Plays Box (kotak mainan)

By

~Just Kimzie~

Chapter - II

Cast : YunJae, Hanchul, OC

Disclaimer : Mereka tetap milik Tuhan YME

Summary : Jaejoong terlalu naïf, menganggap Heechul selama ini bisa menerima semuanya, tapi ternyata, tidak ada yang lebih menyakitkan selain cinta yang tidak terbalas.

Warning : Sho-ai, OOC, Character Death, typos dsb.

SEOUL HIGH SCHOOL

SYUUT

DUARRR

Suasana aula sekolah berubah ramai malam ini. Beberapa hiasan lampu dan spanduk terbentang dipintu gerbang dan pintu masuk, suara musik menghentak cukup keras dari dalam. Beberapa siswa bergerombol bersama kelompoknya masing-masing, bercengkerama dan tertawa, malam ini semua siswa khususnya siswa kelas 3 berusaha tampil all out, mereka seakan berlomba-lomba untuk tampil paling menonjol diacara itu.

Disudut ruangan Heechul hanya bisa berdiri diam dengan wajah masam, perlahan Ia menyenderkan tubuhnya dan melipat kedua tangannya bosan. Penampilan menawannya seolah sia-sia saat matanya kembali melirik kearah Yunho dan Jaejoong yang sibuk berkumpul dengan teman-temannya yang lain.

Ia memang selalu tertinggal satu langkah dari Jaejoong, anak itu benar-benar supel dan mampu bergaul dengan siapa saja tanpa menemui kesulitan, kadang ia muak melihat Jaejoong yang seperti ini, baginya sikap Jaejoong yang ramah dan menyenangkan itu justru terlihat seperti kebohongan.

"Heechul-ah, kau… benar-benar mengesankan".

"Gomawo" sahut Heechul pendek, sekilas matanya melirik kearah Hankyung yang berdiri gugup dihadapannya.

"Tidak bergabung dengan mereka".

Heechul mengikuti arah jari hankyung yang menunjuk kearah Yunho dan menggeleng "Aniya".

Jaejoong menoleh kearah sudut ruangan, matanya bersinar Hankyung rupanya sudah bisa mengatasi kegugupannya, perlahan ia menyikut Yunho "Waeyo?" Tanya Yunho.

"Kita temani mereka" ajaknya, Yunho tersenyum melihat Hankyung yang tampak sedang berbincang dengan Heechul.

"Hankyung-hyung, aigoo, tampan sekali " puji Jaejoong, Heechul hanya bisa memandangnya sebal sedangkan Hankyung menunduk menutupi rona merah yang menjalar dipipinya.

"Aish, kau ini! Chullie-ah, mau kuambilkan minum?" tawarnya, Heechul mengangguk sedangkan Jaejoong terbelalak kaget "Aigoo,,,Chuliie katanya, hyung sejak kapan dia memanggilmu dengan panggilan semanis itu hemm?".

Heechul hanya tersenyum singkat dan memilih duduk dikursi meninggalkan Yunho dan jaejoong yang cengar-cengir melihat Hankyung, "Eh…kenapa pipimu?".

Jaejoong mengusap pipinya yang luka dan tersenyum "Kemarin aku tidak sengaja menjatuhkan gelas, waktu mencari cincin…" Jaejoong menghentikan ucapannya sadar akan kata-katanya ia menutup mulutnya, Yunho hanya bisa menggelengkan kepalanya gemas.

"Gwencana, Boo… aku sudah menduga cincin itu pasti tidak akan bertahan lama, tapi kau tidak harus menyakiti dirimu seperti ini kan?" ucapnya lembut, tangannya terangkat membelai pipi mulus Jaejoong, Jaejoong menundukkan wajahnya malu, Yunho terlalu baik padanya, mungkin akan lain ceritanya jika bukan Yunho yang kini ada dihadapannya, Yunho menangkap kedua wajahnya dan menghadapkan keatas, kini keduanya berhadapan.

"Berjanjilah untuk lebih berhati-hati, satu luka pada tubuhmu akan menjadi luka juga pada tubuhku" sahutnya lembut, Jaejoong mengangguk dan memejamkan matanya saat bibir Yunho mendekat dan menempel dimulutnya, perlahan ia membuka mulutnya membiarkan lidah Yunho masuk dan bergelung dengan lidahnya, kini tangan Jaejoong sudah naik keleher Yunho dan mendesakkan kemulutnya. Keduanya tenggelam dalam ciuman yang dalam tanpa menyadari tatapan kemarahan dari Heechul, yah Heechul hanya bisa menatap keduanya dengan marah dan tangan terkepal, hatinya mendadak serasa ditusuk-tusuk.

Jaejoong dan Yunho masih saja asyik berciuman, sedangkan mata Heechul sudah basah, ia mengusap air mata yang jatuh dan menatap kearah lampu-lampu gantung yang menyala terang diruangan itu, matanya tidak berkedip sedikitpun sampai lampu-lampu itu bergoyang perlahan, lampu-lampu yang berada tepat diatas kepala Jaejoong itu semakin bergoyang dan menyala dengan terang sampai salah satu diantaranya retak dan

PRANGG!

Yunho yang rupanya menyadari suara itu segara menengadah dan menjauhkan Jaejoong sebelum pecahan lampu-lampu itu menimpa tubuh kekasihnya itu, beberapa siswa menjerit ketakutan, Jaejoong hanya bisa terduduk kaget, Yunho mendekatinya dan merangkul bahunya

"Kau tidak apa-apa chagi".

Jaejoong menggeleng dan mengusap serpihan lampu yang mengenai bajunya, "Syukurlah, kenapa bisa pecah ya? Menakutkan" gumam Yunho, Jaejoong terdiam dan memegangi dadanya yang bergemuruh, kemarin gelas sekarang lampu, perlahan ia memandang kearah tempat Heechul duduk dan jantungnya kembali melompat saat melihat Hyung-nya tidak ada disana, ia berdiri dan melihat sekilas Heechul berlari menuju pintu.

Heechul mendudukan tubuhnya ditangga, perlahan ia menunduk dan memegangi jantungnya yang tiba-tiba berdetak kencang, 'Apa dia baik-baik saja' gumamnya pelan.

"Rupanya kau disini, syukurlah aku pikir kau pulang saking bosannya".

Heechul memasang wajah datarnya dan mencoba lebih tenang "Aku tiba-tiba mual" sahutnya pelan. Hankyung berusaha menyentuh bahu Heechul tapi dengan cepat Heechul menjauhkan diri "Mian, aku sepertinya harus pulang" ucap Heechul.

Hankyung menatapnya dengan pandangan bingung ia menaruh gelas minumannya dan duduk disebelah Heechul "Apa kau menyukai seseorang?".

"Apa maksudmu?".

Hankyung menarik bahu Heechul sehingga kini keduanya berhadapan, Heechul meringis menahan sakit dan menatap Hankyung dengan pandangan marah "Bukan urusanmu!".

"Siapa namja itu? Apa dia Yunho?" cecar Hankyung geram, Heechul menatapnya dan…

PLAKK!

Hankyung melepaskan cengkeramannya dan mengusap pipinya, sedangkan Heechul hanya terdiam mematung menatap Hankyung, ia berdiri dan melangkah meninggalkan Hankyung.

"Aku tahu ucapanku itu benar kan! Selama ini kau menyukai Yunho, tapi sadarlah Yunho hanya menyukai Jaejoong" Sahut Hankyung, Heechul menghentikan langkahnya dan berbalik menatap hankyung dengan senyum sinis terulas dibibirnya, perlahan ia mendekati Hankyung dan mendekatkan wajahnya "Jaga ucapanmu Hankyung!" jawabnya dingin, Hankyung menarik tangannya sehingga kini Heechul kembali terduduk disebelahnya.

"Mereka sudah resmi berpacaran Chullie, apa Jaejoong tidak memberitahukannya kepadamu, satu sekolah juga sudah mengetahuinya, apalagi yang kau harapkan".

DEG

DEG

Heechull merasa seperti ditimpa patung besar yang ada disebelahnya saat itu juga, apa katanya tadi! Berpacaran, Jaejoong dan Yunho! Bagaimana mungkin, selama ini mereka selalu bersama-sama, seharusnya ia tahu lebih dulu dibanding orang lain kalau itu sampai terjadi, tapi rupanya ia terlambat.

"Tutup mulutmu brengsek!" umpat Heechul geram, ia kembali melayangkan tangannya tapi dengan cepat Hankyung menangkapnya dan menyentuh wajah Heechul dengan kedua tangannya kini mereka sudah berhadapan, Heechul berusaha melepaskan diri tapi tenaga Hankyung rupanya lebih kuat dari sebelumnya.

"Mianhae,,aku tidak bermaksud kasar, tapi kau yang membuatku menjadi seperti ini, aku terlalu mencintaimu Kim Heechul, bahkan terlalu memujamu, lupakan Yunho, lupakan dia, aku pasti akan memberikan kebahagian yang lebih baik daripada bocah itu, aku pasti bisa…" ucapan Hankyung terhenti saat melihat mata Heechul yang mulai basah, entah suasana berubah menjadi romantis atau memang nafsu yang sudah merasukinya, Hankyung secara pelan mendekatkan wajahnya dan memejamkan matanya, Heechul yang shock dengan semua kenyataan yang baru saja ia dengar, sontak berusaha menjauhkan dirinya sebelum bibir Hankyung mengenainya, ekor matanya tiba-tiba tertumbu pada patung dan lampu taman dibelakang Hankyung, matanya menatap kedua benda itu sehingga benda tersebut bergerak sesuai perintahnya dan…

BRAKK

DUADH

BRUGHH

Jaejoong memandangi Yunho yang perlahan menghilang dan segera menutup pintu rumahnya, Ny, Kim masih menonton TV diruangan keluarga, Jaejoong melirik umma-nya dan bertanya "Apa Heechul-hyung sudah pulang?".

"Ne, jam 09.00 dia sudah pulang, waeyo?" Tanya Ny, Kim, Jaejoong menggeleng "Apa dia sakit?" umma-nya kembali mengangguk, Jaejoong segera melihat kekamar Heechul, perlahan ia mendorong pintu kamarnya tanpa suara dan melihat Heechul tertidur. 'Ada apa dengan Heechul-hyung, apa hubungannya dengan Hankyung tidak berjalan mulus' batinnya bingung. Jaejoong kembali menutup pintu kamar Heechul dan terdiam 'Apa aku terlalu memaksanya, mianhae Hyung'.

SREKK

SREKK

"Bangun pemalas, ini hari minggu seharusnya kau bisa bangun lebih pagi dan membantuku merapihkan rumah".

Jaejoong mengerjapkan matanya sebelah tangannya menutup wajahnya saat sinar matahari pagi menerpa wajahnya, Heechul mengambil beberapa pakaian Jaejoong yang kotor dan berlalu seraya bersiul, Jaejoong yang melihatnya ternganga "Hyung,,gwencanayo?" Heechul menoleh dan tersenyum manis kearahnya, Jaejoong menggaruk kepalanya bingung, sebenarnya apa yang terjadi dengan Hyung-nya tadi malam.

KRINGG

KRINGG

"Jae-ah, tolong angkat telponnya, aku sedang sibuk" teriak Heechul dari luar, Jaejoong segera beranjak dari tempat tidurnya dan mengangkat telponya, terdengar suara bass Yunho dari ujung sana

"Yoboseo…".

"Chagi,,,bagaimana Heechul-hyung".

"Dia baik-baik saja".

"Syukurlah, jam berapa dia pulang?".

"Waeyo? Apa terjadi sesuatu, aku merasa aneh dengan Heechul-hyung".

"Jincha? Sebaiknya kau tidak berbicara apa-apa padanya, Hankyung-hyung belum pulang sejak semalam".

"Apa terjadi sesuatu?"

"Kuharap tidak, dia bukan tipe laki-laki yang suka mencari masalah. Ah aku harus mencuci mobil, nanti kuhubungi lagi, bye chagi"

"Bye…" KLIK.

Jaejoong termangu saat menutup telponnya, ia kembali melirik kearah jendela, Heechul terlihat senang sekali bibirnya tidak henti bersiul, sebenarnya apa yang terjadi semalam? Rasa penasaran membuatnya menghampiri Heechul dan duduk disebelahnya

"Hyung,,,ada apa? Kelihatannya kau senang sekali pagi ini".

Heechul hanya mengangguk dan kembali meneruskan pekerjaannya tidak lupa ia memberikan senyumannya pada Jaejoong, "Semalam kau pulang jam berapa?".

"Jam 09.00, waeyo?".

"Kau tidak diantar Hankyung-hyung?".

"Aniyo, kami berpisah jam 08.00, karena aku tiba-tiba merasa sakit, aku pulang naik taksi, waeyo?".

Jaejoong menggeleng dan memandangi punggung Heechul "Bagaimana hubunganmu dengan Hankyung-hyung, apa kau sakit karena tidak nyaman bersama dengannya" sahut Jaejoong ragu, Heechul menoleh dan mengacak rambut Jaejoong pelan "Hei, ada apa denganmu hmm? Hankyung orang yang baik, menyenangkan, kupikir dia tidak begitu buruk, gomawo" sahutnya. Jaejoong mengernyit dan mengangkat kepalanya heran "Gomawo? Untuk apa?".

Heechul menatap kertas-kertas dan rumput liar yang kini mulai terbakar ia menyunggingkan seringainya dan berdecak "Sudah mengenalkan orang seperti Hankyung".

Jaejoong mengangguk walau ia tahu Heechul tidak melihatnya, ia kembali merutuki Hankyung yang masih juga belum pulang, bagaimana ini? Apa sebaiknya Heechul-hyung tahu, dasar brengsek kau Hankyung, awas saja kalau kau sampai berani menyia-nyiakan Heechul-hyung' gerutu Jaejoong geram.

"Ah aku haus, kau mau kopi?" ucap Heechul seraya berdiri, saat itulah Jaejoong menangkap segaris luka gores disikut Heechul, Jaejoong kembali mengernyit dan bertanya "Kenapa sikutmu hyung?".

"Ah ini, hanya tergores pintu taksi" ucapnya pendek, Jaejoong menggumam "Kau bisa luka juga, kupikir seorang Kim Heechul tidak pernah terluka".

Heechul berhenti melangkah dan melirik Jaejoong "Aku juga kan manusia, jadi wajar kalau aku terluka" ucapnya dingin dan berlalu meninggalkan Jaejoong yang tersentak kaget, 'Kenapa Heechul-hyung! Suaranya dingin sekali, menyeramkan, lagipula apa yang kupikirkan, yah Kim Jaejoong paboya, dia juga manusia, kenapa pikiranku kacau seperti ini sih?' batinnya menyesal.

KRINGG
KRINGG

"Jae-ah…"

"Ne…"

"Yunho menelponmu".

Tanpa diperintah dua kali Jaejoong bangkit dan segara menyambar gagang telpon dari tangan Heechul yang hanya diam berlalu.

"Yoboseo…"

"Chagi, Hankyung-hyung belum pulang juga, tapi mobilnya masih ada diparkiran sekolah"

"Ottohke? "

"Orang tuanya akan menunggu sampai besok, kalau dia belum pulang juga, terpaksa akan melapor ke polisi"

"Apa yang sebenarnya Hankyung lakukan? Kasihan Heechul-hyung"

"Waeyo?"

"Tadi Heechul-hyung bilang kalau ia sudah mulai menyukai Hankyung-hyung, aku jadi kasihan padanya"

"Jangan beritahu dia, sebelum ada kepastian kabar dari Hankyung"

"Ne…"

KLIK

SREKK

SREKK

WHUSS
WHUSS

Jaejoong terjaga dari tidurnya dan menatap angin yang menerobos masuk melalui jendela, malam ini benar-benar mencekam, ia hanya berdua dengan Heechul karena kedua orang tuanya sedang pergi ke Chungnam, perlahan ia menutup jendela dan keluar kamar, jujur Jaejoong merasa takut sekali ia melangkah menuju kamar Heechul yang sudah terbuka,

"Hyung…".

Jaejoong membuka pintu kamar hyung-nya dan melihat tempat tidur Heechul kosong, kemana dia? Pikirnya, dengan gugup Jaejoong segera berbalik dan …

BRAKK

Jaejoong terduduk dilantai saat tubuhnya tidak sengaja menabrak ujung meja belajar Heechul, 'Sialan..ouh sakit' gerutunya, perlahan Jaejoong mencoba bangun, tapi gerakannya terhenti saat matanya melihat sesuatu yang tertelungkup dibawah tempat tidur Heechul, dengan menggunakan tangannya ia menggapai dan menariknya.

"Astaga…ini kan?" Jaejoong melempar baju berlumuran darah itu kembali ketempatnya, ia memegangi kepalanya yang tiba-tiba terasa berdenyut, apa yang sebenarnya terjadi, 'Kenapa pakaian Heechul-hyung bernoda darah seperti itu, perlahan ia berdiri dan keluar kamar, saat hendak melintasi pintu tidak sengaja ia melihat bayangan Heechul, "Hyung…mau kemana dia" gumamnya, Jaejoong terdiam menatapnya tapi kemudian ia melangkah menuju pintu, mengikuti Heechul yang kini berjarak 10 meter darinya. Jaejoong berusaha membiasakan matanya ditempat gelap, bayangan Heechul sudah jauh meninggalkannya, tapi ia tidak menyerah ia harus tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Heechul, langkahnya membawanya kerimbunan pohon yang berada lumayan jauh dari rumahnya, ia memandangi sekeliling pohon yang seakan bergoyang-goyang menyapanya, Jaejoong merapatkan kedua sikunya 'Ayo Kim Jaejoong, lupakan rasa takutmu' gerutunya, suara angin yang menderu-deru membuatnya semakin ketakutan tanpa sadar Jaejoong makin mempercepat langkahnya dan

BUUGHHHH

Jaejoong menelungkup ditanah, dengan kaki tersangkut akar, perlahan ia menoleh dan menatap seseorang yang berada tidak jauh dari tempatnya

"Annyeong…bisa bantu aku?" tanyanya, laki-laki itu terus saja membelakanginya,

"Hey…!"

Jaejoong berusaha berdiri dan menepuk lututnya yang terkena tanah, dengan langkah tertatih ia melangkah mendekati laki-laki itu, Jaejoong menepuk pundaknya dan…

"Kyaaa….!"

BRUGHHHH

Jaejoong kembali terjatuh saat sosok itu berbalik dan menatapnya dengan pandangan kosong, kepalanya hampir hancur dengan darah menetes, kedua tangannya terjulur menggapai Jaejoong yang menatapnya ngeri, laki-laki itu terus mendekatinya, Jaejoong berusaha bangun tapi kakinya seolah mati rasa, dengan penuh ketakutan ia menggeser-geserkan tubuhnya mundur kebelakang, tangan itu semakin dekat kearahnya, tatapan mata laki-laki itu kosong darah mulai jatuh menutupi mata dan wajahnya, perlahan ia membuka mulutnya dan berbisik

"Jae-aah…tolong…tolong aa..kku…"

Jaejoong menutup mulutnya matanya tiba-tiba basah, tidak mungkin! Ini pasti mimpi, tidak..tidak!

"Kyaaa…..!"

BRUGHH.

~TBC~

Annyeong, Chingu…

Hmm…saya bener-bener terharuuu ~plakk

FF ini akhirnya saya lanjutkan dengan beberapa masukan dari chingudeul semuanya, sumpah JEONGMAL GOMAWOO untuk reader yang membaca dan memberikan Reviewnya yang bak oase bagi penulis abal-abal seperti saya, sesuai dengan masukan reader tercayang saya berusaha memperbaiki semuanya, dan inilah hasilnya… kalau masih ada yang salah mohon diimaklum ya, pokoknya beri terus petuah-petuah anda yang berharga seperti itu

Kira-kira saya motongnya ditempat yang pas gay a? *lirik reader, mudah-mudahan bikin penasaran, dan yah untuk review anda semua ini balasannya…

Red Chili Peppers : Annyeong, nn'a unik saya kita ada Hot nya jadi mirip2 nama band gitu, btw ni 2 orang yah? Masukan anda sangat berarti bagi saya, gomawo. Keep reading yah dan kalo ada yang salah cepet kasih tahu hehehe *ditoyor

BumBUmJin : Ne, disini bisa diliat kenapa Chuliee maen lempar-lempar aja ke Jaejoong hehehe hiyaa author juga makasih atas masukannya, pokoknya pasti akan lebih baik kedepannya *apadeh hehehe

Arisa Adachi YunjaeShiper : saya apdet chingu, semoga kali ini sudah lebih baik, hahaha masukannya bener-bener berharga neh..gomawoo, baca lagi yah

Hinata Fuyuki H : sama dunkkk…saya juga sukanya sama YunJae tapi Hanchul juga sih, entah kenapa paling susah bikin pair yang lain *ketauan oneng wkwkwk… baca lagi ya

Akhir kata,,, mohon reviewnya buat yang baca ya… *plakk, apadeh cuap2 ga mutu