DICLAMER : saya cuma minjem karakter jadi bukan saya pemilik aslinya

sedikit pemberiatahuan untuk para readers bahwa di sini gaq ada naruto and maaf kalau hanya tampil sedikit di chapter ini,mungkin chapter ini alur banyak sama di LN

untuk pair tergantung pada saran readers

sekian dan terima kasih atas RNR

Tōitsu no jutsu adalah sebuah jutsu penyatuan dengan segala hal jutsu hanya bisa di lakukan oleh seseorang yang memiliki kemampuan tinggi,ju tsu inilah yang di gunakan sasuke untuk bergabung dengan jubi sehingga membuatnya mendapat kekuatan tak terbatas dan abadi, setiap jutsu pasti memiliki kelemahan dan resiko begitupun dengan jutsu ini jika tidak mengendalikan maka akan di kendali.

Pagi telah tiba perlahahan sasuke bangun dari tidurnya dan mulai ritual paginya, setelah mandi sasuke mulai memakai seragam kuoh,sasuke tinggal di apartemen yang bisa di bilang cukup besar untuk seseorang yang tinggal sendiri,aprtemennya hanya di isi barang seperlu seperti sofa,tv,rag buku yang berisi jutsu ninja,dan barang lainnya,

Sasuke pun berangkat ke sekolah sambil berjalan menikmati udara pagi yang tenang,tanpa terasa dia sudah dekat dengan gerbang sekolahan tapi ada yang meganjal di matanya,di gerbang sekolah terlihat kelompok gremony atau lebih tepatnya Sekiryutei hyodou isse mendapat sapaan dari Hakuuryukou atau vali.

Sasuke melewati mereka dengan acuh tanpa peduli dengan tatapan mereka,tanpa banyak kerjaan sasuke lansung pergi ke kelasnya dan duduk di bangkunya di dekat jendela, dia mulai meliahat keluar jendela di mana keadaan begitu damai jika saja teman teman masih hidup mungkin akan semakin sempurna

"ohayou sasuke" sebuah merekara yang cukup ia kenal memamangilnya, disampingnya sudah ada seorang wanita berkacamata yang tak lain adalh sona sitri sang ketua osis

"..."sasuke hanya diam menunggu sona untuk berbicara "bisakah kau ikut aku ke ruang osis" tanpa banyak banyak bicara sasuke mengikuti son keruang osis sampai di sana terlihat beberapa orang seperti wakil ketua osis tsubaki dan beberapa orang yang tidak ia kenal, sasuke pun duduk di sofa yang ada di rungan osis

" ada keperluan apa aku di panggil ke sini?" tanya sasuke lansung ke poin masalahnya

"kami hanya ingin tahu beberapa hal" jawab sona

"tanyakan apun yang kau mau kan ku jawab sebisaku"

"siapa kau sebenarnya atau lebih tepatnya apa kau ini?" tanya sona pasalnya saat ini dia tidak merasakan kekuatan yang sama pada saat kokabiel menyerang

"manusia"jawab sasuke cepat

"..." sona menunggu lanjutan jawaban sasuke,tapi sasuke hanya diam tidak melanjutkan jawabannya "hanya itu?"

"hn"

"kekutan apa yang kau miliki? Apa kau pengguna sacred gear?"

"cakra" cakra adalah tenaga dalam yang di gunakan seorang ninja untuk mengeluarkan jurus mereka

"apa kau mau jadi bagian keluargaku" sona pun memberikan sebuah tawaran kepada sasuke

"tidak" sasuke pun menolak ajakan sona

"APA KENAPA KAU TIDAK MAU" teriak saji marah karena penawaran setuanya di tolak

"tenanglah saji,sasuke kau bisa mendapat banyak keuntungan jika bergabung dengan dan menjadi iblis" sona pun mulai memberikan penawaran yang menggiurkan tapi tetap saja sasuke menolak semua penawarannya

"jika tidak ada lagi aku pergi" sasuke pun pergi dari ruang osis,sasuke berjalan menyusuri koridor menuju kelasnya dalam perjalan dia bertemu dengan rias dan kelompok gremony

"..." sasuke hanya diam dan melewati mereka tapi rias sudah memanggilnya

"sasuke-san" sasuke pun berbalik menghadap rias "bisakah kau datang ke ruang klub penilti ilmu gaib"

"jika kau ingin tahu tentangku tanyakan ke sona kaichou dan aku tidak tertarik dengan penawar kalian" ucap sasuke mulai pergi sementara riasdan lain hanya diam

"APA KAU BILANG,BONCHOU SAJA BELUM BICARA SUDAH KAU TOLAK" teriak isse marah ke sasuke.

Kelompok gremony pun melanjutkan perjalanan ke sebuah ruangan dimana pintu di gembok dan di beri segel,

"di sini?" tanya isse

"jadi ada menteri lainnya seperti aku" kata asia merasa senang karena ada menteri lainnya seperti dia

"segelnya hanya aktif saat malam hari,sebenarnya dia di ijinkan keluar selama berada di gedung sekolah lama tapi dia menolaknya" rias pun membuka segel yang mengurung tempat itu dan membuka pintunya

"HYAAAAA..." sebuah teriakan keras terdengar saat pintu baru di buka "apa maksudnya semua ini" sebuah keluar suara dari dalam peti mati

Segelnya telah di lepas,sekarang bergabunglah dengan kami" akeno pun mendekati peti mati dan membukanya

"aku tidak mau"teriak orang itu,saat peti mati berhasil di buka memperlihatkan seseorang cewek bule

"ohh.. cewek,dia sama seperti asia juga seorang cewek bule" akan tetapi kiba justru tertawa mendengar ucapan isse

"kenapa kiba?" tanya isse

"dia itu laki laki" kata rias

"apa yang barusan bonchou katakan?"

"mungkin dia terlihat seperti perempuan tapi sebenarnya dia itu laki laki" jelas rias langsung membuat asia dan isse kaget pasalnya dia itu mirip sekali dangan perempuan

"dia itu suka crossdres" tambah akeno rias pun mendekatinya lalu memeluknya

"namanya adalah gasper vladi" rias memberitahukan namanya ke isse dan asia

~~~~...~~~~

Sementara itu sasuke berjalan ketempat biasanya yaitu patung hokage di sana sudah ada seseorang yang duduk lebih dulu darinya

"apa kau akan datang?" tanya orang itu

"tidak" jawab sasuke lalu tidur di sampingnya

"pertemuan ini bisa merubah dunia,lagi pula harus ada wakil dari sisi manusia" katanya sambil melihat matahari terbenam

"kan kukirim bunshinku nanti" kata sasuke

"ada sebuah organisasi baru yang mengumpulkan kekeuatan besar untuk perang,dan mungkin mereka akan hadir malam nanti" jelas orang itu

"siapa pemimpinnya?" tanya sasuke

"..." tapi orang itu hanya diam tidak menjawab pertayaan sasuke "kau kan tahu kalau sudah tiba waktunya dan bertambahlah kuat" katanya mulai menghilang

"dasar menjengkelkan" kata sasuke

ISSE ON

Pagi-pagi sekali, aku dan Gasper tengah melakukan latihan Penghentian Waktu di hutan yang mengelilingi gedung sekolah lama.

"Guuuuu...Ise-senpai...aku capeeeek."

Gasper sedang mengusap matanya.

"Jangan mengeluarkan suara lemah! Kita harus memenuhi impian kita!"

Tanpa banyak berpikir aku terus melemparkan bola.

"Ise-san, ini bolanya."

Asia yang menyertai kami di pagi hari sedang melemparkan bola padaku.

Seperti biasa ini adalah latihan dimana aku melempar bola pada Gasper dan dia menghentikannya di tengah udara.

Dia sekarang mampu berhasil sekali setiap 20 kali. Kerja keras terbayar. Dibandingkan kali pertama, ini adalah kemajuan yang pesat.

Aku bagaimanapun harus membuat ia bisa menggunakan Sacred Gear-nya. Kalau tidak, maka tujuanku tak akan bisa tercapai.

Aku ingin membuatnya bisa memakai penghentian waktu sesegera mungkin, dan menyentuh tubuh para gadis yang terhenti.

Poin-poin bagus para gadis di sekolahku sudah kutentukan. Aku sudah membuat jadwal untuk tempat yang akan dihentikan, dan periode waktunya dibuat sampai ke menitnya! Aku juga tahu waktu ketika mereka sendirian! Yang tersisa hanyalah menghentikan mereka! Hanya menghentikaaaaaaaaan!

Ngomong-ngomong, semua targetku adalah para bidadari sekolah dengan poin tertinggi. Tentu saja, yang akan aku hentikan adalah para gadis dengan payudara besar.

Setelah berlatih dengannya, aku tak bisa tidur sepanjang malam. Tak mampu menghentikan ilusi penghentian waktuku, aku terus menerus khawatir sepanjang hari.

Meskipun Asia dan Buchou setiap malam tidur di sampingku, ini ya ini, itu ya itu.

Kenyataannya aku ingin memeluk Buchou dari belakang dan meremas payudaranya tapi...Asia pasti akan marah padaku...

Apalagi, setelah insiden itu, esok harinya, sampai sepulang sekolah Buchou tak mau mendengarkanku seolah pendengarannya dibawa entah kemana.

Berpikir kalau aku mungkin dibenci olehnya, aku sedih dari lubuk hatiku. Setelah itu, tanpa insiden, dia kembali menjadi Buchou yang biasanya tapi, aku sudah membuat sedih Buchou.

Hah? Aku merasa ada yang aneh di tanganku. Hanya tanganku yang tidak bisa bergerak. Entah kenapa, sepertinya Gasper tanpa sengaja menghentikan tanganku.

"E-eeeeekk...maaffffff!"

Dia berbaring di tanah dan menggulung dirinya. Aku mengatakannya sambil tersenyum pahit.

"Karena itu, bukankah sudah kukatakan kalau aku tak keberatan meski kamu menghentikanku? Kita sedang latihan, dan kamu masih pemula jadi tidak apa-apa. Yaa, kalau seluruh tubuhku dihentikan aku akan kerepotan. Jumlah kesalahan yang terjadi juga sudah menurun kan? Mari kita lanjutkan latihannya."

Tanpa menantang Gasper, aku melanjutkan.

Namun, Gasper berbicara dengan ekspresi wajah rumit.

"...Ka-karena aku tak sempurna sebagai manusia yang memiliki Sacred Gear, dan sebagai Vampir juga, aku hanya membuat masalah bagi kalian...a-aku harus lebih mengendalikan kekuatanku...su-sungguh eksistensi tak berguna diriku ini...hiks."

Aah, dia menangis lagi.

...Berpikir lagi, dia dan Akeno-san juga adalah makhluk separuh yang terlahir dari spesies berbeda. Merasa ragu dalam eksistensi mereka, mereka mungkin membenci diri mereka sendiri...

Itu adalah sesuatu yang sangat sulit dipahami tapi setidaknya aku tahu kalau mereka berdua selalu merasa terbebani sepanjang waktu. Dan karena itulah mereka pasti cukup menderita.

Tapi, aku—

"Gasper, aku menyukaimu! Jangan terlalu dipikirkan! Sebelum kamu terjatuh, seranglah aku! Kalau kamu berpikir, kamu akan kalah! Aku juga tak tahu banyak soal itu, jadi tidak apa-apa!"

Aku hanya bisa mengatakan itu. Pikiran terdalamku. Seperti apapun identitas sejati Akeno-san, tak peduli siapa Gasper itu, aku tak punya alasan untuk membenci mereka.

Y-yaa, Gasper sedikit ragu ragu dan terkadang menyebalkan, tapi aku tidak membencinya.

"Kita berdua anggota dari klub yang sama, juga budak Rias Gremory dan teman! Datanglah padaku dengan 'bam'!"

Aku mengatakannya seperti biasa sambil membusungkan dadaku. Aku tak bisa mengatakan apapun yang bekerja di hati namun, apapun juga, lebih baik kukatakan semuanya. Kalau aku mulai ragu, maka pria ini akan semakin hancur. Aku adalah senior pria ini. Aku harus membimbingnya! Yah, sebagai Iblis dia adalah seniorku, sih.

Melihat itu, Gasper mengusap air matanya dan berdiri.

"Ise-senpai! Aku akan berjuang yang terbaik..."

"Oke! Sampai sekolah dimulai, aku akan melempar 100 bola!"

"Aku paham! Ka-kalau begitu aku akan mengenakan kantong kertas ini dan lakukan pemanasan—"

"Jangan! Kalau Asia melihatnya, dia akan menangis!"

Asia dan Gasper memasang ekspresi penuh tanda tanya. Aku takkan pernah menunjukkan Gasper berkantong kertas pada Asia! Aku tak keberatan menjadi orang posesif!

"Berjuanglah! Ise-san! Gasper-kun!"

"Gasper! Karena sang bishojo, Asia-senpai menyorakimu juga, bersemangatlah!"

"Y-yaaaaa! Terima kasih banyak, Asia-senpai!"

Kemudian, kami melanjutkan latihan.

Gasper! Mari kita lakukan bersama! Lalu, kita akan menghentikan para gadis!

Namun, kupikir—majikan kami, aku ingin seseorang yang akan menjadi guru kami. Lebih jauh lagi, orang yang tahu banyak soal Sacred Gear, juga tahu banyak tentang Naga, tak adakah orang yang seperti itu?

Diluar dugaan, si pria bersayap hitam masuk dalam pikiranku namun...aku segera menggelengkan kepalaku dan menolak pemikiran itu. Tak mungkin! Orang itu adalah musuh bebuyutan kita...Namun, harus kuakui kalau pengetahuannya memang luas.

Kalau ada seorang 'Guru', maka kami pasti akan menjadi lebih kuat lagi.

ISSE OOF

~~~~...`~~~~~~

Udara malam yang di ingin sepertinya tidak berpengaruh untuk sasuke walaupun hanya mengenakan pakaian yukata seperti dulu dengan pedang kusanagi di pingangnya

"hari ini datang juga" ucap seseorang di belakangnya mendekati sasuke

"hn" kata sasuke sambil mengamati akademi kuoh,hari ini adalah pertemuan antara tiga fraksi ibli, malaikat dan malaikat jatuh. Pertemuan yang dia adakan untuk membuat perdamaian Bagaimana pun ini pertemuan yang bisa merubah dunia.

"apa kau sudah mengusainya?" tanya orang itu

"belum sepenuhnya" kata sasuke memegang pundak kirinya,di pundak kirinya terlihat sebuah segel kutukan sama yang di milikinya dulu

"berapa lama?"

"kurang dari 5 menit" jelas sasuke

~~~~~...`~~~~~

"-Kalau begitu, kita berangkat." Kata rias sebagai ketua semua anggota Klub Penelitian Ilmu Gaib sudah berkumpul di ruang klub. Hari ini adalah hari konferensi dari tiga kekuatan besar. Lokasinya terletak di ruang pertemuan staf gedung sekolah baru Akademi Kuou. Hari ini hari libur. Waktunya sudah larut malam. Sepertinya pemimpin masing-masing golongan sudah berkumpul di ruangan lobi bangunan.

Juga, yang tak kalah penting, sekolah ini sudah dilapisi oleh perisai yang sangat kuat, dan tak seorangpun bisa masuk. Tentu saja, sampai pertemuan berakhir, tak seorangpun boleh keluar juga.

Diluar perisai, pasukan Iblis, Malaikat, dan Malaikat Jatuh tengah mengelilingi seluruh sekolah. Melihat suasana yang nampak seperti situasi kritis, Kiba berkata,

"Kalau misalnya sesuatu terjadi dalam konferensi hari ini, kalau konferensi menemui jalan buntu, tempat ini pasti akan menjadi medan pertempuran."

Kami mengikuti Buchou keluar dari ruang klub.

[Bu-Buchoou! Teman-temaaaaaan!]

Sebuah kotak kardus ditinggalkan dalam ruangan. Tentu saja, si Vampir hikikomori ada di dalamnya.

"Gasper, pertemuan hari ini sangat penting jadi, karena kamu belum bisa mengendalikan Sacred Gear pengendali waktumu, kamu tak boleh ikut serta, tahu?"

Itulah yang Buchou katakan dengan lembut.

Memang, kalau Gasper yang tak bisa mengendalikan Sacred Gearnya kalau sampai menimbulkan kekacauan dalam pertemuan, hasilnya akan jadi sangat mengerikan. Karena inilah, pria ini disuruh menjaga ruang klub.

"Gasper, jadilah anak baik. Oke?"

"I-iya, Ise-senpai..."

"Aku sudah meninggalkan Game Portable di ruang klub kalau kamu memainkannya, juga ada permen, kamu bisa memakannya. Aku juga meninggalkan kantong kertasnya jadi kalau kamu kesepian, mainkanlah sesuka hatimu."

"I-iyaaaa..."

Bagus. Isse mengangguk dan mengikuti rias yang meninggalkan ruang klub.

Kiba menggumam padaku sambil tersenyum.

"Ise-kun, ternyata kamu sangat peduli."

"Serahkan padaku, aku akan melakukan sesuatu dengan Kouhai-ku yang satu ini—"

Kata isse dengan penuh percaya diri tapi, itu hanya gertakan.

*took* *took* *took* rias mengetuk pintu ruang pertemuan.

"Permisi."

rias membuka pintu, dan disana terdapat—

Meja yang luas dan terlihat mewah. Dan berada di sekelilingnya, orang-orang yang kukenali tengah duduk. Udara disini sangat tenang dan semua orang memasang wajah serius.

Pihak Iblis. Sirzechs-sama. Ah, juga sang maid Grayfia-san. Ia tengah berdiri disamping kereta pengantar teh.

Leviathan-sama yang di kawal oleh adiknya dan ratu adiknya

Pihak Malaikat. Malaikat bersayap emas Michael-san dan di kawal oleh teman masa kecil isse yaitu irina shidou

Di Pihak Malaikat Jatuh, Azazel dengan 12 sayap hitamnya yang menekuk dan di kawal sang Vanishing Dragon, Vali.

*took* *took* *took* pintu kembali di ketuk dan kali ini sasuke yang masuk lalu berjalan dan duduk di salah satu kursi yang tersedia

"kenapa dia ada disini?"tanya isse

"dia mewakili manusia" kiba menjelaskan perihal kedatangan sasuke dalam konferesi

"Dalam serangan Kokabiel beberapa hari yang lalu, mereka terlibat dalam penyerbuan." Kata sirzech memberitahukan bahwa adiknya ikut dalam pertempuran melawan kokabiel

"Aku sudah mendengar laporannya. Kuucapkan terima kasih sekali lagi."

Michael-san mengucapkan terima kasihnya pada kelompok gremony. rias tetap bersikap kalem, dan sekali lagi membungkukkan badannya.

"Maaf, Kokabiel di pihakku sudah bikin masalah."

Tanpa malu-malu, Azazel mengucapkan itu. Rias mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan tak bertanggung jawab dari azazel

"Duduklah di kursi sebelah sana."

Mengambil arah yang ditunjuk Sirzechs-sama, Grayfia-san meminta kami menempati kursi di dekat dinding. Sona-Kaichou juga sudah duduk di salah satu kursi disana.

rias duduk di samping sona. rias menyuruh isse duduk di sampingnya. Setelah itu Akeno-san, Kiba, Asia, Zenovia, dan Koneko-chan duduk.

Usai mengkonfirmasi itu, Sirzechs-sama berkata,

"Karena semuanya sudah hadir, akan kuucapkan beberapa patah kata. Orang-orang yang berada disini telah menyadari subjek paling penting dan perihal terlarang, yakni ketiadaan Tuhan."

Hah? Kaichou juga mengetahuinya?—isse menatap ke arah kaichou namun ekspresinya tidak tampak terkejut.

Grayfia-san terlihat seperti dia sudah memahami tentang hal itu.

"Lalu, karena sudah mengetahui itu, mari lanjutkan percakapan ini."

Kemudian, dengan kalimat Sirzechs-sama, konferensi diantara ketiga kekuatan besar dimulai—

Konferensi berjalan dengan lancar.

"Seperti itu, Kami Malaikat—"

Michael-san mengatakan itu.

"Itu benar. Cara itu lebih baik. Kalau seperti sekarang, sudah pasti 3 kekuatan besar akan mengalami jalan kehancuran—"

Sirzechs-sama juga mengatakan itu.

"Yeah, kita tak punya apa-apa disini untuk diributkan."

Terkadang terjadi situasi di ruangan ini membeku ketika Azazel berbicara seenaknya seperti itu, tapi isse berpikir kalau si Gubernur Jenderal Malaikat Jatuh ini sengaja membuat atmosfir itu dan tampak menikmatinya.

Ooh, para VIP tengah melakukan percakapan sangat penting namun jujur saja subjeknya terlalu rumit bagiku. Rias melihat ke arah sasuke yang dari tadi diam mendengarkan tanpa banyak bicara.

"Baiklah, Rias. Bisakah kamu melaporkan insiden tempo hari itu?" Sirzechs menyuruh rias untuk memberitahukan kejadian tempo hari

"Baik, Lucifer-sama."

Setelah diminta oleh Sirzechs-sama, rias,sona, dan Akeno berdiri, mereka membicarakan setiap bagian secara berkelanjutan, tentang serangan Kokabiel waktu itu. Dan semua orang yang termasuk dalam ketiga kekuatan besar mendengarkannya.

rias berbicara tentang ulasan insiden yang ia alami secara jelas dengan kalem. Mungkin karena tingkat kegugupan yang tinggi, kedua tangannya nampak sedikit gemetaran.

Karena pidatonya, sesuatu dengan 3 kekuatan besar mungkin berubah. Tak peduli betapa beraninya rias, atmosfir disini sangat menekan..

Masing-masing VIP golongan yang mendengarkan laporan, mendesah pelan, tersenyum, terdiam—Masing-masing orang memberikan reaksi berbeda.

"-Itu saja. Laporan yang saya, Rias Gremory dan keluarga Iblis saya alami."

Buchou yang sudah menyelesaikan ucapannya akhirnya duduk usai ucapan Sirzechs-sama, "Kerja bagus. Duduklah.".

" Kerja bagus, Buchou!" kata isse memberi pujian

"Makasih, Rias-chan "

Leviathan-sama juga berkedip kepada Buchou.

"Baiklah, Azazel. Setelah mendengarkan laporan ini, aku ingin mendengar pendapatmu sebagai Gubernur Jenderal Malaikat Jatuh." Kata sasuke

tatapan semua orang tertuju pada Gubernur Jenderal berambut hitam itu.

Azazel mulai berbicara setelah mengeluarkan senyuman malas.

"Tentang insiden beberapa hari yang lalu, Kokabiel, pemimpin organisasi pusat kami, Grigori, tetap diam pada pemimpin yang lain, termasuk aku, sang Gubernur Jenderal, dan bertindak secara independen. Dan awalnya aku ingin mengirim vali untuk menangkap kokabiel tapi sudah lebih dalu di atasi oleh sasuke."

Michael-san berujar sambil mendesah.

"Menurut penjelasan, itu adalah kategori terburuk tapi—aku tahu cerita tentangmu yang secara pribadi tak ingin membuat hal besar terjadi pada kami. Apa itu benar?"

"Aah, aku tak tertarik dengan peperangan. Saat Kokabiel membangkangku, bukankah kalian juga sudah membaca laporannya?"

Ya, sesuai ucapan Azazel, Kokabiel mengucapkan cukup banyak hal tentang bosnya.

Dia adalah orang yang pasif tentang perang, dan hanya tertarik dengan Sacred Gear—

"Azazel, aku ingin menanyakan satu hal tapi, kenapa kamu terus mengumpulkan para pemilik Sacred Gear selama beberapa dekade ini? Awalnya kupikir kamu bermaksud mengumpulkan manusia, dan mencoba memperkuat potensial bertarungmu. Aku bahkan mengantisipasimu mengangkat perang melawan Surga atau kami tapi..."

"Ya, tak peduli berapapun waktu berlalu, kamu tak mengangkat perang melawan kami. Saat aku dengar kamu membesarkan sang Vanishing Dragon, aku dihantui rasa kewaspadaan tinggi."

Opini Michael-san sama dengan Sirzechs-sama.

Mendengarkan opini keduanya, Azazel tersenyum pahit.

"Itu semua demi penelitian Sacred Gear. Kalau begitu, bagaimana kalau kukirimkan bagian material penelitianku pada kalian juga? Biarpun aku melakukan penelitian, aku takkan berperang melawan kalian atau semacamnya. Aku tak tertarik pada perang di jam selarut ini. Aku sudah puas dengan dunia yang sekarang ini. Aku sudah memerintahkan dengan keras pada bawahanku 'Jangan ikut campur dengan urusan dunia manusia', tahu? Aku tak punya niat ikut campur dalam keagamaan juga, atau mempengaruhi bisnis para Iblis—Sial! Apa aku yang paling tidak dipercaya diantara ketiga kekuatan besar ini?" kata azazel dengan malas

"Itu benar."

"Sangat benar."

"Itu sangat benar ."

Semua memberikan pendapat yang sama, Usai mendengar itu, Azazel dengan santai mengorek lubang telinganya.

"Cih. Kupikir kalian lebih baik dari Tuhan atau Lucifer generasi sebelumnya, ternyata kalian orang-orang merepotkan juga. Diam-diam meneliti tak membuat kalian nyaman rupanya, ya. Ah, aku paham—Kalau begitu, kita berdamai saja. Sejak awal niat kita seperti itu kan? Malaikat dan Iblis juga?"

.azazel lansung bicara ke inti masalah mendengar kalimat Azazel, tiap-tiap golongan terkejut untuk jeda sesaat.

Sepertinya ucapan Azazel tentang perdamaian adalah sesuatu yang harus dikejutkan. Tak mungkin, sepertinya—kalau dia yang mengucapkannya.

Michael-san yang terkejut pada pernyataan Azazel tersenyum.

"Ya, aku juga bermaksud mengajukan perdamaian pada pihak Iblis dan Grigori. Kalau kita terus melanjutkan hubungan ketiga golongan seperti sebelumnya, hal itu akan menimbulkan kekacauan pada dunia ini. Aku, pemimpin para Malaikat mengatakan itu karena—penyebab awal peperangan, Tuhan dan Maou-sama telah lenyap."

Michael-san berkata kalau ia menginginkan kedamaian pada interval ini.

Azazel tertawa terbahak-bahak karena ucapan Michael-san.

"Ha! Si keras kepala Michael itu mulai angkat bicara juga. Biarpun dia hanya berkutat soal Tuhan, Tuhan, Tuhan, sebelumnya."

"...Aku sudah kehilangan banyak hal. Namun, tak ada artinya mencari hal-hal yang saat ini tidak ada. Tugas kamilah untuk membimbing manusia. Kami anggota Seraph memiliki pendapat yang sama bahwa hal terpenting adalah mengawasi anak-anak Tuhan mulai dari sekarang dan seterusnya, serta membimbing mereka."

"Hei, hei, dengan pidatomu tadi, kamu akan 'jatuh' tahu?—Aku memikirkan itu, tapi kamu yang mengambil alih [Sistem] kan? Ini menjadi dunia yang bagus. Benar-benar berbeda dari waktu ketika kami 'jatuh'."

Entah kenapa, karena semua istilah spesial itu, sepertinya barkembang menjadi pembicaraan penuh lelucon.

Sirzechs-sama juga mengucapkan opini yang sama.

"Kami juga sama. Biarpun Maou yang asli tidak ada, demi melanjutkan spesies, Iblis juga harus tetap bergerak maju. Bahkan kami tak menginginkan perang—Kalau kami sampai berperang, maka Iblis akan musnah."

Oleh ucapan Sirzechs-sama, Azazel juga mengangguk

"sekarang,bagaiman denganmu sasuke?" ketika azazel bertanya semua mata menuju sasuke

"hn,lagipula perang tidak menghasilkan apapun kecuali rasa sakit" jawab sasuke

"Ya. Kalau kita harus berperang lagi, semua golongan akan sama-sama musnah. Dan kemudian, hal itu akan mempengaruhi dunia manusia, lalu dunia akan berakhir. Kita tak boleh berperang sekarang."

Beberapa saat lalu Azazel nampak santai, namun berubah secara drastis dan sekarang ekspresinya menjadi sangat serius.

"Apa menurut kalian dunia tanpa Tuhan itu salah? Apa menurut kalian dunia tanpa Tuhan akan runtuh? Maaf sudah mengatakannya namun itulah masalahnya. Aku dan kalian semua tetap hidup dengan sehat seperti ini."

Azazel mengucapkannya sambil membuka tangannya.

"-Dunia bergerak bahkan tanpa Tuhan.".

Setelah itu, percakapan berpindah pada potensi peperangan dan kekuatan militer. Entah kenapa, kekuatan militer saat ini dan interaksi antar golongan, tengah membicarakan tentang gambaran kekuatan mereka mulai dari sekarang.

Dibanding beberapa saat yang lalu, perasaan gugup sudah agak berkurang. Mungkin mereka paham kalau tak ada yang menginginkan perang.

"-Dan, sekian sajakah?

Oleh kalimat Sirzechs-sama, para VIP mendesah dalam-dalam. Kemungkinan, menurutku percakapan penting sejak tadi akhirnya selesai.

1 jam sudah berlalu sejak konferensi dimulai.

Sembari Grayfia-san menyajikan teh sebagai pramusaji, Michael-san mengarahkan tatapannya padaku.

"Baiklah, diskusi ini telah berhasil diselesaikan dalam arah yang baik, tak apa-apakah kalau kita mendengar pendapat dari sasuke ?"

"aku tidak memiliki pendapat untuk di ajukan" kata sasuke tenang

"kau tahukan posisi tuhan sedang kosong,apa kau tidak tertarik untuk mengisinya?" kata Michael,semua yang disana terkejut kecuali para pemimpin mendengar tawaran Michael ke sasuke

"aku tidak punya cukup kemampuan untuk mengatur dunia ini" jelas sasuke meskipun dia terkuat di dunia ini bukan berarti dia mampu mengatur dunia ini,seorang pemimpin adalah mereka yang dia akui

"michael san boleh saya bertanya" isse meminta ijin untuk menanyakan suatu hal

"silahkan"

"Kenapa anda mengeluarkan Asia?"

Michael-san, semua orang memasang wajah sangat kaget

"Kenapa dia membicarakan hal itu sekarang?" apapun yang terjadi isse ingin menanyakannya pada pihak Malaikat sekarang juga.

...Asia yang begitu mempercayai Tuhan, kenapa dia harus dikeluarkan dari Gereja?

Disamping para Malaikat Jatuh yang sudah membunuh Asia, aku merasa ada bagian tak termaafkan pada pihak Malaikat juga.

Michael-san membalas dengan nada meminta maaf.

"Aku hanya bisa meminta maaf untuk itu...setelah Tuhan tiada, hanya sistem yang mengatur perlindungan agama, ampunan, dan keajaiban yang tersisa. Sistem ini adalah, kalau kujelaskan secara sederhana, sistem yang menghasilkan keajaiban, dan sebagainya. Tuhan melakukannya. Tuhan yang membuat Sistem itu, menggunakannya untuk menciptakan keajaiban di muka bumi. Menggunakan efek benda suci seperti Exorcism, salib, dan sebagainya. Ini juga adalah kekuatan Sistem itu..."

Begitu, rasa sakit yang kami Iblis dapatkan setelah menyentuh salib adalah efek Sistem itu. Dan mari memberi bos Malaikat ini lebih banyak pertanyaan.

"Setelah Tuhan mati, didalam...Sistem itu ada masalah terjadi...itukah yang ingin anda katakan?"

Oleh pertanyaan isse, Michael-san mengangguk.

"Jujur saja, ia memberi beban berat pada siapapun yang menggunakannya dengan perkecualian Tuhan. Dengan aku sebagai pusatnya, semua anggota Seraph entah bagaimana berhasil memulai Sistem itu kembali tapi...dibandingkan ketika Tuhan masih ada, perlindungan dan ampunan bagi mereka yang mempercayai Tuhan tidak sempurna—Itu hal yang sangat disayangkan sehingga, mereka yang bisa diberi ampunan jumlahnya sangat terbatas."

Kalau diingat ingat, Kokabiel juga pernah mengatakan hal itu.

Sesuatu tentang ketiadaan Tuhan, ada batasan jumlah orang yang bisa diselamatkan.

"Karena itu, ada kebutuhan untuk menjauhkan orang-orang yang berhubungan dengan Gereja dari hal-hal yang mungkin bisa mempengaruhi Sistem. Sebagai contoh mereka yang bisa mempengaruhi Sistem, para pemilik Sacred Gear—Twilight Healing milik Asia Argento juga termasuk diantaranya. Begitupun Boosted Gearmu dan Divine Dividing."

"Asia termasuk kedalamnya karena dia bisa menyembuhkan Iblis dan Malaikat Jatuh juga?"

Oleh pertanyaanku, Michael-san sekali lagi mengangguk.

"Ya, kalau ada orang yang bisa menyembuhkan Iblis dan Malaikat Jatuh diantara para umat, hal itu akan mempengaruhi kepercayaan orang-orang disekitarnya. Sumber kehidupan kami di Surga adalah kepercayaan dari para penganut kami. Karena itulah, Twilight Healing menjadi Sacred Gear terlarang yang bisa mempengaruhi Sistem. Dan juga, sebagai contoh pengaruh pada Sistem—"

Zenovia menginterupsi Michael-san dan berkata,

"Orang-orang yang mengetahui tentang ketiadaan Tuhan kan?"

"Ya. Itu benar, Zenovia. Kehilangan dirimu adalah pukulan berat bagi kami tapi disamping kami, Seraph dan bagian Malaikat peringkat tinggi, beberapa orang yang mengetahui ketiadaan Tuhan mendekati tempat dengan hubungan langsung maka akan memberi efek besar pada Sistem—Aku minta maaf, tak ada cara lain selain mengeluarkan kamu dan Asia Argento."

Michael-san membungkukkan kepalanya pada Asia dan Zenovia.

Ooh, orang tertinggi dalam Malaikat meminta maaf pada Asia dan Zenovia! Kedua orang yang dibahas itu juga menatap dalam keheranan. Memang mereka akan kebingungan bagaimana harus , Zenovia segera mengguncang lehernya ke samping dan tersenyum.

"Tidak, Michael-sama, tolong jangan meminta maaf. Bahkan seperti ini, sampai saya mencapai usia ini saya sudah dibesarkan di gereja. Saya entah kenapa merasa agak tak rasional namun kalau anda tahu alasannya maka tidak perlu meminta maaf."

"Fakta kalau kamu tereinkarnasi sebagai Iblis, itu adalah kesalahan kami."

"Itu benar...saya sedikit menyesalinya namun hal-hal yang tak bisa saya lakukan ketika saya masih melayani gereja, hal-hal yang disegel pada saya sekarang sudah mewarnai kehidupan sehari-hari saya. Kalau saya mengucapkan kata-kata ini, saya mungkin membuat marah umat yang lain tapi...saya tetap merasa puas dengan kehidupan yang sekarang ini."

Zenovia begitu memikirkan kehidupannya bersama kami...

Ada juga bagian darinya yang aneh dan susah kumengerti namun dia gadis yang baik.

"Michael-sama. Saya juga merasa bahagia. Karena saya sekarang memiliki banyak orang-orang penting. Dan juga saya sudah bertemu dan berbicara dengan Michael-sama yang saya kagumi. Itu adalah suatu kehormatan."

Oleh ucapan Asia dan Zenovia, Michael-san menunjukkan wajah kelegaan.

"Maaf. Aku berterima kasih pada pemberian maaf kalian. Kuserahkan Durandal padamu, Zenovia. Karena kamu adalah keluarga adik Sirzechs, aku merasa lega karena pedang itu takkan digunakan oleh tangan tangan jahat."

Azazel melihat ke arah Asia. Asia juga menyadarinya, dan tubuhnya gemetaran.

"Sepertinya bawahanku membunuhnya selagi tetap diam. Aku menerima laporannya juga."

Kukatakan pada Azazel dengan jelas.

"Itu benar. Asia pernah mati. Ba-bahkan aku dibunuh oleh Malaikat Jatuh tapi diatas itu Asia! Itu mungkin terjadi di tempat yang tidak anda ketahui namun gadis Malaikat Jatuh yang mengagumi anda membunuh Asia demi anda!"

isse tahu kalau tak punya hak mengatakannya dalam konferensi ini. Yang terjadi barusan adalah kesalahan kecil Michael-san. Namun saat ini benar-benar murni dendam pribadinya.

rias juga mencoba memperingatkan isse dengan mengatakan "Tenanglah, Ise..."

...

"Memang benar kami Malaikat Jatuh melenyapkan para pengguna Sacred Gear yang mungkin membahayakan kami. Sebagai organisasi itu hal yang jelas kan? Merasakan kalau seseorang bisa jadi ancaman di masa mendatang, maka kalau kami menyadarinya sebelumnya, kamu pasti akan melenyapkannya. Dan karena itulah kamu mati. Alasannya adalah, manusia tanpa bakat sepertimu bisa saja lepas kendali dengan kekuatan Sekiryutei tanpa bisa mengendalikannya, dan memberi dampak buruk bagi kami atau dunia ini."

"Berkat itulah sekarang aku menjadi Iblis."

"Jadi kamu tak menyukainya? Setidaknya, mereka disekitarmu sangat senang karena kamu menjadi Iblis."

Memang benar kalau rias, Sirzechs-sama juga dan teman-temanku senang karena aku menjadi Iblis. Seperti yang Azazel katakan, kalau kekuatan Ddraig ada pada isse yang seorang manusia, maka aku tak tahu apa yang akan terjadi. Bahkan setelah menjadi Iblis, aku masih belum bisa mengendalikannya tapi, kalau aku masih sebagai manusia, mungkin hasilnya akan lebih buruk lagi.

"A-aku bukan tak menyukainya! Semua temanku adalah orang baik dan aku tahu kalau aku mendapatkan perlakuan menyenangkan. Namun!"

"Biarpun aku minta maaf sekarang, rasanya sudah terlambat. Karena itu, aku berpikir untuk melakukan sesuatu yang hanya bisa kulakukan untuk membuatmu berdiri di atas kedua kakimu."

? isse tak memahami niat sejati Azazel. Apa maksud ucapannya tadi?

"Baiklah, sekarang waktunya kita mendengarkan opini dari orang selain kita, mereka yang sepertinya bisa mempengaruhi dunia. Dari sang Naga-sama yang luar biasa. Pertama, Vali, apa yang ingin kamu lakukan pada dunia?"

Oleh pertanyaan Azazel, sang Hakuryuukou, Vali tersenyum.

"Asal bisa bertarung dengan orang-orang kuat, itu tak apa-apa." Sambil melirik sasuke, Tatapan Azazel kali ini mengarah padaku.

"Kemudian, Sekiryutei, bagaimana denganmu?"

Biarpun anda menanyakan itu...isse membalas sambil menggaruk pipiku.

"Jujur saja, aku tak terlalu memahaminya. Entah kenapa karena semua hal rumit ini membuat otakku jadi kacau. Ditambah lagi, aku agak frustasi mengurus junior Iblisku, jadi kalau aku ditanya apa yang akan kulakukan dengan dunia, bagaimana bilangnya ya, aku tak punya ambisi apapun tentang itu."

Itulah pemikiran jujurku. Bahkan kalau aku ditanya apa yang kupikirkan tentang dunia, aku tak terlalu mempermasalahkan hal itu.

"Namun, kamu adalah salah satu yang mempunyai kekuatan untuk mengubah dunia. Kalau kamu tak membuat pilihan maka akan sulit bagi mereka yang berdiri di puncak masing-masing kekuatan besar sepertiku untuk bergerak."

Meskipun Azazel mengatakan itu, tetap saja isse bingung.

"Hyodou Issei, kalau begitu biar kujelaskan dengan cara yang lebih gampang. Kalau kita berperang, maka ada kemungkinan kamu harus berperang di garis terdepan. Kalau itu terjadi, kamu tak akan bisa tidur dengan Rias Gremory."

"-"

A...pa...kata...mu?

"Kalau kita berdamai, maka tak akan perlu peperangan lagi. Kalau itu terjadi, maka hal penting yang tersisa adalah kesejahteraan dan kelanjutan spesies. Kamu mungkin bisa bersenang senang dan membuat anak dengan Rias Gremory setiap hari. Bagaimana? Mudah dipahami kan? Kalau ada peperangan, maka tak ada seks. Kalau ada kedamaian, maka kamu bisa berhubungan seks kapan saja. Mana yang akan kamu pilih?"

Kemudian isse mulai membayangkan hal hal echi dengan rias

"Aku ingin bagian yang damai saja, tolong! Ya! Kedamaian saja! Kedamaian yang terbaik! Aku ingin melakukan hal-hal ecchi dengan Buchou!"

isse mengatakan hawa nafsunya apa adanya. isse tak memikirkanrias di sampingnya. sementara Wajah rias menjadi memerah malu.

"Ise-kun, Sirzechs-sama masih ada di tempat ini, tahu?"

Kiba mengatakannya dengan "Oh Boy" dan senyuman pahit.

Sirzechs-sama tertawa kecil. Ini buruk!

"...aku, karena aku ini bodoh, arti dari 90% isi dari konferensi ini tak jelas bagiku. Namun, yang aku ingin katakan adalah, kekuatan yang tersimpan di dalamku ini sangat kuat maka akan kugunakan demi teman-temanku. Buchou, Akeno-san, Asia, dan anggota lainnya juga, kalau mereka menemui masalah maka aku akan membantu mereka! ...Tunggu, aku masih lemah sih. Namun, hanya itu yang bisa kulakukan. Meskipun harus mengorbankan nyawaku, aku akan hidup bersama teman-temanku—"

Selagi isse terus memberondong segala ucapannya,seluruh ruangan berhenti bergerak. dan akhinya para teroris mulai pergerakannya

TBC

TOLONG RNR