Chapter 2
Taste the Feeling
Rated T
Genre Romance,school life,humor
TaeYu
Warn: BL, OOC,typo,non-EYD
ENJOY!
Taeyong sedikit heran dengan Yuta. Sudah beberapa hari ini dia terlihat pendiam,namun wajahnya tidak murung sama sekali, namun, lebih terlihat seperti tengah memikirkan sesuatu. Bukan, Taeyong tidak khawatir sama sekali pada Yuta, ia hanya merasa heran itu saja. Melihat Yuta yang biasanya selalu beradu mulut dengannya – makna kiasan tentu saja- menjadi seorang pendiam seperti itu.
"Taeyong-ah" Ten datang dan langsung memeluk Taeyong dari belakang yang tentu saja membuat penerima pelukan terkejut. Lalu Ten melepas pelukannya kemudian duduk disamping Taeyong.
"ada apa Ten?" Taeyong bertanya setelah lepas dari keterkejutannya.
"aku ingin bercerita padamu, tapi kau terlihat melamun tadi? Apa yang kau pikirkan?" Taeyong melamun? Melamunkan Yuta? 'Ahh tidak mungkin aku melamunkannya' Taeyong menggelengkan kepalanya lalu kembali menatap Ten yang tengah menatapnya heran.
"aku tidak melamun, apa yang ingin kau ceritakan,hm?"
"Kau tau tidak kenapa Yuta terlihat sangat pendiam akhir-akhir ini?" Taeyong yang mendengar pertanyaan itu hanya membatin 'itu juga yang aku herankan!' batinnya menjerit, Taeyong hanya membatin, tidak mungkin kan ia bilang itu pada Ten, hancur image nya didepan sang kekasih manis.
" Ntahlah, aku tidak peduli" ucapnya santai sambil memasang wajah tak peduli-pura-pura-
"Taeyong tidak asik, bagaimanapun aku Yuta sahabat ku. jadi, kau juga harus peduli padanya. Ahhh, atau jangan-jangan dia jadi seperti ini karena mu, karena sering bertengkar denganmu. Ya aku yakin! Taeyong kau harus minta maaf padanya!" Ten menuduh Taeyong yang membuat sang tersangka manjadi membulatkan matanya.
" aku yang salah? Ten kau kekasihku atau Yuta sih? Kenapa membela dia?"
" ini bukan soal kekasih siapa, kau harus minta maaf, apa susahnya minta maaf?"
"tapi Ten-
" ayolah Taeyong, aku tak suka melihat dia seperti itu, dia anak yang ceria namun,karenamu ia menjadi seperti ini" Tunggu, Taeyong jadi merasa orang yang jahat jika seperti ini padahal kan belum tentu ia penyebabnya. Kekasihnya ini terlalu membela sang sahabat rupanya.
" kau harus minta maaf nanti sambil memberikan sesuatu, oke Taeyong?" lanjut Ten sambil mengangkat jempolnya pada Taeyong yang hanya mengangguk malas lalu merangkul sang kekasih sambil mencubit pipinya yang membuat sang empunya cemberut.
Tanpa mereka sadari sepasang mata melihat mereka dengan tatapan yang sulit diartikan karena sesungguhnya ia bahkan tidak tau mengapa ia memberikan tatapan itu pada mereka.
.
.
.
Yuta yang tengah membaca bukunya saat itu dihampiri oleh Ten yang tersenyum manis lalu duduk disampingnya, dibelakang Ten Yuta dapat melihat Taeyong membawa sesuatu lalu memberikannya pada Yuta sambil tersenyum-dipaksa Ten-.
"Yuta,ini untukmu. Maaf selama ini jika aku selalu menyulut emosi mu, aku berharap setelah ini kita bisa berinteraksi dengan baik." Taeyong memberikan sedikit tekanan pada kata 'baik' disitu. Ia sungguh berharap setelah ini ia dan Yuta dapat berkomunikasi dengan normal, kan lebih baik daripada bertengkar setiap menitnya.
"apa ini?" Tangan Yuta memegang pemberian Taeyong lalu menatap Taeyong.
"kau memberikan ini agar aku memaafkan mu begitu? Jadi ini semacam sogokan?" ucap Yuta sinis,Taeyong yang mendengar hal itu rasanya ingin sekali mencopot kepala Yuta dan memberikannya kepada seungcheol-kapten basket mereka- untuk dijadikan bola cadangan. Ten yang melihat hal itu merasa menyesal sekaligus bersyukur. Bersyukur karena sang sahabat kembali seperti dulu lalu menyesal karena melihat sang kekasih menjadi korban kesadisan mulut sang sahabat.
"Yuta aku memberikannya dengan ikhlas dan tulus meminta maaf padamu, jadi ini balasan mu?"
"Wah benarkah? Terimakasih Taeyong telah menyogokku agar memaafkanmu" Yuta membalas omongan Taeyong sambil tersenyum-pura-pura-senang.
"ahh , sama-sama Yuta, semoga segala pikiran burukmu tentang ku dapat hilang. Oh ya, aku lupa, apa kau bisa berpikir?" ucap Taeyong tidak kalah sinisnya.
"Tentu saja aku punya. Maaf Taeyong sayang sekali aku tidak seperti mu"
" aku yakin kau tak seperti ku Yuta. Karena kau bahkan lebih buruk dariku"
Saat Yuta hendak membalas ucapan Taeyong Ten menghentikkan mereka berdua. Sebenarnya perkelahian mereka sangat seru bagi Ten. Namun, entah kenapa Ten tak suka melihatnya lalu ia menghentikkannya.
"Ten kenapa kau melarangku membalas ucapannya? Aku kan jadi terlihat kalah" ucap Yuta sambil cemberut pada Ten.
"sudahlah Yuta, tidak baik jika terus berkelahi terus. Beberapa orang jadi terganggu,lihat saja minhyuk sampai kesal melihatnya"
Minhyuk yang disebut hanya menatap Yuta dengan sebal, namun saat Taeyong menatapnya ia malah menundukkan kepalanya. Yuta yang menatap Minhyuk kembali menegakkan kepalanya hanya menggumamkan kata maaf ditemani senyum manisnya kepada Minhyuk. Taeyong yang menyaksikan hanya mengerutkan keningnya, Yuta itu manis, sangat malah. Tapi kenapa ia tak pernah bersikap manis pada Taeyong? Kalau bersikap manis pada Taeyong kan Yuta juga tidak ada ruginya, kan Taeyong suka kalau Yuta melemparkan senyum manis bukannya senyum sinis yang bikin hati teriris miris.
.
.
.
.
Hubungan TaeTen sudah berlangsung lebih dari 5 bulan, Yuta yang selama itu didekat mereka merasa ia hanya obat nyamuk dan merasa jika terlalu sering berada didekat mereka tidak baik untuk keadaannya, ia merasa sedikit tak nyaman tanpa mengerti apa sebabnya. Apalagi, Ten sering curhat soal hubungan mereka ,Yuta jadi tambah tak nyaman, seperti hari ini Ten kembali curhat dengannya. Yuta sebenarnya tak terlalu suka namun karena Ten sahabatnya satu-satunya apa boleh buat.
"Yuta kau tau Johnny sunbae tidak?" Yuta mengernyit 'hari ini topiknya beda yah?' pikir Yuta heran, biasanya Ten hanya bercerita tentang Taeyong yang tidak peka lah, terlalu dinginlah,dan sifat buruk maupun baik Taeyong lainnya. Walaupun yang sering diceritakan buruknya sih.
"tidak, memangnya kenapa dengannya?"
" sunbae tampan itu mengajakku berkenalan Yuta dan sekarang aku tengah akrab dengannya, ternyata dia itu baik dan perhatian, setiap malam ia mengirimi ku pesan. Taeyong saja kalah perhatiannya." Tuh kan, sahabatnya ini mulai membandingkan Taeyong dengan pria lain. Tapi ini pertama kalinya Ten seperti ini, hubungan Ten dan Johnny itu terlihat mencurigakan. Namun Yuta malas bertanya tentang hubungan keduanya.
"lalu?"
"dia mengajakku menjalani hubungan, bagaimana menurutmu? Padahal aku sudah bilang aku sudah punya kekasih,ia bilang tak apa, berarti ia benar-benar mencintaiku kan? Dia benar-benar romantis"
Yuta hanya diam mendengar perkataan sang sahabat, kalau Johnny menjalani hubungan dengan Ten, berarti Ten akan menyelingkuhi Taeyong kan? 'Menyelingkuhi Taeyong?' Yuta tak suka kata tersebut, menyelingkuhi Taeyong sama saja menyakiti Taeyong kan? Yuta melihat kearah Ten yang sibuk membalas pesan Johnny diponselnya. ' Ten apakah ini sifat aslimu sebenarnya?' pikir Yuta merasa kesal melihat Ten. Tunggu kenapa Yuta memperhatikan Taeyong? Sebenarnya apa arti Taeyong bagi Yuta?
.
.
.
.
TBC
A/N
Lamakah? Lama yah? Maapkeun kalau lama.
Sebenarnya pengen ngeupdate dari kemarin hari, namun apa daya tugas fisika kian menumpuk, #curhat
Makasih banget yang udah ngereview chap sebelumnya, dan maaf banget kalau chap ini sangat gaje,dan Ten yang berubah jahat disini sedangkan Yuta kian tersiksa #pelukYuta
Sekian dan review juseyoo
