Plus Nine Boy
(You Are My Destiny)
.
Cast :
Jung Yunho
Kim Jaejoong
Other cast :
Park Yoochun
Shim Changmin
Jang Hyunseung
Kim Heechul
Genre :
Shonen-ai/Boys Love/Chaptered
Pairing : YunJae
Story by : Dipa Woon
Chapter : 1 (satu)
Note :
Cerita ini terinspirasi dari drama Plus Nine Boys, saya mengambil cerita salah satu tokohnya
Warning :
Bahasa tidak baku dan tidak sesuai EYD, typo(s)bertebaran, short story disetiap chapternya
.
.
.
:: cerita mengandung BOYS LOVE jadi yang TIDAK SUKA silahkan MINGGAT ::
.
.
.
Tanoshimi ni oyomi kudasai ^^
.
.
DOUZO
.
Usia 19 adalah masa dimana seseorang mulai menentukan arah hidupnya. Usia dimana seseorang perlahan tumbuh dan mulai berkembang.
Usiaku kini sudah 19 tahun, dan diusia inilah perjalanan hidupku yang sesungguhnya baru akan dimulai. Entah kejadian seperti apa yang akan menungguku didepan. Dan entah bagaimana pula aku akan menghadapinya.
::
:
YunJae - Plus Nine Boy
:
::
"ARGGHHHH. AKU TERLAMBAT. EOMMAAA~~"
Suara teriakan yang begitu nyaring dari salah satu kamar, sudah menjadi makanan sehari-hari di kediaman Jung. Bukan Jung Yunho namanya jika sehari saja tidak menyebabkan keributan di rumah sederhana milik keluarganya itu.
Bisa kita lihat sekarang namja tampan yang menjadi tersangka utama teriakan kencang itu tengah berlari terbirit menuju kamar mandi hanya dengan boxer hijau yang menutupi tubuh bagian bawahnya.
Brakkk
"Eomma! Kenapa eomma tak membangunkanku!" teriaknya kesal dan terus berlari menunju kamar mandi diseberang kamarnya, dengan sebelah tangan yang dengan cepat menyambar handuk hijau yang bergantungan di depan kamarnya.
Tak dihiraukannya sang appa yang memperingatinya untuk tidak berteriak didalam rumah, dan membuat kepala keluarga Jung itu menggelengkan kepalanya melihat kelakuan putra semata wayangnya yang benar-benar seperti orang bar-bar.
"Lihatlah kelakuan putramu yeobo. Ia hanya bisa menyalahkan orang lain." gerutu seorang yeoja cantik dengan balutan apron hijau yang melekat di tubuh mungilnya. Yeoja yang tak lain adalah eomma dari Jung Yunho ini tengah sibuk menyiapkan sarapan untuk keluarga kecilnya.
"Bukankah ia memang seperti itu." jawab namja paruh baya yang merupakan kepala keluarga Jung, sambil melipat koran yang sudah selesai dibacanya.
"Setiap hari selalu saja terlambat bangun dan menyalahkan orang lain."
"Nampaknya sifatnya menurun dariku."
"Hahh, sampai kapan ia akan berhenti bertindak bar-bar begitu? Lama-lama ia akan menjadi bujangan lapuk karena tak ada yeoja yang mau dengannya." keluh eomma Jung lagi sambil menghembuskan nafas lelah.
"Yahh! Aku mendengarnya eomma!" teriakan kencang segera terdengar dan menyebabkan eomma dan appa Jung tersentak kaget. Merekapun dengan serempak menolehkan wajah keasal suara dan menemukan putra mereka yang baru saja keluar dari kamar mandi, masih dengan handuk hijau yang melilit area bawah tubuhnya.
"Omo! Sejak kapan kau disana! Bukankah kau sedang di kamar mandi?" tanya eomma Jung heran. Hei, ini belum ada lima menit sejak putranya itu masuk ke kamar mandi, dan sekarang putranya itu sudah selesai?
"Aku sudah terlambat eomma! Aisss, seragamku. Mana seragamku?"
"Seragammu ada di lemari anak muda!" jawab eomma Jung setengah kesal dan segera saja Yunho kembali menuju kamarnya dengan kecepatan kilat.
"Anak itu, sudah tahu hari ini ada pertandingan, dan bisa-bisanya ia bangun terlambat." gerutu eomma Jung lagi dan hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Ya, hari ini Yunho akan mengikuti kejuaraan hapkido untuk menentukan apakah ia bisa lolos masuk ke universitas Yongin atau tidak. Ia sudah menantikan hari ini dan sudah sangat bersemangat untuk bisa mengalahkan semua lawannya dan masuk ke universitas Yongin.
"Eomma, appa, aku berangkat." teriak Yunho lagi kali ini sudah lengkap dengan seragamnya. Iapun segera mencomot satu roti bakar yang tadi disiapkan oleh sang eomma dan bergegas berangkat.
"Chankanman, chankanman." seru eomma Jung dan membuat Yunho menghentikan langkahnya.
"Waeyo eomma, aku sudah terlambat!" sahut Yunho setengah kesal.
"Ini, bawa ini."
Eomma Jungpun menyerahkan sebuah kertas kepada Yunho. Yunho mengambil kertas itu dan seketika mengernyit tak suka, "Yah eomma, eomma masih saja melakukan hal ini." pekiknya kencang setelah sadar apa isi kertas itu.
"Ini semua demi kebaikanmu juga Yunho. Bukankah sekarang kau sudah berumur 19 tahun hmm?" jawab eomma Jung dan tersenyum manis kepada anaknya iu.
"Ck, eomma! Ini sangat berlebihan, kau tahu?"
"Sudahlah, bawa saja. Eomma mendapatkan itu dari peramal terbaik. Kka, hwaiting!"
Ya, kertas itu adalah sebuah jimat yang didapatkan oleh eomma Jung saat dirinya berkonsultasi(?)dengan seorang peramal. Ia sedikit was-was akan putranya yang tahun ini memasuki usia 19 tahun.
"Aiss, aku berangkat." jawab Yunho akhirnya masih dengan wajah yang sedikit kesal.
"Semoga beruntung~"
"Yeobo, apa kau masih memberi Yunho jimat pelindung?" tanya appa Jung yang sedari tadi hanya diam mendengar percakapan istri dan putranya.
"Ne, untuk berjaga-jaga. Tahun ini ia sudah memasuki usia 19 tahun. Aku hanya tak ingin sesuatu yang buruk terjadi padanya." jawab eomma Jung dan melemparkan senyum kepada suaminya.
"Ne, aku harap kutukan itu tak akan pernah terjadi lagi."
Sementara itu di luar rumah.
Nampak Yunho yang masih memasang raut kesal diwajahnya. Iapun sekali lagi membaca kertas jimat yang tadi diserahkan sang eomma.
"Ck, eomma sungguh berlebihan. Aku tak memerlukan ini."
Yunhopun segera meremas kertas jimat itu menjadi buntalan kecil, dan setelahnya dilemparkannya menuju bak sampah di depan rumahnya.
Plukkk
"Yosh! Hwaiting Jung!"
Dan iapun kembali melanjutkan perjalanannya menuju gedung pertandingan dengan senyum yang menghiasi wajah tampannya.
::
:
YunJae - Plus Nine Boy
:
::
Yunho kini tengah mengganti seragam hapkidonya di ruang ganti pemain. Nampak kini ia yang tengah merapikan penampilannya di depan kaca.
"Yosh, kau selalu tampan Jung!" narsisnya kepada diri sendiri.
Pluk
"Yo Yunho-ah, bagaimana persiapanmu eoh. Nampaknya kau sudah sangat siap." seru seorang namja dengan dahi yang sedikit lebar sambil menepuk bahu Yunho.
Yunhopun tersenyum lebar menjawab pertanyaan Yoochun-sang sahabat. "Aku tak pernah merasa sesiap ini Yoochun-ah."
"Yosh! Aku harap kali ini kau tak melakukan kesalahan."
"Yah, kapan aku pernah melakukan kesalahan eoh. Aku ini adalah Jung Yunho! Orang yang terlahir dengan kemampuan terbaik di Korea." kata Yunho bangga sambil menepuk dadanya.
Yoochunpun hanya memutar mata malas nelihat tingkah lebay sang sahabat, sudah tiga tahun bersahabat dengan namja tampan itu menjadikan Yoochun hafal kenarsis-an sang sahabat.
"Yunho hyung, kajja kita keluar. Pelatih sudah memanggil kita." teriak seorang namja dengan tubuh menjulang tinggi tiba-tiba masuk ke dalam ruang ganti yang merupakan sahabat Yunho yang lainnya.
Yunhopun mengangguk singkat sebelum akhirnya mengikuti Changmin-namja tinggi itu. Ketiganyapun segera keluar dari ruang ganti dengan Yunho yang berjalan paling depan, memimpin kedua sahabatnya.
Dalam setiap langkahnya, Yunho selalu mengembangkan senyum songong diwajahnya. Nampak sekali jika namja tampan itu sudah siap menghadapi pertandingan hari ini.
Iapun terus melangkahkan kakinya masih dengan mempertahankan senyum songong diwajahnya, sampai-
Pletakkk
Pletakkk
Sebuah geplakan yang cukup keras mendarat dikepalanya.
"Aiss, siapa yang-"
"Hentikan senyum bodohmu dan cepat pemanasan!"
Seru lantang sang pelatih memotong ucapan Yunho dan membuat Yunho menghentikan kalimat umpatannya.
"Ne arraseo." jawab Yunho cepat sambil melangkahkan kakinya bersiap untuk pemanasan.
"Yunho hyung, hwaiting. Aku yakin kali ini hyung pasti berhasil." seru Changmin memberi semangat kepada Yunho.
"Ne Yunho-ah, ingatlah, universitas Yongin menunggumu!" Yoochunpun tak ketinggalan memberi semangat kepada sang sahabat.
"Yoshh! Jangan panggil aku Jung Yunho jika tida bisa memenangkan pertandingan ini." jawab Yunho penuh keyakinan. Iapun kemudian menolehkan wajahnya bergantian kearah Yoochun dan Changmin, mengangguk singkat dan segera berjalan keluar menuju tempat pertandingan.
::
:
YunJae - Plus Nine Boy
:
::
Gemuruh suara penonton yang meneriakkan namanya begitu Yunho dan kedua sahabatnya memasuki area pertandingan. Bisa kita dengar gemuruh suara penonton yang meneriakkan nama Jung Yunho lengkap dengan membawa banner bertuliskan nama namja tampan itu.
Yunho begitu semangat melangkahkan kakinya dengan senyum lebar mengembang diwajahnya. Ia sudah sangat siap untuk bisa memenangkan pertandingan kali ini.
Kini dihadapannya sudah berdiri lawan tandingnya yang berasal dari SMA Taeyang. Wasitpun segera memberi ancang-ancang untuk memulai pertandingan.
Kedua pesrtapun saling membungkuk memberi hormat dan setelahnya bersiap mengambil kuda-kuda.
"Shijak!" teriak sang wasit dan segera Yunho melesakkan jurusnya kearah lawan.
'Aku pasti menang!'
Bughh
Srettt
Braghh
Yunho mengeluarkan jurus andalannya begitu pertandingan dimulai. Ia juga begitu lincah menghalau serangan lawan. Ia menggeliatkan badannya ke samping guna menghindari serangan dari lawannya, hingga-
Brakkk
Yunhopun dengan sekali hentakan segera menumbangkan lawannya. Tak membiarkan sang lawan kembali bangkit, iapun segera melesakkan jurus terakhirnya.
"Hiyaaaa!"
Brukkk
Brakkkk
"Jung Yunho!"
Prokkk
Prokkk
Prokkk
Suara gemuruh tepuk tangan segera menggema di dalam gedung pertandingan begitu wasit meneriakkan nama Yunho sebagai pemenangnya.
Yunhopun nampak tersenyum puas saat lawan pertamanya berhasil ditaklukkannya.
"Yosh! Hwaiting Jung!"
.
.
.
Babak selanjutnya tak jauh berbeda dari babak pertama. Yunho berhasil memenangkan dengan mudah semua babak itu. Lawan-lawannya dibuat tak berkutik dengan jurus-jurus andalannya. Berkali-kali wasit meneriakkan nama Yunho sebagai pemenangnya, dan diikuti dengan suara gemuruh tepuk tangan penonton yang juga terlihat bahagia karena jagoannya menang.
"Yunho! Ini adalah babak terakhir, jika kau bisa mengatasinya, maka universitas Yongin sudah ada digenggamanmu! Jatuhkan lawan dalam sekali serangan!"
"Ne, algeseumnida."
Yunhopun kembali bersiap memasuki area pertandingan. Satu lagi babak yang harus dimenangkan oleh Yunho, dan jika ia menang dalam babak kali ini, bisa dipastikan ia akan masuk ke universitas Yongin.
"Peserta nomor 199, Jung Yunho!"
"Yosh! Kau pasti bisa Yunho!"
Tap
Tap
Tap
Yunhopun melangkah mantap memasuki area pertandingan. Bisa dilihatnya kini lawannya yang juga nampak penuh percaya diri. Babak terakhir ini ia akan melawan peserta dari SMA Sekyung-Kang Mingoo, sekolah yang memiliki atlet Hapkido yang tak kalah kuat dari Yunho.
Hemmm
Yunhopun tersenyum pelan saat melihat wajah sang lawan. Iapun lalu membungkuk memberikan hormat sebelum bertanding, namun-
Deg
Entah kenapa ia merasakan jantungnya berdegup kencang. Tiba-tiba perasaannyapun menjadi tak enak.
'Ada apa denganku?'
Yunhopun segera menggelengkan kepalanya mengusir semua pikiran buruk yang tadi sempat melintas diotaknya. Iapun kemudian berusaha kembali memfokuskan pikirannya unuk menghadapi lawannya kali ini.
Yunhopun sudah memasang kuda-kudanya, ditatapnya sang lawan yang juga mulai memasang kuda-kuda.
"Shijak!"
"Hiyaaa~"
Dan Yunhopun segera melesakkan jurusnya begitu wasit berteriak memulai pertandingan.
Srett
Brakk
Brughh
Kali ini lawan yang dihadapi Yunho tidaklah mudah. Berkali-kali sang lawan berhasil menangkis jurus yang dilayangkannya. Bahkan ia dibuat sedikit kewalahan akibat serangan lawan yang begitu tiba-tiba.
Brakk
Brakk
Kembali Yunho mencoba untuk menyerang sang lawan, dengan menggunakan teknik andalannya ia mencoba untuk menjatuhkan lawannya. Ia tersenyum tipis saat menyadari ada celah yang memungkinkannya untuk mengeluarkan jurus andalannya itu.
Iapun segera mengambil posisi untuk menyerang, dilihatnya sang lawang yang sedikit lengah. Iapun segera memposisikan badannya bersiap menyerang, namun sesuatu tiba-tiba melilit-lilit dalam perutnya dan menyebabkan dirinya kehilangan konsentrasi.
Krokkkkhhhh krookkkhhh
Yunhopun meringis dan meremas pelan perutnya. Sungguh, perutnya benar-benar terasa sakit sekarang. Entah apa penyebabnya, atau apa ia salah makan tadi pagi?
Iapun mulai kehilangan konsentrasi, dan hal itu dimanfaatkan dengan baik oleh sang lawan. Sang lawanpun mulai menyerang Yunho dan tidak mampu ditangkis Yunho dengan maksimal.
'Akhhh..perutku..appo..'
Kembali Yunho mencoba untuk melesakkan jurusnya, namun sakit diperutnya sungguh tak tertahankan. Perutnya seakan-akan dililit dan menyebabkannya kesulitan bergerak. Iapun sebisa mungkin hanya menghindar jika sang lawan mulai menyerang.
Melihat keadaan Yunho yang nampak tak baik, sang lawanpun semakin gencar melesakkan serangannya. Yunhopun semakin terdesak, ia sudah tak mampu mengimbangi sakit diperutnya dan juga serangan lawan. Hingga akhirnya, sang lawanpun berhasil menjatuhkannya dan menguncinya telak.
Hana
Yunho merintih kesakitan saat sang lawan menindih perutnya. Ia mengibaskan tangannya mencoba mendorong sang lawan untuk tidak menekan perutnya yang sakit.
'Ya..yah! Perut..perutku. Akhh! Menyingkir dari tubuhku pabo!'
Dul
Yunho semakin tak berdaya. Perutnya semakin melilit akibat tertindih badan lawannya. Ia terus mencoba untuk mendorong tubuh sang lawan, namun tak mudah karena sang lawan yang sangat terobsesi mengalahkannya.
'Menjauhlah pabo!'
Dan dengan kekuatan terakhirnya, iapun mendorong dengan keras tubuh sang lawan hingga teguling menjuah.
Srettt
Brughhh
Brakkkk
Bruuutttt(?)
"Ahhhhhhhhhhhh~"
Yunho mendesah lega saat berhasil mendorong lawannya dan membuat perutnya terbebas. Segera saja sesuatu yang sedari tadi ia tertahan diperutnya keluar bebas dan mendatangkan raut bahagia diwajahnya. Ia tersenyum puas merasakan kelegaan yang luar biasa, dan mengabaikan tatapan tak percaya dari para pendukungnya yang tak menyangka jika jagoannya melakukan sesuatu yang memalukan.
.
Dan suatu hari, mimpikupun mulai berlari menjauh entah kemana.
Apakah ini adalah awal dari kutukan dalam keluargaku?
.
.
.
.
.
.
.
.
Tsuzuku
(TBC)
Hollaaa.. Saya kembali~~
Apa ceritanya membosankan? Kependekan? Hehehe.. Saya memang berencana membuat pendek story ditiap chapternya..
Nampaknya kesialan Yunho sudah mulai berjalan.. Kegagalannya memenangkan lomba sehingga ia gagal masuk universitas Yongin adalah kesialannya yang pertama.. Akankah ada kesialan-kesialan berikutnya akan terjadi?
Penasaran? Tunggu kelanjutannya ^^
Terimakasih bagi kalian yang sudah follow, favorite dan review di chap prolog kemaren.. Semoga chap ini ga buat kalian bosen dan malah bisa semakin penasaran..
Big thanks buat :
Artemis Jung | yeye uun | saphire always for onyx| Youleebitha | akiramia44 | shipper89 | azahra88 | Lawliet Jung | michiko r rin | yeojazz | Rzsa | dheaniyuu | himeryo99 | cha yeoja hongki | rabratz | 5351 | justfera | Jung hana | GOMCHI46 | Yani Cassie YJS | Kim Jae Eun | mei azzahra
Jangan kapok baca dan jangan lupa tinggalkan kesan lagi untuk chap ini ne ^^
Oya, happy 8th YunJae anniversary ^^ sebentar lagi appa bear bakal menyusul eomma kitty wamil.. Semoga bisa berada di divisi yang sama walau itu sangat mustahil xD
.
Saigo de review onegaishimasu ^^
Denpasar, 10 Juni 2015
