FORCEFULLY SMILES Ch. 2

Pairing: Kuchiki Rukia

Dsiclaimer: Tite Kubo

Rukia masih memejamkan matanya. Diruangan itu sangat sepi karena Byakuya dan Renji telah kembali ke divisinya. Kakinya memang belum bisa digerakan seperti biasanya. Wajahnya yang manis kini hanya terlihat pucat akibat efek racun dan obat. Ia tak membayangkan bahwa keadaannya menjadi seperti ini.

Saat Rukia ingin membuka matanya walaupun sangat berat, ia melihat sesosok yang amat dinantinya dalam hati. Sesosok yang selalu melindunginya. Seseorang yang mungkin sangat berharga baginya,…. Kurosaki Ichigo.

"Hoi, kau sudah bangun?" tanyanya pada Rukia yang masih berusaha membuka matanya.

"I… Ichigo?" kata Rukia yang kini berhasil melihat Ichigo dengan jelas.

"Dasar kau cebol, kenapa pada saat melawan Hollow yang begitu kuat kau tak meminta bantuanku?! Aku pasti akan membantumu! Kau bodoh sampai terluka begitu!! Aku sudah bolak-balik kemari untuk melihat keadaanmu tahu!" Ichigo marah pada Rukia yang terluka. Tapi, sebenarnya Ichigo marah karena sangat khwatir pada Rukia. Rukia hanya diam.

"Lalu, kau berhasil mengalahkannya?" Tanya Ichigo.

"Hollow itu berhasil kabur…" mereka terdiam sesaat.

"Kau… dan Inoue… baik-baik saja, bukan?" Tanya Rukia.

"Heh?! Jangan-jangan reiatsu itu benar-benar punyamu, ya!! Dasar Idiot! Kenapa tak mencariku!!" teriak Ichigo memarahi Rukia.

"Aku tak mau ada yang terluka!! Jika Hollow itu menyerang Inoue itu jadi lebih berbahaya kan!!" balas Rukia berteriak. Ichigo kini terdiam.

Beberapa menit kemudian Ichigo berbicara," Inoue sangat khawatir padamu. Ia selalu menyuruhku agar melihat keadaanmu," kata Ichigo. Hati Rukia kini seperti tersayat pecahan-pecahan kaca yang tajam. Rukia merasa tak kuat menahan air matanya. Tapi, ia berusaha tersenyum dan menahan air matanya. Senyuman yang penuh keterpaksaan.

"Ucapkan terimakasihku padanya. Oh, ya! Bukankah lebih kau pulang! Inoue pasti merindukanmu! Benar lebih baik kau pulang sana! Aku akan membaik kok!!" kata Rukia berusaha untuk tersenyum pada Ichigo.

"Eh? Tapi-"

"Kau pulang sana! Ucapkan salamku pada Inoue, ayahmu, Yuzu, Karin, dan semuanya, ya!" kata Rukia sambil tersenyum lagi.

"Ah! Iya-iya! Tak perlu mengusirku seperti itu! Jaga dirimu baik-baik, ya!" kata Ichigo sambil keluar dari ruangan itu.

Sebenarnya alasan sebenarnya Rukia agar Ichigo segera pulang karena Rukia sudah tidak sanggup membendung air matanya lebih lama lagi. Setelah Ichigo pergi, air mata Rukia matanya terus mengalir bagaikan tidak ada henti-hentinya. Hatinya terasa perih. Tatapannya seperti ia sedang bertanya,'Pada siapa aku harus menceritakan semua ini?'

2 Bulan Kemudian

Dua bulan telah terlewati. Keadaan Rukia kini berangsur pulih walau Rukia belum sepenuhnya bisa berjalan. Rukia melewatkan hari-harinya di kediaman Kuchiki. Rukia hanya dapat duduk, tidur, makan, dan belum bisa melakukan aktivitas lebih dari itu. Jika dipakasakan mungkin akan menyakiti dirinya sendiri.

Ukitake-taicho member ijin sepenuhnya untuk Rukia memulihkan kesehatannya. Ukitake sangat peduli pada semua bawahanya terutama Rukia yang sedang sakit. Sesekali di waktu senggang ia menyempatkan dirinya untuk menjenguk Rukia sambil membawa oleh-oleh berupa pernak-pernik Chappy, karakter kelinci kesukaan Rukia. Rukia senang dia mempunyai orang-orang yang menyayanginya.

Kini Rukia sedang termenung melihat langit yang tenang dan cerah. Matahari menyinari kulit Rukia yang masih terlihat pucat. Sebenarnya Rukia sendiri tidak mau dirinya dalam keadaan seperti ini. Tapi, apaboleh buat toh ini semua telah terjadi.

"Ichigo… sedang apa ya?" tanya Rukia pada dirinya sendiri. Tapi, entah mengapa mengingat Ichigo, hati Rukia terasa perih. Rukia bingung apa yang harus dia lakukan.

Tib a-tiba ada seseorang yang memanggil nama Rukia.

"Rukia," Rukia pun tersentak dan melihat arah dimana datangnya suara itu. Rukia melihat tembok pagar kediaman Kuchiki yang berada di depan ruangan tempat Rukia termenung.

Rukia melihat seorang pria berambut crimson. Wajah pria itu tampan dan Rukia mengenal suara serta postur tubuh pria itu.

"Ashido?" kata Rukia, Pria itu tersenyum lalu mendekati Rukia. Ia melompat dari atas pagar ke bawah. Lalu, ia pun mendekati Rukia.

"Apa kabarmu?" tanya pria yang bernama Ashido itu.

"Kau benar Ashido? Aku senang dapat melihat- uhuk, uhuk, mu," Rukia tersenyum manis.

"Kulihat kau tak begitu baik, ku dengar dari sekitar kediaman bangsawan Kuchiki ini kau terkena serangan hollow,"

"Yah, seperti itulah,"

Tiba-tiba semua pintu Ruangan di belakang maupun diamana saja sekitar Rukia dan Ashido terbuka. Rukia dapat melihat banyak sekali Shinigami yang berada di balik pintu itu.

"Siapa kau," tanya Byakuya.

"N-Nii-sama?!" seru Rukia. Tiba-tiba Byakuya menggunakan Shunpo lalu hendak menyerang Ashido dari belakang. Tapi, Ashido dapat menangkisnya.

"Kuchiki-sama," kata Ashido. Mereka pun saling beradu pedang. Mereka berdua sangat tangguh. Ashido dengan hebatnya dapat menangkis semua serangan dari Byakuya.

"Rupanya kau hebat juga," kata Byakuya dingin.

"Nii-sama! Tolong hentikan! Dia adalah temanku!!" teriak Rukia. Byakuya pun berhenti. Byakuya memasukan pedangnya dalam tempatnya.

"Benarkah itu,"

"Namaku Kano Ashido. Aku adalah shinigami. Maaf jika tidak sopan masuk ke kediaman orang lain tanpa ijin."

"Aku kelihatannya tak pernah menjumpaimu di divisi manapun," kata Byakuya sambil memasukan zanpakutounya pada tempatnya.

Kemudian, Rukia menceritakan segalanya pada Byakuya. Byakuya pun mengerti. Byakuya menyuruh Ashido untuk minum teh. Ashido pun menerima tawaran Byakuya. Rukia yang ingin ikut dengan mereka dibantu berdiri oleh para pelayan. Mereka semua pun pergi ke suatu ruangan untuk minum teh.

"Jadi, sekarang kau tinggal dimana?" tanya Byakuya.

"Saya tinggal di district 58. Tempat tinggal saya yang dulu sebelum saja ke Heuco Mundo." kata Ashido dengan sopan.

"Kyaa!!" teriak Rukia sambil terjatuh dan meringkuk kesakitan. Kelihatanya racunnya mulai beraksi lagi.

"Rukia-sama!!!" teriak para pelayan yang segera menghampiri Rukia. Keringat dingin mengucur dari wajah Rukia. Seketika wajahnya memucat. Byakuya dan Ashido menhampiri Rukia yang terjatuh dari duduknya.

"Sa…Sakit… Sakit…Ahgh!! Sakit!!" kata Rukia yang kesakitan.

"Rukia!!" teriak Byakuya.

"Kita bawa Rukia ke Divisi 4!!!" kata Byakuya. Ashido membopong Rukia dan berlari secepat mungkin menuju divisi ke 4 diikuti Byakuya.

"Sakit… Sakit…" itulah ucapan yang terus meluncur dari bibir mungilnya.

Setelah sampai di divisi ke 4, Unohana-taicho langsung segera memeriksa Rukia. Ashido dan Byakuya terus menunggu bagaimana keadaan Rukia sekarang.

Seminggu kemudian di Dunia nyata.

"Kurosaki-kun!! Ayo kita makan donat! Aku sudah tidak sabar!" kata Inoue.

"Baik. kau tunggu aku di depan gerbang." balas Ichigo

"Baik! Aku menunggumu!" kata Inoue sambil berlari keluar kelas. Ichigo masih teetap dikelas sambil menata buku-buku. Ada serpecik ingatan ketika ada Rukia disampingnya. Rindu, itulah yang dirasakan Ichigo kepada gadis bermata violet itu.

Di Seiretei

"A-Ashido… aku sudah kenyang." kata Rukia yang suaranya hampir seperti berbisik.

"Ehm… tiga suapan, chappy akan datang." kata Ashido.

"Hehe… Nii-sama yang.. uhuk… uhuk… yang memberitahu ya. Huh… menyebalkan, baiklah." kata Rukia sambil membuka mulutnya. Diluar ruangan dua orang dari divisi ke enam datang, Byakuya dan Renji. Renji melongok ke ruangan dari pintu yang terbuka sedikit.

"Pria bernama Ashido itu kelihatannya sangat peduli dengan Rukia, benarkan Taicho?" kata Renji.

"Tapi, dia jauh lebih baik daripada Kurosaki." kata Byakuya bernada datar.

"Hah, dia dan Ashido berbanding 1:50. Taicho tidak memberitahukan tentang keadaan Rukia pada Kurosaki?" tanya Renji.

"…" Byakuya hanya terdiam. Tiba-tiba ada seseorang datang dan berlari.

"Oi Byakuya! Ada apa dengan Rukia!?" orang itu adalah Ichigo.

"Kurosaki, kau tahu dari mana?"

"Aku diberi tahu Urahara-san! Bagaimana Rukia!" kata Ichigo.

"Dia sudah membaik." jawab Byakuya.

"Hei Ichigo! Jangan berteriak-teriak pada Taicho!" seru Renji.

"Rukia-" Ichigo melihat sendiri ketika dia melihat pintu dimana Rukia berbaring.

"Lelaki itu…"

"Kau ingat, dia yang menemani Rukia mencari kita pada saat kita berada di Arbolada de al menos. Kau ingat tidak?" kata Renji mengingatkan Ichigo.

"Oh! Lelaki dengan jubah hollow itu!" Ichigo pun memutuskan untuk masuk.

"Rukia."

"Ichigo? Apa yang kau lakukan disini?" tanya Rukia

"Untuk melihat keadaanmu. Ini semua gara-gara kau tidak meminta bantuanku! Dasar cebol!"

"Hei! Jeruk! Aku tak butuh bantuanmu!"

"Sudah, jangan berteriak Rukia. Ingat, keadaanmu masih lemah." kata Byakuya yang memasuki ruangan.

"Gomennasai, nii-sama."

"Hei. kau Ashido bukan. Senang bisa melihatmu lagi," kata Ichigo.

"Benar, lama tak berjumpa. Kudengar kau berhasil mengalahkan Aizen." kata Ashido.

"Yah. seperti itulah." kata Ichigo. Ashido yang masih memegang sesuap sup untuk Rukia pun kembali menyuapnya.

"Satu kali lagi," kata Ashido sambil tersenyum simpul.

"Baik-baik, aah," Rukia membuka mulutnya lalu mengunyahnya sambil menutupi mulutnya dengan tangan.

"Sudah! Jangan lupa janjimu!" kata Rukia seperti anak-anak. Ashido hanya tersenyum.

Ichigo yang melihat Rukia dan Ashido seperti sedikit terganggu. Entahlah kenapa, tapi mereka sangat akrab.

"Baiklah, sepertinya aku harus pulang." kata Ichigo.

"Oh, sampai jumpa! Salam untuk… Inoue dan semua," kata Rukia sambil tersenyum.

"Sampai jumpa." Ichigo pun keluar dari ruangan. Sebentar Ichigo memandang Rukia dan Ashido dari luar lalu Ichigo melanjutkan langkahnya untuk kembali ke dunia nyata.

Tiga Minggu Kemudian

Ashido telah diusulkan Byakuya untuk masuk divisi ke 13 karena Byakuya telah melihat kemampuan Ashido. Ashido menerima dengan senang hati tawaran Byakuya. Lalu, setelah itu Ashido pun mulai bekerja di divisi ke 13. Ukitake-taichou dan yang lainnya menyambutnya dengan senang hati.

Beberapa minggu kemudian, ada kabar bahwa daerah di Tokyo mulai di serang hollow. Rukia dan Ashido ditugasi untuk menjadi Shinigami yang berpatroli di Tokyo.

5 tahun kemudian

Sudah lima tahun Ashido dan Rukia berpatroli di Tokyo. Setiap 1 bulan sekali mereka kembali ke Soul Society untuk memberikan laporan. Rukia sama sekali tak pernah mendapatkan kabar dari Ichigo. Memang miris rasanya tidak pernah berhubungan dengan teman seperjuangan atau sahabat selama 5 tahun. Rukia juga tahu jika Ichigo pasti tambah sibuk. Jadi mereka berdua pun menjalani hidup mereka sendiri-sendiri.

Rukia tinggal di sebuah Apartemen bersama Ashido. 2 tahun yang lalu, Byakuya memutuskan untuk mentunangkan Rukia dengan Ashido. Mereka hanya bisa menerima. Rukia bekerja menjadi seorang guru TK. Sedangkan Ashido bekerja sebagai seorang pegawai kantor. Tapi, ketika malam datang, mereka berubah menjadi shinigami yang menumpas hollow-hollow, dan membersihkan dosa mereka dengan Zanpakutou.

Rukia yang kini sudah jauh berubah. Rambutnya panjang hingga sepunngung, tubuhnya sudah memperlihatkan bahwa dia sudah menjadi wanita dewasa. Tapi ada yang belum berubah dari Rukia, yaitu rasa sukanya pada Chappy. Setiap pulang kerja, Rukia menyempatkan untuk pergi ke toko pernak-pernik hanya untuk mencari Chappy.

Ashido yang sebelumnya memang adalah seorang pria yang dewasa kini tambah matang. Wajahnya makin rupawan. Rambutnya yang berwarna crimson menjadi daya tarik wanita yang berada di sekelilingnya.

Tapi, masihkah ada perasaan Rukia terhadap Ichigo yang telah berpaling pada wanita lain?

Bersambung…


A/N: Akhirnya updet juga chapter ini...... Sedih juga nulis ini.....-?- Aku harap nanti happy ending~*berdoa*

Thx for review!

Ruki_ya: thx dah Review yaa!

Kuchiki Rukia-taichou: Thx yaa! Nica dah lanjutin^^ Akhirnya sama siapa yaaaaaaaaa.... Lum tahu juga nih-?- Gomen ,

Jess Kuchiki: Wuaaaa!! Saya bukan ICHIHIME Jess-san!!! Bukan! Bukan! Bukan!* nangis gaje* Aku ndiri jg ga tega*tapi kenapa nulis?* But thx ya Jess-san!

mss Dhyta: Kita liat aja nanti ya mss*lempar sandal*

Namie Amalia: Hollow kabur, ga tau kemana*?* Aku jg ga mau Ichigo ma Hime~ tuntutan skenario nih....-sok- Thx dah review yaaa!

YohNa -nyu-: Gomen deh hehehe! Benarkah!? Makasih ya dah review

See ya next chap!