Title : True Love ( Sequel Always Smile )

Author : Junmen02

Length : Chapter

Cast :

-Kim Joonmyeon aka Suho (gs)

-Oh Sehun aka Sehun

-Wu Yifan aka Kris

Other Cast :

-Do Kyungsoo aka Kyungsoo (gs)

-Kim Jongin aka Kai

-Byun Baekhyun aka Baekhyun (gs)

-Park Chanyeol aka Chanyeol

-Oh Hyun Yu (oc)

Pair : HunHo, KrisHo, KrisBaek, ChanBaek, KaiDO, dll.

Genre : romance, hurt, school life.

Rating : 13+

Summary : "Terkadang, rasa kekaguman membuat

kita buta dan mengatakan itu cinta..

Namun, kita tak menyadari jika cinta sejati berada di sekitar kita selama ini..

Bahkan di sisi kita.."-True Love-

Disclaimer : tokoh milik Tuhan dan orangtua masing masing.. Sedangkan alur cerita pemikiran author sendiri..

A/n : sebelumnya, cha mau bilang terimakasih banyak bagi yg udah review ff ini '3' cha gak nyangka/? :v maaf gabisa sebutin satu2 .-. O iya, satu lagi.. Peran hyun yu disini bakal bantu hunho bersatu secara tidak sengaja/? Oke, cuap2nya segitu dulu ^^

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Happy Reading!

Previous Chapter

BRAKK!

Suara dentuman pintu terdengar dari arah kamar yeoja berpipi chubby tersebut. Suara hantaman pintu tadi terlalu keras hingga mengagetkan seorang namja yang tengah bersantai menonton televisi.

"hyunie? Waeyo?" teriak Sehun.

Hening.

Sehun mengernyit. "hey! Kau kenapa kurcaci!" teriak Sehun lagi. Kali ini, ia melangkahkan kakinya menuju kamar Hyun Yu.

"nan gwaenchana!" teriak Hyun Yu dari dalam kamar dengan nada yang kurang meyakinkan(?). "jeongmal?" yakin Sehun. "NE! JANGAN MEMANGGILKU LAGI!" kali ini teriakan Hyun Yu semakin keras. Kesekian kalinya Sehun mengernyit. Ada apa dengan anak itu? Batinnya.

Sehun pun segera mengambil sebuah kunci di laci kamarnya lalu kembali ke kamar Hyun Yu.

Cklek…

"YAK! BAGAIMANA BISA OPPA MASUK EOH!" jerit Hyun Yu.

Sehun mengangkat kunci yang ia ambil tadi. "kunci cadangan.." katanya singkat. "kau kenapa?" lanjutnya. "aku bilang aku baik baik saja oppa.." kata Hyun Yu mengelak. "ani, ceritakan!" kata Sehun dengan tatapan tajamnya.

"haish! Arra! Semua ini gara gara PARK CHANYEOL ITU! PUAS, HAH!" teriak Hyun Yu kesal.

"mwo? Park chanyeol?" Sehun melongo.

Hening.

Chapter 2

"haish! Keluar sana!" pekik Hyun Yu. "yak! Tunggu dulu! Darimana kau mengenal chanyeol sunbae?" tanya Sehun.

"huh.. Dia yang mengantarku ke kantin tadi.." jawab Hyun Yu. "kau menyukainya?" Sehun membulatkan matanya. "wae?" tanya Hyun Yu ketus.

"hah.. Kuharap kau tidak gila.." kata Sehun lalu melangkahkan kakinya keluar dari kamar Hyun Yu. "yak! Waeyo!" teriak Hyun Yu yang tidak digubris Sehun.

"KYAAAAAA!" sebuah suara yeoja mengggelegar disalah satu kamar di kediaman keluarga Kim.

"YAK! KKAMJONG! APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN KAMARKU!" teriak Junmyeon naik pitam.

"noona, apa kau lihat kotak kecil?" tanya Jongin sambil terus mengacak isi kamar Junmyeon. "KENAPA CARI DISINI BODOH!" pekik Junmyeon sambil memperbaiki letak handuk yang melilit di tubuhnya.

"tsk.. Ayolah noona.. Kotak itu sangat berharga.." keluh Jongin tetap melanjutkan kegiatannya.

"huh.. Tidak ada.." suara Junmyeon memelan. "mwo? Jeongmal?" kaget Jongin.

"ne, sekarang KE-LU-AR!" pekik Junmyeon meradang. Sedangkan Jongin langsung lari pontang panting keluar dari kamar noonanya tersebut.

"dasar kkamjong!" gerutu Junmyeon.

.

.

.

.

"pagi, chagi~" sapa Yifan. "pagi.. Kau sudah sarapan?" tanya Junmyeon. Yifan menggeleng.

"sebentar.." kata Junmyeon sebelum berdiri dari duduknya.

"hai, kris!" sapa Chanyeol yang tiba tiba datang bersama Baekhyun. Yifan sedikit terperangah.

"hai.." sapa Yifan kikuk. "mana suho?" tanya Chanyeol. "dia sedang membeli makanan.." jawab Yifan.

"kris, ini makanan—eh? Chanyeol? Baekhyun?" kaget Junmyeon saat menyadari keberadaan ChanBaek.

"hai, suho.." sapa Chanyeol dan Baekhyun serempak. "hai.." balas Junmyeon.

"o iya, ini makananmu.." kata Junmyeon sedikit berbisik pada Yifan. Yifan tersenyum.

"kalian baru datang?" tanya Junmyeon. "ne, tadi chanyeol menjemputku.." jawab Baekhyun. "begitu ya.." Junmyeon mengangguk paham.

"kris, kenapa kau tak memakan kentang ini?" tanya Junmyeon sambil mencomot kentang goreng yang ada di piring Yifan. "aku tidak suka.." jawab Yifan.

"coba ini.." kata Junmyeon sambil hendak menyuapi kentang goreng tadi pada Yifan.

Yifan menggeleng. "ayolah.." bujuk Junmyeon dengan puppy eyesnya. Akhirnya Yifan menyerah dan memakan kentang goreng tersebut.

"eottokhae?" tanya Junmyeon. "tidak buruk.." gumam Yifan sambil tersenyum. Junmyeon tertawa kecil.

Baekhyun memandang Yifan dan Junmyeon sendu.

'sampai kapan kita bersembunyi, kris..' batinnya.

.

.

"kau yakin nanti ke sekolah oppa?" tanya Sehun. "seratus persen.." jawab Hyun Yu lemas.

"tsk.. Lebih baik kau pulang.." decak Sehun. "aniyo!" pekik Hyun Yu.

"arra, terserah.. Kalau begitu oppa ke sekolah dulu.." pamit Sehun dan segera tancap gas menuju sekolahnya.

"kyung, bagaimana kalau sore nanti kita ke lotte word?" tawar Junmyeon. "mwo? Dengan siapa?" tanya Kyungsoo.

"aku akan mengajak jongin, chanyeol, baekhyun, sehun, dan.. Eum.. Adiknya mungkin?" jawab Junmyeon.

"terserah.. Kalau jongin ikut, aku akan ikut.." kata Kyungsoo.

"aku akan memaksanya.." kekeh Junmyeon.

"eottokhae?" lirih seoran yeoja bermata sipit pada namja di depannya.

"mian.. Aku belum bisa.." jawab namja itu pelan.

"hah.. Kris! Aku sudah bosan seperti ini!" jerit Baekhyun.

"aku akan melakukannya pada waktu yang tepat.." gumam Yifan tetap stay cool.

"sudahlah.. Jika memang kau mencintainya.. Lebih baik akhiri hubungan ini.." lirih Baekhyun sambil menghapus air mata yang membanjiri pipinya.

"tidak.." kata Yifan tajam.

"tapi kri-mmpphh!" ucapan Baekhyun terhenti karena Yifan langsung melumat bibir yeoja tersebut.

Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang melihat adegan mereka. Dan hal ini membuat mata seseorang tersebut ternodai(?).

Flashback

"hah! Akhirnya!" Hyun Yu duduk di kantin sekolah Sehun.

Seperti biasa. Ia kesini hanya ingin melihat sang pujaan hati-_- Siapa lagi kalau bukan Park Chanyeol.

"eih.. Oppa pulangnya masih lama.. Lebih baik aku kelilingi saja sekolah ini.." gumam Hyun Yu dan langsung bangkit dari duduknya.

Sambil bersenandung Hyun Yu berjalan melewati koridor sekolah.

Namun pandangannya terhenti kala melihat pemandangan yang.. Oh, mata Hyun Yu sudah ternodai(?).

"apa mereka berciuman?" tanya Hyun Yu polos pada dirinya sendiri.

"ha! Astaga! Bukankah namja itu namjachingu eonnie ipar! Dan yeoja itu.. Yeoja yang sering bersama chanyeol oppa.." gumam Hyun Yu.

"aku harus bagaimana.." tiba tiba Hyun Yu berblushing ria karena melihat adegan Yifan dengan Baekhyun.

"aish! Jinjja!" Hyun Yu segera memakai earphone yang Sehun titipkan padanya saat masih dirumah tadi.

"oke hyun yu-ah, fighting!" kata Hyun Yu menyemangatkan dirinya.

Hyun Yu pun berjalan melewati kedua insan yang saling memagut mesra tersebut sambil bernyanyi sedikit keras. Ia berniat menyadarkan pada mereka bahwa apa yang mereka lakukan adalah hal yang salah(?).

"i wanna gossip girl! I wanna gossip girl! I wanna.. Lalala~" Hyun Yu semakin meninggikan suaranya.

Mendengar suara aneh(?), Yifan dan Baekhyun segera melepaskan pagutan mereka lalu menoleh pada sang pelaku(?).

"bukankah dia adiknya sehun?" gumam Yifan.

"o-omo.. Jangan jangan.." Baekhyun tidak bisa melanjutkan perkiraannya. Ia sudah terlanjur takut.

"kurasa dia tidak melihat kita.." gumam Yifan sambil menunjuk Hyun Yu yang tengah bernyanyi dengan dagunya.

"semoga" lirih Baekhyun.

"kya!" teriak Hyun Yu seakan akan kaget dengan kehadiran Yifan dan Baekhyun. Acting yang bagus Oh Hyun Yu-_-

"h-hyun yu?" Baekhyun berusaha merubah raut wajahnya menjadi biasa.

"a-apa yang kalian lakukan disini?" tanya Hyun Yu dengan innocent facenya.

Sejenak, Baekhyun berfikir.

"kami disuruh mengambil buku.. Ya.. Mengambil buku.." jawab Baekhyun. Sedangkan Yifan hanya mengangguk setuju.

"eum? Kuharap aku tidak mengganggu kalian.." gumam Hyun Yu.

"kyaaa!" teriak Hyun Yu sambil berlari. Dan lagi, ia berblushing ria-_- Hal itu karena ia mengingat adegan yang dilakukan Baekhyun dan Yifan tadi.

"kris, ayo ke kelas.." ajak Baekhyun.

"tidak, kau duluan saja.." jawab Yifan.

Baekhyun hanya mengangguk dan segera beranjak ke kelas.

"omo! Apa aku ketahuan?!" tanya Hyun Yu cemas. Ia takut Baekhyun dan Yifan mengetahui kalau ia melihat adegan tadi.

Tiba tiba,

"hey, kau.." panggil seorang namja bersuara bass. Hyun Yu segera menoleh.

"omo! Sehun oppaaa!" teriak Hyun Yu dan segera berlari menghindar dari namja yang memanggilnya tadi.

"hey! Tunggu!" Yifan segera mengejar Hyun Yu.

"huwaa.. Eottokhae! Eodiseo?!" Hyun Yu panik. Hanya ada tangga di tempatnya berdiri.

Mau tak mau ia segera menaiki tangga yang sebenarnya tangga menuju atap sekolah tersebut.

Cklek

Brak!

Hyun Yu langsung membanting pintu atap sekolah.

"huh.. Hah.. Astagah.. Semoga aku tidak ketauan.." gumam Hyun Yu sambil berjalan menuju atap sekolah.

Cklek

"ekhem.." Hyun Yu terpaku kala mendengar deheman seseorang.

"huwa! Mianhae! Aku tidak akan memberitahu siapapun! Aku berjanji! Jangan bunuh aku!" jerit Hyun Yu tanpa membalikkan badannya.

"heh?" namja tersebut mengernyit.

"apa yang kau lakukan disini hyun yu-ah?" tanya namja tadi.

Hyun Yu membeku. Ia segera membalik badannya.

"ch-chanyeol oppa?!" kaget Hyun Yu saat melihat namja yang ada di depannya.

"kau kenapa? Siapa yang akan membunuhmu?" tanya Chanyeol bingung.

"a-aku.. Hehee.. Tidak usah difikirkan.." cengir Hyun Yu. Dalam hati ia bernafas lega.

Chanyeol mengangguk.

"oppa, kenapa kau kesini?" tanya Hyun Yu.

"ak—"

"kau membolos?!" pekik Hyun Yu memotong jawaban Chanyeol.

"yeah.. Seperti yang kau lihat.." Chanyeol mengendikkan bahunya.

Sedangkan Hyun Yu hanya menganggukkan kepalanya.

Cukup lama mereka dalam keheningan. Hingga Hyun Yu memberanikan diri bertanya pada Chanyeol.

"eum.. Chanyeol oppa, boleh aku bertanya?" pinta Hyun Yu. Chanyeol mengangguk.

"sebenarnya hubungan chanyeol oppa dan yeoja yang sering ikut dengan chanyeol oppa itu apa?" tanya Hyun Yu pelan.

"maksudmu baekhyun?" tanya Chanyeol.

"ne" jawab Hyun Yu.

"kami.. Hanya bersahabat.. Wae? Kau menyukainya?" tanya Chanyeol (sok) polos-_-

"mwo! Aku tidak lesbi oppa!" pekik Hyun Yu. Chanyeol tertawa.

"ya, aku tahu.." kekeh Chanyeol.

Hyun Yu mempoutkan bibirnya.

KRIIINNGGG!

Bel pulang sudah berbunyi.

"oppa, apa itu bel pulang?" tanya Hyun Yu.

"ne, jja kita ke bawah.." ajak Chanyeol.

Mereka pun segera turun dari atap sekolah.

.

"ppai oppa!" pamit Hyun Yu sebelum ia menghampiri Sehun.

"oppa!" panggil Hyun Yu. Sehun menoleh.

"darimana saja?" tanya Sehun.

"atap sekolah.." jawab Hyun Yu polos.

"kau fikir ini sekolahmu?" tanya Sehun sarkatis. Hyun Yu mempoutkan bibirnya.

"lagipula aku tidak sendirian.." dumel Hyun Yu.

"nugu?" tanya Sehun.

"m-mwo?" tanya Hyun Yu.

"dengan siapa?" tanya Sehun.

"chanyeol oppa.." jawab Hyun Yu sambil tersipu. Sehun menggelengkan kepalanya.

"cepat naik" kata Sehun. Hyun Yu menurut.

Sesampainya di rumah, Hyun Yu segera masuk. Sedangkan Sehun, ia memasukkan motornya ke garasi.

Drrttt!

'My Princess's Calling'

"oppa, ponselmu bergetar.." beritahu Hyun Yu.

"angkat saja.. Oppa harus memasukkan motor.." jawab Sehun.

"arrasseo.." jawab Hyun Yu.

.

"yeoboseyo?"

"nuguya?"

"mwo?!"

"e-eum.. Ada kok eonnie.."

"lotte word? Sore ini?"

"baiklah, aku dan sehun oppa akan menyusul ke lotte word.. Eonnie dan yang lainnya duluan saja.."

"arrasseo.. Sampai jumpa.."

Clip!

"huwa! Oppa! Ini sangat tak terduga!" teriak Hyun Yu.

"wae?" tanya Sehun yang baru saja memasukkan motornya.

"sore ini eonnie ipar mengajak kita ke lotte word!" pekik Hyun Yu girang.

"eonnie ipar?" Sehun mengernyit.

"eum.. Maksudku my princess.. Buahahaa!" Hyun Yu tergelak saat mengingat nama kontak Junmyeon di ponsel Sehun.

"yak! Siapa yang menyuruhmu melihatnya!" teriak Sehun murka.

"oppa sendiri-_- aish.. Sudahlah, aku ingin ke dalam dulu.." kata Hyun Yu sambil me-wink Sehun. Sehun mendadak sweatdrop.

Setelah mengganti baju, Sehun bergegas menuju ruang tengah. Ia segera menyambar remote TV yang ada di atas sofa lalu menekan tombol 'on'.

"oppa" panggil Hyun Yu bersamaan dengan pantatnya yang berlabuh di sofa yang diduduki Sehun.

"hng" jawab Sehun tanpa mengalihkan pandangannya dari TV.

"aish.. Oppa, aku ingin bertanya.." kesal Hyun Yu.

"tsk.." Sehun berdecak sambil menoleh ke arah Hyun Yu.

"eum.. Apa.. Jika orang berciuman itu artinya mereka pacaran?" tanya Hyun Yu polos.

Sehun membulatkan matanya. Hey, kenapa adiknya bertanya seperti itu? Batinnya.

"ya, biasanya seperti itu.." jawab Sehun.

"aigo, kasian sekali eonnie ipar.." bisik Hyun Yu.

"ne?" tanya Sehun karena tidak mendengar bisikan Hyun Yu tadi.

"aniya.." cengir Hyun Yu. "o iya, oppa menyukai eonnie ipar ya?" tanya Hyun Yu ceplas ceplos.

"mwo?" Sehun melongo mendengar pertanyaan Hyun Yu.

"jangan sok tau.." ketus Sehun.

"aku sudah tau.." gumam Hyun Yu. "sebaiknya oppa mendekatinya.. Karena aku yakin oppa pasti akan mendapatkannya.."

Tanpa mendengar jawaban Sehun, Hyun Yu beranjak dari duduknya.

'ya, aku pasti akan mendapatkannya'

"mwo?! Lotte word!" pekik Jongin. Bibirnya sedikit menganga.

"ne, wae?" tanya Junmyeon malas.

"aish.. Noona.. Apa kau tidak punya tempat lain? Lotte word itu terlalu kekanakan.. Lebih baik kita pergi ke sungai han, namsan tower… Ah! Atau ke bar!" Jongin sangat sumringah ketika menyebut tempat terakhir.

DUK!

CTAK!

Junmyeon menoyor lalu menjitak otak udang Jongin—menurut Junmyeon.

"jangan harap kim jongin!" pekik Junmyeon. Sedangkan Jongin hanya berdecak.

"ya sudah.. Kalau kau tidak mau.. Padahal kyungsoo sangat ingin kau datang.." Junmyeon sedikit mengecilkan suaranya saat menyebut kalimat terakhir.

"mwo?! Kyungsoo noona ikut?!" tanya Jongin.

"tentu saja bodoh!" Junmyeon memutar bola matanya malas.

"kalau begitu aku ikut!" pekik Jongin riang.

"baek, kau akan ikut?" tanya Chanyeol sambil tetap fokus pada jalan di depannya.

"eum.. Molla.." gumam Baekhyun.

"mwo? Maksudmu?" tanya Chanyeol bingung.

"appa dan umma tidak ada dirumah chan.. Aku disuruh menjaga rumah.." jelas Baekhyun.

"hm.. Kau bisa menyerahkannya pada kim ahjumma.." Chanyeol menoleh pada Baekhyun.

"baiklah, aku akan ikut.." Baekhyun tersenyum kecil.

"kau yang terbaik!" pekik Chanyeol.

Baekhyun terkekeh.

Tak lama kemudian, mereka sampai di kediaman Baekhyun dan segera keluar dari mobil Chanyeol.

"gomawo, yeol-ah.." kata Baekhyun sambil tersenyum.

"cheonma.." Chanyeol ikut tersenyum.

"kalau begitu aku masuk dulu ne?" pamit Baekhyun.

"chankamman!" Chanyeol buru buru menahan Baekhyun.

"ada apa?" heran Baekhyun.

"apa nanti sore perlu kujemput?" tawar Chanyeol.

"jika tidak merepotkan.." jawab Baekhyun pelan.

"apapun untukmu.." kekeh Chanyeol.

"arrasseo, ppai yeol-ah!" pamit Baekhyun dan segera berlari menuju pintu rumahnya.

Chanyeol menghela nafas lalu segera masuk ke dalam mobilnya. Sejenak ia terdiam memperhatikan dasboard mobilnya. Sesaat ia tersadar dan segera pergi dari kediaman Baekhyun.

"hah!" Junmyeon menghempaskan tubuhnya di ranjang king size miliknya. Sejenak ia memejamkan matanya.

"astaga!" Junmyeon langsung bangkit lalu meraih ponselnya.

"aku lupa memberitau yifan.." gumamnya lalu menempelkan ponsel tadi pada telinganya.

"yeoboseyo, kris?"

"…"

"apa nanti sore kau ada acara?"

"…"

"aku ingin mengajakmu ke lotte word sore ini.."

"…"

"aku juga mengajak yang lainnya.."

"…"

"arrasseo.."

"…"

"nado.."

Clip!

Junmyeon memain mainkan ponselnya. Ia berbaring lagi diatas ranjangnya.

Ia kembali melihat ponselnya lalu membaca percakapannya dengan Yifan.

Junmyeon berfikir akhir akhir ini hubungannya dengan Yifan sedikit berbeda. Tidak semanis dulu saat Yifan 'memaksa'nya agar mereka berpacaran. Bahkan sekarang Yifan hanya membalas pesan Junmyeon singkat. Lain lagi saat mereka baru berpacaran.

'chagiya, jangan lupa makan ne? Nanti kau sakit.. Aku tidak mau kau sakit.. Saranghae :*'

'chagi, bagaimana kalau hari ini kita ke namsan tower? Aku yakin setelah kita mengunci gembok disana nanti, cinta kita akan abadi.. Hehe.. Wo ai ni :*'

'chagiya, mianhae.. Neomu neomu mianhae :( Aku tidak bisa menjemputmu hari ini.. :'( Aku berjanji akan mengajakmu seharian besok.. Jangan marah ne? I love you :*'

Junmyeon sedikit terkikik membaca pesan Yifan yang terkesan manis tersebut.

Namun semakin Junmyeon meng-scrool ke bawah pesan tersebut semakin singkat.

'Maaf, aku tidak bisa menjemputmu'

'tidak bisa, aku sedang sibuk'

'aku ada acara keluarga'

'aku baik baik saja'

Junmyeon menghela nafasnya sedikit lama. Ia menerawang penglihatannya.

Apa Yifan berhenti mencintainya?

Apa Yifan berhenti menyukainya?

Atau bahkan Yifan tidak pernah mencintainya?

Junmyeon terus memikirkan hal tersebut.

Hingga ia tak menyadari seseorang memandangnya dengan tatapan bingung.

"noona?"

"GYAAA~!" teriak Junmyeon saat mendengar sebuah suara yang bisa dibilang bariton di sekitarnya.

"yak! Noona!" Jongin memutar bola matanya jengah.

"aish.. Kau membuatku jantungan.." decak Junmyeon sambil mengusap dadanya.

Sedangkan Jongin hanya cengengesan.

"noona, suruh kyungsoo noona kesini ne?" pinta Jongin antusias.

"mwo?" heran Junmyeon.

"ppalli.." rengek Jongin.

"rengekanmu buruk sekali kkamjong.." gumam Junmyeon prihatin. Jongin sweatdrop.

"ayolah noona.." bujuk Jongin.

"aish.. Lagipula ini masih siang jongin! Kita ke lotte word nanti sore!" pekik Junmyeon.

"persetan dengan lotte word itu aku tidak peduli!" erang Jongin.

"sekarang hubungi kyungsoo noona.." pinta Jongin.

"kau bisa hubungi dia sendiri!" balas Junmyeon sengit.

"aku gengsi noona.." gumam Jongin.

Junmyeon memasang raut -_-

"hah! Arrasseo!" teriak Junmyeon dan segera meraih ponselnya.

"yeoboseyo?"

"…"

"kyungie! Kesini sekarang juga! Aku ditodong si kkamjong untuk menyuruhmu datang!" pekik Junmyeon sambil mengerucutkan bibirnya.

"yak! Noona!" erang Jongin. Hancur sudah harga dirinya di depan sang pujaan hati.

"ne, ppalli!"

Clip!

Junmyeon melempar ponselnya.

"puas!" tanya Junmyeon tajam.

"sangaaaaaatt puas!" jawab Jongin sumringah.

"sekarang keluar!" pekik Junmyeon.

"tidak.. Aku ingin disini.." Jongin menenggelamkan kepalanya pada bantal Junmyeon.

"ya! Kim jongin!" teriak Junmyeon. Namun Jongin tetap pada pendiriannya.

"kkamjong sialan!" umpat Junmyeon.

"o iya, noona.. Apa sehun juga ikut?" tanya Jongin.

"ne, aku juga mengajak adiknya.." gumam Junmyeon.

"adik? Sehun punya adik?" tanya Jongin heran.

"nde, dia yeoja.." jawab Junmyeon.

"woah.. Apa dia cantik noona?" tanya Jongin sumringah.

Bugh!

Boneka rillakuma Junmyeon melesat di wajah tampan Jongin.

"aish.. Noona!" teriak Jongin.

"jaga bicaramu kkamjong! Jangan coba coba menjadi playboy!" pekik Junmyeon.

" aku kan hanya bertanya.." Jongin sedikit mempoutkan bibirnya.

"kyaa! Jangan pout didepanku! Uweee!" Junmyeon pura pura mual.

"kau berlebihan noona.." Jongin memasang wajah -_-

"tsk.. Sudah, keluar sana!" pekik Junmyeon.

Jongin berdecak lalu beranjak dari kamar Junmyeon. Namun, belum sempat Jongin memegang kenop pintu kamar sang kakak, seseorang sudah membukanya lebih dulu.

Cklek

"eh? Jongin?" kaget Kyungsoo.

"k-kyungsoo noona?" Jongin juga tak kalah kaget.

"hey, jongin! Lihat, kyungsoo sudah datang.. Jadi tidak ada urusan lagi, arrasseo?!" celetuk Junmyeon.

Kyungsoo menoleh. "maksudmu?"

"hah.. Aku kan sudah bilang kalau jongin menyuruhku untuk memintamu datang kesini.." jelas Junmyeon. Kyungsoo membulatkan mata doenya. O.O

"a-eum.. Kyung noona, lebih baik kita keluar" Jongin segera menyeret Kyungsoo untuk keluar dari kamar Junmyeon.

"dasar bocah" cibir Junmyeon.

"yeoboseyo kris?"

"ne baby?"

"aish.."

"waeyo?"

"aniya.. Apa nanti sore kau akan ikut ke lotte word bersama junmyeon?"

"tentu, kau ikut juga?"

"ne.. Tadi junmyeon mengajakku"

"perlu kujemput?"

"ani, tidak perlu.. Aku sudah dijemput chanyeol"

"tsk.. Kubilang jangan terlalu dekat dengannya baby.."

"ish.. Kau juga selalu dekat dengan junmyeon"

"baek, please"

"hehe.. Aku bercanda kris.."

"kau ini.."

"jangan marah, eoh?"

"ne, ne.. Aku tidak marah, sayang.."

"gombal.."

"hey, kau kenapa eum? Padahal aku hanya memanggilmu dengan sayang"

"aniya.. Itu menggelikan.."

"baiklah.. Bagaimana kalau byunie?"

"ani.."

"baekby?"

"no, no, no"

"byunby?"

"tidak, kris!"

"baiklah.. Baekkie?"

"uwaa! Panggilan yang manis!"

"tsk.. Arrasseo baekkie"

"tetap panggil aku seperti itu.. Kkk~"

"haha.. Of course baby"

"yak!"

"ah, mianhae.. Baekkie.."

"chankamman, aku juga punya panggilan untukmu.."

"mwo?"

"my dragon?! Kkk~"

"my dragon? Tidak buruk.. Aku menerimanya.."

"baiklah, my dragon! Sampai jumpa sore nanti, ne?! Ppai!"

Clip!

Baekhyun melempar ponselnya ke sembarangan arah. Beruntung ponsel tersebut mendarat di atas kasurnya.

Ia pikir, ini adalah tindakan yang salah. Namun, hatinya menampik bahwa ini hanya masalah waktu. Yeah, ia tau jika ia berpacaran dengan Yifan di waktu yang salah. Namun itu tak masalah selagi mereka saling menyukai.

Tapi, di lain sisi Baekhyun merasa bersalah pada Junmyeon. Ia tahu, Junmyeon sangat mencintai Yifan. Itu terlihat dimana Junmyeon sering memberi perhatian pada Yifan. Saat Junmyeon memberi Yifan sarapan, menanyakan kabar Yifan, menyuruh Yifan makan siang, dan hal hal lain.

Sungguh, Baekhyun tidak pernah melakukan hal itu. Padahal sekarang statusnya adalah sebagai 'pacar' Yifan.

Dan lagi, tentang Chanyeol. Baekhyun tau jika Chanyeol menyukainya. Tapi sekali lagi, Baekhyun mencintai Yifan. Alasan Baekhyun sering menerima ajakan Chanyeol adalah satu, kasihan.

Baekhyun merasa bersalah pada Chanyeol. Dan akhirnya ia ingin membuat hati Chanyeol senang dengan cara menerima ajakan Chanyeol setiap saat.

"ya tuhan.. Apa aku terlalu jahat?" gumam Baekhyun.

"mianhae, junmyeon.." Baekhyun memejamkan matanya.

"yak! Jongin, kenapa kau mengajakku kesini?!" pekik Kyungsoo. Ia mendudukkan tubuhnya pada bangku yang ada di taman rumah keluarga Kim.

"hehe.. Aniya noona.." cengir Jongin.

"tsk.." decak Kyungsoo.

Keadaan hening.

Tidak ada yang membuka percakapan. Jongin dan Kyungsoo sibuk dengan pikiran masing masing.

Jongin yang sibuk memikirkan apa yang akan ia bicarakan. Sedangkan Kyungsoo memikirkan hubungannya dengan Jongin.

Seperti yang kalian ketahui. Jongin dan Kyungsoo sangat dekat. Jongin tidak bisa tanpa Kyungsoo. Begitu pula sebaliknya.

Namun, hubungan mereka tidak jelas. Pacaran?

Oh, ayolah, Jongin tidak pernah menyatakan cinta pada Kyungsoo.

Teman?

Apakah teman selalu pergi berdua tiap malam minggu? Selalu bermesraan dimana-mana?

Kyungsoo semakin bingung dibuatnya. Terbesit keinginannya untuk bertanya pada Jongin. Namun, ia takut Jongin akan mengelak dan akhirnya menjauhinya. Jangan sampai itu terjadi.

"noona" akhirnya Jongin membuka suara.

"ya?" jawab Kyungsoo tanpa mengalihkan pandangannya pada air mancur didepannya.

"kau tau? Semua orang mengira kita berpacaran.." jelas Jongin. Kyungsoo terdiam.

"tapi kenyataannya tidak bukan?"

"…"

"bahkan junmyeon noona mengira bahwa kita, kau dan aku menjalin hubungan semacam backstreet.."

"…"

"tapi, kembali lagi pada kenyataan.. Itu tidak terjadi.."

"…"

"tetapi lagi, aku ingin itu semua bukan hanya bualan kosong yang diprediksi semua orang.."

"…"

"aku ingin apa yang mereka katakan menjadi nyata.."

"…"

"noona, aishiteru.."

Kyungsoo terdiam. Walaupun ia tidak bisa bahasa Jepang, namun ia tau arti kalimat atau lebih tepatnya dua kata yang diucapkan Jongin tadi. Mendadak lidah Kyungsoo kelu. Kaku.

"noona?" panggil Jongin pelan.

"n-nado" jawab Kyungsoo cepat.

"n-ne?" Jongin mengernyit.

"nado.. Nado saranghae.." lirih Kyungsoo.

Jongin tersenyum lebar. Ia segera merengkuh tubuh ringkih Kyungsoo.

Betapa bahagianya saat Kyungsoo mengucapkan dua kata yang ingin Jongin dengar dari bibir tebal Kyungsoo. Dan perasaannya semakin bahagia kala Kyungsoo membalas pelukannya dengan erat.

Tidak ada yang lebih hangat dari pelukan ini. Batin Jongin.

Jongin memejamkan matanya merasakan pelukan Kyungsoo. Ia sedikit mengusap punggung Kyungsoo yang terbalut dengan dress berwarna hijau lumut.

"gomawo noona.. Jeongmal gomawo.. Saranghae.." kata Jongin riang. Ia mengecup puncak kepala Kyungsoo singkat.

Sedangkan Kyungsoo hanya tersenyum di pelukan Jongin.

TBC xD

akhirnya KaiSoo bersatu *angkat banner KaiSoo*

aduh.. Disini konflik yang paling berat itu ada di baekhyun ya.. *geleng geleng*

gak tega cewek/? seimut baekhyun harus jadi jahat/? /ga/

disini cha jadi serba salah..

Antara baekhyun, junmyeon, chanyeol, sehun, sama hyun yu :3

mereka sama sama tersakiti/? /heleh/

udah, gitu aja dulu..

So, reviewnya? *puppy eyes*