Yuuri-chan kembali lagi *(n.n)* Adakah yang merindukan Yuuri-chan? (~-3-)~ Baiklah Yuuri-chan lnjutkan saja, ya! Ini dia…
.
I own this Fic
.
Hiro Mashima
.
.
Walk to You
Chapter 2 : Me?
Lucy mengkedipkan matanya berulang kali, tidak percaya dengan yang sedang ia lihat. Pemuda itu datang malam-malam hanya untuk sebuah syal? Percayalah, Lucy tidak tau bahwa syal itu sangat berharga bagi pemuda pinky itu. Lucy memalingkan wajahnya tak peduli dengan pemuda yang berdiri di jendelanya sekarang.
"Oi! Apa kau tidak mendengarku? Kembalikan syalku!" Teriak pemuda itu meloncat turun dari jendela dan berjalan pelan menuju Lucy. Lucy masih mempertahankan posisinya sampai akhirnya pemuda itu mendekatkan wajahnya dengan Lucy, mengejutkan gadis blonde berparas cantik itu.
"Syal ku" Gumam pemuda itu jelas terdengar oleh Lucy Heartfillia. Lucy mendengus kesal lalu membuka kain yang membalut luka nya yang tidak terlalu parah. Lucy melempar syal itu ke arah Natsu dengan kasar dan ditangkap pemuda itu dengan santai. Seketika ia tersenyum kecil, ia berjalan ke hp Lucy yang berada di atas ranjangnya tepatnya di pojok kiri bawah ranjang gadis itu.
Lucy melirik Natsu yang bergerak menggeliat di dalam kamarnya melalui ekor matanya, ia tak ingin menatap pemuda itu langsung melalui iris karamelnya yang indah itu. Lucy melihat Natsu yang menggeledah hp nya. Malas berurusan dengan pemuda itu, Lucy hanya diam tak memberontak. Tampak olehnya Natsu menaikkan salah satu alisnya, bingung.
"Kenapa hanya ada 3 kontak yang ada di dalam hp ini?" Tanya Natsu sambil memutar balikkan hp tersebut dan sesekali ia memukul hp itu ke atas tempat tidur yang amat empuk. Lucy mengangkat bahunya pertanda ia juga tidak tau. Tiba-tiba terlintas ide cemerlang di kepala Natsu, ia tersenyum licik lalu kembali menoleh pada Lucy.
"Kau kesepian? Tidak ada teman untuk sms-an?" Tanya Natsu lagi, membuat gadis itu risih. Natsu mengutak-atik hp Lucy yang sebenarnya ia memasukkan nomornya ke dalam hp Lucy yang berwarna biru muda itu. Lucy melirik Natsu, penasaran dengan yang Natsu perbuat terhadap hp satu-satunya.
"Kalau kau kesepian, cukup kirim pesan padaku, maka aku akan langsung membalasnya!" Kata Natsu melihatkan hp Lucy pada pemiliknya sambil mengukir grins khas miliknya pada wajah imut pemuda itu. Kini, Lucy berusaha merebut kembali hak miliknya, ia berusaha mengambil hp itu dari Natsu namun gagal. Natsu terus mempermainkan gadis itu. Gadis itu mendengus lagi lalu diam dan melipat tangan di depan dadanya.
"Kembalikan hp ku!" Pinta Lucy, Natsu mencibir ke arah Lucy membuat gadis itu semakin kesal. "Ambil kalau kau bisa! Ayo!" Natsu membawa hp itu bersamanya ke sudut ruangan. Lucy turun dari ranjangnya dan menaiki kursi rodanya, di arahkan kursi roda itu ke sudut ruangan tempat Natsu berada. Setelah sekian lama, Hap! Lucy berhasil mendapatkan hpnya kembali dari orang yang ia pikir orang gila.
"Ah! Padahal aku ingin bermain lebih lama denganmu!" Ungkap Natsu, Lucy mengibas-ibaskan tangannya seraya mengusir Natsu. Natsu melihat Lucy dengan polos.
"Pergi dari kamarku! Shoo! Shoo!" Ucap Lucy seraya mengusir pemuda polos itu dari kamarnya, pemuda itu malah berlari ke ranjang Lucy lalu berbaring di atasnya. Lucy menggerakkan kursi rodanya ke arah ranjangnya lalu memukul-mukul Natsu dengan tangannya sambil menggumamkan 'pergi!' secara berulang kali. Natsu menggeleng pelan membuat amarah gadis itu keluar. Aura hitam mulai mengelilingi tubuh gadis itu membut Natsu ketakutan.
"PERGI!" Teriak Lucy, dengan tergesa-gesa Natsu melompat dari jendela Lucy lalu berlari melewati gerbang rumahnya. "GUNAKAN PINTU, BAKA!" Sorak Lucy pada pemuda yang sudah hilang dari penglihatannya. Lucy tidak tau bahwa sebenarnya pemuda itu tersenyum kecil padanya.
Lucy menghempaskan tubuhnya ke atas ranjangnya dengan pelan. Ia melihat kontak di hp nya itu secara berulang-ulang. Ia ragu antara menekan mengirim pesan atau delete. Tak terasa senyuman kecil mulai terlihat dari wajahnya. Tiba-tiba terdengar ketukan pintu tak beraturan dari seseorang yang terdengar seperti Coco.
"Lucy-hime! Aku akan masuk!" Coco masuk dengan membawa bermacam-macam benda tajam bersamanya, ada pisau, gergaji dan lain-lain. Ia seperti me-waspadai sesuatu atau mungkin seseorang.
"Aku mendengar suara seseorang dari dalam, apa yang terjadi hime?"
'Ah… Haruskah aku mengatakannya?'
\\**||**/
Lucy menggeledah hp nya, yah… hanya sebatas itu lah pengetahuan hp nya tentang pemuda pinky itu.
'Natsu the Fire Dragon
68xxxxxxx'
Perlahan Lucy menekan tombol pesan dalam hp nya. Ia diperbolehkan untuk mengirim pesan kalau dia sedang kesepian atau bosan, kan? Ya, itulah yang kini Lucy rasakan.
'To : Natsu the Fire Dragon
Kalau pergi dari rumahku, gunakan pintu, BAKA!?'
Send… Setelah beberapa lama menunggu jawaban, akhirnya hp Lucy bergetar pertanda ada balasan dari sang penerima.
'From : Natsu the Fire Dragon
Berarti lain kali, aku boleh ke rumahmu,kan? :p'
Lucy tertawa kecil lalu membalasnya dengan sedikit keras pada hp nya.
'To : Natsu the Fire Dragon
Enak saja :p Siapa yang memboleh kan mu?'
Drrttt… Drrrt… Balasan kembali terlihat, hp itu bergetar lagi. Dengan cepat Lucy mengambil hp itu lalu membaca pesannya.
'From : Natsu the Fire Dragon
Kau yang memperbolehkanku :p Ngomng-ngomong, kenapa hanya ada 3 kontak dalam hpmu? Kalau ditambah aku sih jadi 10… Eh? Maksudku 5… ya sudahlah, kenapa?'
Lucy tertawa kecil lalu menggumam 'baka' untuk si penerima, ia kembali mengetik hpnya pelan lalu tersenyum lembut.
'To : Natsu the Fire Dragon
Aku tidak mengenal siapapun kecuali mereka, aku dikurung di kamar ini sejak umur 6 tahun, Natsu…? Namamu Natsu, kan?'
Lucy menunggu balasan yang tak kunjung datang, apa mungkin ia sudah tidur ya? Itu yang sempat terlintas di benak Lucy sementara. Lucy menggeleng pelan lalu kembali melihat hp nya yang ternyata sudah ada pesan baru.
'From : Natsu the Fire Dragon
Kalau kau kesepian dan butuh teman, panggil saja aku maka aku akan langsung tancap gas kesana! Hohoy! Kalau kirim pesan ini, lama-lama tanganku jadi pegal juga… Kenapa kau tidak menelpon ku saja? Pulsaku sudah sekarat… hehe'
Lucy menggumam kata yang sama lalu tertawa kecil. Ia melihat tombol panggil itu dengan ragu. Ini pertama kalinya ia akan memanggil seseorang melalui telepon genggam itu, apa ia yakin?
Lucy menghela nafas berat lalu menekan tombol panggil itu dengan ragu-ragu. Tak lama ia mulai mendengar kata pembuka dari orang di seberang. Lucy tersenyum hangat dan membalasnya.
"Baru kenal sudah telpon-telponan, kau itu aneh ya?" Ucap yang di seberang, Lucy mendengus kesal dan terdiam sebentar. "Siapa yang menyuruhku untuk menelpon, ha?"
"Hehe… Gomen… Gomen! Ternyata kau itu cukup mengasyikkan juga ya!"
"A-Aku? Asyik?"
"Ya! Apa kau baru tau? Bahwa gadis bernama Lucy itu cukup aneh? Baru kenal sudah mengirim pesan! Haha!" Terdengar tawa dari seberang, Lucy juga ikut tertawa kecil lalu membalasnya.
"Aku… bosan! Jadi apa aku salah?"
Mereka berdua pun larut dalam perbincangan hangat antar sahabat yang telah dipertemukan kembali. Apakah mereka tidak mengingat masa kecil mereka yang bahagia itu?
.
.
Gomennn pendek banget! Chap depan Yuuri-chan panjangin deh! Gomennasai yo! TT_TT
Arigatou Silent Readers, readers, author senior, flamers dll. Arigatou minna-san karena sudah menyempatkan waktunya untuk membaca fic Yuuri-chan ini *(n.n)*
Mind to Review?
.
Arigatou,
Yuuri Ryushizaki
