Hilangnya Dunia Shinobi
Disclaimer : Naruto by Masashi Kishimoto
Hilangnya Dunia Shinobi by Sora Kamikaze K
Characters : Sasuke, Sakura
Rate : T
Genre : Romance and friendship
WARNING : Ya, author juga manusia, masih ada banyak kesalahan dalam menulis. Segala akibat dari membaca fic ini adalah tanggung jawab saya. #sok
NOTE! : Disini sifat-sifat chara tidak ada perubahan, sama seperti di dunia shinobi.
Chapter Two : New life?
Konoha High School adalah salah satu sekolah elit di lima negara besar. Bahkan sekolah ini menyediakan parkir khusus untuk mobil. Berbagai macam fasilitas pun ada disini. Untuk pengurus OSIS, disediakan satu ruangan khusus yang sangat mewah untuk ruang OSIS.
Muridnya KHS (Konoha High School) tak berbeda jauh dari sekolah-sekolah lain. Beberapa kabar mengatakan sejumlah siswa disini masuk karena mereka banyak uang. Ya, begitulah orang kaya. Namun tak sedikit juga yang masuk disini karena kejeniusan otaknya, seperti Uchiha Sasuke.
Ngomong-ngomong soal Sasuke, kini ia sedang berjalan menusuri koridor sekolah. Mencari kelasnya, XI IPA. Dia mengetahui kelasnya lewat buku-buku mata pelajaran yang dia baca tadi pagi. Mau tak mau, bisa tak bisa, Uchiha itu harus menjalani apa yang sekarang sedang dihadapinya. Emosi juga, melihat orang-orang Konoha disekitarnya bersuka ria. Dendamnya terhadap desa Konoha itu tak juga hilang.
Bukankah Itachi masih hidup? Ah, Sasuke ingat. Tapi tetap saja ini seperti mimpi. Entah mimpi buruk atau mimpi indah. Karena hari ini ia bertemu dengan salah satu tetua Konoha, Danzou berjalan bersama dengan Orochimaru di ujung koridor. Sasuke memasang kuda-kudanya, bersiap men-chidori mereka berdua.
Saking emosinya, Sasuke melakukan tindakan itu dengan gegabah. Namun tak ada sengatan-sengatan lisrik ditangannya maupun bunyi 'cip-cip-cip'. Ada apa ini? Batin Sasuke bertanya-tanya. Kenapa dia tidak bisa menggunakan jutsu?
Tangan Uchiha Sasuke terlanjur menyerang Orochimaru, dan tepat mengenai punggungnya. Pria berambut panjang itu menringis sakit. Danzo beserta Orochimaru langsung menatap Sasuke horror, namun ia balas dengan tatapan sengit.
"Kalian harusnya sudah mati."
"Kau dalam masalah, Uchiha."
-SKK-
"Sakura-chaannnn," panggil seorang pemuda berambut pirang, di kedua pipinya terdapat tiga garis yang menggores tipis. Ya, Uzumaki Naruto. Berteriak memanggil Sakura Haruno yang berada tak jauh darinya.
Awalnya Sakura tak memperhatikan sekelilingnya bahkan ia berjalan gontai, merasa ada yang memanggil gadis itu menoleh kebelakang, melihat siapa yang memanggilnya. Mendadak bola matanya terbelalak, Naruto...
"Naruto?"
Naruto berlari mendatangi gadis bermarga Haruno dengan tergesa-gesa. Mengambil nafas sejenak dan mulai membuka mulutnya, "Kau Sakura-chan kan? Ya kan?"
Mendengar pertanyaan aneh Naruto, Sakura mendengus dan memutar bola matanya, "Tentu saja, baka!" jawabnya.
"Maksudku, apa kau ingat kita sedang bersama Kakashi-sensei dan melawan team Sasuke? Aku mengeluarkan rasengan, Sasuke mengeluarkan chidorinya lalu kita-"
"Aku ingat. Tapi ini aneh, tiba-tiba aku berada disini –dirumah, di sebuah kamar."
"Aku juga!"
Tiba-tiba keduanya terdiam, tanpa bersuara ditengah keramaian koridor sekolah. Bahkan keduanya mulai berkeringat dingin. Mata emerlad Sakura bergerak-gerak gelisah, ia menunduk dan jidatnya mengkerut –sedang memikirkan sesuatu. Sedangkan Naruto menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Setelah loading yang cukup lama, mereka sadar akan sesuatu.
"Sasuke-kun/Teme!" ucap mereka bersamaan.
TET TET TETT
Sayang sekali, suara bel memutuskan pembicaraan mereka. Sakura dan Naruto kebingungan mencari dimana kelas mereka, dan karena juga tidak ada waktu yang memungkinkan untuk mencarinya. Kedua insan itu panik sambil berguman 'gimana nih?' pelan. Namun akhirnya mereka bertemu dengan Shikamaru, Kiba, Ino, dan Sai sedang berjalan menuju kearah mereka.
"Hei Naruto, Sakura, sudah bel lho. Ayo cepat masuk! Jam pertama pelajaran Orochimaru-sensei!" ucap Ino sedikit keras. Ia menarik Sakura cepat-cepat menuju ke kelas. Meninggalkan Naruto dan teman-teman lainnya. 'Orochimaru?!' batin Sakura dan Naruto bersamaan, tidak mungkin dia masih hidup...
Pikiran Naruto masih terheran-heran, lalu tiba-tiba saja Kiba menarik tangan tan Naruto. Mengisyaratkan mereka harus segera ke kelas. Keempat pemuda itu berlari cepat kearah kelas mereka, XI IPA. Derap langkah kaki mereka terdengar jelas sepanjang koridor yang mulai sepi, mengingat bel sudah berbunyi beberapa menit yang lalu.
"Ah, Ino tunggu! Ayo teman-teman, bisa mati kita kalau datang terlambat," ucap Kiba menimbali disusul anggukan oleh kedua temannya.
'Mati? Maksudnya...?' batin Naruto, kemudian tangannya mengepal kuat.
Anak-anak kelas IX IPA membuat keributan pagi ini, pasalnya guru jam pelajaran pertama tak kunjung datang. Beberapa siswi bergosip dan siswa bermain komputer. Namun beberapa anak juga sedang belajar, karena mereka jenius. Ya, beginilah rutinitas siswa saat jam kosong.
Sama halnya dengan koridor, ada sedikit keributan yang berasal dari enam siswa kelas IX IPA yang berjalan cepat menuju kelas mereka –ralat hanya lima siswa saja, sedangkan seorang lagi bernama Nara Shikamaru tetap berjalan santai (dan gontai), sesekali menguap sambil berguman 'Merepotkan'. Namun jalan santai itu berubah menjadi berlari tak kala ia melihat guru killer, Orochimaru-sensei. Yang mengajar pada jam pertama, ya, jam pertama.
"Lariiii...!"
Sontak mata mereka memandang kebelakang, Orochimaru-sensei telihat berjalan menuju arah yang sama. Tampak sekilas cara berjalan guru killer itu dipercepat, agar sampai ke kelas lebih dulu dibanding mereka. Dengan ini, dia bisa menghukum muridnya yang datang terlambat. Menghukum adalah semacam hobinya.
Keempat murid kelas IX IPA itu mulai mempercepat langkahnya, berlari. Dua murid lainnya, Naruto dan Sakura tetap diam ditempat. Menatap Orochimaru tajam sambil memasang kuda-kuda. Sakura bersiap untuk memukul tanah, mengeluarkan shannaro.
"Kagebunshin no justu!" teriak Naruto sambil membentuk segel ditangannya. Tak ada perubahan, dia masih sendiri, tanpa bunshin. Lalu ia berdecak kesal, "Kuso!" gumannya. Kenapa tak bisa menggunakan jutsu?
Ino, Kiba, Sai, serta Shikamaru mendadak berhenti. Melihat Naruto dan Sakura bertingkah aneh, tapi mereka tak berani berbuat apa-apa mengingat yang dihadapan mereka seorang guru killer. Mereka bingung, kenapa Naruto dan Sakura bertindak seolah-olah mereka adalah ninja?
Ia melirik Sakura, terlihat punggung tangannya yang merah dan sedikit berdarah. Gadis itu gagal mengeluarkan shannaro-nya, yang ia dapatkan hanyalah sakit dan perih yang melanda. Sejauh ini Sakura tak pernah gagal. Ino yang melihat itupun menghampiri sahabatnya lalu bertanya khawatir, "Kau tak apa Sakura? Ya Tuhan tanganmu!"
Naruto mulai geram. Pikirannya melayang pada Sasuke, pasti pria ini tau dimana Uchiha itu berada. Sepertinya pertarungan akan dimulai.
"Dimana Sasuke, hah?!" tanya Naruto dengan nada tinggi. Orochimaru pasti bisa hidup lagi dengan menggunakan jutsu terlarang. Tapi bagaimana dengan orang tuanya? Apakah mereka juga dibangkitkan oleh Orochimaru? Ia tak yakin.
Orochimaru mendesis, mimpi apa dia semalam sampai dua –tiga murid yang memberontak padanya hari ini. Lalu ia menyeringai, siap menghukum tiga orang sekaligus dalam sehari. Terlebih lagi diantaranya adalah anak dari kepala sekolah, Haruno Sakura.
"Kau bicara apa Namikaze?" tanyanya tenang. Kali ini Sakura yang geram, ia melupakan rasa perih di tanganya, pikirannya melayang kearah Sasuke. Masih peduli, eh, Sakura?
"Kau pasti tau dimana Sasuke sekarang!" bentak Sakura sambil memegangi tangannya, menahan perih.
"Aku tau kau anak kepala sekolah Haruno, tapi disini kami tidak memandang status. Kau harusnya lebih sopan kepada gurumu," ucap Orochimaru datar, ia melirik Naruto sejenak. Memang anak dari klan Namikaze itu sering dihukumnya, tapi ia tak pernah segalak ini. "Tentu saja Uchiha itu berada di ruang bimbingan konseling," lanjutnya.
"Kalian berdua sebaiknya ikut aku ke BK, sekarang!" perintah Orochimaru, kemudian ia menyerahkan tugas latihan pada Ino, sang sekertaris.
"Tidak!" tolak Naruto kasar.
Dengan terpaksa, Naruto beserta Sakura diseretnya ke ruang BK. Asal tau saja, cengkraman tangan Orochimaru sangat kuat sehingga mereka tak bisa melepaskannya dengan mudah. Kini, kemampuan taijutsu, ninjutsu, dan genjutsu tak dapat diandalkan lagi.
-SKK-
Seorang pemuda berjalan tenang di koridor yang sepi, barusan ia membolos –tak mengikuti pelajaran yang ia tak mengerti isinya. Membolos seharian penuh, setelah keluar dari ruang bimbingan konseling. Lain kali, ia akan menghancurkan sekolah ini, apapun caranya. Benci sekali melihat tetua Konoha, Danzou berada disini dan mengajar sebagai guru. Cih, bahkan Hokage kelima juga ada disini, menjadi kepala sekolah.
Sasuke mengacak rambutnya frustasi, lalu ia duduk di sebuah bangku taman. Memikirkan apa yang harus dilakukannya. Disisi lain keluarganya masih utuh. Tak ada pertarungan, tak ada tangisan, tak perlu perang. Ah... ia tak mau pergi ke tempat indah ini. Sebuah pertanyaan muncul dipikirannya.
Apa ini hanya genjutsu?
"Sa-Sasuke-kun?"
Uchiha Sasuke menoleh kepalanya, didepannya berdiri seorang gadis manis berambut soft pink, Sakura Haruno. Gadis itu terdiam seakan tubuhnya mati rasa dan kaku. Sasuke menatapnya datar. Lalu menoleh kearah lain, kembali berkutat dengan pikirannya, mengacuhkan gadis itu.
Melihat Sasuke yang diam saja, Sakura pun bertanya, "Mengapa kau tak membunuhku?" lalu menyiapkan kuda-kuda. Waspada jika suatu saat diserang.
"Tidak, untuk saat ini," jawab Sasuke singkat.
"Kenapa Sasuke-kun? Bukankah ini waktu yang tepat? Kau bisa menggunakan chidorimu untuk-"
"Hn, tak bisa digunakan."
Kepala Sakura menunduk, ia kehabisan kata-kata. Apa yang harus dilakukannya sekarang? Sakura tahu, disini takkan bisa menggunakan jurus apapun. Sasuke sudah bangkit dari duduknya, ia melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Sakura, tanpa sepatah kata pun.
Sasuke sudah benar-benar pergi. Sakura menghempaskan tubuhnya ke bangku dengan kasar. Ia sungguh bingung ingin berbuat apa, bingung harus bagaimana. Ternyata ia masih peduli... peduli pada Sasuke. Tak terasa cairan bening menetes dipelupuk matanya.
-SKK-
Hari-hari dilewati Sasuke, Sakura, dan Naruto dengan susah payah. Berbagai macam teknologi yang kelewat modern dan juga mata pelajaran yang rumit sungguh membingungkan mereka. Belajar menyetir, belajar menggunakan smartphone, belajar ini-itu, membuat mereka mengetahui banyak hal. Kini mereka sudah mulai terbiasa dengan rutinitas masing-masing
Yang paling tanggap dalam mata pelajaran adalah Sasuke Uchiha, wajar memang, mengingat semua klan Uchiha mempunyai otak yang jenius. Sakura Haruno tak kalah juga dengan Sasuke, dari kecil ia sudah mempunyai otak yang encer. Gadis itu juga termasuk pengurus UKS, karena kecintaannya dibidang medis. Sedangkan Naruto hanya semangat dalam pelajaran tertentu seperti olahraga, dan ia suka menyetir mobil.
Akan tetapi sifat Sasuke tak berubah, masih terbesit rasa benci pada penduduk Konoha, terutama para tetua. Namun perasaan itu seakan sirna ketika ia berkumpul bersama keluarganya. Melihat senyum mereka membuat rasa benci Sasuke meleleh.
Pagi ini seperti biasa, berangkat sekolah dan kembali berkutat dengan buku-buku tebal. Sakura datang lebih pagi karena hari ini ada piket. Kelas masih sepi sekali, tak ada seorang pun disana, hanya ada semilir angin pagi yang menerobos masuk melalui ventilasi.
"Pagi Sakura..!"
"Pagi Ino..!"
Yamanaka Ino memasuki kelas dengan nada ceria, lebih bersemangat daripada biasanya. Sesekali ia melihat smartphone-nya sambil senyum tak jelas. Sakura kebetulan sudah selesai piket langsung mendatangi sahabatnya.
"Ada apa Ino-pig? Dari tadi kau senyum-senyum terus, dasar aneh..." ucap Sakura sedikit mengejek lalu tertawa kecil.
"Terimakasih~!"
Sakura mendelik, "Hei, itu bukan pujian tau!" ucapnya. Mirip Sai yang selalu berterima kasih saat diejek. Terlebih ia juga tersenyum... seperti Sai.
"Aa, ini pasti ada hubungannya dengan Sai."
"Tepat! Kau tau? Sekarang kami sepasang kekasih!"
"Wah... selamat kalau begitu!" ucap Sakura sambil menjabat tangan Ino. Tak menyangka, Sai yang bahkan belum terlalu mengerti perasaan itu bisa mendapatkan gadis cantik seperti Ino. Ino memang salah satu anak populer di sekolahnya, setelah Karin.
Ino memandang Sakura sambil tersenyum bangga. Namun senyuman itu sirna kala sebuah pertanyaan menginang di kepalanya akhir-akhir ini. Gadis berambut pirang itu bertanya, "Bagaimana hubunganmu dengan Sasuke?"
Sasuke..? Ah, memikirkannya saja membuat Sakura lagi-lagi tak tau harus berbuat apa. Ternyata memang benar, ia dan Sasuke adalah sepasang kekasih. Tapi Sasuke sendiri tak pernah bertegur sapa dengannya, bahkan bicarapun tidak. Uchiha itu selalu sendiri, walau sesekali bersama dengan Naruto.
Naruto ya... batin Sakura. Beberapa hari lalu ia mengintip pembicaraan mereka berdua di atap sekolah. Sakura sempat melihat awal-awal pembicaraan mereka yang serius, sempat berkelahi juga, namun akhirnya mereka berjabat tangan. Mungkin mereka mendapat sebuah ikatan lagi, ikatan pertemanan.
Lalu bagaimana denganmu, eh, Haruno?
"Saku... Sakura!"
"Eh, i-iya. Ada apa Ino?"
"Kau ini bagaimana sih? Kok malah melamun?"
"Aku hanya... hanya sedang memikirkan sesuatu."
"Apa itu tentang Sasuke? Ceritakan padaku Sakura! Karena akhir-akhir ini kalian tak pernah jalan berdua dan tak pernah mengobrol. Apa kalian... saling benci lagi?"
"Lagi?"
Apa maksud peryataan Ino? Apakah ia harus menceritakan semuanya pada gadis ini? Batin Sakura dalam hati. Huh... sepertinya memang harus. Akhirnya, diawali dengan helaan nafas panjang, Sakura mulai menceritakan semua yang dialaminya sampai akhir. Percaya tak percaya, itu urusan nanti.
"Hah?! Pantas saja kau bertingkah aneh kemarin-kemarin. Tapi Sakura, itu sepertinya tidak masuk akal,"
"Aku tau Ino... tapi memang beginilah adanya."
"Baiklah, sepertinya kau harus memulainya dari awal. Aku akan mulai dari... menceritakan padamu bagaimana kau bisa berpacaran dengan Uchiha Itu!"
To Be Continue
Author's area :
Hai, para readers semuanya! Shankyuu udah review fanfic Sora~! ^^. Maaf Sora hanya bisa balas beberapa yang masih kebingungan sama cerita chap kemarin. Nah, sekarang Sora akan jawab pertanyaan dari para readers semua :
1. Kok mereka bisa tau sih alat-alat modern seperti laptop?
A : Di cerita Naruto sebenarnya ada alat-alat begitu, tapi jarang muncul. Sebagai bukti di Naruto episode 488, atau komiknya di volume 52. Ada juga di ending Naruto 13-Yellow Moon, dll. Menurut Sora itu sudah mewakili pengetahuan mereka. Cuma didunia non-ninja kelewat modern, jadi mereka juga harus belajar (mereka belajar sendiri, kecuali menyetir).
2. Yang hilang itu cuma mereka bertiga, ya?
A : Iya dong... kan udah baca sendiri ya. Yang pergi ke dunia non-ninja itu cuma SasuSakuNaru.
3. Sasuke sama Sakura pacaran, ya?
A : He'em, kan chap kemarin mereka mau kencan :3
4. Naruto udah punya pacar, belum?
A : Liat aja nanti... hehehe #ketawagaje
5. Itachi juga udah punya pacar, belum?
A : Masih bingung, soalnya Itachi bukan tokoh utama, gomen ne! Mungkin chap depan Sora munculin.
6. Apa di dunia yang baru mereka akan terlibat cinta segitiga?
A : Err... nanti ada kok orang ke-tiga nya, liat aja yah chap depan, fufufu~
7. Chapter dua panjangin dong?
A : Ini udah lumayan panjang, :D
8. Ijin fav./follow dong?
A : Tentu aja bolehhh ^^
Kalau ada yang mau ditanyakan, kritik atau saran silahkan isi kotak review dibawah ini~ Sampai jumpa di chap depan! *terbang ke langit* #plak
