=o0o=

.

.

.

.

Yang Jackson ingat sejak datang ke rumah keluarga Wang , mereka memiliki anak tunggal yang temprament. Namanya Wang Casper / Wang Xiao Xiang. Casper sebenarnya baik hanya saja ketika moodnya berubah ia bisa menjadi orang yang benar-benar sadis.

Pernah suatu ketika Casper menarik ujung telinganya dan mengguntingnya agar menjadi bercabang tanpa alasan yang jelas.

Dan dari Casper juga Jackson belajar bagaimana memuaskan hasrat sex manusia. Yang penuh nafsu dan kasar. Jakson sudah merasakan banyak 'gaya' ketika bermain dengan Casper. Baik dari soft sampai hardcore. Semua akan berakhir dirinya tidak sadarkan diri selama 2 hari.

Berikan selamat pada Casper karena adik kecilnya sangat susah untuk dimanjakan.

.

.

.

.

.

.

=o0o=

"hey !"

Ars membentak Jackson yang sendari terdiam. Jackson mengerjabkan matanya dan melihat Ars dengan takut. "maaf, apa aku tidak memperhatikan mu ?"

"ck.. aku akan menjelaskan sistem tingkat didalam Pet Doll, ku harap kau tidak berada di tingkat Blue, karena ketika kau ada disana, kau tidak akan dibayar sedikit pun. Mengerti ?" jelas Ars tanpa melihat Jackson, kedua matanya melihat kejalanan dan menemukan mini market. "tunggu disini. Jangan mengacau." Selesai mengatakannya Ars melompat keluar dari mobilnya dan berjalan masuk kedalam sana.

Jackson menghela nafas dan mengamati interior mobil. Joknya bewarna cokelat dengan bahan kulit yang halus. Dasboard black metalik dan stereo audio yang lumayan mahal. Ia bersyukur dirumahnya dulu, Casper mengoleksi majalah mobil dan majalah itu biasa menjadi alasnya untuk tidur. Saat semua orang sudah tidur biasanya dia akan membaca dan mengagumi gambarnya.

Jackson kemudian memperhatikan luar lagi. jalanan nampak sepi dan gelap. lampu yang ada tidak cukup menerangi. samar terdengar suara gaduh diujung jalan dan Tak lama kemudian matanya tertuju pada sosok hybrid yang berlari , ia nampak tergesa. Dia berbelok ke gang kecil disebelah kanannya dan menabrak tumpukan sampah, hybrid itu jatuh diantara sampah, dibelakangnya ada sekitar 3 anak muda-Jackson bisa tahu melihat dari seragam yang mereka gunakan- yang kemudian menendangi hybrid malang itu dengan brutal.

Jackson segera membuka pintu mobil dan mengamati mereka lebih dekat. "H-hey !" Jackson berteriak lirih bercampur takut. Bagaimana jika ia mencapuri mereka yang ternyata salah satu dari mereka adalah Tuan sang hybrid.

"jika kau maju selangkah saja kesana, maka kau akan kembali merasakan hidup dibalik kardus dan menjilati sperma busuk disisa hidupmu."

Jackson bergidik, ia melihat ke belakang dan melihat Ars berdiri tepat dibelakangnya. Dengan cepat Ars meraih rantainya dan menariknya dengan kuat , menghempaskannya ke pintu mobil sambil menunjuk wajahnya. "masuk !"

Jackson menunduk , ia menuruti Ars dan masuk kembali ke dalam mobil. Ia masih melihat ke arah hybrid malang itu. suasana didalam mobil terasa menegangkan dan dingin. Ars terdengar menghela nafas dan memukul stir mobilnya. Suara keras itu mengejutkan Jackson.

"apa kau tidak tau apa yang akan terjadi jika kau menggangu mereka ? apa kau lupa bagaimana status kaum kalian dihadapan manusia ? kau lupa kenapa kau ada dikardus , Jackson ?" suara Ars terdengar berat dan mengancam.

"maaf.. aku masih ingat hanya saja..aku tidak tahan , Tuan." Ucap Jackson pelan. ia pernah merasakan bagaimana rasa takut dan ngeri ketika manusia menyerangnya tanpa alasan. rasanya seperti melihat kematian.

'Tapi , kenapa Ars memarahi ku ? mungkinkah Ars peduli pada ku ? atau karena aku akan menjadi salah satu koleksinya hingga dia tidak ingin aku kena masalah? ah sudahlah jackson.. dia manusia.. tidak ada manusia yang peduli pada hybrid..' Jackson melihat Ars sekilas. pemuda itu kelihatannya masih kesal.

Arsh menghela nafas dan kembali menjalankan mobilnya. Mereka sampai ke bangunan yang Jackson kenal. Pet doll house. Rumah pelacuran hybrid.

Mereka berdua turun dan pelayan membawa mobil Ars ke parkiran. Ars meraih rantai dileher Jackson. Dan saat Ars membuka pintu, seluruh mata tertuju pada mereka. Jackson melihat kaum hybrid berdiri disana dengan mengenakan choker menyala terang. Hanya ada 4 warna. Jackson juga melihat hybrid yang berdiri disudut ruangan dengan wajah sedihnya , choker yang ia gunakan bewarna biru, mungkin itu yang dijelaskan Ars tadi.

Mereka berdua masuk ke ruangan lebih dalam dan naik lift , mereka menuju lantai 4. Arsh kemudian melepas genggamannya dirantai milik Jackson. "kita ke ruangan ku. Aku akan menjelaskan sistem ditempat ini."

"aku mengerti." Ucap Jackson dan mengikuti kemanapun langkah masuk ke dalam ruangan paling ujung , ada plat hitam bertuliskan dengan tinta emas. 'Choi's Private'

=o0o=

[Pet doll house]

Bertujuan untuk memanjakan hanya kaum manusia dan memberikan kesempatan kedua untuk kaum hybrid yang masih ingin hidup daripada mati mengenaskan dijalanan ataupun menjalani program paksa pemerintah . yaitu suntik mati bagi hybrid yang tidak membayar pajak sebesar 50% dari gaji bagi Hybrid lepas (tidak dibawah asuhan keluarga manusia)

4 tingkatan berlaku disini. Satu diantaranya mutlak tidak bisa diganggu gugat. Bahkan biaya pembebasan tidak dijaminkan bisa merubahnya. :

Glory Gold

Tingkat pertama atau VVIH dimana Hybrid bisa menjadi pengurus keperluan dan seleksi kaum hybrid lainnya. Mereka bebas dari pajak pemerintah dan memiliki gaji utuh dari tiap divisi yang ia jalani. Pekerjaan utama tetap dilaksanakan tapi distatus glory gold , mereka biasanya hanya dimiliki oleh satu pemilik tetap dan hukuman untuk hybrid yang ketahuan mencurangi master adalah dijatuhkan ke tingkat 3 bagi master yang melepas kontrak, atau mengikuti kemauan master menggunakan jasa punishment ataupun hukuman yang dilakukan sendiri.

White Diamond

Tingkat kedua dimana berstatus VIH yang kepemilikannya dibatasi 3 maksimal master. Ditingkat ini hybrid hanya perlu membayar seperempat saja dari total pajak. Akan diwajibkan bekerja sebagai divisi pemeriksa tingkat akhir / keempat. Hukuman yang akan diberikan jika hybrid memiliki hubungan lain selain ketiga masternya adalah kurungan selama seminggu dan divisi punishment yang akan memilihkannya.

Emerald Stone

Tingkat ketiga , tidak ada kontrak tetap master dan pet. Namun batasan pelanggan adalah 15 perhari. Ajuan naik tingkat pribadi dengan biaya yang akan ditentukan pihak maser dari Glory Gold dan tentu saja persetujuan dari Ars. Hukuman untuk berhubungan sex diluar gedung adalah jebloskan langsung ke tingkat akhir dengan hukuman punishment selama 2 minggu. Hanya membayar setengah dari total pajak pemerintah. Bekerja penuh sebagai pengurus tingkat akhir baik kesehatan dan laporan ke divisi punishment.

Shappire Blue

Ditingkat ini hybrid adalah sex pet ada pembebasan, pembayaran jaminan, atau apapun yang akan membantu hybrid untuk keluar ataupun naik tingkat. Tidak digaji. Dan bebas biaya pajak. Tinggal didalam dorm. Namun hukuman bagi melarikan diri adalah dimusnahkan. Atau sesuai dengan keputusan Ars.

=o0o=

Jackson mengembalikan kertas yang diberikan Ars ke meja. "jadi jika aku masuk kesini, apa status pertama ku ?"

"aku akan memanggil master dari Glory Gold dan White Diamond juga wakil dari punishment. Mereka yang biasanya menyarankan untuk ku." Jawab Ars sembari duduk dikursi. Ia meraih ponselnya dan menelfon seseorang.

Jenuh menunggu Jackson bangkit berdiri dan memperhatikan isi ruangan, cat dinding bewarna abu-abu, interior yang seluruhnya kayu mengkilat dengan karpet empuk bewarna cokelat senada. Sofa bewarna abu-abu dengan meja yang hanya setinggi lutut. Ada lemari buku yang bagus. Jackson mendekat dan memperhatikan buku apa saja yang ada disana. Kebanyakan buku tentang filosofi dan bisnis. Yang berbeda hanya tentang cara melatih vokal. "tuan, apa anda bisa menyanyi ?"

Ars berhenti memainkan ponselnya dan melihat Jackson dengan tatapan tidak suka. "kau banyak bicara. Aku tidak suka."

"maaf, aku hanya.." Jackson berhenti bicara saat melihat Ars bangkit dari duduknya, ia mendekati Jackson dan menyentuh helaian rambut Jackson. Ibu jarinya mengusap lembut pipi pucat sang hybrid. Ars mendorong Jackson hingga tersudut di dinding.

"tuan Ars.. anda.." Jackson mengigit bibirnya menahan rasa gugup saat tangan Ars membelai punggungnya dengan lembut.

"Youngjae.. panggil aku Youngjae.." Youngjae tersenyum tipis sambil menatap mata Jackson dengan lembut. Youngjae menarik kepala Jackson untuk mendekat dan mengecup bibir Jackson. Menyapu bibir tipis Jackson dengan lidahnya sebelum melumatnya.

"sshh.." Jackson mendesis saat tangan Youngjae yang masuk kedalam kaosnya dan mengusap lagi punggungnya dengan tangan dinginnya.

Saat Jackson membuka mulutnya Youngjae segera menelusupkan lidahnya. Menggelitik rongga mulut Jackson hingga membuat sang hybridmencengkram kerah pakaian Youngjae dengan gemas.

Saliva mengalir dari mulut Jackson membasahi leher dan tulang dadanya. Youngjae mengalihkan ciumannya dan menyerang leher Jackson mengecupnya dan menghisapnya , meninggalkan bekas hickey kemerahan dibeberapa tempat.

"y-youngjae.. aah.." Jackson terkejut saat Youngjae mengangkat kaosnya dan mencium salah satu nipplenya. Ia merinding saat merasakan Youngjae meniup nipplenya sebelum meraupnya dengan lapar.

"kkh.. " Jackson memeluk kepala Youngjae dengan erat saat gigi Youngjae mengigitnya dengan kuat, dan tangan Youngjae mencubit nipplenya yang lain. Jackson bisa merasakan batangnya terasa panas dan basah karena sentuhan Youngjae.

Youngjae melepas kulumannya dan melihat lagi ke arah Jackson. Wajah hybridnya memerah padam dan tangannya memegangi adik kecilnya sendiri. "kenapa kau menutupinya ?" tanya Youngjae dan menarik kedua tangan Jackson, menguncinya diatas kepala Jackson dan dengan tatapan mata mengintimidasi Youngjae memperhatikan milik Jackson yang menggembung dibawah sana.

Youngjae mengecup lagi bibir Jackson yang bengkak dan memerah. Dan meniup lembut telinga Jackson. Sang hybrid mendesah pelan. "such a whore.." bisik Youngjae ke telinga Jackson sebelum mengigit telinga berbulu miliknya.

Jackson menggeram menahan sakit ditelinganya dan sakit dihatinya saat Youngjae memanggilnya whore. Dia akui dirinya memang pelacur tapi harga dirinya tidak bisa direndahkan seperti ini. Jackson refleks mendorong Youngjae untuk menjauh. Ia bisa melihat Youngjae tersenyum mengejeknya.

"kenapa ? kau tidak suka , my Whore ?" tanya Youngjae sengit dan meraih rantai dileher Jackson, menariknya kasar. "berlutut !"

Jackson lama terdiam namun akhirnya menurut dan berlutut dilantai, ia melihat Youngjae dari bawah dan rasanya ia tidak percaya , dengan wajah angelic ia bisa menjadi top yang mengerikan seperti ini.

Youngjae menarik lagi rantainya ke atas , menyakiti leher hybridnya. Jackson mengangkat kedua tangannya, melepas sabuk dicelana Youngjae dan menurunkan zippernya. Menarik celana jeans hitam itu kebawah dan mengusap bulge milik Youngjae dari luar boxernya.

Jackson kemudian melirik kearah Youngjae, pemuda itu mengigit bibirnya sambil menutup matanya. Jackson membayangkan akan lebih baik jika mereka bermain sex romantis daripada seperti ini. Jackson melepaskan seluruh boxer Youngjae, meraih adik Youngjae dengan tangannya. Rasanya berat dan panas.

Jackson mengecup tip dicknya sebelum menjilatinya, ia membuka mulutnya untuk melahap seluruh milik Youngjae namun nampaknya ukuran mulutnya kurang besar untuk menampungnya. Jackson mulai memompa kejantanan Youngjae dengan pelan, melumurinya dengan liurnya, dan salah satu tangannya ikut membantunya memijat milik Youngjae.

"aah.. mulutmu sangat hangat Jackson.." desah Youngjae keenakan dan tangan kirinya meremas rambut Jackson dengan lembut.

Jackson menambah tempo kulumannya dan memasukan seluruh milik Youngjae kedalam mulutnya hingga ia tersedak beberapa kali. Youngjae merasakan klimaksnya hampir dekat dan ia dengan cepat menahan kepala Jackson.

Membiarkan hybridnya tersedak ukuran panjang batangnya dan menegak cairan sperma yang meledak didalam tenggorokannya. "telan semuanya Jackson, atau aku akan menghukum mu."

Dengan susah payah Jackson menurut dan menelan apa yang masuk ditenggorokannya meski milik Youngjae masih didalam mulutnya. Youngjae mencabut miliknya dan menarik Jackson , mendorong Jackson hingga tersungkur diatas meja kayu. "lepas pakaian mu sekarang."

Jackson ragu, ia melepas kaosnya, kemudian celana miliknya. Hingga akhirnya ia telanjang bulat didepan Youngjae. pemuda itu meraih lube dilaci meja dan memberikannya pada Jackson. "persiapkan lubang mu sendiri Wang."

"t-tapi.. aku.."

Belum sempat Jackson selesai bicara Youngjae mendorongnya untuk diposisi doggie style. "atau kau mau aku yang mempersiapkan ? baiklah.." Youngjae tersenyum lebar dan mengambil lube dari tangan Jackson.

"tapi jangan berharap lebih." Ucap Youngjae dan melumuri lubang anal Jackson dengan cairan lube. Ia segera memposisikan miliknya didepan lubang itu dan mendorongnya pelan.

"arghhh... p-perihh.. unggh !" Jackson menarik tubuhnya untuk menjauh saat merasakan Youngjae menambahkan dua jemarinya untuk ikut masuk dengan kejantanannya.

"aakh..." Jackson memekik kesakitan saat Youngjae dengan kasar menarik rantainya kebelakang dan membuatnya tidak bisa bergerak.

"ssh.. kau sempit sekali.. padahal kau pelacur murahan , benarkan Jackson.." tanpa mendengar Jackson merintih kesakitan Youngjae masih berusaha menenggelamkan miliknya ke lubang Jackson. "seingatku kau juga baru selessai dipakai kan .. ouch.."

"sshit !" Youngjae dengan hentakan kuat memasukan miliknya seutuhnya dan saat ia menarik jarinya keluar ada jejak darah dijarinya. Ia melihat darah mengalir di paha mulus Jackson. Youngjae melepas rantai dari tangannya dan mencengkram pinggul Jackson dan menghentaknya dengan kuat.

"aah.. Youngjae.. mmh.." Jackson menahan tangisnya saat ,rasanya tubuhnya disobek dan dibakar disaat yang bersamaan.

Youngaje tanpa memperlambat tempo hentakannya , merangkak keatas Jackson dan melumat lidah Jackson, menghisapnya dengan lembut. "apa sangat sakit ?" tanyanya hampir berbisik. Ia kemudian menciumi punggung penuh luka milik Jackson, entah sejak kapan luka itu Jackson miliki. Youngjae meraih tangan Jackson yang mencakar meja kayu , menyalurkan rasa sakitnya. "puaskan dirimu juga Jackson.." ucap Youngjae mengarahkan tangan Jackson ke kejantanannya sendiri. Jackson hanya menggeleng.

Youngjae merasakan klimaksnya dan ia menghentak Jackson dengan pelan sambil merasakan klimaksnya keluar didalam Jackson. Ia mencabut miliknya dan merebahkan tubuhnya disofa. Menarik nafas dengan kalap merasakan sensasi nikmat setelah klimaksnya. Jackson ambruk dimeja dan bernafas tersengal.

"haah.. sialan.. " Youngjae bangkit berdiri dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan kekacauan dibadannya sendiri , cairan sperma miliknya dan darah dari Jackson mengotori kejantanannya. "like a virgin eh.." ucap Youngjae dengan nada mengejek hybridnya.

Selesai mandi ia melihat Jackson yang sepertinya tertidur diatas meja. "hey, bangun. Meja bukan tempat untuk tidur." Ucap Youngjae sambil berlalu dan duduk dikursi miliknya.

Jackson bangkit perlahan. Rasa perih dipantatnya membuatnya ia mendesis kesakitan. Saat dia mencoba bangun pintu terbuka dengan lebar. Dari sana masuk sekitarnya 3 pemuda. Mereka melihat Jackson dengan heran kemudian melihat Youngjae.

"demi Tuhan, ini pertama kalinya kau mencoba barang jualan kan ?" ucap salah satu pemuda dengan kaca matanya.

"ayolah Jinyoung.. aku hanya bosan .." sinis Youngjae namun tetap sopan, ia menyuruh ketiga tamunya untuk duduk. Youngjae bangkit berdiri dan bersadar dimejanya.

"dia Jinyoung wakil utama dari glory gold. Kihyun dari white diamond dan Wonho divisi punishment. Mereka yang akan memilihkan mu dimana kau akan tinggal." Ucap Youngjae mengenalkan mereka pada Jackson.

Jinyoung bangkit berdiri dan menarik Jackson untuk ikut berdiri. "apa kau bisa melayaniku ?" tanya Jinyoung sambil melepas kaca matanya. Ia memberikan kecupan singkat dileher Jackson. "jika kau bisa, aku bisa memasukan mu ke glory gold." Tawar Jinyoung.

Jackson hanya diam. Tapi kemudian Jinyoung memberikan lumatan dibibirnya dengan lembut hingga membuat Jackson refleks mengangkat tangannya ke pinggang Jinyoung, mendekap Jinyoung dan membalas ciuman dibibirnya. Tangannya yang lain meremas gemas pantat Jinyoung dan menggesekan miliknya ke milik Jinyoung.

"aah .. sungguh agresif.. mmh.." Jinyoung balas melumat bibir jackson dan membiarkan tangan Jackson masuk kebagian bulgenya dan mengusapnya.

"hentikan Park Jinyoung !"

Jinyoung melepas Jackson dan melihat Youngjae dengan seringaian puas. "kenapa ? kau kan tadi meminta saran kan ? uhh.. aku takut sikap cemburu mu ini akan menjebloskannya ke tingkat blue." Ucap Jinyoung sembari membenahi pakaiannya.

"apa maksudmu Jinyoung? yang aku pikirkan adalah Mark ,jika dia tau kau bermain dengan hyrbid lain dan dia cemburu, bukankah malah kau yang akan menghabisinya seperti biasa ? aku hanya tidak ingin aset 30juta won ku kau rusak begitu saja." Sindir Youngjae dan membuat Jinyoung mengumpat.

"menurut mu bagaimana Kihyun ? Wonho ?" tanya Youngjae.

"lebih baik dia ada di Emerald sebagai akan menghubungi Yugyeom untuk kesini dan membawanya pergi, dan menyuruh salah satu blue untuk menyiapkan kamar di Emerald." Ucap Kihyun dan membuat Youngjae mengangguk.

"aku juga setuju dengan Kihyun.. sebagai punishment aku lebih leluasa di Emerald karena memang area ku disana. lagian Emerald tempat yang cocok untuk hybrid yang baru pertama kali masuk kesini.". tambah Wonho sambil memperhatikan Jackson yang tidak bergerak dari posisinya.

"baiklah kalau begitu. Terima kasih." Youngjae tersenyum tipis dan menyuruh mereka keluar. Tapi Jinyoung tidak berniat keluar.

"kabarnya Jaebum mengacau di bagian blue. Dia terus saja menyiksa dan kau tau dia memperkosa hybrid tidak bersalah dibawah sana. Kau salah memasukannya ke bagian punishment." Ucap Jinyoung yang kemudian duduk dimeja dekat dengan Youngjae.

"apa urusan ku. Sudah bagus dia disana daripada ku taruh bagian blue. Bisa-bisa dia jadi bahan bdsm disana karena tingkahnya." Sinis Youngjae sambil melihat Jinyoung yang sekarang tertawa.

"jangan lupa, dia begitu karena kau yang mengacaukannya. Apa sampai sekarang kau tidak merindukannya ? dia yang pernah kau sukai itu ?" Jinyoung menepuk kepala Youngjae dan berjalan keluar.

Jackson yang mendengarkan cerita itu menjadi merasa aneh. Jadi Youngjae pernah jatuh cinta pada hybrid ?lalu apa alasannya membuangnya ke divisi punishment ?

"kau pergilah mandi, ada pakaian ku disana , pakai saja. Kau lebih membutuhkannya." Ucap Youngjae sambil menunjuk pakaian Jackson yang kotor dibawah sana. Jackson mengangguk dan kemudian hilang dibalik pintu.

"Im Jaebum ya.. nama yang memang pernah ku rindukan.." guman Youngjae kemudian menghela nafas berat.

.

.

.

.

.

.

.

.

=o0o=

Hi everyone

Aih maaf untuk lama update ff ini

Author sudah berusaha keras melanjutkan hampir semua ff yang ngadat

give me review.. ok...

thanks..