"Hei, kau tahu siapa pemain nomor 4 itu?" Tanya seorang namja berbaju kuning pada namja di sampingnya.
"Aku tidak tahu tapi dari yang aku dengar, orang-orang mengatakan bahwa dia sangat jenius dalam basket untuk ukuran murid SMP. Bahkan dia langsung turun menjadi starter saat pertandingan pertama." Jawab namja yang tadi ditanya.
"Wah, apa dia murid baru?" Tanya namja berbaju kuning lagi.
"Sepertinya begitu. Aku mendengar dari percakapan beberapa orang, bahwa pertandingan final ini dia turun sebagai kapten tim." Jawab namja berbaju biru.
"Tetapi baru kali ini aku mendengar seorang murid baru menjadi kapten tim saat pertandingan final. Siapa namanya?" Tanya namja berbaju kuning.
"Namanya Kim Yesung, ani, Choi Yesung!" Ucap seorang namja tampan yang dari tadi hanya mendengarkan mereka berbicara.
Love In BasketBall YeWon
Title : Love In BasketBall
Author : AegyaCrackCouple'SJ
Genre : Romance, Friendship, Family
Main Cast : All Member Super Junior+Stephanie (CSJH)+Kahi (ex-member AS)
Pairing : YeWon/WonSung/WonYe, slight! Another Pair
Rating : T menuju M ( _ )
Disclaimer : All cast is not mine but I hope Kim Jong Woon aka Yesung is mine. But this story is mine.
Warning : Gaje, Typo's everywhere, Unofficial Couple! so if u don't like u can clik (X), BL, Summary gak nyambung, Shounan Ai
Summary : 2 namja berstatus 'suami istri' terpaksa menyembunyikan status akibat peraturan sekolah. Selain itu, tempat sekolah keduanya berbeda terkenal dengan ketidakakuran penghuninya serta dalam hal basket. Bisakah keduanya menjalani status sebagai 'suami istri' serta pemain basket profesional?
Happy Reading ^^
Love In BasketBall YeWon
"KLUB BASKET!" Teriak seorang namja berbadan tinggi. Bahkan beberapa murid yang lewat didepannya tampak sangat kecil. Tangan panjangnya melambaikan sebuah brosur.
"Untuk apa kau berteriak jika kau tidak menyerahkan brosur klub basket, Zhoumi babo?" Ucap seorang namja di sampingnya.
"Eh, Shindong hyung. Anou, apa perlu brosur ini kita bagikan juga?" Tanya si namja tinggi bernama Zhoumi.
"Tentu saja. Kita tidak mungkin menjelaskan pada murid baru tentang klub basket jadi kita hanya bisa menyerahkan brosur saja. Setelahnya mereka yang akan memutuskan apakah akan bergabung atau tidak!" Jelas Shindong sambil menyerahkan selembar brosur pada salah satu murid baru yang lewat.
Hari ini adalah hari pertama masuk tahun ajaran baru di Sapphire Blue High School. Selama satu minggu, kegiatan belajar akan ditiadakan untuk memberi kesempatan kepada klub sekolah merekrut anggota baru. Maka dari itu sejak pagi, halaman sekolah yang sangat luas sudah penuh dengan berbagai macam stan dari semua klub. Setiap stan berisi beberapa murid yang akan mencatat murid baru yang ingin bergabung.
Sedangkan di luar stan, terdapat beberapa anggota klub yang berusaha menarik minat murid baru untuk bergabung di klub mereka. Dengan cara berteriak mempromosikan klub atau membagikan brosur yang berisi penjelasan tentang klub.
"Lalu bagaimana dengan klub basket, hyung?" Tanya seorang namja manis bergigi kelinci yang muncul di belakang 2 namja tadi.
"Sungminnie, apa yang kau lakukan disini?" Tanya Shindong sambil menatap si namja manis.
"Aku disuruh Hankyung hyung untuk melihat kalian. Ternyata dugaannya benar, kalau belum ada yang bergabung diklub basket." Ucap Sungmin lemah.
"Anou, mian. Boleh aku minta brosurnya?" Tanya seorang namja mungil.
Sontak 3 namja tadi langsung menoleh kedepan dan menemukan sosok seorang namja mungil dengan rambut hitam pendek. Tangannya terjulur untuk meminta brosur dari Zhoumi. Shindong dan Sungmin menatapnya bingung karna namja ini adalah murid baru pertama yang mendatangi klub basket.
"Ah, tentu saja. Ini!" Ucap Zhoumi sambil menyerahkan brosur ditangannya.
"Kalau kau memang berminat, kau bisa langsung mendaftar di stan klub basket. Nanti kau akan menerima jadwal latihan." Jelas Sungmin sambil menatap namja di depannya.
"Ne!" Jawabnya singkat. Bahkan wajahnya sangat datar.
"Apa perlu aku antarkan?" Tawar Shindong.
"Kalau tidak merepotkan, baiklah!" Jawabnya datar.
"Arraso. Silahkan lewat sini!" Ajak Shindong sopan.
Sungmin dan Zhoumi hanya menatap kepergian keduanya dengan pandangan bingung.
"Entah kenapa aku merasa pernah melihat namja itu, tapi dimana?" Tanya Zhoumi sambil menggaruk pipinya.
"Kau benar, aku juga merasa begitu!" Ucap Sungmin.
"Tetapi tubuhnya mungil sekali, apa dia serius mau bergabung di klub basket?" Tanya Zhoumi sambil menatap Sungmin.
"Apa kau sedang mengejekku, koala?" Tanya Sungmin tajam.
"Uppss, anio hyung. Kau kan lain jadi jangan tersinggung ne?" Rayu Zhoumi.
"Cih!" Balas Sungmin.
Love In BasketBall YeWon
"Heh? Kau ingin bergabung di tim basket?" Tanya seorang namja cantik.
"Ne? Wae?" Tanya namja mungil di depannya polos.
"Tapi-"
"Gwenchana Heechul-ah, kita tidak pernah membatasi siapa pun yang ingin bergabung di tim basket kan. Lagipula aku yakin tinggi badan tidak jadi masalah jika itu yang kau takutkan." Ucap namja disampingnya dengan senyum malaikat.
"Tapi Teukie-"
"Hyung, memang apa salahnya jika dia bergabung? Aku juga tidak terlalu tinggi." Ucap namja berwajah ikan.
"Diamlah, Hae!" Ucap Heechul sadis.
"Anou, jadi bagaimana?" Tanya si namja mungil.
"Silahkan tulis namamu disini serta kelas, ne. Setelahnya kami akan memberikanmu jadwal latihan." Ucap namja yang dipanggil Teukie.
"Ne, gomawo hyung!" Ucap si namja mungil.
Tangannya langsung menulis nama dan kelas disebuah kertas. Setelah selesai, dia mendapatkan sebuah kertas yang berisi jadwal latihan. Dengan senyum cerah, dia berdiri dan membungkuk.
"Gomawo hyung, aku akan datang minggu depan." Ucapnya sambil melangkah keluar dari stan klub basket.
Berbeda dengan Sapphire Blue High School, Everlasting High School hanya di beri waktu selama 3 hari untuk melakukan perekrutan anggota baru klub. Maka dari itu sejak pagi lorong disekitar ruang klub ramai dengan murid yang berlalu lalang. Tampak beberapa klub menerima anggota yang cukup membludak tetapi ada juga klub yang mendapatkan anggota ala kadarnya.
"Sepertinya tahun ini klub basket juga akan kekurangan anggota. Tetapi semoga saja itu cukup untuk mengikuti turnamen tahun ini." Ucap namja berbadan paling kurus.
"Kau benar, Hyukkie. Walaupun anggota kita kurang tetapi kita masih bisa mengikuti turnamen seperti tahun-tahun sebelumnya." Lanjut Hae sambil tersenyum.
"Lagipula, tahun kemarin kita masuk 4 besar dengan anggota seadanya. Jadi tahun ini tidak akan masalah, apalagi kita mendapatkan anggota baru!" Ucap Hyukkie sambil tertawa.
Mereka semua yang ada disana hanya mengangguk setuju.
"Lalu selain namja tadi, apa ada yang lain?" Tanya namja berbadan kekar.
"Ada Kangin hyung, kalau tidak salah namanya Cho Kyuhyun!" Jawab Hyukkie sambil memeriksa kertas berisi nama anggota baru.
"Hanya 2 orang?" Tanya Kangin sanksi.
"Sudahlah, ini lebih baik daripada tahun kemarin." Ucap Teukie sambil tersenyum lembut.
"Kau benar, Teukie hyung!" Balas Kangin.
"Lalu dimana dia?" Tanya Heechul sambil melirik kesekitar stan.
"Kahi noona sedang mencarinya. Lagipula dimana lagi dia mau menghabiskan waktu jika bukan disana!" Ucap Kangin sambil duduk di samping Heechul.
"Kangin hyung benar. Bahkan dia akan tetap berlatih walaupun dia tingkahnya seperti itu!" Ucap Hae sambil menghela nafas.
"Tapi karna dia juga, tahun kemarin kita bisa masuk 4 besar!" Ucap Teukie sambil membaca kertas di tangannya.
Love In BasketBall YeWon
"Jadi kau akan mendaftar di klub basket?" Tanya namja berwajah China.
"Ne!" Jawab si namja mungil dengan nada datar. Matanya masih menatap lurus namja di depannya.
"Baiklah. Silahkan tulis nama serta kelas!" Lanjut namja di depannya. Tangannya mengulurkan sebuah kertas ke hadapan si namja mungil.
Tanpa bicara, namja mungil itu menulis nama serta kelasnya. Matanya kembali menatap namja di depannya begitu dia selesai menuliskan nama serta kelasnya.
"Kim Yesung?" Tanya namja di depannya sambil menatap Kim Yesung, si namja mungil.
Yesung hanya mengangguk dengan raut wajah datar. Matanya menatap lurus ke dalam mata namja yang menyebutkan namanya ini.
"Kim Yesung?" Ulang Shindong yang kebetulan berada di belakang Yesung. Yesung kembali mengangguk tanpa menoleh kebelakang.
"Baiklah, ini jadwal latihan klub basket. Kita akan mulai latihan minggu depan." Jelas namja di depannya.
"Gomawo, hmm-"
"Hankyung, kau bisa memanggilku Hankyung hyung." Jawab namja di depannya sambil tersenyum ramah.
"Ne. Gomawo Hankyung hyung!" Balas Yesung. Setelahnya dia berdiri dan melangkah keluar stan klub basket.
"Hyung, apa dia-"
"Anggota baru eoh?" Potong sebuah suara yang baru saja muncul.
"Stephanie, jangan muncul tiba-tiba seperti itu!" Tegas Hankyung.
Stephanie hanya mendengus geli mendengar ucapan teman sekelasnya ini. Dirinya kemudian duduk di samping Hankyung dan menatap kertas yang tadi berisi nama anggota baru. Matanya memicing saat menemukan sebuah nama yang tidak asing.
"Kim Yesung?" Ucapnya sambil menatap Hankyung.
Hankyung mengangguk sambil menatap kedepan. Masih banyak murid yang lalu lalang dan juga suara teriakan untuk mempromosikan klub mereka.
"Aku tidak menyangka dia mendaftar di sini. Aku pikir dia akan mendaftar di Everlasting High School atau Tohosinki High School." Ucap Stephanie sambil meletakkan kertas tadi.
"Aku pun tidak menyangka. Aku pikir tadi dia hanya bercanda saat menulis nama itu." Balas Hankyung sambil memijit pelipisnya.
"Jenius yang disebut sangat dingin pada orang-orang eoh?" Tanya Stephanie.
"Aku rasa bukan dingin tetapi dia hanya tidak tahu bersikap pada orang baru." Balas Hankyung sambil tersenyum. "Lagipula kau ingat, saat Junior School dulu dia sudah menjadi starter untuk pertandingan pertama. Bahkan dia membawa tim basket sekolahnya menjadi juara nasional!" Lanjut Hankyung.
"Heh? Jadi dia jenius yang dimaksud itu?" Tanya Shindong yang kaget mendengar obrolan kedua orang di depannya.
"Ne? Memangnya berapa jenius basket bernama Kim Yesung yang kau tahu, Shindong-ah?" Tanya Stephanie.
"Tapi- Bukankah katanya dia mendaftar di sekolah yang elit?" Tanya Shindong lagi.
"Tapi buktinya dia mendaftar di sini, Shindong-ah!" Tegas Hankyung.
"Hehehehehe~ kau benar hyung, baiklah! Aku akan menyusul Zhoumi dan Sungmin." Ucap Shindong sambil melangkah meninggalkan stan klub basket.
"Maka dari itu aku tidak menyangka bahwa dia akan masuk di sekolah ini. Mengingat sejarah sekolah ini yang hanya selalu bisa menembus 16 besar tetapi selalu gagal saat akan masuk keempat besar." Ucap Stephanie lirih.
"Hei, jangan seperti itu. Aku yakin, tahun ini kita bisa melakukannya!" Ucap Hankyung yakin.
"Kau benar! Aku harap mereka kuat menghadapi latihan neraka dari Taksama Ssaem." Harap Stephanie.
"Hahahahaha~ kau ini, kalau Taksama Ssaem mendengarnya, aku yakin dia akan menambah porsi latihan kita minggu depan!" Ucap Hankyung sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Lalu apa ada yang mendaftar selain dia?" Tanya Stephanie serius.
"Ada. 2 orang, Kim Kibum dan Henry Lau!" Jawab Hankyung tidak kalah serius.
Love In BasketBall YeWon
Dub... Dub...
"Ternyata kau ada di sini!" Ucap sebuah suara.
Namja yang tadinya sedang mendribble bola langsung berhenti dan menoleh kebelakang. Matanya menangkap sesosok yeoja yang bersandar di sisi pintu. Kedua tangannya terlipat di depan dada.
"Bisakah kau bersikap sedikit lebih 'yeoja', Kahi noona?" Tanya si namja tampan cuek.
Tangannya kembali melakukan dribble dan setelah berada di posisi yang menurutnya pas, dia langsung melakukan syuting dan-
SYUT - SRAK
Masuk dengan mulus. Kakinya melangkah untuk mengambil bola basket tadi dan kembali melakukan dribble.
"Kenapa tidak bergabung dengan yang lain?" Tanya Kahi sambil melangkah masuk kedalam gedung yang ternyata lapangan basket.
"Untuk apa?" Tanya si namja tampan kalem.
"Agar kau bisa melihat murid baru yang memang berbakat yang sudah bersedia bergabung!" Jawab Kahi sambil melangkah mendekati si namja tampan.
"Hah~ kau tahu, noona. Sejak aku bergabung, klub basket sudah cukup untuk menampung murid yang berbakat. Tetapi kau lihat, hingga turnamen tahun kemarin hanya aku, Donghae dan Hyukkie yang bertahan. Beruntung kami bisa bertahan dari latihan super neraka darimu dan juga Jung Hoon Ssaem!" Balas si namja tampan.
"Itu karna memang kalian tahan banting, Siwon-ah. Lagipula yang lainnya memang tidak seperti kalian yang memang bisa beradaptasi dengan yang lainnya." Balas Kahi.
Si namja tampan atau Siwon menghentikan dribble bolanya dan menatap Kahi.
"Lalu apa hubungannya?" Tanya Siwon sambil memutar bola di jari telunjuknya.
"Kau tahu, dari awal kalian bertiga bergabung, kami semua memang sudah menaruh perhatian lebih pada kalian bertiga." Jawab Kahi sambil mendribble bola yang direbutnya dari Siwon.
"Jadi karna itu kalian menyiksa kami bertiga, noona?" Tanya Siwon tidak percaya.
"Bukan menyiksa tapi menguji!" Tegas Kahi sambil mencoba menembak.
SYUT – SRAK
Masuk mulus melewati keranjang basket.
'Menguji apa jika seperti neraka?' Batin Siwon.
"Lalu berapa banyak murid baru yang mendaftar anggota basket?" Tanya Siwon sambil merenggangkan tubuhnya.
"Katanya hanya 2 orang tetapi itu cukup daripada banyak yang mendaftar dan akhirnya mundur sebelum turnamen." Jawab Kahi sambil kembali mendribble bola yang tadi dilemparnya.
"Untuk posisi?" Tanya Siwon sambil menerima pass dari Kahi.
"Entahlah. Tadi Teukie oppa hanya menyuruh mereka untuk menulis nama dan kelas. Setelahnya mereka menerima jadwal latihan yang akan dimulai minggu depan!" Jawab Kahi.
"Seperti tahun lalu eoh, apa tahun ini akan ada tradisi aneh lagi, noona?" Tanya Siwon sambil mencoba memasukan bola di tangannya dari luar garis three point.
SYUT – SRAK
"Aku tidak tahu, tapi kau ingat kan bagaimana Heechul oppa memperlakukan kalian tahun lalu?" Tanya Kahi sambil mengambil bola yang tadi ditembak Siwon.
"Aku harap tidak ada yang aneh-aneh!" Doa Siwon pelan.
"Aku justru berharap kejadian di atap akan terulang lagi!" Ucap Kahi sambil memutar bola basket di jari telunjuknya. Tidak lupa dengan smirk yang menghiasi wajah cantiknya.
"Kau kejam, noona!" Ucap Siwon sambil menggeleng.
Love In BasketBall YeWon
"Aku pulang!" Ucap seorang namja mungil. Tangannya melepas sepatu dan memakai sandal rumah yang disediakan. Kaki mungilnya melangkah masuk dan menemukan ruang tamu yang masih dalam keadaan gelap.
Tangannya meraba dinding untuk mencari saklar lampu.
CKLIK
Ruang tamu yang tadinya gelap langsung terang. Tampak sebuah sofa panjang dengan sebuah meja berbentuk segiempat panjang di depannya. Di depan meja terdapat sebuah TV yang berukuran lumayan besar. Mata sipitnya memandang jam yang tergantung di atas TV sudah menunjukkan pukul 6 sore.
"Aku terlalu lama di perpustakaan sehingga tidak sadar sudah jam segini. Sebaiknya aku mandi kemudian memasak untuk makan malam." Ucapnya sambil merenggangkan lehernya yang terasa kaku.
Kakinya melangkah menuju satu-satunya kamar yang terdapat di apartemen tersebut. Tangannya kembali meraba untuk mencari saklar lampu.
CKLIK
Tampak sebuah ranjang king size di tengah ruangan. Kemudian ada sebuah lemari, meja belajar yang berisi 2 laptop. Di sampingnya terdapat pintu kamar mandi. Setelah meletakkan tas dan mengambil handuk, kakinya melangkah menuju kamar mandi. Kakinya langsung melangkah menuju bathtub untuk mengisinya dengan air hangat. Bukankah lelah akan berkurang setelah berendam di air hangat?
Setelah terisi dengan air hangat, dia melepaskan seragam sekolahnya dan masuk ke bathtub. Matanya menatap langit-langit kamar mandi. Pikirannya menerawang mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu.
Flashback On
"Wah, tidak aku sangka kau bisa menjadi kapten tim di tahun pertamamu sekolah disini!" Ucap seorang namja tinggi.
"Aku juga tidak pernah berharap akan menjadi kapten tim. Pelatih yang memintaku jadi aku hanya melaksanakan apa yang beliau minta." Balas si namja mungil sambil mendesah.
"Baiklah, aku akan kekamar mandi untuk berganti baju. Apa kau mau ikut?" Tanya si namja tinggi.
"Aku akan menyusulmu. Kau duluan saja!" Balas si namja mungil.
Setelahnya si namja tinggi tadi melangkah meninggalkan si namja mungil. Si namja mungil memilih untuk mengistirahatkan tubuh yang lelah sehabis one on one dengan namja tinggi tadi. Dia bukannya tidak terbiasa tetapi entah kenapa hari ini tubuhnya terlalu lelah untuk bergerak. Tetapi dia tetap memaksa namja tinggi tadi untuk one on one.
15 menit berlalu, akhirnya si namja mungil memilih berdiri dan menyusul si namja tinggi. Sesekali dia memijit lehernya yang terasa pegal. Bahkan dia berdecak saat merasakan nyeri menyerang punggungnya.
"Cih, sombong sekali dia!"
Langkah si namja mungil terhenti saat dia mendengar suara yang sangat dia kenal. Dia memilih untuk berdiri di depan pintu karna dia penasaran akan kelajutan kata-kata dari namja di dalam.
"Mentang-mentang permainannya melebihi semua anggota, pelatih seenaknya memilih dia menjadi kapten. Jenius apanya!" Ucap namja di dalamnya.
Berusaha agar emosinya tidak keluar, si namja mungil menstabilkan nafasnya yang tadi sempat memburuh. Setelah yakin emosinua sudah stabil, si namja mungil menyentuh kenop pintu.
CKLEK
"Eh, Yesung?" Ucap si namja tinggi kaget akan kehadiran si namja mungil alias Yesung.
"Wae hyung?" Tanya Yesung dingin. Kakinya melangkah menuju lokernya yang berada di ujung ruangan.
Si namja tinggi tampak gugup saat mendengar nada dingin yang terdengar. Entah kenapa detak jantungnya berpacu saat melihat tatapan dingin Yesung.
"Hyung?" Panggil Yesung.
"N- ne?" Gugup si namja tinggi.
Yesung menoleh dan menatap si namja tinggi masih tetap dengan tatapan dinginnya. Hal itu membuat si namja tinggi semakin gugup.
"Untuk pertandingan besok, aku akan mundur sebagai kapten!" Ucap Yesung dingin.
"Eh? Wae?" Tanya si namja tinggi bingung. Walaupun sebetulnya dia sudah mengetahui penyebabnya.
"Tapi-" Yesung tidak menghiraukan pertanyaan si namja tinggi. Matanya menatap lurus tepat kedalam mata si namja tinggi.
"Tapi?" Tanya si namja tinggi.
"Jangan mencegahku untuk melakukan apa yang aku inginkan besok!" Tegas Yesung.
Flashback End
Si namja mungil alias Yesung ingat, setelah pembicaraannya dengan seniornya malam itu, besoknya Yesung memutuskan untuk mundur dari jabatan kapten tetapi dia bermain sesuai keinginannya tanpa peduli dengan intruksi pelatih maupun kapten timnya.
Egois memang tetapi Yesung ingin membuktikan bahwa tanpa jabatan kapten, dia bisa membuat tim basket sekolah juara saat itu walaupun akhirnya dia harus bermain secara individu. Pelatih mereka tidak bisa protes karna itu memang keinginan dari Yesung sendiri. Bahkan dirinya mengancam akan mundur dari pertandingan jika tidak diijinkan bermain sesuai keinginannya.
Tok... Tok...
"Baby, apa kau di dalam?" Tanya sebuah suara dari luar.
Yesung yang tadinya melamun langsung kembali kealam nyata. Matanya menatap pintu yang diketok dari luar.
"Ne hyung, tunggu sebentar!" Balas Yesung sambil bangun dari posisi baringnya di bathtub. Tangan mungilnya meraih handuk untuk mengeringkan tubuh mungilnya.
Tangan mungilnya langsung bergegas memakai baju dan menyampirkan handuk yang dipakainya tadi ke lehernya untuk mengeringkan rambutnya yang basah. Setelahnya dia membuka pintu dan menemukan sosok namja tampan yang menunggunya.
"Kapan kau pulang hyung?" Tanya Yesung polos.
"Baru saja. Aku tadi mencarimu di dapur tetapi kau tidak ada makanya aku langsung mencarimu di kamar. Apa kau baru pulang?" Tanya si namja tampan lembut.
CUP~
BLUSH
Yesung hanya bisa mengangguk dengan wajah memerah akibat kecupan di bibirnya dari sang namja tampan.
"Hyung~ kau bau keringat, apa kau habis latihan basket?" Tanya Yesung sambil menatap namja di depannya.
"Ani. Tadi aku hanya bermain one on one melawan Hae karna penerimaan anggota baru jadi latihan akan dimulai minggu depan." Jawab si namja tampan sambil membuka kemeja miliknya sehingga tampaklah tubuh yang terpahat sempurna.
"Ugh~ aku akan menyiapkan makan malam!" Ucap Yesung berusaha menghindari pemandangan di depannya dengan wajah memerah.
"Tidak usah memasak, baby!" Ucap si namja tampan sebelum masuk kamar mandi.
"Wae hyung?" Tanya Yesung sambil membalikkan tubuhnya.
"Karna aku ingin 'memakanmu'!" Ucap si namja tampan dengan wajah mesum.
"CHOI SIWON! AKU AKAN MEMBUNUHMU!" Teriak Yesung sambil membanting pintu kamar mereka.
Sedangkan si namja tampan atau Choi Siwon hanya tertawa melihat Yesung marah dengan wajah merah. Setelahnya dia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sementara itu, si namja mungil masih menggerutu imut akibat godaan Siwon tadi. Tangan mungilnya mengambil sayur-sayuran dan mencucinya. Setelahnya dia memotong dan mulai menyiapkan sebuah panci kecil berisi air.
"One on One, eoh?" Gumam Yesung lirih. Pikirannya kembali ke kejadian beberapa tahun sebelumnya. Senyum sedih tampak di wajahnya.
GREP
"Hyung, jangan mengagetkanku!" Ucap Yesung yang merasakan pelukan di pinggangnya.
"Baby, kau galak sekali eoh? Apa kau sedang PMS?" Tanya Siwon sambil mengecup leher jenjang Yesung yang terekspos bebas.
"Ahhnnn... hyunghhh... sayurnya~" Erang Yesung yang merasakan lidah Siwon menjelajahi lehernya.
"Hmm? Bukankah sudah aku bilang ingin memakanmu malam ini?" Gumam Siwon masih dengan lidah yang menyusuri leher Yesung.
"Engghhh~ Tapi... Ahhhnnnn~" Yesung berusaha keras untuk tidak mengeluarkan desahan lebih dari ini.
"Mendesahlah baby, aku menyukainya!" Ucap Siwon lembut. Tangan kekarnya sudah menyusup di balik kaos milik Yesung dan mengusap perut yang sedikit berotot tersebut.
Yesung semakin gelisah saat tangan Siwon semakin naik dan mengusap pelan tubuhnya dengan gerakan sensual. Tangannya semakin erat menggenggam sendok yang ada di tangannya. Siwon sendiri semakin intens mencium leher si namja mungil.
"Arrggghhhh... Ahnnmmm~" Desah Yesung saat merasakan Siwon menghisap bekas gigitan yang dia yakini tidak akan hilang selama beberapa hari. Entah Yesung harus merasa beruntung atau tidak karna Siwon 'menandainya' di sekitar bahu yang bisa tertutupi seragam sekolahnya besok.
"Kau wangi, baby!" Gumam Siwon sambil memeluk Yesung erat.
'Fiuh~' Desah Yesung dalam hati. Berarti malam ini dia selamat dari 'kuda liar'.
Love In BasketBall YeWon
Keesokan Hari S apphire Blue High School
Tampak seorang namja tampan dengan kacamata hitam di hidungnya sedang berjalan sambil membaca sebuah buku atau novel. Matanya tidak lepas dari novel di tangannya. Dia bahkan tidak pedulia apakah nanti dia akan bertabrakan dengan murid lainnya atau tidak. Toh murid yang melewatinya juga tidak terlalu peduli.
"Hah~ membosankan sekali jika menghabiskan waktu hanya dengan membaca novel!" Gumamnya sambil tetap membaca novel ditangannya.
BRUK
"Ouch!"
Tabrakan terjadi dari 2 namja yang berlawanan arah. Namja yang tadi fokus membaca novel hanya oleng sedikit sementara namja satunya sudah tersungkur di lantai koridor. Tangannya mengusap punggungnya yang sakit akibat tabrakan tadi.
"Gwenchana?" Tanya sebuah suara yang ternyata Yesung.
"Ah, ne gwenchana!" ucap namja yang tadi tersungkur. Tangannya terulur untuk menyambut uluran tangan Yesung yang membantunya berdiri.
"Bisakah kau lebih berhati-hati? Lorong ini bukan hanya kau yang melewati jadi perhatikan sekitarmu!" Ucap Yesung datar.
Namja yang mendengar ucapan Yesung langsung menutup novelnya dan menatap Yesung. Tampak bola mata sekelam malam yang menusuk tatapan Yesung.
"Lalu apa aku bermasalah denganmu?" Tanya namja tadi dingin.
Yesung melirik jas sekolah namja tadi dan matanya menangkap tulisan 'Kim Kibum'. Dia menghela nafas pelan kemudian balas menatap namja di depannya yang dia akui lebih tinggi darinya.
"Kim Kibum-ssi, bukan hanya kau yang bersekolah disini. Lagipula sepertinya kau juga sama sepertiku, murid kelas 1!" Ucap Yesung.
"Lalu?" Tanya Kibum sambil menatap Yesung.
"Berhentilah bersikap seolah kau yang memiliki sekolah ini!" Yesung menatap Kibum datar.
"Anou, mian, bisakah kalian jangan bertengkar?" Lerai namja yang dari tadi hanya diam menonton keduanya.
Yesung menoleh dan menatap jas milik namja tadi. Matanya menangkap sebuah nama 'Henry Lau'.
"Apa kau juga kelas 1, Henry?" Tanya Yesung datar.
"Ne, salam kenal!" Ucap Henry sambil membungkuk.
"Cih, merepotkan!" Ucap Kibum sinis.
Tanpa ketiganya ketahui, 5 pasang mata sedang menatap kearah mereka.
"Hah~ sepertinya pekerjaan kita akan sulit!" Ucap namja yang paling tinggi, Zhoumi.
"Wae, Mimi-ah?" Tanya Shindong sambil menikmati snacknya.
"Hyung, berhenti memanggilku seperti itu!" Pinta Zhoumi.
"Bagaimana ini, hyung?" Tanya Sungmin cemas.
"Bagaimana apanya, Sungmin-ah?" Tanya Stephanie bingung.
"Kalian lihat, pertemuan ketiganya saja sudah seperti itu. Bagaimana jika mereka mengetahui bahwa mereka akan satu tim?" Tanya Sungmin lagi.
"Tidak masalah. Kita lihat saja saat latihan minggu depan, apa yang akan mereka lakukan?" Ucap Hankyung sambil melangkah meninggalkan pemandangan tadi.
"Tapi hyung-"
"Apa kalian tidak lapar? Aku akan mentraktir kalian!" Potong Hankyung santai.
Tanpa banyak bicara, 4 orang tadi menyusul Hankyung untuk menuju kantin. Hankyung menatap lurus kedepan tanpa menghiraukan pertengkaran tidak penting Shindong dan Zhoumi.
'Akhirnya mereka bertiga bertemu walaupun dengan keadaan seperti itu. Bisakah mereka bekerja sama nantinya?' Batin Hankyung.
Love In BasketBall YeWon
Everlasting High School
Lapangan basket yang biasanya kosong jika tidak ada latihan, sekarang terdapat seorang namja mungil yang sedang mendribble bola basket dengan gerakan yang cukup gesit. Sesekali dia melakukan crossover dari kiri kekanan atau pun sebaliknya. Beruntung dia memakai kaos sehingga seragamnya tidak basah oleh keringat.
"Kau tidak akan bisa melewati musuh jika bergerak seperti ini!" Intruksi sebuah suara.
Si namja mungil langsung menghentikan dribblenya dan menatap kearah bawah ring basket. Tampak seorang namja dengan PSP hitam ditangannya. Matanya tidak lepas dari PSP ditangannya.
"Mian, apa maksudmu?" Tanya si namja mungil tidak mengerti. Seingatnya tadi dia hanya sendirian disini.
Si namja yang ditanya langsung berdiri dan memasukkan PSP hitamnya kedalam kantong celananya. Setelahnya dia melangkah menuju si namja mungil dengan raut wajah datar.
"Cho Kyuhyun, kau bisa memanggilku Kyuhyun atau Kyu!" Ucap namja bernama Kyuhyun sambil mengulurkan tangan kanannya.
Si namja mungil dengan ragu menyambut uluran tangan Kyuhyun. "Kim Ryeowook, kau bisa memanggilku Ryeowook-"
"Boleh aku memanggilmu Wookie-ah?" Tanya Kyuhyun dengan senyum jahil
"Eh?" Ryeowook menatap Kyuhyun bingung.
"Bolehkan aku memanggilmu seperti itu? Aku tidak ingin ada 'jarak' diantara kita karna kita sama-sama kelas 1." Jelas Kyu.
Ryeowook mengangguk sambil tersenyum. "Ne, tentu saja!" Ucapnya.
Setelahnya keduanya berjabat tangan lebih akrab. Tampak senyum di wajah keduanya.
"Apa kau bergabung di klub basket, Kyu-ah?" Tanya Ryeowook sambil kembali mendribble bola di tangannya.
"Ne, Wookie-ah. Apa kau juga?" Ryeowook mengangguk sebagai jawabannya. "Apa posisimu Point Guard?" Tanya Kyu lagi.
"Ne. Karna tubuhku mungil jadi aku berada di posisi itu. Lalu kau sendiri?" Tanya Ryeowook sambil menatap Kyu.
"Karna badanku tinggi jadi posisiku Forward. Small Forward!" Jawab Kyu yang memposisikan tangannya untuk meminta pass dari Ryeowook.
Ryeowook yang mengerti langsung mempassing bola dan Kyuhyun mencoba menembak dari sisi kanan garis three point dan masuk dengan mulus.
Tanpa keduanya sadari, 2 pasang mata menatap kearah mereka. Satu namja tersenyum lembut sedangkan namja satunya berwajah datar.
"Nah Siwon-ah, bagaimana pendapatmu?" Tanya namja dengan senyum lembut tadi.
"Apanya, Teukie hyung?" Tanya Siwon polos. Matanya masih menatap kearah 2 namja yang masih asik bermain berdua.
"Kita mendapat tambahan untuk posisi Point Guard dan Small Forward, lagipula tembakan Kyu juga akurat untuk posisi seperti itu, tidak kalah denganmu!." Jelas namja yang dipanggil Teukie.
"Memang untuk akurasi tembakan, namja itu mungkin tidak akan gagal tetapi entah kenapa Ryeowook belum terlalu lincah untuk ukuran seorang Point Guard." Balas Siwon.
"Ternyata kau menyadarinya!" Ucap Teukie lembut.
"Eh, apa maksudmu hyung?" Tanya Siwon bingung.
"Kita akan mengetahuinya saat latihan minggu depan!" Balas Teukie sambil berjalan meninggalkan Siwon.
TBC
Love In BasketBall YeWon
Hai hai...
Mau balas review dulu ya (reader's : tumben? -_-)
Kim. err, kebetulan saya agak gimana gitu ama member GB itu jadi mian... ini udh lanjut, gomawo.. :)
Arlert09 Iye, soalx gak ada peltih kayak dy.. #plak# hohohohoho... tenang saja Yesung-ssi, saya akan buat dy bisa memegang bola basket... ^o^,,, nee, gomawo..
oke, ini udh next, gomawo.. :) ,, betewe,Uname kamu lucu...
Yeseongbebb ini udah lanjut, gomawo.. :)
ErmaClouds13 hohohohoho... tenang saja, akan saya buat dia bisa memegang bola basket,,, ne, ini udh lanjut, gomawo.. :)
oke oke oke... ini udh lanjut, gomawo.. :)
Rina afrida hehehehehehehe... untuk masalah teman" skul mereka, gampang itu mah, pura" gak kenal aja kalo ketemu.. #plak#,, ne ini udah lanjut, gomawo... :)
Shinkwangyun ini udh lanjut, gomawo.. :)
Mitha3424 err, kebetulan saya agak gimana gitu ama member GB itu jadi mian.. ini udh lanjut, gomawo.. :)
Sply3024 yoi dek, kalo aku sukax KagaKuro, AkaKuro, AoKise, MidoTakao trus trus... #dilemparsandal,,, ini udh di post dek, gomawo.. :)
Cloud-alones menurut penyelidikan yang saya lakukan #plak# SenRu (Sendoh x Rukawa) couple paporit, trus Rukawa x Sakuragi,, ini udh lanjut, gomawo.. :)
Jy ini hanya prolog, gomawo.. :)
Ywn ini udh lanjut, gomawo.. :) ,, err, gomawo utk saranx...
AKUsukaYESUNG hehehehehehe... gak pa", namax udh nemu kok,, ini udh lanjut, gomawo.. :)
Ye'Im Clouds ini udh lanjut, gomawo.. :)
Nichan hahahahahaha... ini udh lanjut, gomawo.. :)
Reani Clouds ini udh lanjut, gomawo... :) ,, err utk nama yeoja yg asalx dari GB itu saya agak gimana gitu ama memberx jadi mian..
Kim Raein ini YeWon kok, kan margax Choi makax pas mau nyebut 'Choi' hanya sebatas 'Cho'... :)
I'm dhie Cloud's ini udh lanjut, gomawo.. :)
purieCloudsYesungie hehehehehe... mian, saya agak gak sreg ama member GB itu jadi mian,,, ne, ini udh lanjut, gomawo.. :)
jeremy kim84 ne, ini udh lanjut kok, mian gak kilat.. :)
alinzajazky ne, ini udh lanjut, gomawo.. :)
kyutiesung ini udh lanjut, gomawo.. :)
MPREG Lovers waw, namax agak 'prontal' tapi saya suka.. #plak#,, diusahakan gak akan sama persis tapi mungkin saya ambil beberapa adeganx utk ide.. ini udh lanjut, gomawo.. :)
ini udh lanjut, gomawo.. :) ,, saya pake member CSJH ama AS yaitu Stephanie ama Kahi...
ini udh lanjut, gomawo.. :) ,, gak kok, mereka beda sekolah..
Fitri i ni udh lanjut, gomawo.. :)
Guest ini udh lanjut, gomawo.. :)
Julia gureum hehehehehehe... ini udh lanjut dek, gomawo.. :)
SasaClouds yups, mereka udah nikah... oke, ini udh lanjut dan semoga membantu, gomawo.. :)
Cloudy Shine Clouds hehehehehehe... saya juga tidak terlalu tahu ttg basket kok, kita sama" belajar ne.. ini udh lanjut, gomawo.. :)
Hyejoon ini udh lanjut, gomawo.. :)
Yuu si fujoshi ini udh lanjut, gomawo.. :)
Clouds1709 salam kenal balik.. err, jujur saya agak gak sreg ama member GB & BB itu jadi mian.. gomawo.. :)
YY Gomawo, ini chap 1... :)
Wonkyusung hehehehehehe... ini udh lanjut, gomawo.. :)
Akhirx selesai juga balas review, mungkin yg pernah baca ff saya seblumx, maka tahu ini pertama kalix saya balas review...
Thank's utk yg udh review dan maaf kalo ada yg namax gak kecantum atau salah ketik, maklum ngetikx pas insom..
0_0
Mian gak bisa update kilat karna saya mencari inspirasi dengan nnton anime yg ada di laptop dan akibatx, couple yaoi yang saya suka semakin bertambah di luar Knb ama Slam Dunk...
W*;*W
Saya gak janji akan update cepat lagi, mengingat otak saya yang udh lama gak d'pake akibat udh lulus kuliah dan juga utang ff saya yg menumpuk di grup jadi mungkin akan ngaret...
T^T
Jika ada yg gak dimengerti ttg ff di atas, silahkan tulis di kotak review ato PM ato invite saya di #ehem# 22CEECEE...
Baiklah, stop curhat gaje dari saya karna pagi semakin cepat menyapa #slap
Jadi...
Mind To Review..?
