Chapter 2 : Kami, Sarapan. dan Hari pertama.

.

Naruto © Masashi Kishimoto

I Will Do What I Want © Hazama

Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe

Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc.

Pairing : Coming Soon

.

Pagi yang mendung di Konoha. Hari yang malas untuk sekedar beraktivitas.

setidaknya itulah yang dirasakan Sasuke. Ia terbangun di sebuah ruangan pagi ini. Ruangan itu sepertinya adalah kamar tidur. Ruangan itu tidak terlalu luas, ruangan berdiameter 4x4 meter itu memiliki sebuah lemari kecil di sudut, sebuah meja belajar, dan sebuah tempat tidur yang dibaringi Sasuke saat ini. Di samping lemari terdapat tas dan sebuah koper.

Itu milik Sasuke.

Ia ingat sekarang, kemarin ia dipindahkan ke tempat terkutuk ini oleh Kakashi.

'Sialan kau manusia bertopeng.' umpat Sasuke saat mencoba mengingat kembali apa yang terjadi kemarin.

Ia kembali mencoba memejamkan mata, berharap yang ia alami ini hanya mimpi buruk. Namun cahaya yang menerobos dari luar jendela memaksanya tetap terjaga.

Ia melirik dan mencoba memastikan. Oh benar itu cahaya matahari.

"HAH?!" Benar! Ini sudah pagi!

Sasuke bergegas bangun. Tetapi ia merasakan rasa nyeri di kepalanya. 'Akh.' ia memegangi kepalanya, kepalanya masih terasa nyut-nyutan. Oh benar juga. kemarin dia pingsan.

Ia memposisikan dirinya duduk. lalu ia melirik kertas dan sebuah kacamata yang ada di meja tak jauh dari tempatnya duduk. Ia mengambil kertas tersebut. Dan membacanya,

"1, Dilarang telat berangka-" Srek. Ia menutupnya kembali. Ia tidak kuat membaca tulisan horor tersebut.

"Sial!"

benar juga, ini adalah hari penghakiman. batin Sasuke dramatis.

Lalu ia melirik kepada kacamata yang bertengger di meja. Ia menatap kacamata itu cukup lama.

Hanya satu yang ada di pikirannya saat itu. 'Yang benar saja!'

lalu ia pun segera bangkit berniat keluar dari kamarnya. Ia berniat meninggalkan kacamata itu. Tetapi saat ia meraih knop pintu. . .

.

Barang Siapa yang melanggar perjanjian, Maka hukuman kalian akan ditambah 1 minggu.

.

Ia teringat Kata kata itu.

"Tsk!"

Dengan terpaksa ia mengambil kacamatanya.

.

~I WILL DO WHAT I WANT~

.

Di Dapur.

Naruto, Sasuke, Shikamaru. Sekarang telah bersiap untuk berangkat sekolah. namun bukannya segera berangkat, mereka malah duduk saling berhadapan di meja makan. Dengan tatapan serius mereka saling pandang. Ketegangan terlihat jelas diantara mereka.

mereka pasti merencanakan sesuatu di hari pertama mereka sekoloah.

BRAKK! Meja di gebrak oleh Sasuke, dan ia berdiri.

"Baiklah, aku akan bicara serius kali ini..." Ucap Sasuke dalam. Ia menggantungkan kata katanya, sehingga selang beberapa detik ia bisa melanjutkan.

"Kalian..."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"...Apa tidak ada yang bisa Masak?" tanya Sasuke tegas. Ternyata mereka hanya debat tentang sarapan.

"HA? Memang kau pikir memasak itu mudah?!" Jawab Naruto sewot.

"Aku juga tidak mengerti sama sekali." sambung Shikamaru

"DAMN!" Sasuke menggerutu. Ia cukup dewasa untuk mengetahui, bahwa pergi sekolah tanpa sarapan bukanlah hal yang bagus.

Maksudku lihat mereka? setiap hari (dulu), saat pagi mereka selalu melewatinya dengan mudah. Sarapan selalu matang sebelum mereka terbangun, pakaian selalu siap setelah mandi. Bila mereka tidak suka dengan menu sarapan, mereka tinggal membuangnya dan memarahi sang koki.

Namun sekarang. Bahkan Sasuke baru pertama kali melihat terong yang masih dalam bentuk utuh, yang belum dimutilasi.

"Heh.. sepertinya kita memang tidak bisa sarapan." kata Shikamaru

Sasuke menghela nafas. Sialan. Entah kenapa bawaannya emosi terus sekarang.

"jadi? Kita tidak sarapan pagi ini?" tanya Naruto kecewa.

Sasuke dan Shikamaru mengangguk. tanda meng-iya-kan.

"ARGGHH!" Naruto memegangi kepalanya. Baru pertama ini ia merasa frustasi karena makanan. Ayolah, setelah sampai di tempat ini. Ia belum makan sesuap pun. Dan sekarang ia harus pergi sekolah tanpa sarapan. 'Kenapa tuhan begitu kejam kepadaku!' batin Naruto.

"Hn, setidaknya lihat sisi bagusnya?" sahut Sasuke tiba tiba.

"HA? APA APA?"tanya Naruto antusias. 'Satsuga saskey! Ia masih punya berita bagus di saat genting seperti ini'

"Sisi bagus yang mana?" Tanya Shikamaru bingung.

.

.

.

"...Kita juga tidak punya uang tunai untuk beli sarapan." lanjut Sasuke. Cengo.

"GRAAAAAH! SISI BAGUS DENGKULMU!" Naruto kembali memegangi kepalanya. Tanda ia memang benar benar frustasi. serius entah kenapa dari kemarin ia ingin sekali memukul Uchiha yang satu ini.

.

"Jangan Berlebihan Dobe. Muka mu yang seperti gembel akan menyamarkan kelaparanmu. Orang-orang pasti memakluminya. Coba saja kau duduk di pinggir jalan dan menodongkan tanganmu. Siapa tau ada yang memberimu uang receh." lanjut Sasuke menyahuti ledekan Naruto.

"APA? KAU PIKIR TAMPANGKU SEPERTI PENGEMIS?!" Tanya Naruto galak.

"Sebelas duabelas." jawab Sasuke enteng.

"NGAJAK BERANTEM HAH UCHIHA?!"

"Ya."

"KALAU BEGITU AYO KITA BERKELAHI!"

"Jangan bodoh, Aku akan mengalahkanmu dengan satu tangan."

"Apa!? aku akan mengalahkanmu dengan SATU JARI."

"Itu mustahil Bodoh!" jawab Sasuke ikut emosi.

"kalau begitu aku akan mengalahkanmu dengan satu gigitan!" sambung Naruto sekenanya.

"Kau seperti Cihuahua!" Lanjut sasuke

"HAH?! aku akan mengalahkanmu dengan apa saja!" Balas Naruto lagi

Hah.. Menghadapi orang yang tidak tau konsep 'mengalah' memang mustahil.

.

Melirik sahabatnya yang malah berdebat sendiri sendiri. Memaksa Shikamaru untuk memutar otak agar debat ini tidak berlangsung selamanya.

"Oops gawat! kita akan terlambat!" Ucap Shikamaru kemudian. Ia lalu bergegas menuju pintu depan.

Naruto dan Sasuke menengok ke jam dinding. benar! mereka 'keasyikan' ngobrol.

"Sebaiknya kita bergegas berangkat." perintah Sasuke. Ia pun segera menyeret Naruto dan menyusul Shikamaru ke pintu depan.

"E-Eh? Kita beneran ndak sarapan?!" tanya Naruto yang pasrah diseret Sasuke.

"Tidak ada waktu Dobe!"

Dan mereka memulai perjalanan menuju sekolah dengan perut keroncongan.

.

~I WILL DO WHAT I WANT~

.

5 menit kemudian Di jalan.

"Ne, apa ini tidak salah?!" Tanya Naruto memecah keheningan, ia menoleh kepada Shikamaru.

"Jangan tanya aku." jawab Shikamaru tidak jelas.

"NE? Ini bukan mimpi kan?" Kali ini ia menoleh kepada Sasuke.

"Aku tidak tau." Jawab Sasuke juga tidak jelas.

"HA~~ KENAPA KESIALAN SELALU DATANG!" Teriak Naruto dramatis.

"Oy Diam Naruto. kau tidak mau dipukuli orang karena menganggu tetanggga kan?! ini masih pagi!" sahut Shikamaru yang terlinganya berdengung karena teriakan Naruto.

"Ma-Maksudku?! kenapa juga kita harus jalan kaki menuju ke sekolah!?" Tanya Naruto

"Kan tadi Sasuke sudah bilang kita tidak punya uang tunai!" Sahut Shikamaru sabar.

"Tsk! KUSO! Bagus sekali. Aku dulunya adalah Anak terkaya di Konoha. dan sekarang aku menjadi melarat! Bahkan 1 koin pun aku tak punya!" gerutu Naruto.

Jujur Sasuke sedikit terganggu dengan ocehan sahabatnya ini. Yang benar saja?! Belum ada 24 jam ia (Naruto) ada di sini. Dan ia bertingkah seolah ia adalah orang ter nista di dunia.

Ah! Sasuke malas memikirkan makhluk berambut kuning jabrik di sampingnya ini. Sasuke memilih diam saja selama perjalanan menuju ke sekolah.

.

2 menit berlalu.

"Ne.. Aku heran padamu Shikamaru?" Tanya Naruto. memang sial, Naruto memang tidak bisa diam sekiranya 5 menit saja.

"Apa lagi Naru?~" Balas Shikamaru sabar. Menghadapi speaker berjalan memang harus sabar.

"Kenapa hanya Kau yang tidak memakai kacamata?!"

Sasuke kini menoleh, ia juga penasaran. Dari tadi pagi memang hanya Sasuke dan Naruto yang memakai kacamata. Ia tidak pernah melihat Shikamaru memakai kacamata.

"Benar juga! kenapa kau tidak pakai kacamata?!" tanya Sasuke curiga.

"Well~ Bukankah kemarin sudah jelas. Di tas yang diberikan Tsunade, kacamatanya hanya ada dua. Memang kau mau bergiliran memakainya? kurang kerjaan." jawab Shikamaru enteng.

"Tapi kenapa harus aku? bukan kau yang pakai?" lanjut Sasuke. Ada maksud yang sangat jelas disini. 'Shikamaru mencari keuntungan sendiri, Dasar Einstein sialan!'

"HEH! Kalian memang tidak mengerti!" Jawab Shikamaru. Mencoba membodohi kedua sahabatnya.

"Apanya?! Kalau begitu jelaskan!" Sahut Naruto.

"Tsk. Liat Dari pengalaman! kau Sasuke." Shikamaru menunjuk Sasuke "Di sekolah yang dulu kau di cap sebagai 'pria tampan' dan bahkan kau memiliki fansgirl! apa kau tidak ingat apa yang hampir dilakukan fansgirl mu?" Tanya Shikamaru tegas kepada Sasuke

"..." Tentu saja Sasuke ingat. Ia bahkan tidak tau sejak kapan ia memiliki fans girl. Ia ingat betul kejadian siang itu di kelasnya yang dulu. saat ia berniat pulang. Ada 3 perempuan menghampirinya dan menyatakan cinta. Sasuke dengan enteng menjawab "Tidak tertarik." dan kata yang ia dengar dari ketiga perempuan itu adalah. "kami bersedia menyerahkan segalanya padamu." detik berikutnya adalah saat sasuke 'hampir' diperkosa oleh tiga cewek gila-yang tidak mau Sasuke ingat kembali.

Sasuke memang berandal, tapi seumur-umur ia belum pernah yang namanya mempermainkan wanita. Ehem, Aku tersanjung Sasuke-sensei.

"Kau tidak ingat ya Sasuke?" tanya Shikamaru sembari berwajah polos.

Sedangkan Sasuke hanya menyahuri dengan tatapan 'kau-tidak-perlu-membahasnya.'

"Lalu bangaimana denganku? Aku tidak punya alasan untuk memakai kacamata!" kini gantian Naruto yang sewot. Shikamaru melirik Naruto malas.

"Kau harus bersyukur Naruto-san." lanjut Shikamaru. Menekankan sufik -san. "Kau adalah MANTAN preman. Dan kau paling banyak melakukan kenakalan! kau pikir Tsunade tidak akan memberitahu para guru tentang kita? Siapa kita sebenarnya? dan kenapa kita disini? kalau para guru melihatmu menggunakan kacamata, mereka pasti akan berpikir dua kali saat menilaimu. Mereka pasti berpikir antara percaya dan tidak percaya bahwa kau adalah anak BANDEL!" jelas Shikamaru panjang lebar.

"HA?! SIAPA PREMAN OY?!" Naruto malah sewot sendiri.

"Hahh~~" Shikamaru hanya menghela nafas " Bukan kau Naruto-sama~ Itu orang lain~" lanjut Shikamaru. Memang salah mengajak bicara Naruto saat ia sedang lapar. Rasa lapar memang merubah orang. Ah! Andai Shikamaru punya Snickers!

"Cih." Sasuke enggan mengakuinya, namun Shikamaru memang benar. Dari mereka bertiga, memang Shikamaru yang paling sedikit membuat masalah. Shikamaru mungkin bermasalah saat di kelas. Seperti, Tidak mengerjakan soal saat tes, ia lebih memilih tidur. Ia juga sering membantah semua argumen guru.

Karena saat guru menjelaskan hitungan rumus. Shikamaru menjawabnya diluar kepala.

Seorang guru pasti akan menyalahkan Sebuah jawaban matematika yang tidak ada cara pengerjaannya. Namun berbeda dengan Shikamaru,Shikamaru berpikir 'Matematika adalah ilmu pasti. 5x4 tetap saja 20. saat kau sudah tau jawabannya 20 mengapa kau harus menjumlahkan 5+5+5+5?. seperti sebuah Sirkuit balap, bentuknya lingkaran dan finish ada di belakangmu. bila tujuannya adalah Finish, kenapa kau harus berputar 1 Lap untuk menyelesaikannya? kau hanya perlu mundur.' dan Shikamaru berakhir dengan di usir dari kelas.

.

"Bila dipikir dengan Logika, Tsunade pasti juga berpikir kalian berdualah yang memang harus memakai kacamata itu." lanjut Shikamaru mengakhiri argumen. nya, Sasuke kini kehabisan alasan. Naruto pun sama, ia lebih memilih diam karena Sasuke juga terdiam. Mereka tidak mau melanjutkan debat yang mustahil untuk mereka menangkan. Skak mat.

Sasuke tersenyum. 'Kau memang sialan Jenius.'

.

~I WILL DO WHAT I WANT~

.

Konoha Gakuen 07.55.

"Hah.. sial.. hah.. hampir saja kita terlambat!" Ujar Shikamaru saat mereka berhasil melewati gerbang masuk sekolahan.

"Hah.. kau.. benar.. hah hah." Jawab Sasuke, ia terengah engah karena habis berlari.

"Gila.. hah.. aku tidak menyangka.. hah.. kita benar benar berlari menuju sekolah.. hah hah." lanjut Naruto menambahi.

Sekarang mereka tengah terkapar di latar sekolah Konoha Gakuen. Mereka benar benar berlari menuju sekolah. Salahkan saja Tsunade yang memberi mereka denah yang tidak jelas menuju sekolah. Benar benar sulit menemukan jalan yang mereka kenali dari rumah baru mereka. Dan imbasnya, mereka berputar putar berkali kali sebelum mereka akhirnya menemukan jalan yang baik dan benar.

"Hah.. SIAL! Tadi pagi kita tidak sarapan! Dan kita baru saja berlari 1 KM menuju sekolahan! Aku bahkan heran kenapa aku masih sanggup berdiri!" ujar Naruto.

Shikamaru dan Sasuke mengiyakan. Mereka berdua sama laparnya dengan Naruto. mereka benar-benar di uji di hari pertama ini. Mereka hanya berharap tidak akan ada lagi hal buruk hari ini.

.

.

.

TEEET TEEEET TEEEET

Bel pun berbunyi tanda bahwa kegiatan belajar mengajar akan segera dimulai. Aemua murid yang masih berada di halaman sekolah segera berlari menuju kelas masing masing. Mereka tidak mau jam pertama mereka habis karena dimarahi oleh guru yang mengampu mapel di kelas masing-masing.

Namun berbeda dengan Naruto, Sasuke, dan Shikamaru.

mereka berjalan malas menuju kelas mereka. Jarak dari halaman sekolah menuju kelas mereka terasa sangat jauh. Bahkan rasa lapar yang mereka rasakan melengkapi penderitaan mereka.

Mungkin apabila di sekolah mereka yang dulu. Mereka pasti akan mampir ke kantin di saat saat begini. Namun tidak untuk sekarang. Mereka benar benar kere. Ditambah, ancaman yang dilontarkan Tsunade cukup memotivasi mereka untuk tidak berbuat yang aneh-aneh di hari ini.

Sepanjang perjalanan, mereka terasa sangat Invicible. Hanya ada 1-2 murid saja yang memperhatikan mereka. Tidak seperti di sekolahan yang dulu dimana banyak yang berteriak saat mereka lewat. Dari teriakan memuji, sampai teriakan mengejek. Sekarang mereka benar benar tidak diperhatikan. Wah fantastic. Kekuatan dari sebuah kacamata! benar-benar ajaib!

.

Tak kurang dari 5 menit mereka akhirnya sampai di tempat tujuan mereka. Kelas 2-1. kelas ini ada di lantai tiga. Letaknya di ujung lorong, dekat tangga menuju atap. sekarang mereka telah berdiri di depan pintu kelas. Terlihat siluet seorang guru yang sudah berada di depan kelas. Mereka sangat berharap bahwa guru itu adalah Kakashi. Ia guru yang baik, setidaknya ia pasti akan memaafkan mereka bertiga karena sedikit terlambat.

Naruto dengan sangat pelan menggeser pintu. Ia sedikit melirik kedalam dari ujung pintu. Tak berbeda dengan Shikamaru dan Sasuke. Mereka mendongakkan kepala mereka untuk melihat siapa guru yang ada di dalam kelas.

"Oya?! Ternyata kita kedatangan tamu."

Ah Shit! Tsunade lah yang ada di dalam kelas. Mereka memang benar benar SIAL.

'Cih, Dasar sial.'

'Ahhhhhhhhhhhhhh merepotkan sekali.'

'Kusoooo.. Tuhan memang benar benar kejam kepada kami.'

.

Dan mereka bertiga pun masuk dengan langkah pelan.

Semua orang yang ada di kelas menoleh ke depan pintu. Sedangkan ketiga orang yang ditatap malah memberikan tampang sebal. Bagaimana tidak sebal? ini seperti masuk ke dalam istana iblis, tetapi iblis sendiri lah yang membukakan pintu dan mempersilahkan mereka masuk. 'Sialan.' Batin Naruto sembari memberikan deathglare terbaiknya kepada sang kepala sekolah. namun Tsunade tidak peduli.

"Bukankah ini masih 'terlalu pagi' tuan tuan?" Tanya Tsunade dengan majas sarkasme. Yang diajak bicara malah semakin tersulut emosinya. Namun, mereka lebih memilih menunggu Tsunade melanjutkan kata-kata nya.

"Lihat jam disana." Tsunade berkata sembari menunjuk jam yang ada di tembok. Mereka bertiga menoleh ke jam yang bertengger di dinding. jam 08.06

"Kelas dimulai 6 menit yang lalu. Sekolah ini sangat ketat dengan peraturan! aku pikir kalian SANGAT PAHAM dengan PERATURAN yang aku maksud kan?"

'Aku tau itu Nenek tua!' Batin Naruto. entah kenapa ia kebawa emosi terus dari pagi. Mungkin karena pengaruh lapar. Sungguh jika dia ini kanibal. Ia pasti akan melahap kepala sekolah cerewetnya ini terlebih dahulu.

Sedangkan yang lain hanya diam. Mereka lebih memilih menatap tempat lain daripada menatap Tsunade. Shikamaru lebih memilih menatap lantai. Sedangkan Sasuke, ia lebih suka memperhatikan murid murid yang ada di kelas mereka yang baru. Ada seorang yang tidur (ah biasa) , gadis berkacamata sedang berdandan (ha serius?), anak gemuk yang sedang makan (what the..). ada seorang gadis yang menatapnya sembari tersenyum.

"..." Sasuke yang ditatap malah merinding sendiri. Ada seorang gadis berambut pink ya-, tunggu dulu, itu kan gadis yang kemarin. Eto? siapa namanya? Karura? Sakira? Ah! Sakura! ia sedang menulis sesuatu.

Saat Sasuke memperkatikan gadis itu tiba tiba Sakura menoleh menghadap sasuke. pandangan mereka bertemu bebrapa saat. Sebelum Sasuke memalingkan wajahnya. Shit! Sasuke malu sendiri karena ketahuan memperhatikannya.

"Oy kalian dengar tidak sih?! kalian seharusnya mendengarkan saat guru menjelaskan!" ucap Tsunade akhirnya

kali ini Naruto benar benar geram. Ah! ia tidak tahan lagi.

"Kalian sebagai murid itu seha-" Tsunade sebenarnya ingin meluapkan kekesalannya lebih. tapi,

"ARGGHHH! DIAM DASAR CEREWET!" Teriak Naruto kepada Tsunade.

Semua yang ada di dalam kelas kini menatap Naruto. Temasuk Sasuke dan Shikamaru. 'Sial! Naruto sudah habis kesabaran.' Seluruh isi kelas menatap Naruto dengan tatapan tidak percaya. Tak terkecuali yang tertidur, dan sibuk dengan urusan masing-masing tadi.

Sedangkan Tsunade terdiam. Ia menatap Naruto dengan tatapan marah. Dasar anak bandel. Namun ia tidak mencoba memarahi Naruto. Ia lebih memilih menunggu apa yang akan si jabrik ini katakan.

"Kau tau kepala sekolah?! Aku juga tidak mau terlambat!" jawab Naruto akhirnya "Aku memulai hari ini dengan buruk! jadi kumohon, jangan memperkeruh suasana! kami sangat menghargai nasihat anda. Sungguh! Nasihat seorang guru adalah hal yang sangat berharga!"

"..."

"Maksudku lihat aku?! Baju ku lusuh! Kami harus berlari dari rumah ke sini! untuk apa? hanya untuk sekolah! Kami bahkan tidak sarapan karena takut terlambat! dan kau masih tidak mau menerima kami?! Apa memang semua guru di sekolah ini seperti ini HAH?!" lanjut Naruto.

Semua yang ada di kelas melongo. Termasuk Shikamaru dan Sasuke. Shit! Naruto benar. 'You The Real MVP Naruto.' mereka tidak menyangka, kata kata benar keluar dari mulut seorang Naruto Namikaze.

Perlu beberapa detik sebelum Naruto melanjutkan kata kata nya lagi.

"Telat bukan berarti tidak niat belajar sensei!"

Tsunade terdiam. Tanpa sadar ia tersenyum tipis. Dasar anak bandel. Aku benci mengakuinya tapi kau benar. Dasar sial!

"Hah! Baiklah! Kau benar! Kalian Boleh duduk!" ucap Tsunade.

"H-Ha? err.. tidak ada perkenalan?" tanya Shikamaru ragu kepada Tsunade.

"Apa maksudmu?! Mereka semua sudah mengenal kalian! sekarang cepat duduk!"

"..."

Ketiga orang itu pun langsung mencari tempat duduk. Mereka tidak mau mencari masalah lagi. Setidaknya biarkan mereka beristirahat barang sejenak.

Detik berikutnya mereka sudah mengikuti pelajaran dengan khidmat (tidur).

.

~I WILL DO WHAT I WANT~

.

TEEEET TEEEET TEEET

Bel berbunyi tanda istirahat. 30 menit jeda untuk sekedar mengistirahatkan otak dari berpikir. Beberapa murid memilih segera pergi ke kantin. Dan yang lain lagi, memilih berjalan jalan, atau hanya sekedar tinggal di kelas. Sama persis seperti yang dilakukan Naruto, Shikamaru, dan Sasuke. Mereka tidak punya alasan untuk keluar kelas.

Sasuke, Naruto dan Shikamaru. Mereka kini tengan membenamkan kepalanya di meja. Mereka seakan tidak punya tenaga untuk berdiri. Dan rasa lapar mereka semakin menjadi jadi.

di kelas mereka kini hanya ada mereka bertiga, dan dua gadis yang sedang ngerumpi. Ino dan Karin. sedangkan yang lain? jangan tanya aku. Aku juga tidak tau.

Ino dan Karin menatap 3 orang yang ada di berlakang dengan tatapan iba.

'Naruto.. Sasuke.. dan Shikamaru." Batin Ino, mencoba mengingat nama nama teman barunya.

Sreek! Tiba tiba salah satu dari 3 pemuda itu berdiri. Suara kursi yang bergesekan dengan lantai mengagetkan Ino. Pemuda berambut kuning lah yang berdiri. Ia dengan gontai berjalan menuju pintu.

Ino dan Karin memperhatikan pemuda itu dengan seksama.

Saat pemuda itu mencapai pintu.

Duakh!

"ADAW!" kepalanya terbentur dengan keras.

Ino dan Karin melongo melihat kejadian itu.

"E-Eto? kau tidak apa apa? um.. Naruto?" Tanya Ino dari kursi. Ia masih belum beranjak dari duduknya. Entah Naruto sengaja menabrakkan kepala ke pintu, atau memang ia tidak melihat pintu yang masih tertutup.

"Sial! siapa yang tiba tiba menutup pintunya sih!" omel Naruto gaje.

Ino berniat membantu Naruto namun sebelum ia beranjak dari duduknya. Naruto sudah membuka pintu itu dan menutupnya kembali. Ia keluar entah kemana.

.

.

Dua menit kemudian. Salah satu pemuda yang masih ada di dalam kelas tiba tiba berdiri. Shikamaru. Ia tidak langsung menuju pintu. Ia malah menghampiri Ino dan Karin. merasa mereka akan dihampiri. Ino dan Karin menoleh, memperhatikan Shikamaru.

"Permisi." tanya Shikamaru sekenanya.

"Hah?" hanya itu respon Karin.

"Boleh aku bertanya dimana toilet?" tanya Shikamaru malas,

"E-Eto diujung lorong belok kiri." Jawab Ino gugup. Entah kenapa berbeda dengan dua temannya yang memakai kacamata. Orang ini terkesan lain menurut Ino. Dari tatapannya, ia seperti orang yang bisa membaca pikiran. jangan jangan dia dukun. Tapi itu tidak mungkin.

"Hn.. Terimakasih~ hoammmm~" jawab Shikamaru, sembari menguap lebar. kemudian ia berjalan menuju pintu. Ino merasa seperti Shikamaru berjalan dengan memejamkan mata.

Menyadari akan terjadi deja vu. Ino segera berdiri. Dan berlari menuju pintu.

Ia membukakan pintu.

Shikamaru menoleh. Ia tersenyum tipis. Dan berkata "Terimakasih."

Muka ino memerah. Kenapa juga ia membukakan pintu kepada orang lain. Aneh.

Karin menatap Ino dengan pandangan heran. Seakan tatapan karin mengisyaratkan kata 'Kau pasti sudah gila.'

Saat Ino menyadari apa yang ia lakukan. Mukanya tambah merah. Ia merasa sangat bodoh sekarang. Tapi itu terjadi begitu saja!

Detik berikutnya ia menghampiri Karin.

Karin berbisik.

"A-Apaa itu tadi...?"

"A-Aku tidak tau." jawab Ino sekenanya.

"Ha? ayolah! kau berpandangan dengannya beberapa detik dan kau bahkan bersedia membukakan pintu untuknya!" bantah Karin lagi.

"Itu terjadi begitu saja!"

"Jangan jangan kau terkena hipnotis!" ucap Karin lagi.

"A-Apa? tidak mungkin!"

"Apa jangan jangan kau menyukainya!"

"H-HAAA?! Kau pasti bercanda! mana mungkin aku menyukai orang yang baru ku temui pagi ini!" bantah Ino.

"Cinta pandangan pertama mungkin?" tanya Karin menggoda.

"That's Not gonna Happen!"

"Berarti benar kamu memang kena Hipnotis!"

"Ah! terserah!"

dan perdebatan itu berlanjut. Namun harus berhenti saat seseorang membuka pintu kelas.

Sreek!

.

terlihat Seorang gadis berambut pink masuk. Ciri Khas seorang Haruno Sakura. kau akan mudah mengetahui karena hanya Sakura gadis berambut pink di kelas ini.

Ia membawa sebuah kantung plastik

Ino yang penasaran segera bertanya "Itu apa Sakura?"

"Oh ini?! ini roti." sahut Sakura sembari memperlihatkan isinya kepada Ino dan Karin.

"Astaga Banyak sekali! Kau akan memakan semua?!" Tanya Karin. Di dalam plastik yang dibawa Sakura terdapat 3 jus dan 3 roti isi.

"Haha. tentu saja tidak! ini titipan dari Kakashi-sensei untuk teman baru kita-eh? Kemana dua orang yang lain?" Tanya Sakura saat ia melihat hanya Sasuke yang ada di sana. Ia tertidur.

Menyinggung teman baru, Ino malah tersipu malu.

"Baru saja keluar." sahut Karin.

"Oh." jawab Sakura sebelum ia menghampiri Sasuke. Ia berniat membangunkannya.

.

.

Sasuke Point Of View

Aku sekarang berada di sebuah ruangan, ruangan ini gelap. Bayak debu di sana sini. Aku heran kenapa aku bisa berada di sini. Seingatku tadi aku berada di kelas. Kruuuk! ah! Perutku berbunyi. Benar juga aku belum makan apapun dari kemarin.

Cklek!

Lampu menyala.

Aku melihat sekitar. Ini adalah dapur di Uchiha mansion.

Ah! itu Kaa-san! teriakku sebelum aku lalu menghampirinya. akhirnya aku bisa makan sesuatu.

Kaa-san sedang memasak. Dari baunya, aku tau ini adalah makanan kesukaanku.

"Kaa-san~ kau masak apa?"

"Ah!kau sudah bangun Sasuke? duduklah. Aku memasak nasi goreng tomat kesukaanmu."

AH! terimaksih tuhan! Penderitaanku berakhir!

"Makanlah sebanyak yang kau mau Sasuke. Kalau kurang akan Kaa-san buatkan lagi."

Hebat! Masakan Kaa-san memang tidak ada tandingannya!

Dag dig dug. Di depanku kini telah bertengger manis sebuah piring besar nasi goreng tomat. Aku akan menikmati ini.

Saat aku mencoba menyuapi diriku dengan sesendok Nasi. Kaa-san memanggil lagi.

"Sasukee..."

'ada apa kaa-san?'

"Sasuke..."

'K-Kaa-san?'

Aku melihat kaa-san semakin mejauh.

"Sasuke.."

.

.

"Sasuke bangun!"

"Kaa-san?

.

.

Normal Point Of View

.

"Oy Sasuke bangun!" bisik Sakura pelan.

"Ngh? Kaa-san?" Sasuke mengucek matanya. Namun ia tidak menemukan Ibunya. Sekarang dihadapannya ia malah melihat seorang gadis berambut pink.

"A-Apa?" Sasuke sedikit terkejut saat menyadari situasi. Ia masih berusaha mengumpulkan kesadarannya

"Maaf menganggu tidurmu Sasuke. Aku hanya ingin memberikan ini." ucap Sakura sembari memberikan Kantong plastik kepada Sasuke. Sasuke yang sedikit sadar dari tidurnya tanpa ragu menerima bungkusan tersebut.

"Apa ini?" tanya Sasuke.

"Itu titipan dari Kakashi-sensei untuk kalian bertiga."

Sasuke membuka bingkisan itu. Roti isi dan jus! Hell Yeah. Ia kini sadar Sepenuhnya.

'Oh terimakasih Kakashi!'

Sasuke lalu menatap gadis berambut pink itu. Ia dengan ragu berkata "Hn. Terimakasih."

Sakura tersenyum. "Sama-sama."

Entah kenapa rasanya sangat aneh. Sasuke jarang mengucapkan terimakasih. Apalagi kepada seorang gadis selain ibunya.

Namun Sasuke sangat bersyukur saat ini.

.

saat itu pula Sasuke merasa jatuh cinta..

.

.

.

.

.

.

.

...Jatuh cinta terhadap Roti Isi.

.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

TBC

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Author Note(s) : Hanzama is back!

kritik dan saran dibutuhkan. Gaya penulisan Hanzama udah bener blum sih? jujur, Hanzama masih mengabaikan aturan aturan dasar menulis fanfic karena memang kurang mengerti.

tau deh banyak yang suka apa enggak. emang panjang per chapternya. well~ searching 4 luck.

Kritik dan saran dipersilahkan. Kritik adalah makanan saya. haha.. kritik tempe. kritik tahu .. ehem.

Q: Lanjut? /END?

.

.

KRITIK DAN SARAN

v

v

v

v

v

v