Title :Stay With Me
Main Cast : - Chanyeol,
- Kyungsoo (gender swich)
Genre : Romance? Drama? Marriage life
Rate : M, NC!
.
.
.
Anyeong^^
Apa aku terlalu lama mengupdate chapter 2nya? Jika iya, mianhae. Semoga chapter 2 tidak membosankan nde~
Mianhae atas typo yang berterbangan di mata kalian.
Jangan melupakan review nde~~~
.
.
.
Enjoy chapter 2
.
.
.
"CHANYEOL", Kyungsoo menutup telinganya, berjalan cepat meninggalkan Chanyeol. Melihat Kyungsoo berlari Chanyeol tertawa dan mengejarnya.
"Aigoo.. Tidak sesabar itu kah kau?", godanya dibelakang Kyungsoo kemudian menyeimbangkan langkah Kyungsoo. Kyungsoo hanya diam dan terus berjalan cepat, menutup telinganya.
Jam menunjukan pukul 8 PM. Di basement tempat Chanyeol dan memarkir mobilnya sangatlah sepi. Kyungsoo mempercepat langkahnya, jangan sampai Chanyeol berbuat yang macam-macam lagi. Tak jauh Kyungsoo memberhentikan langkahnya tepat di depan mobil miliknya, Kyungsoo menengok kearah belakang, ia tidak menemukan sedikit pun sosok Chanyeol.
"Aigoo..". Kyungsoo mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Chanyeol. Sebuah tangan besar memeluk dan membekap mulut Kyungsoo dan menariknya kecelah dua mobil yang terparkir. Awalnya Kyungsoo panik tapi ia tahu bahwa ini adalah ulah suaminya, Chanyeol. Disandarkannya Kyungsoo di pintu mobil yang masih tertutup.
"Yakk chagiya, kenapa kau tidak panik? Kenapa kau tidak memberontak? Kenapa kau pasrah saja ada yang membekap mulut mu dan membawamu seperti itu, ha?", ocehnya kesal. Kyungsoo hanya memandangi muka Chanyeol yang benar-benar kesal. "Apa kau sudah terbiasa di perlakukan seperti ini eoh?"
"Chanyeol, kau menuduhku berselingku eoh?", ucap Kyungsoo sedikit terpancing emosi. "Yakk Park Chanyeol, otak mu dimana eoh? Untuk apa aku berontak sedangkan yang membekapku adalah suami ku sendiri yang sudah jelas tidak akan melukaiku"
"Dari mana kau tau kalau itu aku? Bagaimana yang membekapmu tadi adalah orang lain yang akan menyakitimu, ha?", lagi-lagi chanyeol menggunakan nada tinggi.
Kyungsoo menghembuskan nafas menenangkan dirinya. "Chanyeol, lihat baik-baik", menunjuk kaca yang terpasang di sudut atas basement. "Itu banyangan mu kan? Dan jika tadi orang lain yang berbuat seperti itu, aku yakin kau tidak akan segan-segan membunuh orang itu", Kyungsoo memandangi matanya, melingkarkan tangannya ke leher Chanyeol dan mencoba menciumnya. Sayangnya Chanyeol mengelak. Ini keajaiban dunia, pertama kalinya chanyeol menghindar dari kecupan maut Kyungsoo.
"Hey, chagiya kau masih kesal denganku eoh? Baiklah maafkan aku chagi. Kau maukan maafkan aku", Kyungsoo menjinjitkan kakinya dan memeluk Chanyeol yang tingginya lebih 15cm darinya. Chanyeol membalas pelukan Kyungsoo, membelai lembut rambut hitam panjang Kyungsoo.
"Masuklah ke mobil", Chanyeol melepaskan pelukannya dan membukakan pintu mobil. 'Apa dia masih marah padaku? Kenapa sikapnya begitu dingin?' . Kyungsoo menurut dan lekas masuk ke mobil, Chanyeol menutup pintu dan masuk kedalam mobil duduk di bangku pengemudi. Sepanjang perjalanan Chanyeol hanya diam dan membuat suasana menjadi canggung. Kyungsoo terus bertanya didalam hatinya. Apa tadi sikapku salah?. Keheningan seperti ini membuat Kyungsoo mengantuk. Tak lama Kyungsoo tertidur. Kyungsoo dibangunkan oleh gerak mobil yang tidak mulus lagi. Tubuh Kyungsoo terlepar keras ke depan, untung saja ia menggunakan safebelt jika tidak mungkin ia sudah terbentur dasbor mobil.
"Chanyeol, gwaencanha?"
"Oh ne, gwenchana. Hanya saja, sepertinya ban mobil kita bocor chagi"
"Jinjja?"
"Sepertinya. Aku akan memeriksanya, kau tunggu saja di dalam nde"
Chanyeol memberhentikan mobilnya dan keluar untuk mengecek. Kyungsoo memandangi disekeliling, hanya hamparan jalanan yang sepi dan gelap. Kyungsoo membuka pintu mobil dan keluar menghampiri Chanyeol yang sedang menghubungi seseorang menggunakan ponselnya. Di luar mobil Kyungsoo merasakan hawa dingin yang menerpa tubuhnya membuat ia tersedar ini bukanlah jalan menuju rumahnya, mereka berada di daerah pegunungan. Bisa dilihat daun teh yang terdiam di pinggir jalan yang tersorot lampu jalan, sekitar 20 meter dari tempat mobilnya berhenti.
"Chagiya kenapa kau keluar eoh? Diluar sangat dingin sebaiknya kau menunggu di dalam". Chanyeol memeluk tubuh mungil Kyungsoo mencium puncak kepalanya.
"Tapi saat ini aku merasa hangat di dalam pelukanmu, Chanyeol". Kyungsoo memeluk erat tubuh Chanyeol.
"Chagiya…". Kyungsoo mendengakkan kepalanya mendengar suara lembut Chanyeol memanggilnya. Chanyeol mendekat wajahnya dan mengecup lembut bibir Kyungsoo. Chanyeol terus mengecup bibir Kyungsoo berulang-ulang membuat Kyungsoo tersenyum dan membalas kecupan Chanyeol, mengalungkan kedua tangannya di leher Chanyeol, lumatan bibir Chanyeol.
Bukk…
Punggung Kyungsoo menabrak pelan pintu mobil, Chanyeol terus melumat bibir cerry Kyungsoo, tangannya merabah seluruh lekukan tubuh Kyungsoo. Chanyeol mengecup inci demi inci kulit putih Kyungsoo. Chanyeol menarik tubuh Kyungsoo dan membuka pintu mobil. Mendorong pelan tubuh Kyungsoo sampai ia terjatuh di jok mobil. Chanyeol masuk menindih tubuh mungil Kyungsoo. Menenggelamkan wajahnya di dua payudara besar milik Kyungsoo, meremas lembut payudara. Chanyeol mengangkat pakaian Kyungsoo sampai dua payudara Kyungsoo terlihat. Chanyeol langsung menyambar dua gundukan daging yang masih tertutup bra itu, meremasnya dan membuat tanda kepemilikan disana. "Nghhhh… Chanyeol". Kyungsoo meremas rambut Chanyeol.
Chanyeol menurunkan cup bra Kyungsoo, menghisap perlahan nipplenya, sedangkan jari telunjuk dan ibu jarinya memilin nipple. "Uggh..". Desah Kyungsoo mengkaitkan kedua kakinya di pinggang Chanyeol.
"Kau merasa enak chagi?". Tangan Chanyeol turun menekan dan menghusap daerah intim Kyungsoo membuat Kyungsoo menggeliat
"Nghh…". Kyungsoo mengangguk lemah, melihat mata Kyungsoo yang sayup dan wajah yang menuntut. Chanyeol menegakan tubuhnya, membuka pengait celananya. Dari kejauhan sorot lampu mobil yang semakin lama semakin mendekat.
"Aissh. Kenapa mereka cepat sekali datang?"
"Nugu?"
"Montir bengkel yang akan membantu kita. Sepertinya masalahnya tidak hanya pada ban mobil saja". Chanyeol mengaitkan lagi celananya. Kyungsoo mengangguk mendengar penjelasan Chanyeol. "Hey jangan sedih seperti itu. Kita bisa lanjutkan nanti". Chanyeol kembali menibani tubuh Kyungsoo memandangi dada Kyungsoo yang belum di tutup. "Kalian berdua jangan nakal ya di dalam sini. Aku berjanji sehabis ini aku akan melayani kalian berdua dengan maksimal". Ucap Chanyeol menampakkan wajah yang sedih dengan tepak tangan yang menggenggam kedua dada Kyungsoo, mengecup satu persatu ujung dada Kyungsoo.
"Hahaha… Chanyeol". Kyungsoo tertawa memukul bahu Chanyeol. Chanyeol mengecup kilat bibir Kyungsoo dan keluar dari mobil. "Aigoo…". Kyungsoo merapihkan pakaiannya sebelum para montir itu memeriksa mobilnya dan melihat Kyungsoo dengan keadaan yang setengan telanjang.
Kyungsoo keluar dari mobil, melihat Chanyeol yang sedang berbicara dengan montir, sepertinya Chanyeol sedang menahan montir itu agar tidak ke mobil sebelum Kyungsoo keluar.
"Oh chagi, sepertinya kita harus mencari penginapan di sekitar sini. Aku sudah menanyakan penginapan, katanya sekitar 500m dari sini ada penginapan.."
"Kita naik apa eoh?"
"Chakkaman..". Chanyeol mengambil semua belanjaan yang tadi mereka beli dan berjongkok membelakangi Kyungsoo. "Kajja…". Kyungsoo memandangi punggung Chanyeol dengan wajah yang bingung. "Aissh.. hayo cepat naik. Aigoo.. Palli". Kyungsoo mengalungkan tangannya di leher Chanyeol. Tubuh besar Chanyeol berdiri mengangkat tubuh Kyungsoo yang menempel di punggung Chanyeol. "Ahjusii.. Aku pergi dulu nde. Jika sudah selesai hubungi aku". Chanyeol membungkukkan setengah tubuhnya, membuat Kyungsoo mempererat pelukannya. "Yakk, chagiya kau mencekikku"
Plukk..
Kyungsoo memukul kepala Chanyeol. "Pabo, bagaimana jika tadi aku terjatuh?"
"Mianhae..". Chanyeol melangkahkan kakinya, berjalan meninggalkan mobil dan para montir.
"Chanyeol, apa kau mencintai ku?"
"Aish.. pertanyaan macam apa itu? Perlukah aku menjawabnya? Ha?" Chanyeol meremas-remas bokong kenyal Kyungsoo.
"Chanyeol..",Kyungsoo melonjak kaget memukul bahu Chanyeol.
"Chagi jangan terlalu banyak bergerak"
"Waeyo? Apa aku terlalu berat?"
"Aniya.. Hanya saja dada mu ini terasa meninju-ninju punggungku"
"Yakk. Pabo. Rasakan ini". Kyungsoo mengguncang-guncang tubuh Chanyeol seperti sedang menaiki kuda.
"Ahhh.. nghh.. lebih cepat baby". Desahan Chanyeol membuat Kyungsoo tertawa dan memeluk erat Chanyeol. "Chagi ulangi sekali lagi, tapi kau harus berada di depanku"
Pluk… Kyungsoo memukul lagi kepala Chanyeol.
.
.
.
Kyungsoo dan Chanyeo memasuki vila yang ia sewa untuk malam ini. Vila yang cukup minimalis, rumah yang memiliki ruang dengan dinding terbuat dari kaca tembus pandang. Dari dalam terlihat cahaya-cahaya kecil yang terpancar dari rumah-rumah warga di sekitar kaki bukit. Kyungsoo berdiri menikmati pemandangan itu.
"Kau suka, chagiya?". Mendekap Kyungsoo dari belakang. Bertapa nyamanya berada disisi Chanyeol. Kyungsoo sangat berkeinginan untuk seperti setiap saat. Mengingat pekerjaan Kungsoo dan Chanyeol selalu menyita waktu mereka berdua. Mereka hanya bertemu pagi dan malam hari setelah mereka pulang bekerja. Sering kali Kyungsoo pulang larut malam dan menemukan Chanyeol yang sudah tertidur tetapi kalian tau Chanyeol sering kali memasang alarm yang sangat berisik hanya untuk membangun kan dirinya dan bercinta dengan Kyungsoo. Dasar kuping alien tidak mau rugi.
Baru beberapa bulan ini Kyungsoo menjabat sebagai general manager disebuah hotel ternama di seoul dan Chanyeol berkerja sebagai presdir di perusahaan besar milik keluarganya. Terkadang Kyungsoo berpikir kenapa pekerjaannya yang lebih banyak menyita waktu, seharusnya Chanyeol lah yang lebih sibuk. Terkadang juga Kyungsoo merasa, dirinya bukan lah istri yang pantas untuk seorang Park Chanyeol.
"Chagiya, gwaencanha? Apa ada yang sakit? Apa aku tadi keterlaluan dan membuat mu kesakitan?", Tanya Chanyeol dengan khawatir Kyungsoo menghapus airmatanya, menyembunyikan wajahnya di dada bidang Chanyeol dan menggelengkan kepalanya. "Jangan berbohong", ujarnya khawatir. Kyungsoo menganggukan kepala menandakan tidak apa-apa. Chanyeol membungkukan badannya, tangannya melingkari paha mulus Kyungsoo dan mengangkat tubuh Kyungsoo.
"Aaaarrggg... Chanyeol turun kan aku", Kyungsoo memukuli punggung Chanyeol. Bagaimana Kyungsoo tidak takut saat ini kepalanya terbalik di bawah di belakang punggung Chanyeol. Chanyeol memutarkan tubuhnya dua kali, diturunkannya Kyungsoo di tempat tidur secara perlahan. Kyungsoo langsung duduk bersandar pada bagian atas tempat tidur memegangi kepalanya.
"Chanyeol kau ingin membunuhku eoh?". Chanyeol langsung duduk berhadapan di pangkuan Kyungsoo. "Yakk Chanyeol, tidak sadarkah kau bahwa tubuhmu ini sangatlah berat", Kyungsoo mendorong-dorong tubuh besar Chanyeol. Chanyeol langsung memeluk Kyungsoo menaruh kepalanya di dada Kyungsoo seperti anak kecil memeluk ibunya. Beberapa saat Kyungsoo terdiam melihat suaminya seperti ini. Kyungsoo menaruh kepalanya di kepala Chanyeol, memeluk erat suaminya itu..
"Jangan menangis lagi. Aku benar-benar merasa sakit saat melihat kau menangis", ucapnya lembut dengan suara beratnya.
"Maaf kan aku. Aku sudah menyakiti mu. Aku berjanji tidak akan mengulangi lagi"
"Apa kau ingin bercerita?", mendengakan kepalanya dengan dagu tetap menempel di dada Kyungsoo. Kyungsoo menempelkan dahi dan hidung ku ke dahi dan hidung Chanyeol.
"Aku akan bercerita jika kau bangun dari tubuhku. Sungguh aku mulai sesak nafas",
Cup~
Kyungsoo mengecup bibir Chanyeol sebelum ia bangkitkan tubuhnya. Chanyeol tersenyum dan bangun dari tubuh Kyungsoo, duduk di ujung kasur.
"Kenapa berjauhan eoh?", tanya Kyungsoo. Chanyeol tersenyum super imut, menepuk pahanya dan membuka kedua tangannya. Kini giliran Kyungsoo yang tertawa, berjalan merangkak ke arah Chanyeol dan menerima pelukannya. Kyungsoo duduk di pangkuannya, melingkarkan tangannya di leher Chanyeol, menempelkan dahi dan hidung mereka. "Aku sangat mencintai mu chanyeol... sangat mencintaimu. Aku sangat bersyukur telah memiliki mu", Kyungsoo mencium bibir Chanyeol sesaat. "Tapi terkadang aku merasa aku tidak pantas untuk mu. Dimana seorang istri selalu melayani suaminya tapi aku.."
"Kau selalu melayani ku chagiya. Terkadang aku yang merasa keterlaluan memaksakan kehendakku padahal kau sedang lelah. Maafkan aku sayang. Aku juga sangat amat mencintaimu", Chanyeol memeluk Kyungsoo sangat erat dan membenamkan wajahnya di bahu Kyungsoo.
"Jadi malam ini kita beristirahat eoh? Tidak melakukannya lagi?". Tanya Kyungsoo berharap tidak karena ia ingin segera mengistirahatkan tubuhnya.
Chanyeol menyelipkan kedua bibirnya kedalam mulut. "hmmmm…". Chanyeol menyempitkan matanya, mengangkat jari telunjuknya dan menggoyangkannya. Mengisyaratkan tidak.
"Ayolah chanyeol, aku sangat lelah. Masa kau tega menghabisi orang yang tidak berdaya"
"Haha orang tidak berdaya sepertimu diberi rangsangan sedikit saja juga akan lebih ganas dari ku", ejek chanyeol sambil menyelipkan tangannya dan meremas bokong Kyungsoo.
"Chanyeool... kau nakal sekali", mencium bibir Chanyeol.
"Apa? aku nakal? Emm.. Kalau begitu tolong hukum aku, istriku", ucap Chanyeol memohon dengan nada genit. Kyungsoo tertawa dan langsung melumat bibir suaminya sampai tubuh Chanyeol terbaring di tempat tidur. Mereka saling melumat bibir, tangan Chanyeol mengelus bahkan meremas bagian seluruh bagian paha Kyungsoo sedangkan tangan Kyungsoo sibuk membuka kancing kemeja yang di pakai Chanyeol.
Ciuman ku turun ke leher chanyeol, menggigit dan mengemut leher Chanyeol yang putih sampai berwarna biru.
"Chanyeol lehermu membiru", Kyungsoo tahu bahwa Chanyeol tidak suka jika ada yang berbekas di lehernya tapi kali ini Kyungsoo benar-benar tidak sengaja.
"Benarkah?", Chanyeol duduk dan melihat ke arah kaca. "Emm tidak apa-apa ini hanya sedikit. Orang tidak akan melihat kalau sekecil ini", Chanyeol melihat ke arah Kyungsoo yang sedang duduk di pangkuannya, dibantingnya tubuh Kyungsoo di ranjang. Tidak sakit hanya saja membuat Kyungsoo tersentak kaget. Chanyeol berada di atas Kyungsoo. "Jika darah di balas dengan darah. Maka mengemut dibalas dengan diemut", Chanyeol langsung menerkam leher Kyungsoo, membuat Kyungsoo berteriak dan tertawa geli mendengar ucapan dan wajah Chanyeol yang serius dan konyol.
Ting tong..
Terdengar suara bel pintu yang berbunyi memberhentikan canda mesra mereka.
"Chakkaman. Biar aku saja". Chanyeol mengakat tubuh ringan Kyungsoo, mengecup singkat bibir Kyungsoo.
.
.
.
TBC ^^
.
.
.
Semoga kalian suka dengan Chapter 2. Gumawo sudah menyempatkan membaca dan mereview^^
