Main Cast : Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Other Cast : Lee Donghae

Victoria

Lee Hyukjae

Kim Ryewook

Author : Cho Ocean

Rate : T

Genre : Romance,Hurt

Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan dan Orang cerita ini MURNI milik author kece istri Cho Kyuhyun –Gak usah pada protes kaya demo buruh yee-

Warning : GS buat para uke kece,yang gak suka silakan di CLOSE aja..Gomawo.

.

.

Happy reading...Enjoy it...Syalalalalalaa,,,

.

.

.

LOVE AND FRIENDSHIP

Chap 2

Flashback

Author POV

Kini Sungmin duduk diperpustakaan sambil mengerjakan tugas dari Park Sonsengnim. Terlihat guratan didahinya ketika mengerjakan soal yang sedikit sulit ia jawab. Saat ini suasana perpustakaan tampak sedikit legang karena tidak banyak siswa yang datang ke

perpustakaan pada jam istirahat,mereka lebih memilih mengisi perut mereka yang lapar dikantin dari pada duduk tenang sambil membaca buku disini.

Sungmin masih fokus berkutat pada tugasnya, kalian bertanya dimana Victoria? Kenapa hanya Sungmin yang sibuk mengerjakan tugas? Sebenarnya Sungmin dan Victoria berbeda kelas. Sungmin dikelas 2-C dan Victoria kelas 2-B, Sungmin dan Victoria juga memiliki satu sahabat lagi yang bernama Ryewook. Tetapi Ryewook jarang berkumpul dengan mereka karena sering bersama namjachingunya yang bernama Yesung. Namun saat ini sepertinya Ryewook menyempatkan diri makan bersama Victoria dikantin, sayangnya Sungmin ada tugas sehingga dia tidak bisa berkumpul dengan sahabat-sahabatnya itu.

Victoria juga memiliki namjachingu, namun namjachingunya kini duduk dibangku kuliah di SM University. Nickhun, namjachingu Victoria terpaut perbedaan usia 4 tahun. Meskipun terpaut usia yang lumayan jauh namun hubungan mereka bisa dikatakan harmonis dan bertahan selama 2 tahun. Dibandingkan dengan kedua sahabatnya yang sudah maju satu langkah didepan, hanya Sungmin yang bertahan dengan kesendiriannya. Bukan karena dia tidak ingin memiliki namjachingu namun banyak namja yang mendekatinya hanya agar bisa mendekati Victoria. Kalau dilihat dari segi fisik tentu Victoria lebih unggul, ia cantik, tinggi, langsing, dan juga sexy. Kalian bertanya bagaimana Sungmin? tubuh pendek sedikit berisi, wajah tidak cantik dan tidak jelek, mirip seperti kelinci mungil yang berisi. Namun satu hal yang menjadi keunggulan dari Sungmin,wajahnya yang manis sama sekali tidak pernah bosan untuk dipandang. Ada juga yang menyukai Sungmin namun begitu melihat Victoria tentu mereka lebih memilih Victoria. #Miris.

Sungmin masih sibuk berkutat dengan tugasnya, tiba-tiba ada seorang namja berdiri didepan Sungmin.

"Hai" Sapa namja asing itu sambil menyunggingkan senyumnya.

Sungmin menghentikan aktivitasnya mengerjakan tugas dan mendogakan kepalanya menatap wajah namja itu.

"Nugu?" Tanya sungmin sambil mengerutkan keningnya.

"Cho Kyuhyun imnida" Jawab Kyuhyun sambil mengulurkan tangannya. Sungmin yang masih belum mengerti maksud namja dihadapannya ini hanya terdiam tanpa membalas uluran tangan namja itu. Kyuhyun yang tidak juga mendapatkan respon dari Sungmin akhirnya menarik kembali tangannya dan menarik kursi dihadapan sungmin lalu duduk dan mulai menjelaskan maksudnya menghampiri Sungmin.

"Oke mungkin kau bingung dengan kedatanganku ini, tapi aku mengenalmu, aku mengetahui namamu lebih tepatnya"

"Lalu?" Tanya Sungmin yang masih belum mengerti maksud Kyuhyun.

"Jadi begini Sungmin Shii, aku menyukai sahabatmu Victoria dan maksudku menemuimu adalah untuk meminta bantuanmu agar aku bisa melakukan pendekatan dengan Victoria. Kau pasti mengerti maksudku kan? Jadi bisakah kau membantuku?" Tanya Kyuhyun dengan sedikit nada permohonan diujung kalimatnya.

"Aku tidak bisa" Jawab Sungmin tegas.

"Wae? Apa karena kau merasa aku memanfaatkanmu sebagai sahabat Victoria? Mian aku tak bermaksud begitu, aku hanya ingin meminta bantuanmu. Aku tidak tahu harus bagaimana lagi, aku menyukainya. Sangat menyukainya. Tapi ak.."

"Bukan begitu" Sungmin memotong ucapan Kyuhyun, ia menarik nafas sejenak sebelum melanjutkannya "Bukan karena itu aku menolak membantumu, tapi karena Victoria sudah memiliki namjachingu".

"Jeongmal?" Tanya Kyuhyun dengan nada lirih.

Sungmin hanya menganggukan kepalanya. Seketika raut wajah Kyuhyun berubah menjadi muram dan tertunduk lesu. Melihat itu sebenarnya Sungmin tidak tega namun dia bisa bilang apalagi selain kenyataan yang ada.

"Baiklah, mian kalau aku sudah mengganggu waktumu,aku permisi dulu" Kyuhyun bangkit dari tempat duduknya dan membungkukan badan setelah itu pergi meninggalkan perpustakaan dengan tampang lesu.

Setelah satu menit Kyuhyun meninggalkan perpustakaan tiba-tiba Sungmin teringat sesuatu. Seketika itu juga Sungmin bangkit dan membereskan buku-bukunya diatas meja kemudian bergegas meninggalkan perpustakaan untuk menyusul Kyuhyun.

Ketika didepan pintu perpustakaan Sungmin melihat Kyuhyun berjalan gontai menaiki tangga menuju kelasnya 2-A.

"Kyuhyun Shii, Changkaman" Sungmin berlari sambil berteriak menghampiri kyuhyun.

Merasa dipanggil namanya, Kyuhyun pun menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang dan bingung melihat Sungmin yang kini berdiri tepat dihadapannya dengan nafas terengah-engah. "Kenapa dia mengerjarku?" Batin Kyuhyun.

"Wae?" Tanya Kyuhyun.

"Bukankan kau sahabat Donghae?"

"Ne,wae?" Tanya Kyuhyun lagi.

"A..Aku, Aku juga menyukai sahabatmu Donghae. Bisakah kau membantuku mendekatinya?" Tanya Sungmin penuh harap.

"..."

Melihat Kyuhyun yang diam menatap wajahnya datar membuat Sungmin sedikit salah tingkah dan takut kalau Kyuhyun marah karena dia tidak mau membantunya dekat dengan Victoria sedangkan dirinya meminta bantuan untuk mendekati Donghae.

"Aaa, kau jangan salah paham aku meminta bantuanmu tidak dengan Cuma-Cuma. Aku juga akan membantumu mendekati Victoria, Otte?" Tanya Sungmin, ia sengaja membuat sedikit penawaran, setidaknya kedua belah pihak harus merasa memiliki keuntungan kan? Anggap saja mereka sekarang tengah melakukan bisnis. Bisnis hati lebih tepatnya. Siapapun ingin mendapatkan keuntungan dengan perjanjian yang akan disepakati kan? Oleh karena itu Sungmin memberikan penawaran yang juga menguntungkan pihak Kyuhyun.

"Ne? Bukankah tadi kau mengatakan kalau kau tidak bisa membantuku karena Victoria memiliki namjachinggu? Apakah kau bermaksud menghancurkan hubungan orang lain hanya demi keuntunganmu sendiri? Bahkan Victoria bukan orang lain bagimu, dia sahabatmu. Kenapa kau tega melakukan ini padanya? Aku tidak menyangka kau orang yang seperti ini Sungmin Shii, tapi maaf aku bukan orang yang seperti kau, aku permisi dulu" Kyuhyun hendak meninggalkan Sungmin namun langkahnya tertahan ketika lengannya ditahan oleh Sungmin.

"Bisakah kau dengarkan penjelasanku dulu?"

"Baiklah, apa yang ingin kau jelaskan?" Tanya Kyuhyun dengan wajah datar sambil melipat kedua tanggannya didepan dada.

"Apakah menurutmu aku sepicik itu memanfaatkan kau dan Victoria untuk mendapatkan apa yang aku inginkan? Apakah tadi aku mengatakan bahwa kau akan mendapatkan Victoria sebagai KEKASIHMU?" Tanya Sungmin dengan menekan pada kata kekasihmu.

"Ani, Tapi tetap saja kau memanfaatkannya" jawab Kyuhyun tidak mau kalah.

"Aku hanya ingin membantumu dekat dengan Victoria, setidaknya kau bisa berteman dengannya bukan menjadikannya kekasih, begitu juga dengan aku. Aku hanya ingin dekat dengan Donghae sebagai chingu nya. Setidaknya aku pikir meskipun kita tidak bisa menjadikan mereka kekasih tetapi kita bisa berteman dengan mereka. Kalau suatu saat ternyata kau dan Victoria menjadi sepasang kekasih itu artinya takdir Tuhan. Begitu juga dengan diriku. Kau paham maksudku?"

Kyuhyun nampak berfikir sejenak lalu ia mengangguk-anggukan kepalanya tanda dia mengerti. "Kalau begitu kita sepakat untuk saling membantu?" Tanya sungmin sambil mengulurkan tangannya, dan tanpa ada keraguan Kyuhyun membalas menjabat tangan Sungmin sambil berkata "Aku sepakat". Keduanya saling memandang dan mengukirkan senyuman mereka.

Flashback End

.

.

.

Keesokan harinya Sungmin kembali masuk sekolah setelah tiga hari izin karena sakit. Keadaannya tidak bisa dikatakan baik dalam tiga hari ini, berat badannya menyusut,wajah cerahnya menjadi pucat, nafsu makan yang biasanya begitu besar kini menurun, bahkan makanan enak yang tersaji didepannya pun diabaikan begitu saja. Sungmin lebih sering mengurung diri dikamar dan menangis dalam diam. Eomma Sungmin sebenarnya khawatir dengan keadaan anaknya itu, sempat Eomma Sungmin menelepon Victoria, Ryewook dan Hyukkie untuk datang namun saat mereka datang Sungmin tidak ingin menemui mereka. Sebenarnya mereka sangat kecewa dan sedih dengan penolakan Sungmin namun mereka mengerti keadaan Sungmin. Apalagi Victoria yang merasa bersalah atas semua hal yang terjadi pada dirinya dan Sungmin. Bohong kalau dia tidak menangis dan bersedih melihat hubungannya dengan Sungmin menjadi seperti ini namun dia juga hanya manusia biasa yang ingin mempertahankan miliknya sejak awal. Tidak ada dalam benak Victoria untuk menyakiti Sungmin, selama ini ia cukup menahan perasaannya dan dia ingin sedikit egosi untuk kebahagiaannya saja, apa itu salah? Victoria sangat berharap Sungminnya dapat kembali seperti dulu dan kembali bersamanya dan juga Hyukkie serta Ryewook.

Sungmin POV

Aku berjalan dengan wajah datar menyusuri lorong sekolah menuju kelasku. Banyak siswa siswi yang melihat kearahku sambil berbisik-bisik sinis dan ada juga yang melihatku dengan tatapan iba. Aku tidak peduli dengan mereka, aku berusaha terlihat bingung mengapa siswa dan siswi melakukan hal itu terhadapku? tentu saja itu karena masalah yang aku dan Victoria alami ini menyebar dengan cepat seantereo sekolah seperti virus yang terjangkit dalam tubuh manusia.

Aku melanjutkan langkahku sampai aku berada didalam kelas saat ini. Aku mengedarkan pandanganku ke dalam kelas, beberapa teman sekelasku yang sudah datang tiba-tiba diam ketika aku memasuki kelas dan berjalan menuju bangkuku. Saat aku duduk tiba-tiba aku merasakan dua orang memelukku erat dari belakang.

"Bogoshipo Minnie-ah" kata mereka dengan lirih.

Tanpa aku menengok kebelakang pun aku sudah tau siapa mereka. Ya, mereka Hyukkie dan Ryewook. Ada sebersit getaran saat mereka memelukku, namun kutepis jauh-jauh perasaan itu. Bukankah aku sudah memutuskan untuk berdiri sendiri tanpa sahabat lagi? Keputusanku sudah bulat, aku ingin sendiri, ingin berjalan sendiri tanpa pendamping, tanpa teman.

Aku tidak ingin sakit lagi,tidak ingin dikhianati lagi, tidak ingin hancur lagi. Cukup kemarin dan kupastikan tidak akan terulang kembali dalam hidupku. Aku tidak bisa lagi mengharapkan seseorang menjadi sandaranku, penopangku. Aku hanya bisa mengandalkan diriku sendiri untuk tempatku bersandar dalam keadaan apapun. Selain diriku tidak ada lagi yang bisa kupercaya. Cukup percaya pada diriku dan semua akan baik-baik saja. Tentu begitu yang benar.

"Mianhae Ryewook Shii, Hyukjae Shii aku permisi dulu" Aku melepaskan kedua lengan mantan sahabatku, mengambil tasku dan berjalan kearah bangku yang diduduki Sunny salah satu teman sekelasku yang duduk di bangku paling depan. Sekilas aku melirik kearah Ryewook dan Hyukkie yang berdiri mematung karena ucapanku tadi. Namun aku berusaha tidak memperdulikannya.

"Sunny Shii, bisakah kita bertukar tempat duduk? Aku ingin duduk didepan"

"Tapi, bagaimana dengan Victoria, apa dia juga akan pindah didepan?"

"Tidak, aku akan duduk dengan Seohyun didepan sedangkan kau duduk dengan "dia" dibelakang" Jawabku, memang aku sengaja tidak menyebutkan nama Victoria, entahlah namun aku hanya tidak ingin menyebut namanya saja didepan orang lain. Hanya ingin menunjukan pada orang-orang bahwa aku tidak ingin berurusan dengannya lagi.

"Seo, apa kau tidak apa-apa kalau aku pindah tempat duduk?" Sepertinya Sunny tidak enak meninggalkan Seohyun namun ia juga tidak enak untuk menolak permintaanku. Sebenaranya aku pun merasa tidak enak melibatkan orang lain dalam masalahku. Namun mau bagaimana lagi, dengan keadaan aku dan Victoria sekarang tidak mungkin kami duduk bersebelahan dan berbagi meja bersama. Apa kalian bingung kenapa aku bisa satu kelas dengan Victoria? Sekarang aku sudah duduk dibangku kelas 3 dan sebelum masalah ini muncul aku merasa beruntung bisa sekelas dengan Victori a dan Ryewook ditambah lagi dengan kehadiran Hyukkie sebagai murid baru. Mulai saat itu kami berempat menjadi sangat dekat dan selalu bersama. Itu dulu.

"Gwencana Sunny-ah, Biarkan Sungmin duduk disini" Ucap Seohyun sambil melihat kearahku sambil tersenyum. Aku membalas senyumannya dengan senyuman tipis dan sorot mataku yang seakan mengucapkan terima kasih padanya.

Tanpa banyak bicara lagi Sunny pun berjalan kearah bangkuku dan duduk disana, begitupun dengan diriku. Aku duduk dibangku Sunny, karena Bell masuk masih ada sekitar 15 menit lagi akupun hanya diam sambil memandang ke arah jendela.

"Yak Chagia, kau ini jangan menarik-narik rambutku nanti rambutku kusut"

"Aku tidak menariknya chagi, aku hanya memegangnya. Rambutmu lembut aku suka dan juga wangi sekali, kau tidak boleh memotongnya! Biarkan rambut indah ini tetap teruarai panjang"

DEG...

Itu suara Victoria dan juga Kyuhyun, aku melirik kearah mereka. Kalian bertanya bagaimana perasaanku saat ini? Bagaimana kalau aku bertanya pada kalian, apa yang kalian rasakan ketika kalian melihat orang yang kalian cintai tersenyum bahkan tertawa dengan sahabat yang menghianati kalian? Yang merebut orang yang kalian cintai? Senyuman itu, tawa itu yang dulu hanya ditujukan untukku kini telah direbut oleh sahabatku sendiri. Apa masih pantas aku menyebut wanita itu sebagai sahabatku? Tidak, dia bukan sahabatku lagi. Dia tidak lebih dari sekedar penghianat, perusak kebahagiaanku, penghancur terkejam. Manusia tanpa perasaan. Kalian tau apa yang dikatakannya saat aku marah padanya karena menghianatiku?

"Mianhae Minnie-ah, Logikaku mengalahkan hatiku. Aku tau ini akan sangat sulit untukmu namun aku percaya ini hanya awalnya saja dan aku percaya kau dapat melupakannya"

Mudah sekali ia mengatakan itu, saat ia menghianati aku tak sedikitpun ia menggunakan hatinya untuk memikirkan perasaanku. Ia hanya menggunakan logikanya bahwa rasa sakitku akan menghilang dengan seiringnya waktu. Apa dia sudah gila? Apa dia bodoh? Bagaimana orang yang selama ini kau cintai bisa kau lupakan begitu saja, bahkan setiap detik dalam hidupku namja itu selalu ada dalam hatiku. Dia egois dan hanya memikirkan hatinya,bahkan sesaat setelah ia menyakitiku ia ingin aku tetap menjadi sahabatnya. Ini gila. Mana ada seseorang yang dikhianati sahabatnya dapat tetap berhubungan baik.

Sungmin POV End

Victoria dan Kyuhyun menghampiri bangku dimana Victoria duduk. Namun melihat Sunny yang duduk manis ditempat duduk Sungmin membuat Victoria mengerutkan keningnya.

"Sunny-ah, mengapa kau duduk ditempat Minnie?"

"Ah, Mian Vic tadi Sungmin memintaku bertukar tempat duduk"

"Minnie?" Tanya Victoria masih belum mengerti, namun melihat arah pandangan Sunny kedepan membuat Victoria mengikuti arah pandang Sunny begitu juga dengan Kyuhyun yang sedari tadi berdiri diam disamping Victoria.

"Mi..Minnie" Ucap Victoria terbata-bata saat melihat Sungmin yang duduk dibangku Sunny.

Saat Victoria ingin menghampiri Sungmin, seketika itu juga Kyuhyun menahannya "Biar aku saja" setelah itu Kyuhyun menghampiri Sungmin.

"Sungmin, kita harus bicara" Ucap Kyuhyun sambil menarik tangan Sungmin namun seketika itu juga Sungmin menepis tangan Kyuhyun.

"Maaf Kyuhyun Shii tapi kurasa kita tidak memiliki urusan apa-apa lagi dan lagi pula sebentar lagi bell masuk berbunyi sebaiknya anda segera kembali kekelas" Tolak Sungmin sambil menatap mata Kyuhyun datar. Semua teman-teman dikelas Sungmin yang sudah sejak tadi datang dan menyaksikan kejadian itu hanya bisa diam tegang tanpa ada yang ingin ikut terlibat. Mereka cukup menjadi penonton saja.

"Aku tidak perduli dengan bell atau apapun, kalaupun akan dihukum aku pun tak peduli, sekarang kau ikut aku" Kyuhyun pun menarik paksa tangan Sungmin dan memaksa Sungmin berjalan mengikutinya. "Lepaskan aku" Sungmin berontak dan mencoba melepaskan cengkraman tangan Kyuhyun namun kekuatan Kyuhyun lebih besar darinya dan dengan terpaksa ia mengikuti langkah Kyuhyun. Setelah mereka menghilang dipintu kelas seketika itu pula Victoria terduduk lemas dibangkunya. Melihat itu Ryewook dan Hyukkie menghampiri Victoria.

"Vic,gwencana?" Tanya Ryewook dengan nada cemas.

"Ottokhe Wokkie ah, Hyukkie-ah.. hiks.. Minnie.." Victoria tidak dapat melanjutkan kata-katanya lagi, Ryewook dan Hyukkie pun sontak memeluk erat Victoria dan mencoba menenangkannya.

"Kau tenang saja, Kyuhyun pasti dapat membujuk Minnie, kau tau kan Minnie selalu menurut kata Kyuhyun"

"Benar kata Hyukkie, sudah jangan menangis lagi sebentar lagi bell masuk berbunyi sekarang hapus air matamu, kita bahas ini lagi nanti" Ucap Ryewook sebelum ia dan Hyukkie kembali ke bangku mereka.

.

.

.

Kyuhyun POV

Kini aku berada ditaman belakang sekolah bersama Sungmin, aku masih menggenggam tangannya erat, takut-takut ia mencoba kabur lagi. Aku melirik kearahnya, aku melihat sorot matanya yang kosong dan datar. Aku sedih melihat orang yang aku sayangi begini. Kalian bertanya kenapa aku menyayangi Sungmin tetapi menjadikan Victoria sebagai yeojachinguku?Tidak ada yang salah, sejak awal aku memang mencintai Victoria, tetapi aku juga menyayangi Sungmin sebagai sahabatku. Aku sebenarnya tidak ingin ini terjadi namun keadaan memaksaku untuk melakukan ini.

"Bunny.." Aku merasakan tubuh Sungmin sedikit menegang saat aku memanggilnya dengan Bunny, saat aku masih dekat dengannya memang aku selalu memanggilnya Bunny karena dia manis seperti kelinci dan ia pun suka aku panggil dengan sebutan Bunny. Kalau mengingat masa-masa kami dulu semuanya terasa indah dan jujur aku merindukan masa-masa itu.

"Jangan panggil aku dengan nama menjijikan itu lagi" Jawab Sungmin sambil menatapku tajam.

"Baiklah aku mengerti, tapi aku mohon padamu Minnie-ah hentikan ini. Tak bisa kah kau menerima keadaan ini? Bukankah kau mencintaiku? Bukankah kau menyayangi Victoria? Janganlah persulit kami dengan sikapmu yang seperti ini. Aku tidak bisa melihat Victoria terus-menerus bersedih karena kau memusuhinya seperti ini. Kalau kau enggan melakukannya untuk Victoria maka lakukanlah demi aku. Kumohon Minnie, tidakkah kau merindukan masa-masa kita bersama? tidak bisa kah kita semua saling berdampingan? Meskipun aku dan Victoria bersama aku berjanji tidak akan meninggalkanmu, kita tetap bersahabat dan dekat seperti dulu" Mohonku pada Sungmin, jujur aku tak tau harus bagaimana lagi. Kepalaku terasa ingin pecah, aku bimbang dengan keadaan ini. Aku mendapatkan Victoria namun Sungmin menjadi seperti ini. Tetapi jika aku tak bersama Victoria tentu aku yang akan menderita.

"Tak bisakah sedikit saja aku ada dalam benakmu? Sedikit saja kau mengkhawatirkan perasaanku? Apa hanya untuk Victoria saja? Apa kedekatan kita selama ini hanya semu bagimu sehingga kau tidak memikirkan perasaanku? Hikss...Hikss..." Sungmin menunduk dan terisak menangis seperti ini yang aku inginkan. Bukan. Sungguh. Tidak tahan melihat Sungmin menangis begitu pilu akhirnya aku menarik tubuhnya dalam dekapanku. Kupeluk erat sambil menepuk-nepuk punggungnya pelan, aku selalu melakukan itu ketika ia menangis. Tiba-tiba Sungmin melepaskan dekapanku dan menatapku dengan mata yang basah dan memerah. Pancaran mata itu menunjukan permohonan yang sangat dalam kepadaku.

"Tinggalkanlah Victoria, kumohon.." Ucap Sungmin dengan nada lirih.

Seketika aku merasa panas dan emosi dengan permintaan Sungmin yang menurutku sungguh egois dan keterlaluan.

"Kenapa kau egois sekali eoh? Apa aku dan Victoria harus mengorbankan perasaan kami hanya demi dirimu? Lee Sungmin perlu kau tau, aku tidak mencintaimu! Sadarlah akan itu, jangan sudutkan kami ! Apalagi Victoria, kau selalu mengatakan ia mengkhianatimu? Bukankah sejak awal kau tahu bahwa aku mencintai Victoria? Bahkan sejak awal kita tidak memiliki hubungan selain persahabatan, jadi bagaimana kau bisa mengatakan bahwa Victoria mengkhianatimu?" Ucapku dengan penuh emosi. Sejujurnya ini kali pertama aku membentaknya seperti ini, semarah-marahnya aku dulu tak pernah sekalipun aku memarahinya apalagi membentaknya. Namun kali ini aku harus tegas. Kulihat dia menangis dalam diam. Namun tiba-tiba dia mendongakan wajahnya dan menatapku dengan tatapan terlukanya. Sial, rasa bersalah merasukiku kembali.

"Baiklah kalau itu yang kau mau, aku akan menghargai keputusanmu dan mulai saat ini anggap kau dan Victoria tak pernah jalani semuanya masing-masing, aku tak akan lagi mengusik hidupmu. Terima Kasih atas segalanya, aku permisi" Ucap Sungmin sebelum pergi meninggalkanku sendiri. Bodoh, aku memang bodoh.

Kyuhyun POV End

.

.

.

Author POV

Sungmin terus berlari keatap sekolah, ia butuh menenangkan diri. Ia sudah tidak perduli lagi kalau ada Guru yang menemukannya membolos saat pelajaran. Yang dibutuhkannya hanya ketenangan saja, dan atap sekolah adalah pilihan yang tepat.

"KYUHYUN PABBO! KENAPA KAU MELAKUKAN INI PADAKU? WAE? APA HANYA VICTORIA YANG BERARTI UNTUKMU EOH? TIDAK BISAKAH KAU MELIHATKU YANG TULUS MENCINTAIMU? HIKS...HIKSSS"

Sungmin jatuh terduduk setelah lelah berteriak menyuarakan suara hati kecilnya. Ia masih saja menangis tanpa menyadari seseorang yang sejak tadi berada dibelakangnya. Orang itu menghampiri Sungmin dan berjongkok disamping Sungmin sambil menyodorkan sapu tangannya.

"Bersihkan air matamu, kau jelek sekali saat menangis"

Sungmin terkejut dan menoleh kesamping "Donghae.." ucapnya dengan lirih. Sungmin terus menatap Donghae tanpa berniat sedikitpun mengambil saputangan yang sejak tadi Donghae ulurkan kepadanya. Melihat Sungmin tak bergeming dalam posisinya membuat Donghae mengarahkan saputangan itu dan mengusapnya dikedua pipi dan mata Sungmin yang basah karena air matanya. Mendapat perlakuan lembut dari Donghae seketika itu juga Sungmin menerjang tubuh Donghae hingga Donghae yang tadinya berjongkok kini terduduk.

"Hiks..Ottokhae? Ige neomu appo.." Ucap Sungmin sambil memukul-mukul dadanya.

"Ssttt,Uljima ne. Aku akan membantumu. Kau harus kuat dan tunjukan pada Victoria dan Kyuhyun kalau kau bisa tanpa mereka" Ucap Donghae sambil mengelus perlahan rambut Sungmin.

"Kenapa kau baik padaku?"

"Karena aku tidak bisa terus menerus melihat gadis yang sangat aku cintai menderita" Ucap Donghae sambil tersenyum.

"Mwo?" Tanya Sungmin dengan mata membulat karena terkejut.

"Bisakah kau memberikanku satu kesempatan? Aku akan membuatmu melupakan Kyuhyun dan membuatmu bahagia, bisakah percaya padaku?" Donghae menatap dalam mata Sungmin, meyakinkan Sungmin dengan kesungguhan ucapannya. Sungmin tampak berpikir keras sebelum akhirnya ia tersenyum.

"Ne, tapi aku tidak bisa berjanji cepat melupakan kyuhyun tetapi aku akan mencobanya" Ucap Sungmin akhirnya, dan dengan seketika Donghae memeluk Sungmin dengan erat dan memberikan kecupan kecupan kecil pada rambutnya. Sungmin pun membalas memeluk Donghae walaupun pancaran matanya masih menunjukan kesedihan yang mendalam tetapi ia akhirnya menyunggingkan senyuman tipisnya. Sebelum akhirnya mereka melepaskan pelukan mereka dan saling menatap dan melemparkan senyuman.

"Kau lihat saja Cho Kyuhyun, aku akan merebut kembali apa yang sejak awal memang menjadi milikku. Akan kubuat kau menyesal telah menyakiti Sungmin, menyakiti wanita yang kucintai. Dan aku tak akan membiarkan Sungmin kembali bersamamu bahkan hanya untuk sekedar teman" Batin Donghae.

TBC

Huwaaaaaaaa aku mau ngucapin Gomawo untuk Miss Key yang udah mau review FF ini.

Sempet gak mau lanjutin karena ga ada yg ngeriview tapi karena kamu udah review dan minta lanjut jadi aku lanjutin. Ceritanya emang masih agak ngebingungin tapi dikit-dikit udah mulai keliatan kan masalahnya kayak gimana, alurnya masih maju mundur sih jd sabar Ne buat terus ngikutin kelanjutannya. Sebenernya ini pertama kalinya aku nulis ff jadi maklumin ne kalau banyak salah dan bahasanya kurang enak dibaca. kalau ada yang masih bingung sama ceritanya tanyain aja yah, Sekali lagi gomawo.. yang baca tolong review ne... Sampe ketemu Chap depan... BOW..