THE QUEEN OMEGA

CHAPTER 2 : DISAPPOINTED

5 Tahun sebelumnya

"Sedang masak apa sasuke?" Itachi menghampiri sasuke yang sedang memasak di dapur.

"Memasak sup keasukaan nii-san" jawab sasuke dengan wajah yang bersemu merah.

"Baiklah,nii-san akan menunggu. Jangan terlalu lama ya memasaknya. Nii-san ada meeting di kantor" Itachi menepuk pelan kepala adik kesayangannya. Wajah sasuke semakin bertambah merah.

"Sasuke kenapa kamu yang masak? Kita kan punya chef,mereka saja yang memasak." Ibu sasuke menghampiri sasuke.

"Sudahlah,mikoto. Sasuke kan memang hobby memasak,biarkan saja" ucap Fugaku sang ayah yang tidak jauh dari dapur.

"Benar kata tou-san,kaa-san. Kaa-san duduk saja,kalau sudah matang nanti kaa-san coba,ya" Sasuke mendorong bahu ibunya pelan untuk keluar dari dapur. 10 menit kemudian,sasuke membawa sepanci sup dan menuangkan ke mangkuk satu per satu. Dan mereka pun makan dengan bahagia.


Rasa bahagia sasuke hanya di rumah saja. Saat di kampus,dia menjadi sosok yang pendiam dan jadi bahan gossip. Hanya karena sasuke seorang Omega. Sasuke mengikuti gen ibunya yang seorang omega,sementara Itachi mengikuti gen ayahnya yang seorang Alpha. Hampir seluruh keluarga Uchiha adalah Alpha. Hanya sasuke dan ibunya saja yang omega. Tetapi keluarganya tidak menutup-nutupi dan merasa malu mempunyai anggota keluarga seorang omega. Karena sasuke di berkahi otak yang cerdas dan paras yang menawan.

"Sudahlah,jangan dengar mereka Sasuke. Lebih baik kamu melihatku saja. Pasti kamu tidak akan merasa bosan lagi" Uchiha shisui tersenyum pada sasuke. Uchiha shisui adalah sepupu sasuke yang selalu menjemputnya saat pulang kuliah.

"Aku juga sudah terbiasa mendengar omongan mereka" saat sasuke memakai seatbelt,shisui mencium pipinya.

"Itu good luck kiss. Biar kamu tidak merasa sedih lagi" Shisui memberi cengiran untuk sasuke,tetapi sasuke menonjok pelan bahu Shisui.

"Hanya Nii-san yang boleh menciumku" sasuke membuang muka.

"Kamu harus membuang perasaanmu itu jauh-jauh. Itu sangat mustahil. Kamu tahu sendiri kan kakak adik tidak boleh menjalin hubungan 'tertentu'. Memang kalian alpha dan omega,tapi ingat satu hal. Kalian itu sedarah. Jangan merepotkan nii-san mu lebih jauh lagi. Seorang manager seperti dia tidak boleh tersandung skandal. Lebih baik kamu denganku saja sasuke? Bagaimana?" Shisui mengakhiri kalimatnya dengan kekehan.

"Aku mengerti. Tapi aku akan membuat hal mustahil itu menjadi mungkin. Lagi pula aku tidak mau dengan Shisui-san. Shisui-san tidak akan menjalin hubungan serius dengan siapa pun,kamu terlalu sering bermain dengan perempuan. Kita juga sepupu. Itu yang mesti kau ingat shisui-san."

"Aku memang sepupu mu. Tapi Itachi kakakmu. Lebih beresiko mana?"

"Dua-duanya juga beresiko. Tapi perasaanku dengan nii-san tidak akan berubah"

Shisui menhembuskan nafas dengan berat. "Kau sangat keras kepala,sasuke." Sasuke mengabaikan perkataan Shisui dan melihat ponselnya.

"Kamu tahu beli di mana obat ini?" sasuke mengarahkan ponselnya pada shisui saat lampu merah.

"Dari mana kamu tahu soal obat ini sasuke?" Lalu tidak lampu lalu lintas bewarna hijau,dan shisui menjalankan mobilnya.

"Aku mencari di internet,obat ini sangat bagus dan aman di konsumsi. Saat aku mencoba mencari di apotik dan rumah sakit tidak ada yang menjual obat ini. Aku tidak ingin membeli sembarangan obat di tempat yang tidak jelas. Aku pikir kamu tahu"

"Untuk apa obat itu?" Ekspresi shisui berubah menjadi serius.

"Sudah,kamu jawab saja. Aku harus beli di mana obat ini?"

"Aku akan memberitahumu jika kamu memberitahuku untuk apa kamu bersikeras membeli obat perangsang itu." Kali ini sasuke yang menghembuskan nafasnya dengan berat.

"Aku ingin menjebak nii-san dengan obat perangsang ini. Aku ingin mengandung anak nii-san. Nii-san pasti menolakku saat menyatakan perasaanku. Jika aku mengandung anaknya,nii-san pasti tidak akan menolakku." Saat mengatakan alasannya,sasuke tersenyum tanpa rasa bersalah sama sekali.

"Itu adalah rencana tergila yang pernah ku dengar. Maaf sasuke,aku tidak akan memberitahumu soal obat itu" Shisui terlihat sedang menahan marah.

"Aku mohon shisui-san. Hanya ini satu-satunya jalan. Aku sudah tidak tahu lagi harus bagaimana" Sasuke memasang raut wajah memelas pada shisui.

"Kamu tidak bisa melakukan itu sasuke. Itachi akan bertunangan dengan wanita dari keluarga Uzuki. Namanya Yugao Uzuki. Kamu tahu sendiri kan,keluarga uzuki itu mempunyai perusahaan ritel terbesar di Jepang. Dan dari keluarga Uchiha sendiri sangat mendambakan pertunangan ini. Keluarga uchiha dengan perusahaan industri terbesar di jepang bergabung dengan perusahaan ritel dari keluarga uzuki. Ini adalah kesempatan emas untuk keluarga kita"

Hati sasuke sangat hancur saat mendengar itachi akan bertunangan.

"Itu tidak akan terjadi" Sasuke menyunggingkan senyum liciknya.


Sasuke menyerah untuk mencari obat perangsang yang di incarnya. Dia membeli obat di apotek dengan komposisi yang aman setelah memberi seribu pertanyaan kepada apoteker. 'kaa-san dan tou-san sedang dinas keluar kota,dan ini adalah kesempatan terbaikku untuk menjalankan rencanaku' batin sasuke yang sedang mengaduk sup untuk nii-san tercintanya yang sudah tercampur obat perangsang.

"Sasuke,supnya sudah matang?" Itachi pulang dengan wajah yang sangat lelah.

"Sudah nii-san. Aku dengar-dengar nii-san akan bertunangan? Kenapa tidak memberitahuku?" Tanya sasuke dengan sabar

"Pertunangan itu belum resmi,nii-san juga tidak ingin terlalu terburu-buru untuk bertunangan. Tapi kaa-san dan tou-san mendesak nii-san untuk segera bertunangan."

"Apakah nii-san menyukai gadis itu?"

"Hmm,bagaimana ya? Yugao gadis yang baik dan tipikal orang yang sangat pengertian. Jadi,nii-san tidak masalah untuk bertunangan dengannya"

Sasuke mengerutkan dahinya dan mengepalkan tangannya menahan marah.

Saat berbalik mengantarkan semangkok sup kepada itachi,raut wajahnya berubah menjadi senyum yang manis.

"Di makan dulu supnya,nii-san."

Itachi menyeruput supnya. Setelah sup habis,Itachi merasakan reaksi badannya sangat aneh.

Panas yang bergejolak di sertai dengan rangsangan yang tinggi. Dengan terburu-buru itachi pergi ke kamarnya dan melepas dasi beserta kemeja yang dikenakannya.

"CKLEK"

Sasuke sedari tadi mengikuti itachi dan mengunci kamarnya. Dengan seringai penuh kemenangan sasuke mendekati itachi yang sulit menahan rangsangan di tubuhnya.

"Nii-san kenapa?" dengan sedikit desahan dan raut wajah sensual yang menggoda sasuke duduk di tepi ranjang itachi.

"hosh hosh hosh" Mata itachi terbelalak dan nafasnya sudah tidak teratur. Yang dibutuhkannya sekarang adalah omega atau wanita. Insting alphanya membuat pikiran jernihnya hilang begitu saja. Itu semua berkat abat perangsang sasuke.

"GREB"

Itachi mencengkram lengan sasuke. Dia sudah tidak bisa berfikir sasuke adiknya atau bukan,intinya sasuke adalah omega. Dan dia sedang membutuhkannya sekarang.

"I got you"

Tanpa perlu lama-lama,sasuke mencium bibir kakak kesayangannya yang di balas dengan buas oleh itachi.

"Aku tahu ini akan berhasil"

Sasuke membuka bajunya cepat dan segera mengalungkan tangannya di leher Itachi. Mereka tidak perduli lagi dengan apa yang terjadi. Malam ini hanya untuk mereka berdua saja. Karena besok sasuke tidak akan bisa memiliki itachi seperti malam ini. Tetapi sasuke tidak peduli. Intinya tujuannya sudah tercapai. Kamar itu menjadi saksi bisu betapa panas dan penuh dosa yang di lakukan oleh kakak beradik itu.


2 minggu kemudian

"Hoeks..." Sasuke terduduk lemas di depan closed. Semua yang dimakannya sudah di muntahkan. Dengan langkah yang tertatih-tatih,sasuke mengambil handphone yang ada di ranjangnya.

" Tolong datang ke rumah ku sekarang" Sasuke tidak bisa pergi ke rumah sakit selain rumah sakit kepercayaan uchiha. Dengan kondisinya yang sekarang pasti akan sangat merepotkan. Di tambah dengan rasa kepercayaan kepada dokter itu yang membuat sasuke hanya ingin berkonsultasi padanya. Karena,dokter itu tidak akan membeberkan penyakit keluarga uchiha kepada siapa pun.

Tidak menunggu lama dokter yang bernama shizune itu pun datang.

"Ada masalah apa sasuke-san?"

"Seharian ini aku pusing dan mual-mual."

Lalu shizune memeriksa sasuke dengan alat kedokteran yang di bawanya.

"Sasuke-san,ini adalah gejala hamil. Apakah anda mau ikut dengan saya untuk pemeriksaan dengan USG di rumah sakit?"

"Rumah sakit tempat dokter bekerja kan? Aku tidak mau rumah sakit selain rekanan keluarga uchiha."

"Tenang saja sasuke-san. Rumah sakit tempat saya bekerja adalah rumah sakit kepercayaan uchiha"

Di temani shisui,sasuke pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Sasuke-san,anda sedang hamil dan umur kandungan anda 1 minggu"

Shizune sedikit shock melihat laporan USG itu. Setau shizune,sasuke tidak memiliki hubungan dengan siapa pun. Tiba-tiba saja mengandung anak yang tidak tahu siapa ayahnya. Shisui sama shocknya dengan shizune.

Saat dalam perjalanan wajah shisui penuh dengan kerutan amarah.

"Aku kan sudah bilang,itu adalah rencana gila. Kenapa kamu masih melakukannya sasuke? Anak itu pasti anak itachi kan?!" Shisui berusaha konsentrasi untuk menyetir. Tetapi kemarahannya udah mencapai batas.

"Memang benar anak ini anak itachi. Saat perutku sudah membesar,aku akan berhenti kuliah" jawab sasuke dengan santai.

"Sasuke! Itachi tidak akan menerima hal itu begitu saja. Kalian itu sedarah,anak itu pasti terlahir tidak normal. Bisa saja terlahir cacat. Kalau kamu ingin menikah,aku bisa menikahimu." Shisui sangat kecewa dengan sasuke.

"Aku tidak bisa menikah denganmu shisui-san. Aku sangat berterima kasih karena sudah membantuku selama ini. Maaf merepotkanmu"

Shisui menghela nafas dengan berat. "Aku tidak tahu bagaimana reaksi itachi saat mendengar kabar ini. Tapi bila terjadi sesuatu,tolong beritahu aku. Kenapa kamu tidak meminta itachi saja mengantarmu tadi? Lalu memberitahu semuanya?"

"Aku lebih nyaman meminta tolong padamu shisui-san. Karena,kamu selalu menolongku dalam kondisi apa pun. Aku akan segera memberitahu nii-san tentang kehamilanku."

"Baiklah"

Sesampainya sasuke di kediaman uchiha,sasuke langsung berbaring di kamarnya. Badannya sangat letih karena sedang hamil. Sekarang dia hanya menunggu itachi dan memberitahukan tentang kehamilannya. Setelah menunggu 2 jam,terdengar suara mobil sedang di parkir di depan rumah. Sasuke langsung pergi ke kamar itachi,karena sasuke tahu itu adalah suara mobil itachi.

"Sasuke? Kamu tidak kuliah?" tanya itachi yang sedang mengendurkan dasinya.

"Ehmm,tidak nii-san. Aku sedang tidak enak badan."

"Nii-san akan menelfon..."

"Tidak perlu nii-san! Eumm,aku bukan sakit karena demam. Aku hamil,nii-san"

Itachi terdiam sebentar dan merasa sangat bingung. Adik kesayangannya hamil? Bagaimana bisa?

"Siapa yang menghamilimu sasuke? Nii-san akan memberi pelajaran pada orang itu" Itachi merasa sangat geram.

"Nii-san sudah lupa apa yang kita lakukan 2 minggu yang lalu? Aku sedang dalam masa subur,jadi aku bisa hamil dengan cepat. Nii-san mau bertanggung jawab kan?" Sasuke tersenyum dengan wajahnya yang memelas pada Itachi.

"Nii-san lupa apa yang sedang kita lakukan saat itu. Saat nii-san terbangun kepala nii-san sangat berat. Jadi? Kita?" Itachi sangat kebingungan dengan apa yang terjadi.

"Ya,nii-san. Ini anak nii-san" Sasuke mengelus pelan perutnya yang belum terlihat buncit.

"Ini tidak mungkin sasuke! Nii-san tidak bisa menikahimu,sementara nii-san akan bertunangan dengan yugao." Itachi membentak sasuke lalu memijit keningnya.

"Tapi nii-san tidak boleh bertunangan dengan gadis lain sementara nii-san sudah menghamiliku!" Air mata sasuke sedikit demi sedikit menetes membasahi pipi putih pucatnya.

"Kita bisa memikirkan cara lain,sasuke. Bagai..."

"DORR!"

Itachi tergeletak di lantai kamarnya dengan darah yang mengalir deras dari kepalanya.

"Inilah alasan kenapa aku membawa handgun tou-san. Aku ingin mengantisipasi bila nii-san menolakku. Ternyata benar,nii-san menolakku dan tidak ingin menikahiku" Sasuke menyeringai aneh.


Dalam kamar mandi yang luas namun remang sasuke nampak sedang membasuhi tubuh seseorang dalam bath tub. Tubuh itu mayat itachi. Sasuke membasuhi tubuh itachi dengan formalin. Setelah selesai dengan pengawetan dan memakai baju pada tubuh kaku itachi,sasuke membawanya duduk di sofa. Di depan mereka sudah tersedia TV 50 inch yang menampilkan drama kesukaan sasuke. Semua telah sasuke rencanakan. Kamar yang mereka tempati sekarang adalah kamar di lantai 2 yang jarang terpakai. Sebelumnya sasuke sudah menyuruh pelayan untuk membersihkan kamar itu terlebih dahulu. Lalu alasan mengapa suara tembakan handgun tidak terdengar oleh pelayan adalah karena khusus untuk hari ini sasuke meliburkan pelayan keluarga mereka. Jika semua pekerjaan sudah selesai,sasuke meminta mereka pergi dan datang besok pagi.

"Aku tidak masalah jika membesarkan anak ini sendiri." Sasuke merangkul manja lengan itachi yang sudah kaku.

To be continued.

Mohon kritik dan sarannya.