(Seohyun P.O.V)

Seminggu lagi, hanya tersisa seminggu lagi. Aku masih saja diam di depan kalender sambil menggigit bibir bawahku. Apa yang harus aku lakukan? Dalam waktu 7 hari lagi Sungmin akan benar-benar pergi dan aku sama sekali tidak boleh memberitahu siapapun termasuk Kyuhyun. Aku sangat gelisah karena terus memikirkan masalah ini.

Aku bisa bayangkan bagaimana terpukulnya Kyuhyun setelah dia tahu semuanya. Aku yakin dia akan terus menangis dan menyalahkan dirinya sendiri. Aku tidak bisa melihatnya seperti itu, aku tidak bisa melihat namja yang aku sukai tidak bersemangat hidup.

Aku akui, aku menyukai Kyuhyun sejak kami masih SMA. Tapi..dia tidak pernah mengetahuinya. Aku selalu menyembunyikan perasaanku dan bersikap seolah-olah aku hanya menyukainya sebagai seorang teman. Ketika aku tau dia memiliki kekasih, aku sangat terpukul. Rasanya aku ingin sekali mencekik yeoja yang menjadi kekasihnya karena aku sangat terluka. Aku pernah bersumpah akan membunuh yeoja yang tega mengambil Kyuhyun dariku. Tapi entah kenapa ketika aku berkenalan dengan Sungmin, kekasih Kyuhyun aku sama sekali tidak bisa melakukan sumpahku. Dia terlihat begitu baik dan ku rasa mereka saling mencintai. Terlebih ketika aku dengar dari Siwon oppa bahwa mereka sudah saling mengenal sejak kecil dan sudah menjalin hubungan selama 5 tahun lebih. Aku yakin fondasi cinta mereka sudah sangat kokoh dan aku tidak akan pernah bisa meruntuhkannya.

Sekarang apa yang harus aku lakukan? Sungmin akan pergi untuk selama-lamanya dan aku hanya bisa diam saja? Aku harus bahagia atau bersedih? Kurasa aku terlalu jahat jika harus tertawa di atas penderitaan orang lain. Meskipun aku mencintai Kyuhyun, jika dia bahagia dengan yeoja lain aku akan ikut bahagia. Sungmin akan pergi, dan Kyuhyun pasti akan sangat terpukul. Sebisa mungkin aku akan mencoba menghiburnya.

"Seohyun .." seseorang berteriak di balik pintu. Aku segera pergi dan melihat siapa yang datang.

"Kyuhyun?"

"Hai..apakah kau sedang sibuk?" Tanya Kyuhyun.

"Aniyo, kenapa kau bisa datang ke rumahku?" aku balik bertanya.

"Aku..aku membutuhkan bantuanmu.." jawabnya.

"Bantuan apa?" tanyaku.

"Aku ingin kau mengantarku ke Pusat Perbelanjaan, tapi jika kau sibuk dan harus pergi ke rumah sakit, aku bisa pergi sendiri" jawabnya lagi.

"Aku tidak sibuk.." ucapku sambil tersenyum.

"Jadi kau bersedia menemaniku?" Tanya Kyuhyun.

"Tentu saja, tapi .. kenapa kau mengajakku kesana? Kau tidak mengajak Sungmin?"

"Aniyo, aku akan membelikan hadiah untuknya jadi mana mungkin aku mengajaknya pergi.." jelas Kyuhyun sambil tertawa.

"Hadiah?" aku terkejut.

"Minggu depan dia akan berulang tahun dan aku akan memberikan hadiah untuknya. Sudahlah, kita harus segera pergi.." ucap Kyuhyun sambil menarik-narik tanganku.

Aku sangat sedih begitu mendengar perkataan Kyuhyun. Bukan karena hadiah yang akan dia berikan tapi .. minggu depan di hari ulang tahunnya sendiri Sungmin akan pergi untuk selama-lamanya. Ini pasti akan menjadi hadiah terindah bagi Sungmin. Sebelum ia pergi Kyuhyun memberikannya sebuah kenang-kenangan.

"Hey, apakah cincin ini indah?" Tanya Kyuhyun.

"Ne, itu .. itu cincin yang sangat cantik" jawabku sambil tersenyum simpul.

"Aku sengaja membeli sepasang cincin. Satu akan aku lingkarkan di jari manis Sungmin dan satu lagi akan aku lingkarkan di jari manisku. Cincin ini akan menjadi simbol cinta kami yang begitu besar.." jelasnya sambil tersenyum.

Baiklah, aku sudah tidak bisa menahan air mataku. Aku menangis di hadapan Kyuhyun dan dia terlihat sangat terkejut. Aku tidak kuat mendengar ucapannya. Hari ini dia membeli sepasang cincin indah dan akan dia berikan satu pada Sungmin di hari ulang tahun Sungmin. Hari itu Sungmin akan meninggal dan bisa ku bayangkan begitu terlukanya Kyuhyun.

Andai aku malaikat, aku akan membujuk Tuhan untuk membiarkan Sungmin hidup lebih lama lagi. Jika aku di beri satu permintaan bersyarat, aku akan meminta Sungmin hidup dan aku yang mati. Tidak ada siapapun yang merasa kehilangan jika aku pergi tapi jika Sungmin yang pergi ada Kyuhyun yang akan menangis. Seperti kata Sungmin, aku juga tidak tega melihat Kyuhyun meneteskan air matanya.

Jadi..apa yang harus aku lakukan?

(Seohyun P.O.V End)

30 Oktober 2011…

Pagi ini, aku bersemangat sekali. Aku sudah membuat janji dengan Sungmin, nanti pukul 11.30 kami akan bertemu. Rencananya aku akan memberikannya hadiah di hari ulang tahunnya ini.

Semalam aku sudah berunding dengan Appa, Eomma, Siwon Hyung dan Kibum. Aku bilang pada mereka aku ingin melamar Sungmin di hari ulang tahunnya dan mereka setuju. Sudah lama aku dan Sungmin menjadi sepasang kekasih dan aku ingin hubungan ini naik ke tingkat yang lebih serius. Aku ingin menjadi suaminya dan aku ingin dia menjadi istriku. Aku ingin hidup bahagia dengannya, memiliki anak-anak yang sehat dan pintar. Jika semua itu bisa terwujud, aku yakin akulah namja yang paling beruntung di dunia ini karena aku memiliki istri yang berhati seperti malaikat dan aku memiliki anak-anak yang pintar.

"Kyuhyun, kau akan pergi menemui Sungmin sepagi ini?" Tanya Kibum.

"Aniyo, aku akan pergi mencari bunga dan kue terlebih dahulu.." jawabku.

"Aku tau perasaanmu hari ini, pasti kau sangat bahagia. Kau akan segera menikah dengan Sungmin, aku doakan semoga semuanya berjalan dengan lancar" ucapnya sambil tersenyum.

"Ne, gomawo atas ucapan manismu itu. Kau mau kemana dengan tumpukan pakaian-pakaian kotor Siwon Hyung?" tanyaku.

"Tentu saja aku akan mencucinya.." jawab Kibum.

"Pakaian sebanyak itu kau cuci sendiri? Ingatlah, kau ini sedang hamil dan usia kandunganmu itu masih sangat muda. Jika tidak berhati-hati kau bisa celaka.." ucapku.

"Adik ipar yang tampan, aku ini tidak apa-apa.." ucapnya.

"Kibum.." tiba-tiba Siwon Hyung datang. "apa yang akan kau lakukan dengan semua pakaian-pakaian kotorku itu?" lanjutnya.

"Yeobo..aku akan mencucinya,," jawab Kibum.

"Tidak boleh, kau ini sedang hamil dan kau tidak boleh melakukan pekerjaan berat" ucap Siwon hyung.

"Ini kan hanya mencuci baju.." ucap Kibum sambil melirik Siwon hyung.

"Sudahlah..turuti saja apa kataku. Aku tidak ingin kau dan bayi kita terluka, ku mohon jangan melakukan pekerjaan berat ini.." ucap Siwon hyung sambil merangkul Kibum, kemudian mereka berlalu.

Aku tersenyum melihat adegan manis itu. Apakah nanti aku akan mengalaminya? Aku harap jawabannya iya, dan aku harap aku akan mengalaminya bersama Sungmin.

(Sungmin P.O.V)

Hari ini .. adalah hari ulang tahunku. Aku akan pergi ke taman untuk menemui Kyuhyun, kemarin kami sudah membuat janji. Kyuhyun bilang dia akan memberiku sebuah hadiah. Aku sudah berkata tidak usah tapi dia tetap saja memaksa. Aku tau, hadiah yang akan Kyuhyun berikan padaku akan menjadi hadiah terakhir darinya. Pasti hadiah ini akan selamanya terkenang di dalam hatiku maupun di dalam hati Kyuhyun.

Sebenarnya aku tidak ingin bertemu dengannya. Bukan karena kami memiliki masalah tapi karena ini .. ini adalah hari terakhir dalam hidupku. Hari ini aku akan mati dan aku tidak ingin mati di depan Kyuhyun. Aku hanya bisa berharap, aku akan meninggalkannya dengan keadaan tenang. Aku tidak ingin dia melihat dengan jelas aku pergi, aku tidak ingin siapapun melihat itu. Ingin rasanya aku mengurung diri di kamar seharian agar orang-orang tidak tau aku sudah mati, tapi .. bisakah aku pergi tanpa berpamitan terlebih dahulu?

Pukul 11.00 tepat aku sudah tiba di taman dan duduk manis menunggu Kyuhyun datang. Hembusan angin yang halus menerpa tubuhku dan membuatku sedikit kedinginan. Suara tawa anak-anak yang sedang bermain di depan sana mengalihkan perhatianku. Anak-anak itu berlarian dengan bebasnya, mereka mengingatkanku akan masa kecilku. Saat itu aku selalu menghabiskan waktuku untuk bermain bersama Kyuhyun. Sejak kecil Kyuhyun dan aku sudah saling mengenal, kami adalah sahabat sejati dan akhirnya menjadi sepasang kekasih.

"Chagia.." seseorang datang dan ternyata itu Kyuhyun.

"Oppa .."

"Saengil Chukkae hamnida .." ucapnya manis. Dia membawa sebuah kue ulang tahun dan di kue itu tertulis Saranghaeyo Sungmin. Aku terharu dan menangis di tempat.

"Chagia, kenapa kau menangis?" Tanya Kyuhyun setelah sebelumnya ia meletakkan kue di atas kursi.

"Aku baik-baik saja Oppa, aku hanya .. aku hanya terharu melihatmu menyiapkan semua ini" jawabku sambil terus menangis. Dia tersenyum kemudian memelukku.

"Chagia, Saengil Chukkae Hamnida. Aku berharap kau akan menjadi yeoja yang kuat, yeoja yang semakin lama semakin baik, yeoja yang akan terus mencintaiku. Semoga di hari ulang tahunmu ini, Tuhan akan memberikanmu kehidupan yang lebih baik. Saranghaeyo Sungmin.." bisiknya manis.

"Gomawo oppa atas do'amu itu, jeongmal gomawo.." ucapku sambil melepaskan pelukan hangatnya.

"Cheonmanaeyo. Geurae, sekarang kajja buat permintaan dan tiup lilinnya" ucapnya sambil tertawa dan aku hanya mengangguk.

Aku meniup lilin ulang tahunku dan berdoa sambil memejamkan mata.

Tuhan, di hari ulang tahunku ini kau akan mengambilku dan membawaku pulang. Aku hanya berharap agar kau memberikan Kyuhyun yeoja yang tulus menyayangi dan mencintainya. Jangan biarkan hidupnya hancur karena kepergianku, tolong kuatkanlah dia. Buatlah dia menerima jalan hidupku. Aku bukanlah yeoja yang akan menjadi ibu dari anak-anaknya kelak. Biarkan dia hidup bahagia meskipun bukan denganku.

"Aku sudah selesai.." ucapku sambil membuka mataku pelan-pelan.

"Geurae, sekarang aku akan memberikan hadiah untukmu.." ucapnya sambil tersenyum.

Tiba-tiba aku merasakan dadaku sangat sesak dan hidungku mulai sakit lagi. Apakah ini sudah waktunya? Pandanganku mulai kabur dan kepalaku sedikit pusing. Kyuhyun sibuk mencari hadiah yang akan dia berikan padaku.

"Ini dia.." ucapnya, membuatku sedikit kaget.

"Apa itu?" tanyaku.

Bukannya menjawab Kyuhyun hanya tersenyum. Tapi tiba-tiba dia menggenggam tanganku, erat sekali.

"Chagia..di hari ulang tahunmu ini aku ingin mengatakan sesuatu padamu, kau mau mendengarku?" tanyanya.

"Ne, aku pasti akan mendengarkanmu oppa.." jawabku sambil tersenyum.

"Chagia..kita sudah saling mengenal cukup lama dan hubungan yang kita jalani selama ini juga sudah berlangsung cukup lama. Aku ingin..aku ingin hidup denganmu sebagai sepasang suami istri. Menikahlah denganku.." ucap Kyuhyun sambil membuka kotak kecil yang ternyata berisi sepasang cincin. Dia memasangkan satu cincin itu di jari manisku. Aku terkejut begitu mendengar ucapannya. Aku harus menjawab apa? Kyuhyun melamarku disaat waktuku bersamanya hanya tersisa sedikit lagi.

"Chagia.."

"Oppa, kenapa kau harus melamarku?" tanyaku sambil menangis.

"Apakah..kau tidak mau menikah denganku?" ia balik bertanya.

"Kau salah, aku ingin sekali menikah denganmu tapi .."

"Tapi apa?" potong Kyuhyun.

Aku tidak langsung menjawab. Nafasku semakin lama semakin tidak stabil. Bahkan aku merasa sangat lemas. Apa ini sudah waktunya?

"Chagia..kau kenapa?" Kyuhyun nampak sangat cemas.

"Aku tak apa.." jawabku sambil terus memegangi kepalaku.

"Wajahmu pucat,, kau pasti sedang sakit" ucapnya.

"Aniyo, aku .." tiba-tiba hidungku mengeluarkan darah.

"Chagia.." Kyuhyun semakin khawatir.

"Aku tak apa oppa, sungguh aku baik-baik saja" ujarku sambil terus menyeka darah yang keluar dari hidungku menggunakan sapu tangan.

"Kajja ikut aku, kita harus pergi ke rumah sakit.." ajaknya sambil menarik tanganku.

"Tidak usah..aku baik-baik saja.." ucapku bersikeras.

"Chagia, kau ini .."

"Aku bilang tidak usah!" potongku sambil menyentaknya. "Kenapa harus pergi ke rumah sakit? Aku tidak butuh tempat itu.." lanjutku.

"Chagia, kenapa kau menolak? Ini demi kesehatanmu, kau harus segera diberi obat.." ucap Kyuhyun.

"Oppa..aku tak butuh rumah sakit" jelasku sambil terus menangis. "yang aku butuhkan saat ini adalah pelukan hangat darimu oppa.." lanjutku sambil memeluknya dengan erat.

"Chagia, sebenarnya kau kenapa?" Tanya Kyuhyun sambil menangis.

"Aku tidak ingin mendengar kalimat itu keluar dari mulutmu oppa.." jawabku.

"Mwo?"

"Tolong..katakan kau mencintaiku" ucapku dengan nafas yang tak beraturan.

"Chagia .."

"Oppa, katakan saja. Ku mohon..katakan kau mencintaiku.." pintaku sekali lagi.

"Saranghaeyo Sungmin.." ucap Kyuhyun sambil terus menangis.

"Ne, sekali lagi. Katakan sekali lagi Oppa.." pintaku untuk kesekian kalinya.

"Saranghaeyo Sungmin, saranghaeyo yeongwonhi.."

Aku merasakan seseorang menarik tubuhku dan membawaku pergi.

Ternyata..waktunya sudah tiba. Aku bisa melihat Kyuhyun memelukku sambil mengucapkan kalimat Saranghaeyo Sungmin. Aku pergi, benar-benar pergi dan tak akan pernah kembali. Kyuhyun, mianhae karena aku pergi di saat cinta kita sedang bersemi. Aku akan tetap mencintaimu meskipun tempat kita sudah berbeda. Percayalah, selamanya perasaanku padamu tak akan pernah berubah. Naneun neoreul saranghanda, ChoKyuhyun.

(Sungmin P.O.V end)

Aku merasakan ada sesuatu yang aneh. Sungmin .. kenapa dia diam begitu mendengar aku mengatakan kalimat aku mencintainya? Detakan jantungnya tidak ku rasakan lagi.

"Chagia .." aku melepaskan pelukan erat Sungmin. Dia menutup matanya dan darah di hidungnya sudah berhenti keluar.

"Chagia.." aku menggoyang-goyangkan tubuhnya tapi tetap tak ada reaksi.

Tanpa pikir panjang aku segera berlari dan membawanya ke rumah sakit. Setibanya disana, Sungmin langsung dibawa ke UGD dan aku tidak di perbolehkan masuk.

Apa yang sebenarnya terjadi? Ku rasa Sungmin menyembunyikan sesuatu. Aku yakin, dia tau dia sakit tapi dia tidak ingin membuatku cemas jadi dia menyembunyikannya dariku.

"Kyuhyun .. apa yang terjadi?" Seohyun datang dengan tergesa-gesa. Sebelumnya aku memang sudah menghubunginya dan memintanya datang secepat mungkin untuk memeriksa kondisi Sungmin.

"Seohyun..ku mohon, selamatkan Sungmin.." ucapku.

"Mwo? Apa maksudmu?" Tanya Seohyun.

"Sungmin..dia masuk UGD.." jawabku. Seohyun panik kemudian dia menerobos masuk ke ruang UGD. Tapi beberapa menit kemudian dia keluar. Dia menangis sambil menatapku.

"Hey..kau kenapa? Apakah..Sungmin sakit parah?" tanyaku. Seohyun tak menjawab. "Seohyun, Seohyun, tolong beritahu aku. Apa yang sebenarnya sudah terjadi? Sungmin baik-baik saja kan?" lanjutku.

"Kyuhyun, Sungmin .. Sungmin .."

"Katakan dengan jelas!" sentakku.

"Tenang Kyu, Sungmin selamat. Kita telah berhasil mengatasi penyakit yang selama ini dideritanya. Ini mukjizat. Sungmin cerita padaku bahwa semestinya batas waktunya hari ini. Tapi ternyata para dokter dapat mengangkat kanker yang terdapat di otaknya" cerita Seohyun dengan semangat.

Aku langsung bergegas memasuki ruang UGD. Di sana kulihat Sungmin terbaring di tempat tidur, mukanya terlihat pucat dan lemas, tetapi dia bernapas.

"Op..pa.." bisik Sungmin

"Sungmin, kau sudah sadar. Syukurlah. Aku tidak tahu bagaimana jadinya jika kau pergi" jawabku. Aku mengelus pipinya perlahan.
"Mianhae Oppa, aku tidak memberitahumu sebelumnya"

"Tak apa-apa, yang penting sekarang kau baik-baik saja dan berada di sampingku. Tapi lain kali kamu tidak boleh menyimpan semua sendiri, kamu harus membaginya denganku. Ne?" ucapku lembut.

"Ne, gomawo Oppa"

(Seohyun P.O.V)

Aku hanya bisa melihat mereka dari belakang pintu. Tapi syukurlah Sungmin bisa sembuh. Meskipun rasanya sakit, tapi aku senang Kyuhyun bisa bersama Sungmin. Karena hanya dengan Sungminlah, Kyuhyun dapat bahagia.'

(Seohyun P.O.V end)

"Oh ya Min, apa jawabanmu tentang tadi" tanyaku.

"Jawaban tentang apa, Oppa?" tanya Sungmin bingung.

"Will you marry me, Lee Sungmin?"

"I will, Oppa" bisik Sungmin

"Saranghae, Lee Sungmin" kupeluk dia

"Nado saranghae, Oppa"

THE END