satu lutut konter ketika meraih ke atas di dalam kabinet teratas mencari sebuah kotak folder manila. Ia mencengkeram telepon nirkabel di satu tangan sementara ia berusaha meraih ke atas dengan tangannya yang lain. Otot betisnya menegang pada saat sepatunya melayang diatas bangku sehingga ia berdiri dengan ujung kakinya.
Begitu masa percobaan sembilan puluh harinya selesai, ia bersumpah hal pertama yang akan dilakukannya adalah mere-organisasi ulang seluruh kantor. Sistem filenya kuno, proses ordernya jadul, dan system penyimpanan benar-benar konyol.
"Turun dari kursi sialan itu sebelum kau membunuh dirimu sendiri." Sungmin mendengar hardikan dan mencengkeram dari pintu lemari kabinet. Syarafnya langsung menegang ketika ia mengenali suara itu. Ia bahkan tidak tahu kalau pria itu ada di Seoul. Sial! pria itu seharusnya ada di New Orleans minggu ini.
Ada kegalakan dalam perintahnya dan Sungmin memutuskan untuk melawannya lebih jauh. Ia meletakkan box itu dan menurunkan kakinya yang lain dengan hati-hati ke kursi. Hebat. Sekarang ia berdiri miring dengan pantat di udara dan tepat di hadapan pria itu. Ia melanjutkan dan turun dari bangku seanggun yang dapat dilakukannya dengan hak setinggi 4 inchi, tetapi ia hanya menggunakannya karena pria itu tidak seharusnya ada di Seoul minggu ini.
Kyuhyun mengontrol emosi yang mencengkeramnya dengan kejam. Lee Sungmin adalah sebuah kesalahan serius dan ia telah menyadarinya ketika pertama kali ia melihatnya lima minggu yang lalu. Pengaruh kesempurnaan penampilan Sungmin sudah cukup berefek buruk, namun kesederhanaan yang keluar dari tubuhnya memiliki efek provokatif pada Kyuhyun yang tidak dibiarkannya terlihat. Sungmin seksi, tak perlu diragukan lagi. Seksi yang tidak memberi Kyuhyun kelonggaran, siang maupun malam.
Ketika Sungmin pelan-pelan berbalik menghadapnya, ia memperingatkan dirinya sendiri agar tidak membiarkan pria itu menyerangnya. Pria itu sama seperti Pria lainnya. Sama seperti bos yang lainnya. Ia benar benar menolak memikirkan betapa tampak terkejutnya pria itu. Pria itu tidak punya pengaruh apapun padanya. Sama sekali tidak. Ia tidak akan mengizinkannya.
Sungmin baru saja akan bicara ketika telepon yang dipegangnya berdering. Terima kasih Tuhan. Sungmin butuh sesuatu untuk mengalihkan perhatiannya selama beberapa saat sembari mencoba mendapatkan kembali penguasaan dirinya. Ia menekan tombol bicara dan mengangkat telepon ke telinganya. "Cho Construction. Sungmin disini. Yoboseyo?"
"Ini Victoria. Aku ingin berbicara dengan suamiku." Suara di ujung sambungan terdengar terengah. Sungmin tahu ia bicara dengan nada yang ramah.
Sungmin memaksakan nada ceria dalam suaranya. "Tolong tunggu sebentar, Mrs. Cho. Aku akan menyambungkan Anda dengannya."
Sungmin memandang bosnya yang berdiri diam memperhatikannya dengan wajah tak suka. Ia berdeham dan melihat ke arahnya. "Istri Anda mau bicara dengan Anda." Ia menyodorkan telepon itu kearah Kyuhyun.
Wajah Kyuhyun menjadi gelap karena jengkel. Ia menyilangkan tangannya di depan dada dan tidak bergerak untuk mengangkat telepon. "Mantan istriku. Aku sekarang tidak menikah. Aku sudah 5 tahun tidak menikah." Kata-katanya menuduh sekaligus mengancam.
Sungmin tiba-tiba mendengar raungan di telinganya dan ia mulai gemetar. Ia dilanda perasaan antara lega dan sedih.
Pelan-pelan Sungmin memandang lelaki itu dan terperangkap dengan cepat dalam pengaruh kuat tatapannya. Sungmin tersentak. Mata Pria itu menahannya. Satu detik, dua detik, tiga detik, empat….
Sungmin menurunkan bulu matanya karena ketegangan yang terus mencengkeramnya.
Akan ada akibat karena mengetahui informasi ini.
Pesawat telepon itu diambil dari tangan Sungmin. Sungmin merasa histeria lembut mulai mencakar tenggorokannya. Ia bersandar pada lemari perbekalan.
Suara Kyuhyun yang dalam menimbulkan pusaran emosi baginya. "Apa yang kau inginkan, Vict?" Suaranya tajam, bernada tidak sabar. Matanya masih menahan Sungmin, menyusuri tubuhnya dari atas ke bawah. "Kau akan mendapatkan cek sialanmu di awal bulan, dan bukan sehari sebelumnya. Kalau kau punya masalah dengan itu, hubungi pengacaramu." Ia memutus telepon.
Kyuhyun mengembalikan perhatian kepada sekretaris barunya. Sungmin berdiri mematung di depan lemari penyimpanan dan sepertinya ia mungkin merasa terbelah dua. "Kau pikir aku menikah." Itu pernyataan. "Mengapa?"
Sungmin kaget karena merasa sangat bingung. Kegelisahannya meregang hingga mengancam akan pecah. Ia mencoba menyusun sebuah jawaban. "Ketika Anda merekrut saya, Mrs. Kim bilang—"
Ia memotong perkataannya. "Mari luruskan permasalahannya. Aku tidak merekrutmu. Mrs. Kim yang merekrutmu."
Sungmin memperhatikan Kyuhyun dengan ragu bercampur takut. Apa maksudnya? Kenapa ada perbedaan? "O-okay. Ketika d-dia merekutku, ia menjelaskan soal panggilan-panggilan teleponmu. Yang mana yang penting, dan yang mana yang ti-tidak." Ia menjawab terburu-buru. "Dia bilang Anda selalu ingin tahu ketika Mrs. Cho menelepon."
"Yah. Aku lebih suka berada selangkah di depan si wanita jalang serakah itu." Selagi Kyuhyun menjawab, tiba-tiba ada pemahaman yang datang padanya.
Cara Sungmin memperlakukannya Jumat malam lalu ketika Kyuhyun tidak sengaja bertemu dengannya di Taman Kota. Pertemuan itu menyisakan kegelisahan. Kyuhyun telah mengambil terlalu banyak, dan perdebatan sengit yang selalu ditahannya ketika ada wanita itu terlanjur lepas.
Ia ingat dorongan perasaan beruntung sewaktu menemukan wanita itu sendirian di bar di mana Sungmin menunggu temannya datang. Rambut selembut sutranya ketika ia meraih dan mengibaskannya. Ketegangan di wajah Sungmin ketika Kyuhyun membelikan dia minuman.
Dan tuduhan di matanya hanya sebelum Sungmin melompat dan lari darinya. Seolah Kyuhyun lebih rendah dari kotoran. Manusia yang keberadaannya tercela. Seolah Kyuhyun pernah tidur dengan ibunya. Atau membuatnya melihat ia masturbasi di kamar mandi pria. Atau seperti ia telah….menikah.
Brengsek.
Dua hal sudah jelas bagi Kyuhyun. Sungmin tidak bisa terus bekerja untuknya, dan ia harus berhubungan seks dengannya.
Kyuhyun harus membuat Sungmin pergi. Membuatnya keluar dari perusahaannya. Dan ketika hal itu terjadi, Sungmin akan menjadi bintang di tempat tidurnya.
Kyuhyun mempertimbangkan cara-cara agar tujuannya tercapai. Situasi ini bisa meledak menjadi bencana besar jika ia tidak hati-hati. Ia bisa saja dengan mudah memutuskan ikatan kerjannya. Sungmin setidaknya masih punya lebih dari delapan minggu dari masa percobaan sembilan puluh harinya. Kyuhyun bisa saja bilang bahwa hal itu tidak berhasil dan akan jadi seperti itu. Kyuhyun punya hak sebagai bosnya. Namun Kyuhyun ingin hal itu merupakan keputusan wanita itu. Hal itu akan membuat perjalanan ke tempat tidurnya menjadi lebih mudah. Bayangan bagaimana Sungmin akan terlihat, telanjang, dengan rambut pirang yang terurai di sekelilingnya ketika Sungmin datang padanya. Memakai heels yang menyatakan ayo-tiduri-aku dan tak ada yang lain. Darah mengalir deras di antara kedua pahanya. Brengsek. Kyuhyun sudah berada dalam kondisi siap siaga selama lima minggu.
Apa yang dipikirkan Mrs. Kim? Kyuhyun tak akan pernah merekrut seseorang seperti wanita itu. Sial, takkan pernah dalam sejuta tahun. Kyuhyun berpikir dirinya adalah seorang yang adil dan bos yang bertanggung jawab. Tapi Ya Tuhan, dia bukan orang suci. Bertemu Sungmin di kantor yang sama, harus kerja bersebelahan, dan tidak akan pernah menyentuhnya karena Sungmin tidak akan pernah kerja dalam jangka waktu lama untuknya. Jangka waktu pendek membunuhnya.
Wanita ini OK, tak ada keraguan untuk itu. Tingginya lima kaki, lebih lima atau enam inchi dan ia selalu memakai heels CFM itu. CFM itu membuat Sungmin lebih tinggi ke level yang sangat baik. Sungmin langsing dan kencang, dan bayangan otot betisnya masih terpahat jelas di kepalanya selama beberapa saat. Rambutnya pirang dan panjang sampai dibawah punggung, dan wajahnya bisa menghentikan lalu lintas.
Sungmin merupakan seorang Femme Fatale. Seorang siren. Seorang wanita penggoda, seorang penyihir. Perutnya mengencang, dan tidak mungkin ia mendekatinya dengan hidupnya
sebelum tinta pada perjanjiannya kering. Kyuhyun akan mengacaukan Sungmin, yang jadi pertanyaannya adalah kapan.
-oOo-
Seminggu kemudian, Sungmin pikir ia akan gila. Lima minggu pertama pekerjaan ini sudah buruk, tetapi minggu terakhir menjadi lebih parah. Bosnya berkelanjutan menyiksanya. Kyuhyun bilang padanya bahwa ia terlambat pada waktu ia tidak terlambat. Kyuhyun komplain bahwa pekerjaannya tidak rapi, padahal ia tahu pekerjaannya tanpa cela.
Jika Sungmin tidak benar-benar butuh uang lebih dan keuntungan lainnya, ia pasti sudah keluar dari pekerjaannya dan kembali ke pekerjaan lamanya. Mereka masih membutuhkannya. Bos lamanya memanggil seperti mesin jam tiap Senin pagi untuk memeriksanya dan memastikan bahwa pekerjaan lamanya masih miliknya jika Sungmin menginginkannya.
Pekerjaan lamanya adalah jaring penyelamat dalam situasi yang serba tidak pasti. Segala sesuatu disini berubah jadi sangat buruk di hari Senin padahal ia sesungguhnya sudah memberi petunjuk pada bos lamanya bahwa hal itu tidak akan berlaku. Mungkin sangat tidak adil untuk tetap membuat mereka berharap, tetapi pertama-tama seorang wanita harus memikirkan dirinya sendiri.
Tuhan tahu Sungmin tidak punya siapa-siapa yang menjaganya. Putrinya, Minhyun, berada pada tahun pertamanya di Seoul Unniversity. Kuliah itu mahal. Terima kasih Tuhan, anaknya cerdas dan memenangkan sebuah penghargaan TOP dari pemerintah negara bagian untuk biaya sekolahnya. Namun biaya hidup dan asrama benar-benar membunuhnya! Minhyun menginginkan pengalaman penuh sebagai mahasiswa dan hal itu termasuk tinggal di kampus. Sungmin ingin anaknya mengalami itu karena anaknya memang patut mendapatkannya sebagai balasan atas kerja kerasnya, dan Sungmin tidak ingin anaknya ketinggalan sesuatu yang dulu tidak pernah didapatkannya.
Hamil dan memiliki anak perempuan sebelum usia dua puluh tahun sudah sulit, dan tunjangan anak yang tidak seberapa yang ia terima dari mantan suaminya benar-benar tidak rutin. Tunjangan itu telah habis pada saat Minhyun lulus SMA. Mereka harus mandiri sekarang.
Sungmin mendengar suara klik pintu dan melihat wajah Cho Kyuhyun yang mengancam. Akibat yang timbul pada inderanya tidak lebih mengganggu daripada ketika hari pertama ia bertemu dengannya.
Rasakan itu. Setidaknya, ia pikir tidak ada penghalang berupa seorang istri diantara mereka. Sekarang Sungmin tahu lebih baik. Ia merasa ia berjalan di sekitar satu tong dinamit.
Ia berdiri di ambang pintu ruangannya, memegang cangkir kopi di tangannya. "Bagaimana kau menyebut ini?" kata-katanya penuh angkara.
"Kopi?" Inilah percakapan yang mereka lakukan selama seminggu terakhir. Pertanyan pertanyan tajam. Ragu-ragu, jawaban penuh respek. wanita itu mengendalikan situasi dengan caranya. Empat-puluh-delapan hari lagi. Ia akan mengalahkannya. Tetapi Tuhan, jika ia benar-benar melalui waktu sembilan puluh harinya, inikah pekerjaan untuk hidupnya kelak? Berjalan menyamping dari Kyuhyun, mencoba mengabaikan fakta bahwa Kyuhyun ingin tidur dengannya? Jika ia sebelumnya tidak terlalu yakin, malam di Taman Kota telah menegaskan faktanya. Kyuhyun menginginkannya. Namun sikap arogannya selalu di atas. Apakah ia selalu bersikap brengsek? Atau apakah itu cuma dirinya? Sungmin tidak pernah dengar ia menjadi seseorang yang kurang respek pada Mrs. Kim. Memangnya ia sedang menceburkan dirinya ke dalam apa? Berjuang untuk nafsu? Memusuhinya?
"Sudah berapa lama kau tinggal di Ilsan?" pertanyaan pedasnya keluar lagi dan memukulnya.
Akan menuju mana ini?
"Seluruh hidupku." Ia tidak bisa menekan getaran kecil ketika tekanannya mencengkeramnya.
"Kau benar benar belum memahami bahwa aku suka kopi yang kuat. Yang ini berasa seperti air." Kyuhyun berjalan ke dalam kamar mandi pribadinya dan Sungmin mengamati lewat pintu yang terbuka sewaktu Kyuhyun menuangkan cairan kopi itu ke wastafel. Kyuhyun meninggalkan cangkir itu disana dan berbalik dan kembali ke tempat Sungmin.
Kyuhyun meletakkan kedua tangannya di meja dan bersandar di depannya. Ukuran tubuhnya dimaksudkan untuk mengintimidasi. "Aku tahu ini akan sulit untukmu, tetapi bisakah kau belajar bagaimana membuat secangkir kopi yang pantas?"
"Y-ya. Aku a-akan mencobanya lagi." Kyuhyun begitu dekat sehingga Sungmin dapat mencium campuran aroma jantan seorang pria dan agresivitas yang menguar dalam gelombang yang tak terlihat. Apa yang salah dengannya hingga ia tertarik pada Kyuhyun. Kyuhyun adalah seorang pria brengsek, pria brengsek yang tampan. Mata Sungmin menelusurinya. Pria enam kaki empat inchi penuh testosteron yang menggelegak berdiri di hadapannya. Kyuhyun jarang memakai setelan bisnis, ia lebih suka memakai jeans dan kemeja lengan pendek yang kasual. Bagian belakang kemejanya menggantung di bawah ikat pinggang dengan gaya yang tak rapi. Kyuhyun terlihat dan kelihatan sebagaimana seharusnya lelaki yang dikenalnya. Seorang pekerja kerah-biru dengan intelegensia yang cerdik dan sebuah indera bisnis tajam yang telah mengambil resiko dan kaya. Sungmin tahu kisah itu. Mrs. Kim bangga padanya seolah-olah Kyuhyun adalah putranya sendiri.
Mata Sungmin melanjutkan merekam wajah tampan Kyuhyun. Rambutnya hitam dan gelap, dan perlu di potong. Seutas rambut tebal yang jatuh menutupi dahinya tidak mengurangi kesan maskulinnya. Mereka hanya menyinari wajah yang menarik dengan intensitas. Sebuah wajah yang menggambarkan kekuasaan dan kekejaman yang melekat. Hidungnya didominasi oleh sosok maskulinnya yang mencolok. Mulutnya penuh, lekuk ganda menghiasi bibirnya. Sungmin mendorong kursinya ke belakang satu inchi namun tetap duduk dan mengamatinya penuh gejolak.
"Apa yang kau tunggu? Izin?" Kyuhyun meneriaki Sungmin.
Tubuh Sungmin tersentak sebagai akibat dari suara Kyuhyun yang mengoyak inderanya. Empat-puluh-delapan-hari lagi. Sungmin berdiri dan melangkah miring menjauhinya ke arah meja kopi. Kyuhyun berbalik dan mengikuti Sungmin dan berdiri menonton, tangannya bertolak pinggang. Tangan Sungmin bergetar ketika membuat kopi secara otomatis. Sungminberdiri dengan punggung menghadap Kyuhyun ketika mesin kopinya meneteskan kopi.
Kyuhyun melihat ketegangan dalam garis ramping punggung Sungmin dan tangannya tidak sengaja terkepal. Ia harus menghentikan dirinya dari dirinya sendiri agar tak meraih dan menyentuh wanita itu. Sudah seperti ini hampir setiap jam dari demi tuhan empat-puluh-dua hari selama Sungmin bekerja untuknya.
Hidupnya hingga empat-puluh dua-hari yang lalu sangat mulus, dan dalam sekejap terbalik. Kyuhyun bekerja keras membangun perumahan dan gedung perkantoran, dan ia menghasilkaan banyak uang dari hal itu. Kyuhyun tinggal sendiri, sebagaimana ia menyukainya, dan selalu ada wanita di belakangnya sesuai kebutuhan.
Sialnya, Kyuhyun dengan terpaksa menyingkirkan wanita yang sedang dikencaninya ketika wanita itu mulai meminta kebutuhan-kebutuhan yang mustahil dapat dipenuhinya. Yang makin membuat situasinya makin parah, karena ia tidak memiliki penyaluran untuk semua testosterone sialan yang terbagun di dalam dirinya.
Dan Lee Sungmin lebih dari kuat daripada kebanyakan wanita. Kyuhyun membayangkan berhubungan seks dengannya dari setiap sisi.
Sungmin merasakan mata Kyuhyun di punggungnya seperti sentuhan fisik. Tangan Sungmin gemetar sewaktu ia menuangkan kopi dari karafe ke dalam cangkir yang bersih. Getaran di dalam tubuhnya mengkhianati dirinya hingga membuatnya kesal lebih dari apapun. Pelan-pelan Sungmin berbalik dan memandangnya dan menyerahkan cangkir kopi pada Kyuhyun, kegugupannya meningkat dan cairan kopi yang panas tumpah ke tangannya. Sungmin menjerit kesakitan dan kopi yang dipegangnya mulai bergoyang dalam genggamannya.
"Sial." Kyuhyun meraih dan mengambil cangkir kopi dari Sungmin dan meletakkannya di meja. Membalikkan tubuh Sungmin, Kyuhyun meraih dan menyalakan air dingin dan mengambil tangan Sungmin dan menahannya dibawah pancuran air dingin.
Sungmin seperti diserang dari segala pejuru. Tangannya terbakar karena cairan panas, dan Kyuhyun menempelnya dari belakang, tangannya melingkar sepenuhnya disekitar tubuh Sungmin saat tangan Kyuhyun memegangi tangannya dibawah aliran air dingin.
Ia mulai gemetar lebih keras lagi.
"Ya Tuhan, tenanglah. Kau baik-baik saja. Tidak mungkin lukanya separah itu." Kyuhyun menyelipkan satu tangannya disekitar pinggang Sungmin dan menarik Sungmin ke arahnya. Hal itu tidak membantu dan getaran di tubuh Sungmin tetap berlanjut. Nafsu menghantam Kyuhyun seketika itu juga ketika ia menghirup wangi Sungmin dan merasakan tubuh Sungmin menghangat dan lembut berlawanan dengannya. Bayangan Sungmin di tempat tidurnya menyerang inderanya. Pegangannya pada Sungmin semakin mengencang.
Kyuhyun kembali sadar ketika ia merasa Sungmin mulai menarik diri.
Sungmin mematikan air dan melangkah mundur darinya. Ia mengambil serbet untuk menenangkan syarafnya dan mengeringkan tangannya yang basah. Ia berbalik menghadap Kyuhyun dan menegakkan bahunya.
Sungmin menyerahkan kopinya. "Cobalah." Ia menghela napas dalam-dalam dan menyilangkan tangannya dengan protektif di depan tubuhnya.
Kyuhyun mengambil cangkir kopinya, menyesap dan menggerutu. "Lebih baik. Aku tahu kau bisa belajar." Kyuhyun memandangnya dengan tajam dan berjalan kembali ke kantornya.
Sungmin pelan-pelan menghembuskan nafas yang sudah ditahannya.
Kopi itu adalah kopi yang sama seperti yang pertama kali dibuatnya.
.
.
.
TBC
Chapter 1 update. Termasuk cepet, kaaan? Well, maaf kalau ga memuaskan u,u terimakasih juga yang udah mau review di chapter sinopsis kemarin, review lagi ya hihi :)
big thanks to; KMalways89, Phantom, dzdubunny, nurichan4, fariny, babychoi137, PaboGirl, Ahel, kyumin pu, evier, Meonk and Deog, Kyujeje, ms.R, ayysimpson, 137, nahanakyu, asdfghjkyu, joyerss, joyyyyyy, ajid kyumin, KHB, dewi. , MalaJaeWook, ShinJiWoo920202, onkey shipper404, Pinky Joy137, RyeoTa4707, chaerashin, hyukjae86, kkamjongyehet, heldamagnae, whey.K, KyuSungminie, ChoLeeKyuMin, nayKyumin, BabyMing, .1, Evelyn-hime, Gye0mindo, JoyELF,Park Min Chan, Tiemackh Charvoet, KyuMin Cho, kyuminsimple0713, Mily1909, Kang Dong Jae, Guest, dan para siders.
Review, please?^^
