Reunion Scandal

[Chapter 2]

Original Story by: Pororo

Disclaimers: Why always Masashi Kishimoto?

Warning: TYPO, gaje, abal, OOC dan segala hal yang tidak kalian sukai.

Enjoy this, minna~

.

Preview:

"Sial!" Sasuke meremas gemas pada gelas sampange di tangannya, dia pikir 'kelinci' itu gak bakal datang. Ahhh.. dia lupa, kenapa menyisakan kunci mobil di kamarnya. Matanya menyipit melihat kelinci tembemnya asyik bercupuka-cupiki dengan Inuzuka Kiba yang berakibat suara gaduh di aula. Atau yang sekarang dilakukan Naruto, berfoto bersama. Sial! Kenapa belum apa-apa dia jadi kesal begini.

"Hinata-chan, kamu tambah cantik deh. Aku mengikuti acara reality show-mu lho.." kali ini Ino memulai acara gossipnya. "Aku senang kamu bisa beradegan dapur dengan Takeshi Kaneshiro. Kyaaa.. kapan kamu ngajak aku jadi guessmu.." Ino melancarkan jurus mata blink-blink yang dipelajarinya.

Sumpah, Sasuke hanya ingin si Sabaku nggak ikut bergabung dalam kerumunan! Dan menambah kesal perasaannya.

0*0*0

Alaram bawah sadar Sasuke memang ampuh, terbukti belum tiga detik batinnya menyuarakan si kepala merah malah sudah nongol di depan pintu,

"Gomen minna.." suara Sabaku emang empuk di dengar. Emang dia jadi seiyu untuk anime tenar macam Naruto. Jadi pengisi suara Kazekege pula. Wahhh.. kayaknya musuh besar nan seimbang dateng nih.

"Tch!" Sasuke mengumpat. Hari ini benar-benar sial! Dari dulu dia emang keki ama mahluk merah itu. Kesal yang udah sampe mendarah daging. Bukannya apa-apa sih. Dia merasa gak level kalau kalah saingan ama anak gurun kaya Garaa.. ah, mungkin kadar narsis Sasuke juga udah nyamain satelit palapa.

Sasuke mendengus, tiba-tiba aja keinget ama adegan tempo doloe..

.

Flash back on..

.

Di Konoha High School ada beberapa prince charming yang emang udah terkenal seantero negri. Boleh lah di samain ama BBF di negri gingseng sono. Uchiha Sasuke emang yang paling atas, berikutnya saudara si kelinci, Hyuuga Neji, Sabaku Gaara, terus Naruto, Nara Shikamaru, Inuzuka kiba, terus akang Sasori.

Meskipun Sasuke berada di urutan nomor satu, akan tetapi cuma dia yang gak pernah mengalami masa pacaran di SMA. Istilah kerennya dia jomlo ups.. ralat single. Kata dia, hanya cewek yang istimewa aja yang bisa jadi pacarnya. Namun yang sebenarnya terjadi adalah, dia emang gak laku!

Cakep wajah emang iya, dompet tentu aja tebel, cuma kelakuan ama mulutnya ngalahin Chef J*na. Cewek mana ada yang betah ama dia. Bakka Dobe Naruto aja cuma satu semester duduk ama dia. Ya.. alasannya simple, gak mau kena kanker ati.

Singkatnya Sasuke ini fans-nya banyak. Kebanyakan dari luar sekolah yang gak tahu kepribadiannya kaya gimana. Terus ada anak pindahan masuk, namanya Hinata yang berbaik hati duduk ama dia. Si Hinata ini pindahan dari kota Ame. Sasuke inget banget kalau si 'kelinci' masuk waktu semester dua kelas satu SMA. Trus, bayangin Sasuke yang kena panah asmara pas pertama ketemu nona 'kelinci-nya'.

Sayangnya yang dikenali ama si kelinci cuma Nara Shikamaru sama Neji Hyuuga. Salahkan wajahnya yang kelewat ganteng yang justru gak bikin Hinata tertarik. Nah lho..?! soalnya di kelas Hinata bilang pengen punya pacar yang biasa aja, biar gak menarik perhatian. Hik..hik.. poor Sasuke!

Sasuke punya poin plus-plus yang digunakan baik-baik. Yaitu bisnis. Dia tahu kalau papanya si 'kelinci' adalah temen bisnis papanya. Dia yang merekomendasikan perumahan yang sama dengan si Hyuuga imut. Dia juga merekomendasikan rumah yang berada tepat di sebelah rumahnya. Nah entah dapat ilmu gendam yang kayak gimana si Hiashi Hyuuga ho'oh aja. Dan taraaaa… kamarnya si imut berhadapan sama kamar Sasuke. Makanya sasuke lebih milih dirumah daripada ke game center sama Gaara.

Tapi meskipun udah jadi secret admidner namanya kunyuk jatuh dari pohon ya gimana lagi.. Dia gak beruntung. Pas hari valentine si kepala merah nembak Hinata. Dan Hinata kayaknya juga ada hati sama si anak gurun. Hinata jadian, dan tentu aja bikin patah hati banyak orang. Gimana enggak, lha wong doi adalah cewek most wanted di sekolah. Selain imut, baik hati doi juga pinter bikin masakan. Pernah waktu acara bunkasai si kelinci jadi tukang masak untuk stan di kelasnya. Hasilnya ternyata enak banget, bikin stan antri. Dan jadi heboh besoknya. Hinata jadi rebutan.

Hinata gak pake jampi-jampi kan?! Ooohhh tidaaaakkk, Huniata cuma kasih sedikit senyuman dan sopan santun. Pokoknya ngomong sama dia itu nyaman banget. Dia gak ngebeda-bedain temen makanya yang naksir banyak. Beda ama si abang Sasuke. Udah nyolot, sok tajir, sok kecakepan juga sok pinter sendiri. Belum tahu kalau di exam terakhir dia disalip ama Shikamaru. Yang bikin dia shock terus nerusin study di luar negri.

Flash back off..

.

.

Sasuke pasang wajah cemberut, si kepala merah bicara ama Hinata. Kelihatannya seru, Hinata aja ketawa. Haruskah dia pasang pose jongkok sambil mengorek aspal?! Hell no~! harga dirinya terlalu tinggi untuk semua itu. Dia kudu bikin perhitungan sama mereka. Harus ada perhitungan yang jelas nih, belum sempat tujuh langkah dia berhenti. Sebagai pria dewasa yang bukan ababil dia harus woles. Pertama tarik nafas terus pasang strategi. Jangan mau kalah sama yang namanya emosi.

"Hinata kudu dikasi pelajaran.." batin Sasuke, mungkin bobo tanpa pake alat kontrasepsi adalah penawaran paling menggiurkan. Kan kalau Hinata hamil dia jadi punya alasan buat nglarang Hinata kerja atau lebih untungnya Hinata bisa berhenti kerja. Fufufu.. kayaknya ide brilian nih. *sebagai author budiman saya menyarankan untuk JANGAN membayangkan kalimat pertama dalam paragraph ini.

"Kiba-kun.. selamat ya atas pembukaan klinik hewanmu.." suara Hinata bikin antenna sinyal kuping Kiba befungsi dengan baik,

Kiba udah blushing akut.

"Shikamaru-san juga. Selamat atas promosi jabatannya.." Shikamaru mati-matian pasang pose 'biasa aja kali' biar gak ikutan blushing.

"Gaara-kun.." Hinata berhenti, "Kamu kok kurusan.." nah? Ini namanya perhatian bro! Shikamaru sama Kiba kayaknya sekali lagi terkena virus broken heart.

Yang namanya soul mate itu agak aneh. Kalimat Hinata yang sederhana kaya gini bikin alarm kecemburuan Sasuke bunyi. Terus sebagai cowok yang baik dan gak emosian, Sasuke jalan pelan-pelan ke arah kerumunan. Terus pasang wajah datar. Dengan gerakan slow motion yang indah, dia meletakkan gelas di meja yang gak jauh dari Hinata berdiri. Sasuke narik nafas lalu berlutut di depan Hinata.

Para cewek histeris,

"Kyaaa..Sasuke-kun.."

Fufufu.. Sasuke bikin klepek-klepek cewek satu sekolahan. Dulu si pangeran es kan sok cuek. Kenapa berubah jadi humble begini. Aaarrrgggghhh.. mereka pada melting! Sasuke berubah jadi cute setelah pulang dari luar negri.

.

"Would you dance with me?!" suara baritone itu terdengar seksi di telinga.

Kya.. kya.. kya.. teriakan kaya gini sih, bikin Sasuke tambah semangat melancarkan rayuan mautnya,

.

Sayangnya Hyuuga imut malah pasang wajah agak horror. Dia tahu kalau si raven bersikap baik pasti ada harganya, gak ada yang gratis di kamus Mr Uchia bungsu. Mengesampingkan ketakutannya, Hinata menerima uluran tangan Sasuke.

Mereka menuju tengah aula yang sengaja di bikin ballroom darurat. Lagunya emang mellow gitu deh, jadi mereka dansa waltz. Tau apa keunggulan dansa ini? Yup! Tubuh melekat erat. Hohoho.. ternyata otak Sasuke masih mesum.

.

"Jangan kau pikir aku akan 'membiarkanmu lolos' my Buin*.."

Hinata tertawa, manis.. banget, bikin si Sasuke mau nelen dia bullet-bulet. "Key-pyon*.. jangan marah dulu dong, aku cuma nggak pengin membuat kecewa teman-teman.."

"Teman-teman yang kau maksud itu bukan hanya Gaara doang kan?!"

.

Hinata memutar mata bosan. Cemburu lagi nih!

"Diam berarti kau memang mengakui kalau kau ingin ketemu Gaara.."

"Key-pyon~*" rajuk Hinata manja.

.

Aduhhh.. mana tahan. Sasuke hanya pengen segera pulang dan 'menghabisi' Hinata di kasur. Please.. waktu, cepatlah berputar!

.

Sayangnya, keinginan Sasuke nggak semudah itu terkabul.

"Uchiha-san, bisakah 'meminjam' Hinata sebentar.." Gaara pasang wajah yang ramah, dia tahu Sasuke itu gak suka kalau mainannya dipinjam. Demi masa lalu, Gaara emang sengaja gak langsung ngrebut Hinata.

Mau gak mau, demi harga dirinya yang nyamain dewa Zeus, Sasuke melepaskan pelukannya pada Hinata.

Dia mundur, dan mengamati dua sejoli itu berdansa.

"Tch..!" dia berdecih. "Tunggu pembalasanku Hinata…" gumamnya.

.

_TBC_

.

.

(*) my Buin maknanya istriku. Bahasa Korea. Sekilas Buin mirip sama penggalan kata Bunny (bun-doang) tapinya XD. Jadi kedengeran kaya nyebut kelinci.

(*) Key-pyon. Makna kata pyon dalam bahasa kore adalah suami. Tapi di Jepang pyon artinya lompat atau diibaratkan kelinci. Jadi gitu deh, mereka kelinci yang bikin gemes.

.

.

A/n:

Eigar: Sasuke kan emang dari sononya pencemburu, ni apdet. Litghtning chrome: aku dah lanjut, semoga gak ngecewain.. (^_-) Moofstar: sumpah, lok aku bisa nyematin bintang di akun kamu, pasti kamu dapat banyak bintang, aku terharu kamu mau ngikutin cerita ini… Chikuma Yafa-DamselFly: kupikir juga bakal gitu, oneshoot.. Nyatanya, malah jadi multychap, gomene.. (_ _)! Hirano Lawliet: aku usahain apdet kilat kok. Iya nih, main castnya kan emang Hinata jadi Sasukenya aku bikin sedikit menderita(cemburu) hahaha XD Hasegawa Michiyo: Aku senang lok ini bisa menghibur. XD Yuko: Aku usahain apdet kilat. Yukita Hikaru: Yoroshiku, ne.. Yuki. Ini next chapnya.. You Chan saya juga merasa. Tapi lain kali saya gak akan mengulangi T.T Dewi Nathalia aku update kok t.o.p ni di lanjut flowers lavender ya, ni di lanjut Nafita 137 nikahnya besok di jelasin. Gui gui M.I.T senpai… hik,hik, saya terharu dikau benar-benar mereview cerita abal ini. Sasu di sini ceritanya sebagai suami Hinata. Saya memang sering typo. Saya akan apdet..

.

REVIEW lagi dong MINNA..~~

Onegai.. (^_^)