Gomen minna,, aku seenaknya saja menghayal. awalnya aku nggak kefikiran dampaknya, namanya juga fic gaje, tapi dapat respon yang baik aku jadinya kalang kabut sendiri. yah ayica usahakan fic ini nggak ngecewain.
Sebelumnya aku mau berterima kasih buat para reviewer..
buat Brown cinnamon, aku juga suka makanya aku bikin fic mistery gaje ini, tapi karena seenaknya saja menghayal malah jadi nggak ke konsep dengan baik. kalau kemampuan khusus, yap sakura punya dan itu akan di terangkan di chapter-chapter depan. thanks. review lagi ya.. hehehe *ngarep* ^_^
buat hanazono yuri, yak, ini udah update lagi, (apa nggak kecepetan kilatnya yak?) hehehe.. tapi thanks ya, review lagi buat nanti perkembangan ceritanya ^_^
PinkyBlue, ayica bener-bener berterima kasih loh, soalnya pinkyblue reviewer pertama, hehehe.. *peluk-peluk pinkyblue* thanks, ini udah update lagi, ntar review lagi yah, heheh
Hanazonorin444, thanks banget yah dah review. nih dah update lagi, ntar review lagi yah.. dan soal sakura punya indera ke enam itu saya juga kurang tau *PLAK* maaf, abisnya saya sembarangan ngayal aja, kalau soal shinigami, sakura bukan shinigami kok, n kamu bener, kayaknya bakal ada mahluk yang susah buat di mengerti pake logika. heheh..
Yak, kita Lanjoooottt..
something about you
by ishikawa ayica
Disclaimer: Naruto selalu punya Masashi Kishimoto-sensei ^_^
Pairing: sakura & sasuke
Warning: gaje, and pastinya kalau kurang berkenan jangan dibaca ^_^
Sepulang sekolah aku dan kawan-kawan menunggu sakura di dalam mobilku, yang jadinya berdesak-desakan, karena tidak ada yang mau mengalah duduk paling belakang, yah mana bisa terlihat kalau duduk di sana, jadinya yang terisi hanya bagian depan dan tengah mobilku (?).
"Teme, kau yakin sakura-chan belum pulang?"
"Kau fikir aku akan melakukan hal yang sia-sia? Dobe!"
"bukannya begitu teme, ini sudah 30 menit berlalu dari bel pulang berbunyi, kalau sakura-chan bisa mengetahui apa yang akan terjadi pada anikimu, apa yang membuatmu yakin bahwa dia tidak mengetahui dia sedang di ikuti?"
"naruto benar sasuke-kun, kita harus bagaimana?" kali ini ino ikut bertanya, ck, kenapa juga duo pirang ini selalu berisik. Yah ku akui akupun ragu dia tidak mengetahuinya, tapi tidak akan tau kalau belum di coba.
"hn, berharap saja dia tidak tau"
"ano, i-itu sakura-chan"
Segera ku layangkan pandanganku ke arah yang di tunjuk hinata, dan benar saja, sakura baru saja melewati gerbang.
"ayo ikuti dia sasuke"
"hn, aku tau neji untuk itu kita menunggu kan?! Cih"
"sudahlah sasuke, mood mu buruk sekali sih, lagian kalau tidak cepat kita bisa kehilangan dia, dan oh jangan lupa langit yang mulai mendung"
Sial, apa yang di katakan tenten benar, aku lupa sedari tadi langit mendung, dan sepertinya sedikit lagi akan mencurahkan isisnya.
"semoga tidak hujan" kali ini sai yang membuka suara
"hn"
Sedikit memperlambat mobil, rupanya sakura di jemput, mungkin keluarga atau supirnya. Dan kami terus mengikuti mobil sakura, hingga memasuki mirai street no. 16. Kami berhenti 5 rumah sebelum rumah sakura, mungkin lebih baik kukatakan istana saja. Kami keluar mobil dan mendekat, pagar yang menjulang tinggi itu menutupi pandangan kami akan apa yang ada di dalamnya. Sebelum ku rasakan rambut ravenku basah, sial. Mulai gerimis.
"sekarang bagaimana?" tanya neji yang di tanggapi endikan bahu tenten
"sial, hujan..! kita bisa basah" sai mulai mencari tempat berlindung. Ketika kami berbalik dan memutuskan untuk kembali ke mobil suara lain menginterupsi kami.
"mohon maaf, haruno-sama sudah menunggu anda sekalian di dalam, mari silahkan ikuti saya"
Deg
Kaget, kami berbalik cepat dan mendapati seorang maid yang tersenyum, kami diam saja dan mulai mengikutinya, meskipun terlihat jelas kami masih terkejut, walau itu tidak nampak di wajahku dan neji.
Kami melewati pagar besar ini, menuju istana milik sakura, ku rasa istana ini terlalu megah, di samping kanan pintu gerbang berjejer beberapa mobil yang ku akui merupakan mobil incaran pengusaha kaya, heh maaf saja yah, bukan aku tak punya, tentu saja uchiha selalu punya lebih dari ini, namun dilihat dari sisi manapun sakura itu tidak terlihat seperti tuan putri, melainkan siswi biasa. Penampilan benar-benar menipu.
"silahkan duduk dan tunggu sebentar, saya panggilkan haruno-sama"
Maid itu berlalu meninggalkan kami di ruang tamu, jika ini adalah kunjungan biasa khas remaja yang sekedar nongkrong dan menghabiskan waktu, aku rasa ino dan tenten akan bisa lebih berisik, namun nyatanya di ruangan megah ini yang ada hanya ekspresi gugup, bahkan dobe yang sering berisik seolah kehilangan suara emasnya.
"Kalian mau minum apa?"
Lagi, bisakah gadis ini bersikap layaknya manusia, kami bahkan tidak melihat dari mana datannya gadis ini.
"a-apa saja boleh haruno-san" ino memberanikan diri untuk bicara.
"hn, ayame-san tolong yah"
"wakarimashita haruno-sama"
Seorang maid yang mengajak kami masuk tadi segera pergi ke dapur kurasa untuk melakukan pinta sakura.
"baiklah, aku akan menjawab pertanyaan kalian satu-persatu"
Mengernyit bingung, gadis bertampang dingin ini tau dari mana kami akan bertanya?
"ehm, ano haru—
"sakura. Saja" potongnya cepat penuh penekanan.
"ehm, baiklah sakura, aku akan menganggap kita teman saja, boleh kan? Yah, aku ingin kau menjelaskan keanehan yang terjadi selama ini"
Kurasa tenten yang paling berani saat ini, sehingga ia akhirnya menyuarakan apa yang ingin kami tanyakan. Namun yang kami dapati gadis itu tengah menyeringai. Sebelum maid tadi datang dan mengantarkan beberapa minuman dan cemilan di meja di depan kami, seketika itu ia kembali menjadi sosok dingin.
"yang ingin kau ketahui tentang keanehan apa? Toh dunia memang sudah aneh dan gila" ia menjawab membuat kami menjadi tak mengerti dengan keadaan ini.
"Langsung saja sakura, aku tak suka berbelit-belit" aku tidak suka ada di suasana ini, terlalu rumit. Berbeda jika situasi ini dapat di pecahkan oleh nalar, namun situasi ini terlalu menjengkelkan bagiku.
"te-teme sabarlah sedikit, biarkan sakura-chan menjelaskan" naruto mungkin mulai merasakan ketidak sukaanku berusaha menenangkanku yang memang sejak awal adalah yang paling tidak tenang. Sperti bukan diriku saja.
"itupun kalau dia mau menjelaskan naruto" neji dengan suara dingin memberikan tatapan dingin menusuk pada sakura, sebelum ku lihat sakura menunduk, dia sedih?
"apa yang kulakukan itu menyakitimu hinata? Dan apa yang ku lakukan itu menyakiti kakakmu sasuke? Aku hanya berusaha melindungi, apa yang salah dari itu..?"
"masalahnya adalah hal yang kau lakukan tidak bisa di jelaskan dengan nalar haruno! Berhenti berbelit dan jelaskan apa yang terjadi!"
Sedikit membentak, neji mengatakan hal itu pada sakura dengan tatapan tajam, aku sebenarnya setuju saja, berhubung aku hampir di buat gila oleh kegilaan ini, namun melihat reaksi sakura aku mulai meraskan sedikit rasa bersalah.
"nii-san, biarkan sakura menjelaskan dulu situasinya. Sakura, maafkan nii-san, kami hanya bingung, karena seberapa keras kami mencoba kami tidak menemukan titik terang dari masalah ini, jawabannya ada padamu sakura"
"yang di katakan hinata benar sakura, maafkan kami, tapi kejadian ini benar-benar aneh.. darimana kau mengetahui kejadian janggal di komplek mansion sasuke? Apa yang kau maksudkan dengan melindungi hinata? Dan dari mana kau mengetahui kami mengikutimu? Setauku, kami berada di jarak yang tidak mungkin kau ketahui kau tengah di ikuti" ino akhirnya bertanya tentang semua kegilaan ini.
"Hoi, ino. Kalau kau bertanya terus, kapan sakura-chan bisa menjawab?" naruto bersuara yang sukses mendapatkan delikan tajam dari ino.
"silahkan sakura. Mungkin bisa kau jelaskan?"
Kali ini sai yang mulai bersuara sejak dari tadi dia diam saja. Namun sakura berubah menjadi dingin lagi sambil menyeringai dia berkata
"kau menudingku, kau sama saja seperti mereka! Kau ingin penjelasan hyuuga? Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kau yang notabene seorang hyuuga tidak mengetahui apa-apa? Dan hal inipun berlaku untukmu uchiha-san"
Sesaat ku fikir ia tengah menatap hinata, namun akhirnya aku tau ia tengah menatap tajam neji, yang di balas oleh tatapan merendahkan dari neji.
"a-apa maksudmu sakura-san? Aku tidak mengerti. Hyuuga ada apa dengan hyuuga?" kali ini hinata mulai berani berbicara menanyakan arti kata-kata sakura.
"sudah ku duga. Kalian fikir hubungan kekerabatan antara hyuuga dan uchiha sebatas bisnis belaka?"
CTAAARRRRRRR..
Petir yang bergemuruh menjadi background saat sakura melontarkan pertanyaan terakhir, sial! Hujan masih belum berhenti. Samar-samar aku mendengar naruto tengah berrbisik pada sai
"em, sai aku semakin jadi tidak mengerti"
"sudahlah naruto, kita dengarkan saja dulu. Karena ini hanya melibatkan uchiha dan hyuuga, lebih baik kita diam setidaknya sampai menapai titik terangnya."
"ceh, titik terang apanya, titik terang itu tidak akan berguna di tengah kegelapan kalau terangnya Cuma setitik"
Bodoh! Dan sai malah tersenyum seperti biasa. Ck.
"Aa maksudmu haruno?" aku kembali memfokuskan diri pada jawaban yang mungkin atau tidak ku dapatkan dari sakura hari ini. Ku lihat ino dan tenten yang biasanya cerewet mulai membatu entah karena apa.
"Hyuuga dan Uchiha adalah clan terkuat, mereka memiliki jalinan persahabatan dengan clan yamanaka, juga uzumaki. Selebihnya carilah sendiri maksudku, dan datanglah lagi jika kalian sudah tau apa yang ku maksud"
Teka-teki lagi, kurasa memang aku harus mencari tau apa maksud gadis aneh ini, kulihat naruto terkejut clan uzumaki adalah clan ibunya uzumaki kushina, aku tidak tau alasan naruto memakai nama keluarga uzumaki bukan namikaze yang notabene adalah nama keluarga ayahnya.
Akan tetapi ada yang janggal, aku dan neji serta hinata mungkin memang telah terkejut sejak awal, karena sakura yang orang luar bisa mengetahui kekerabatan yang terjadi antara clan kami, tapi ino. Ku lihat tidak ada keterkejutan sama sekali di wajahnya. Apakah dia sebenarnya sudah tau? Aku baru akan bertanya lagi sebelum sakura tersenyum menatap ino dan berkata
"dan soal pertanyaanmu tadi, dari mana aku tau kalian mengikutiku? Alasannya mudah saja, kalau saja kalian tetap dalam mobil mungkin aku tidak akan tau, tapi sayangnya kalian turun dan membiarkan hujan membasahi kalian. Tidak taukah kalian bahwa hujan yang jatuh ke tanah menimbulkan bau tersendiri, sayangnya untuk orang sepertiku akan dapat mencium bau berbeda"
Masih tersenyum ia kembali melanjutkan
"bukankah seharusnya kau tau tentang hal ini tenten?"
Lagi dan lagi tenten tercengang dan menunduk.
"maksudmu apa sakura-chan?" tanya naruto yang mulai serius.
"bau tanah itu berbeda uzumaki-san, tapi air hujan mmbasahi kalian sebelum akhirnya jatuh ketanah, aura kalian ikut jatuh bersama tetes air hujan yang sebelumnya membasahi kalian ke tanah, dan itu menimbulkan bau berbeda. Jelas saja seharusnya tenten mengetahui hal ini karena dalam keluarganya seharusnya ada dongeng tentang seseorang dengan kemampuan seperti ini, namun ternyata kalian masih belum tau apa-apa. Kembali lah lagi jika kalian sudah mengetahuinya, aku berjanji akan menjawab semua pertanyaan kalian"
Kembali ia berujar dengan tatapan datar itu, dingin seolah tak berperasaan kecuali emeraldnya yang kosong. Kemudian ia kembali menatap hinata
"kau pakai gelangnya? Jangan lepaskan hinata, dan lagi-lagi kau diikuti sampai sini, untung saja rumahku terlindungi kekkai. Pulanglah, jika kalian tidak pulang sekarang situasinya akan menjadi lebih buruk. Hujan adalah pengantar hawa keberadaan yang paling baik. Dan hyuuga-san, ini bukan salahku"
Masih dengan dinginnya ia berujar kecualii kata-kata terakhir-yang ditujukan untuk neji-yang membuatnya rapuh lagi, kemudian berbalik meninggalkan kami. Aku diam saja, namun kenyataannya ini semakin rumit. Setidaknya ia memberi tau darimana kami harus mulai. Dan kami memutuskan untuk kembali pulang sebelum hujan berubah menjadi badai.
Tsudzuku~~
Gomeeen,, Chap ini jadi lebih pendek dari sebelumnya, hehehe.. yah, author rasa kalau lebih pendek jadi nggak ngebosanin buat di baca.. kalau kepanjangan kayak chapter kemarin kayaknya bosan, author aja bosan apa lagi para readers sekalian =_=
yak, author usahain update kilat banget. mohon review nya minna-san ^_^
akhir kata, see ya to the next chapter.
