Repeat
By GrandpaGyu
Rate : T
Pair : SasuHina
Naruto © Masashi Kishimoto
Mengulang tujuh sapaan berbeda tanpa jelas waktunya. Berinteraksi dengan orang yang sama tapi dengan kepribadian dan identitas yang berbeda
WARNING : ALUR MAJU MUNDUR, CERITA TENTANG PENDERITA GANGGUAN KEJIWAAN DID, EYD BERANTAKAN, MISS TYPO DAN KESALAHAN LAINNYA.
Don't Like Don't Read
RnR
.
..
Happy Reading
…
….
with love,
GrandpaGyu (-_-)!
"Nugu ya ?"
Onyxku membola. Apa dia sedang bercanda. Tapi aku sama sekali tidak melihat nada bercanda di pertanyaannya.
"Anda tidak mengingat dosen anda sendiri?"
Kulihat Hinata berseringai. Terkejut, tentu saja. Apa mungkin dia salah minum obat.
"Dengar ya Ajusshi, aku sama sekali tidak mengenalmu. Oh iya, namaku Kim Hyun Ah. Bukan Hinata. Mungkin kau salah orang."
Tidak mungkin aku salah orang bukan. Aku mengenal wajahnya dengan baik, dia Hinata. Salah satu mahasiswa yang aku bimbing. Tapi kenapa dia berlaku seolah dia tidak mengenaliku. Aneh.
Chapter 2 : Kim Hyun Ah
Sepasang mata bulat Hinata yang biasanya terlihat lembut sekarang tidak lagi terlihat. Pancaran matanya berubah penuh kebencian. Wajah yang biasanya selalu bersemu kemerahan sekarang mengeras menahan emosi. Sasuke masih diam ditempatnya, otak cerdasnya mencoba untuk menterjemahkan keadaan. Sasuke mengerutkan keningnya, merasa tidak yakin bahwa apa yang dilihatnya ini merupakan salah satu hipotesisnya. Tidak mungkin. Walaupun kemungkinan hipotesisnya benar ada sekitar lebih dari lima puluh persen. Tapi dia tidak mau mempercayai hipotesisnya sendiri.
"Ikut aku."
Suara dingin Sasuke mengudara. Tanpa memperdulikan protes yang ditujukan padanya, Sasuke tetap menarik –menyeret perempuan lavender itu agar ikut bersamanya.
Bruk
Sasuke meringis kesakitan saat dia merasakan benda tumpul menghantam kepalanya dengan keras. Diliriknya gadis lavender yang berjalan dibelakangnya. Tatapan matanya tetap sama, penuh dengan kebencian. Tapi Sasuke tidak memperdulikannya. Dia masih terus menyeret gadis lavender itu agar ikut bersamanya.
"Lepaskan aku !"
Bentakan nyaring itu entah sudah berapa kali didengar oleh Sasuke. Tapi tidak ada satupun yang di hiraukannya. Sekarang Sasuke sudah berhasil membuat perempuan lavender yang mengaku bernama Hyun Ah itu untuk duduk di kursi penumpang. Lalu mobil Sasuke melaju membelah jalan dengan kecepatan tinggi.
"Aku bisa melaporkanmu ke polisi dengan tuduhan penculikan gadis di bawah umur."
Tidak ada jawaban. Sasuke masih focus dengan jalanan yang ada dihadapannya. Wajahnya masih datar seperti biasanya. Sedangkan Hinata –Hyun Ah tetap memasang wajah keras. Menahan semua emosi yang sudah meledak-ledak sejak dia diseret secara paksa oleh Sasuke. Memang dia pikir dia itu siapa. Begitulah pemikiran Hinata –Hyun Ah saat itu.
Ckit
Bruk
"Aw! Yak ! kau mau membunuhku ?"
Protes Hinata –Hyun Ah saat mobil yang dikendarai Sasuke berhenti secara mendadak. Sasuke tidak menjawab. Dia keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Hinata –Hyun Ah.
"Keluar."
Singkat. Padat. Dan tidak bermutu. Membuat perempatan imajiner bermunculan di kening Hinata –Hyun Ah. Tapi Hinata –Hyun Ah tetap keluar dari mobil dan memandang penuh kebencian pada Sasuke.
"Kau yakin tidak mengenaliku ?"
Kali ini Hinata –Hyun Ah yang tidak menjawab. Perempuan itu bersandar pada pintu mobil sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Tatapan matanya masih sama. Penuh kebencian. Hilang sudah image kalem dan lemah lembut yang selama ini dikenal Sasuke dari Hinata. Perempuan lavender itu entah kenapa hari ini berubah seperti bukan dirinya.
"Aku sedang berbicara denganmu Hyuuga Hinata-san."
Bagus. Sepertinya Hinata –Hyun Ah sudah memancing kemarahan Sasuke. Tapi perempuan itu tidak menunjukkan wajah ketakutan sama sekali. Dia masih bersikap biasa. Tidak bergetar sedikitpun. Padahal orang lain yang pernah berhadapan dengan Sasuke akan memilih mengalah dan menuruti permintaan si bungsu Uchiha. Mengingat tatapan mematikan yang selalu dapat membekukan siapapun korban yang ditatapnya. Oke, sekarang bukan hanya Hinata –Hyun Ah yang terdengar mengerikan. Tapi juga Sasuke. Mungkin mereka pasangan yang serasi. Lupakan.
"Hyun Ah. Namaku Kim Hyun Ah. "
Sasuke tidak langsung menjawab. Dia masih mencoba mengobservasi keadaan. Melihat apakah perempuan dihadapannya ini sedang berbohong atau tidak. Tiba-tiba Sasuke teringat sesuatu. Dia berjalan mendekat kearah Hinata –Hyun Ah. Tapi perempuan itu sama sekali tidak bergeming. Hingga jarak diantara mereka hanya sekitar lima sentimenter.
"Aku tidak peduli siapa namamu. Bisa kau jelaskan –"
Kalimat Sasuke menggantung diudara. Hinata –Hyun Ah masih diam ditempat. Kedua mata bulatnya menatap nyalang kearah sepasang onyx Sasuke yang kian mendekat. Tetap tidak ada rasa takut yang terlihat dari ekspresi wajahnya. Gugup pun tidak.
"Siapa- kau- sebenarnya ?"
Kalimat Sasuke penuh penekanan. Yakinlah, siapa saja yang mendengar suara berat Sasuke akan memilih untuk berlari sejauh mungkin. Bisa saja si bungsu Uchiha akan mengulitinya hidup-hidup. Tidak ada yang tidak mungkin untuk seorang Sasuke. Walaupun terkesan tenang, tapi percayalah dia sangat mengerikan saat ada yang sengaja memancing emosinya. Dan seseorang yang dengan sengaja memancing emosinya kali ini adalah perempuan lavender yang mengaku bernama Kim Hyun Ah. Tapi sayang, perempuan itu sama sekali tidak gentar, walaupun dia tahu dia tidak akan selamat jika memancing emosi seorang keturunan Uchiha seperti Sasuke. Tapi apa pedulinya. Dia bukan perempuan yang lemah, dia bisa melindungi dirinya sendiri.
"Sudah berapa kali aku bilang, namaku Hyun Ah. Berhenti bertanya hal yang sama berulang-ulang. Dasar kolot. Minggir aku tidak punya waktu meladeni orang kolot sepertimu."
Hinata –Hyun Ah mendorong tubuh Sasuke agar menjauh darinya. Sasuke yang masih merasa emosi dengan perilaku Hinata tidak menyahut. Dibiarkannya Hinata –Hyun Ah pergi. Tapi onyx tajamnya tetap mengawasi perempuan itu sampai akhirnya perempuan itu lenyap dari pandangannya.
Pagi kembali datang, membawa lembaran kertas kosong untuk diisi dengan cerita baru yang kemudian akan menjadi masa lalu untuk hari esoknya. Normal bagi seseorang untuk memiliki masa lalu, tapi bagaimana jadinya jika masa lalu itu tidak pernah ada dalam ingatanmu. Hanya ada lembaran kosong yang tidak terisi. Kau tidak tahu kemana masa lalumu itu pergi. Menganggap semua baik-baik saja, meskipun kau sering kali terbangun ditempat yang berbeda. Bertanya pada dirimu sendiri 'Kenapa aku bisa ada disini?'. Begitulah yang terjadi pada Hinata kali ini. Saat membuka mata, tiba-tiba saja rasa nyeri menjalar di punggung kecilnya. Mata bulatnya menyapu seluruh sudut tempat dia terbangun. Tapi tidak ada yang diingatnya. Tidak, jangankan mengingat bagaimana cara dia bisa berada disini, dimana dia berada sekarang saja dia tidak tahu. Hinata mencoba untuk mencubit pipinya sendiri. Mungkin saja dia sedang berada dialam mimpi. Tapi –
"Ittai."
Pekikan kecil itu membuat Hinata sadar. Ini bukanlah mimpi. Saat masih berspekulasi tentang bagaimana cara Hinata dapat berada ditempat ini, tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya dengan kasar.
"Yo Hyun Ah, kau kemana saja ?"
Alis Hinata mengerut. Siapa orang asing disampingnya ini. Kenapa dia memanggil Hinata dengan panggilan Hyun Ah. Apa mungkin orang asing itu mabuk sehingga salah mengenali orang.
"Ma-Maaf, tapi kamu si-siapa ya?"
Mata orang asing itu membelalak kaget. Ekspresi tidak percaya sangat jelas ketara di wajahnya yang Hinata akui lumayan manis untuk ukuran laki-laki. Tapi tetap saja, dua tato segitiga terbalik dikedua pipinya membuat Hinata gerah melihatnya. Dia bukan orang baik-baik. Begitulah pemikiran Hinata saat itu.
"Hei jangan bercanda. Ini aku, Kiba. Kau tidak mengingatku ?"
Hinata masih tidak mengerti. Kiba. Siapa Kiba. Seingatnya dia tidak memiliki kenalan dengan nama itu. Pasti laki-laki ini salah orang, atau mungkin saja dia mabuk. Oke, kau mengulang spekulasi itu berulang-ulang Hinata-san.
"Ma-Maaf tapi a-aku sama sekali ti-tidak mengenalmu. P-permisi."
Laki-laki asing bernama Kiba itu hanya mengangkat bahu acuh. Lain kali dia akan meminta penjelasan pada perempuan berdarah korea itu –Hyun Ah. Dasar perempuan aneh.
Hinata masih berjalan tidak tentu arah. Bagus, setelah terbangun ditempat asing, sekarang dia tersesat. Sepertinya keberuntungan sedang enggan menghampiri si gadis lavender hari ini. Begitulah pemikiran Hinata. Sampai akhirnya dia tanpa sengaja menabrak seseorang hingga Hinata terhuyung kebelakang dan hampir saja tubuhnya menyentuh jalan aspal, beruntung sepasang lengan kokoh menahan tubuhnya sehingga sakitnya terjatuh di aspal tidak jadi menghampirinya.
"Hyuuga-san ?"
Mata Hinata yang awalnya terpejam kini terbuka sempurna. Gawat. Wajah Hinata secara otomatis memerah saat melihat siapa pemilik lengan kokoh yang menahan berat tubuhnya. Hinata masih ingat jelas wajah datarnya, sepasang onyx tajam miliknya yang selalu terkesan mengintimidasi, dan jangan lupakan aura mendominasi yang kuat dari sosok dihadapannya itu.
"M-Maafkan saya Uchiha-sensei. Saya tidak sengaja."
Hinata berusaha melepaskan diri dari Sasuke, tapi tidak semudah itu. Kedua lengan kokoh Sasuke justru menarik Hinata agar mendekat kearahnya. Membuat Hinata dapat merasakan aroma mint maskulin yang menguar dari tubuh Sasuke. Jangan bertanya bagaimana kondisi Hinata sekarang, wajahnya sudah memerah hampir serupa dengan kepiting rebús. Dia gugup. Tentu saja. Mengingat laki-laki yang sedang dalam posisi seperti ehem memelukknya ehem itu adalah Uchiha Sasuke. Dosen paling tampan, berbakat, memiliki banyak fansgirl, dan jangan lupakan sisi psikopatnya yang entah kenapa selalu muncul saat berdekatan dengan Hinata.
"Saya harus memanggil anda siapa? Hyuuga-san atau Hyun Ah ?"
Kening Hinata kembali berkerut. Sebenarnya siapa Hyun Ah itu. Hari ini Sasuke adalah orang kedua yang memanggilnya Hyun Ah. Setelah orang asing yang mengaku bernama Kiba. Hei, sejak darii lahir namanya tidak pernah berubah, tetap Hyuuga Hinata. Dan Hinata sama sekali tidak memiliki darah orang korea. Ah, kecuali neneknya yang memang berasal dari negeri gingseng. Jadi, intinya dia memang memiliki darah orang korea bukan. Argh, kenapa menjadi membingungkan seperti ini. Hinata ingin sekali mengacak surai lavendernya.
"Jawab aku Hyun Ah-san."
Hinata berusaha untuk bernafas dengan normal. Namun sia-sia. Jarak antara dia dan Sasuke terlalu dekat, dan itu tidak bagus untuk kesehatan paru-parunya yang mulai kekurangan oksigen. Astaga, apa yang dipikirkan bungsu Uchiha itu sebenarnya.
"N-Nama S-Saya Hinata. Hyuuga H-Hinata. Apa U-Uchiha-sensei lupa ?"
Sasuke berseringai. Direnggangkannya rengkuhannya pada mahasiswi yang menjadi bimbingannya itu. Demi dilihatnya ekspresi yang biasa dia lihat terpasang di wajah Hinata. Ekspresi lembut, sorot mata yang kalem, dan kedua pipi kemerahan yang entah kenapa membuat kadar keimutannya meningkat drastis.
"Anda sendiri yang tidak mengingatku semalam dan menyebutkan bahwa nama anda Kim Hyun Ah. Anda tidak ingat ?"
Hinata menggeleng polos. Bahkan dia tidak ingat dia berada di mana semalaman ini. Tiba-tiba saja dia terbangun ditempat asing yang tidak pernah dia kunjungi. Kenapa keadaan yang ada semakin membuat otak Hinata berpikir ekstra keras.
"Sa-Saya tidak i-ingat s-saya melakukan a-apa semalam. B-bahkan saya terbangun d-di tempat asing yang ti-tidak saya k-kenal."
Sasuke terkejut mendengar pengakuan Hinata. Dilihatnya sorot mata Hinata, mencoba mencari kemungkinan kebohongan yang mungkin saja diucapkan oleh Hinata. Tapi nihil, tidak ada pancaran kebohongan dari sepasang mata bulat tanpa pupil tersebut.
"Katakan, berapa kali anda terbangun di tempat yang tidak anda kenali ?"
Hinata mencoba mengingat-ingat. Sedangkan Sasuke berusaha untuk tetap tidak mempercayai hipotesisnya yang dia susun sejak pertemuannya dengan Hinata –Hyun Ah semalam.
"S-Sering. M-Memangnya k-kenapa Uchiha-sensei ?"
Sasuke terdiam. Kemungkinan kebenaran dari hipotesisnya semakin jelas. Tapi dia masih tidak ingin membenarkannya. Masih ada yang harus dia pastikan.
"Apa di anda sering menemukan barang-barang yang bukan milik anda, tapi berada di kamar anda ?"
Biarlah Sasuke terkesan cerewet kali ini. Setidaknya dia harus memastikan sendiri kebenaran dari hipotesisnya.
"Y-Ya, S-Saya p-pernah menemukan kemeja laki-laki d-di l-lemari p-pakaian s-saya. P-padahal s-saya t-tinggal s-sendiri."
Benar. Hipótesis Sasuke yang semula disangkalnya ternya memang benar. Sasuke menghembuskan nafas berat. Dipandanginya Hinata dengan pandangan iba. Tapi, bukan pandangan iba seperti kebanyakan orang. Pandangan iba Sasuke lebih seperti pandangan seorang psikopat yang akan menghabisi korbannya. Mengerikan. Pantas saja Hinata mundur selangkah karenanya. Sasuke terlalu mengerikan untuknya.
"Datang keruangan saya pukul tiga sore."
Tanpa mengatakan apapun lagi, Sasuke lalu berlalu pergi meninggalkan Hinata yang masih mencerna apa yang dikatakan oleh dosennya itu. Gawat, dia belum merevisi skripsinya. Aduh, bagaimana ini. Tapi kalau tidak datang, sama saja mencari mati. Oh, Hinata masih sayang nyawa.
"A-Ano Uchiha-sensei."
Suara cicitan Hinata berhasil membuat Sasuke berbalik dan menatap datar kearah Hinata.
"E-Etto, saya tidak tahu i-ini dimana. J-jadi –"
Sasuke tidak menjawab, dia berjalan lagi menghampiri Hinata dan menyeretnya dengan tanpa sopan santun. Dasar dosen berwajah triplek.
"Jangan khawatir, anda pasti sembuh."
Ucap Sasuke tanpa sadar. Entah berapa kali Hinata mengerutkan keningnya hari ini. Kenapa semuanya tetap terasa membingungkan untuknya.
"A-apa U-Uchiha-sensei mengatakan s-sesuatu ?"
Langkah kaki Sasuke tiba-tiba terhenti. Dia menoleh kebelakang, ditatapnya wajah polos Hinata yang terlihat kebingungan. Sasuke tersenyum tipis melihatnya.
"Lupakan. Aku tidak mengatakan apapun."
Lalu mereka berjalan lagi dengan Hinata yang diseret oleh Sasuke. Aneh, sepertinya dia mengatakan sesuatu tadi, apa mungkin aku salah dengar. Mungkin saja. Entahlah. Hari ini terlalu membingungkan.
TBC
Balesan review :
SasuHina69 :
Gomen typo hehe, tapi udah Gyu benerin kok, baru sadar pas baca review, lagian sejak kapan ya Fugaku itu sama Kushina, emang kushina mau #dirasengganMinato. Hehe, bahasa koreanya gak banyak-banyak banget kok munculnya, itu demi kepentingan cerita, supaya peran si Hyun Ah itu terasa gitu kalau dia orang korea #Azek. Ada kok, penyakit ini salah satu gangguan ingatan parah yang bikin penderitanya memecah ingatannya menjadi kepingan puzle, dan gara-gara itu juga ingatan dari satu kepribadian tidak bisa diakses sama kepribadian lain. Jadi mereka itu kayak kepingan puzle yang gak utuh gitu. Coba aja tanya mbah google, pasti dijelasin. Bahkan ada loh yang kepribadiannya itu mencapai 15 kepribadian di dunia nyata. #KenapaMalahCurhat.
Sme2310 :
Hehe menarik ya, khekhe diawal chapter gak gyu tulis kok tentang Hyun Ah yang tawuran. Mungkin di chap-chap terakhir baru banyak bermunculan sisi lain Hinata yang bernama Hyun Ah berulah. Hehe walaupun banyak codet Sasuke tetep mau kok sama si Hinata #Ea
Baby niz 137 :
Ini udah di update
Aindri961 :
Hehe menarik gak ya ? #digampar. Hehe pantengin terus ya chanel GrandpaGyu biar makin menarik hehe #KetawaNista #abaikan.
NurmalaPrieska :
Masak iya? Wah bahagianya bisa jadi yang pertama #plak. Khekhe, tapi film tentang penderita DID ada banyak kok, mulai dari yang fiktif sampai yang kisah nyata. Cuma yang pernah author tonton itu drama korea yang judulnya kill me heal me, itu beneran keren banget. Recommended deh pokoknya #numpang Promosi.
Lovely Sasuhina :
Hinata itu menderita kepribadian ganda atau nama kerennya DID. Bukan bipolar, gejalanya emang agak mirip tapi aslinya lebih bahaya DID. Yupi, Kim Hyun Ah itu salah satu sisi lain Hinata, untuk catatan aja, Kim Hyun Ah itu juga belum sadar tentang keberadaan Hinata. Begitupun sebaliknya. Jadi intinya, di awal chapter ini Hinata masih gak sadar kalau dia itu menderita DID. Ntar Sasuke yang ngasih tahu #YaelahSpoilerLagi
Sungsung :
Wah daebak sungsung-ssi bisa nebak dengan benar. Chukae ! #TeriakPakeToa. Wah kalau ditanya berapa chapter Gyu belum yakin juga, soalnya masih dalam pengerjaan maklum sibuk UAS hueee keinget UAS deh jadinya. Gak lama kok, sebentar lagi Sasuke juga bakalan ngeh kalau ternyata calon ceweknya itu penderita DID. Sebenarnya bisa sih disembuhin, tapi ya itu. Susah. Emang kalau dibayangin itu gak bisa sembuh, tapi sebenarnya bisa sih disembuhin Cuma kemungkinan berhasilnya ya itu hampir nol persen. Hehe sebenarnya kepribadian Hinata itu lebih dari dua. Dan masing-masing kepribadian itu punya perannya masing-masing. Gak serem kok, Cuma ngebingungin aja buat Sasuke, soalnya dia harus mengenali semua kepribadian Hinata. Karena tiap kepribadian Hinata itu punya kesadaran sendiri-sendiri.
Wuih #ngelapKeringet akhirnya kelar juga. Khekhe. Sekedar info nih. Kepribadian Hinata itu ada lebih dari dua. Jadi tiapp kepribadian baru muncul author akan nulis ekstra di paling bawah. Di ekstra bakalan ngejelasin siapa kepribadian yang muncul dan karateristiknya. Sekian dulu cuap-cuap di pagi harinya, makasih buat yang udah review, fav dan follow Repeat. Review kalian membangkitkan imaginasi saya #Azek see you minna . . .
With love,
GrandpaGyu
(-_-)!
