Disclmers : Naruto punya Mashasi Kisimoto selalu, saya hanya minjem Sasuke sama Hinata doank

Pairing :Sasuke x Hinata

Slight :Sasuke x Karin, Hinata x Sai, Naruto x Sakura

Warning :AU,OOC,Miss-typo,Alur cepat,Language dan EYD berantakan

With You The First Time by Ay Shi Sora-Chan

Don't Like Don't Read

.

.

.

Chapter sebelumnya

"Maaf"

"Ti-tidak apa-apa, a-aku juga minta maaf, se-sepertinya aku menggangu, lebih baik a-aku pulang saja ya..?".

Akupun menundukkan kepalaku dan berbalik meninggalkan Sasuke, tapi dengan cepat sasuke sudah menarik tanganku agar tidak pergi.

DHEG

"Ehh..?"

" Kalau kamu mau, sebenarnya aku ingin kamu menungguku, apakah kamu mau?" Tanya Sasuke.

"Te-tentu saja, a-aku akan tunggu" jawab Hinata sambil tersenyum manis walaupun masih tergagap.

"Hn" Sasuke pun mulai berlari kembali memasuki lapangan.

'Apa itu artinya Sasuke ingin pulang bersamaku?apa artinya kemarin dia tidak merasa bosan'.

Aku senang, senang...sekali, walaupun kami memang tidak bisamengobrol kemarin, tapi sepertinya perasaan kami sama.

'Sasuke,hari ini aku ingin ngobrol banyak dengan mu'. Ucap hinata dalam hatinya yang berbunga-bunga saat ini.

SKIP TIME

"Ehh?"

'Ke-kenapa semuanya juga ikut?' kata Hinata dalam hati.

Di depan gerbang KHS, berdiri Hinata, Sasuke, Sai, Naruto, Deidara dan Suigetsu. yang sedang menatap menggoda kedua pasangan SasuHina tersebut.

"Ini pacarmu Teme?" ucap Naruto heran sambil nyengir menyebalkan.

"Dasar, kau malah lebih dulu pacaran dibandingkan senior- un, menyebalkan" ujar Deidara sambil pura-pura kesal.

"Kalian berdua naik kereta kan?kita pulang sama-sama ya" celetuk Sai tampa dosa.

"Eh..? i-iya"

"Maaf, ya" kata Sasuke berbisik ke Hinata.

"Ti-tidak apa-apa" ucap Hinata sambil melambaikan tangannya cepat.

"Sebenarnya aku tidak mau, tapi apa boleh buat. "

Hinata hanya menundukkan kepalanya diam dan sedikit kecewa.

'Habisnya, kalau begini kami tidak bisa mengobrol.'

Mungkin…

Perasaan Sasuke tidak sama denganku.

Ha…ha…ha…

Terdengar suara tawa diantara mereka, Sasuke dan teman-temannya.

"Sasuke kelihatan senang." ucap lirih Hinata saat melihat senyum Sasuke bersama teman-temannya.

'Jauh berbedah dengan saat kami hanya berdua'

"Aduh… kenapa aku jadi berfikir seperti itu?" kata Hinata sambil menggelengkan kepalanya menghilangkan pikiran negative yang berkeliaran di menunduk sedih memikirkan semua ini.

'Kenapa… semuanya tidak berjalan dengan lancar?'

*WITH YOU THE FIRS TIME*

Di kelas Hinata hanya diam saja sambil mendengarkan nasehat Ino, tadi Hinata menceritakan semuanya kepada sahbatnya itu.

"Apa boleh buat oleh buat, kalau semuanya tidak berjalan seperti yang kamu inginkan".

"Tapi…"

"Hinata biarpun aku dan Sai pacaran, kami juga jarang kirim Email ataupun ngobrol".

"Itu benar, karena sibuk dengan basket, kami juga tidak pernah kencan" ujar Sai membenarkan.

"Emm… kalau soal email, pacarku perlu panik begitu". Kata Ino .

"Kau tenang saja,ok…!" Ino memberi ketenangan pada Hinata sambil memegang kedua pundak Hinata.

"I-iya"

'Tapi aku ingin kirim E-mail setiap hari, Pulang sama-sama, sering mengobrol dan kencan, itu hal yang biasakan? Tapi kenapa tidak bisa? Apa masalahnya pada kami berdua?' Aku jadi berpikir seperi itu.

KRING…KRING…

Jam pelajaran terakhir sudah berbunyi, waktunya semua siswa dan siswi di sekolah KHS pulang, karena jam pelajaran telah usai. didepan lemari sepatu Hinata, Sasuke berdiri dengan menenteng tas sekolahnya. Walaupun begitu Hinata tidak tau kalau Sasuke ada di hadapannya, karena selama diaberjalan Hinata hanya menundukkan kepalanya dan fokus melihat lantai yang dipijakinya.

"Hinata"

"Eh-eh…?Sasuke…".

"Bagaimana kalu kita nanti berkencan?" kata Sasuke yang lansung to the point yang tanpa basa-basi langsung mengutarakan maksud tujuannya menemui Hinata.

DHEG

"A-apa?Ke-kencan?".

"Hn, hari sabtu dan minggu memang ada kegiatan, tapi sebentar lagi kami mau liburan".

"Ka-kapan?" tanya Hinata mencicit.

"Aku masih belum tau, kalau sudah pasti aku akan memberitahumu".

"Ba-baiklah" ujar Hinata sambil menunduk, yang sebenarnya hanya untuk menutupi rona merah dipipinya.

"Kita pikirkan dulu mau pergi kemana, ya? Sebenarnya aku sudah tidak sabar ingin pergi" kata Sasuke sambil tersenyum walaupun terlihat samar.

"Ah i-iya" ujar Hinata dengan tersenyum manis. Yang tidak lagi menyembunyikan senyum bahagianya kepada Sasuke.

"Ya sudah, aku kembali ke club basket dulu" Hinata mengangguk mengiyakan

"Hn" Akhirnya Sasuke-pun meninggalkan Hinata dengan senyum tipis di bibirnya.

Hinata pun hatinya berbungah-bunga, dia begitu senang. senyum manis tak pernah hilang dari bibirnya. Hinata berjalan dengan langkah dan hati yang senang melewati etalase pertokoan, di kota Konoha ini.

Sesampainya dirumah Hinata langsung masuk kekamar dan membuka lemari pakaiannya tanpa melepas seragam sekolahnya terlebih dahulu, Hinata memilih baju-baju yang dimilikinya dengan senyum mengembang di bibirnya.

"Ini tidak bagus" ujar Hinata yang membolak-balikkan dress warna hijau tosca di tanggannya.

Merasa tidak cocok dengan dress hijau tosca ditanggannya, Hinata melempar asal ketempat tidur. Dia pun mengambil lagi gaun warna kuning.

"Yang ini terlalu cerah" ucapnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Memilih-milih baju kembali, Hinata memberhentikan jarinya tepat diatas dress berwarna ungu soft tanpa lengan dengan pita kecil berwarna ungu tua yang menjulur kesamping membungkus pinggangnya, dengan akhiran simpul berbentuk pita sedang yang terlihat manis dimata Hinata.

"Ini terlihat bagus" mata Hinata berbinar senang melihat dress berwarna ungu soft yang dirasa cocok untuk digunakan berkencan nanti bersama Sasuke. Dress ungu soft ini adalah kado ulang tahun Hinata yang ke-15 tahun lalu, Dress itu dari sepupunya Hyuga Neji yang sekarang ada di Amerika meneruskan pendidikannya di salah satu universitas ternama, yaitu Universitas Harvard.

"Nanti pergi kemana, ya?"

"Ketaman hiburan atau kebioskop? Atau pergi piknik dan membawa bekal makanan?"

"Sasuke mungkin akan menyukainya?"

Hinata mebayangkan saat-saat dimana dia dan Sasuke berdua saja ditaman yang dipenuhi pohon-pohon rindang dan banyak bunga-bunga yang bemekaran mewarnai kencan pertamanya nanti.

"Hahh… aku sudah tidak sabar" ujarHinata menghela nafas sambil merebahkan tubuh di kasur empuknya, menutup mata sambil berangan-angan.

'Nanti kencan pertamaku dengan Sasuke harus berhasil' kata hati Hinata sebelum jatuh tertidur karena kelelahan.

Esok harinya Hinata bangun terlambat, ini semua gara-gara semalam Hinata terus saja menghayal tentang kencannya nanti bersama Sasuke sampai tak tau sore itu Hinata membongkar seluruh isi lemarinya dan membersihkannya setelah makan malam bersama keluarganya, dan jadilah Hinata sekarang berlari-lari menuju gerbang sekolah KHS.

HAAH…HAAH…HAAH…

Sedikitlagi…

dan…

berhasil…!

TAP…HOSH…HOSH…HOSH…

Hinata membungkukkan badannya memegangi lututnya serta mengatur nafasnya yang tak beraturan. Hinata menengok kesamping saat dia mendengar suara langkah kaki mendekatinya. ternyata didepan sana, ada sahabatnya Ino sedang berjalan santai di belakangnya.

"Ohayou Hinata-Chan".

"Ohayou ne I-ino-chan"

"Ino-chan, a-ayo cepat, kita su-sudah terlambat"

"Tenang saja Hinata, kelas akan dimulai lima belas menit lagi. Tak usah buru-buru"

"Ehh...? iya, Ino-chan benar" jawab Hinata Sambil melihat jam tanggan yang terpasang di tanggannya masih menunjukkan anggka 06.45, yang berarti masih ada waktu sebelum jam pelajaran pertama dimulai.

Mereka berdua pun pergi ke kelas mereka di kelas, mereka mendapati teman sekelasa mereka masih terlihat sibuk sendiri. Ada yang menggosip ria, membaca komik, mendengarkan music, ada yang galau, tidur, bahkan ada yang sedang mengcopy paste jawaban soal dari temannya, pada hal harusnya soal itu adalah pr yang harus dikerjakan di rumah, sesuai namanya.

Hinata duduk di bangkunya yang berada di nomor tiga, paling ujung di dekat jendela.

Yang langsung menghadap ke lapangan basket ke jendela, Hinata dapat melihat Sasuke dan timnya yang sedang latihan pagi.

Muka Hinata memerah saat dia mencuri-curi pandang kepada Sasuke yang sedang bermain basket, apalagi Sasuke juga mulai melihat ke jendela kelas langsung memalingkan wajahnya dari jendela kaca wajah yang masih merona Hinata melirik kembali ke bawah ketempat Sasuke berada.

beristirahat sejenak, dan mulai kembali ke kelasnya masing-masing. Kulihat Sasuke berjalan menjauhi lapangan dan menghilang dibalik koridor sekolah.

"Hinata-chan, kamu lihat apa? "

"Ee-eh? ti-tidak lihat apa-apa kok…" ujar Hinata gugup.

"Emm…benarkah?" Tanya Ino-chan curiga, sambil melihat kearah yang tadi sempat di lihat Hinata.

"Ehh..tidak ada apa-apa…!" ujar Ino-chan bingung.

"E-emang ti-tidak ada apa-apa kok…Ino-chan" ucap Hinata menyakinkan Sahabatnya.

"Ok…ok, fine. Aku percaya padamu."

"Hinata-chan kamu bawah majalah yang kemarin tidak?"

"Umm..ba-bawah, Ino-chan mau lihat?"

"Iya, mana…aku pengen baca" ucap Ino-chan menjulurkan tangannya kedepan Hinata.

Melihat tasnya, Hinata menggambil majahnya yang kemarin baru dia beli saat akan pulang sekolah. Setelah mendapat apa yang diinginkannya, Hinata memberikan majalah tersebut kepada Ino-chan.

"I-ini Ino-chan..." Hinata menjulurkan majalahnya kepada Ino-chan.

"Iya, Arigatou" ucap Ino-chan berterimah kasih sambil duduk disamping Hinata.

Hinata tersenyum maklum kepada sahabatnya itu, Ino-chan memang seperti itu, selalu bersikap bebas tampa beban dan selalu ceria.

Hinata akhirnya juga menggambil buku di dalam tasnya, lebih tepatnya buku tulis beserta alat-alat tulisnya.

"Hinata-chan, kenapa banyak sekali halamannya yang ditandai?"

"Eh? I-itu…soalnya aku i-ingin berkencan dengan Sasuke-kun" lirih Hinata.

"Apaaaa?" ujar Ino-chan berteriak.

"A-ano…Ino-chan, ja-jangan teriak-teriak begitu, semuanya jadi te-terganggu" Ujar Hinata yang merona Malu saat di pandangi dengan tatapan menyelidik, ingin tau dari teman-teman sekelasnya karna terganggu dan heran akanteriakan Sahabatnya, Ino-chan.

"Eh..iya, gomen ne menganggu" ujar Ino-chan melihat ke teman-teman yang ada di kelasnya. Dengan sikap penuh salah tingkah, karna berteriak tidak jelas di pagi-pagi begini.

"Jadi…apa itu benar?" Tanya Ino-chan penasaran.

Hinata yang memang dari awal sudah memerah wajahnya karna malu hanya dapat mengangguk mengiyakan menjawab pertannyaan sahabatnya itu.

"Apa Sasuke yang mengajakmu?"Tanya Ino-chan dan dijawab Hinata dengan anggukan lagi.

"Uwaaahhh...akhirnya keinginanmu terwujud, Hinata-chan"

"I-iya"

"Kau harus berdandan secantik mungkin Hinata-chan, inikan kencan pertamamu. Kamu pasti senang sekali sekarang, beda dengan waktu itu"

"I-iya, selain itu, aku juga sangat senang karena Sasuke-kun yang menggajakku"

'Apakah kencannya akan berjalan seperti yang ku harabkan?'

Yang paling membuatku senang bukanlah tempat yang akan kami tuju, tapi kebersamaan kami.

Saat ini juga…

Aku ingin merenda hari-hari bahagia bersama Sasuke…

To be Continue….^^

Bagaimana akhirnya? Apakah kencan pertama Hinata dan Sasuke akan berjalan dengan lancar? Tunggu kelanjutannya yeahhh…

Gomen sebenarnya mau bikin twoshoots tapi kayaknya bakal aku buat jadi three shoots dehh…

Jadi chap depan mulai ada konfliknya dan bakalan tamat dichap tiga nanti.

Thanks buat yang udah mau baca dan yang udah mau nyempatin buat review serta mau menunggu kelanjutan dari fic abal-abal saya ini. Gomen updetnya ngeret banget….^^a

Special Thanks for :

Marsh, Hinata Kazumi Hyuga, HanAra, Kensuchan, Uchihyu Yume, hinatauchiha69, himenaina, Pixie-Yank, n, Luluk Minam Cullen, Mokalikha-chan, Clara merissa, Tamu rempong. Thanks juga buat yang review tapi yang gak ada namanya.

Gomen gak bisa balas satu-satu review kalian, tapi kalau yang login aku balas kok di PM…

Ohh..yeah thanks juga buat my best friend Melody Maulidia dan Justmine Rewolf yang membantu saya menyelesaikan fanfic ini...

dan membantu menyemanggatiku untuk melanjutkan fic-fic saya...:)

Arigatou ne...^^

.

.

.

Kritik dan saran saya terimah dengan senang hati kembali…;)