Jimin melangkahkan kakinya menuju ruangan ketua OSIS.

Membuka pintunya untuk mendapati Yoongi sedang duduk selonjor disofa dengan wajah tertutup buku.

"Yoongi hyung.", Jimin menepuk kaki Yoongi. Berdecak saat yang didapatinya dari Yoongi adalah deheman malas.

"Jangan marah yaaaa.", Jimin lalu mendudukkan dirinya diujung sofa.

Yoongi mengambil buku dari wajahnya dan melempar itu dengan keras kepada Jimin.

"Sialan.", ucapnya. "Pergi sana.", lanjutnya ketus. Dia lalu menutup wajahnya dengan sebelah tangan. Yoongi masih kesal dengan tingkah Jimin yang menyebalkan. Mengajaknya pergi jalan-jalan kuliner saat Yoongi benar-benar bersemangat dan dalam mood yang sangat baik, Jimin membatalkannya. Alasan klasik, 'Pacarku ngajak jalan hyung, lain kali saja ya~'. Bullshit, dasar playboy, benak Yoongi berkata.

"Jangan begitu lah hyung. Lain kali benaran deh kita jalan-jalan kuliner.", Jimin berusaha menoel-noel kaki Yoongi yang berselonjor diatas sofa. Menghindari tangan Jimin, Yoongi lalu menendang bagian samping badan Jimin. Mengaduh ricuh, Jimin menarik kaki Yoongi menyebabkan kepala Yoongi turun dari tangan sofa.

"Sialan. Bisa diam tidak sih?", Yoongi bangkit lalu dengan gerakan cepat menjentik dahi Jimin.

"Aw!", Jimin mengelus dahi mulusnya dengan sayang. "Jahat sekali sih hyung padaku. Lagi PMS ya? Kenapa sih?", Jimin masih mengelus-elus lembut dahinya. Yoongi mencibir. Bocah sialan, pikir Yoongi.

"Terserah kau sajalah.", Yoongi lalu berdiri dari sofa.

"Mau kemana?"

Tangannya tertahan. Oleh Jimin. Diliriknya tangan kecil Jimin yang menggenggam lengan pucatnya.

"Apaan sih.", Yoongi berusaha menarik lengannya yang semakin digenggam kuat oleh Jimin.

Jimin tertawa kecil melihat raut wajah Yoongi yang sudah mulai keruh. Dia lalu memutuskan untuk melepaskan genggaman tangannya pada lengan Yoongi.

Dilihatnya Yoongi segara berjalan menjauh, mengambil almamater sekolah mereka, dan segera keluar dari ruangan itu.

"Dasar Yoongi hyung. Tukang baper.", kata Jimin dalam kesendiriannya. Terkekeh, Jimin lalu mengenggam tangannya sendiri dan tersenyum lebar.