"Destiny Path"

Genre : Yaoi,Hurt,Mpreg

Rated : T-M

Cast : Cho (Choi) Kyuhyun, Choi (Jung) Minho, Choi Siwon, Shim (Choi Changmin), Lee Donghae, Lee Hyukjae (kemungkinan Coast lain menyusul

WARNING : Typos (maybe),gaje,abal (maklum,author baru hehe :p)

"Orang bilang penyesalan selalu datang terlambat. Yah, memang benar. Tapi… Apakah itu yang kualami atau hanya takdirku yang tertunda untuk tidak merasakan kebahagiaan itu saat ini juga?"

*Chapter 2*

-Siwon POV-

Sudah tiga hari Kyuhyun belum pulang ke rumah. Aku tahu dia menginap di tempat Minho -setidaknya itu yang Minho sampaikan padaku tiga hari yang lalu-. Tapi aku sedikit heran, kenapa bukan Kyuhyun sendiri yang memberitahuku? Setiap aku minta bicara dengan Kyuhyun, Minho selalu beralasan. Entah Kyuhyun sedang di kamar mandi atau pergi keluar tanpa membawa ponsel. Perasaanku benar-benar tidak tenang. Apa terjadi sesuatu pada Kyuhyun dan dia meminta Minho untuk merahasiakannya dariku?

Lamunanku buyar seketika saat tangan hangat huswifeku memelukku dari belakang. Kurasakan beban di pundakku saat Changmin meletakkan kepalanya di pundakku sambil menciumi (?) leherku untuk sekedar menghirup aroma tubuhku, posisi favoritnya saat sedang memelukku katanya.

Kalian tahu, aroma tubuh Changmin begitu lembut. Tapi tetap saja menurutku aroma tubuh Kyuhyun yang paling lembut. Sejak kyuhyun lahir sampai sekarang, aku tidak pernah bisa melewatkan kesempatan untuk memeluk dongsaeng tersayangku. Aku suka aroma tubuhnya. Setiap menghirup aroma tubuhnya aku bisa merasakan ketenangan dalam diriku, seolah semua bebanku menghilang begitu saja.

Ah, kenapa aku jadi membahas dongsaengku? Sepertinya aku terlalu banyak memikirkannya, padahal saat ini aku sedang berbulan madu dengan huswifeku. Kkk tapi sungguh,begitulah keadaannya. Bahkan Changmin pun menyukainya. Dan sekarang, aku punya dua aroma penenang. Satu milik dongsaengku dan satu lagi milik huswifeku. Kelembutan aroma yang berbea namun memiliki fungsi yang sama untukku.

"Kau kenapa, hyung? Memikirkan Kyunnie lagi, eum? Dia aman bersama Minho, aku yakin dia akan baik-baik saja. Minho itu mencintai Kyunnie, dia tidak mungkin menyakiti Kyuhyun. Hyung tenang saja." kata Changmin sambil mulai menggesekkan hidungnya di leherku. Bermaksud menggoda,eoh?

"Aku tahu,baby. Hanya saja perasaanku sedikit tidak enak. Seperti ada sesuatu yang di tutupi oleh Minho. Kau tahu sendiri aku hanya memiliki Kyuhyun sebagai saudara kandungku satu-satunya dan aku sangat menyayanginya. Wajar bukan kalau aku khawatir terjadi sesuatu padanya? Apalagi dia pergi begitu saja dengan Minho setelah pergi ke toilet tanpa pamit padaku saat pesta kemarin." ucapku dengan rasa cemas yang masih tergambar jelas sambil membalikkan tubuh dan menatap Changmin.

Coba lihat dia. Kissmark di seluruh tubuhnya yang bisa terlihat saat ini? Check. Rambut yang Berantakan namun menambah kesan sexy? Check. Bibir tebal yang masih terlihat merah karena 'kegiatan' kami sampai menjelang pagi tadi? Check. Oh dan jangan lupakan apa yang dia kenakan saat ini. Kemeja putih tipis yang tampaknya sengaja ia beli dengan ukuran yang lebih besar, tanpa selembar kain pun menutupi area privatnya. Benar-benar ingin menggodaku,eum?

"Arasseo. Baby, kau berniat mengulangi 'kegiatan' kita semalam,eum?" tanyaku pada Changmin dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Hmm... Bagaimana kalau iya? Apa kau keberatan, huyung?" ujar Changmin sambil menggigit bibir sexynya yang membuatku semakin tergoda.

"Kalau begitu bersiaplah untuk bulan madu 'panas' kita selanjutnya, baby." Ucapku sambil memulai kegiatan 'panas' kami.

-SKIP-

-Author POV-

Mari kita tinggalkan pasangan baru tersebut melakukan hal yang iya-iya/? Ada yang bertanya dimana pasangan baru tersebut saat ini?

Ehem, sebagai Presdir sekaligus pemilik perusahaan tentu bukan hal sulit bagi seorang Choi Siwon untuk pergi berbulan madu. Dan saat ini mereka sedang menikmati bulan madu di Maladewa untuk waktu yang tidak ditentukan. Mengapa demikian? Karena Siwon berpesan agar diminta untuk kembali ke Korea hanya saat ada masalah yang tidak bisa di selesaikan sendiri oleh sekretaris sekaligus orang kepercayaannya di perusahaan.

Jadi, tentu kalian tahu kan berapa banyak waktu yang akan mereka habiskan untuk berbulan madu? Ah, mungkin memberikan keponakan untuk Kyuhyun? Kkkk

Seoul Hospital

-Kyuhyun POV-

Sudah seminggu aku 'menetap' di rumah sakit tempat Minho bekerja. Selama itu pula Minho tidak pernah mau meninggalkanku dan memutuskan untuk menginap dan menemaniku di rumah sakit. Dia hanya pulang ke apartementnya sesekali untuk sekedar mengambil pakaian ganti atau keluar untuk membeli makanan kalau dia bosan dengan menu di kantin rumah sakit.

Dan selama seminggu ini pula aku memikirkan hyungku satu-satunya. Apakah Siwon hyung mencemaskanku? Alasan apa yang Minho berikan pada Siwon hyung selama ini? Apakah Siwon hyung percaya begitu saja dengan alasan yang Minho berikan? Hahhh... Aku memang benar-benar tidak bisa lepas dari Siwon hyung rupanya. Apakah Siwon hyung juga seperti itu ya? Kalau seperti itu, apa dia bisa merelakanku pergi saat waktunya tiba nanti?

Setelah aku bangun dari 'tidur'ku, aku memang melakukan kemoterapi seperti janjiku pada Minho waktu itu. Dan itu sangat menyakitkan. Rasanya tubuhku seperti di hancurkan dari dalam. Benar-benar sakit. Setelah semuanya selesai, bukan berarti aku bisa tenang. Saat aku terbangun dari tidurku karena pengaruh obat kemoterapi dan kelelahan, aku mulai memuntahkan semua isi perutku yang bahkan tidak seberapa karena nafsu makanku jadi semakin buruk sejak melakukan kemoterapi.

Minho selalu mendampingiku dengan sabar saat aku menjalani kemoterapiku. Dia selalu menguatkanku agar bertahan sampai sesi kemoterapi hari itu selesai. Sekarasng sedikit demi sedikit rambutku mulai rontok. Tidak perlu kaget. Karena penyakitku yang memang sudah parah, jadi obat yang digunakan pun lebih keras dari biasanya. Maka dari itu, dalam beberapa hari saja rambutku sudah mulai rontok sedikit demi sedikit.

Saat ini aku sedang terbaring lemas setelah memuntahkan semua isi perutku sambil menunggu Minho kembali dari kantin untuk membeli makanan untuknya setelah sebelumnya dia mengambilkan teh hangat untukku.

Drrrttt... Drrrttt...

Ku dengar ponselku bergetar di meja nakas dekat tempat tidur pasienku. Dengan tenaga yang tidak seberapa, ku ambil ponselku dan melihat ID si penelpon.

Siwon Hyung Calling...

'Oh, tidak. Aku tidak mungkin menjawab telpon dari Siwon hyung dengan keadaan seperti ini. Suaraku akan terdengar aneh dan itu akan membuat Siwon hyung curiga terjadi sesuatu padaku.' Batinku dengan panik. Dan betapa beruntungnya aku karena Minho datang tepat pada waktunya. Langsung ku serahkan ponselku padanya dan ku suruh dia untuk menjawab telepon dari Siwon hyung.

Mengerti dengan maksudku, Minho langsung menjawab telepon dari Siwon hyung.

"Yeoboseo, hyung"

"..."

"Ani, Kyuhyun baik-baik saja. Dia sedang asik main game sekarang. Kau tahu sendiri kan seperti apa adikmu itu kalau sudah bermain game? Dunia kiamat pun kurasa dia tidak akan peduli hahahaha" mendengar perkataan Minho, aku memberikan death glare terbaikku saat ini padanya yang hanya di balas dengan cengiran lebar di mulutnya.

"..."

"Ne, hyung. Nanti aku akan menyampaikannya pada Kyuhyun. Ne... sampaikan salamku pada Changmin. Katakan padanya jangan menghabiskan isi kulkas dalam sehari saja. Annyeong, hyung" Minho menutup teleponnya setelah selesai bicara dengan Siwon hyung dan mengembalikan ponselku ke meja nakas di samping tempat tidur pasienku.

"Apa yang Siwon hyung katakan padamu? Dia masih mencemaskanku?" tanyaku penasaran dengan isi pembicaraan antara hyung dan sahabatku ini.

"Tentu saja dia masih mencemaskanmu, sudah seminggu kau tidak menerima telponnya secara langsung kan? Dan dia memintamu untuk segera menghubunginya kembali saat kau sudah selesai dengan 'dunia'mu. Dan mengenai kapan kau akan keluar dari sini seperti yang kita bicarakan sejak kemarin, sebagai dokter pribadi dan sahabatmu, aku baru mengijinkanmu pulang setelah kondisimu pulih dan menghabiskan makananmu dengan baik. Setidaknya besok baru kau ku ijinkan untuk pulang jika memang kondisimu sudah membaik. Tentunya dengan pengawasan ketat dariku setelah ini." ujar Minho yang entah sejak kapan berubah menjadi sangat cerewet.

"Baiklah dokter Jung Minho yang cerewet" ucapku sambil memutar bola mataku saat mendengar perkataan Minho.

Tok.. tok.. tok..

Terdengar suara ketukan dari pintu kamar rawatku lalu muncullah dua namja yang merupakan hyung sekaligus sahabatku juga di perusahaan game tempatku bekerja.

"D-donghae hyung? H-hyukkie hyung? A-apa yang kalian lakukan disini?" ucapku yang kaget dengan kedatangan tiba-tiba dua orang yang sama sekali tidak kuberitahu tentang keberadaanku di rumah sakit ini. Kenapa mereka bisa ada disini? Tidak mungkin Minho yang memberitahu mereka. Minho tidak pernah mengenal mereka sebelumnya.

TBC

Mind to R and R?