TITTLE : вещие (Veschiye)

ALTERNATIVE TITLE : Precognitive Dream

PAIR : ALLxJIN / EVERONExJIN slight KANGINxLEETEUK


Sexual tension is a social phenomenon that occurs when two individuals interact and one or both feel sexual desire, but the consummation is postponed or never happens.


"Setelah melakukan EMG dan MRI dirinya positif terkena Skiatika ringan" ujar dokter menunjukkan hasil rontgen milik Jin pada Jin dan Myungsoo.

"Kalian lihat area ini?" ujar sang dokter melingkari daerah panggul, dan keduanya mengangguk.

"Ini adalah gambaran tulang panggul Seokjin-shi, dimana ada ketegangan disepanjang saraf panggul. Untungnya saya tidak melihat adanya pergeseran sendi dan tulang. Jadi ini bisa dikategorikan Skiatika ringan, tetapi tentu saja Seokjin-shi harus tetap dirawat untuk pengobatan dan terapi lebih lanjut. Saya sarankan Seokjin-shi untuk tidak terlalu banyak bergerak dan tidur telungkup atau menyamping" ujar sang dokter memberi penjelasan.

Mungsoo bernafas lega bahwa sakit yang dimiliki Jin tidak begitu parah. Jin langsung dibawa oleh suster untuk mengganti pakaian pasien rawat inap dan menjalani terapi pertamanya.

Dan Myungsoo masih setia menunggunya hingga selesai sambil memberitahu kondisi Jin kepada keluarganya.

"Ini sudah sore dirimu tidak kembali ke kantor?" ujar Jin begitu selesai dan diantar menggunakan kursi roda keruang rawat inapnya.

Dan sedikit menyesal membiarkan Myungsoo yang mengurusnya karena pasti ruangan VVIP Class yang akan Myungsoo pesan untuk dirinya.

Dan Jin tidak begitu suka kemewahan dan ketenaran.

"Ada asisten yang mengurus semuanya"

"Tapi dirimu harus kembali, kudengar sebenarnya kau meeting penting hari ini. Noona sudah baik – baik saja dan aku juga sudah ditangani dengan baik. Kembalilah, aku tahu dirimu tidak suka menunda pekerjaan" ujar Jin mengusir Myungsoo halus.

Merasa memang Jin sudah baik – baik saja akhirnya dirinya memutuskan untuk pamit pulang sambil memberikan beberapa petuah yang hanya dianggap angin lalu oleh Jin. Setelah memastikan Myungsoo keluar dari ruangannya, Jin juga keluar setelahnya.

Menuju ruang psikologi dimana ada placard yang tertulis didepan pintu,

Dr. Park Shin Hye, B.S., .

Psychologist

Berhubung Jin berada di rumah sakit ada baiknya dirinya untuk mengunjungi psikolog dan berbicara mengenai 'kemampuan aneh' yang dia miliki. Dan akan lebih baik jika keluarganya tidak mengetahui mengenai hal ini karena jelas akan mengkhawatirkan keluarganya.

"Baik percakapan kita akan direkam, jadi pastikan dirimu rileks dan merasa nyaman" ujar sang dokter mebantu Jin duduk di sofa agar nyaman sambil menyalakan kamera yang dihadapkan kearah Jin

"Baik"

"Jadi siapa namamu?"

"Kim Seok Jin"

"Seokjin-shi, apa keluhan anda?"

"Sejak 1 Januari 2017. Saya mulai bermimpi tentang diri saya 'tidur' dengan pria tak dikenal"

"Lalu?"

"Pada tanggal 3 Januari 2017. Saya memiliki mimpi itu lagi, tapi kali ini dengan pria lain lagi"

"Dan dirimu masih juga tidak mengenal pria itu?"

"Betul"

"Dan itu terjadi setiap hari?"

"Tidak ada urutan waktu yang jelas. Terkadang setiap dua hari, kadang dua kali dalam satu hari, terkadang sekali sehari "

"Baiklah kalau begitu"

"Pada tanggal 4 Januari 2017. Saya bermimpi tentang pria dan wanita yang bertengkar. Belakangan, saya menemukan bahwa mereka berselingkuh di belakang pacar wanita itu. Pada akhirnya, pria itu membunuh pacarnya. Saya segera terbangun dengan ketakutan yang luar biasa dan setelah itu saya melihat pria dan wanita yang berada di mimpi saya sebelum benar-benar bertengkar "

"Apakah dia membunuh pacar wanita itu"

"Tidak, saya akhirnya menghentikannya"

"Jadi mimpimu berubah menjadi kenyataan?"

"Iya…"

"Seokjin-shi. Ini yang disebut Precognitive Dream, Prescience, Visi Masa Depan, atau Pandangan Masa Depan. Ini adalah kemampuan psikis untuk melihat kejadian di masa depan. Banyak orang percaya, memprediksi masa depan lewat indra keenam. Seorang Filsuf, J.W. Dunne percaya bahwa mimpi yang dialami oleh orang tersebut tidak mengacu pada kejadian masa depan apapun, tapi secara khusus pengalaman masa depan orang yang memimpikannya. Artinya segala sesuatu yang terjadi dalam mimpimu akan berubah menjadi masa depanmu. Tidak ada mekanisme yang dikenal untuk Precognitive Dream. Precognitive Dream akan melanggar prinsip antecedence (kausalitas), bahwa efek tidak terjadi sebelum penyebabnya "

"Apa artinya?"

"Artinya, tidak ada bukti ilmiah yang dapat diandalkan bahwa Precognitive Dream adalah kemampuan nyata yang dimiliki oleh siapapun. Secara khusus, Precognitive Dream tampaknya melanggar prinsip bahwa efek tidak dapat terjadi sebelum penyebabnya. Tapi, meski kekurangan bukti ilmiah, banyak orang percaya itu adalah fenomena nyata. Ada banyak laporan tentang Precognitive Dream dan dirimu adalah salah satu dari mereka "

Jin masih mencoba mencerna kalimat dokter tadi.

"Singkatnya dirimu memiliki Precognitive Dream, dimana dirimu bisa melihat masa depan dirimu dan orang lain melalui mimpi. Namun kita masih belum mengerti cara kerja bagaimana mimpimu itu bisa terjadi dan kapan bisa terjadi"

"Apakah ada pengobatan khusus untuk menghilangkannya?"

Dan sayangnya Shinhye menggeleng prihatin.

/

"Jin!" ujar sang ibu menyadarkan Jin yang melamun di lorong rumah sakit. Sang ibu menghampiri Jin dengan panik yang terduduk diam di kursi roda.

"Kemana saja dirimu? Eomma panik begitu tidak melihatmu berada di kamar inap. Eomma hampir saja menelpon Myungsoo dan menyatakan bahwa dirimu hilang" ujar sang ibu yang dibalas senyum menenangkan dari Jin.

"Aku hanya sedang mencari angin segar tadi" ujar Jin lalu dengan bantuan ibunya, mereka berdua kembali ke ruang rawat inap.

"Sekarang media sudah tahu mengenai dirimu" ujar sang ibu sambil mengupas buah – buahan yang dibawanya untuk Jin.

Jin hanya bisa tersenyum lemah.

"Sepertinya aku tidak bisa tidur dengan tenang sekarang" canda Jin

"Tapi bersyukurlah bahwa tidak ada satupun foto maupun video mengenai dirimu. Insiden yang menimpa kakakmu juga tidak terliput oleh media dan berita lainnya. Hanya saja semua orang mengetahui bahwa adanya 'si bungsu Kim' dan pasti orang – orang yang melihatmu akan mengenal dirimu tentunya"

"Aku berterima kasih untuk itu" ujar Jin bersyukur setidaknya identitasnya masih bisa disembunyikan.

"Apa kata dokter mengenai punggungmu"

"Hanya saraf tegang pada bagian panggul dalam waktu dua minggu aku sudah diperbolehkan pulang" ujar Jin.

"Lalu dirimu akan kembali bekerja?"

"Tentu saja"

"Istirahatlah dirumah kalau bisa, bahkan eomma berharap dirimu kembali pulang kerumah" ujar sang ibu yang khawatir akan keadaan anaknya.

Jin kemudian teringat sesuatu.

"Singkatnya dirimu memiliki Precognitive Dream, dimana dirimu bisa melihat masa depan dirimu dan orang lain melalui mimpi. Namun kita masih belum mengerti cara kerja bagaimana mimpimu itu bisa terjadi dan kapan bisa terjadi"

"Apakah ada pengobatan khusus untuk menghilangkannya?"

Dan sayangnya Shinhye menggeleng prihatin.

Jin tertunduk lesu

"Tapi mungkin kita juga bisa menemukan jalan keluarnya. Pertama kita harus mencari tahu penyebab awalnya dirimu dapat melakukan hal tersebut, apakah anggota keluargamu ada yang mempunyai kemampuan yang sama atau tidak atau berbagai faktor lainnya"

"Eomma" ujar Jin kemudian.

"Hm?"

"Pernahkah eomma bermimpi lalu tiba – tiba mimpi eomma jadi kenyataan?" tanya Jin.

"Tentu saja pernah, eomma bermimpi punya anak yang banyak jadi eomma memutuskan untuk menjadi guru TK dulu"

"Bukan, bukan itu maksudku. Seperti eomma bermimpi bisa melihat masa depan eomma sendiri atau orang lain…?"

"Tentu saja tidak sayang…dirimu terlalu banyak menyendiri hingga berfikiran aneh seperti itu. Ini makanlah buah ini dan segera lekas tidur" ujar sang ibu menanggapi pertanyaan aneh anaknya.

"Dan nominasi untuk kategori Actor of The Year jatuh kepada Kim Soo Hyun!" ujar pembawa acara lalu Kim Soo Hyun dengan bangga mendekati podium dan menerima piagam 'Daesang' tersebut kepadanya. Saat ingin mengucapkan 'winning speech' tiba – tiba saja layar podium menjadi gelap dan menampilkan video Kim Soo Hyun yang melakukan perbuatan tidak senonoh dengan seorang perempuan.

"nghhh… shhh…. Mppftt… ahhh….please make it deeper and harder honey" racau perempuan itu saat vaginanya disodok dengan kasar oleh Soohyun

"arghhh kau benar benar seorang God Sex hyun-ah" ucap perempuan itu lagi saat jari – jari lihai Soohyun memainkan klitorisnya ditambah masih ada vibrator yg dibuat level max di anusnya membuat vibrator itu bergetar sangat cepat ditambah lagi jari Soohyun membuat perempuan itu seakan melayang. belum lagi payudaranya diremas dan nipplenya diplintir kuat. Mulut Soohyun sendiri sedang menghisap nipple yang lumayan besar itu

"arghhh aku mau keluar" racau perempuan itu

"together Yooram..." ucap Soohyun

Dan setelah video itu berhenti berputar layar podium kembali menyala seperti semula.

Serta Kim Soo Hyun yang menanggung malu serta para audience yang dibuat shock.

Jin membuka matanya perlahan.

07 Januari, 2017

Matahari yang mulai kembali ke peraduaanya.

Dan mimpi buruk yang mulai kembali menghantuinya.

Jin dilema.

Haruskah ia menolong Soohyun atau tidak? Dari mimpinya Jin tahu bahwa Kim Soo Hyun benar – benar seorang pecandu seks. Dia mengeluarkan rasa stress dan aura negatifnya melalui seks. Dan Yooram adalah salah seorang 'partner'nya yang tak tahu malu memanfaatkan pria baik seperti Sunghoon agar ia hamil dan bisa menggunakan calon bayi itu untuk menjebak Soohyun.

Acara puncaknya tentunya tengah malam dan sekarang sudah menunjukkan pukul tujuh malam.

"Kim Seok Jin-shi" ujar sebuah suara muncul menghilangkan lamunannya disusul sesosok perawat yang datang memberi obat serta mengecek bagian belakang tubuhnya.

"Memar di punggung anda sudah hilang, ini adalah obat analgesic dan anti-inflamasi" ujar perawat itu setelah melihat Jin sudah menghabiskan obat yang diantar perawat tersebut. Jin hanya mengangguk ketika sang perawat membantunnya untuk tidur.

"Ah tunggu dulu, bisa tolong panggilkan Dokter Park Shin Hye? Aku perlu konsul dengannya sebentar" ujar Jin disanggupi oleh perawat tersebut.

Tak lama kemudian Shinhye datang dikagetkan oleh Jin yang telah mengganti pakaian pasiennya dengan celana jogger slim fit berwarna hitam dan pull over hoodie berwarna senada.

"Jin…?"

"Aku butuh bantuanmu…"

/

"Maaf tolong jelaskan ada keperluan apa disini" ujar gate security melihat adanya dua orang yang ingin memasuki area staff.

"Saya adalah tim medis dari Wooridul Spine Hospital. Saya diutus oleh pasien bernama Kim Seok Jin untuk menemui Kim So Eun. Ini mengenai persetujuan rawat inap" ujar Sohye sambil menunjukkan id card miliknya dan berkas rawat inap milik Seokjin.

Gate security pun mencoba menghubungi pihak dalam dan ada sedikit proses yang agak lama mengingat noona Jin harus mengkonfirmasi hal tersebut. Dan waktu menunjukkan pukul sembilan malam disaat mobil Shinhye diberi izin untuk masuk.

Setelah mobilnya terparkir sempurna di parkiran VVIP Guest Shinhye melihat keadaan sekitar.

"Kau aman dan bisa keluar sekarang" ujar Shinhye berbisik dan melihat kearah jok belakang menampilkan Jin yang sudah lengkap berpakaian serba hitam ditambah masker dan topi hitam miliknya.

Jin keluar dengan Shinhye yang menunggunya diparkiran.

"Ingat pesanku Jin, kau tidak bisa bertahan lebih dari tiga jam" ujar Shinhye dan Jin mengangguk mantap.

Akhirnya Jin memutuskan untuk kembali lagi setelah siang tadi tertimpa kecelakaan. Ia tahu sekarang noonanya akan panik menemui Shinhye nanti. Tapi yang terpenting itu adalah satu – satunya cara untuk agar dapat masuk backstage tanpa orang – orang tahu mengenai dirinya. Ia bisa membayangkan wajah panic noonanya. Tapi dirinya jauh lebih panik sekarang.

Ia meminta Shinhye membantunya menyusup kedalam tanpa diketahui orang – orang dan ini adalah rencana yang terbesit di otaknya. Tapi Jin harus menyadari fakta bahwa dirinya habis meminum obat dengan kadar dosis tinggi, itu sebabnya perawat tadi memintanya untuk beristirahat dan tidak melakukan aktivitas apapun karena jelas akan menimbulkan efek samping. Shinhye mencoba mengantisipasi dengan memberi Jin obat imun hanya dengan efek yang hanya mampu bertahan selama lima jam.

Dan Jin sudah menghabiskan dua jam pertamanya tadi diperjalanan dan sekarang ia mulai mengalami keringat dingin.

Jin menyusup ke area locker room dan bersyukur menemukan id card milik salah satu volunteer yang tergeletak diatas kursi. Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh sekarang dan Jin harus pergi kearea Multimedia.

Dan dirinya mulai pusing.

Shinhye benar.

Ia tak akan bisa bertahan lama tapi dia tidak bisa gegabah masuk kedalam dan masih harus tetap menunggu Yooram.

Ya. Sesuai mimpinya Yooram akan datang menyuruh seluruh staff IT memperbaiki screen panggung dibagian timur yang mati lalu mensabotase ruangan dengan memutar video kotornya tersebut tepat saat Soohyun melakukan winning speechnya.

Dan itu berarti sekitar jam dua belas malam.

Tepat dimana efek obatnya habis.

Dan waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam dan ponselnya bergetar.

"Yeoboseyo…?" ujar Jin menarik nafas panjang

"Jin kamu dimana sekarang? Ini bukanlah lelucon!" ujar sebuah suara disana yang Jin yakini adalah suara noonanya.

Sepertinya noonanya sudah bertemu dengan Shinhye dan sepertinya Shinhye membocorkan rahasiannya menyusup kemari karna sesuai perjanjian Jin akan balik pada pukul sepuluh malam.

"Noona…akuh di…" ujar Jin putus karna melihat ponselnya yang mati.

Jin benar – benar menyesali tindakan bodohnya sekarang.

Harusnya ia tinggal menunggu noonanya datang dan menceritakan semuanya. Tentang Sunghoon, Yooram dan Soohyun. Ia tak perlu susah payah menyamar dan bersembunyi disamping ruang Multimedia hanya untuk mengagalkan rencana Yooram.

Lagipula ini sebagai pembelajaran bagi Kim Soo Hyun agar tidak menjadi laki – laki brengsek seperti itu.

Tapi bayangan Sunghoon yang ingin hidup bahagia bersama anaknya, dan bayangan masa lalu Kim Soo Hyun menghantui rasa bersalah miliknya.

Juga bayangan mengenai bagaimana hidup anak Sunghoon nanti tanpa tahu siapa ayah kandungnya dan hidup tanpa kasih sayang kedua orang tuanya jika nanti Yooram akhirnya menikah dengan Soohyun.

Karena pernikahan tersebut tidak dilandasi dengan cinta.

Terkutuklah kebaikkan hati ibunya yang menurun padanya.

Akhirnya Jin melihat Yooram memasuki ruangan Multimedia masih lengkap dengan pakaian backup dancer miliknya dan lima belas menit kemudian dua orang yang ada di ruang Multimedia tadi keluar.

Jin langsung saja segera masuk kedalam namun terjerembab ke tanah kepalanya serasa ditusuk berkali – kali.

Ia melihat jam tangan miliknya.

11.45 P.M

Ia tak punya banyak waktu sekarang, dengan sekuat tenaga yang ada dia kembali berdiri dan memaksa dirinya untuk segera masuk kedalam dan berhasil mendapati Yooram tengah mencolokkan sebuah USB kekomputer dan terkejut mendapati dirinya.

"Siapa dirimu berani masuk keruangan ini?" ujar Jin mencoba untuk bersuara sekencang mungkin dibalik masker hitamnya meski dirinya sudah luar biasa pucat.

Yooram yang panik langsung kabur meninggalkan USB tadi yang dengan sigap langsung dicabut oleh Jin dengan sisa kesadaran yang ada Jin pun mencoba kembali ke parkiran mobil dan bertubrukan dengan seseorang.

12.00 PM

Dan kesadaran Jin lenyap.

/

"Eum pertama – tama…hadiah ini saya persembahkan untuk anak saya tercinta Soo Jin, karenanya saya bisa bertahan menghadapi segala cobaan yang ada, Soojin-ie…lihat appa nak, appa memenangkan piagam pertama dihari ulang tahunmu"

Semua orang menangis mendengar winning speech milik Sung Hoon

"Saya juga berterima kasih untuk seseorang yang mensupport saya mulai dari nol hingga sekarang. Dia adalah orang yang luar biasa pesonanya karena keindahan miliknya tercampar dari dalam…Terima kasih…Jin…"

"Jin…" sebuah suara laki – laki tidak dikenal membangunkannya.

"Lihat jarinya bergerak!" ujar suara itu lagi.

"Ya tuhan syukurlah kesadarannya kembali" dan ini suara Shinhye.

Akhirnya Jin membuka matanya perlahan. Ia sudah diruang inapnya lengkap dengan pakaian pasien miliknya.

Noonanya serta Shinhye sudah ada disana dan seorang pemuda yang tidak asing.

Sung Hoon.

"Jelaskan pada noona sekarang mengapa semalam kau berada di ruang Multimedia, Kim Seok Jin" ada nada perintah dalam suara noonanya.

08 Januari, 2017

Untuk pertama kalinya Jin mendapat 'mimpi indah'

Mendengar cerita dari Shinhye bahwa sebenarnya dari awal bahwa kakak perempuannya tidak percaya padanya hingga membuat Shinhye mengaku dipaksa olehnya mengantar ke lokasi KBS Drama Award semalam.

Syukurnya Shinhye merahasiakan bagian mengenai mimpi Jin dan USB itu juga aman ditangan dokter psikologi tersebut.

Sunghoon adalah orang yang ia tabrak sewaktu ingin kembali. Usut punya usut, rupanya Yooram melancarkan aksinya dengan mengatakan bahwa ia mengandung anak Soohyun tapi Sunghoon menggagalkan rencana Yooram dengan tiba – tiba masuk mengatakan bahwa yang dikandung Yooram anaknya dan meminta Soohyun untuk mengecek usia kandungan yang tertera di surat dokter tersebut.

Usia kandungan milik Yooram adalah sudah menginjak satu bulan, sedangkan terakhir mereka berhubungan ialah tiga bulan yang lalu. Yooram dan Sunghoon bertengkar hebat namun Yooram masih mengancam Soohyun akan menyebar video tidak senonoh milik mereka. Soohyun hanya menganggap ancaman itu angin lalu tapi tidak dengan Sunghoon yang saat itu rupanya mengikuti Yooram ke ruang multimedia dan mendapati perempuan itu kabur dengan wajah panik dan seorang pemuda yang berlari dengan tubuh sempoyongan memegang erat sebuah USB berwarna merah.

Sunghoon memastikan saat itu tidak ada satupun staff yang melihat merek terkecuali Shinhye dan Soeun yang melacak keberadaan Jin melalui tracking ponsel milik Jin sebelum ponselnya mati tadi dan dengan diam – diam Jin dibawa oleh Sunghoon dan Shinhye melalui rute yang diberitahu oleh Soeun mengingat bahwa kakinya masih sulit untuk digerakkan dan dia harus tinggal disini sampai acaranya selesai.

Berkat Shinhye pula Jin bisa masuk kedalam rumah sakit aman tanpa gangguan dari siapapun dan semalaman yang menunggunya ialah Sunghoon.

Dari sini. Sunghoon tahu nama Jin, dan juga siapa Jin sebenarnya.

Ia melihat ruangan VVIP Class milik Jin ini terdaftar atas nama Kim Seok Jin dengan wali Kim Myung Soo.

Seluruh rakyat Korea Selatan atau mungkin dunia pasti kenal benar dengan keluarga besar Kim, termasuk Kim Myung Soo.

Jin pasti adalah salah satu anggota keluarga Kim dan melihat Kim So Eun datang dan menyebut Jin sebagai adiknya meresmikan kesimpulan Sunghoon dan Shinhye (yang sebelumnya juga tidak tahu mengenai identitas Jin) bahwa Jin adalah putra bungsu keluarga Kim yang disebut – sebut itu.

Tidak heran Jin punya rupa dan tindak tanduk layaknya bangsawan sepintar apapun Jin menyembunyikannya.

Atas permintaan Jin dan Soeun pula agar Sunghoon dan Shinhye tutup mulut.

Berbicara tentang Shinhye, sang noona menanyakan keberadaan perempuan itu.

Shinhye mengambil alih pertanyaan tersebut dan berkata bahwa mereka dulunya adalah kawan lama di Pohang University of Science and Technology (POSTECH) di Pohang sebelum akhirnya melanjutkan studinya di Univerisity of Cambridge di Inggris dan belum lama ini lulus dan melamar menjadi dokter di rumah sakit ini dan tak sengaja bertemu Jin.

Dan Jin bersyukur bahwa Shinhye bisa membuat kakaknya percaya karena Jin sangat payah dalam berbohong. Ditambah ternyata memang benar bahwa Shinhye adalah sunbaenya dulu, Jin ingat rupanya memang Shinhye adalah sunbaenya di klub teatrikal dimana Shinhye selalu menjadi pemeran utama.

Lalu bagaimana dengan Jin? Orang seperti Jin yang pemalu dan tertutup hanya bekerja sebagai tukang set panggung.

Setelah kakaknya pergi karena ada briefing mengenai acara nanti, Shinhye mengembalikan USB tersebut ke Jin dan dengan segera Jin menghapus video yang ada di rekaman tersebut.

Sunghoon mengatakan kemungkinan Yooram akan tetap menyebarluaskan video tidak senonohnya tersebut ke khalayak umum mengingat sepertinya Yooram masih punya salinan video itu. Sunghoon sudah siap sedia untuk menyebarluaskan kebenaran yang sesungguhnya.

Dan yang dikatakan Sunghoon benar.

Tiga bulan kemudian netizen ramai dengan sebuah video yang terupload di situs haters milik Soohyun berisikan dirinya dan Yooram tanpa disensor.

Video tersebut sudah di banned dan di take down oleh server. Namun euphoria berbagi capture-an atau video tersebut yang sempat di download masih meradang dikalangan masyarakat.

Agensi Kim Soo Hyun sendiri membenarkan bahwa itu adalah dirinya dan mengatakan bahwa artisnya dijebak dan jika perempuan itu hamil Soohyun siap sedia bertanggung jawab.

"…aku lahir dari perut seorang ibu, aku tidak bisa membiarkan anakku pula lahir tanpa seorang ibu…" ujar Soohyun dengan raut wajah penuh kesedihan hingga meluarkan air mata di press conference miliknya.

Yang Jin yakini sebagai suatu kebohongan.

Karena dari awal Soohyun tahu bahwa itu bukan anaknya dan dirinya akan memanfaatkan simpati publik.

Dan benar saja.

Sunghoon muncul dan mengatakan bahwa itu adalah anaknya bahkan jika perlu dilakukan tes DNA, Sunghoon akan menyanggupi.

Dan kini publik kembali menghina Yooram sebagai wanita jalang dan Sunghoon sebagai laki – laki biadab yang tidak mau bertanggung jawab.

Apa kabar dengan Soohyun? Laki – laki itu menjadi bersih namanya dan bahkan mendapat job terbaru untuk menjadi aktor utama dalam sebuah film laga.

Sunghoon dipecat dari KBS meski Noonanya berusaha untuk mempertahankannya.

Masalahnya Sunghoon bukanlah dari departemen Variety Show dimana kakaknya yang memimpin. Sunghoon berasal dari departemen Drama/Movie dimana bahwa Chief PD disana menolak untuk memperkerjakan Sunghoon lagi.

Dan Sunghoon tidak dapat bekerja lagi di KBS karena dirinya sudah masuk dalam daftar hitam kepegawaian.

Dan ini pula yang membuat noonanya.

"SONG JAE RIM! MANUSIA TAK BERHATI ITU BENAR – BENAR MEMBUATKU INGIN MELEMPARKANNYA KEKUTUB UTARA!" ujar noonanya ketika selesai rapat dengan petinggi KBS mengenai kontrak kerja Sunghoon dan langsung membawa Sunghoon ke rumah sakit tempat Jin dirawat.

Noonanya menawarkan agar Sunghoon bekerja di bisnis retail milik Myungsoo atau bekerja di Samsung Group. Mengingat bahwa ayah Myungsoo punya saham 50% disana.

Tetapi Sunghoon menolak dan menghargai kebaikan hati dua anak keluarga Kim tersebut.

Sebulan kemudian hasil DNA keluar menyatakan bahwa kandungan Yooram berusia lima bulan dan positif merupakan darah daging Sunghoon.

Yooram yang frustasi karena tidak bisa menikahi Soohyun memutuskan ingin bunuh diri bersama anaknya tersebut tetapi bersyukur Sunghoon bisa mengagalkannya.

Namun resikonya bayi mereka terlahir premature.

'Bang Soo Jin'

Itu adalah nama yang diberikan Sung Hoon pada putri kecilnya.

Mengingat bahwa Soojin baru berusia tujuh bulan ketika lahir ia harus di-inkubator selama dua bulan dan itu tentu saja memakan biaya yang cukup banyak.

Dan Jin diam – diam membayar biaya mereka.

Meskipun Sunghoon tahu bahwa Jin yang membayar semua perawatan medis anaknya.

Jin menyarankan agar Sunghoon memasuki dunia drama musical mengingat bahwa Sunghoon punya wajah yang tampan dan suaranya yang cukup bagus.

"Mengapa dirimu yakin sekali bahwa aku cocok dengan dunia itu?" tanya Sunghoon suatu hari ketika pergi menemani Jin belanja yang selalu berakhir dengan dirinya yang selalu dibelanjakan oleh Jin

Karena ujung – ujungnya Jin selalu membeli perlengkapan bayi, makanan, dan pakaian untuk pasangan ayah dan anak tersebut.

Bagaimana dengan Yooram? Ia kabur keluar negri dan memulai hidup barunya melupakan Sunghoon serta putrinya yang hampir ia bunuh.

"Entahlah…aku hanya merasa bahwa itu cocok denganmu…" ujar Jin tersenyum

"Aku hanya pernah bermimpi bahwa dirimu akan sukses menjadi aktor" ujar Jin jujur.

Dan karena hal tersebut Sunghoon mencoba peruntungannya untuk casting peran – peran kecil disebuah drama musical

/

"UHUK!" acara makan malam keluarga tersebut dihadiahi oleh Jin yang tersedak minumnya sendiri.

Malam ini seperti biasa Jin yang selalu menemani ibunya untuk makan malam mengingat hyungnya tinggal di dorm dan noonanya yang selalu pulang larut malam.

Tapi hari ini noonannya menyempatkan diri datang kerumah mencicipi masakan ibunya.

Dan mengatakan bahwa ia mengirim CV Jin sebagai furniture designer untuk set drama gabungan akhir tahun KBS.

Dan Jin dan satu orang lainnya terpilih.

"Noona! Aku bahkan tidak pernah mengusulkannya!"

"Kau hanya bekerja untuk departemenku saja, karena aku yakin bedebah itu tidak akan sudi memakaimu"

Dan rupanya ini masih mengenai kasus Soeun yang masih tetap bertengkar dengan Chief PD Song Jae Rim.

Departemen mereka mengirimkan dua list nama dan Head PD mereka sangat menyukainya membuat Soeun yang memang pantang mengenal 'kalah' dan akhirnya mengirimkan CV Jin dan Head PD mereka terpesona dengan kesederhanaan desain yang Jin punya.

Berakhir dengan Jin dan satu orang dari list nama yang dikirim Jaerim diterima oleh KBS.

"TETAP SAJA AKU TIDAK MAU!"

/

Jin yang memakai chino slim fit berwarna hitam dengan kaus lengan pendek berwarna pink peach polos kini tengah berdiri disebrang jalan gedung KBS sambil mengenggam tali ranselnya erat – erat. Serta drafting tube yang tersampir di bahu kirinya.

"Kau tak akan percaya Sunghoon, noonaku tega mendepakku kemari" ujar Jin nanar ditelepon melihat kondisinya yang sebentar lagi mengenaskan.

Ia sudah terbias bekerja sendiri tanpa banyak orang disampingnya. Cek cok makan malam bersama kakaknya diakhiri dengan ancaman bahwa Soeun akan membongkar identitas Jin yang sudah hilang ditelan bumi.

"Aku yakin kau bisa" ujar sebuah suara disebrang sana yang anehnya terdengar seperti dari belakang Jin.

Menampilkan Sunghoon yang datang dengan Jeans hitam dan Kaus v-neck putih polos.

"Sunghoon mengapa dirimu bisa ada disini?"

"Aku ikut casting didrama terbaru KBS dan tentunya aku diterima" ujar Sunghoon kemudian dibalas senyum Jin

"Lalu dimana Soojin?"

"Dia ada ditempat daycare" ujar Sunghoon lalu keduanya masuk kedalam.

Setelah insiden di Pulau Jeju tujuh bulan yang lalu, ini pertama kalinya Jin menginjakkan kakinya di gedung KBS.

"Artis akan ada pembacaan naskah lebih dulu, dirimu tunggulah disini" ujar Sunghoon dan Jin mengiyakan.

Jin melihat beberapa poster seperti 1 Day 2 Nights, Yoo Hee Yeol's Sketchbook, Hello Counselor, Happy Together, Music Bank, Immortal Songs, Gag Concert dan masih banyak program TV lainnya yang merajai 10 Rating tertinggi.

Yang Jin dengar dari noonanya salah satu artisnya, Cha Tae Hyun ingin membuat kolaborasi drama dengan kehidupan dunia entertainment sebagai temanya. Itu sebabnya mereka berkolaborasi dengan seluruh departemen yang ada.

Jin juga melihat beberapa poster drama tadi seperti Descendant of The Sun, Hwarang : The Poet Warrior Youth, Moonlight Drawn by Cloud, atau My Father Is Strange.

"Menikmati suguhan drama kami?" ujar sebuah suara membuat Jin terkejut menampilkan sesosok pemuda tinggi dengan balutan jas semi formal dan seorang perempuan dibelakangnya yang memakai kemeja putih dengan lengan digulung sampai bahu dan rok span hitam selutut.

"Kau pasti Kim Seok Jin bukan?" tanya pemuda itu lagi.

"Ah nde, majjayeo…" ujar Jin kebingungan.

"Kau pasti kebingungan bukan. Perkenalkan namaku Song Jae Rim aku adalah Chief PD bagian Drama dan ini Lee Yoo Ri asistenku" ujar pemuda itu.

'Ah jadi ini orang yang dibenci noona'

"Ah, annyeong haseyo" ujar Jin membungkuk memberi hormat.

"Jadi karya apa saja yang pernah kau buat?" ujar Jaerim dan Jin tahu mereka ingin merendahkannya.

"Aku tidak punya banyak karya yang ku buat, karena aku tidak mempunyai Furniture Store sendiri. Bisa dibilang saya hanya seorang pengrajin" ujar Jin menimbulkan kekehan dari Jaerim.

"Bagaimana bisa orang macam dirimu terpilih ya, anyway good luck sweety" ujar Jaerim sambil mengedipkan matanya lalu berbalik pergi.

Ini akan menjadi hari yang panjang untuk Jin.

/

"HIKS…HIKSS…EOMMA! EOMMA!"

"MINGGIR KALIAN APPAKU ADA DIDALAM!"

"Hiks…tolong selamatkan putriku!"

"To….to…longh...tolong…akuh…"

DUAR!

"ANDWAE!" ujar Jin terbangun dengan keringat dingin mengalir ditubuhnya.

01 Agustus 2017,

Mimpi buruk itu datang kembali.

Seluruh orang memperhatikan Jin yang tiba – tiba berteriak di waiting room.

"Kim Seok Jin-shi? Anda sudah bisa masuk kedalam ruang rapat" ujar salah satu staff memanggilnya.

Jin masuk kedalam dimana ada beberapa aktor, aktris, tim produksi, dan noonanya.

Dan diantara semua orang itu Jin hanya mengenal Sunghoon, Soohyun, noonanya, dan sunbaenya dulu.

Lee Hyun Woo.

Orang yang dengan tega mencuri design meja miliknya hanya demi beasiswa di Manchester Metropolitan University.

Hyunwoo juga sama kagetnya namun ia dengan merilekskan wajahnya.

Inilah alasan dibalik Jin yang lebih suka bekerja sendiri. Dahulu untuk tugas akhir tahunnya ia mendapat teman kelompok yang ditentukan oleh dosennya dan itu adalah Hyunwoo. Banyak kbar miring seputar Hyunwoo. Namun yang Jin tahu dia orang yang sangat ambisius sampai dimana ditugas penilaian dosen mereka memberi nilai A+ untuk kelompok mereka dan menanyakan ide siapa dibalik pembuatan meja itu.

Dan dengan lancar Hyunwoo mengaku bahwa itu adalah ide design miliknya.

Dan keduanya mendapat surat undangan beasiswa ke Inggris, namun Jin menolak.

Dirinya tidak akan mau bekerja dengan orang – orang seperti Hyunwoo.

Namun nasib berkata lain, ia kembali dipertemukan dengan Hyunwoo yang kini terkenal sebagai furniture designer untuk merk Woo Darks atau yang disingkat WD.

Namun itu bukan menjadi fokus utama Jin sekarang.

Mimpinya.

Mimpinya yang menjadi fokus utamanya.

"Silahkan perkenalkan diri kalian dan persentasikan design kalian" ujar Head PD.

Hyunwoo dengan percaya diri memperkenalkan dirinya sekaligus mempersentasikan designnya yang tidak Jin dengar. Fokusnya sekarang pada insiden di mimpinya.

Sebuah bus yang terguling dan meledak.

Menewaskan banyak orang didalam dengan api yang terus berkobar meski sedang turun hujan.

"Sekarang giliran anda Kim Seok Jin-shi" ujar Head PD memecah fokus Jin.

"Eum, annyeong haseyo. Nama saya Kim Seok Jin, saya belum banyak pengalaman jadi mohon maaf apabila saya masih banyak kekurangan-" suara Jin tercekat.

Mendung.

Diluar tengah mendung.

"Kim Seok Jin-shi?" ujar Head PD kemudian

"Ah nde, design yang saya ingin paparkan adalah untuk karakter utama. Saya membuatkan sebuah hunian nyaman dengan kayu sebagai bahan utamanya-"

ZRASH

Dan suara petir mengagetkannya. Hening beberapa saat.

"Joesonghabnida, ini adalah gambaran besar yang bisa saya persentasikan. Saya pamit undur diri"

"Yak, Kim Seok Jin. Mau kemana dirimu?" teriakan noonanya sudah tidak ia pedulikan lagi meninggalkan ransel, ponsel, serta drafting tube miliknya.

Juga meninggalkan sejuta tanda tanya untuk semua orang yang ada diruang rapat tersebut.

Ia keluar dengan hujan deras yang mengguyur, tubuhnya basah kuyup dan dirinya menggigil tapi itu tidak menyurutkan dirinya untuk mengejar bus tersebut.

Jin mencoba mengingat – ingat set tempat kejadian tersebut.

"Come on Jin…lets remember something" rapalnya dalam hati.

Halte tersebut terletak didepan sebuah patung "World Mirror" ada disana.

Digital Media City. Halte tersebut terletak disana lima belas menit dari tempat Jin berdiri sekarang.

145.

Nomor bus biru yang Jin ingat akan meledak dalam mimpinya.

"Tolong semuanya keluar dari bus ini. Kumohon" ujar Jin rusuh ketika menaikki bus tersebut.

Tampilannya yang sudah basah kuyup membuat seluruh orang disana menatap Jin janggal.

"Kumohon percaya padaku dan tinggalkan bus ini"

"Keluarlah dari bus ini jika kau tidak ingin menaikkinya" ujar salah seorang penumpang yang kesal melihat Jin.

Tapi Jin bersikukuh bahwa bus ini akan meledak dan berharap semua orang akan percaya padanya, namun ujung – ujungnya tidak ada seorang pun yang percaya kepadanya terkecuali seorang ibu hamil yang langsung turun dari bus tersebut.

Jin ditendang keluar.

"Anda tidak apa – apa?" ujar wanita hamil tadi melihat kondisi Jin yang sudah basah kuyup dan tak sampai lima menit bus tadi tergelincir dan menabrak pembatas jalan membuatnya akhirnya terguling.

"YA TUHAN!" ujar wanita hamil tersebut melihat pemandangan 'seram' dengan matanya sendiri.

"TOLONG PANGGILKAN AMBULAN" ujar Jin kepada wanita tersebut dan berlari menghampiri bus.

Ia sadar waktunya tak banyak dan dengan segera ia memecahkan kaca pintu dengan membanting dirinya dan setelah itu polisi dan ambulan langsung datang memasang garis polisi. Orang pertama yang Jin bisa selamatkan adalah seorang anak kecil.

"HIKS…HIKSS…EOMMA! EOMMA!"

"HIKS…HIKSS…EOMMA! EOMMA!"

Ujar anak kecil itu melihat ibunya sudah tak sadarkan diri dan masih didalam bus tersebut. Jin pun segera menyelamatkan ibu yang dimaksud anak tersebut. Ia juga menyelamatkan seorang nenek yang ada disana.

"MINGGIR KALIAN APPAKU ADA DIDALAM!"

"MINGGIR KALIAN APPAKU ADA DIDALAM!"

Laki – laki yang tadi mengusir Jin kini diselamatkan oleh polisi dan meraung – raung meminta dirinya untuk menyelamatkan sang ayah yang terhimpit kursi penumpang. Jin pun menyingkirkannya dan membantu paman tua itu keluar dan menyerahkannya pada pemuda tadi.

Pemuda itu sempat saling pandang dengan Jin seolah menyalurkan rasa bersalahnya karna tidak percaya pada Jin tadi.

"Hiks…tolong selamatkan putriku!"

"Hiks…tolong selamatkan putriku!"

Pinta seorang ibu menunjuk seorang anak yang pingsan sambil memeluk mobil – mobilan miliknya. Jin pun masuk kedalam dan menyerahkan anak itu pada polisi.

"To….to…longh…tolong…akuh…"

"To….to…longh…tolong…akuh…"

Ujar sebuah suara dari arah kemudi bus.

Sang supir tadi. Jin bersama tiga polisi tadi mencoba mengeluarkan sang sopir yang masih terhimpit. Kakinya terjepit diantara besi rem dan kopling jadi sedikit sangat sulit mengeluarkannya.

"YAK! TANGKI BENSINNYA BOCOR KALIAN HARUS SEGERA MENJAUH DARI BUS ITU SEGERA!" ujar polisi dari luar. Ketiga polisi tadi masih berusaha menyelematkan supir tersebut namun waktu mereka semakin sedikit meninggalkan Jin dan supir tua tersebut.

"Ayo samchon, samchon pasti bisa…kumohon…" ujar Jin menangis sambil tersenyum memberi semangat.

Sang supir melihat langit yang kelabu dan melihat seorang pemuda yang susah payah mencoba menyelamatkannya.

"Hey nak, tolong kasih ini pada keluargaku. Dan pergilah darisini" ujar sang supir mennyerahkan ranselnya dibalas gelengan dari Jin.

"Kita akan keluar bersama – sama samchon! Kumohon jangan menyerah" ujar Jin menolak.

"Keluarlah dari sini, dan tolong berikan ini kepada keluargaku…" ujar sang supir membuat Jin menangis mengenggenggam erat tangan lelaki tua itu yang semakin dingin. Tangan itu melepaskan genggaman Jin dan menyerahkan sebuah gelang sederhana bertali hitam dengan placard silver ditengahnya bertulis,

사랑하는

'Loved'

"Kau sudah berkerja dengan sangat baik, keluarlah…keluargamu menunggumu" ujar supir itu membuat Jin kembali menangis dan mengambil ransel supir tua tersebut dan keluar dari bus itu.

'Aku berharap orang sebaik dirimu selalu dicintai nak' doa supir tua itu tulus.

Dan disaat yang bersamaan.

Bus itu meledak,

Tepat dimata Jin.

Bahkan derasnya hujan tak bisa menghapus kobaran apinya.

/

Breaking News – Hari ini pukul 14.05 KST sebuah bus yang melaju dari halte DMC menuju Gyeongui terbalik dan meledak sekitar 50m dari halte. Dua puluh orang selamat dan lima diantaranya mengalami luka berat dan dibawa Seoul Metropolitan Seobuk Hospital. Tragedi ini mengakibatkan satu korban jiwa yang diidentifikasi sebagai pengemudi bus tersebut.

Teruntuk anakku, Hwang Ri Yu

Appa bangga padamu nak, dirimu telah usai menamatkan studi kuliahmu

Ini adalah gaji appa yang appa kumpulkan untuk dapat bisa membeli setelan jas untuk hari kelulusanmu nanti

Semoga cita – citamu menjadi dokter tercapai.

Dengan begitu appa tidak akan malu bertemu alm. Eommamu disurga nanti

Tertanda,

Hwang Rye Woon.

Jin menangis memberikan ransel tersebut pada sang anak yang rupanya berisi uang dan surat kecil untuk anaknya.

Pemuda itu menangis memeluk jasad ayahnya.

Jin kembali ditarik oleh medis untuk memperban bagian tubuhnya yang terluka sewaktu ia membanting dirinya ke pintu bus tadi.

Dan gelang supir tua itu terpasang apik di lengan kanannya.

"JIN!" ujar sebuah suara dan menampilkan Shinhye datang dengan raut wajah khawatir.

"Noonamu tiba – tiba menelponku menanyakan apakah dirimu ada bersamaku karena dirimu tiba – tiba pergi saat presentasi dan tidak kembali lagi ke KBS, lalu aku melihat berita tadi dan berfikir-"

"Bahwa mungkin aku bermimpi mengenai kecelakaan itu dan ada disana" ujar Jin datar.

Shinhye melihat ada raut emosi disana.

"Bagaimana dengan lukamu?"

"Semua yang terjadi di mimpiku terjadi Shinhye-shi…"

"Jin…"

"Aku berusaha mengubah semuanya…aku berusaha semampu yang kubisa tidak peduli hal itu merengut nyawaku sekalipun" ujar Jin mengeluarkan semua keluh kesahnya.

"Jin, kau lelah sekarang"

"Tapi kini, untuk pertama kalinya aku menyaksikan kematian yang harusnya bisa kucegah, tapi aku tidak bisa"

"Jin…"

"UNTUK APA MIMPI BURUK INI TERJADI PADAKU HUH!? UNTUK APA AKU BISA MENYAKSIKAN KEMATIAN ORANG LAIN SHINHYE!? KUMOHON JAWAB PERTANYAANKU!" teriak Jin melampiaskan emosinya.

"Kim Seok Jin!"

"AKU TIDAK BISA MENYELAMATKANNYA! AKU EGOIS! KARNA AKU INGIN SELAMAT KU TINGGALKAN AHJUSSI ITU DIDALAM BUS SENDIRIAN! AKU TIDAK BISA MENYELAMATKANNYA! TOLONG HAPUS KUTUKAN INI! TOLONG HAPUS KEMAMPUAN INI! Hiks…aku tidak bisa hidup begini…hiks…aku tidak bisa menahan beban ini…"

Ujar Jin meluapkan emosinya yang hanya dibalas oleh pelukan menenangkan dari Shinhye.

Ini yang Shinhye takutkan.

Ketika mimpi itu mengenai sebuah kematian dan Jin tidak bisa mencegahnya.

Ia akan menghakimi dirinya sendiri.

/

Breaking News – lanjutan mengenai Tragedi Bus tadi pihak Seoul Metropolitan Seobuk Hospital mengklarifikasi bahwa satu korban jiwa memang pengemudi bus bernama Hwang Rye Woon berusia 56 Tahun meninggalkan satu orang putera berusia 21 Tahun. Lima korban yang mengalami luka berat ialah Park Jung Ji (27 Tahun), Heo Yi Seok (17 Tahun), Kim Seok Jin (24 Tahun), Lee Seok Min (30 Tahun), Jung Seo Rin (19 Tahun). Dua diantaranya hanya mendapat perawatan intensif dan tiga diantaranya menjalani operasi dan sudah dipindahkan keruangan ICU. Salah satu korban yang selamat dikabarkan merupakan saudara perempuan dari idol yang tengah naik daun, J-Hope BTS.

"Tuan Kim?" ujar staffnya melihat sang menteri terfokus mendengar berita televisi tersebut. Segera Kangin menelfon ponsel Jin.

"Yeoboseyo…? Appa?"

Suara Soeun menjawab telfonnya.

"Soeun, dimana Jin?"

"Iya tadi bersamaku namun tiba – tiba pergi begitu saja"

"Kemana ia pergi?"

"Aku tidak tahu, daritadi aku sudah mencarinya kesana –kemari" suara panik milik Soeun membuat Kangin semakin khawatir.

"Biar Appa yang mencarinya. Dirimu duduk diam disana" ujar Kangin.

"Yoon-ah panggilkan Tuan Yeo" ujar Kangin mentitah staffnya.

Hatinya gundah, melihat ada nama putera bungsunya didaftar korban tersebut.

Bahkan masuk dalam list orang yang terkena luka berat.

Dan tak lama kemudian tuan Yeo datang menghadap.

"Yeo-ah kau sudah melihat berita?" tanya Kangin

"Nde, yang diberita itu ternyata benar Tuan Muda Jin, saya sedang mengurus perpindahannya ke Samsung Medical Centre atas suruhan Tuan Besar Kibum" ujar sang abdi melaporkan adiknya sendiri yang memerintahkan perpindahan anaknya.

"Kibum?"

"Nde, Saya mendapat kabar berita ini pertama dari Tuan Besar Kibum, yang lebih dulu melihat berita dan memutuskan untuk membawa Jin ke SMC. Saya hendak ingin mengabari Tuan Besar, tetapi Tuan Besar sedang dikunjungi oleh Menteri dari Australia tadi"

"Pastikan Jin tidak tercium oleh publik dan polisi. Jin tidak akan senang mendengar hal ini" titah kangin kemudian.

Kangin sadar kehidupan anak – anaknya tidak akan lepas dari bahaya. Sebagai keluarga terkuat di politik dan ekonomi membuat banyak musuh mereka yang mengincar keluarga besarnya.

Untuk itu ia selalu menempatkan satu kaki tangannya untuk ketiga anaknya, dan bersyukur Tuan Yeo adalah orang yang cukup cekatan mengingat Jin adalah anak yang cukup tertutup.

Menyadari bahwa anaknya sudah ditangani oleh tenaga medis terbaik sekelas SMC membuat Kangin bisa bernafas lega sedikit.

Tapi tetap saja Jin berhutang penjelasan padanya.

"Noona, neo gweanchana?" ujar J-Hope begitu sampai rumah sakit melihat sesosok wanita hamil yang sedang tiduran di ranjang UGD.

"Eum! Gweanchana. Seorang pemuda menyelematkanku tadi" ujarnya.

"Lalu dimana pemuda itu tadi?"

"Dia tadi dibawa ke ruang intensif karena setengah badannya penuh luka, tapi tadi kulihat pemuda itu dibawa pergi. Kata perawat ia ditransfer ke rumah sakit lain. Baru saja setelah dirimu datang" ujar sang Noona membuat J-Hope kembali ke pintu keluar menampilkan seorang pemuda yang tertidur pulas dengan masker oksigen di wajahnya ditemani seorang perempuan yang ranjangnya dibawa masuk keambulan berlogo SMC.

Karena tadi begitu ramai J-Hope tidak bisa melihat dengan jelas rupa pemuda itu namun setidaknya J-Hope masih melihat nametag yang ada diranjang pemuda itu.

'Kim Seok Jin'

Dan tak lama kemudian member BTS lainnya datang menghampirinya

"Hyung, bagaimana keadaan noona-mu?" tanya Jungkook melepas maskernya.

"Dia sudah baik – baik saja, katanya ada seorang pemuda telah menyelamatkannya tapi pemuda itu tadi sudah dibawa pergi"

"Yasudah mari kita masuk kedalam" ujar Suga membawa yang lain menjenguk noona J-Hope sementara J-Hope sendiri termenung diam.

Gelang yang ada di pergelangan tangan kanan pemuda itu mencuri atensinya.

사랑하는

'Loved'

'Dicintai'

"Kim Seok Jin…aku penasaran denganmu sekarang"


Author Note's :

1. EMG : Elektromiografi (EMG) adalah teknik yang digunakan untuk mengevaluasi fungsi saraf dan otot dengan cara merekam aktivitas listrik yang dihasilkan oleh otot skeletal. Ini merupakan tes penting yang digunakan untuk mendiagnosis kelainan otot dan saraf.

2. MRI : MRI (Magnetic Resonance Imaging) merupakan suatu alat diagnostik mutakhir untuk memeriksa dan mendeteksi tubuh dengan menggunakan medan magnet yang besar dan gelombang frekuensi radio, tanpa operasi, penggunaan sinar X, ataupun bahan radioaktif.

3. Skiatika : Skiatika (sciatica) adalah rasa nyeri yang terjadi di sepanjang jalur saraf panggul (sciatic nerve). Saraf panggul merupakan saraf terpanjang pada tubuh dan letaknya berada di belakang tulang panggul, bokong, hingga ke tungkai.

4. Analgesic : Analgesik / Analgesic ialah istilah yang digunakan untuk mewakili sekelompok obat yang digunakan sebagai penahan sakit.

5. Anti-inflamasi : kelas obat yang sama-sama memberikan efek analgesik (antinyeri) dan antipiretik (penurun panas), dandalam dosis yang lebih tinggi

6. Premature : Kelahiran yang terjadi sebelum minggu ke-37 kehamilan


Duh ini author kenapa ya, kok hobi banget bikin Jin menderita dimana - mana (maafkan aku para Jin Lovers XD)

DONT FORGET TO RnR ALSO FAV&FOLLOW

BUDAYAKAN MENINGGALKAN JEJAK YA TEMAN -TEMAN~~