Author : Hunhun

Title : Who Are You

Genre : Hurt, Comfort, Friendship

Length : Chapter

Main Cast : KookGa / YoonKook

Support Cast : All member BTS / Bangtan boys

.

.

NB : This story is mine and all cast belongs

to their parents & the company

.

.

PART 2

Jungkook's POV

Aku terbangun dari tidurku dengan napas tersenggal-sengal. Diriku tidak mengerti mengapa aku seperti ini? Aku tidak mampu mengingat apa yang kumimpikan barusan. Saat aku mulai menetralkan deru napasku, aku baru menyadari tempatku begitu gelap. Hitam kelamnya mendominasi sekitar ruang ini. Aku mendudukan setengah tubuhku di pinggiran kasur. Entah sejak kapan jemariku telah memegangi sebuah kertas berukuran panjang 35,3 cm dengan lebar 50,0 cm. Coretan lukisan hitam-putih berbentuk sebuah wajah. Sesosok yang sangat kukenali, namun telah lama kulupakan. Hingga diriku berdiri dan terkejut ketika tiba-tiba sebuah tetesan darah tercetak jelas dikertas tersebut. Dan seketika itu juga, ruangan yang tadinya gelap berubah jadi remang-remang.

Semuanya seakan bergerak, perabotan pun telah berganti bagaikan settelan di panggung teater. Kertas yang ada di genggamanku pun berubah menjadi dalam bentuk sebuah kanvas lukisan. Berdiri kokoh dihadapanku, lukisan tersebut kini tampak begitu lebih jelas namun tetap dengan guratan abstrak berwarna yang membentuknya. Aku tidak mengerti mengapa saat diriku ingin menyentuhnya dengan kuas dijemariku, terasa begitu kaku untuk digerakkan. Satu centimeter lagi dari alas kanvas, aku benar-benar tidak mampu melanjutkannya. Lukisan yang ada dihadapanku terasa begitu hidup sesaat aku melihat matanya mengeluarkan cairan warna mengenai wajahnya. Sekejap mata, api membakar lukisan tersebut. Suara-suara abstrak mulai terdengar bigitu mendominasi dan menakutkan.

"Andwae."

"Hyunggg…."

Mengapa aku tidak mampu mengeluarkan suaraku? Mengapa pula tubuhku kaku? Ada apa ini? Api terus berlomba-lomba membakarnya. Hatiku begitu sakit melihat, namun apa dayaku bila tubuh ini tidak bisa digerakkan. Semua kembali, hitam nan kelam mendominasi ruangan tersebut. Sepucuk surat tergeletak di bawah kakiku. Tanganku berusaha mengambilnya yang kemudian aku membalikkan kertas tersebut. Sebuah lukisan yang kudapati, namun berbeda dengan yang sebelumnya. Dari guratan lukisan tersebut, aku mampu melihat seekor burung Phoenix yang terlihat gagah namun menyeramkan seakan tengah mengepakkan sayap kokohnya.

"JUNGKOOK!"

Mataku terbuka sangat lebar seketika mendengar namaku terpanggil begitu keras. Aku melihat sekitarku yang berbeda dengan apa yng barusan kualami. Cat putih terang mendominasi ruangan ini, Apakah aku sedang bermimpi? Pikirku dalam hati. "Eoh! Namjoon hyung, kenapa disini?" Tanyaku padanya hingga aku secara otomatis membangkitkan tubuhku.

Author's POV

Namjoon mendenguskan napasnya kasar, "Yak! Ini karena ulahmu." Ucapnya. Jungkook menatapnya penuh tanda tanya dikepalanya.

"Aku?"

"Yups, ini gara-gara kamu mengigau keras. Kamu terus menyebut kata 'Hyung' dalam tidurmu."

"Benarkah?"

"Untuk apa aku mengarang cerita? Hyung kemari untuk membangukanmu, bermimpi apa sih?"

"Nothing, perlukah hyung tahu?"

Namjoon menatapnya kesal, Jungkook dengan seenaknya berdiri tanpa rasa bersalah. Dirinya menuju kamar mandi yang berada tidak jauh dari kamarnya. "Ck, dasar kurang ajar. Lihat saja nanti, tidak akan kuberi ampun bocah ingusan satu ini." Ucapnya kesal. Ia pun berjalan menuju kamarnya untuk melanjutkan kegiatan yang sempat tertunda sebelumnya.

.

.

Jungkook yang telah selesai dengan kegiatannya dikamar mandi, berjalan menuju kamarnya. Ia berhenti ketika berada di kamar Namjoon yang terletak disebalah kamarnya. Dengan keraguan hatinya untuk bertanya, Jungkook melangkahkan kakinya kedalam kamar Namjoon. "Hyung." Panggilnya. Namjoon yang merasa terpanggil hanya berdehem panjang dari balik pintu lemarinya. Sepertinya ia tengah membongkar isi lemarinya, bisa dilihat dari baju-baju yang berserakan diatas kasur.

"Aku ingin bertanya sesuatu padamu."

"Apa itu?"

"Hyung, kenal dengan Suga hyung?"

"Tentu saja, kami sudah berteman sejak dulu."

"Oh ya? Tapi aku tidak pernah melihat hyung bersamanya selama aku disini."

"Tentu saja kamu tidak bisa melihatnya, saat itu Suga hyung sedang di Bu-"

"Busan."

Jungkook dengan sepontan mengucapkannya hingga membuat Namjoon memalingkan wajahnya sedikit dari daun pintu lemari bajunya, "Kau mengenalnya?" Tanyanya. Jungkook menyandarkan setengah tubuhnya di sudut dinding kamar, "Tidak… aku tahu dari Taetae hyung dan Jimin hyung." Ucapnya.

"Ahh.. I see, benar juga."

"Hyung.."

"Ne?"

"Kenapa Suga hyung berada di Busan?"

Namjoon merasa curiga dengan pertanyaan Jungkook barusan, "Kamu ingin sekali tahu?" Tanyanya.

"Tidak juga, hanya ingin tahu saja."

"Ya sudah, tidak rugi juga bila aku tidak memberitahukannya."

"Namjoon hyungg…"

"Wae? Bukankah kamu terlihat tidak tertarik?"

"Bukan begitu.."

"Lalu?"

"Ah sudahlah hyung, berhenti mengerjaiku. Cepat beritahu saja padaku."

"Kenapa kamu begitu penasaran sekali?"

"Namjoon hyungg.." Suara rengek-an Jungkook membuat kepala Namjoon terasa pening. "Baiklah aku akan memberitahukannya." Serunya.

"Yang singkat, padat, dan jelas! Ne."

Namjoon berdengus kesal, "Banyak maunya ini bocah." Serunya. "Jika kamu betanya kenapa? Karena saat itu Suga hyung sedang melanjutkan kuliahnya disana yang sempat tertunda karena kecelakaan yang menimpanya. Hingga mengalami cedera otak traumatis dan membuatnya tidak sadarkan diri."

"Coma?"

"Yup, selama 3 bulan sudah Suga hyung dalam masa comanya. Namun, sepertinya ada yang aneh dengannya saat itu." Ucapan Namjoon tertunda sesaat ponselnya bergetar, ia pun mengecheknya sebentar. "Apa yang membuatnya terlihat aneh?" Tanya Jungkook penasaran.

"Ya aneh aja, ia sama sekali tidak ingat apa yang terjadi sebelum kecelakaan itu. Ingatannya kembali ke masa ia SMA, padahal kejadianya sudah sekitar 2-3 tahun yang lalu. Tapi, Suga hyung tahu siapa dirinya dan semuanya yang terjadi sekitar SMA, hanya sebelum kecelakaan tersebut aja yang tidak diingatnya. Maka dari itu Suga hyung mengambil cuti kuliah selama satu semester untuk Treatment Amnesia Disosiatif agar ingatannya pulih kembali." Jungkook terdiam mendengar penjelasan namjoon. "Sudah puas kan?" Ucap Namjoon sembari menutup lemarinya, "Jungkook-ah." Panggilnya. Jungkook yang merasa terpanggil menatap kearah Namjoon, "Ne?" Balasnya. "Sebagai balasannya, tolong lipatkan bajuku yang berserakan itu ne." Namjoon yang sudah berada diambang pintu kamar segera keluar. "Aishhh… Namjoon hyunggg.." Seru Jungkook, yang kemudian memberikan umpatan dalam hati. Ia pun melipatkan baju-baju yang berserakan tersebut.

.

.

To be continued

Please comment and review, don't be silent reader :)

NB: 'Amnesia disosiatif merupakan ketidakmampuan untuk mengingat sesuatu dengan detail baik mengenai identitas diri sendiri ataupun pengalaman yang berhubungan dengan peristiwa traumatis dan sangat menekan.'