Disclaimer: Eyeshield 21 hanyalah tokoh sampingan dalam fanfic ku. Yang

akan sering muncul dalam fanfic ku kali ini adalah Slam Dunk.

Karena aku sekarang sedang memiliki inspirasi yang tertuju pada

Slam Dunk. Eyeshield 21 dan Slam Dunk bukan milikku, aku

hanya memakainya dalam fanfic ku. HARAP DI MAKLUMI.

Nah, sekarang silakan di nikmati fanfic dari ku (di nikmati?? Mank

makanan).

JJJJJJJJJ

Slam dunk ↔Takehiko Inoue

Eyeshield 21 ↔ Richiro Inagaki & Yusuke Murata

Crazy mixed Story ® Hana .D. seijuuro

Competition

JJJJJJJJJ

Musim Semi, tanggal X bulan Y di sore yang penuh semangat dan ketenangan. Besoknya merupakan upacara penerimaan siswa baru di univ. Toudai. Seorang laki-laki berambut hitam berlatih bola basket di lapangan Nakanishi. Ia sangat tekun dan serius.

Duk…..duk…….duk….*bunyi bola basket yang di mainkan oleh laki-laki itu*

Kemudian datanglah seorang laki-laki berambut merah di tepi lapangan tersebut. Laki-laki itu memandang lelaki yang sedang berlatih dengan tatapan MEREMEHKAN.

"oiii Kaeda!", kata lelaki berambut merah kepada lelaki yang sedang berlatih

"kau lagi…….", kata Kaeda bosan sambil memandang sosok yang menyapanya tadi

"sepertinya lemparan slam dunk mu kurang keren kalau di bandingkan lemparanku…", kata Hanamichi sombong (ya….laki-laki tersebut adalah Hanamichi)

"oh…jadi menurutmu lemparan ku tidak bagus dan lemparan mu lebih baik di bandingkan aku?", Tanya Kaeda merendahkan diri (cee ileeeeeee tumben tuh! Ga' nyambung ya?)

"That's right~..", kata Hanamichi ber-inggris ria

"kau masih ingat tiga tahun yang lalu? Kalau masih ingat, kau tau. Kau itu KALAH TELAK dan tak bisa melakukan slamdunk..", kata Kaeda dengan senyuman sinis dan meremehkan nada suaranya pada kalimat 'kalah telak'.

"itu dulu…..~ sekarang mah beda atu…", kata Hanamchi memulai pake' bahasa sunda atu (sorry author mah bukan orang sunda so, I can't speak Sunda language tau Cuma dikit dikit)

"SOK HEBAT LU!", kata Kaeda yang juga memulai pake' bahasa gaul

"kalo' mank lu hebat coba kita adu tanding lagi……, gimana??*nada bicara sales yang sedang menawarkan barang dagangannya*", bujuk Kaeda dengan rayuan maut ala Nami 'Onepiece' (yang kayak di game ps 1 'onepiece' tu kan ada jurus cinta rayuan maut nya Nami)

"O.K sape takut??", kata Hanamichi membalas pertanyaan Kaeda (aduhh, dari tadi pake bahasa daerah mulu nih Hanamichi ga' pandai tobat kali ya')

Bletak… "diem lu author sialan~…", kata Hanamichi (nyut….nyut…nyut. iyee iyee sorry.,, lha kok kaya' Hiruma?)

"peraturan nya gampang aja…. Lo harus bisa slam dunk 3 kali dan kalo' gue lebih banyak dari pada elu!.........", kata Kaeda "elu kalah dan bakal gue ejek tiap hari…… mau ga' lu??", Tanya Kaeda sambil melanjutkan kalimatnya yang tadi

"kagak adil!!!", teriak Hanamichi kea orang kelaparan+menca'-menca' di lapangan tersebut

"maksud lo???", tanya Kaeda

"ya iyaalaaaaaaaahhhh masa' Cuma elu yang beri syarat….. truzz gue kagak???!", tanya Hanamichi kesal malah mau tabok Kaeda

Hanamichi: *dengan gerak lambat* *HAMPIR melayangkan tinjunya*

Tapiii…………..(.)

Tangan Hanamichi di tangkis oleh seseorang, yang menariknya adalah sosok gadis cantik, putih, en imutttttt bangetzz

"Haruko…..?", kata Hanamichi tercengang yang baru mendapati sosok yang menangkis tangannya itu

Kaeda: *kaget* *tercengang-cengang* *blush*

"aku tak tau kalau kamu sejahat ini Hanamichi……!", Kata Haruko sambil melepaskan tangannya dengan muka sendu dan nunjuk nunjuk Hanamichi

"maaf….. Haru…", Kata-kata Hanamichi terpotong

Haruko: *memotong pembicaraan Hanamichi*

"nanti haruko bilang Takenori lo!!!!", kata Haruko berpose centil dan bernada bicara seperti Manami from komik LIFE

"oooooopppzzzzsss *memandang diri sendiri* *salah tingkah* *blushing* *en last nutup mulut*", kata Haruko ya…… seperti kelakuannya tadi yang ada di baris kata Haruko

Kaeda: *ilfeel beraaaaaaaattttttt* *di latar belakangi black scene* *en keringetan*

Hanamichi: puh! *nahan tawa+megang dada* *saking nahannya nih, mukanya ampe' memerah kaya' kue richota*

"kenapa?", tanya Haruko sedikit kikuk

"kagak,….. kagak kenapa-napa kok", jawab Hanamichi yang sudah berhenti menahan tawa

"kalian boong ya?", tanya Haruko

Nah, sekarang malah Kaeda yang angkat bicara, "ehm ehm…. Haruko lebih baik kau pergi aja deh dari sini, kalo' kamu di sini (cieeee "kamu") (bletak….. author di tabok ama Kaeda nyut nyut nyut nyut sorry ……) ("diem lu author, kalau ga' gue hajar lu!", kata Kaeda) (iye iye sorry sorry)", yeah….. begitulah kata Kaeda yang telah berhasil ku potong

"bikin ribut aja lebih baik kamu pulang saja sana", kata Kaeda sinis dengan nada ngusir+ngelanjutin kalimat nya yang tadi

"Kaeda jaHATTTTT…. hiks", teriak Haruko berlari dan di ikuti isak tangisnya dan air matanya yang terjatuh indah

Kaeda: *kea' orang habis kena angin putting beliung* tunggu Haruko kamu salah paham

Kaeda: *menunduk dengan muka suram*

Hanamichi: *langsung ambil tindakan* *lari kea' orang kena kejar setan* (niatnya ntu mau ngejar si Haruko)

Aku tidak boleh menyia-nyia kan kesempatan ini, pikir Hanamichi

" hah…..hah... Haruko tunggu…….", kata Hanamichi dengan nafas terengah-engah

"apa lagi sudah cukup kalian menjelek-jelekanku hiks", kata Haruko berhenti berlari

Dan mereka berhenti di taman tori.

"Haruko, dengar dulu aku bukannya ingin menjelek-jelekkan mu tapi…..", kata-kata Hanamichi terpotong

"tapi apa?", tanya Haruko penasaran

"…….ada yang ingin ku katakan pada mu sekarang" kata Hanamichi

"apa?", tanya Haruko makin penasaran

Hanamichi: *blushing*
Haruko: *pose penasaran*

"Haruko….. akuuu……aku……. Suka sama ka….",

"kamu kenapa ada di sini Haruko?", kata seorang laki-laki yang sedang berada di tepi jalan

Sesaat kata-kata Hanamichi terpotong, saat laki-laki tersebut bertanya kepada Haruko.

Hanamichi: *memandang ke arah suara itu*

Haruko: *sama seperti Hanamichi*

"Takenori!", kata Haruko terkejut. (ntu tuh name nye) "aku sedang bicara sama Hanamichi emangnya kenapa?", tanya Haruko balik sambil melanjutkan kalimatanya yang tadi.

Hanamichi: *pucat pasi*

Weleh weleh kakak ipar ni!, pikir Hanamichi

Hanamichi: *memandang Takenori* *senyum ala sok cool* (weleh weleh…… lho, kok?!) (Hanamichi kepada author: ape lu bilang! Author: kagak-kagak sorry!)

~lanjoooooottttttt (ehe he! *nada ngelunjak*)

Takenori: *mandangin Hanamichi* *buang muka*

"nggak Cuma manggil aja! Oh iya!!!", kata Takenori dengan muka lagi mikir ape geto……

"apa-apa?", tanya Haruko

"tadi ibu manggil kamu…. Kamu di suruh balik ke rumah", kata Takenori

"makasih kak! Aku pulang dulu ya,", kata Haruko

Haruko: *berjalan mau balik ke rumah maksud nye* *balik lagi ke hadapan Hanamichi*

(weleh weleh ono opo iki?!)

"Hanamichi…. Percakapan kita lanjutkan lain kali aja ya! Aku mau pulang dulu..", kata Haruko kepada Hanamichi

"ayay Haruko!", kata Hanamichi (padahal dalam hatinya nangis tu! Ya kan, ya kan!?) (Hanamichi kepada author: berisik diem lu! Ga' bisa liat orang lagi sedih aja Author: iye iye sorry deh!) (kok gua dari tadi kebanyakan bilang sorry ya'? mungkin banyak dosa kali ya' ya Allah maafkan lah segala dosa hambamu ini).

Setelah Haruko pergi meninggalkan Hanamichi dan Takenori mereka berdua terdiam di depan taman tersebut.

"hey kau ada hubungan apa dengan adik ku?!", tanya Takenori

"kagak, kagak ada apa-apa kok!", jawab Hanamichi bersikeras menyembunyikan wajahnya yang udah blushing.

"hayo…… ada apa?", tanya Takenori malah makin penasaran

"kagak udah ah!", jawab Hanamichi ngasal dan semakin malas

"ya udah aku nyerah!", kata Takenori "kalau kau emang mau ma Haruko gue restuin kok!", kata Takenori melanjutkan

Mata Hanamichi langsung berubah jadi mata uang dolar AS.

Nih kesempatan ga' boleh oe lewatkan!, batin Hanamichi

"woi Hanamichi ngapain lu bengong", kata Takenori

"hah oh eh?! Kagak apa-apa kok!", kata Hanamichi yang baru sadar kalo' dah di panggil dari tadi

"eh boring kan di sini?", tanya Takenori (lha, kok jadi friendly ya Takenori)

"yo'i", balas Hanamichi (makin tambah sesat ni anak) (Hanamichi kepada author: ape lu bilang Author: hiiieeeeee kagak!...... bletak duk nyut nyut nyut sorry sorry)

~kembali ke lap…….top……

"aha!! Ayo kita ke lapangan Nakanishi ada Kaeda di sana en gua nih sebenarnya mau tanding bola basket ama tu anak!", kata Hanamichi

"gue nggak ada urusan sama pertandingan lo berdua! Bagus gue pulang kalau tau nya gini", protes Takenori

Takenori: *balik ke rumah*

Lha, si gorila satu ini weleh weleh!, pikir Hanamichi

Hanamichi: *langsung ngabur ke lapangan Nakanishi*

JJJJJJJJJ

~sesampainya di lapangan tempat Kaeda berada

Hanamichi: *memandang seluruh, seisi lapangan Nakanishi*

ALERT ALERT

Kagak ada siapa-siapa nih, batin Hanamichi

"bagus gue pulang dari tadi kalau tau gini", kata Hanamichi

Hanamichi: *pulang dan udah ngilang dan ga' keliatan lagi*

KAEDA P.O.V

Sore nya, di pipa besar yang berada di Taman Tori yang sedang sepi. Kaeda terbangun dari tidurnya yang lelap.

Kaeda: huaahhmmm nyenyak sekali *nutup mulut*

"lho, di mana nih?", kata Kaeda

Kaeda: *keluar dari pipa tersebut* *melihat keluar seperti jalan, tempat, suasana dll*

"ohh iya ya! *gaya bicara Udin Penyok yang ada di film Abdel & Temon* ini kan di Taman Tori" kata Kaeda ngomong sendiri

Gara-gara tadi ngejar Hanamichi yang lagi ngejar Haruko sih, pikir Kaeda

Ga' ada hubungannya sih denganku, tapi Cuma ingin tau saja apa yang di bicarakan mereka berdua, pikir Kaeda lagi

Taunya ketiduran jadi gak dapat informasi nih, pikir Kaeda melanjutkan

Cip cip cip cip cip

Kaeda: lho, kok bunyi suara burung gereja! *mikir*

-Dalam pikiran Kaeda-

Pada suatu hari di sore yang hangat. Seorang ayah dan anak sedang duduk di taman.

Cip cip cip cip

Kaeda waktu masih kecil sekitar umur 5 tahun. Ayah Kaeda sekitar umur 30 tahun.

Kaeda: ayah, itu bunyi apa?

Ayah Kaeda: bunyi suara burung gereja. Burung itu akan berbunyi bila sudah sore.

Kaeda: ooooooo~

-balik ke situasi-

Aduhhh udah sore, bisa mati aku!, batin Kaeda

Kaeda: *berlari dan pulang ke rumahnya sambil bawa bola basket*

END KAEDA P.O.V

(oh elu ternyata ada di Taman Tori di dalam pipa besar. Pantasan! Dari tadi di cari ga' dapet dapet)

JJJJJJJJJ

Keesokan harinya…….

Hanamichi beres-beres tanda siap pergi ke universitas. Ia memakai pakaian yang sangat rapi. Para pembaca yang superr perlu kita ketahui bahwa hari ini adalah hari penerimaan siswa baru di univ. Toudai. (lha, kok kea acara "Mario Teguh Golden Ways" yang ada di metro tv?!!!)

Hanamichi: *bersiap-siap pergi ke univ. Toudai* *mengambil sepeda* *lalu berangkat*

~sesampai nya di aula Universitas Toudai

Universitas Toudai ramai, penuh sampe sampe ga' keliatan tu aula univ. nya. Hanamichi melangkah masuk ke dalam aula tersebut dengan sangat percaya diri. Kemudian, ada dua orang laki-laki yang berjalan di sampingnya. Yang satu rambut nya warna kuning megang senapan dan makan permen karet tanpa gula, siapakah dia??(author: *bergaya kea detektif). Kedua, berambut merah, memakai sunglasess, dan memegang gitarnya kemana-mana, siapakah dia?? (author: *gayanya kea detektif*). Siapa?aaaaaaa.

"Hiruma….! Akaba….! Kalian berdua kul di sini ya?", Tanya seorang wanita yang tak asing lagi bagi mereka berdua, yaitu Mamori

Hiruma& Akaba: *menoleh ke sumber suara* *berhenti*

Hanamichi langung mengambil kursi dan duduk. Orang yang norak…, batin Hanamichi.

-balik ke Hiruma&Akaba-

"yo'I mank ngape?", Tanya Hiruma yang di ikuti suara Akaba pada bagian 'yo'I' saja.

"yuk duduk di sini…", ajak Mamori

Hiruma: *memandang Akaba dengan pandangan 'gimana?'*

"fuh~ apa boleh buat…. Ayo!", kata akaba

Hiruma: *senyum kepada Mamori manisssssss banget kea gula*

Seketika itu Mamori blushing. XD

To be continued…..

makin g' nyambung ya? Fic ku kali ini?

Author kehabisan akal dan gagasan untuk melanjutkan chap 2 jadinya, bersambung aja.

Topik nya kompetisi malah cerita lain. Hahaha biasa lah orang seperti ku ini makin hari makin gila.

Nantikan next chap ya…!! makanya saksikan terus di komputer-komputer terjelek atau rusak anda (eh???)! Sayonara~