MASASHI KISHIMOTO
UCHIHA SASUKE X UZUMAKI NARUKO
Uchiha Sasuke. : Sasuke Yuryevich Nikolayev
Uzumaki Naruko : Naruko Del Iglasias
.
Warning : fem!naru, aneh, abal, typos.
.
.
.
Chapter 2
.
"Pagi tadi ditemukan 2 sosok mayat disebuah hutan dalam kondisi tubuh tercerai berai, diduga ini adalah ulah binatang buas yang ada dihutan pulau okinawa. Untuk para warga yang tinggal dipulau okinawa diharapkan untuk tidak pergi kehutan atau berada didekat hutan, sebelum pihak kepolisian berhasil menangkap hewan buas yang meresahkan para warga- klik" seorang wanita mematikan berita yang tadi ditanyangkan ditelevisi dengan senyum sinis.
"Hewan buas eh, jangan bercanda" ucap wanita itu sebelum berdiri dan melangkah pergi dari sofa yang tadi ia duduki.
.
Berita tentang hewan buas sudah tersebar dikalangan masyarakat termasuk para murid, hal itu membuat para murid yang bersekolah di JIHS (Japan International High School) resah karna sekolah mereka bisa dibilang dekat dengan hutan. Pihak sekolah yang menyadari hal itu memberitahukan agar tidak khawatir karna bagaimanapun juga pemberitaan hewan buas itu terjadi di pulau okinawa, bukan ditokyo.
'Hewan buas, bukan. Bukan hewan buas, jadi mereka sudah bergerak ini bahaya' batin seseorang ditengah tengah kerumunan para murid yang sedang mendengarkan acara pidato kepala sekolah.
"Pulau okinawa" ucap Naruko dengan wajah serius dan sorot mata yang tajam.
"Ckck aku yakin itu pasti harimau" ucap Tenten yang berdiri disebelah Naruko
"Ini pasti dampak dari pembabatan lahan hutan untuk dijadikan area pemukiman itu" ucap pemuda yang memiliki tatto segitiga terbalik, Inuzuka Kiba.
"tentu saja, para hewan menjadi susah untuk berburu sehingga menjadikan manusia sebagai buruannya sekaligus balas dendam mungkin" ucap Naruko dengan acuh
"Hei tapi tidak semua manusia yang seperti itu" ucap Sakura tidak terima
"Tapi pada kenyataannya manusia itu egois yang hanya memikirkan tentang harta membuat mereka rela melakukan apapun bahkan menghancurkan ekosistem alam dengan menjadikan hutan didunia ini semakin sedikit, karna hal itu pula saat ini kita sedang krisis globalwarming bukan" sinis Naruko
"Yaya kami mengerti KETUA CLUB PENCINTA ALAM" ucap Kiba dengan menekan dibagian 'ketua club pencinta alam'
"Hoaaam, hey Naru kau berbicara sperti itu seakan akan kau membenci manusia padahalkan kau juga manusia bukan. Itu artinya kau juga salah satu orang yang serakah" ucap Shikamaru dengan nada malasnya
Naruko hanya diam tidak menjawab seakan akan mati kutu tapi bukan itu alasannya, tidak mungkin bukan jika Naruko memberitahu jika dirinya bukan 'manusia' WTH! Mereka pasti akan menertawakannya atau bahkan menjadikannya bahan eksperimen mengingat manusia yang selalu haus akan pengetahuan.
"Ck jangan berbicara seperti kau bukan manusia" ucap Sasuke dengan nada sinis serta senyum meremehkan yang ia layangkan untuk Naruko yang sedari tadi diam.
"Yayaya kalian menang" ucap Naruko meninggalkan mereka karna acara pidato sang kepala sekolah sudah selesai, hal itu membuat Sasuke menaikan alisnya tak mengerti karna seharusnya Naruko membalas perkataannya bukan pergi begitu saja
"Seharusnya kalian tidak boleh berbicara seperti itu, kita semua tau jika Naru benar benar mencintai alam" ucap Sakura menggeleng gelengkan kepalanya sebelum menyusul Naruko
"Apa kalian percaya jika itu ulah binatang buas" ucap Neji tibatiba pada saat hanya ada Shikamaru, Sasuke, dan kiba
"Oh ayolah mana ada binatang buas yang hanya memakan hati dan jantung korbannya" ucap Kiba memutar bola matanya
"Kekh, aku kira kau bodoh ternyata kau pintar juga" ucap Shikamaru tersenyum meremehkan
"Sialan kau, bagaimanapun aku adalah pewaris klan Inuzuka. Sedangkan kau sebagai pewaris klan Nara kau itu terlalu malas" geram Kiba
"Semua orang tau walaupun aku malas, aku sangat jenius" ucap Shikamaru meremehkan sebelum pergi tanpa memperdulikan Kiba yang menggeram kesal dan meneriaki namanya. Sasuke dan Neji? Hanya mengendus geli pertengkaran romantis mereka walaupun membenarkan semua ucapan Shikamaru tadi. Hari itu juga kondisi di JIHS kembali tenang, tapi tidak untuk beberapa orang yang menutupi kegelisahannya.
.
Pada malam harinya Naruko pergi ke pulau okinawa untuk menyelidiki kejadian tersebut, walaupun terletak sangat jauh dan melewati lautan. Naruko hanya langsung terbang menggunakan sayap emasnya dan melesat dengan kecepatan tinggi membuat dirinya terlihat seperti bintang jatuh oleh para manusia yang secara tidak sengaja melihatnya. Tidak bukan hanya manusia, tapi seseorang yang bukan berasal dari manusiapun melihatnya.
Untuk sayap Naruko sendiri terlihat seperti sayap kelelawar namun memiliki warna emas, dan saat ini Naruko memakai pakaian serba hitam serta penutup kepala dan topeng rubah yang terlihat seperti ANBU dianime milik MASASHI KISHIMOTO yang sering ia tonton.
Saat diperjalanan Naruko dapat merasakan beberapa orang yang memiliki aura seperti seorang Ancients, seketika senyuman Naruko mengembang menyadari mereka telah keluar dari persembunyiannya. Naruko merasa senang bukan karna ingin membalas dendam pada mereka karna telah berhianat tapi Naruko merasa senang setidaknya jika mereka sudah keluar dari persembunyiannya Ancients itu sudah mulai mencoba untuk hidup lebih baik dan memaafkan diri mereka sendiri.
Seketika Naruko mendaratkan dirinya kepermukaan tanah dan menghilangkan sayap serta auranya, karna jika tidak para Ancients itu tau jika dirinya adalah seekor naga, lebih tepatnya Gold Dragon. Walaupun para Ancients yang dulu pernah ia temui namun tidak menutup kemungkinan jika salah satu diantara mereka mengetahui aura seperti apa yang dia keluarkan.
"Ck, sial" gerutu Naruko, padahal jaraknya masih sangat jauh tapi kini dirinya tidak bisa datang lebih cepat lagi dengan sayap ataupun melakukan teleport karna mereka pasti akan menyadari hal itu.
Naruko menunggu hampir 5 jam dan sekarang hari sudah mulai tengah malam, tapi para Ancients itu belum juga pergi dari tempat yang ia tuju. Sampai hari sudah mulai pagi Naruko merasakan jika mereka sudah pergi dan menghilang Naruko menggunakan teleport karna jika terbang menggunakan sayapnya para manusia yang melihatnya akan sangat curiga bukan.
Blezzt kilatan emas terlihat dihutan okinawa, kilatan emas itu adalah Naruko yang menggunakan teleport ke hutan ini. Naruko dapat merasakan sebuah pelindung yang sangat kuat mengitari sebagian wilayah hutan ini, mungkin para Ancients itu kebingungan tidak menemukan apaapa sehingga mereka mencari dalam waktu yang lama.
Tapi bagi dirinya yang seorang Dragon itu hal mudah, Naruko dapat melihat dengan jelas para algra (jenis monster yang memiliki dua tangan dan dua kaki namun memiliki tubuh kerdil dan gendut dengan mata satu serta mulut lebar hingga mencapai telinga mereka yang runcing) sedang berjalan kesana kemari.
'Ini gila, satu desa yang dipenuhi oleh algra. Ini benar benar masalah besar. Monster monster menjijikan itu bisa memakan habis penduduk okinawa ini' batin Naruko
Naruko benar benar bimbang, apa yang harus ia lakukan. Naruko bisa saja langsung menghabisi monster itu namun pasti akan ada pertarungan yang mungkin terjadi ledakan atau semacamnya, hal itu tentunya membuat para manusia curiga. Salah salah manusia dapat menemukan para algra yang berkeliaran karna dinding pelindung ini ia musnahkan dan tentunya membuat para manusia panik.
Tapi satu hal yang ia tidak ketahui, kenapa mereka bersembunyi bahkan jumlah mereka lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk yang ada dipulau okinawa. Dan siapa yang membuat pelindung sekuat ini, Naruko benar benar dibuat bingung saat ini.
Ah, Naruko ingat sesuatu dirinya harus pergi kekaum Ancients untuk mengajak mereka bekerja sama. Setaunya Ancient memiliki sebuah klan yang dapat membuat pelindung walaupun tidak terlalu hebat karna harus menampung algra yang sebanyak ini namun itu bukan masalah, karna Naruko dapat membagi kekuatannya untuk sementara waktu sedangkan dirinya akan memusnahkan para algra itu. Ya, ini rencana yang tepat walaupun dirinya harus tampil sebagai Gold Dragon.
Blezzt Naruko menghilang dari tengah hutan okinawa dengan kilat emasnya, tanpa mengetahui ada seseorang yang sedari tadi melihatnya membelalakan matanya tak percaya melihat dirinya menghilang dengan kilat emas.
'Si-siapa itu' batin seseorang(?) itu melihat sosok bertopeng serba hitam itu menghilang dalam sekejap dari pandangannya.
.
Tap Naruko kembali ke apartement sederhana miliknya dan bergegas untuk siap siap kesekolah karna dirinya terlambat hanya garagara memikirkan rencana apa yang harus ia lakukan.
Oh, ya. Seperti yang ia duga gerbang sekolah sudah tertutup dengan sempurna karna sekarang sudah pukul 8.30, tanpa banyak pikir panjang Naruko berlari kearah belakang sekolah dan memanjat pagar, dan hap! Naruko mendarat dengan mulus.
"Kau terlambat dobe" terdengar suara seseorang yang ia kenal membuat dirinya mengedarkan pandangannya kesegala arah namun tidak menemukan siapa siapa.
"Diatas Naru" ucap seseorang yang menggunakan nada malas
Naruko mengadahkan kepalanya dan melihat Sasuke, Neji, Shikamaru, dan Kiba sedang duduk di dahan pohon. Ah tidak pengecualian untuk Shikamaru yang sedang merebahkan dirinya dalam posisi tidur diatas dahan pohon.
"Sedang apa kalian disini, bukankah pelajaran sudah dimulai" tanya Naruko menatap mereka
"Kakashi-sensei sedang ijin jadi saat ini pelajarannya kosong ya walaupun ada tugas yang ia berikan" ucap Neji acuh
"Lalu kenapa kalian tidak mengerjakan tugasnya" ucap Naruko (ah ayolah kemana kejeniusanmu itu Naru mereka itukan pintar)
"Itu soal yang mudah kami sudah mengerjakannya sebelum kemari" ucap Kiba dengan riang
"Ah begitu, baiknya aku kekelas saja" ucap Naruko
"Sekarang sudah pelajaran kedua, Orochi-sensei" ucap Sasuke dengan nada datarnya membuat Naruko merinding, bukan karna suara Sasuke yang datar namun mendengar nama Orochimaru yang sangat aneh terlihat seperti banci namun begitu terobsesi padanya.
Semua murid tau jika Orochimaru menyukai Naruko walaupun terlihat seperti banci, jika sudah berada dikelas Naruko atau berada didekatnya Orochimaru pasti akan selalu berada disebelahnya dengan berbagai macam rayuan aneh.
"Uh aku disini saja" ucap Naruko duduk dibawah pohon tempat Sasuke cs berada sambil menyenderkan dirinya pada batang pohon
"Hey Naru kenapa kau bisa terlambat, biasanya kan kau tidak pernah terlambat" ucap Kiba heran
"..."
"Naruko" panggil Kiba karna Naruko tidak menanggapi pertanyaannya.
Tap, Sasuke turun dari atas pohon dan melihat Naruko yang tertidur dengan wajah polosnya. Diikuti dengan Shikamaru, Neji, dan Kiba yang ikut turun.
"Haah dasar bodoh tertidur ditempat seperti ini, bagaimana jika ada seseorang yang berniat jahat padanya" ucap Neji menggelang gelengkan kepalanya
"hey kalian tau, aroma tubuhnya harum" ucap Kiba sambil mengendus tubuh Naruko yang sedang tertidur itu
Bletak"ittai, oi apa yang kau lakukan Neji kenapa kau memukulku" ucap Kiba sambil mengelus kepalanya yang dipukul Neji
"Jangan lakukan hal yang aneh aneh" ucap Neji pada Kiba sambil melirik Sasuke yang nampak kesal karna sikap Kiba tadi, Kiba yang mengerti apa maksudnya langsung cepat cepat berbicara.
"Tenanglah, aku hanya penasaran aroma tubuhnya harum. Apa kalian tau jika aroma tubuh seseorang menggambarkan hatinya, aroma Naru sangat harum itu artinya Naru orang yang memiliki hati putih bersih" ucap Kiba menjelaskan sambil tersenyum.
Shikamaru, dan Neji tersenyum hangat mendengarnya, tidak bukan hanya mereka berdua Sasuke yang tidak pernah tersenyum pun ikut tersenyum lembut. Mereka tau akan hal itu, walaupun Naruko suka berbicara sinis dirinya adalah manusia terbaik yang pernah mereka temui.
"Kami tau" ucap mereka bertiga secara bersamaan membuat Kiba tersenyum
Angin berhembus membuat rambut mereka bergerak seirama dengan angin begitu pula dengan rambut milik Naruko membuat mereka terpesona melihat Naruko seperti malaikat.
"Uh ini tidak bagus" ucap Neji membalikan badannya agar tidak terlalu lama melihat wajah Naruko yang imut itu.
"Sebaiknya kita pergi dari sini" ucap Shikamaru yang ikut membalikan badannya
"Tapi ini berbahaya bagaimana jika ada siswa yang berbuat mesum padanya, Naruko saat ini sedang dalam keadaan mempesona" ucap Kiba
"Ada Sasuke" ucap Shikamaru melangkah pergi bersama Neji yang mengikutinya dari belakang
"Sas kau akan menjaganya" tanya Kiba
"Hn" gumam Sasuke yang masih menatap wajah Naruko yang masih tertidur
"Baiklah aku akan menyusul yang lain" ucap Kiba sambil berlari menjauhi mereka. Dan Sasuke hanya terus menatap Naruko dengan tatapan datarnya.
2jam kemudian Naruko membuka matanya sambil merenggangkan otot lengannya, dan melihat Sasuke yang sedang menatap datar kearahnya dengan menyandarkan dirinya pada pohon dan memasukan kedua lengannya pada saku celananya membuat dirinya terlihat, uh keren.
"Kenapa kau menatapku seperti itu kemana yang lainnya" tanya Naruko sambil menggosok gosokan matanya.
"Pergi, jam berapa kau tidur" ucap Sasuke datar
"Uh aku tidak bisa tidur, walaupun memaksa untuk menutup mataku" ucap Naruko mengeluh
"Hn" gumam Sasuke
"Lalu kenapa kau masih ada disini, uh~ punggungku pegal sekali" ucap Naruko sambil memukul pelan punggungnya
"Bukan urusanmu" ucap Sasuke
"Uh terserah kau saja" ucap Naruko yang bangkit(?) Dari posisinya yang duduk tadi, berjalan pelan meninggalkan Sasuke yang kini hanya menatap punggung Naruko dengan tatapan yang sulit diartikan.
'Hanya kau perempuan yang mengacuhkan diriku, Naru' batin Sasuke yang kemudian menatap langit biru, angin berhembus pelan menerbangkan beberapa daun sakura dan rambutnya yang bergonyang seirama.
.
.
Tbc
