Jatuh cinta. Ada yang mengatakan rasanya lebih manis dari madu, lebih indah dari cahaya bintang di langit malam, dan lebih berwarna dari aurora. Dia juga mengakuinya. Tapi itu hanya awal, karena jatuh cinta yang sesungguhnya bahkan lebih pahit dari empedu saat kau menyadari bahwa rasa yang kau alami sekarang tidaklah mungkin.

.

.

Naruto © Masashi Kishimoto

Just a man® Hikari Kireina

.

.

Don't Like Don't Read

.

.

Chapter 2: I Love You

Apa kalian melihatnya? Dua orang yang tengah berpelukan mesra disana. Seorang laki-laki berambut pirang dengan seorang wanita berambut merah muda. Mereka adalah sahabatku. Sebagai seorang sahabat seharusnya aku bahagia melihat mereka bahagia bukan? Tapi nyatanya aku tidak. Aku mencintainya. Mencintai laki-laki itu, pemuda berambut pirang tersebut. pemuda yang memiliki senyum secerah matahari, pemuda yang selalu membawa kehangatan kepada hati siapapun yang berada didekatnya.

-Aku benar-benar mencintai pemuda itu-

Kalau diingat lagi kami, aku dan pemuda berambut pirang tersebut, sudah berteman selama 10 tahun. Awal pertemuan kami adalah sebagai mahasiswa baru disalah satu Universitas Negeri di kotaku. Aku mengingatnya dengan sangat jelas. Hari itu kami memasuki kelas pertama kami, mungkin karena sifatku yang pendiam dan menyendiri di pojok ruang kelas pemuda itu mengira aku kesepian dan tidak mempunyai teman satupun. Aku bahkan masih mengingat dengan jelas apa yang diucapkan oleh nya 'Hai, aku Uzumaki Naruto. Kau siapa? Ayo kita berteman' tentu saja beserta cengiran bodohnya itu, kekanak-kanakan sekali bukan.

Itu adalah awalnya, dia dan aku benar-benar berbeda bak langit dan bumi. Dia dengan wajah ceria dan cengiran bodohnya sementara aku dengan wajah datar dan dinginku. Dia dengan suara cemprengnya yang berisik sedangkan aku dengan sikap diam ku. Dan dia dengan sikap baik dan bersahabatnya sementara aku, aku yang dengan bodohnya salah mengartikan itu semua dan berakhir dengan cinta yang tidak berujung ini.

.

.

Mereka berdua sangat serasi bukan? Mereka memiliki kepribadian yang sama. Ceria dan menyenangkan, sangat kontras sekali denganku. Aku hanya melihat mereka dari kejauhan, kemesraan mereka.

Kalian pasti mengira aku malaikat bukan? Bertahan dengan cinta satu sisi ini selama 10 tahun, tapi nyatanya tidak. Aku bukan malaikat, tidak terhitung sudah berapa kali aku berpikir untuk lari, berpikir untuk pergi. Tapi aku selalu gagal.

Dia selalu berhasil. Dia selalu berhasil menghentikanku.

Dan beginilah akhirnya. Aku bertahan selama 10 tahun berada disisi nya. Seperti orang bodoh, seperti pengemis. Aku bahkan lebih buruk dari pengemis.

Aku—aku adalah hanyalah tempat persinggahan.

Tempat persinggahan saat pemuda itu patah hati. Saat pemuda itu terpuruk, maka dia akan datang padaku. Awalnya memang hanya sebatas pengaduan biasa. Dia hanya menceritakan bagaimana masalahnya dan semua selesai. Tapi entah kapan semuanya berubah. Kami bukan lagi membahas masalah tapi juga melakukannya. Ya, melakukannya. Awalnya aku merasa sangat merasa bersalah, tapi dia Naruto bertingkah seperti tidak terjadi apapun dan bersikap normal seperti biasanya. Dia seperti menganggap itu tidak pernah terjadi. Itulah yang ku pikirkan saat itu.

Aku pun tidak mempermasalahkannya. Setiap dia patah hati dengan kekasih-kekasihnya maka dia akan datang padaku. Aku tidak tahu pasti seperti apa aku dimata Naruto? Sahabat? Seorang penghibur? Teman seks?. Aku ingin sekali menanyakannya, hanya saja, aku-

aku terlalu takut. Aku selalu berpikir, begini saja sudah cukup.

Begini saja tidak papa.

Menjadi seperti inipun aku—aku tidak bisa menerimanya.

.

TBC

.

.

Hahahaha ini FF apa? Jangan tanya saya. Saya hanya suka membuat suatu alur dari sudut pandang satu orang hehehe... yah dah beginilah jadinya. Oke sampai jumpa di chapter selanjutnya dan perlu saya beritahukan bahwa saya tidak punya jadwal update-an. (Siapa yang tanya coba) tapi selama saya masih belum ada kegiatan apa-apa (baca = menunggu nilai yang seabad belum keluar juga ) makanya saya mungkin akan memfokuskan diri untuk menulis. Mungkin, kalau lagi ga males. Biasa penyakit manusia. =D

Oke saya sudahi bacot nya. Terima kasih sudah membaca sampai selesai.

With Love

Hikari Kireina