Disclaimer : I do not own Katekyo Hitman Reborn
.
.
Kondo Minami bukanlah pengamat yang baik. Dia tidak pernah memperhatikan hal-hal yang terjadi di sekitarnya.
Suara serangga di musim panas, daun sakura berjatuhan di musim gugur, nafas udara yang terlihat di musim dingin, dan bunga mekar di musim semi, Minami tidak pernah memperhatikan mereka semua sampai salah satu temannya menyebutnya.
Tapi, sulit untuk tidak menyadari hal-hal aneh di rumah Sawada jika rumahmu hanya beberapa blok dari rumahnya.
Setiap dia melewati rumah Sawada untuk pergi dan pulang dari sekolah, Minami bisa mendengar suara teriakan dan ledakan. Terkadang dia bisa melihat asap berwarna merah muda dan mencium bau busuk yang membuatnya sakit perut.
Pagi ini pun hal aneh terjadi di rumah Sawada.
Sebenarnya jika dibandingkan dengan kejadian-kejadian lainnya, kejadian kali ini masih bisa disebut normal.
Dino-sensei sedang berbicara dengan Dame-Tsuna di depan rumah. Gokudera dan Yamamoto juga ada disana, mendengarkan permbicaraan mereka dengan ekspresi serius. Ada juga satu laki-laki berjas hitam yang tidak Minami kenal.
Yang aneh adalah topik pembicaraan mereka.
"Kita hanya harus menyerang mereka semua, kan?" ucap Yamamoto, tersenyum. Minami kenal senyuman itu. Itu adalah senyuman yang hanya dia tunjukkan diatas arena baseball.
"Tidak mungkin semudah itu. Musuh pasti punya rencana. Bisa saja ini hanya jebakan," ucap Gokudera serius.
"Tapi, kita harus melakukan sesuatu!" Tsuna mengacak rambutnya frustasi.
Mereka semua tidak menyadari Minami yang berjalan mendekat.
"Karena itulah aku datang kesini dan meminta pendapatmu, Tsuna," ucap Dino-sensei. "Tujuan mereka adalah membun-"
"Dino-san," Tsuna memotong. Kepalanya tiba-tiba menoleh kearah Minami. "Selamat pagi, Kondo-san."
Keempat laki-laki lainnya langsung menyadari keberadaannya.
"Oh, selamat pagi, Kondo," ucap Dino-sensei dengan senyum yang memikat hati. Semua atmosfir menegangkan tadi menghilang begitu saja.
Gokudera membuang muka. Yamamoto menyikut perutnya sambil memberikan senyum bersalah.
Minami tidak keberatan. Sudah pengetahuan umum bahwa Gokudera bersikap kasar pada semua orang kecuali Tsuna, meskipun tidak ada yang tau alasannya.
"Um... Selamat... pagi..." Dia membalas sapaan mereka ragu-ragu.
"Cu-cuacanya cerah sekali, ya... Haha.." Tsuna menggaruk belakang kepalanya. Senyumannya jelas sekali dipaksakan.
Minami tidak membalas. Dia pergi melewati rumah Sawada tanpa kata.
.
Hari itu, dia sama sekali tidak bisa berkonsentrasi pada pelajaran sekolah.
Ingatannya terus melayang pada kejadian aneh pagi ini.
Minami sadar dari pertama dia melihat Tsuna berlarian hanya dengan celana boxernya bahwa laki-laki dengan nilai terendah di kelas itu telah terlibat dengan dunia yang tidak bisa dimasuki orang normal.
Lalu suatu hari rumah Sawada dipenuhi dengan orang-orang menakutkan dan Tsuna berdiri diantara mereka dengan mata dipenuhi tekad, saat itu Minami sadar laki-laki paling lemah di sekolah itu telah terlibat dengan dunia yang berbahaya.
Tapi, seberapa anehnya dan seberapa besar bahaya itu sebenarnya, Minami baru menyadarinya pagi ini ketika dia melihat ekspresi Tsuna yang dipenuhi dengan perasaan cemas, gelisah, dan takut.
Kata-kata Dino-sensei yang Tsuna potong tadi sebenarnya adalah 'membunuh', dia tau itu.
Minami melihat ke empat bangku kosong yang biasanya diduduki oleh seorang murid nakal, idola sekolah, gadis pendiam, dan si payah tidak berguna yang entah sejak kapan menjadi sebuah misteri tak terpecahkan.
Dia tidak akan heran jika pemilik bangku-bangku kosong itu kembali masuk sekolah dengan tubuh penuh luka.
.
.
A/N : Terima kasih karena sudah mau meninggalkan Review!
Sebelumnya, saya mau menjelaskan kalau wine itu dimasukkan cuma sebagai alasan biar Tsuna gak terlihat OOC. Kenapa malah fokus sama bagian itu -_-?
Cocoa2795-Tsuna disini SMA. Dia pisah sama Osamu waktu lulus SMP.
Frwt-Tsuna sudah minum wine sebelumnya. Dia kemudian minum wine lagi di depan Osamu. Makanya sikapnya jadi OOC. Maaf, saya tidak menjelaskannya dengan baik. Ngomong-ngomong, setiap chapter itu menceritakan perspektif dari orang yang berbeda-beda, jadi chapter ini bukan menceritakan Osamu lagi. Sekali lagi, maaf.
Miyaka Himizuka-Kalau sudah terbiasa, baca ff bahasa inggris itu mudah, kok (menurut pengalaman saya sendiri).
Jaa nee~!
