"Hyuuga Haruno"

Naruto sudah hak paten milik Masashi Kishimoto Sensei

Dan saya cuma pinjem karakter saja,

Pairing : Hyuuga Neji – Haruno Sakura

*Heyy aku suka pair ini*

Warning : Cerita berjalan sesuai moodku saja

*reader nurut aja yahhhh, plakkkk*

Genre : Romance & Family

*diusahakan happy ending, manggut-manggut*

"Jujur saja, aku hanya kehilangan orang yang tidak mencintaiku. Tapi kamu telah kehilangan aku yang begitu mencintaimu"

"Sasuke kun…, aku merindukanmu, hiks hiks hiks….." seorang gadis dengan rambut merah muda tengah duduk di bangku panjang tak jauh dari gerbang perbatasan Konoha. Tangannya memegangi lututnya dan menenggelamkan kepalanya dipertengahan lututnya sambil menangis dan terus menggumamkan satu nama "Sasuke kun"

Chapter 2 : Berpaling

"Shikamaru, kau terlalu bersemangat eh? Tunggu aku!" Naruto sibuk menyamakan lompatannya dari pohon ke pohon.

"Ah.. merepotkan. Aku sudah tidak sabar ingin merebahkan tubuhku di ranjang empukku dan tidur, Naruto. Misi ini benar-benar menguras tenagaku, heh!" sahut Shikamaru tanpa menghentikan lompatannya.

"Ah… kau Naruto, lambat sekali. Akamaru saja tidak mengeluh, benar begitu Akamaru?" Kiba meminta pendapat Akamaru.

"Guk" Akamaru menyahut.

"Hah, kalian berdua memang menyebalkan!" sunggut Naruto sebal.

Perjalanpun terus berlanjut dengan Naruto yang sesekali mengeluh. Kiba dan Shikamaru hanya menanggapi dengan gumaman kecil. Tak lama kemudian mereka pun sampai di Gerbang Konoha. Naruto sedikit memicingkan matanya saat tatapannya bertemu dengan sosok gadis bersurai merah muda tengah berbaring di bangku tak jauh dari gerbang.

"Sakura chan?" Naruto segera mendekati gadis yang namanya terucap dibibirnya.

"….."

"Sedang apa dia?" Shikamaru dan Kiba ikut mendekati tempat Naruto terpaku..

"Sakura chan?" Naruto sedikit mengguncangkan tubuh mungil gadis itu. Gadis itupun sedikit mengeliat. Dan berlahan membuka kelopak matanya. Emerald hijaupun terlihat namun seakan terlihat lebih sayu. Sedikit terkejut melihat teman satu timnya, gadis itu menggelengkan kepalanya.

"Ah, Naruto" Gadis itu mengucap pelan nama rekan timnya itu. Memandangnya sebentar kearah pemuda orange yang senantiasa menunjukan cengiran rubahnya kemudian beralih kearah kiri. "Kiba, Shikamaru,… kalian baru pulang dari misi kah?" gadis itu kembali membuka mulutnya dan berusaha mendudukkan tubuhnya. Alih-alih menjawab, Kiba malah melontarkan pertanyaan.

"Apa yang kau lakukan malam-malam begini, Sakura? Untung tidak terjadi apa-apa padamu" tanya Kiba. Shikamaru hanya memandang Sakura dengan raut wajah penasaran.

"Aa…. Aku…." Sakura berpikir sejenak.

"Aku ketiduran." jawaban Sakura tidak memuaskan. Kiba akan membuka suaranya lagi, namun Naruto buru-buru mencegahnya.

"Ah… lebih baik kalian berdua segera pulang duluan saja, aku menemani Sakura chan sebentar" ujar Naruto.

"Baiklah kalau begitu, kami pergi dulu, Naruto, Sakura!" pamit Shikamaru

"Ayo, Kiba. Mataku sudah tak tangan ingin segera terpejam" ajak Shikamaru.

Mereka berdua pun melanjutkan perjalanan menuju rumah masing-masing. Sepeninggal mereka berdua, Naruto mendudukan dirinya disamping Sakura.

"Kau kenapa Sakura chan. Kenapa kau bisa ketiduran disini?" Naruto menarik nafas pelan, "Apa kau merindukan si Teme?" hatinya sedikit sakit saat menyebut nama "Teme". Sakura terkejut, memandang Naruto kemudian beralih memandang gerbang.

"Sudah 3 tahun. Benar-benar tidak terasa yah Naruto."

Naruto diam sejenak. Dia tahu persis siapa orang yang Sakura maksud.

"Aa…. Iya, Sakura chan. Kau tenang saja. Aku pasti berhasil membawa dia kembali ke Konoha seperti janjiku. Janji seumur hidupku" Naruto berusaha menghangatkan suasana.

"Lebih baik kita pulang Sakura chan. Ini sudah terlalu malam. Ahh… kau ini seperti bukan Ninja medis saja. Angin malam tidak baik bagi kesehatan kan. Kuantar kau sampai apartemen." Naruto beranjak dari duduknya dan berusaha menarik tangan Sakura.

"Sebentar lagi Naruto. Ku mohon biarkan aku disini sebentar lagi" Sakura memohon pada Naruto.

"Kalau kau mau pulang, pulanglah!" lanjutnya sambil terus menatap gerbang yang 3 tahun lalu telah menjadi saksi kepergian seseorang yang berarti di hatinya.

"Aku menemanimu!"sahut Naruto kemudian duduk kembali.

Hening…. Hanya terdengar desiran angin dan suara hewan malam. Sakura tidak lagi mebuka suara, begitupun Naruto. Entah kenapa mendadak menjadi pendiam.

"Ku dengar kau mendapat misi untuk merawat Neji, Sakura?" tak tahan dengan kesunyian, Narutopun membuka pembicaraan. Sakura sedikit tersentak dari lamunannya. Memandang Naruto kemudian membuka mulutnya.

"Hm…. Tsudane Shishou menyuruhku merawatnya. Luka punggung yang dideritanya sekitar seminggu yang lalu semakin parah!" sahut Sakura pelan. Menunduk sebentar lalu kembali melanjutkan bicaranya.

"Luka Neji san semakin parah gara-gara Sasuke kun" suara Sakura hampir tak terdenngar saking pelannya.

"Hah? Sasuke teme menyerang Neji? Ko bisa? Mereka bertemu dimana?" rentetan pertanyaan Naruto keluar begitu saja.

"Neji san bilang mereka bertemu di perbatasan Iwagakure, saat hendak kembali ke konoha. Tiba-tiba mereka dihadang oleh Sasuke dan beberapa rekan sekawannya." Sakura kembali menjawab pertanyaan Naruto tanpa mengalihkan pandangannya dari Gerbang Konoha. Sepertinya Gerbang itu jauh lebih menarik dari wajahmu, Naruto *di Rasengan Naruto, Jedukkkkk*.

"TEME! Hah kenapa dia sekarang jadi bruntal begitu?" gumamnya gusar sambil mengacak-acak rambut orangenya.

"Entahlah" sahut Sakura singkat.

"Ahh… Naruto, kita pulang sekarang!" ajak Sakura tiba-tiba sambil beranjak dari duduknya dan mengulurkan tangan kananya meraih tangan kiri Naruto.

"Hai, aku antar kau sampai rumah"

Naruto pun mengantar Sakura sampai rumahnya.

~~~~0000~~~~

"Sakura… dua hari lagi kan hanami. Pasti malamnya akan seru melihat Kembang api. Kau datang ke Festival kan?" tanya Ino disela kegiatannya merapikan alat-alat medis di salah satu ruangan di rumah Sakit Konoha.

"Entahlah Ino. Aku belum ada rencana!" sahut Sakura.

"Hah.. kau ini, Sakura. Bersenang-senanglah. Kudengar Yamato sensei menaruh perhatian padamu. Yah… tak ada salahnya kan berkencan dengannya ke Festival, Sakura!" ujar Ino terkikik geli melihat muka Sakura tiba-tiba memerah.

"PIG! Gosip dari mana itu?" elak Sakura.

"Hahahahhaha, aku hanya bercanda Jidattttt. Tapi kalau kau mau mengikuti saranku ya tidak apa-apa. Hahahaha" Ino kembali tertawa renyah.

"DASAR PIG sang Ratu Gosip seantero Konoha." Ucap Sakura sarkastik.

"Kau memujiku nona Jidat? Ohh.. terima kasih aku tersanjung" balas Ino. Dan mereka berduapun kembali tertawa.

"Hahahahhahahahha"

"Hey Sakura, hari ini kau ada acara kemana? Kudengar ada onsen yang baru dibuka tak jauh dari sini. Mau mencobanya, eh?" tawar Ino semangat.

"Ah, aku tidak bisa Ino. Hari ini aku harus memeriksa keadaan Neji san" sahut Sakura.

"Eh, kamu merawat Neji? Memangnya apa yang terjadi dengannya?" Ino sedikit terkejut.

"Neji san kembali terluka sepulang dari misi ke Iwagakure dua hari yang lalu. Dan kau tau kan sebelumnya dia sudah terluka dan misi kemarin membuat lukanya semakin parah" jawab Sakura sambil memasukkan alat-alat medisnya ke tas kecil warna merahnya.

"Neji ya" gumam Ino sambil menaruh telunjuk lentiknya ke dagunya seakan tengah berpikir sesuatu.

"Sakura…, kau tau apa yang barusan terpikir olehku?" Ino tersenyum evil.

"Apa Ino?" seakan ga berminat Sakura hanya menyahut pelan.

"Bagaimana kalau kau mengajak Neji ke festival kembang api lusa?" ujar Ino semangat.

"Nani?" Sakura yang sendari tadi tidak begitu menghiraukan celotehan Ino kini tersentak bangun dari kursinya.

"Yare- yare, Aku akan mengajak Sai. Dan kamu mengajak Neji. Kamu tidak mungkin kan mengajak Naruto, Hinata pasti patah hati. Dan akan sangat tidak mungkin kamu mengajak Lee, karena dia baru saja jadian dengan Tenten asal kau tahu. Apa kau mau mengajak Kiba, Shino, atau Shikamaru, eh? Dibanding dengan mereka, Neji jauh lebih baik kan" Ino pun mengeluarkan saran-saran mautnya.

"Ino, kau bercanda kan? Neji san itu sangat amat dingin. Mungkin lebih dingin dari Sasuke kun," dikata terakhirnya Sakura bergumam pelan.

"Ah… kau ini Sakura pasti akan sangat menarik kau memancing Neji untuk keluar dari sifat dinginnya itu. Ayolahhh…. Yahhh yahhh yahhhh!" paksa Ino.

"Sasuke kun saja masih dingin kepadaku padahal kita pernah satu tim, lah… Neji san, aku bahkan jarang bertemu bahkan mengobrol dengannya. Tidak ahh, Ino!" elak Sakura miris.

"Kau coba saja, Jidatku sayaaaang. Kau mau pergi ke Fertival seorang diri eh? Akan sangat tidak seru kan!" Ino kembali mengeluarkan jurus rayuan mautnya.

"Mungkin aku tidak akan pergi, Ino" Sakura tetap mengelak.

"Pokoknya kamu harus berangkat, Oke! Ajak Neji titik" paksaan Ino terus dilancarkan

"Entahlah, Ino. Aku harus pergi dulu ke rumah Neji san dan aku akan mencoba mengajaknya, Ino. Puas " Sakura menghela nafas dan mencoba mengikuti saran Ino dan pamit.

"Aa…. Gambatte Sakura! Semoga berhasil!" Ino melambaikan tangan sambil tersenyum.

"Aku harap kau bahagia, Sakura. Siapapun yang ada disisimu. Semoga dia lebih baik dari Uchiha Sasuke" gumam Ino pelan.

~~~~0000~~~~

Makasih banyak buat Dijah Hime atas Reviewnya yahhh….

Sampai jumpa lagi di Cappy berikutnya yahhhh