SUNBAE, SARANGHAE!

.

.

.

SUMMARY

Apa jadinya bila seorang Oh Sehun menyukai sunbaenya yang cantik tetapi sangat galak yang bernama Luhan disekolahnya? Bagaimanakah usaha Sehun untuk mendapatkan hati sunbaenya tersebut? Untuk mengetahui kelanjutannya, yuk langsung baca aja cerita mereka! /HUNHAN/EXO OFFICIAL COUPLE/YAOI/BOYxBOY/DLDR!

.

.

MAIN CAST :

OH SEHUN (16 th)

XI LUHAN (18 th)

OTHER CAST :

BYUN BAEKHYUN (17 th)

PARK CHANYEOL (17 th)

DO KYUNGSOO (17 th)

KIM JONGIN (16 th)

HUANG ZITAO (16 th)

WU YIFAN (18 th)

AND ALL EXO MEMBERS

.

.

Tunggu aku Luhan sunbae. Aku akan menjadikanmu milikku. Kkkk – Oh Sehun.

.

.

Note: Anggap aja Sehun, Kai, Tao seumuran. Luhan, Kris, Xiumin, Suho seumuran. Baekhyun, Kyungsoo, Chanyeol, Chen, Lay seumuran. Sehun, Kai, Tao kelas X. Baekhyun, Kyungsoo, Chanyeol, Chen, Lay kelas XI. Luhan, Kris, Xiumin, Suho kelas XII. Ff ini semua pemerannya member exo ya :)

Warn: Semua cast milik orang tua masing - masing, saya cuma minjem nama doang. Ini ff YAOI alias ff BOYxBOY! Jadi bagi yang ga suka yaoi lebih baik ga usah baca!^^ typo(s) berkeliaran dimana - mana. So, berhati - hatilah saat membaca(?) bahasa campur aduk, dan jika ada kesamaan cerita mohon dimaklumi, karena ini memang ff pasaran. Tapi sumpah deh, kalo ff ini asli dari pemikiran saya sendiri. Ciyus ko ga oong/? Hehehe udah segitu aja

.

.

~Happy Reading~

.

.

Chapter 2

Luhan POV

Setelah sesi perkenalan itu selesai, akupun berpamitan untuk ke toilet sebentar. Saat sedang berjalan menuju ke toilet, tiba - tiba muncul wajah seorang lelaki di pikiranku.

"Apa - apaan orang itu, sok kenal sekali pake senyum - senyum segala. Memang dia pikir dia tampan apa tersenyum begitu? Eh tapi dia memang tampan sih –eh tidak tidak tidak. Dia tidak tampan. Hanya aku yang tampan! Ya Xi Luhan, disekolah ini hanya dirimulah yang paling tampan dan paling manly!" Kataku meyakinkan diriku sendiri.

"Eum tapi apa maksudnya ya tersenyum begitu pada saat melihatku?" kataku masih memikirkan laki - laki tersebut.

"Ah sudahlah, daripada pusing memikirkan orang yang bahkan aku tidak tau siapa dia, lebih baik aku segera menuntaskan rasa kebelet pipisku ini." Kataku sambil berlalu masuk ke dalam salah satu bilik toilet dan tak lupa mengunci pintunya. Takut ada yang mengintip hihihi

Luhan POV END

.

.

.

Author POV

Saat sesi perkenalan selesai Luhan pun pamit untuk pergi ke toilet. Sehun yang melihatnya bingung, 'Mau kemana dia?' batin Sehun bingung saat melihat Luhan keluar dari kelasnya. Sehun yang penasaran pun akhirnya berencana mengikuti Luhan keluar kelas.

"Sunbae, aku izin ke toilet ya." Izin Sehun kepada sunbae yang ada dikelasnya.

"Eoh baiklah." Kata Kris mengizinkan Sehun pergi ke toilet.

Kai pun yang tidak tahu menahu akan pergi kemana sahabatnya itu, hanya mengernyitkan dahinya bingung.

'Mau pergi kemana si albino itu?' batin Kai bertanya - tanya akan kepergian Sehun keluar kelas. Kai yang tak ingin ambil pusing hanya mengidikkan bahunya acuh.

Berbeda dengan Kai, Tao yang duduk disampingnya hanya sibuk mengagumi wajah sang ketua osis sambil tersenyum - senyum tidak jelas.

'Ughh kenapa dia cool sekali sih?!' batin Tao gemas akan pesona Kris yang begitu memikat.

Kris pun yang merasa terus diamati oleh seseorang, akhirnya mengedarkan pandangannya kepenjuru kelas untuk mengetahui siapa yang sedari tadi mengamatinya. Tepat dipojok kelas, seorang lelaki yang memiliki kantung mata lucu seperti panda tengah memperhatikan Kris tanpa berkedip. Yap, lelaki tersebut adalah Tao.

'Kenapa dia melihatku seperti itu? Eh tapi dia manis juga.' Batin Kris sambil tersenyum kecil kearah Tao.

Tao pun yang mendapat senyuman mendadak dari Kris, hanya bisa membelalakan kedua bola matanya karena terkejut. Dan kedua pipinya pun mulai memerah malu.

'Omo omo omo! Kris sunbae tersenyum kearah ku? Benarkah itu? Aahhh sunbae kau membuatku malu.' Batin Tao sambil menundukkan kepalanya karena malu.

Kai yang melihat kejadian itupun hanya bisa mengerutkan dahinya, 'Ada apa dengan si panda ini? Kenapa dia terlihat malu - malu begitu?' batin Kai sambil terus memperhatikan Tao.

Kai yang penasaran pun akhirnya mengikuti arah pandangan Tao, 'Kris sunbae? Apa Tao memperhatikan Kris sunbae sedari tadi? Uohh Kris sunbae tersenyum? Dia tersenyum kearah Tao? Woah ada apa sebenarnya ini?' Kai pun terus membatin penasaran karena kejadian itu. Saat Kai yang mulai paham dengan situasi, akhirnya berkata

"Kkkkk si panda sedang jatuh cinta toh. Dengan Kris sunbae? Haha lucu sekali." Kai terkekeh kecil melihat kelakuan teman pandanya itu.

Sehun POV

'Kemana perginya Luhan sunbae?' batin Sehun.

"Eh itu dia. Oh dia mau pergi ke toilet, kukira ingin kemana." Kekehku.

Akupun berjalan pelan mengikuti Luhan sunbae. Tak ingin ketahuan, akupun berjalan mengendap - ngendap seperti seorang maling.

"Apa - apaan orang itu, sok kenal sekali pake senyum - senyum segala. Memang dia pikir dia tampan apa tersenyum begitu? Eh tapi dia memang tampan sih –eh tidak tidak tidak. Dia tidak tampan. Hanya aku yang tampan! Ya Xi Luhan, disekolah ini hanya dirimulah yang paling tampan dan paling manly!"

Tiba - tiba kudengar suara seseorang yang seperti sedang menggerutu. Dan ternyata itu adalah suara Luhan sunbae.

"Pffttt apa dia sedang memikirkanku? Haha tampan? Siapa? Aku? Hoh tentu saja aku tampan. Dan apa katanya? Hanya dia orang yang paling tampan dan paling manly disekolah ini? Cih percaya diri sekali rusa kecil ini." Kataku pelan sambil berusaha menahan tawaku mendengar gerutuannya.

Akupun terus mengikutinya sampai ke toilet dan berjalan menuju westafel berpura - pura mencuci tangan sambil menunggunya keluar dari bilik toilet.

CKLEK

Kudengar suara bilik toilet yang terbuka. Luhan sunbae pun berjalan kearah westafel untuk mencuci tangannya. Kurasa dia belum menyadari kehadiran ku, karena saking sibuknya melamun. Entah apa yang dia pikirkan, mungkin memikirkanku hoho.

"Ehem." Dehemku berusaha mengambil perhatiannya, dan berhasil. Luhan sunbae pun mulai melirik kearahku.

"Annyeong haseyo Luhan sunbae." Kataku sambil tersenyum kearahnya.

"Eo..ohh ne annyeong." Kata Luhan sunbae membalas sapaanku dengan gugup.

"Sunbae habis buang air kecil?" tanyaku basa basi. Padahal aku kan sudah tahu, karena dari tadi aku mengikutinya kkkkk.

"Ah ne aku habis buang air kecil. Baiklah kalau begitu aku duluan, annyeong." Kata Luhan sunbae sambil mematikan keran air yang bekas dipakainya, lalu berlalu pergi.

Tapi sebelum Luhan sunbae keluar, akupun dengan cepat menutup pintu kamar mandi dan menguncinya. Kulihat dia membelalakan kedua matanya sambil berkedip - kedip lucu. 'Duhh dia imut sekali.' Batinku gemas melihat tingkah imutnya.

"Yak hoobae apa yang kau lakukan?! Kenapa kau mengunci pintunya? Cepat buka pintunya, aku ingin keluar!" seru Luhan sunbae kencang kearahku.

"Tenanglah sunbae, jangan berteriak begitu. Kau membuat telingaku sakit tahu." Kataku sambil mengorek telingaku yang berdengung karena teriakan Luhan sunbae.

"Siapa suruh kau mengunci pintunya begitu, aku kan ingin segera keluar. Sudahlah cepat buka pintunya! Waktuku tidak banyak, aku sibuk." Kata Luhan sunbae sambil terus memaksaku.

"Hehe sabarlah, apa kau tidak ingin tahu namaku sunbae?" kataku sedikit menggodanya.

"Ck untuk apa aku mengetahui namamu, buang - buang waktu saja. Sebaiknya kau cepat menyingkir dari sana, aku ingin keluar." Kata Luhan sunbae. Aku bisa mendengar nada suaranya yang mulai kesal. Kkkk sabarlah Luhan sunbae.

"Baiklah, karena aku juga tak ingin buang - buang waktu langsung saja aku perkenalkan diriku. Ehem. Namaku Oh Sehun, aku dari kelas X-C. Kelas yang akan kau pandu selama tiga hari kedepan." Kataku memperkenalkan diri sambil tersenyum lebar kearahnya.

"Cih sudahlah aku tidak peduli siapa dirimu. Yang jelas aku ingin segera keluar dari sini." Kata Luhan sunbae menghiraukan ucapanku.

"Yasudah kalau begitu, aku tidak akan mengeluarkanmu dari sini. Kalau kau ingin keluar, kau harus berjanji untuk mengingat namaku." Kataku sambil bersedekap dihadapannya.

Kulihat dia hanya melongo dengan wajah super imutnya karena ucapanku barusan.

"Ck baiklah baiklah Oh Sehun, aku akan mengingatnya. Menyusahkan saja." Serunya jengkel.

Akupun mengembangkan senyumanku saat mendengar Luhan sunbae menyebutkan namaku dibibir mungilnya. Ugh rasanya ingin kulumat saja bibir kecilnya itu. 'Eh tidak tidak. Tahan Oh Sehun, jangan sampai kau kelepasan.' Batinku sambil menggeleng – gelengkan kepalaku pelan.

"Bagus. Kalau begitu, silahkan keluar Luhan sunbae." Kataku sambil mempersilahkan Luhan sunbae keluar setelah kubuka kunci pintu toilet tersebut.

Luhan sunbae pun segera keluar dengan cepat dari toilet. Mungkin dia masih kesal karena tingkahku tadi. Haha lucunya~

Sehun POV END

.

.

.

Author POV

Setelah dibukakan pintu toilet yang dikunci oleh Sehun tadi pun, Luhan dengan cepat berlari keluar. Saat diperjalanan menuju kekelas X-C Luhan masih terus menggerutu kesal. Sambil sesekali menghentak - hentakkan kakinya ke lantai yang dipijaknya.

"Huh apa - apaan itu tadi? Kurang ajar sekali dia menyuruhku ini itu." Kata Luhan kesal.

"Dan apa tadi? Dia mengenalkan dirinya padaku padahal aku tidak memintanya untuk memperkenalkan diri. Oh jadi dia bernama Oh Sehun. Benar - benar hoobae kurang ajar." Lanjut Luhan masih terus marah - marah karena tingkah Sehun tadi. "Lebih baik aku segera kembali, sebelum yang lain curiga." Gumam Luhan dan berjalan menuju kelas X-C dimana teman - temannya berada –dan juga kelas Oh Sehun.

Saat Luhan tiba dikelas X-C, Luhan pun langsung mendudukan dirinya dikursi yang telah disediakan.

CKLEK

Tiba - tiba ada yang membuka pintu kelas. Luhan yang mendengarnya pun menolehkan kepalanya kearah pintu kelas yang terbuka tadi.

'Oh. Anak itu.' Batin Luhan terkejut saat melihat siapa yang membuka pintu kelas.

Ternyata yang membuka pintu kelas tersebut adalah Sehun. Sehun yang baru membuka pintu pun langsung disambut wajah terkejut Luhan. Dengan sedikit jahil, Sehun pun mengedipkan matanya kearah Luhan. Luhan yang mendapat kedipan mendadak dari Sehun pun tambah membulatkan matanya dan mengedip - ngedipkan kedua matanya dengan pipi yang bersemu merah. Entah bersemu karena marah atau malu. Sehun yang melihatnya hanya dapat terkekeh geli karena tingkah menggemaskan Luhan.

Kkkkkk dasar si Sehun ini.

KRING… KRING…

Terdengar suara bel yang menandakan waktunya para siswa dan siswi Hyundai High School untuk pulang kerumah masing - masing.

"Baiklah, karena bel sudah berbunyi kalian bisa pulang sekarang. Kalau begitu, terima kasih dan sampai jumpa besok." Kata Kris mengakhiri acara perkenalan hari ini. Para sunbae pun mulai pergi keluar dari kelas X-C.

Semua murid kelas X-C pun mulai berhamburan keluar kelas untuk pulang kerumah mereka masing -masing. Begitu pula dengan Sehun, Kai, dan Tao yang mulai beranjak dari kursi mereka untuk pulang.

"Baiklah kalau begitu. Sehun, Kai aku duluan ya. Sampai bertemu besok." Kata Tao sambil melambaikan tangannya kearah Sehun dan Kai dan berlari kecil menuju gerbang sekolahan. Sepertinya Tao sudah dijemput. Sehun dan Kai pun hanya menganggukan kepala mereka membalas salam perpisahan Tao.

"Ayo Hun kita pulang. Keburu siang nanti tambah panas." Kata Kai.

"Baiklah, ayo." Sehun pun membalas ucapan Kai sambil berjalan keluar area sekolah.

Mereka berduapun mulai meninggalkan area sekolah menuju halte bis didekat sekolah dan menunggu bis yang akan mengantarkan mereka pulang kerumah.

Dilain tempat terlihat tiga orang namja, yang ternyata adalah Luhan, Baekhyun, dan Kyungsoo sedang berbincang - bincang sambil berjalan menuju gerbang.

"Oh ya. Apa kalian lihat tadi sikap Chanyeol saat memperkenalkan diri di kelas X-C? Sungguh memuakkan. Apa - apaan coba dia berkata begitu? Dia pikir dia keren apa seperti itu." Baekhyun berkata kepada kedua temannya sambil merenggut kesal karena sikap Chanyeol yang dianggapnya sangat memuakkan tadi.

"Kkkkk apa kau cemburu Baekki? Sepertinya kau kesal sekali." Goda Luhan saat mendengar keluhan sahabatnya ini.

"Cih apa maksudmu dengan cemburu? Aku tidak cemburu. Lagipula untuk apa aku cemburu dengan orang idiot itu." Sanggah Baekhyun kepada Luhan.

"Eoh benarkah itu? Bukankah kau menyukai si Park itu Baek? Kulihat sepertinya kau selalu memperhatikannya." Kata Kyungsoo ikut menggoda Baekhyun.

Baekhyun yang merasa kedua sahabatnya sedang menggodanya pun hanya bisa menahan rasa panas dikedua pipinya yang tiba - tiba saja memerah.

"Ck terserah kalian lah. Yang jelas aku tidak menyukai Park idiot itu!" Teriak Baekhyun sambil berlari meninggalkan Luhan dan Kyungsoo.

Luhan dan Kyungsoo yang mendengarnya pun hanya terbahak karena ucapan Baekhyun.

"Hahahahahha Yak Byun Baekhyun aku tahu kalau kau menyukai Park Chanyeol. Sudahlah tidak usah sok sok tidak suka begitu." Kata Luhan dengan suara yang sengaja dikeraskan kepada Baekhyun. Karena ia melihat Chanyeol yang juga sepertinya akan pulang.

Chanyeol yang mendengar teriakkan barusan pun hanya bisa melongo.

'Hah apa katanya tadi? Baekhyun menyukai Park Chanyeol? Park Chanyeol? Aku? Baekhyun menyukaiku? Baekhyun? Byun Baekhyun? Uwahh benarkah itu?' batin Chanyeol saat mendengar teriakkan Luhan.

Baekhyun yang mendengar teriakkan Luhan pun membelalakan kedua bola matanya.

'Yak apa - apaan rusa cina itu!' Batin Baekhyun sambil membalikkan badannya kearah Luhan untuk memarahi Luhan karena sudah bicara yang tidak - tidak.

DEG

Jantung Baekhyun mendadak berhenti karena ia melihat seorang Park Chanyeol yang sedang berdiri sambil melihat kearahnya diujung sana. 'Oh tidak mati aku. Arghhttt Xi Luhan mati kau!' Baekhyun membatin dengan perasaan marah tapi juga malu. Pipi Baekhyun pun memerah lagi karenanya.

Chanyeol yang melihatnya hanya tersenyum kecil. Ia pun mulai berjalan mendekati Baekhyun.

"Annyeong Baek. Kau sudah ingin pulang? Mau pulang bersama?" Tawar Chanyeol kepada Baekhyun yang masih diam mematung.

"Ahem ahem sepertinya keberadaan kita tidak dianggap Kyungie." Kata Luhan kepada Kyungsoo sambil pura - pura batuk.

"Emm sepertinya iya Lu. Bagaimana kalau kita pulang saja? Yak Baek! Pulanglah bersama Chanyeol. Bilang saja mau, jangan hanya diam mematung seperti itu." Sahut Kyungsoo.

Baekhyun yang mendengarnya pun hanya memelototkan matanya kepada kedua sahabatnya itu.

"Bagaimana Baek? Apa kau mau pulang bersamaku?" Tanya Chanyeol sekali lagi kepada Baekhyun.

"Eum.. anu Chan.. a..ku.. duhh bagaimana ya." Jawab Baekhyun terbata sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Sudahlah Baek terima saja. Aku tahu kau menginginkannya." Luhan terkekeh kecil melihat tingkah sahabatnya yang malu - malu tapi mau ini.

"Lalu bagaimana dengan kalian?" Baekhyun bertanya kepada Luhan dan Kyungsoo.

"Bagaimana dengan kami apanya? Kami bisa pulang berdua saja kok. Sudahlah tidak usah khawatirkan kami. Pulang saja dengan Chanyeol sana. Kasihan dia sudah menunggu lama. Kalau begitu kami pulang dulu. Chan jangan lupa antarkan Baekhyun sampai kerumahnya dengan selamat. Dahh~" Kata Kyungsoo mengakhiri perdebatan hari ini.

"Dadahh~" Luhan melambaikan tangannya kearah Baekhyun dan Chanyeol.

Akhirnya Luhan dan Kyungsoo pun pergi meninggalkan Baekhyun dan Chanyeol berdua di area sekolah.

"Ayo Baek kita pulang. Keburu sore nanti orang tuamu mencarimu kalau kau terlalu lama disekolah." Ucap Chanyeol sambil menarik tangan Baekhyun keparkiran untuk mengambil motornya.

"Hngg baiklah, ayo." Baekhyun pun menuruti ucapan Chanyeol dengan pipi yang lagi - lagi memerah karena Chanyeol yang memegang tangannya.

Dan pada akhirnya Baekhyun dan Chanyeol pergi keparkiran sekolah untuk mengambil motor Chanyeol.

"Sudah siap? Pegangan lah yang kuat. Aku tidak ingin kau jatuh." Suruh Chanyeol kepada Baekhyun.

"Ne sudah." Baekhyun pun memegang tas Chanyeol, seperti suruhan Chanyeol tadi untuk berpegangan.

Chanyeol yang merasa Baekhyun memegang tasnya pun memindahkan tasnya kedepan.

"Yak kau pikir akan aman hanya dengan berpegangan di tasku? Berpegangan disini saja." Kata Chanyeol sambil menautkan tangan Baekhyun dipinggangnya untuk berpegangan.

"Eh?" Baekhyun pun kaget karena perlakuan Chanyeol barusan. Pipinya pun memerah lagi untuk kesekian kalinya pada hari ini.

Chanyeol yang merasa sepertinya Baekhyun malu pun hanya tersenyum kecil dibalik helmnya.

"Baiklah ayo kita berangkat." Kata Chanyeol sambil melajukan motornya keluar area sekolah.

Chanyeol dan Baekhyun pun pergi meninggalkan area sekolah. Terlihat area sekolah yang sudah mulai sepi karena sudah hampir semua murid Hyundai High School pulang kerumah mereka masing - masing.

Author POV END

.

.

.

TBC

.

.

.

Chap 2 Up!

Masih adakah yang menunggu ff abal ini? Hehehe Makasih ya buat semua yang udah review juga follow dan favorite ff ini^^ dan buat yang belom review, review ya jangan jadi siders :D hohoho

Dan untuk kamu (aku ga tau namanya:D) makasih ya atas sarannya :) tenang aja aku ga marah ko, malah seneng bngt dikasih saran kek begini :'D hohoho aku bakal terus coba deh buat ngebakuin kata - katanya. Dan semoga aja di chap 2 ini kata - kata nya udah mulai bener ya :D abis tadi ga ngeliat - liat lagi, langsung update2 aja :v makasih ya udah baca sama dukungannya juga^^ ini nextnya ya :) Semoga suka dan ga mengecewakan~

Semoga chap 2 ini bisa dimengerti yak/? Maap kalo ceritanya makin gaje :'D

So, MIND TO REVIEW?

THANKS:*