Between Friendship and Love
.
KyuMin
.
EYD berantakan, pemula, typo(s), GS, OOC, DLDR
.
Hari pertama di tahun ajaran baru di SB High. Saat ini jam sudah menunjukkan pukul enam lebih lima puluh menit, lima menit lagi bel masuk berbunyi. Murid-murid sudah berada dikelas mereka masing-masing. Ya, itulah peraturannya. Lima menit sebelum bel masuk berbunyi semua murid sudah harus tiba di sekolah. Kalau tidak mereka akan mendapat poin dan dipulangkan.
Koridor sekolah terlihat sangat ramai dibandingkan dengan ruangan lainnya. Di sana, dua anak adam sedang berjalan menuju kelas baru mereka. Sebenarnya yang menjadi perhatian adalah lelaki berambut coklat dengan jaket yang disampirkan di lengan kanannya. Ia memasang headsetnya agar tidak mendengar suara ribut dari murid-murid perempuan yang menjadi penggemarnya. Di sampingnya, seorang lelaki berkacamata bulat sedang membaca buku kecil yang ada di tangannya. Lelaki itu tidak se-popular sahabatnya.
Para murid perempuan rela berkumpul demi melihat pangeran berkuda putih mereka. Padahal si pangeran berkuda putih itu hanya tersenyum tipis. Tipis sekali ke arah mereka. Dan kalian tahu apa reaksi para gadis itu? Mereka ada yang tersenyum senang bahkan sampai berteriak histeris. Tidak semua gadis di SB High yang mengidolakan lelaki berambut coklat itu, ada beberapa gadis yang hanya biasa saja jika melihat lelaki itu. Termasuk gadis manis yang sedang berjalan di belakang lelaki berambut coklat idaman para gadis itu. Sejujurnya, gadis manis itu terganggu. Bayangkan saja jika kalian berjalan di belakang seorang idola yang di kelilingi fangirlnya.
Setelah lelaki idaman itu memasuki kelasnya, murid perempuan yang berada di koridor kembali masuk ke kelas mereka. Lelaki idaman itu pun tidak perlu repot mencari tempat duduk. Tempat duduk dia sudah disediakan. Begitu juga dengan sahabatnya. Mereka selalu duduk berdekatan.
"Hei, Siwon-ah." Tegur si lelaki idaman para gadis itu setelah duduk dikursinya.
"Ada apa, Kyuhyun-ah?" Tanya Siwon yang sedang menaruh buku kecil miliknya ke dalam tas.
"Tadi itu berisik sekali. Padahal telingaku sudah ku sumpal dengan headset dan lagu yang mengalun di dalamnya."
Siwon tertawa mendengar sahabatnya mengeluh, "Kata-katamu, Cho. Tumben sekali kau agak berlebihan seperti itu."
"Memangnya kenapa? Salah aku berkata seperti itu?"
"Tidak, tidak. Hanya saja itu sangat langka bagi seorang Cho Kyuhyun."
"Ya! Sejarang itukah?"
Siwon tidak menjawabnya. Dia kembali tertawa.
"Hei, Won-ah."
"Apa?" Siwon kembali memutar tubuhnya menghadap Kyuhyun.
"Kau tahu tidak gadis yang tadi berjalan di belakang kita?"
"Memang ada?"
"Ya! Kau ini. Makanya jangan hanya fokus pada buku saja."
"Haha maaf, maaf. Memangnya siapa dia?"
"Lee Sungmin!"
"Wow, wow. Kenapa kau semangat sekali memberitahukan namanya?"
"Biar saja. Aku semangat jika berhubungan dengan gadis manis yang cerdas seperti dia."
Dan selanjutnya, Cho Kyuhyun terus mengoceh tentang gadis bernama Lee Sungmin itu.
"Kau tahu tidak siapa yang memenangkan pemilihan ketua osis?" Tanya Kyuhyun yang sebenarnya dia sendiri sudah tahu jawabannya.
"Memangnya siapa?" Tanya Siwon.
"Lee Sungmin! Oh, Tuhan dia benar-benar gadis idaman para lelaki. Selain manis dia juga cerdas."
"Kau menyukainya, Kyu?"
Kyuhyun terdiam sejenak. Menyukai? Apa benar dia menyukai gadis itu?
"Aku? Menyukainya? Tidak, Siwon-ah. Aku hanya mengaguminya."
Siwon mengernyitkan dahinya. Dia sangat mengenal sosok sahabat yang ada di depannya itu. Kyuhyun kalau sedang jatuh cinta pasti selalu membahas orang yang di cintainya tersebut. Tetapi ini? Mungkin Kyuhyun sedang menyembunyikan perasaannya agar tidak diketahui oleh Siwon.
"Aku tahu kau jatuh cinta padanya, Kyu."
"Sudah kubilang. Aku hanya mengaguminya bukan mencintainya. Menyukai saja tidak."
"Kau yakin?"
"Ya. Kau tahu kan siapa orang yang kusukai?"
"Iya aku tahu. Tapi kau tidak seheboh itu jika membicarakan Kibum."
Kim Kibum. Gadis cantik berkulit seputih susu itu berhasil memikat hati Cho Kyuhyun saat kelas sepuluh. Mereka sekelas saat itu. Cho Kyuhyun itu orangnya sangat mudah untuk jatuh cinta. Dia jatuh cinta pada pandangan pertama pada Kibum. Kibum sendiri sudah tahu soal itu. Kibum tidak menjauhinya ataupun memusuhinya, gadis itu tetap berteman baik dengan Kyuhyun. Tidak ada satupun yang tahu pribadi seorang Kim Kibum. Semua yang mengenal sosok gadis itu pasti berkata dia sangat ceria, ramah dan baik hati. Tapi sebenarnya semua tanggapan orang-orang itu salah. Kim Kibum tidak seperti itu.
.
.
.
Jam istirahat makan siang sudah hampir habis. Para murid segera menghabiskan makanan mereka. Kebanyakan dari mereka sudah selesai dan kembali ke kelas masing-masing. Di sudut kantin, Kyuhyun sedang menunggu Siwon menghabiskan makanannya.
"Siwon-ah, kenapa kau lama sekali. Sebentar lagi masuk. Cepat sedikit." Keluh Kyuhyun.
Siwon tidak menjawab. Dia hanya menelan makanan yang ada di mulutnya dan menyuap makanan di depannya itu ke dalam mulutnya. Dan proses itu kembali berulang hingga makanan itu berakhir tepat bel masuk berbunyi.
"Kau tahu? Kau benar-benar lamban."
Siwon mengelap mulutnya dengan tisu, "Ya, aku tahu. Aku juga tidak mengerti kenapa aku bisa tidak begitu nafsu makan tadi."
"Sudahlah jangan dipikirkan. Lebih baik kau percepat langkah kakimu itu."
Setelah berkata demikian, Kyuhyun menarik pergelangan tangan Siwon dan berlari.
.
.
.
Pelajaran yang sedang berlangsung benar-benar membosankan. Itulah tanggapan Kyuhyun. Sejarah. Siapa yang tidak bosan? Mungkin hanya dia seorang yang merasa bosan. Kyuhyun menaruh kepalanya di atas meja dan mukanya ia hadapkan ke samping kanan. Tepat dimana Sungmin duduk. Dalam hati Kyuhyun bertanya-tanya apa yang membuat gadis itu tidak suka bergaul dengan laki-laki.
Sungmin menyenderkan punggungnya ke kursi. Tidak sengaja dia melihat Kyuhyun yang sedang melihat ke arahnya juga. Sungmin tentu saja terkejut. Berbeda dengan Sungmin, Kyuhyun justru tersenyum manis ke arah gadis itu. Sungmin terlihat kikuk. Hanya karena di senyumi seorang Kyuhyun? Tidak. Sungmin sudah biasa mendapat senyum manis dari banyak lelaki tampan di sekolah ini. Penyebab dirinya kikuk karena Kyuhyun menulis sebuah kalimat sekaligus kalimat tanya di bukunya.
Kau manis sekali. Sangat beruntung bisa menjadi temanmu. Bolehkah aku menjadi temanmu?
Begitulah bunyinya. Sungmin tidak menanggapi. Dia kembali menghadap ke depan. Sedangkan Kyuhyun menghela nafasnya berat.
.
.
.
Jam sudah menunjukkan pukul tiga sore. Kelas sudah hampir separuhnya kosong. Kegiatan belajar mengajar telah berakhir. Kyuhyun memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku setelah membaca pesan dari seseorang.
"Tidak bareng Kibum?" Tanya Siwon mengagetkan Kyuhyun.
"Dia barusan mengirimiku pesan bahwa dia ada kerja kelompok."
"Baru hari pertama sekolah sudah ada kerja kelompok saja. Susah memang kelas unggulan."
Kibum memang berada di kelas unggulan. Sedangkan Siwon, Kyuhyun dan Sungmin menempati kelas unggulan kedua, setelah kelas Kibum tentunya.
"Kita juga kelas unggulan, Won-ah." Ralat Kyuhyun.
"Ya, aku tahu. Tapi yang paling dibanggakan itu kelas unggulan satu. Dan juga paling banyak tugasnya."
"Tumben sekali seorang Choi Siwon senang jika tidak diberi banyak tugas."
"Jujur saja. Aku jenuh diberi tugas setiap hari. Untung kelas sebelas ini aku tidak masuk kelas unggulan satu. Meskipun tetap berada di kelas unggulan juga."
Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya mendengar keluhan sahabatnya itu. Biasanya seorang Choi Siwon tidak pernah mengeluh masalah seperti itu. Ah, mungkin Siwon telah mencapai titik jenuhnya.
Setelah jemputan Siwon tiba, lelaki itu pamit pada Kyuhyun. Tinggallah Kyuhyun seorang diri. Kyuhyun merasa pegal pada lehernya. Dia memutar pelan lehernya dan tidak sengaja melihat Sungmin keluar gerbang sendirian. Kyuhyun langsung menyalakan motornya dan menancapkan gas.
Kyuhyun berhenti tepat di depan Sungmin. Sungmin yang sedang berjalan sambil mendengarkan lagu melalui headsetnya itu langsung menghentikan langkah kakinya.
"Mau pulang bersama?" Tawar Kyuhyun ramah.
Sungmin tampak berpikir.
"Sepertinya tidak. Aku duluan." Sungmin kembali melangkahkan kakinya.
Kyuhyun turun dari motornya dan berdiri di depan Sungmin.
"Permisi. Aku mau jalan." Ujar Sungmin.
Kyuhyun masih diam di tempatnya. Dia tidak beranjak ke mana-mana.
Sungmin berdecak sebal, " Maaf, Kyuhyun-ssi. Aku harus segera pulang."
"Aku juga. Maka dari itu aku mengajakmu pulang bersama. Lagipula kita searah." Ujar Kyuhyun santai.
"Memangnya kemana Kibum-ssi?"
"Dia ada kerja kelompok."
"Oh."
Setelah mengucapkan kata 'oh', Sungmin kembali melangkah. Sayangnya, Kyuhyun sudah lebih dulu mencegahnya.
"Maaf. Bisa lepaskan tanganku? Aku takut ada salah paham."
"Tolong. Sekali saja. Kau mau, kan?" Pinta Kyuhyun. Dia seperti anak kecil berumur 3 tahun yang sedang merengek meminta mainan baru pada ibunya.
Sungmin mulai jengah. Tapi dia tidak semudah itu mau. Dengan tatapan memohon yang dilontarkan Kyuhyun pun tidak mempan bagi Sungmin.
"Kyuhyun-ssi. Kita belum lama saling mengenal. Kenapa kau mau mengajakku pulang bersama?"
"Karena aku mau. Lagipula aku sudah dari kelas sepuluh mengenalmu. Sudah satu tahun."
Hening sejenak setelah Kyuhyun mengucapkan kata itu.
"Bolehkah aku bertanya?" Kyuhyun memecah suasana sunyi dengan sebuah pertanyaan.
"Tentang?"
"Kenapa kau begitu dingin jika ada lelaki yang mencoba dekat denganmu? Seperti aku ini. Dan kenapa kau takut berteman dengan laki-laki?"
Sungmin tidak langsung menjawab. Gadis manis itu duduk di trotoar depan sekolah.
"Aku bukan takut berteman dengan laki-laki. Aku hanya tidak suka. Soal aku dingin kepada laki-laki, memang benar?"
"Yah! Jadi selama ini kau tidak menyadarinya?"
Kyuhyun ikut duduk di samping Sungmin.
"Aku menyadarinya, kok. Baguslah kalau aku begitu. Jadi, laki-laki yang mencoba dekat denganku akan capek sendiri."
"Apa yang membuatmu jadi seperti itu?"
"Kau tidak perlu tahu. Lagipula kau bukan temanku. Aku tidak suka menceritakan ceritaku kepada orang lain."
"Kau orangnya tertutup, ya. Dan bagaimana jika kita berteman?" Kyuhyun mengulurkan tangan kanannya sambil tersenyum lima jari.
Sungmin memperhatikan tangan Kyuhyun yang terulur itu. Haruskah iya menjabat tangan itu. Tapi dia belum siap berteman dengan laki-laki. Kyuhyun berdehem karena Sungmin hanya memperhatikan tangannya saja.
"Aku tahu tanganku mulus." Ujar Kyuhyun menarik kembali tangannya.
"Tingkat ke-pede-anmu itu tinggi juga rupanya."
"Jadinya bagaimana? Mau atau tidak?"
"Biarkan aku memikirkannya." Sungmin berdiri dari duduknya. "Terima kasih sudah menawarkan tumpangan dan mengajakku bicara cukup lama. Kalau begitu aku duluan."
Kyuhyun hanya menatap kepergian Sungmin tanpa berniat menyusulnya. Menurutnya, Lee Sungmin termasuk gadis keras kepala. Kyuhyun berdiri dan menaiki motornya. Setelah mesin motor menyala, Kyuhyun langsung pergi bersama motornya meninggalkan sekolah.
.
.
.
TBC
mian reader-dul aku baru post chapter 1nya *bow* ini aku lagi ulangan umum. Besok terakhir sih hehe *curhat* makasih buat yang udah review :-) maaf ga bisa bales reviewnya soalnya aku nge post ini di tablet. Bener2 belom diedit ;( mianhae~~
Kalo gitu, boleh minta reviewnya lagi? :-)
