Special Agent "Archangel"
Chapter 2
Ketenaran Yang Merepotkan
Athrun Zala seorang pria berambut biru tua bermata keungu-unguan itu menghampiri Mwu, Kira, dan Shinn dengan nafas yang hampir habis "Ahh ... ahh ... gomennasai Mwu-sama ... tadi aku," belum selesai Athrun berbicara namun sudah dipotong oleh Kira.
"Tadi kau kesulitan menghindari para fans mu itu, hah ... "dengan nada bicara Kira yang sedikit ketus.
"Moi, Kira ... kita bicarakan nanti saja di ruangan ku. Dan kalian berdua juga ikut," kata Mwu sambil menunjuk pada Shinn dan Athrun yang masih terlihat kelelahan karena habis berlari seperti dalam perlombaan lari maraton sedangkan Kira hanya menundukan kepala pada Mwu sebagai ucapan permintaan memohon maaf lalu mengikuti Mwu.
Setibanya di Markas Komando Archangel, mereka langsung menuju ruangan Mwu. Kira masih terlihat kesal atas keputusan komandan Mwu yang memasukan Athrun kedalam timnya. "Shinn ... Athrun ... kalian tunggu dulu di luar ada yang ingin aku bicarakan dengan Kira trlebih dahulu," lalu Mwu dan Kira pun masuk kedalam ruangan dan menutup pintu.
Sementar didalam ruang komandan, baru saja Mwu duduk dikursinya #BRUAAKK ... Kira menggebrak keras meja Mwu seperti yang dilakukan seorang artis Arya Wiguna diacara gosip di TV. Tetapi tidak disertai sengan ucapan demi Tuhan tentunya.
"Komandan ... kenapa harus anak itu? Bukankah masih banyak anggota lain yang memiliki kemampuan diatas rata-rata dari unit sniper?" protes keras Kira pada Mwu akhirnya keluar sudah seperti erupsi Gunung Sinabung setelah dia pendam selama diperjalanan. Beruntunng didalam ruangan hanya ada Mwu sehingga tidak ada korban dari erupsinya Kira, nampaknya mwu sudah memperkirakan dengan baik.
"Kita tidak punya pilihan lain Kira ... saat ini Athrun yang terbaik dibidangnya lagi pula Lacus-sama akan tiba di Orb lusa besok dan kita tidak ada waktu untuk melatih yang lain, mau tidak mau kita harus membentuk tim khusus dengan anggota yang sudah siap 100%."
"NANI! Dia akan tiba di Orb lusa besok? Bagaimana bisa semendadak ini?" Kira menepuk keningnya sendiri.
"Hehe ... maaf sebelumnya Kira, sebenarnya surat perintahnya sudah di berikan sebulan yang lalu tapi aku lupa" jawab Mwu enteng menegaskan dengan alasan lupa yang dilanjutkan dengan tanggapan deathglare dari Kira. "Ehemm ... kembali ke masalah pengrekrutan Athrun kedalam tim saya rasa tidak ada masalahkan, mangingat skill yang dimiliki oleh Athrun sendiri."
"Permasalahannya bukan seperti itu komandan, yang jadi permasalahanya adalah ketenaran Athrun yang berlebih dan kenyamanannya dalam ketenarannya sendiri. Tidak lucu apabila nanti saat dia bertugas untuk menjadi sniper di atas gedung lalu ketahuan para fansnya yang selalu membuntutinya, tiba-tiba fansnya berkata 'Athrun-san ... hai Athrun-san ... sedang apa disini' lalu Athrun menjawab 'hai juga aku sedang berjaga nona yang cantik' kemudian fansnya berkata lagi 'wah Athrun-san k'ren deh, boleh aku mencoba mengintai' karena Athrun merasa tidak enak menolak permintaan dari fans wanitanya itu maka dia berkata 'oh ya silahkan, aku tidak menolak keinginan wanita secantik nona' kemudian Athrun memberikan senjatanya, kemudian secara tidak sengaja fansnya itu melihat Lacus dan meras takut tersaingi lalu berkata lagi begini pada Athrun 'Athrun-san sepertinya aku melihat penjahat, boleh aku tembak?' dengan alasan yang tadi Atrun berkata lagi "oh silahkan nona, apapun itu untuk nona yang cantik' lalu BANG ... Lacus tertembak mati dia, dikuburnya dia, dimakan cacing dia," Lanjut protes Kira pada Mwu panjang lebar yang dijelaskan lengkap dengan menirukan gaya Athrun yang sok playboy dan gaya fansgirl Athrun yang kecentilan secara bergantian. Mwu hanya menggembungkan pipi menahan tawa melilat tingkah Kira yang berlebihan, karena kalau di pikir secara logika saja tidak mungkin orang awam bisa menembak dari jarak ratusan meter apa lagi seorang wanita. "aada yang aneh komandan?" Kira balik bertanya pada Mwu karena merasa ada yang aneh dengan ekspresi komandannya itu, untung saja rungan Mwu kedap suara sehinggan Shinn dan Athrun yang berada diluar ditak mendengar.
Wajar saja Kira hafal gelagat Athrun, itu karena Kira sudah kenal Athrun sejak masih di bangku sekolah dasar.
"ah ... tidak ada apa-apa Kira," jawab Mwu simpel lalu menghadap kebelakang dan tertawa kecil. "Kira, sudahlah aku percaya pada mu 100%," tambah Mwu kepada Kira sambil mengacungkan jempolnya pada Kira lengkap dengan cengiran khas guru Gai yang bersinar pada Rock Lee di manga Naruto, sedangkan Kira hanya diam tanpa respon dengan tatapan yang menirukan Kakashi.
Kira masih belum menerima keputusan dari komandannya namun kira harus menghentikan pembicaraannya itu dan menerima dengan terpaksa setelah tiba-tiba terdengar keras suara pintu ruangan yang di dobrak. Mwu dan Kira yang berada di ruangan kaget bukan main setelah melihat sang pendobraknya itu adalah Shinn yang disertai dengan msuknya Athrun dengan terburu-buru lalu menutup pintunya kembali. Terlihat raut wajah kecemasan keduanya yang membuat suasana semakin mencekan di dalam ruangan.
"Go-gomen ... Mwu-sama ... kondisi si-si-siaga 1 ... kita diserang," kata Shinn yang tiba-tiba saja menjdi gagap, Kira dan Mwu merasakan perasan yang tidak enak.
"Mungkinkah ini ulah mereka?" belum Mwu menyelesaikan kalimatnya Kira dengan sigap berlari kearah pintu.
"kaian berdua menyingkir dari pintu, biar aku yang melihat kondisi diluar," perintah Kira kepada kedua bawahannya itu untuk menjauh. Shinn dan Athrun pun mengikuti perintah kaptennya itu. Kira membuka sedikit pintu, kemudian Kira melihat kondisi diluar rungan celah pintu tersebut. Begitu kagetnya Kira melihat kekacauan yang tengah terjadi. Kemudian #kreekkk ... tiba-tiba kira membuka pintu lebar sehingga semua orang yang ada didalam ruangan dapat melihat kondisi yang ada diluar termasuk Mwu. Tak lama kemudian terdengar jerit histeris dari orang-orang yang berada diluar ruangan.
"AAHHHH ... ATHRUN-SAN ... ATHRUN-SAN ... AISHITERU!"
Kemudian Kira menutup kembali pintu dengan sangat keras, terlihat raut kesal di wajah Kira.
"Shinn ... kenapa apa yang katan tadi berlebihan, Hah?" tanya Kira pada Shinn yang sedari tadi ketakutan.
"Emm ... ano ... mereka berjumlah banyak kapten, dan aku rasa membahayakan jiwa Athrun nantinya," Jawab Shinn yang sweetdrop melihat Kira yang hanya mengerutkan dahinya.
"dan kau Athrun kenapa mesti memasang muka cemas seperti itu?" taya Kira yang sambil menunjuk kearah Athrun.
"Ahh ... iya tadi Shinn menarik ku untuk masuk ruangan. Emm ... sebenarnya aku merasa cemas karena para nona-nona cantik yang berada berada di luar menjadi terlantar," jawab Athrun ringan sambil sedikit mengibaskan rambutnya mirip iklan produk shampo di TV.
Dengan begitu bukan erupsi lagi tapi gempa yang di sertai dengan tsunami. #BAG ...BUG ... DAG ... DIG ... DUG ... JUG ... GIJAK ... GIJUK ... GIJAK ... GIJUK ... korban pun berjatuhan akibat gempa dan tsunami Kira yang teridetifikasi bernama Shinn dan Athrun. Sedangkan komandannya, Mwu hanya mengabaikan bencana tersebut dengan meminum secangkir teh di mejanya tak mau tau tentang orang-orang yang menjadi korban bncana tadi.
" Komandan, jangan diam saja. Lalu apa sekarang perintahnya?" tanya Kira pada Mwu yang masih terbawa emosinya.
"Ehemm ... baiklah kalo begitu, seperti yang saya beritahukan pada kalian dilapangan bahwa akan datang duta dari negara Plant dalam rangka untuk membahas kerjasama di bidang keamanan dan ketahanan kedua negara. Beliau akan tiba lusa besok. Kalian bertiga di tugaskan sebagai pengawal pribadi duta dari negara Plant, kalian bertnggung jawab penuh atas keselamat beliau. Dan kamu Kira, aku tugaskan sebagai pemimpin dalam misi ini. Selain tugas pengawalan kalian juga harus memperhatikan setiap lokasi yang akan di lewati secara detail terlebih dahulu, semua kegiatan yang mencurigakan harap segera melaporkan ke bagian C.I.C untuk tidakan lebih lanjut apabila memerlukan bantuan, mengerti?" kata Mwu yang panang lebar menjelaskan panjang lebar pada para anak buah kepercayaannya itu.
"dimengerti ... " jawab ketiganya bersamaan.
"bila sampai misi ini gagal aku pstikan hidup kalian akan menderita ... hii ...hii ... hii," Mwu menegaskan dengan mengeluarkan facedemon miliknya yang di iringi rasa ngeri dan merinding ketiga pemuda yang ada di hadapannya. "sekarang kalian bisa beristirahat dan mempersiapkan segala sesuatunya," tambah Mwu yang mempersilahkan ketiganya keluar pulang.
"Aahh ... hampir aku lupa ... Athrun ... SINGKIRKAN FANS MU ITU DARI DRPAN RUANGAN KU," bentak mwu pada Athrun.
"Serahkan semuanya pada si tampan Athrun ini" jawab Athrun santai dengan gaya so cool nya, sedangkan Kira dan Shinn hanya memandang datar tingkah Athrun.
Komandan Mwu pun kembali meminum tehnya dengan santainya.
Sementara itu disuatu tempat di Plant, seorang gaadis muda tengah sibuk bejibaku dengan baju dan beberapa kertas.
"Murrue-san ... sekarang aku harus siapkan apa lagi?" tanya gadis tersebut pada seorang wanita berambut hitam bernama Murrue.
"Cukup itu saja yang di bawa tidak mungkin semua dibawa, kita ke Orb bukan mau pindah," jawab Murrue dengan sedikit mengerutkan dahi.
"Aahh ... tapi aku disana kan ingin sekaligus jalan-jalan," jawab gadis itu manja.
"Nona ... tidak bisa kalu presiden mengetahui bisa jadi masalah besar," kata Murrue mengingatkan pada gadis tersebut.
"Tenang saja aku sudah dapat izin dari ayah, jadi tidak akan kena marah," jawab ringan gadis tersebut sambil mengedipkan sebelah matanya, murrue hanya mengehela nafas panjang melihat tingkah manjanya. "murrue-san jangan diam saja, ayo berangkat!" murrue pun mengikuti gadis tersebut.
"Ayo kita bersenang-senang di Orb ... " teriak gadis itu kegirangan
~T.B.C~
