Sehun, Luhan dan yang lainnya tertidur karena terlalu lelah belajar sedangkan Heechul yang niatnya ingin mengantarkan cemilan harus tersenyum ketika melihat kedekatan anaknya dengan anak angkatnya.

"Mesranya" Luhan tertidur diperut Sehun dan begitu juga dengan Baekhyun yang tertidur sambil memeluk Chanyeol, Heechul mengambil kesempatan untuk memfoto kejadian langkah tersebut

"Nanti saja aku balik" Heechul berbalik badan dan keluar dari kamar tersebut dengan sangat hati - hati untuk tidak membangunkan anak - anak

Sore harinya semuanya terbangun karena merasa sangat kehausan sehingga mereka turun bersama menuju dapur untuk mengambil minuman segar.

"Sehun, kemari nak" Heechul memanggil anaknya yang sudah selesai meminum minuman segar

"Baik Eomma" Sehun pergi sedangkan yang lainnya menatap heran karena biasanya Sehun tidak akan menyahut hanya akan mengikuti perintah Eommanya

"Ada apa Eomma" Sehun heran karena Eommanya hanya memainkan ponsel ketika dirinya datang

"Ini, coba lihat. Mereka mesra sekali kan" Heechul menunjukkan suatu foto pada anaknya sedangkan Sehun yang melihatnya hanya merasa geli

"Biasa saja" Sehun tidak suka dengan orang yang alay dan berpelukan dengan mentelnya

"Kalau ini" Heechul menunjukkan foto yang dia ambil ketika anak - anak sedang tertidur pulas dikamar Luhan

"Eo... Eomma dapat darimana?" Sehun tergagap karena foto yang ditunjukkan fokus pada dirinya yang tidur bersama Luhan

"Mau tahu saja, yang penting kalian sangat mesra" Heechul senang bisa melihat ekspresi lain dari anaknya selain wajah datar saja

"Eomma tidak boleh kasih tahu orang lain" Sehun malu karena foto tersebut sangat lucu untuk dilihat

"Kau sayang ya pada Luhan?" Heechul bertanya karena dirinya bisa menebak jika Sehun anaknya punya perasaan pada Luhan anak angkatnya

"Eomma!" Sehun malu karena perkataan Eommanya yang blak - blakan

"Sudah mengaku saja nak, Eomma merestuimu dengan Luhan karena Eomma percaya Luhan adalah anak yang baik untukmu" Heechul sebenarnya ingin memiliki anak angkat perempuan namun jika bisa dijadikan sebagai menantu kenapa tidak

"Iya Eomma~" Sehun mengaku karena jantungnya selalu berdebar ketika didekat Luhan dan yang paling parah adalah hatinya sakit ketika mendengar tangisan Luhan

"Nanti saja kau tembak ketika berumur tujuh belas tahun dan untuk saat ini kerjamu adalah menjaganya dan buat dia nyaman disekitarmu" Heechul menjabarkan tentang cara menjadi kekasih yang baik

"Hm" Sehun mengangguk mengerti apa yang dikatakn Eommanya

"Sudah, kalian kembali kekamar saja karena Eomma mau masak"

Heechul keluar dari kamar bersama sang anak dan terkejut karena menemukan Luhan yang berdiri didepan pintu tersebut.

"Ada apa nak" Heechul berharap bahwa Luhan tidak mendengar pembicaraan mereka

"Eomma mau masak kan, Luhan baru saja turun dari atas untuk mau membantu Eomma memasak" Luhan memang baru saja turun dan ingin membantu Eommanya memasak seperti yang selama ini dilakukannya dipanti asuhan

"Ngh... Eomma tahu niat baikmu nak namun Eomma memiliki banyak koki sehingga mereka saja yang melakukan tugasnya dan begitu juga dengan Luhan yang harus banyak belajar untuk mengejar ketinggalan - ketinggalan Luhan dalan pelajaran

"Baiklah Eomma" Luhan mengerti dan dirinya tidak mau mengecewakan orang tua barunya sehingga lebih baik belajar saja

"Aku akan membantumu" Sehun mengekori Luhan untuk naik kelantai dua dan membantunya belajar mengejar ketinggalan yang selama ini belum dipelajarinya

"Terima kasih banyak Hun" Luhan tersenyum manis sedangkan Sehun salah tingkah karena senyuman manis tersebut

"Ayo" Sehun mengajaknya memasuki kamar untuk menghilangkan rasa gugupnya

"Manisnya" Heechul hanya tersenyum saja menuju dapur karena dirinya sangat senang jika Sehunnya senang

..

..

..

"Anak - anak ayo makan" Heechul mengetuk pintu kamar anak - anaknya untuk makan malam bersama

"Baik Eomma" Sehun menjawab sedangkan Luhan dan yang lainnya bergegas turun dari kasur untuk menuju ruang makan sesuai dengan jadwal mereka

"Wah.. Sehun dan Chanyeol sudah banyak berubah ya semenjak kedatangan Luhan dan Baekhyun" Insung Haraboeji sangat senang cucunya bisa cepat berubah karena adanya Luhan dan Baekhyun

"Iya" semua setuju sedangkan keempat anak yang dibicarakan hanya malu karena mendengar gosip tersebut

"Sudah, ayo makan" Heechul paham anak - anaknya malu sehingga mencari alibi untuk tidak membully anak - anaknya

"Selamat makan" keempat anak yang dibully mengucapakan salam makan dengan suara lebih kecil dari biasanya

"Hm, selamat makan" orang dewasa juga tidak mau kalah kompak dari anak - anak

Mereka makan malam dengan tenang dirumah tersebut sesuai peraturan yang diperlakukan bahwa tidak boleh bicara selama makan.

"Sini Eomma biar Lulu bantu" Luhan menawarkan diri untuk membantu mengangkat piring kotor sedangkan Baekhyun sudah mengangkat beberapa piring kotor

"Ini nak" Heechul tidak bisa mengatakan tidak karena sebagai istri anaknya, setidaknya Luhan harus paham cara menjadi istri yang baik dan menjadi calon Ibu untuk anaknya suatu saat nanti

Selesai membantu sang Eomma untuk membersihkan meja makan, Luhan dan yang lainnya memasuki ruang belajar mereka untuk belajar bersama dan Sehun akan menjadi guru mereka jika mereka tidak mengerti.

"Luhan membawa banyak perubahan pada anak kita" Appa Sehun memeluk istrinya Heechul karena merasa senang anaknya bisa berubah dari biasanya yang tidak peduli pada lingkungan

"Hm, anak kita sudah banyak berubah dan Luhan adalah salah satu faktor terbesar sehingga anak kita seperti itu" Heechul juga senang dengan perubahan yang dialami anaknya

..

..

..

"Lulu, ayo kekantin" Baekhyun mengajak sahabatnya untuk kekantin sedangkan Sehun dan Chanyeo sudah duluan disana dan memesan makan

"Ayo" Luhan dan Baekhyun menuju kantin yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kelas mereka dan mereka menghampiri meja Sehun tetapi sebelum sampai dimeja tersebut seseorang dengan sengaja menyenggol Luhan dan mengakibatkan bakso yang dipesan orang tersebut tumpah dan mengenai tangan Luhan

"ARGH..." Luhan berteriak kesakitan karena kuah panas mengenai tangannya

"Lu... Ayo ke UKS" Sehun dengan cepat membawa Luhan masuk kedalam UKS sedangkan Chanyeol menatap marah pada orang yang melukai saudaranya

"Kau manusia atau binatang, gara - gara baksomu Luhan harus kesakitan" Chanyeol tidak menyangka jika Hyuna sangat licik dan masih dendam dengan Luhan

"Dia saja yang merebut perhatian Sehunku" Hyuna tersenyum licik karena Luhan akan cacat apalagi ditangan

"Kami memang orang miskin tetapi kami memiliki sesuatu menjadi daya penarik kami, tidak sepertimu yang cantik namun hatinya busuk sehingga lalat pun tidak memperdulikan keadaanmu. Luhan memang orang miskin, namun tanpa make up mukanya sudah cantik sedangkan kau pakai make up dibawah umur dan membuatmu semakin cepat tua. Jika kau ingin diperhatikan orang maka hargai lah orang lain dan daya tarikmu akan keluar dengan sendirinya." Baekhyun sangat marah karena wanita didepannya ini selalu mencelakai sahabatnya

"Kau dengar? Kaya dan Miskin bukan penentu kau dihargai"

"Dan satu hal lagi, mulai besok kau tidak akan sekolah disini lagi" Chanyeol dengan cepat mencari nomor Eommanya untuk menelepon dan mengabarkan hal tersebut

"Hallo Eomma, Chanyeol ingin melaporkan bahwa siswi yang bernama Kim Hyuna kelas 3A mulai besok tidak akan bersekolah disekolah kita lagi karena dia sudah mencelakai Luhan sebanyak dua kali. Jika Eomma tidak memecatnya dari sekolah maka akan banyak korbannya termasuk Luhan"

"Baiklah" Jaejong tidak bisa mengatkan apa - apa selain mengikuti permintaan anaknya yang sangat jarang meminta sesuatu apalagi seperti ini

"Bagus Eomma, pastikan besok dia sudah tidak disekolah lagi" Chanyeol mematikan sambungan setelah Eommanya setuju

"Kau besok tidak usah membuang waktu untuk berangkat sekolah karena kau sudah dikeluarkan dari sini" Chanyeol dan Baekhyun membawa makanan mereka untuk dimakan bersma di UKS

"Ayo Baek" Chanyeol dan Baekhyun meninggalkan kantin yang penuh menatap Hyuna dengan pandangan jijik

"ARGH... DASAR MISKIN..." Hyuna sangat marah karena Luhan lah dirinya jadi seperti ini

Sesampainya di UKS, Chanyeol dan Baekhyun meletakkan makanan mereka diatas meja nakas dan mengahampiri Sehun untuk bertanya tentang keadaan saudara mereka.

"Bagaiman Hun, apa luka Luhan parah?" Chanyeol yang bertanya karena Baekhyun banyakan menangis melihat sahabatnya terluka

"Dia cuma kepanasan saja, dan sudah diobati" semua merasa lega karena Luhan tidak kenapa - kenapa

"Bagus, dan juga Hyuna sudah kulaporkan pada Eomma dan mulai besok dia tidak akan sekolah lagi disini" Chanyeol memberitahu sepupunya bahwa ada kabar bahagia

"Kau melakukannya" Sehun tidak menyangka karena niatnya nanti malam baru mengatakan pada Eommanya

"Hm, aku jijik melihatnya" Chayeol kembali emosi melihatnya

"Sudah, ayo makan" Chanyeol menghilangkan emosinya untuk makan siang bersama di UKS

"Maafkan aku, karena aku kita semua jadi kumpul disini" Luhan sudah menenangkan Baekhyun yang sibuk menangis

"Sudah, ayo makan"

"Nghh... Kalian duluan saja, Aku mau suapi Luhan nanti" Baekhyun menyuruh kedua pria tersebut untuk makan duluan sedangkan dirinya menjadi yang terakhir

"Sini, aku saja yang suapi karena aku sudah makan" Sehun mengambil piring Luhan dan menyuapi Luhan untuk makan

"Tapi kenapa porsinya ada empat jika Sehun sudah makan?" Luhan heran dengan perkataan Sehun karena takut Sehun berbohong

"Dia sudah makan, cuma dia jadi gila makan sekarang"

"Benarkah?" Luhan tidak menyangka jika Sehun jadi kuat makan

"Hm" Sehun juga tidak tahu kenapa dirinya jadi banyak makan dari biasanya

Sehun menyuapi Luhan dengan telaten seperti sudah pengalaman padahal dirinya belum pernah menyuapi dan hanya pernah disuapi Eommanya sendiri.

"Bagus, kau harus makan banyak Lu" Sehun senang karena Luhan dengan cepat menghabiskan makannya sehingga dirinya tinggal makan sendiri

"Nanti aku saja yang jaga Luhan, kalian kembali kekelas saja" Baekhyun yang sudah selesai makan mengambil kesimpulan jika dirinya saja yang menjaga Luhan

"Tidak" Sehun menolak dengan tegas

"Kenapa?" Baekhyun heran kenapa Sehun jadi sangat perhatian pada sahabatnya

"Aku saja yang menjaga Luhan. Pertama kau masih banyak ketinggalan pelajaran yang sebelumnya, kedua jika Hyuna datang menyakiti Luhan maka kau tidak bisa berbuat apa - apa selain meminta tolong, dan yang ketiga dia adalah saudaraku jadi lebih baik aku yang menjaganya" ucapan Sehun sukses membuat Baekhyun tersadar jika yang dikatan memang benar dan sangat benar

"Baiklah, Aku dan Baekhyun balik ke kelas dulu" Chanyeol yang sudah siap makan langsung menarik Baekhyun untuk keluar dari UKS karena sebentar lagi bel akan berbunyi

"Kau tidak usah khawatir, Luhan akan baik - baik saja ditangan Sehun" Chanyeol memberitahu saudara angkatnya jika Sehun bukan orang yang jahat

"Hm, ayo" Baekhyun mengangguk setuju dan mereka masuk kedalam kelas untuk menunggu guru yang sebentar lagi akan masuk kedalam

..

..

..

"Hun" Luhan memanggil Sehun yang masih fokus pada handphonenya

"Apa?" Sehun mengalihkan perhatiannya dari handphone dan menatap Luhan dengan heran

"Terima kasih untuk semuanya" Luhan tersenyum hangat dan itu membuat Sehun jadi gugup dan salah tingkah

"Sudahlah, kau sudah menjadi saudaraku. Jadi semuanya anggap saja wajar karena aku adalah saudaramu"

"Hm Terima kasih Hiks..." Luhan menangis bahagia karena Sehun sangat perhatian padanya

"Hei jangan menangis, nanti dikira aku memukulmu pula" Sehun ketakutan ketika Luhan menangis dan mencari sedikit lelucon untuk menghibur orang yang disukainya

"Ngh... Sehun orang baik" Luhan mengelap air matanya dan tidak mau membuat orang salah paham dengan Sehun

"Kau istirahat saja jika lelah" Sehun menyuruh Luhan untuk istirahat

"Aku tidak bisa tidur" Luhan memang kesulitan tidur karena dirinya masih belum mengantuk

"Bagaimana, kalau kita belajar bersama" Luhan memakai waktu tersebut untuk belajar bersama Sehun yang lebih pintar darinya

"Baiklah" Sehun setuju saja karena waktunya banyakkan untuk belajar dan belajar

Mereka belajar bersama hingga seorang dokter mengintip dari luar merasa senang karena Luhan yang sakit cepat ceria dan tidak kesakitan jika Sehun berada disekitarnya.

..

..

..

CLECK

"Lu" Baekhyun dan Chanyeol masuk kedalam UKS untuk menjemput kedua saudaranya untuk pulang

"Eh..." Baekhyun cukup terkejut dengan posisi Luhan dan Sehun yang sedang tertidur dengan buku disamping mereka

"Mesranya" Chanyeol mengambil handphonenya dan memfoto Luhan dan Sehun yang sedang tertidur

"Sehun, Luhan ayo bangun. Kita mau pulang" Chanyeol membangunkan kedua saudaranya setelah selesai mendapatkan gambar tersebut sedangkan Baekhyun hanya terkejut dengan suasana yang ada

"Ngh..." Sehun terbangun karena suara besar tersebut sangat menggangu tidurnya

"Kalian ada apa datang kemari, kalian seharusnya belajar" Sehun memarahi dua orang tersebut yang menggangu tidurnya

PUK

"YAK!" Sehun marah dengan suara kecil karena tidak mau membangunkan Luhan yang masih tertidur sedangkan Chanyeol nyegir tanpa dosa karena sudah memukul kepala Sehun

"Nghh..." Luhan menggeliat terbangun karena suaranya sangat bising

"Yeol, Baek. Ada apa kalian datang kemari?" Luhan juga terkejut dengan kedatangan Chanyeol dan Baekhyun

"Kami mau pulang, kalian juga" Baekhyun memberitahu maksud kedatangannya kemari sedangkan Sehun mengecek handphonenya dan terkejut karena sudah menunjukkan jam pulang sekolah

"Hm, Baiklah" Sehun merapikan buku – bukunya dan membantu Luhan turun dari kasur untuk pulang bersama

Sesampainya didepan gerbang sekolah, Sehun cs langsung masuk kedalam mobil yang biasa mereka naiki jika berpergian.

"Luhan kenapa nak" Heechul ikut menjemput anak – anak karena Jaejong yang melaporkan Luhan terkena musibah disekolah

"Tidak apa Eomma" Luhan tidak mau membuat Heechul Eomma jadi kerepotan hanya karena luka kecilnya

"Dia sudah baikan Eomma" Sehun meyakini Eommanya bahwa Luhan tidak kenapa – napa dan hanya luka kecil yang sudah siap diobati

"Lain kali jika ada yang berani menggangumu lapor ke Eomma saja, Eomma tidak mau anak Eomma disiksa" Heechul sangat geram dengan pelaku yang berani menyakiti anaknya walaupun bukan anak kandung

"Hm"

"Nanti kita makan diluar saja, Eomma sudah lama tidak makan diluar" Heechul ingin mengajak keempat anak tersbeut untuk makan direstorant favoritnya dari zaman dulu hingga saat ini

"Baiklah" semuanya tidak bisa menolak perintah Heechul Eomma termasuk anaknya sendiri Sehun

"Pak, nanti kita ke restorant EXO yang terletak di jalan xxx" Heechul memberitahu supirnya agar tidak mengarahkan mobil menuju rumah tetapi kerestorant yang ingin mereka kunjugi

"Baiklah" sang supir mengerti dan memutar arah untuk menuju restorant EXO

Sesampainya direstorant, Sehun membantu Luhan untuk berjalan dengan pelan – pelan karena dia sangat khawatir dengan keadaan Luhan.

"Kalian ingin pesan apa?" Heechul bertanya pada anak – anaknya setelah mereka duduk dikursi vip

"Aku ikut dengan Sehun saja" jujur saja Luhan belum pernah kerestorant tersebut sehingga lebih baik mengikuti selera makan Sehun yang hampir sama dengannya

"Aku juga ikut dengan mereka saja" Chanyeol memang selalu sama memesan makan seperti punya Sehun sedangkan Baekhyun yang belum pernah mengunjungi tempat tersebut hanya menyamakan pesanannya saja dengan Sehun yang sudah sering makan ditempat tersebut

"Baiklah, kami pesan ini lima porsi" Heechul menunjuk menu yang biasa mereka pesan bertiga dan sekarang mereka jadi berlima

"Baiklah, mohon tunggu sebentar" sang pelayan pamit setelah mencatat pesanan tamunya tersebut

"Luhan, jika Sehun membantumu maka jangan menolaknya. Karena disekolah kalian yang sekarang banyak sekali yang sirik dan suka menyiksa orang lain" Heechul memberitahu keadaan sekolah anaknya yang tidak baik

"Kenapa bisa begitu Eomma" Luhan tidak menyangka jika sekolah elit seperti itu bisa melakukan hal tidak terpuji

"Mereka adalah fans fanatik Sehun sehingga mereka melakukan apapun agar orang disekitar Sehun tidak nyaman"

"Tapi kalian tenang saja, Hyuna sudah diusir dari sekolah" Chanyeol memberitahu jika masalah sudah selesai karena orang yang dibicarakan tidak akan bersekolah lagi dengan mereka

"Hm" semuanya lega karena setidaknya mereka tidak akan bertemu disekolah lagi

Pelayan datang dan membawa pesanan yang dipesan oleh Heechul dan mereka makan dengan nikmat terutama Luhan dan Baekhyun yang belum pernah mencoba makanan tersebut sehingga dari wajah mereka yang berseri – seri sudah bisa dipastikan makanannya enak. Sehun dan Chanyeol hanya tersenyum melihat tingkah saudara mereka yang berbunga – bunga.

..

..

..

Nine Years Laters

"Hun, ayo cepat" Luhan menarik tangan saudaranya yang sangat lambat padahal mereka sudah mau terlambat pergi ke sekolah

"Sabar Lu" Sehun hanya mengikuti Luhan yang sudah duluan berjalan didepan, makin hari perasaan Sehun semakin kuat pada Luhan orang yang selama ini dia cintai diam – diam

Mereka berempat memasuki mobil dengan terburu – buru dengan Sehun sebagai supirnya, sedangkan yang lainnya tidak banyak bicara hari ini. Biasanya Baekhyun akan menyanyikan sebuah lagi dengan kemampuannya sepuluh oktaf dan yang lainnya menutup telinga karena merasa terganggu dengan kehebatan Baekhyun dalam menyanyi.

Sesampainya disekolah, Luhan , Baekhyun, dan Chanyeol langsung keluar dai mobil karena takut terlambat dan tinggal Sehun yang masih sibuk memarkirkan mobil.

"Ish..." Sehun kesal karena ditinggalin sendirian

Sehun memarkirkan mobilnya dengan cepat dan memasuki ruangannya dengan terburu – buru namun nasibnya sedang tidak beruntung sehingga sang guru sudah memasuki kelas.

"Maaf pak saya terlambat" Sehun menunduk sopan untuk meminta maaf atas kesalahannya

Sang guru wanita tersebut melirik jam arloji yang terpasang ditangan kirinya dan melihat waktu, apakah Sehun diperbolehkan untuk masuk kelas atau tidak boleh. Semua guru sebenarnya takut dengan posisi Sehun namun karena peraturan sekolah sangat ketat sehingga Sehun akan tetap dihukum walaupun berbuat salah.

"Kau terlambat nak, dan sebagai hukumannya kau bisa merapikan buku – buku diperpustakaan"

"Hm, Baiklah" Sehun keluar dari kelas dan menuju perpustakaan untuk menjalakan hukumannya, dia tidak bisa melawan karena selama ini orang tuanya mengajarkan untuk memenuhi peraturan baik dirumah maupun disekolah

"Baiklah, buka bukunya halama empat puluh tujuh dan silahkan jawab pertanyaan tersebut diselembar kertas" sang guru memberikan tugas untuk dikumpul sekarang juga

Sehun menaiki lantai dua untuk menuju ruangan perpusatakaan yang sangat jarang mereka kunjungi.

"Ada apa nak?" sang penjaga perpustakaan bertanya ramah pada Sehun karena siapa yang tidak mengenal pangeran tampan tersebut

"Saya disuruh Guru Lee untuk membantu anda merapikan perpustakaan karena saya terlambat masuk kelas"

"Baiklah, anda bisa membantu saya untuk merapikan buku diatas meja ke rak sesuai dengan nomor urut yang sudah tertera" sang penjaga perpustakaan tidak bisa berbicara kasar karena tidak ingin dikeluarkan dari sekolah tersebut

"Baiklah" Sehun mengangguk dan mendekati meja yang ditunjuk penjaga perpustakaan tersebut lalu mengangkat buku – buku tersebut ke rak sesuai dengan nomor urut yang sudah tertera.

Sehun mengerjakan hukumannya selama satu jam dan selama itu sang penjaga perpustakaan tidak berhenti memperhatikan Sehun yang sedang bekerja. Wanita normal pasti akan terpesona akan ketampanan Sehun dan kesexyan tubuh pria tersebut

"Saya sudah selesai" Sehun melaporkan hasil pekerjaanya yang sudah selesai kepada penjaga perpustakaan

"Baiklah, terima kasih sudah membantu nak"

"Hm, saya permisi dulu" Sehun keluar dari perpustakaan sambil menghela nafas karena kelelahan mengangkat semua buku – buku berat tersebut

"Sehun... Sehun..." seseorang wanita berlari kearah Sehun dengan keadan super panik dan membuat Sehun bingung

"Ada apa? Kenapa kau panik sekali" Sehun bertanya pada wanita yang merupakan teman sekelasnya namun tidak terlalu akrab

"Lu.. Luhan dibully diruang basket" sang wanita mengatakannya dengan susah payah sedangkan Sehun yang sedang ketakutan langsung berlari kearah ruang basket untuk menolong Luhan yang sedang dibully

CLECK

Sehun membuka pintu ruang basket dengan kasar dan tidak menemukan siapun disana, Sehun sibuk mencari sambil meneriaki nama Luhan.

"LUHAN... KAU DIMANA"

"LUHAN..." Sehun panik dan tidak menyadari keadaan yang sangat gelap untuk ditelusuri lebih lanjut namun dengan nekat Sehun berniat menghidupkan senter dari handphonenya namun rencananya gagal karena lampu sudah duluan menyala

"Happy birthday to you

Happy birthday to you

Happy birthday Oh Sehun

Happy birthday to you"

Semuanya menyanyikan lagu selamat ulang tahun serta Luhan, Baekhyun, dan Chanyeol yang membawa kue tart sambil tersenyum tulus kearah Sehun.

"Kalian mengerjaiku" Sehun kesal karena kejadian yang tadi dikatakan pembullyan hanya rekayasa

"Hey tampan, yang sedang berulang tahun tidak boleh marah" Luhan tersenyum tulus namun merasa sangat jahat karena sudah mengerjai Sehun berlebihan

"Tidak lucu" Sehun semakin kesal karena digoda

"Sudah, ayo tiup lilinnya" Luhan menyuruh Sehun untuk meniup lilin karen hari ini adalah hari bahagia Sehun, sedangkan yang berulang tahun tidak menyadari jika dihari specialnya dirinya dikerjai habis – habisan

Sehun menutup matanya untuk membuat permohonan dan kemudian meniup lilin dimulai dari kue yang dibawa Luhan lalu ke Baekhyun dan yang terakhir punya Chanyeol.

"Yey" semuanya senang karena rencana mereka behasil untuk mengerjai Sehun yang sedang berulang tahun

"Nanti malam kalian datang kerumahku karena aku membuat acara kecil - kecilan" Sehun mengundang semua teman - temannya karena sesuai dengan perjajiannya dengan sang Eomma untuk membuat pesta kecil - kecilan

"Ne" semuanya pasti akan datang terutama fans Sehun untuk lebih mengenal orang tua Sehun yang sangat kaya

"Sudah, sekarang ayo kembali ke kelas" Luhan membubarkan semuanya untuk kembali ke kelas dan melakukan proses belajar mengajar

..

..

..

"Sehun, selamat ulang tahun nak" Heechul mengucapkan selamat ulang tahun kepada anaknya yang baru saja memasuki rumah

"Eomma telat" Sehun kesal karena Eommanya telat memberikan ucapan selamat ulang tahun untuknya

"Hahaha... Kami sengaja nak" Heechul tersenyum karena sudah berhasil mengerjai anaknya

"Hah? Eomma bekerja sama dengan mereka" Sehun menunjuk Luhan cs dengan tatapan tidak menyangka

"Hm" Heechul mengangguk untuk membenarkan apa yang dikatakan anaknya

"Keterlaluan" Sehun beranjak dari ruang tamu menuju kamarnya karena dirinya sangat kesal bisa dikerjai segitunya

"Sehun..." Luhan takut karena dirinya merasa bersalah sehingga membuat Sehun kesal dihari yang sangat bahagia ini

"Tidak apa nak" Heechul tahu kalau anaknya Sehun hanya kesal sesaat

"Aku tetap akan mengejarnya Eomma" Luhan pamit dan mengejar Sehun hingga ke kamarnya

TOK TOK TOK

Luhan sebenarnya bisa saja langsung masuk namun dirinya tidak ingin dianggap tidak sopan atas privasi orang lain.

"Masuk Lu" Sehun tetap tidak bisa marah pada Luhan dalam kondisi apapun

"Hun, aku minta maaf" Luhan menunduk karena tidak berani menatap Sehun

"Hei~ kau tidak bersalah" Sehun beranjak dari ranjang dan mendekati Luhan untuk membuat orang yang disukainya merasa tenang dan tidak bersalah

"Maaf" Luhan tetap menunduk sambil mengucapkan maaf

"Tidak apa" Sehun dengan spontan memeluk Luhan untuk memberikan ketenangan

"Hiks... Aku minta maaf Hun"

"Hei kenapa menangis Lu, kau tidak salah" Sehun menenangkan Luhan sambil mengusap punggung Luhan agar tidak larut dalam kesedihan

"Hm" Luhan hanya mengangguk dan menghentikan tangisannya didalam pelukan hangat Sehun

"Sudah baikkan?" Sehun mencoba melepaskan pelukannya untuk melihat Luhan yang sudah reda dari tangisannya

"Sudah, ayo makan siang" Sehun mengajar Luhan untuk keluar dari kamarnya karena perutnya hari ini sangat lapar setelah mendapat hukuman yang membuatnya cepat capek

"Hm, ayo" Luhan dan Sehun berjalan beriringan menuruni tangga dan berkumpul bersama yang lain sudah duluan makan siang

"Eoh, anak Eomma sudah tidak ngambek" Heechul menggoda anaknya yang sudah lebuh baik dari sebelumnya

"EOMMA~" Sehun kesal karena digoda lagi sam Eommanya

"Sudah lahh Eomma, nanti Sehun ngambek lebih parah daripada yang tadi" Luhan memperingatkan Eommanya untuk tidak menggoda Sehun lebih jauh

"Eoh, sekarang Luhan sudah membela Sehunnie" Heechul makin jahil menggoda anaknya yang sedang dibela orang yang disukai anaknya

"EOMMA~" Sehun semakin kesal namun dengan cepat Luhan menangani hal tersebut

"Hun, kau harus banyak makan Mie karena kau sedang berulang tahun" Luhan menyendokkan mie banyak kedalam piring Sehun

"Hm, gomawo Lu" Sehun senang karena Luhan sangat perhatian padanya

"Cie..." Heechul senang karena anaknya juga senang namun Baekhyun dan Chanyeol merasa sedikit kesal dengan Heechul Eomma yang menggoda Sehun berlebihan

"Eomma jangan berlebihan" Chanyeol memperingatkan Heechul Eomma untuk tidak membuat Sehun badmood berkepanjangan

Luhan dan Sehun makan dengan nikmat sedangkan yang lainnya sudah selesai, Sehun yang paling menghayati makan siangnya karena pemberian dari tangan Luhan.

"Hun, kau sudang mengundang teman - temanmu kan?" Heechul bertanya karena semua persiapan sudah disiapkan dari sebelumnya dan tinggal merayakannya saja

"Sudah" Sehun menjawab sekilas dan kembali melanjutkan makan siangnya

Sehun dan Luhan sudah selesai makan siang dan Luhan yang membantu meletakkan piring kotor kebelakang.

"Sini biar aku yang meletakkan ke tempat cucian" Luhan mengambil piring kotor milik Sehun

"Biar aku saja" Sehun tidak enak hati mengatakan ya karena Luhan bukan pembantu mereka

"Aku saja, yang sedang berulang tahun tidak boleh terlalu banyak aktif" Luhan dengan cepat merebut piring kotor milik Sehun dan membawanya kedapur

Setelah Luhan meletakkan piring kotor tersebut ketempat cucian, dirinya berkumpul bersama yang lain diruang tamu yang sedang sibuk membicarakan sesuatu.

"Kalian silahkan istirahat atau belajar karena nanti malam kalian akan sibuk dengan pesta Oh Sehun" Heechul menyuruh anak - anaknya untuk menghabiskan waktu dengan hal - hal yang disukai karena hingga saat ini semua anak - anaknya mampu mengejar posisi lima besar terutama Sehun yang selalu menjadi juara satu

"Hm" mereka semua beranjak kedalam kamar masing - masing untuk belajar dan mungkin akan istirahat setelah belajar

..

..

..

"Hun selamat ulang tahun ya" semua fans Sehun yang merupakan teman sekelasnya datang untuk memberikan ucapan selamat pada pangeran tampan mereka yang sudah memasuki umur tujuh belas tahun

"Hm, silahkan nikmati pestanya" Sehun mempersilahkan tamunya sekaligus teman - temannya untuk masuk kedalam rumahnya

"Hai Lu" seseorang menyapa Luhan sehingga membuat yang dipanggil dan Sehun menoleh kearah sumber suara

"Hai Kris" Luhan menyapa sahabatnya terbaiknya selain Sehun cs sedangkan Sehun menatap kesal pada pria blasteran tersebut yang mendekati Luhan secara diam - diam

"Hai, kenapa kau diluar?" Kris heran karena yang seharusnya menyapa tamu adalah Sehun yang sedang berulang tahun

"Dan pertanyaan untukmu, kenapa kau menyapa Luhan bukan memberikan ucapan selamat untukku sedangkan untuk pertanyaan konyolmu kurasa tidak perlu dijawab karena itu hak Luhan mau berdiri dimana dan disamping siapa" Sehun merasa jengkel dengan musuh naganya sedangkan Luhan paham jika Sehun jengkel dengan Kris namun dia tidak mengerti kenapa kedua pria tampan tersebut melakukan hal yang seperti itu dan untuk memperbutkan apa. Itu lah yang masih dibingungkan Luhan sampai saat ini

"Sudah, ayo masuk Hun. Acaranya sudah mau dimulai" Luhan mengambil cara lain agar kedua manusia tersebut tidak ribut sedangkan Sehun merasa senang karena Luhan membelanya

"Hm" Luhan dan Sehun masuk kedalam rumah dengan santai sedangkan Kris menatap kesal kearah Sehun yang tertawa dengan senyum busuknya

"Baiklah, mari kita mulai acaranya untuk malam hari ini" sang mc mengambil ahli untuk memulai acaranya sedangkan yang lainnya menyoraki karena akan melihat pangeran tampan mereka dari bawah panggung

"Mari kita undang teman kita yang sedang berulang tahun keatas panggung dan kita semua menyanyikan lagu happy birthday"

Sehun beranjak dari kursi yang baru saja didudukinya dan diberikan semangat dari ketiga saudaranya serta yang lainnya. Sehun maju keatas panggung diiringi dengan lagu selamat ulang tahun.

"Happy birthday to you

Happy birthday to you

Happy birthday Oh Sehun

Happy birthday to you"

"SELAMAT ULANG TAHUN OH SEHUN" semuanya kompak mengucapkan selamat ulang tahun kepada Sehun yang terharu dengan moment ini

"Ayo tiup lilinnya, tetapi sebelumnya yang sedang berulang tahun harus membuat harapan dulu" sang mc langsung menyuruh untuk keacara inti

Sehun berdoa dalam hati dan banyak orang yang memfoto Sehun ketika sedang berdoa karena Sehun sangat terlihat tampan dan lucu ketika menutup matanya.

FIUH...

"Chukkae" semuanya senang dan bertepuk tangan setelah Sehun meniup lilin diatas kue tart tersebut

"Ayo dipotong kuenya" sang mc memberikan aba - aba untuk menyanyikan lagu berikutnya

"Potong kuenya
Potong kuenya
Potong kuenya sekarang juga
Sekarang juga"

Sehun memotong kue dengan sangat ahli karena selama ini banyakan ulang tahun mereka dirayakan secara keluarga.

"Baiklah, untuk suapan pertama ingin diberikan pada siapa?" sang mc bertanya pada yang sedang berulang tahun

"Pada kedua orang tuaku karena mereka lahh aku bisa berada didunia ini" Sehun sangat sulit untuk memilih antara Eomma dan Appanya untuk menjadi yang pertama karena dia sangat menyayangi kedua orang tuanya

"Baiklah, silahkan disuapi" Sehun memotong menjadi dua suapan kecil dan memberikan potongan pertama pada Eommanya dan potongan kedua pada Appanya

"Ok, mari kita lanjut. Untuk suapan kedua ingin diberikan pada siapa?"

"Aku memberikannya pada Chanyeol karena dia sudah mau menjadi teman terbaikku dari kecil hingga saat ini" Sehun sangat salut dengan kesabaran Chanyeol dalam mengahadapinya tujuh belas tahun ini

"Terima kasih" Chanyeol maju keatas panggung dan merasa sangat senang memiliki sepupu seperti Sehun yang masih bisa mengingat dirinya

"Hm" Sehun menyuapi potongan besar untuk saudara besarnya dan yang lainnya tidak ada yang berani mengejek Sehun itu gay karena mereka sangat tahu kalau Sehun itu tidak pernah terlalu berdekatan dengan Chanyeol maupun laki - laki lain

"Ok, kalau begitu suapan ketiga juga pastinya untuk orang special karena suapan kedua bisa diberikan pada sepupunya"

"Hm" Sehun hanya mengangguk untuk membenarkan ucapan sang mc

"Aku ingin memberikan pada Luhan dan Baekhyun" Sehun mengatakannya dengan lega sedangkan Luhan dan Baekhyun cukup terkejut karena mereka tidak meyangka akan disuapi makan kue juga seperti yang lain

"Kenapa?" sang mc bertanya untuk mewakili pertanyaan fans yang nampak sedih denga pilihan terakhir Sehun

"Karena mereka berdua lah yang mengajarkan kami untuk lebih menghargai hidup dan mensyukuri apa yang ada" Sehun mengatakannya sambil mengingat dirinya yang sudah banyak berubah karena kedatangan kedua wanita tersebut

"Baiklah, Luhan dan Baekhyun dipersilahkan untuk naik keatas panggung" sang mc meminta pada kedua orang tersebut untu naik keatas panggung

Luhan dan Baekhyun maju keatas panggung dengan kondisi gugup karena semuanya melihat kearah mereka.

"Jangan gugup" Sehun berbisik sambil menyuapi Luhan dan Baekhyun kue tart dalam potongan kecil secara bergantian

Setelah acara memberikan kue tersebut pada Luhan dan Baekhyun, Sehun mengambil ahli mc untuk berbicara pada semuanya.

"Silahkan dinikmati pestanya , terima kasih"

Semuanya berpencar untuk mengambil makanan dan minuman sendiri, sedangkan Luhan dan yang lainnya masih diatas stage.

"Ayo berfoto, mumpung baju kita masih rapi" Chanyeol mengusulkan hal tersebut karena selama ini mereka jarang foto bersama

Mereka berkumpul bersama yang lain untuk menikmati pesta yang sangat jauh dari apa yang dikatakan Sehun kalau dia mengadakan pesta kecil - kecillan. Semuanya pamitan tepat pukul sepuluh malam karena semuanya sangat tahu bahwa Sehun cs masih dibawah umur dan besok akan sekolah.

..

..

..

Seven Days Later

"Shh... Ayo cepat" Sehun menyuruh kedua sepupunya atau sudah bisa dianggap sebagai saudara untuk dengan cepat menghidupkan lilin diatas kue yang sedang dia pegang

Pada jam dua belas lewat, mereka akan memasuki kamar Luhan untuk memberikan surprise karena Luhan akan melewati sweet seventeennya dengan bahagia.

CLECK

"Happy birthday to you

Happy birthday to you

Happy birthday Oh Sehun

Happy birthday to you"

Sehun datang membawa kue diikuti Chanyeol dan Baekhyun yang menyanyikan lagu happy birthday lengkap dengan tepuk tangan sehingga membuat Luhan yang belum tidur cukup terkejut dengan surprise yang diberikan untuknya.

"Kalian..." Luhan tidak menyangka jika ketiga saudaranya akan membuat kejutan tepat dimana umurnya yang ketujuh belas baru saja satu menit yang lalu

"Ayo tiup lilinnya" Sehun menyuruh Luhan untuk meniup lilin karena tangannya juga sudah pegal dengan memegang kue tart yang tergolong besar untuk orang yang disayanginya selama ini

Luhan berdoa dalam hati dan mengucap syukur karena sudah memiliki kedua saudara yang tampan dan baik hati serta sahabat yang sudah merangkap menjadi saudaranya sangat baik dan perhatia dengannya.

"HUFT..." Luhan menghembus lilin yang terdapat diatas kue tart yang dipegang Sehun sedangkan Chanyeol dan Baekhyun bertepuk tangan gembira dihari yang bahagia untuk saudara mereka

"Chukkae Lu"

"Terima kasih untuk semuanya" Luhan tidak mampu berkata - kata lebih banyak karena dirinya juga cukup terkejut karena selama dirinya berada dirumah tersebut, Sehun cs tidak memberikan surprise tepat dimana umurnya yang baru bertambah beberapa menit yang lalu

"Hm, sudah kita sebaiknya tidur. Besok sekolah"

Sehun dan yang lainnya keluar dari kamar Luhan, sedangkan yang berulang tahun tidak bisa menahan mereka karena apa yang dikatakan Sehun memang benar besok mereka semua sekolah.

Pagi harinya semuanya sudah sampai disekolah lima menit sebelum bel masuk sekolah berbunyi dan mereka memasuki kelas dengan rasa kantuk yang berat.

"Maaf ya, gara - gara aku kalian jadi kelelahan" Luhan merasa dirinya sangat jahat sudah membuat Sehun, Baekhyun, serta Chanyeol kekurangan tidur dan mengantuk dikelas

"Tidak, itu bukan salahmu"

"Ya"

Sehun cs langsung bangun dari tidurnya karena mereka tidak enak pada Luhan yang merasa bersalah karena surprise semalam.

"Pagi anak - anak" sang guru sudah memasuki kelas lebih awal sehingga mereka dengan terpaksa mengikuti pelajaran dengan baik

"Lu, kau tidak mau mengundang mereka ke pesta ulang tahunmu" Sehun bertanya karena setahunya semua temannya bisa diundang jika Luhan mau

"Tidak, aku lebih baik mengundang anak panti saja" Luhan tidak mau mengundang teman - teman sekelasnya karena sudah bisa dipastikan tidak akan ada yang mau datang karena semuanya masih tidak menyukai keberadaan Luhan didekat Sehun sampai saat ini

"Baiklah" Sehun tidak bisa memaksa karena yang punya pesta lah berhak mau mengundang siapa saja

"Oh iya, Krismu tidak kau ajak?" Sehun mengatakannya dengan nada meyindir sedangkan Luhan hanya tersenyum saja karena mengetahui bahwa Sehun tidak menyukai keberadaan Kris diantara mereka berempat

"Tidak usah, nanti kau marah" Luhan menggoda Sehun yang mukanya sudah memerah namun dengan cepat Sehun mengganti ekspresinya dengan wajah datar andalannya

"Biasa saja" Sehun membuang muka sedangkan Luhan tersenyum karena tahu Sehun hanya bercanda saja

"Yakin?" Luhan semakin menggoda Sehun

"Iya" Sehun meninggalkan Luhan sedangkan dirinya pergi ke toilet untuk membuang air kecil

Malam harinya semuanya sudah datang kepesta ulang tahun Luhan yang tidak kalah meriah namun mereka masih menunggu kedatangan tamu utamanya yaitu anak panti beserta Hyomin sebagai Ibu penjaga panti.

"Lu" seseorang menyapa Luhan yang sedang sibuk dengan ponselnya

"Ibu" Luhan berlari kecil dan memeluk Hyomin yang selama ini sudah dia anggap seperti ibu sendiri

"Selamat ulang tahun nak, ini hadiah dari kami" Hyomin melepaskan pelukannya dan menunjukkan anak - anak panti datang sambil memapah kado besar untuk Luhan Nona mereka

"Tidak perlu repot - repot Bu" Luhan merasa tidak enak hati karena uang yang seharusnya cukup untuk sebulan anak panti harus habis untuk membeli kado

"Sudahlah"

"Nona, selamat ulang tahun ya" Taeyong yang mengucapkan pertama kali dan diikuti oleh yang lain setelah Taeyong sedangkan Luhan tidak menyangka Jika Taeyong sudah tumbuh dewasa dan semakin tampan sedangkan anak - anak panti sudah tidak sebanyak dahulu karena sudah banyak diadopsi oleh orang lain

"Terima kasih untuk semuanya" Luhan terharu dengan kejadian tersebut dan menyuruh semuanya untuk berkumpul dengan yang lain didalam rumah dan akan memulai acaranya

"Hari ini sahabat kita bernama Luhan sedang berulang tahun, silahkan maju kedepan untuk memulai acaranya" sang mc menyuruh Luhan untuk maju kedepan

"Happy birthday to you

Happy birthday to you

Happy birthday Oh Sehun

Happy birthday to you"

"Ayo tiup lilinnya, tetapi sebelumnya yang sedang berulang tahun harus membuat harapan dulu"

Luhan berdoa dalam hati dan banyak orang yang tidak menyangka Luhan tumbuh menjadi wanita cantik dan baik hati.

FIUH...

"Chukkae" semuanya senang dan bertepuk tangan setelah Luhan meniup lilin diatas kue tart tersebut

"Ayo dipotong kuenya, sudah banyak yang lapar ni" sang mc memberikan aba - aba untuk menyanyikan lagu berikutnya

"Potong kuenya
Potong kuenya
Potong kuenya sekarang juga
Sekarang juga"

Luhan memotong kue dengan sangat baik karena selama ini dirinya banyak membantu Heechul Eomma untuk memasak makan malam.

"Baiklah, untuk suapan pertama ingin diberikan pada siapa?" sang mc bertanya pada yang sedang berulang tahun

"Aku ingin memberikan pada Eomma dan Appa serta Ibu Hyomin yang selama ini sudah merawatku dengan baik dan menjagaku seperti anak sendiri" Luhan memang paling menyayangi kedua orang tuanya selain Hyomin

"Ayo, Eomma dan Appa Luhan serta Hyomin silahkan naik keatas panggung" kedua orang tua angkat serta Ibu pantinya dulu ketika masih kecil naik keatas panggung dan Luhan langsung memberikan potongan kue kepada Appa dan Eomma angkatnya serta Ibu panti yang selama ini sudah banyak merawatnya dengan baik

"Baiklah untuk suapan kedua kau ingin berikan pada siapa?"

"Pada ketiga saudaraku" Luhan menyayangi ketiga saudaranya setelah kedua orang tua angkatnya serta ibu panti yang sangat menyayanginya

"Baiklah, ketiga saudara Luhan silahkan maju kedepan" ketiga orang yang dipanggil maju kedepan sedangkan yang lainnya memuji kalau Sehun dan Chanyeol sangat tampan karena kalau untuk Baekhyun semua anak panti sudah tahu jika Luhan dan Baekhyun Nona mereka sangat cantik

Luhan memberikan suapan pertama pada Baekhyun dan yang kedua untuk Chanyeol dan yang terakhir untuk Sehun namun potongan kue untuk Sehun lebih besar dibandingkan yang lainnya.

"Wow, kenapa punya Sehun lebih besar potongan kuenya?" sang mc bertanya karena heran dengan kejadian tersebut

"Walaupun Sehun yang terakhir kuberikan namun dari besarnya kue yang kuberikan merupakan pertanda bahwa Sehun adalah heroku yang selama ini melindungiku dari berbagai pembullyan yang terjadi disekolah, dia adalah orang yang sangat baik dan mau menerimaku menjadi saudara angkatnya"

Banyak yang meneteskan air mata karena Luhan sangat bahagia memiliki saudara sekaligus pahlawan hero seperti Sehun yang selalu melindunginya dari pembullyan. Semuanya sangat terkejut karena Luhan pernah mendapat bully disekolahnya.

"Baiklah, untuk suapan terakhir?" sang mc bertanya dengan lembut karena dirinya juga terbawa suasana dengan cerita Luhan yang menyentuh hati siapapun termasuk Sehun

"Aku memberikannya pada adik - adikku dipanti asuhan" para tamu tidak menyangka jika Luhan masih sangat menyayangi adik - adiknya yang sudah jauh darinya

Anak - anak panti semuanya naik keatas panggung dengan wajah sedih bahagia karena nona mereka masih sangat perhatian pada mereka.

"Hei kenapa menangis" Luhan menghapus air mata Taeyong yang tiba - tiba tumpah sedangkan Sehun sedikit kesal karena Luhannya bersentuhan dengan pria lain

"Kami terharu karena Nona masih mengingat kami Hiks..."

Luhan membawa Taeyong kedalam pelukannya sedangkan Taeyong menangis digaun Luhan yang mahal dan membuat semuanya terkejut dengan tingkah Luhan seperti seorang Ibu yang menenangkan anak - anaknya.

"Ayo kita mulai" Taeyong menghentikan tangisannya dan tidak ingin merusak hari bahagia Nona-nya. Luhan memotong kue tart dalam potongan kecil dan memberikan kepada anak - anak panti secara bergantian

"CHUKKAE NONA"

Anak - anak panti mengucapkan selamat kepada Luhan setelah mereka semua mendapat suapa dari sang ulang tahun dan membuat Luhan tersentuh dan sangat ingin berkumpul dengan mereka kapan - kapan.

"Baiklah, acara sudah sele..."

"TUNGGU"

Ucapan MC untuk menutup acara tersebut terpotong karena seseorang menginterupsi pembicaraannya.

"Ya, ada apa Sehun?" sang mc bertanya pada orang yang sudah memotong pembicaraannya, sang mc yang merupakan sahabat Heechul merasa aneh dengan Sehun karena untuk pertama kalinya memotong pembicaraan orang lain

"Ada yang ingin saya sampaikan untuk semuanya" Sehun maju kedepan dekat dengan Luhan dan mengeluarkan sesuatu

"Lu, ini adalah hadiah untukmu" Sehun menjulurkan kotak tersebut kepada Luhan sedangkan Luhan hanya fokus pada kotak kecil yang diberikan Sehun untuk ulang tahunnya

"Hun... Kau tidak perlu unt... Kenapa kau berlutut Hun?"

Luhan yang niatnya memarahi Sehun karena memberikan hadiah ketika ulang tahunnya haruss tertunda karena cukup terkejut dengan posisi Sehun yang berlutut didepannya.

"Buka saja kadonya, aku menunggumu" Sehun tidak menanggapi justru menyuruh Luhan untuk melanjutkan membuka kadonya

"BUKA BUKA BUKA" Heechul dan yang lainnya kompak menyoraki Luhan untuk membuka kado tersebut karena sebagian dari mereka sudah mengetahui rencana Sehun tersebut

Luhan membukanya dengan hati - hati dan sampai pada kotak yang sangat indah, dan dirinya berpikir jika Sehun akan memberikan kalung padanya.

TAK

"Sehun..." Luhan terkejut karena ketika membuka kotak dirinya menemukan cincin yang sangat indah didalamnya

"Lu, will you be my girlfriend?" Sehun mengatakannya sambil memberikan bunga untuk Luhan

"Hiks..." Luhan tidak menyangka jika Sehun melamarnya sebagai kekasih dan membuatnya merasa bingung dengan keadaan yang ada

"Hey, tidak perlu menangis. Jika kau tidak bisa menerimaku maka aku tidak masalah" Sehun berdiri dan memeluk Luhan untuk memberikan ketenangan

"Hiks... Aku mau Hun" Luhan mengatakannya dengan susah payah karena tangisannya

"Apa?" Sehun tidak mendengarnya dengan baik karena Luhan mengatakannya diiringi dengan isakan tangis

"AKU MAU MENJADI KEKASIHMU OH SEHUN" Luhan berteriak senang karena selama ini rasa sukanya pada Sehun tidak bertepuk tangan

"Terima kasih Lu" Sehun mencium bibir Luhan dan membawanya kedalam pelukan hangat

"SELAMAT UNTUK KALIAN"

"Coba dulu Sehun yang menceritakan kenapa bisa mencintai Luhan yang sudah dianggap sebagai saudara sendiri" sang mc dan yang lainnya ingin tahu alasan Sehun sangat mencintai Luhan

"Aku... Aku" Sehun malu untuk menjelaskannya namun Luhan menggengam tangannya untuk memberi kekuatan serta setuju untuk membuka rahasia tersebut karena dirinya juga ingin mengetahui

"Aku sebenarnya pada awalnya tidak terlalu menyukai keberadaan Luhan, namun semakin hari rasanya aku sangat ingin melindunginya, melihat senyum manisnya, dan paling sakit hati ketika Luhan menangis hanya karena ketakutan dibully dengan yang lain. Sejak saat itu aku berjanji akan menjadi tameng Luhan untuk melindunginya dari segala masalah" Sehun mengakhirinya dengan mencium lembut bibir kekasihnya

Semuanya terharu karena kisah percintaan Sehun tumbuh seiringnya waktu dan anak - anak panti merasa senang setidaknya nona mereka sudah memiliki seseorang untuk melindungi nona mereka.

"Baiklah, silahkan nikmati pestanya" Sehun memberikan aba - aba agar semua tamu bisa menikmati pesta

"Selamat Nona" Taeyong berlari kearah Luhan dan memeluknya tanda bahagia

"Hm" Luhan hanya mengangguk dan memeluk Taeyong juga

"EHEM~" Sehun berdehem tidak senang karena kekasihnya dipeluk oleh pria lain

"Hei, kau tidak perlu cemburu Hun" Baekhyun menggoda Sehun yang memang sedang cemburu

"Benar, aku kekasihmu dan Taeyong cuma adikku" Luhan mendekati Sehun untuk membuat kekasihnya tenang dari rasa cemburu

"..." Sehun hanya diam dan menikmati tangan halus Luhan memeluknya untuk memberikan ketenangan

"Kami kedalam dulu ya" Luhan pamit pada semuanya dan membawa Sehun kedalam kamarnya untuk berbicara empat mata

BLAM

"Kau seharusnya tidak perlu cemburu" Luhan langsung menasehati Sehun yang masih menatapnya datar, Luhan sudah kebal dan terbiasa dengan tatapan super datar dari Sehun kekasihnya

"Iya tapi kau juga tidak seharusnya memeluknya dengan erat ketika sudah memiliki kekasih"

Sehun tetap lah Sehun yang keras kepala dan kondisi apapun. Luhan hanya bisa memijat keningnya karena pusing dengan kekanakan Sehun.

"Baiklah" Luhan mengalah daripada Sehun ngambek padanya

"Janji ya" Sehun senang karena kali ini Luhan mengikuti permintaannya

"Iya sayang" Luhan mencubit pipi Sehun karena gemas kekasihnya sangat imut dan tampan

"Ayo nikmati pestamu Lu" Sehun menarik Luhan untuk kembali bergabung dengan yang lainnya dan menikmati pesta hingga semuanya merasa senang

"Sudah tidak ngambek Lu?" Chanyeol bertanya pada Luhan tentang Sehun yang tadinya ngambek sekarang justru senyum - senyum sambil memeluk Luhan

"Kau jangan membuatku jadi kesal" Sehun memarahi Chanyeol yang menggodanya sedangkan yang dimarahi hanya ketawa saja

"Sudah lahh Chan, nanti dia marah lagi" Luhan menyuruh Chanyeol untuk berhenti meggoda Sehun yang sedang cepat marah hari ini

"Ciee..." semuanya menggoda pasangan baru yang sangat mesra hari ini

~TBC~