SAVE ME!

DISCLAIMER : Naruto –Masashi Kishimoto

AUTHOR : FURIHATA NAO

Pairing : SasuNaru

Genre : Hurt/Comfort, Drama, Tragedy, dll (blm terpikirkan)

Rate : T

Warning : author baru, fic pertama, typo (s), gaje, Sho-ai BxB, OOC, AU

Yang ga suka tinggal tekan tombol back, OK?

Satu hal yang tak pernah Naruto lewatkan setiap hari Sabtu seusai pulang sekolah, yaitu mengunjungi apartemen Tou-sannya. Tak ada alasan khusus, mereka hanya saling melepas rindu ketika Tou-sannya diberi libur setiap hari Sabtu.

Seorang pemuda baru saja keluar dari lift yang ada pada gedung apartemen yang baru dihuninya 5 hari lalu. Uchiha Sasuke namanya, pemuda tinggi berambut raven, berkulit putih pucat dengan mata hitam sekelam malam, yang berusia 19 tahun dengan status sebagai mahasiswa Konoha International University. Rencananya, sekarang Sasuke akan membeli beberapa kebutuhan dan membereskan barang-barang yang masih tercecer dan beristirahat.

Tapi kini di depan pintu apartemennya dia menemukan seorang bocah pirang jabrik yang teru-terusan mengetuk pintunya, orang itu tak sadar bahwa sang empunya pintu berada di belakangnya.

"Siapa kau?" Tanya Sasuke singkat, khas keluarga Uchiha yang irit bicara.

Aruto tersentak mendengar sebuah suara beriton yyang tak dikenalnya, segera ia berbail kebelakang dan menemukan seorang berambut rave yang yang menjulang tinggi sembari menatapnya tajam sekaligus bingung. Dan respon yang diberikan Nartuo karena tak mengerti dengan apa yang ditanyakan Sasuke hanyalah memiringkan kepalanya.

Entah apa yang dipikirkan Sasuke, isehingga membuat kedua pipi pucatnya sedikit merona. Segera sadar dari lamunannya, ia mengulang pertanyaannya.

"Siapa kau? Mau apa di pintu ku?"

Gerakan Naruto sangat cepat waktu itu, ia tersentak kembali kemudian melihat ke atas pintu yang terdapat nomor pintu apartemen lalu langsung melirik ke pintu disebelah kanan, terakhir dia teresenyum meminta maaf pada Sasuke. Sementara Sasuke yang melihat arah pandang Naruto hanya menghela napas, tahu permasalahannya.

"Kau salah pintu Dobe" Itu bukan pertanyaan, tapi pernyataan dan seketika senyuman Naruto luntur sudah.

Naruto menunduk, "Gomen ne.." Ada jeda yang Naruto pergunakan untuk menatap Sasuke lalu segera melanjutkan perkataannya, "Teme!"

Kini Sasuke yang tersentak mendengar perkataan aruto

Sasuke's POV

"Teme!"

Eh? Dia memanggilku teme? Dasar bocah dobe nakal, berani sekali dia yang notabene lebih muda dariku mengejekku. Memanng apa salahku? Tapi tunggu dulu, dia pergi kepintu di sebelah kanan kan? Bukan apa-apa sih, hanya saja aku sering melihat pemiliknya keluar-masuk membawa wanita berbeda, bahkan ketika aku mecoba berkunjung –atas paksaan aniiki ku 3 hari lalu, aku malah menemukannya sedang bercumbu-ria melakukan adegan nista. Dan dilihat dari ciri fisiknya yang hampir sama, mungkin saja bocah tadi adalah anaknya.

Hah~ mengingat itu entah kenapa aku merasa sedih. Bocah tadi walaupun tak sopan tapi aku tak bisa membayangkan wajah manisnya menangi –Eh?. Ck, apa yang kupukirkan. Oatkku mulai tak waras sekarang. Tak mau memikirkan apapun lagi, aku segera masuk ke apartemenku dan bergegas akan pergi ke Minimarket tuk membeli beberapa kebutuhan

End Sasuke's POV

Naruto denganbersemangat langsung masuk ke apartemen Minato, dia berkali-kali memanggil nama Tou-sannya dan berkali-kali pula tak ada jawaban. Tak mungkin Tou-san nya pergi ke luar rumah, karena tadi pintunya tak terkunci dan beliau tak mungkin seceroboh itu. Apartemennya memang luas, tapi tak mungkin Tou-san nya tak mendengar panggilan Naruto. Melihat sekelilingnya, Naruto menemukan pintu kamar yang terbuka.

'Oh, mungkin Tou-san sedang tidur' Pikir Naruto. Dan segera dia langsung menuju ke pintu kamar yang terbuka itu.

Ahh~

Sebuah suara terdengar, membuat dirinya membeku seketika. Pikirannya langsung melayang kemana-mana. Naruto itu takut hantu, makannya dia gemetar. Pikirannya memang masih polos untuk anak yang sudah berumur 16 tahun. Yah, dia tak pernah… ehem! Mimpi basah.

Naruto segera berlari ke kamar Tou-sannya, ingin melaporkan kejadian tadi dan bisa menemaninya. Tapi ternyata, suara itu berasal dari kamar Tou-sannya. Ya, ketika mengintip melalui pintu yang terbuka. Dia melihat sesuatu yang tak pernah dia bayangkan, pemandangan yang membuat mata nya meredup seketika.

TBC

Halo minna-san, Nao menemukan beberapa kesalahan di chapter 1, semoga chap ini tak terlalu banyak kesalahan. Maklum saja ya, Nao author baru dan ini Fic pertama. Dan Nao rasa di chap ini moment SasuNarunya kurang berasa ya?

Kritik, saran ataupun segala unek-unek tentang fic ini, mohon review ya~

Ah bagi balasan review:

trisna : makasih trisna-san, Nao bakal coba panjangin lagii, tapi sepertinya ini juga masih pendek ya?

Uchikazerei : salam kenal Rei-san, ini juga sepertinya masih pendek ya? Bosen sama SasuNaru? Semoga gak terjadi. SasuNaru always ^,^

Vianycka Hime : makasih udah dukung, mohon bantuannya ya~ Sasukenya udah muncul nih, tapi belum terlalu banyak momentnya di chap ini

Luca Marvell : mengenai Minato, sudah dijawab di chap ini meskipun belum semua. Jadi tunggu ya~

Yuichi : makasih, Naruto emang harus bersabar disini :P