Hi lagi, minna-domo! Akhirnya emak gue kagak ngomel-ngomel lagi. Jadi gue bisa ngelanjutin Fiction ini. Kalo misalnya kurang panjang and gak nyambung, maap aja deh! Soalnya gue kebanyakan mikirin Feitan(apa coba hubungannya?).
Ya udah, lanjut aja deh ceritanya.. Cap Cus Cint...
.
.
Chap 2
Ya.. Aku mencintai Killua..
[Normal POV]
Kurapika duduk di depan kedai susu langganannya, sambil senyam-senyum. Cowok-cowok lagi mandengin Kurapika, ada juga yang semaput. Dia begitu karna dia berhasil dapetin no. Hape-nya Killua. Dan apa kalian tau, nama apa yang digunakan untuk nyimpen Killua di hape-nya Kurapika? Ya, 'Calon Suamiku'.
~Flashback
"Killua, aku mau pulang dulu. Aku mau membersihkan diri." Kurapika pamit.
"Tunggu, Kurapika." Kurapika pun berhenti.
"Ada apa?"
"Ini!" Killua memberikan secarik kertas pada Kurapika. Kurapika menerimanya. "Itu nomor hape-ku. Kalo ada perlu apa-apa, kau tinggal hubungin aku aja ya?"
"He? Kok tiba-tiba kamu ngasih aku no hape-mu?" tampak rona merah muda dipipi Kurapika, untungnya Killua tak menyadarinya.
"Ya kan kita teman. Kau juga kan narsis abis, jadi mungkin kau mau minta foto'in atau apalah."
"Oh! Oke! Makasih ya? Udah nolongin aku, and ngasih no kamu."
"Iya, sama-sama."
~Flashback End
Tak lama kemudian, Senritsu, sahabat Kurapika yang baik hati dan alim, juga sebagai anak pemilik kedai tersebut, menghampiri Kurapika yang lagi dengan GeJe-nya ketawa gak jelas(sarap! *dibantai Kurapika*).
"Kurapika, kamu kenapa kok senyum-senyum sendiri? Kamu gak gila kan?" tanya Senritsu sambil megang-megang dahi Kurapika.
"Nggak lah, Senritsu. Aku lagi seneng aja hari ini." Jawab Kurapika.
"Hee.. Memangnya senang kenapa? Dapat tawaran motret lagi? Atau apa?" Senritsu penasaran.
"Gini ya.." Kurapika bisik-bisik. "Aku lagi jatuh cinta!"
"Huuappuaa!?(baca: apa!?)" Senritsu kaget dengan lebaynya *digebukin Senritsu*.
"Hush! Pelankan suaramu, Senritsu! Ntar kalo kucing tetangga keguguran gimana? Bahaya kan?" kata Kurapika gak masuk akal. Seketika itu pula, Senritsu langsung menutup mulutnya dengan dua tangannya.
"Sorry! Gomen! Mian! Maap! Sepurane!" bisik Senrisu menggunakan 5 bahasa berbeda. "Jadi, Kau lagi jatuh cinta? Sama siapa? Aku kenal gak?"
"Sama orang yang ganteng, cakep, baik hati..pokoknya perfect deh."
"Ya udah deh. Terserah kamu aja. Asal kamu seneng, aku juga ikut seneng. Tapi, Kurapika, nama orangnya siapa? Anak mana?" Senritsu masih penasaran.
"Namanya Killua. Entah dia anak mana, aku gak sempat nanya. Aku ketemu dia baru 2 kali dalam minggu ini. Dia ngasih no hape-nya ke aku. Jadi aku bisa mememesan(baca: smsan) sama Killua." Kurapika balik senyam-senyum, dan ketawa-ketiwi sendiri.
"Killua? Kayaknya aku pernah denger nama itu deh! Tapi dimana?" Senritsu mikir-mikir.
"He? Kau tau dia?"
"Kalo gak salah, dia tetanggaku sendiri." Katanya mantab. "Dia berambut silver, bermata sapphire kan?"
"Iya!"
"Wah, jadi memang bener, dia tetangga aku. Rumahnya dan rumahku hanya berjarak 5 rumah ke kanan."
"Benarkah? Berarti aku bisa sering-sering main kerumahnya dong. Kan aku dah tau rumahnya. Thanks, ya Senritsu!"
"Iya, sama-sama, Kurapika!"
Kurapika merasa senang sekali. Sudah dapet no hape-nya Killua, alamatnya juga dapet. Rejeki nomplok nih Kurapika, nasibnya memang mujur. Nggak kaya Leorio *dipasung*. Sepulang dari kedai Senritsu, Kurapika bermaksud untuk berkunjung kerumah Killua. Saat dia sampai di depan rumahnya yang terbilang mewah itu, langsung membunyikan belnya.
Tiiing~ Tooong~
Pagar rumahpun terbuka menggeser. Muncullah gadis kecil SD didepannya memberi salam.
"Ada perlu apa ya, mbak? Nyari'in kakak kah?" tanya anak itu.
Nih anak kok bisa tau isi pikiran gue sih? Batin Kurapika.
"Iya dhik. Kakakmu mana?" tanya Kurapika yang mensejajarkan tubuhnya dengan anak kecil berambut hitam panjang itu.
"Kakak yang mana?" tanyanya balik.
"He?" Kurapika mengernyitkan dahi, nggak ngerti maksud anak itu.
"Kakak disini ada 4. Kakak mau ketemu yang mana?"
"Anu.. kak Killuanya ada?"
"Killu-nii lagi keluar!"
"Alluka! Sapa itu? Suruh masuk gih!" panggil seseorang dibelakang mereka, tak lain dan tak bukan adalah Illumi yang masih ngeringin rambutnya pake handuk.
"Nggak usah, mbak. Saya Cuma mau ketemu Killua. Tapi Killuanya nggak ada."
"Eh, dhik. Panggil aku mas. Aku ini cowok."
"Oh!" Kurapika meng-oh dalam hati.
"Killuanya memang keluar dari tadi. Bentar lagi juga balik. Mau tunggu didalem?"
"Oh, iya sudah, mas." Kurapika pun masuk kedalam rumah mewah Killua. Dia duduk disofa. Illumi nyuguhin teh anget sama jajan, entah apa jenisnya, pada Kurapika. Setelah Illumi perhatikan, dia seperti mengenal Kurapika. Illumi bermaksud ingin tanya, tapi dia urungkan. Dia berpikiran 'Tidak Mungkin'.
"Monggo dimakan."
"Iya, mas."
"Memangnya, situ ada perlu apa ya sama Killua?"
"Saya Cuma mau ngobrol sedikit saja. Biar kesannya lebih akrab."
"Emangnya situ baru ketemu adik saya ya?"
Lho? Ini kakaknya Killua toh? Ku kira pembantunya! Batin Kurapika.
"Iya, mas. Saya baru ketemu 2 kali dalam minggu ini. Dia memang sulit buat ditemui."
"Ya dia memang gitu! Eh, kalo boleh tau, situ namanya siapa ya?"
"Saya Kurapika Kuruta. Saya Kuliah di Universitas Hunter."
"Oh.. Namaku Illumi Zoldyck. Kakak Killua yang paling tua. Itu tadi yang di gerbang namanya Alluka. Dia adik terkecil Killua."
"Illumi! Lu liat hairdryer and kosmetik emak kagak? Mau kondangan nih!" teriak seorang ibu-ibu yang tak lain adalah Kikyo.
"Di kamar aye mak! Sisir, bedak, ama lipstiknya juga! Belom aye pake. Tapi ntar balikin lagi lho mak!"
"Oh. Makasih ye, Lum!" Kikyo manggil Illumi, 'Lum' *author ngakak trus digampar Illumi*
"Mas, situ kok pake alat-alat begituan ya?"
"Yah.. aku kan jaga penampilan.*ngibasin rambut*. Gini-gini aye bintang pilm."
"Pilem apa ya?"
"Itu.. Nenek cebok, sama Babi Ngepot. Terus TiRen, maTI ketimpuk duREN!" Jawab Illumi PD. Kurapika hanya bersweetdrop. Dia tau kalau Illumi pasti jadi pemeran 'itu'nya.
"Assalamualaikum! Mak, temen-temennya emak udah nungguin."
"Iya, Kill." Buru-buru Kikyo mbenerin kondenya yang hampir sebesar dan selebar bakul nasi, lalu keluar.
"Lho? Kurapika? Kamu kok kesini?"
"Killua. Aku Cuma mau main aja."
"Oh.."
"ILLUMI! TOLONGIN ADIK LU INI! KALLUTO NYEMPLUNG GOT!" teriak Kikyo dari luar. Teriakannya sangat membahana badai bajai. *ala Syahrini*
"Iya mak!" Illumi keluar meninggalkan 2 sejoli ini.
"Kurapika. Darimana kau tau rumahku?"
"Aku diberitahu Senritsu, sahabatku."
"Senritsu? Oh, tetangga. Dia baik banget lho."
"Iya, dia memang baik."
Dan begitu seterusnya. Mereka berdua berbincang-bincang seru, walaupun tangisan membahana badai gulai Kalluto terdengar menggelegar dari sabang sampai merauke, berjajar pulau-pulau #plak.
Selain mereka bincang-bincang Kurapika ternyata tak lupa dengan Hobby abadinya, yaitu foto. Tentu saja, Kurapika minta difotoin Killua lagi. Kenarsisan yang tiada duanya itu kumat lagi dihati Kurapika.
Dan dengan ini, saya, si author imut *ditendang*, menyatakan, bahwa Kurapika makin jatuh cinta dengan Killua, dan keluarganya yang unik binti aneh. Sekian...
Haha.. Masih lanjut kok.. tadi Cuma bercanda. Oke, let's mulai again.
Sepulang dari rumah Killua, dengan hati senang, dia berjalan sambil bersenandung lagu Cherry Belle, Love is you. And tiba-tiba, saat di gang sepi, ada seseorang yang memanggil Kurapika dari belakang.
"Kurapika Kuruta?" sontak Kurapika menoleh.
"Iya? –Hmp!"
Seseorang itu tadi membekap mulut Kurapika, memasukkannya dalam karung, salah, mobil yang datang entah darimana. Kurapika diculik!
Dikamar Killua~
Hape tanpa merek dan jenis milik Killua berbunyi. Dia chek...
Calling : Kurapika.
Angkat atau tolak? Capek mau bunyi terus.. *hapenya ngambek*
Killua pun mengangkatnya.
"Hallo? Kurapika?" sapa Killua.
"Hahahaha!" terdengar gelak tawa seorang laki-laki diseberang. Killua panik.
"Ini bukan Kurapika ya?"
"Tentu saja bukan. Kurapika cewek, gue cowok."
"Siapa kau? Apa yang kau lakukan pada Kurapika?" Killua emosi.
"Tenang saja. Aku tak mengapa-apakan Kurapika. Tidak untuk saat ini. Begini saja, jika kau tak datang ke gudang tua timur kota Yorkshin sebelum jam 12 malam, aku akan membunuh Kurapika, kau, dan seluruh keluargamu. Mengerti?"
"Baiklah. Tapi jangan kau apa-apakan Kurapika!"
"Kau bisa pegang kata-kataku. Dan ingat, datanglah sendiri!" Dia menutup telfon.
Killua resah bukan main.
Kurapika... Bertahanlah.. Aku pasti akan kesana!
TO BE BERSAMBUNG...
Selesai.. Chap 2! Chap 3 besok atau lusa ya? Soalnya filenya lupa gak ke copy ke flashdisk. Bodahnya gue!
Ok dah, sekian dulu. Maap beneran kalo gak nyambung and kurang seru. Itu akibat dari pikiranku yang termanipulasi oleh wajah cakrp Feitan *dilempar*
Thanks, and ku tunggu review dari kalian!
