"Kim Jongwoon imnida ... " Jongwoon membungkukkan badan kemudian menatap namja aegyo yang sedang mengerjap-ngerjapkan matanya. Pandangannya kini beralih pada sosok namja mungil yang ada disamping namja yang menggunakan jaket merah itu.

"Kau ..."

.

.

.

.

Title: My Admirer and His brother

Rated: K

Cast: Kim JongWoon,

Kim RyeoWook,

Other Cast

Disclaimer : YeWook saling memiliki ~('-'~) (~'-')~ gak terima? Silahkan klik tanda silang di pojok kiri atas^^

Warning : Boys Love, OOC, typo.

Halooo reader *tebar bias* ff ini saya dedikasikan untuk seluruh YWS (YeWook Shipper) semoga bisa ff ini bisa diterima oleh kalian semua^^

NO BASHING or FLAME

DON'T LIKE, DON'T READ!

Lah ngeyel?

Bruagh ... Tuiiiinggggg *tendang bareng ddangko brothers*

Masih gak ngerti?

*ambil wand* Avada Kedavra~ *ketawa puas bareng aunty Bellatrix*

#shyshycat Happy reading ~^^ *bow

.

.

.

.

.

"Kau ..." manik sipit Jongwoon terbelalak saat melihat namja mungil tersebut dihadapannya. "Ya! Namja mesum, rupanya dirimu ..." pekik Ryeowook saat melihat sang artis pujaan hyungnya tersebut. Namja mungil beriris coklat itupun memperlihatkan reaksi yang tak jauh beda darinya.

"Mesum?" mendengar kata tersebut membuat hati sang artis mencelos, bagaimana tidak? Namja tampan seperti dirinya dikatai namja mesum oleh namja mungil yang tingginya pun tidak lebih tinggi dari seorang yeoja. Iris hitam yang senantiasa dibingkai oleh eyeliner tersebut menatap Ryeowook tajam, benar-benar menusuk.

Ryeowook bergidik ngeri saat mendapat tatapan yang seakan-akan membunuh dirinya tersebut, "Ya! Kau? Kenapa menatapku seperti itu?" tanyanya dengan suara sangat jernih miliknya hingga membuat Sungmin menjauh sedikit dari dirinya.

"Kau lucu jika sedang marah seperti itu."

"Tapi ... Sungguh remaja labil yang tidak sopan." tambah Jongwoon sambil menyeringai.

Mendengar ejekan yang keluar dari namja bersuara baritone tersebut Ryeowook benar-benar tidak bisa menahan amarahnya. Dan keduanya kini saling melempar ejekan.

Haah~ Sungmin yang sedari tadi tersenyum, kini hanya diam terpaku melihat kedua namja yang saling berteriak di hadapannya.

Tenor vs Baritone fiuh bisa kalian bayangkan sendiri bagaimana jadinya. Tatapan sengit dan hujatan-hujatan yang terdengar memekakkan telinga pun mulai tercipta diantara keduanya~

Tapi sepertinya ada yang hilang tentu saja err Shindong ahjussi? Namja bertubuh subur tersebut menghilang rupanya. Yah ada baiknya jangan hiraukan dia. Kenapa? Baiklah, begini saat melihat pertemuan antara idola dan penggemarnya tersebut ia segera berlari.

Kemana? Ada apa? Tentu saja untuk mengisi perutnya yang sudah lapar sedari tadi. Mengingat waktu makan siangnya tadi terbuang, karena Jongwoon yang penasaran dengan namja yang sering mengiriminya hadiah tersebut. Nah sekarang kita bisa tinggalkan Shindong ahjussi yang sibuk dengan makan siangnya kan?

Mari fokus pada seorang namja yang manisnya melebihi yeoja dan seorang namja tampan yang masih saling menatap horor. Dan jangan lupakan bunny boy namja aegyo, Sungmin si penggemar yang hanya mampu menyaksikan perang dingin diantara keduanya.

"Sudah selesai?" tanya Sungmin dengan nada tidak suka saat melihat sang pujaan hati dan dongsaengnya berhenti melempar hujatan selama beberapa menit. Namun tetap dengan ekspresi wajah yang datar. Ya, ia menyembunyikannya. Dirinya sudah terbiasa seperti itu. Menutupi dan membohongi perasaannya dengan kelebihannya yaitu memasang wajah datar disaat segetir apapun.

Sudah terbiasa, berpura-pura tegar dalam situasi apapun. Ini semua karena masa kecilnya yang membuat dirinya harus tegar saat bersama Ryeowook. Entahlah, tidak ada yang tau apa yang ada dalam pikiran namja aegyo ini.

"Kau ingat saat aku menceritakan bahwa diriku terjebak di toilet, hyung?" tanya Ryeowook kemudian menatap dalam manik hyungnya. Sungmin hanya mengangguk membalas pertanyaan Ryeowook, otaknya masih belum mencerna pertanyaan Ryeowook. Ia sibuk memutar memori-nya agar mengingat hal tersebut. "Kau pasti ingat kan namja mesum yang seenaknya menerobos masuk ke dalam toilet yang aku naungi?" imbuhnya sambil meremas pelan tangan Sungmin.

Namja berwajah aegyo tersebut menganga saat mendengar pertanyaan sekaligus pernyataan dongsaengnya. "Jadi ... Namja itu?" ia menutup mulutnya dengan salah satu tangan yang terbebas dari genggaman Ryeowook. Sedangkan bunny eyes-nya terbelalak. Masih tidak percaya.

"Bukan ... Sungguh bukan seperti itu." elak Jongwoon, "Aku punya alasan tersendiri." tambahnya sambil berusaha membela diri.

"Aku percaya," Sungmin menatap Jongwoon lembut, "Aku percaya mana mungkin penyanyi terkenal seperti dirimu melakukan hal seperti itu." imbuh Sungmin kemudian melepaskan tangan Ryeowook yang masih menggenggamnya. Kemudian ia mengulurkan tangannya ke arah Jongwoon, menggerakkannya naik-turun, "Kim Sungmin imnida." Sebuah senyuman tersungging di bibir yang hampir membentuk love sempurna tersebut.

Jongwoon menghela nafas lega namun sedetik kemudian ia mengernyitkan dahinya, "Jadi kau yang bernama Kim Sungmin?" Sungmin mengangguk mantap sedangkan kedua jari telunjuknya ia tautkan. Membentuk lingkaran-lingkaran kecil. Rupanya bunny boy kita grogi. Kkk~

Ryeowook hanya bisa menghela nafas panjang mengetahui bahwa hyungnya lebih mempercayai orang lain daripada dirinya. 'Sudahlah Wookie, tidak apa-apa.'

'Aku kira dia.' Terlihat sedikit raut kekecewaan di wajah Jongwoon, "Aku ingin mengucapkan terimakasih untuk semua hadiah yang kau berikan. Sungguh tidak sopan kalau aku tidak pernah menemuimu, karena kau satu-satunya orang yang dengan setia mengirim hadiah setiap minggunya." Jongwoon pun membungkukkan badan sebentar pada Sungmin sebagai tanda terimakasih.

"Ah, aku juga senang bisa memberikan hadiah-hadiah untukmu. Kuharap kau tidak terganggu dengan hadiah-hadiahku." Sungmin berkata dengan semangat. Kemudian dia mengeluarkan sesuatu dari tas sekolahnya. Kertas dan spidol. Dia mengulurkannya pada Jongwoon. Diterimanya kedua benda itu dan dia melakukan apa yang harusnya ia lakukan, memberi tanda tangan. Setelah selesai, dikembalikannya benda itu pada Sungmin, yang sekarang tersenyum senang memandangi tanda tangan penyanyi idolanya, Jongwoon.

Pandangan Jongwoon kini beralih pada namja mungil berjaket merah, "Kau, siapa namamu anak kecil?" tanyanya sambil mengacak-acak surai berwarna coklat milik namja manis tersebut. Benar-benar seperti memperlakukan anak kecil. Ryeowook yang mendapat perlakuan seperti itu hanya mendengus kesal.

Belum sempat Ryeowook menjawab pertanyaan Jongwoon, sebuah van berwarna putih mulus berhenti tidak jauh dari mereka. Dari dalam van muncullah Donghae dan Kyuhyun. Saat melihat Jongwoon, mereka berlari kecil sambil melambaikan tangan. "Jongwoon hyung, sedang apa kau di luar sini? Ah, mereka penggemarmu?" tanya Donghae sambil menepuk pelan bahu Jongwoon kemudian mengalihkan pandangannya pada dua namja yang sejak tadi bersamanya. Kini mereka berempat saling membungkuk dan bertukar salam.

"Yang berjaket pink itu Kim Sungmin, dia penggemarku. Dan yang berjaket merah itu ... " Jongwoon menggantungkan ucapannya, "Hey! Kau belum menjawab pertanyaanku," ucap Jongwoon sarkatis, pandangannya kini tertuju pada Ryeowook, "Kim Ryeowook imnida." sahut namja beriris coklat itu ketus. Namun senyuman manisnya ditujukan kepada Donghae dan Kyuhyun. Sangat berbeda perlakuannya pada Jongwoon.

Sebelah alis Kyuhyun terangkat saat mendengar namanya, "Kim Ryeowook?" ulangnya. Ryeowook yang ditanya hanya mengangguk pelan sambil tersenyum manis kemudian mengalihkan pandangannya.

"KRW." desis Kyuhyun pelan namun masih bisa didengar oleh Jongwoon.

"Kim Sungmin? Kau yang selalu memberikan hadiah-hadiah untuk Jongwoon setiap minggunya?" tanya Donghae dengan semangat lalu Sungmin mengangguk senang.

Glek

Kyuhyun yang melihat tingkah laku bunny boy itu menyeringai kecil, 'Cantiknya.' Tunggu ... Dia bilang apa tadi? Cantik? Bukankah Kyuhyun anti dengan hal yang seperti itu? Bahkan saat Jongwoon mendapatkan hadiah dan surat dari namja pun dia bergidik ngeri. Jadi ... Akankah dia mengubah pendiriannya, huh?

"Wah, kau setia sekali ya. Selalu memberinya hadiah. Kau belajar merajut darimana?" tanya Kyuhyun sambil berusaha menetralkan detak jantungnya dengan menggeleng-gelengkan kepalanya takjub.

"Eh?" Sungmin dan Ryeowook serempak tersentak saat mendengar pertanyaan terakhir yang diajukan oleh Kyuhyun. Mereka saling menatap satu sama lain. Berusaha mencari jalan keluar atas pertanyaan sang magnae yang terlampau pintar tersebut.

Pertanyaan yang memiliki dua arti, sungguh ingin memuji atau memang menguji Sungmin. Entahlah hanya Kyuhyun yang tau.

Di tengah kebingungan dua namja bersaudara tersebut. Sebuah suara yang sangat tidak elit membuyarkan pikiran mereka akan pertanyaan Kyuhyun, "Hatchim," ternyata si penyanyi terkenal, Jongwoon pun bersin. Pandangan mereka pun kini beralih pada dirinya. Sedangkan Sungmin dan Ryeowook hanya bisa menghela nafas lega, mereka benar-benar merasa terselamatkan oleh suara bersin Jongwoon.

Ryeowook yang melihat hal tersebut bergegas menurunkan tasnya, mencari-cari sesuatu di dalamnya. "Ini," Ryeowook mengulurkan sesuatu pada Jongwoon. Namja beriris hitam tersebut tersenyum dan menerima sapu tangan rajutan milik Ryeowook, "Terima kasih."

"Lebih baik kita masuk, tidak baik jika kita terus diam disini." celetuk Donghae sambil menggosok-gosokkan kedua tangannya. "Benar, kita harus menjaga kesehatan." tambah Kyuhyun sambil menepuk bahu Jongwoon pelan.

"Baiklah, kita masuk ke dalam. Lebih baik kalian pulang. Dan kau anak kecil, Selasa depan sapu tangan ini akan ku kembalikan. Kau akan kemari lagi kan?" tanya Jongwoon sambil menatap dalam Ryeowook. Pertanyaan yang kedengarannya lebih tepat disebut sebagai harapan.

"Tentu saja, dengan senang hati kita akan kemari lagi." sahut Sungmin cepat, tangannya kini meraih tangan Jongwoon dan mengayunkannya dengan cepat. "Sampai jumpa."

Kedua namja manis itu berlalu, meninggalkan ketiga namja tampan yang kini sedang bergosip err ralat kedua namja tampan yang sedang bergosip. Kenapa hanya dua? Karena si Donghae aka ikan mokpo hanya bisa mengangguk asal saat hyung dan dongsaengnya memberikan pendapat mereka tentang kedua namja manis tadi.

"Namja yang bernama Kim Sungmin itu cantik ya hyung?" tanya seorang namja bersurai ikal kecoklatan, meminta pendapat dari hyungdeulnya.

"Ne" balas Jongwoon singkat. Sebuah senyuman mengembang di bibir tipis miliknya.

"Tapi menurutku Kim Ryeowook jauh lebih manis." ucap Donghae dan berhasil membuat Jongwoon mendengus sebal.

"Sepertinya ada yang mulai jatuh cinta dengan namja mungil itu." goda Kyuhyun sambil bersiul-siul kecil dan Donghae terkikik saat melihat tingkah hyung yang kini melempar death glare pada dongsaengnya itu.

.

.

.

.

"Kau lihat Ryeowook? Jongwoon sangat perhatian denganku... Hah aku bangga memiliki idola seperti dirinya." ucap Sungmin sesaat setelah keluar dari kamarnya seusai berganti baju kemudian merentangkan kedua tangannya dan menari-nari tidak jelas.

Namja bersurai hitam itu lalu memeluk Ryeowook yang sedang sibuk menonton drama. Perasaannya membuncah bahagia setelah bertemu dengan sang idola.

Ryeowook membalas pelukan Sungmin kemudian menghela nafas panjang saat melihat tingkah laku hyung yang umurnya setahun lebih tua darinya itu.

Ia yang sudah biasa melihat tingkah hyungnya yang agak kekanakan karena Jongwoon hanya bisa tersenyum. Walaupun selama ini Sungmin terlihat dewasa tapi jika hal itu menyangkut seorang Kim Jongwoon haah~ sifatnya akan berubah menjadi kekanakan.

Ryeowook sangat memaklumi prilaku hyungnya tersebut. Sangat wajar bagi dirinya. Justru Ryeowook akan semakin bingung jika hyungnya itu sama sekali tidak memiliki sisi kekanakan dan terlalu dewasa, tidak sesuai dengan umurnya. Akan sangat membosankan.

"Tapi ..."

Sungmin terdiam. Ia melepaskan pelukan dari dongsaeng tersayangnya tersebut.

"Kenapa hyung?" Ryeowook memperbaiki surai Sungmin yang sempat berantakan.

"Aku rasa Jongwoon hyung menyukaimu..."

"Mwo?" tangan yang sedari tadi merapikan surai milik hyungnya tersebut tiba-tiba terhenti.

"Jangan bercanda hyung" tambah Ryeowook lalu kembali mengalihkan pandangan ke drama yang sempat ditinggalkannya. Tanpa disadari guratan merah timbul di pipinya akibat perkataan Sungmin.

Sungmin yang melihat rona kemerahan dari pipi namja mungil tersebut tersenyum kecut, merutuki dirinya sendiri. 'Kau bohong.'

"Kau tau hyung?" ucap Ryeowook tiba-tiba.

Sungmin menggeleng pelan.

"Aku bahagia jika melihatmu bahagia. Karena ..." Ryeowook diam sejenak.

"Kau satu-satunya orang yang ku miliki di dunia ini. Jadi aku akan membuatmu bahagia jika kebahagiaanmu ada pada Jongwoon, sebisa mungkin aku akan membantumu untuk menyampaikannya. Arra?" tambahnya sambil tersenyum tulus.

Sungmin yang mendengar pernyataan dari Ryeowook tersenyum bahagia. Dipeluknya erat dongsaeng satu-satunya tersebut, 'Walaupun nantinya hal tersebut akan menyakiti diriku sendiri.'

Ya mereka hyung dan namdongsaeng keturunan dari keluarga Kim. Ayah mereka Youngwoon dan 'umma' mereka Heechul berpisah saat mereka menginjak sekolah menengah pertama. Tak mau berpisah karena perceraian orangtuanya, Sungmin dan Ryeowook akhirnya memutuskan untuk melarikan diri dengan membawa tabungan yang mereka simpan.

Jadi selama ini mereka selalu hidup bersama berdua, pagi buta sebelum berangkat ke sekolah mereka menjual koran, melanjutkan sekolah pun hanya dengan mengandalkan beasiswa. Jadi akan sangat sulit untuk memisahkan keduanya, karena saling membutuhkan satu sama lain.

Kalian menanyakan kedua orangtua mereka? Dari kabar burung yang mereka dengar, saat menginjak bangku menengah atas keduanya telah menikah dan memiliki keluarga kecil dan hidup bahagia. Sudahlah asal kedua orangtuanya merasa bahagia, mereka sudah cukup senang. Sungmin dan Ryeowook tidak akan mengganggu kehidupan rumah tangga yang baru dibangun mereka. Anak-anak yang cukup berbakti bukan?

Itulah alasannya kenapa Sungmin pandai menyembunyikan perasaannya yang sesungguhnya. Terbiasa hidup berdua dengan Ryeowook yang notabene adalah dongsaengnya, ia harus berusaha bersikap tegar dihadapannya. Berusaha menenangkan Ryeowook jika namja mungil tersebut menangis karena rindu akan orangtua mereka, walaupun Sungmin sendiri mengalami hal yang sama. Jika ia juga lemah siapa yang akan menjaga mereka berdua?

Pada dasarnya mereka memang saling mengasihi~

.

.

.

.

.

"Hyung ... Kau ingin memberikan artis pujaanmu apa minggu ini?" tanya Wookie sedikit berteriak sambil memasak sarapan pagi untuk mereka berdua.

"Hnn apa ya? Menurutmu aku harus memberikan apa untuk dirinya?" Sungmin sambil mengetuk-ngetukkan jarinya ke meja makan dengan bibir yang mengerucut imut.

Ryeowook yang melihat tingkah laku hyungnya tersebut hanya bisa menghela nafas. Selalu seperti ini, bahkan untuk memberikan sesuatu untuk Jongwoon pun harus Ryeowook yang mengeluarkan pendapatnya, "Bagaimana kalau headphone?"

Sungmin menautkan kedua alisnya, bingung.

"Aku rasa artis seperti dirinya juga perlu hiburan. Untuk makan saja mungkin ia tidak sempat karena kesibukannya. Apalagi untuk melihat acara hiburan. Nah kalau headphone bisa digunakan saat diperjalanan jadi bagaimana kalau-"

"Aku setuju! Aku setuju denganmu Wookie-ah" teriak Sungmin kegirangan kemudian berlari dari tempat duduknya semula untuk memeluk Ryeowook. Ryeowook yang sedang sibuk menata meja makan dengan hasil karyanya kini berusaha menyeimbangkan tubuhnya karena pelukan hyungnya secara tiba-tiba itu.

"Gomawo Wookie-ah" ucap Sungmin sambil tersenyum tulus kemudian mencium pipi Ryeowook. Dan namja cantik itu kini bergegas meninggalkan ruangan, berlari menuju kamarnya. Berniat untuk membeli headphone sesuai dengan saran dongsaeng tersayangnya itu.

Ryeowook yang sudah hafal kebiasaan Sungmin tersebut hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, "Ya! Sungmin hyung sarapanlah dulu!" teriak Ryeowook dengan suara tenornya yang tidak bisa dibilang pelan.

.

.

.

.

.

"Hyung ... Bisakah kau berhenti?" tanya Kyuhyun sambil menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat hyungnya yang berkepala besar tersebut berjalan kesana kemari seperti anak ayam yang kehilangan induknya.

"Duduklah ... Kau terlihat berantakan."

Satu kalimat dari Kyuhyun tersebut berhasil membuat Jongwoon berhenti dari kegiatannya tadi lalu bergegas mengeluarkan ponselnya. Berniat merapikan dirinya yang 'katanya' terlihat berantakan.

Raut wajah Jongwoon yang tadi panik kini berubah, sulit untuk diartikan, "Kau ..." ia menggeram sambil menggertakan giginya.

"Hehehe" Kyuhyun tertawa kecil sambil mengangkat tangannya dan kedua jarinya dibentuk huruf V. Bukan bermaksud untuk menipu, hanya saja ia juga ikut pusing saat melihat Jongwoon mondar-mandir seperti itu.

"Kenapa mereka belum datang juga?" tanya namja bersuara bass tersebut mengalihkan perhatian dan kembali sibuk dengan benda persegi panjang miliknya.

"..." tidak ada jawaban dari Jongwoon.

"Hyung ..." panggil Kyu sambil memukul pelan lengan Jongwoon yang sedang melamun. Entah apa yang dipikirkan olehnya, tadi mondar-mandir kesana kemari sampai membuat dirinya pusing dan sekarang ia melamun. Hal apa yang membuat artis seperti Kim Jongwoon menjadi tak karuan seperti itu.

"Waeyo Kyu?" tanya Jongwoon lemas. Tak ada tenaga, energinya pasti habis digunakan untuk mondar-mandir dan berpikir.

"Kenapa mereka belum datang juga?" tanya Kyuhyun sambil menyeringai. Ia tahu pasti Jongwoon gelisah karena menunggu Ryeowook. Selama seminggu ini, hyung sekaligus roommate-nya itu selalu menggenggam sapu tangan rajutan milik Ryeowook.

Bahkan Kyu sempat membentak Jongwoon karena belum mencuci sapu tangan itu sejak berpindah tangan padanya. Alasannya? Karena di sapu tangan itu terdapat aroma Ryeowook, aigoo~

"Entahlah ... " Jongwoon mendudukan kembali dirinya sambil tetap menatap ke sekeliling. Berharap namja mungil yang ia temui seminggu lalu datang memenuhi janjinya. Err ralat bukan janjinya, ia tidak pernah berjanji lebih tepatnya janji hyungnya.

Namja bersurai ikal kehitaman dan berantakan tersebut mengacak rambutnya pelan, terlihat kegusaran dari raut wajahnya. 'Apa dia tidak akan datang setelah kejadian kemarin?' batinnya.

'Bahkan aku belum sempat meminta nomor ponselnya.' tambahnya sambil menatap nanar pada ponsel yang sedari tadi digenggam.

"Hyung ..." panggil Kyuhyun lagi namun Jongwoon sama sekali tidak menoleh, ia masih sibuk membayangkan wajah namja manis yang selama seminggu ini berputar-putar di pikirannya.

Saat tahu bahwa dirinya diabaikan, Kyuhyun mendekati Jongwoon kemudian berbisik, "Mereka datang ..."

Mendengar bisikan dari Kyuhyun tadi, Jongwoon terlonjak dari tempat duduknya. Diedarkan pandangannya menuju ke jalan yang biasanya dilalui oleh orang yang akan datang ke apartement mereka.

"Cho Kyuhyun" pekik Jongwoon sambil menatap tajam kearah Kyuhyun yang kini hanya memberi dirinya ceringan yang tidak jelas.

Tawa Kyuhyun menggelegar saat melihat ekspresi hyungnya tersebut, "Habisnya kau -"

Perkataan dan tawa Kyuhyun tehenti saat melihat beberapa mobil terhenti di jalan raya dekat apartement mereka. Beberapa orang terlihat bergerombol terlihat seperti mengitari sesuatu, "Hyung ... Lihat disana." tunjuknya kearah kerumunan orang-orang.

Kyuhyun yang tak sabaran akhirnya menggeret Jongwoon yang sedari tadi hanya diam saat melihat kerumunan orang yang ada di depan apartement mereka, "Ayo kita lihat hyung" ajaknya tanpa mengindahkan penolakan dari Jongwoon.

"Permisi ... Ada apa? Kenapa ramai sekali" tanya Kyuhyun pada orang-orang yang berada di sisi jalan. Sedangkan Jongwoon hanya memutar kedua bola matanya, 'Paling hanya pertunjukan topeng monyet.'

Belum sempat pertanyaan Kyuhyun terjawab, sebuah isakan terdengar dari kerumunan orang itu, "Aku mohon ... Siapapun tolong aku." terdengar teriakan dari tengah kerumunan orang tersebut disertai dengan isakan.

Deg

'Suara itu ...'

.

.

.

.

.

~TBC~

astaga saya gak nyangka responnya banyak banget :O padahal ini ff sudah ada di hp saya selama beberapa bulan dan saya gak berani update karena ceritanya yang pasaran._. Tapi ternyata banyak yang respon. Jeongmal gomawo atas responnya

Disini saya akan menjawab pertanyaan yang banyak muncul :)

Iya hadiah yang didapat sama Jongwoon itu sebenarnya dari Ryeowook tapi atas nama Sungmin, karena sifat pemalunya Sungmin jadi semuanya diserahin ke Ryeowook. Dan kenapa bukan Sungmin yang buat? Tanyakan sendiri ke Ming #plak *digeplak reader*

sebelumnya saya minta maaf krn ketidaknyamanan atas terhapusnya ff My Admirer and His Brother dan menyebabkan sy harus post ulang.

Gomawo sudah meninggalkan review dan mianhae saya gak bisa balas satu persatu karena ff ini saya buat dan pos lewat hp^^

At least adakah yang bersedia meninggalkan review?

*nyodorin kotak review*

Gomawo *bow bareng Ryeowook*